Ini Peran Penting Alumni PIMNAS 35 UMM bagi Indonesia Emas 2045

Sudah menjadi keharusan bagi alumni Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) untuk melakukan regenerasi. Mahasiswa juga harus sedini mungkin untuk berkarya dan berprestasi sebagai bekal masa depan. Hal tersebut diucapkan oleh Prof. Dr. Drs. Abdul Hakim, M.Si., selaku salah satu pemateri dalam kuliah umum PIMNAS ke 35 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Selain Abdul, acara yang dilaksanakan pada 3 Desember 2022 ini juga menghadirkan sederet pemateri menarik lain. Lebih lanjut, pria yang juga Wakil Rektor III Universitas Brawijaya ini menegaskan sederet peran alumni PIMNAS serta kontribusinya. Ada tiga hal peting yang harus dilakukan oleh alumni PIMNAS. Mulai dari regenerasi, pengelolaan program kreativitas mahasiswa (PKM), hingga membantu persiapan menuju ajang bergengsi itu. Hal itu menjadi bentuk kaderisasi untuk mencetak mahasiswa kreatif dan inovatif yang nantinya bisa bermanfaat bagi masyarakat. Ia juga menjelaskan secara singkat sejarah PIMNAS. Dimulai pada tahun 1988 yang masih memakai nama Lomba Karya Ilmiah Mahasiswa (LKIM). Kemudian berubah menjadi PIMNAS pada tahun 1990 di Institut Pertanian Bogor. Sementara format juara umum baru digunakan pada tahun 2004. Menurutnya, ajang ini sangat dinamis. Berawal dari lima bidang saja, kini sudah ada smebilam kategori PKM. Di sisi lain, hadir pula Anton Rahmadi, S.TP., M.Sc., Ph.D selaku Kepala Balai Pembiayaan Pendidikan Tinggi (BPPT) Kemdikbudristek Republik Indonesia (RI). Ia memaparkan bahwa BPPT dibentuk untuk meluaskan dan meratakan beasiswa di seluruh pelosok Indonesia. Bukan hanya pada tingkat magister atau doktoral saja, melainkan juga sarjana. Dosen Universitas Mulawarman Samarinda ini mengatakan, Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) ini memiliki berbabagi macam kategori di dalamnya yang bisa diperoleh anak-anak muda. Termasuk para alumni PIMNAS ke 35 ini. Mulai dari beasiswa bagi arkeolog hingga vokasi. “Tentu seleksi yang dilakukan sangat ketat. Namun saya rasa meraih prestasi di PIMNAS dan Puspresnas bisa menjadi rekomendasi yang bagus untuk bisa meraih beasiswa ini,” katanya. Terkait PIMNAS, Dr. Nur Subeki, ST., MT. selaku Wakil Rektor III UMM mengatakan, peserta saat ini akan menjadi penerus, pelangsung, dan penyempurna bagi masa depan Republik Indonesia (RI) ini. Sejatinya, seluruh generasi muda saat ini harus siap dan dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan. Maka, PIMNAS ini menjadi salah satu ajang yang bagus untuk mencapainya. Saat ini pemuda bukan hanya berbicara tentang tanggungjawab diri sendiri tetapi bagaimana bisa memajukan bangsa RI. Maka sudah selayaknya pemuda disiapkan dan dibentuk sejak dini. Baik itu melalui perkuliahan dan berbagai acara seperti PIMNAS. “Mari bersama-sama berkolaborasi dan bersemangat untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang maju pada 2045. Peserta PIMNAS saat ini sudah berprestasi, tinggal bagaimana mengaplikasikannya untuk membantu bangsa,” ucap Dosen Fakultas Teknik UMM ini. (haq/wil)

Makanan Alternatif Diabetes hingga Alat Deteksi Tanah, UMM Kirim Empat Delegasi di PIMNAS 35

Gelaran Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) telah di mulai sejak 30 November sampai 3 Desember. Sebagai tuan rumah PIMNAS 2022, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengirimkan empat delegasi tim untuk berlaga pada perlombaan nasional tersebut. Keempat tim tersebut bersaing di dua bidang yang berbeda yaitu Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Karya Cipta (KC) dan Riset (RE). Salah satu delegasi tim UMM Delsi Anjarwati, menjelaskan bahwa di PIMNAS kali ini, timnya melakukan penelitian mengenai manfaat tepung ampas kelapa dan biji alpukat untuk menurunkan indeks glikemik pada roti tawar. Hal ini dilakukan untuk menciptakan pangan alternatif bagi penderita penyakit diabetes di Indonesia. Apalagi dengan angka penderita diabetes yang relatif tinggi. “Latar belakang penelitian ini bermula dari penyakit diabetes. Di dunia, penyakit ini menempati peringkat pertama penyumbang angka kematian tertinggi. Sementara di Indonesia, penyakit ini telah menjangkiti 25,71 juta jiwa pertahun 2021 dengan angka prevalensi sebanyak 9,3%. Dengan banyaknya penderita penyakit tersebut, tim kami mencoba mencari bahan pangan pengganti dengan indeks glikemik rendah yang ramah bagi penderita diabetes,” ujar mahasiswa jurusan Teknologi Pangan tersebut. Lebih lanjut, Delsi sapaannya mengatakan setelah melakukan penelitian, mereka menyimpulkan bahwa percampuran tepung ampas kelapa dan biji alpukat pada roti dapat menurunkan indeks glikemik sebanyak  56,67% dari roti tawar biasa. Hal ini dapat terjadi karena kedua bahan tersebut tinggi akan serat, sehingga secara otomatis mengurangi indeks glikemik. “Terkait terpilihnya penelitian kami untuk maju di PIMNAS 2022, kami sudah optimis sejak awal. Cuma kemarin kita sempat terkedala oleh data yang tidak signifikan dari narasumber. Jadi kami harus melakukan pengujian ulang untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Harapannya, penelitian dan produk ini tidak hanya berhenti sampai di PIMNAS saja tetapi dapat dihilirisasi ke masyarakat luas. Utamanya bagi orang-orang penderita penyakit diabetes,” kata mahasiswa kelahiran NTB itu. Di sisi lain, salah seorang tim perwakilan UMM, Muhammad Iqbaludin Zaky mengaku terkejut bahwa timnya dapat lolos mewakili UMM di PIMNAS 2022. Pada gelaran PIMNAS ini, ia dan tim membuat alat bernama MONIKEL. Alat berkonsep Internet of Things (IoT) berfungsi untuk memonitoring kelembapan tanah dengan menggunakan chatbot telegram yang akan membantu para petani bawang merah. Selain sebagai monitor kelembapan tanah, alat ini juga berfungsi sebagai alat penyiram tanaman otomatis. “Progresnya sendiri dari tahap pendanaan sampai ke PIMNAS ini cukup signifikan. Di tahap pendanaan, prototipe yang kami buat masih sangat mentah. Namun di PIMNAS ini prototipenya sudah matang, baik dari segi fitur telegram maupun alatnya,” kata mahasiswa Informatika ini. Terkait persiapan untuk PIMNAS 2022, anak kedua dari tiga bersaudara ini menjelaskan bahwa selain menyiapkan prototipe, ia dan tim juga harus menyiapkan mental dan mengasah disiplin waktu. Harapannya tak hanya dapat memonitoring kelembapan tanah dan mengatur air di lahan, alat ini kedepannya juga dapat dikembangkan lagi sebagai alat penyiram pestisida. “Persiapan tersebut sangat penting, utamanya disiplin waktu ya. Hal ini penting karena dari sana bisa tahu performa tim kita bagaimana. Kalau dari hal-hal kecil saja sudah disepelekan, nantinya hasil akhir tidak akan maksimal,” pungkasnya mengakhiri. (zak/wil)

Bikin Website hingga Branding, Dosen UMM Ajari Penjual Jamu Manfaatkan Digitalisasi

Sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa melakukan Tri Dharma perguruan tinggi. Salah satunya yang dilakukan oleh tim dosen Kampus Putih yang diketuai oleh Bapak Wildan Suharso, M.Kom. mereka membantu kelompok usaha jamu berskala kecil di wilayah Sidodadi, Lawang melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Adapun pengabdian ini dilaksanakan dalam jangka waktu satu tahun pada 2022 ini. Wildan, sapaan akrabnya, menyebut aktivitas tersebut dengan pengabdian digitalisasi penjualan jamu instan berbasis media sosial dan website. Para dosen memberikan pelatihan dan pengarahan agar penjualan jamu bisa meluas melalui media sosial, website maupun alat digital lain. “Pada awalnya, kami mengunjungi dan melakukan observasi awal. Setelah mendapatkan data yang cukup, kami kemudian melaksanakan pelatihan produksi dan pengemasan, branding bahkan juga pembangunan website bagi kelompok jamu. Kami juga mengajari para penjual bagaimana memaksimalkan website dan media sosial untuk bisnis mereka,” tuturnya. Di sisi lain, ketua kelompok usaha jamu D’lima Titik Wahyuno menilai bahwa kegiatan tersebut sangat membantunya dan anggotanya. Mereka bersyukur bisa mendapatkan skill-skill baru untuk meningkatkan pendapatan. Kualitas produksi dan jumlah penjual juga dirasa meningkat berkat pelatihan yang dilakukan UMM. “Saya rasa, program seperti ini dibutuhkan oleh banyak pihak. Bukan hanya oleh produsen dan penjaul jamu saja, tapi juga bisa menyasar sektor-sektor lain agar pendapatan dan ekonominya juga makin meningkat. Terimasih kami sampaikan kepada tim UMM yang sudah bersusah payah dan membagi ilmunya kepada kami,” tambahnya. Adapapun kelompok usaha jamu instan tersebut diberi nama D’lima karena awalnya hanya lima orang yang bergabung saat pertama kali ada. Meski beberapa kali mengalami perubahan nama, namun Titik Wahyuni tetap dipercaya untuk menjadi ketua kelompok. Hal itu tidak lepas dari semangatnya untuk memproduksi jamu dan tetap mengurus kelompok usaha jamu.  (*/wil)

PIMNAS 2022 di UMM Jadi Gelaran Paling Menyenangkan

Menjadi tuan rumah ajang nasional setelah pandemi bukan perkara mudah. Namun Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses melaksanakan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-35 dengan baik dan cepat. Hal itu disampaikan oleh Ketua Juri PIMNAS 2022, Prof. Ahmad Fauzy, M.Si., Ph.D. usai agenda penjurian mahasiswa-mahasiswa peserta. Guru besar statistika UII itu menilai bahwa kemampuan UMM untuk menyelenggarakan acara nasional dan internasional tak perlu diragukan lagi. “Kampus Putih juga menjadi tuan rumah secara luring pertama semenjak pandemi menyerang. Maka dari itu, ada hal-hal baru yang disediakan UMM untuk melancarkan acara. Mulai dari tim kesehatan yang siap siaga, penggunaan masker yang ketat, bahkan juga paperless yang diupayakan di sepanjang kompetisi ini,” tambahnya. Fauzy, begitu ia kerap disapa, melanjutkan, bahwa biasanya ada sebanyak 4000 peserta yang turut hadir di PIMNAS. Namun karena Covid masih rawan, maka pada gelaram kali ini dibatasi sebanyak 1523 peserta yang dibagi menjadi 17 kelas. Menurutnya, jumlah itu cukup ideal di kondisi seperti ini. Apalagi ada banyak standar yang di harus dipenuhi oleh tuan rumah. Pun dengan syarat-syarat venue dan kelas agar lomba dapat berjalan lebih efektif, objektif, transparan serta akuntabel. Adapun ada 53 juri yang memberikan nilai di PIMNAS ke-35 itu. Ketua dan sekretaris juri sebagai koordinator, sementara 51 lainnya disebar di masing-masing kelas presentasi. “Semoga dari smebilan kategori PKM ini muncul intelektual muda yang kreatif, inovatif, dan solutif bagi masalah-masalah yang dihadapi masyarakat,” harap Fauzy. Kampus Putih juga telah menyediakan berbagai fasilitas tambahan seperti bazar yang menyediakan makanan dan pakaian. Pun dengan tempat bersantai sebelum maupun sesudah presentasi seperti Container Café, Taman Rekreasi Sengkaling dan lainnya. Peserta dan tamu juga dapat memilih satu dari tiga penginapan yang dimiliki UMM untuk menginap dan beristirahat. Ada Rayz Hotel UMM, Kapal Garden dan MyDormy. Suasana hijau dan asri juga membuat kompetisi semakin menarik. Hal serupa disampaikan oleh Ilham Choiri selaku mahasiswa dari Universitas Jambi. Ia menilai PIMNAS ke-35 di UMM meriah dan kompetitif. Para panitia juga tanggap dan sigap ketika peserta kesulitan dan butuh bantuan. “Misalnya saja pembukaannya yang wah karena acara besar dan dilaksanakan di Dome UMM. Penampilan yang diberikan juga menarik minta dan fokus kami seperti tari-tarian, penampilan band, hingga pemencatan tombol di dunia metaverse,” katanya. Ilham, sapaan akrabnya, juga bersyukur PIMNAS ke-35 diadakan di Malang karena iklimnya yang sejuk. Ditambah lagi dengan gedung kampus yang modern, fasilitas mumpuni, danau dan banyak pohon rindang. Teman-teman yang disabilitas juga merasa mudah karaena fasilitasnya ramah bagi mereka yang kekurangan. Ia berharap PKM yang disusun timnya bisa mendapatkan juara di ajang PIMNAS ini. Apalagi melihat usaha yang sudah dilakukannya selama berbulan-bulan. “Tentu saja target kami juara karena kami sudah berusaha maksimal dan melakukan penelitian yang cukup panjang. Semoga PIMNAS di UMM ini memberikan banyak pengalaman dan pembelajaran untuk menjadi pribadi yang berprestasi,” ucapnya mengakhiri. (zak/wil)

UMM Tuan Rumah Pimnas ke-35 Paling Menyita Perhatian

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-35 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi dibuka dengan memencet tombol metaverse yang dikembangkan UMM. Selain itu, penampilan tiga sosok maskot di PIMNAS 35, Si Panji, juga menyita perhatian para peserta pada 30 November 2022 lalu. Turut hadir Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim untuk membekali para peserta sebelum bersaing. Nadiem, sapaan akrabnya menilai Indonesia tidak kekurangan kekayaan riset dan teknologi. Sepanjang 35 tahun penyelenggaraan PIMNAS, telah banyak produk penelitian bernilai tinggi yang dilahirkan oleh mahasiswa Indonesia. Sayangnya, meski memiliki banyak produk penelitian, hal itu tidak ditunjang dengan ekosistem yang kuat untuk memberikan manfaat bagi masyarakat luas. “Kondisi tersebut jelas merugikan bangsa Indonesia. Padahal ada beragam riset dan penemuan teknologi yang dapat menolong permasalahan bangsa ini. Oleh karenanya, Kemendikbud membuat program Kedaireka untuk membangun jembatan antara perguruan tinggi dan mitra.  Berjalan selama dua tahun, Kedaireka telah menerima 6000 proposal dan menyalurkan 13 triliun dana untuk penelitian. Kolaborasi perguruan tinggi dan mitra juga pada akhirnya telah membantu kehidupan masyarakat secara luas,” ujar menteri kelahiran Singapura tersebut. Menurutnya, kehadiran PIMNAS secara berkelanjutan akan memperkuat ekosistem riset dan inovasi Indonesia. Hal ini juga membuktikan bahwa perguruan tinggi Indonesia tidak pernah kekurangan inovasi, ide, dan talenta cemerlang untuk melakukan lompatan ke depan. “Selain mengasah kreativitas dan daya pikir, PIMNAS merupakan sarana untuk menempa mental dan karakter kalian menjadi pribadi yang lebih berani. Berani untuk mengambil resiko dan berani untuk gagal. Baik menang maupun kalah, kalian tetap akan menjadi bagian penting dalam upaya Indonesia mewujudkan ekosistem riset yang berkelanjutan,” ujar Nadiem. Dalam ajang tersebut, berbagai mahasiswa dari penjuru Indonesia bersaing untuk memberikan inovasi yang terbaik. Total ada 1693 peserta yang terdiri dari 374 tim dan 97 perguruan tinggi. Mereka akan menampilan yang terbaik di berbagai kategori seperti Program Kretaivitas Mahasiswa (PKM Riset Eksakta, Riset Sosial Humaniora, Kewirausahaan, Pengabdian Masyarakat dan lainnya. Di sisi lain, Dr. Joko Widodo, M.Si. selaku Asisten Rektor Bidang Kemahasiswaan UMM mewakili rektor mengatakan bahwa PIMNAS merupakan ajang kompetisi yang harus dibina dan selalu ditingkatkan kualitasnya. Sekalipun berada di situasi yang sulit seperti pandemi. Sejarah juga mencatat pada tahun 2006, UMM juga menjadi tuan rumah PIMNAS ke-19. Kini sejarah kembali berulang dengan dipilihnya UMM sebagai tuan rumah PIMNAS ke-35. Menuruntya, PIMNAS menjadi titik awal bagi bangsa dalam mempersiapkan masa depan Republik Indonesia ini. Pun dengan upaya regenerasi penerus untuk mencapai Indonesia emas 2045. “PIMNAS juga menjadi ajang yang tentu akan melahirkan pemuda-pemuda yang kreatif dan inovatis serta solutif,: Ucap Joko yang juga anggota Badan Pembina Harian (BPH) UMM.(syi/haq/wil)

Jadi Tuan Rumah PIMNAS Ke-35, UMM Sambut Ribuan Peserta dan Dorong Inovasi Insan Muda

Melihat rekam jejak Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang selalu berhasil sebagai penyelenggara acara nasional, Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) yakin memilih UMM sebagai tuan rumah Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) Ke-35. Hal tersebut diungkapkan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMM, Dr. Nur Subeki, ST., MT. Adapun kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari yakni pada 30 November sampai dengan 3 Desember 2022. PIMNAS Ke-35 tahun ini mengangkat tema “Pengembangan Kreativitas dan Inovasi Mahasiswa Berbasis Transformasi Digital Menuju Indonesia Emas 2045”. Para mahasiswa peserta akan beradu kreativitas dan inovasi di ajang bergengsi antar perguruan tinggi. Total, ada lebih dari 1.700 peserta dari 97 perguruan tinggi di Indonesia yang akan bersaing memenangkan kejuaraan. “UMM sebagai institusi di bawah negara akan selalu siap untuk berkontribusi dalam penyelenggaran kegiatan-kegiatan nasional. Meski ada beberapa calon tuan rumah lain, namun UMM dibilai paling siap dan sigap untuk melangsungkan agenda bergengsi ini. Pada akhirnya pihak Puspresnas memilih UMM dan berharap bisa dilaksanakan dengan lancar,” katanya. Eki, sapaan akrabnya, melanjutkan bahwa penunjukan UMM tentu telah melalui spesifikasi dan kriteria yang sudah disetujui. Sederet di antaranya yakni menjadi peserta PIMNAS, siap secara infrastruktur dan fasilitas serta penanganan kesehatan yang lengkap. Syarat-syarat tersebut telah dimiliki UMM karena memiliki Dome sebagai perhelatan acara dan tiga hotel yang siap menjadi tempat singgah peserta. Begitupun dengan penanganan kesehatan yang mumpuni karena UMM memiliki rumah sakit sendiri. Bahkan Kampus Putih juga memiliki relawan yang siap menjaga dan menyiapkan obat serta peralatan kesehatan. Apalagi di tengah pandemi yang saat ini sedang naik. Selain itu, aspek lain yang diperhatikan adalah bahwa tuan rumah juga harus memiliki jumlah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang mencukupi dalam perhelatan PIMNAS. “Sebagai tuan rumah, UMM tentu harus sukses dalam 3P. Yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, dan sukses publikasi. Dengan begitu, PIMNAS bukan hanya monoton sebagai aktivitas kompetusu saja, tapi juga menjadi hiburan yang menyenangkan. Semoga dari PIMNAS di UMM ini muncul inovasi-inovasi terbaik dari pemuda yang bisa memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegas Eki. Sementara itu, Ketua Pelaksana PIMNAS Ke-35 Dr. Hariyadi, S.Pi., M.Si. menjelaskan bahwa PIMNAS tahun ini memiliki keunggulan. Salah satunya adalah sistemnya yang didigitalisasi. Mulai dari pendaftaran online, penggunaan barcode serta mengurangi penggunaan kertas selama kompetisi berlangsung. “Digitalisasi menjadi penting karena kita ingin semuanya lebih efisien dan terkendali. Pengurangan kertas juga harus dilakukan dalma rangka berupaya menjaga lingkungan. Saya harap kegiatan ini menjadi ajang berkumpulnya para insan muda terbaik bangsa yang memiliki prestasi di bidang ilmiah. Peserta PIMNAS 35 UMM diharapkan dapat maju bersama dan bersatu untuk menghasilkan karya karya kreatif, inovatif, dan unggul,” harapnya mengakhiri. (zak/wil)

Wabup Malang dan Angklung UMM Resmi Tutup ISS 2022

Suara angklung dengan lagu Tanah Airku terdengar dari Pendopo Kabupaten Malang. Penampilan mahasiswa asing Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu meramaikan penutupan International Student Summit (ISS) pada 29 November 2022 lalu. Adapun Wakil Bupati Malang, Drs. Didik Gatot Subroto, M.H. juga turut memberikan motivasi dan pesan sekaligus menutup agenda yang diikuti ratusan mahasiswa asing dari 46 negara tersebut. Didik, sapaan akrabnya mengatakan bahwa Kabupaten Malang baru saja memperingati hari jadi yang ke 1262. Hal ini tentu memantik pihaknya untuk terus berkreasi dan berinovasi mengembangkan Malang. Ia juga menjelaskan bahwa Malang memiliki garis pantai yang panjang dan keindahan yang luar biasa. Pun dengan gunung serta perkotaan yang tak kalah menarik. “Maka, teman-teman mahasiswa asing bsia mengajak keluarga, kerabat maupun teman untuk berkunjung ke Malang dan menikmati suasana yang ada. Hasil pertanian dan perkebunannya pun sangat baik seperti kopi yang sudah diekspor ke berbagai negara,” tambahnya. Maka menurutnya, selain belajar, mahasiswa asing juga diharapkan bisa menangkap peluang. Mengawinkan usaha di negara asalnya dengan Indonesia, khususnya Malang. Pun dengan investasi yang bisa dilakukan. Ia memastikan bahwa proses investasi di bumi Arema sangat aman, sekalipun bagi investor asing. Bisa mencoba di bidang pertanian, peternakan, pariwisata, industri dan lainnya. “Dengan bekal yang didapat melalui ISS di UMM, saya yakin saudara juga mampu menjadi pelopor mengembangkan negara masing-masing. Merajut kedamaian meski banyak perbedaan,” jelas pria yang juga alumnus UMM itu. Selain penampilan angklung, adapula pembacaan puisi yang dibawakan oleh mahasiswa asing. Pun dengan penyerahan hadiah bagi mahasiswa yang berhasil memenangkan juara di perlombaan. Mulai lomba bercerita bahasa Indonesia, vlog, permainan tradisional, hingga melukis topeng. Di sisi lain, Wakil Rektor IV UMM Dr. Sidik Sunaryo, M.Si., M.Hum. mengajak mahasiswa asing untuk merasakan keindahan dan suasana Malang. Menurutnya, ISS bisa menjadi kenangan yang menarik bagi mahasiswa asing, baik itu dari segi suhu, budaya, destinasi wisata, dan keramahan warganya. Ia berharap, berbagai pengalaman menarik yang dirasakan dapat dibagikan ke keluarga dan teman-teman saat kembali ke negara masing-masing. Sidik, sapaan akrabnya  juga sempat mengajak peserta untuk meneriakkan semboyan Arema, Salam Satu Jiwa. Menurutnya, slogan tersebut sudah menjadi salah satu nyawa dari Malang “Kami juga ber terimakasih karena Wabup sudah menyambut peserta ISS UMM dengan sangat baik dan dukungan serta fasilitasnya,” pungkasnya. (wil)

Terjunkan Maharesigana, UMM Bantu Pulihkan Mental dan Fisik Korban Gempa Cianjur

Bencana gempa bumi di Cianjur menjadi perhatian seluruh penjuru negeri. Tak terkecuali Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang mengirim tim relawan mahasiswa relawan siaga bencana (Maharesigana) yang berangkat 28 November lalu. Mereka juga ditemani oleh tim psikososial yang akan membantu memulihkan mentak warga dan anak-anak. Ketua Maharesigana UMM Rindya Fery Indrawan, M.P. menjelaskan bahwa mereka juga berkolaborasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Timnya bahkan diminta untuk bersiaga di salah satu posko MDMC di Kampung Cariuk, Deda Mangunkarta, Cianjur. “Ada 20 anggota maharesigana dan ditambah dengan tujuh tim psikososial. Kami memberikan sederet bantuan baik material maupun moral. Selain itu juga menyediakan layanan psikososial, membangun hunian darurat, dan pendidikan darurat,” tambahnya. Terkait pendidikan darurat, para relawan turut sert mengajar di sekolah-sekolah darurat di Kampung Cariuk. Dijelaskan Indra bahwa tim UMM saat ini berada di sekitar episentrum terjadinya gempa. Bahkan gempa skala kecil beberapa kali terasa olehnya. Adapun Cariuk berlokasi di dekat episentrum gempa. Maka ada banyak rumah dan hunian yang hancur. Bahkan ada satu sekolah yang ambruk. “Di sini ada lebih dari 27 korban yang meninggal. Kejadian inj membuat banyak anak-anak trauma dan bahkan tidak mau kembali ke rumah karena takut,” jelasnya. Maka, tim psikososial hadir untuk menhibur dan mendukung para penyintas agar bisa menghilangkan trauma yang dialami. Paling tidak bisa menekan kekhawatiran dan kecemasan yang dialami oleh para korban. Ditegaskan Indra, mereka akan selalu siap sedia 24 jam ketika ada warga yang membutuhkan. Adapun para warga sekitar masih berlindung di hunian sementara. Ada yang bersifat komunal dan berkumpul, ada juga mereka yang mendirikan tenda dekat rumah karena tidak mau meninggalkan kediamannya. Beruntung, sumber air tidak begitu jauh dari lokasi. Pun dengan makanan karena banyak donasi yang sudah diberikan. Meski begitu, Indra mengaku ada kendala lain yang cukup menyulitkan. Di antaranya listrik l sering mati yang menyebabkan sukarnya komunikasi. Aksesnya juga jauh karena berada di kali gunung Pangrango. Hal itu tentu menyulitkan proses penyaluran bantuan ke korban. Terakhir, ia berharap upaya timnya bisa memberikn dampak positif bagi korban gempa bumi Cianjur. Utamanya dalam aspek psikososial, dukungan mental, serta bantuan bagi warga yang membutuhkan. (wil)

Serunya ISS UMM 2022, Mahasiswa Asing Lukis Topeng hingga Lomba Egrang

Kenalkan beragam budaya Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelar lomba tradisional di acara International Student Summit (ISS) 2022. Selain itu, ada juga aktivitas lukis topeng yang menjadi suvenir bagi para mahasiswa asing serta ajang fashion show baju adat Indonesia. Sebanyak 186 mahasiswa asing dari 46 negara mengikuti rangkaian kegiatan ISS hari ke dua dengan antusias. Acara ini berlangsung di beberapa titik UMM seperti helipad dan juga  Aula BAU pada 29 November 2022. Ketua panitia ISS 2022 Dr. Ir. Listiari Hendraningsih, MP., menjelaskan bahwa lomba tradisional ini merupakan sarana untuk mengenalkan budaya Indonesia dengan cara yang asyik. Terdapat beberapa lomba yang diselenggarakan seperti bakiak, rangku alu, estafet kelereng, dan pindah ranjau. Selain itu, panitia juga menyiapkan beberapa booth yang menyediakan beragam mini game seru untuk mahasiswa asing yang tidak ikut berlomba. “Kami menyiapkan berbagai mini games di booth seperti membatik, engklek, gamelan, belajar tari tradisional, dan lainnya. Hal ini kami lakukan agar para peserta ISS yang tidak ikut lomba dapat mencoba hal-hal baru. Selain itu, dalam kesempatan yang sama kami juga ingin mengenalkan berbagai lembaga di UMM seperti Chinese Corner, American Corner, dan juga lembaga Kebudayaan,” ungkap dosen jurusan Peternakan tersebut. Selain mengenalkan berbagai budaya melalui lomba, Listiari sapaannya menjelaskan bahwa pada acara ini panitia juga mengenalkan topeng malangan pada para peserta. Pertama, para peserta akan diberi pengetahuan umum tentang filosofi topeng malangan. Selanjutnya para peserta di perbolehkan untuk melukis topeng malangan sesuai kreasi mereka. “Topeng-topeng yang telah mereka cat bisa dibawa pulang sebagai suvernir. Harapannya, para peserta dapat bersenang-senang sambil mengenal budaya tradisional Indonesia,” ujar Kepala International Relation Office (IRO) UMM ini. Di sisi lain, salah satu peserta Isyaka Ramo mengungkapkan keseruannya mengikuti acara ISS hari kedua itu. Apalagi dengan berbagai permainan tradisional asyik yang ia ikuti. Isyaka bahkan ikut di tiga kategori lomba sekaligus yakni estafet kelereng, bakiak, dan engklek. “Permainan engklek sangat menarik karena di negara asal saya juga memiliki permainan yang mirip. Engklek mengingatkan saya akan masa kecil. Estafet kelereng juga seru karena harus ada kerjasama yang solid antar anggota tim. Saya bersyukus bisa turut serta di ISS dan mendapat teman baru serta mendalami budaya Indonesia yang beragam,” tambahnya. Senada dengan Isyaka, Sima, mahasiswa asing Iran mengapresiasi ISS terkait. Ia mengatakan pengetahuannya akan budaya Indonesia bertambah. Misalnya saja tentang nilai filosofis tentang topeng Malangan. Namun setelah dijelaskan dan mencoba sendiri untuk melukis topeng, Sima semakin mengerti tentang topeng malangan. “Kegiatan melukis topeng ini sangat seru. Banyak pengetahuan akan budaya yang saya terima hari ini,” pungkas Sima mengakhiri. (syi/wil)

Pertunjukan Arjuna Bikin Takjub Mahasiswa Asing ISS UMM

Kisah Arjuna menyambut kedatanganan peserta International Student Summit (ISS) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Kota Batu. Dihadiri oleh 200-an mahasiswa asing, agenda tersebut merupakan gala dinner yang dilaksanakan di Sendratari Arjuna Wiwaha pada 28 November 2022. Para tamu dan mahasiswa juga disambut langsung oleh Walikota Batu Dewanti Rumpoko. Menariknya, pertunjukan tersebut mengisahkan Arjuna yang sedang bertapa di Mahameru. Hal itu ia lakukan demi mendapatkan senjata pamungkas dan kesaktian dari para dewa guna menghadapi perang Batarayudha. Sayangnya, pada saat yang sama kayangan tempat para dewa diobrak-abrik olek raksasa bernama Niwatakawaca. Para dewa bingung dan lari serta mencari siapa yang bisa mengalahkan raksasa tersebut. Hingga akhirnya Dewa Indra melihat Arjuna yang sedang bertapa dan memberikannya kesaktian dan senjata panah pasopati. Ia juga diminta untuk mengalahkan Niwatakawaca dengan bantuan Dewi Supraba. Akhirnya mereka berhasil memenangkan pertempuran dan Niwatakawaca dikalahkan. Kisah tersebut sukses membius para peserta ISS UMM. Apalagi dengan tambahan unsur-unsur kekinian yang tidak membuat bosan. Dalam kesempatan yang sama, Dewanti mengatakan bahwa meski Batu merupakan kota kecil, namun memiliki keindahan yang luar biasa. Bukan hanya pemandangannya, tapi juga hasil pertanian dan perkebunan serta wisatanya yang melimpah. Menurutnya, ketika para mahasiswa lelah dan suntuk akan tugas, Kota Batu menjadi destinasi yang tepat dengan segala kelebihannya. “Selamat datang peserta ISS UMM. Sendratari Arjuna Wiwaha ini juga menjadi tempat kebanggan kami dan dinas pariwisata. Di sini akan ditampilkan seni-seni tari dan drama polesan seniman yang ada di Batu. Malam hari ini, saudara juga akan menyaksikan kisah menarik yang disuguhkan oleh salah satu sanggar tari,” katanya. Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM, Dr. Sidik Sunaryo, M.Si. M.Hum. mengajak para peserta ISS untuk berbahagia. Menurutnya, malam itu menjadi salah satu momen yang bisa dikenang oleh para mahasiswa asing. Apalagi dengan pertunjukan budaya dan tari yang disuguhkan. Ia juga berterimakasih atas kesempatan yang diberikan pada UMM untuk menjadi tuan rumah ISS 2022. Sebagai kota yang dijadikan destinasi tujuan, Malang dan Batu memiliki beragam budaya. Keberagaman ini tercipta karena datangnya berbagai orang dari seluruh provinsi di indonesia, baik yang sedang menempuh kuliah maupun bekerja. “Kedatangan para mahasiswa asing dari 46 negara ini juga akan menambah keanekaragaman yang ada di Malang. Saya berharap para mahasiswa asing yang datang ke program ISS 2022 dapat bersenang-senang dan dapat menikmati beragam sajian yang diberikan selama tiga hari ke depan,” pungkas Sidik. (wil)