Ini Terobosan Anyar FH UMM, CoE Sekolah Asisten Advokat

Center of Excellence (CoE) Asisten Advokat Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM) merupakan terobosan yang strategis. Apalagi dengan kerjasama yang sudah dibangun bersama sederet kantor hukum. Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC Peradi) Malang, Iwan Kuswardi, S.H. dalam launching CoE Sekolah Asisten Advokat, Jumat (16/9) lalu. Iwan, sapaan akrabnya melanjutkan bahwa pihaknya bangga dan mengapresiasi kerjasama yang dibangun Kampus Putih. Bahkan program ini sudah berjalan sejak minggu lalu dengan pemberian materi oleh para advokat kepada mahasiswa. “Antusiasme teman-teman mahasiswa sangat tinggi, feedback yang diberikan juga bagus. Semoga dari CoE Asisten Advokat ini bisa melahirkan generasi penerus bangsa, utamanya yang berkutat di bidang hukum,” ungkapnya. Adapun para peserta nantinya mengikuti materi yang langsung diberikan oleh praktisi advokat. Berbekal pengetahuan itu, mereka dikirim ke beberapa kantor hukum untuk melakukan magang selama dua semester. Menariknya, mereka juga turut menyusun dokumen-dokumen hukum dan menangani perkara membantu advokat, baik di dalam maupun di luar pengadilan. Setelah selesai, mahasiswa akan diuji oleh para mitra terkait dan mendapatkan sertifikasi lulus yang bisa digunakan untuk ekuivalensi mata kuliah dan bukti bahwa kemampuannya mumpuni untuk bersaing di dunia kerja. Terkait CoE Asisten Advokat, Dekan FH UMM, Dr. Tongat, S.H., M.Hum. menjelaskan bahwa saat pertama kali menjalin komunikasi, terobosan ini mendapat sambutan yang luar biasa. Baik dari DPC maupun DPN Peradi. Namun, memang harus melewati proses dan pembicaraan yang panjang hingga bisa sampai pada titik ini. “Sekolah ini juga menjadi perwujudan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan UMM PASTI. Kampus Putih juga senantiasa berkomitmen untuk memastikan kelulusan mahasiswa 3,5-4 tahun. Pun dengan kepastian alumni yang mandiri serta pasti bekerja. Semoga kita mampu mengantarkan mahasiswa menjadi penerus advokat yang andal, memberikan spirit dan nilai tambah dalam upaya memperbaiki hukum di Indonesia,” tuturnya. Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. memaparkan bahwa kehadiran 40 CoE ini merupakan upaya UMM menjawab tantangan bonus demografi yang akan dimulai pada 2030 mendatang serta menyongsong Indonesia emas 2045. Apalagi Indonesia diprediksi akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar nomor lima di dunia. Maka, salah satu yang harus diperhatikan adalah kualitas sumber daya manusia (SDM). Namun sayangnya, Fauzan menilai bahwa model pendidikan yang dikembangkan di Indonesia masih menggunakan langgam-langgam lama. Ia bahkan sempat bertanya kepada salah satu pemilik perusahaan mengenai alumni perguruan tinggi mana yang bisa langsung tune in dengan iklim kerja. “Ia menjawab bahwa tak ada satupun lulusan universitas yang bisa langsung kerja. Maka CoE hadir untuk menjawab problem itu. Kini, UMM juga sudah bekerjasama dengan Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari untuk mengembangkan Center for Future of Work (CFW) yang menyiapkan SDM cakap digital dan mampu menguasai pekerjaan masa depan,” pungkasnya. (wil)
Meriah, Bulan Sutena Sukses Tutup Pesmaba UMM 2022

Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bergemuruh saat Bulan Sutena naik dan bernyanyi di atas panggung untuk menutup Pesmaba UMM 2022, Kamis (15/9) lalu. Sebanyak 7500 mahasiswa baru dari berbagai fakultas turut bernyanyi dan meramaikan hingga akhir. Terhitung ada sepuluh judul lagu yang dibawakan Bulan. Termasuk salah satunya lagu UMM PASTI yang menjadi semboyan UMM untuk memastikan kelulusan mahasiswa tepat 3,5-4 tahun. Pun dengan kepastian menjadi pribadi yang mandiri serta pasti mendapatkan pekerjaan dalma waktu yang singkat. Usai manggung, Bulan mengaku bahwa atsmosfer di Dome UMM sangat seru. Para mahasiswa terlihat bersemangat dan siap menghadapi perkuliahan di Kampus Putih UMM. Ia mengaku bahwa Pesmaba UMM menjadi pengalaman pertama kali baginya untuk perform di depan ribuan penonton. “Menyenangkan bisa mengunjungi dan manggung di sini. Buat kakak-kakak mahasiswa baru UMM, terus semangat belajar, rajin kuliah, dan kurangi bolos. Semoga bisa mencapai cita-cita yang diimpikan,” ucap Bulan. Di sisi lain, Kepala Humas Kampus Putih UMM M. Isnaini, M.Pd. menjelaskan bahwa Bulan Sutena sengaja dihadirkan dalam Pesmaba ini. Menurutnya, sosok musisi seperti bulan Sutena mampu memberikan motivasi positif bagi mahasiswa generasi Z UMM. Apalagi ia merupakan salah satu ikon TikTok yang banyak digandrungi anak-anak muda saat ini. Menariknya, Krisna, sapaan akrabnya mengaku bahwa akan ada kejutan lain yang disiapkan untuk mahasiswa baru. “Tentu ada event-event lain yang menyambut kedatangan para mahasiswa baru agar siap menimba ilmu di Kampus Putih dengan baik. Nantikan saja, kejutan yang kami siapkan tidak akan lama lagi,” ungkap dosen asal Lombok itu. Wajah sumringah juga terpancar dari mahasiswa baru UMM. Salah satunya Meri Fadlianti. Ia merasa bangga bsia berkuliah di UMM, apalagi dengan sambutan yang begitu meriah. Menurutnya, setiap rangkaian Pesmaba menyenangkan. Meskipun harus berangkat pagi setiap hari, namun melalui agenda ini ia bisa mengenal banyak teman baru dan senior-senior yang akan membantu dalam perkuliahannya nanti. “Guest star yang diundang juga keren-keren. Saya sangat mengagumi Rhenald Kasali beserta inovasi dan karyanya. Apalagi di akhir tadi ada Bulan Sutena yang menghibur dengan sederet lagu yang ditampilkan,” ungkap mahasiswa jurusan manajemen ini mengakhiri. (wil)
Rhenald Kasali di Penutupan Pesmaba UMM: Jangan Jadi Generasi Toxic

Semakin ke sini semakin banyak anak muda yang memiliki skill mumpuni namun tidak tahan banting dan mudah menyerah. Hal itu ditegaskan Prof. Dr. Rhenald Kasali, P.hD. saat memberikan motivasi pada 7.500 mahasiswa dalam Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (15/9) lalu. Ia juga mendorong anak-anak muda untuk tidak menjadi pribadi yang toxic dan mampu memanfaatkan kemajuan zaman. Rhenald, sapaan akrabnya, memulai dengan menjelaskan terkait situasi yang sedang terjadi di dunia saat ini. Bumi yang ditinggali manusia semakin padat, bahkan pada November 2022 mendatang jumlah manusia bertambah dari 7,9 miliar menjadi 8 miliar. Cina, yang sebelumnya menjadi negara dengan penduduk terbanyak akan disalip oleh India. “Pusat teknologi juga akan bergeser ke India. Saat ini mereka telah memiliki satelit sendiri hingga meluncurkan roket ke orbit Mars untuk melakukan misi. Kenapa? Karena dengan jumlah manusia yang semakin banyak, suhu bumi akan naik dan mencairkan salju sehingga menenggelamkan banyak pulau. Maka untuk mengakomodir manusia yang semakin banyak, negara-negara melakukan dua proyek besar yakni escape ke metaverse dan escape ke Mars,” tuturnya. Menurut Rhenald, dalam menghadapi dunia metaverse dan artificial yang semakin maju, sumber daya manusia yang cakap diperlukan. Terutama yang menguasai bidang-bidang masa depan. Maka, ia sangat mengapresiasi program Center for Future of Work (CFW) yang digagas dan dijalankan oleh UMM. “Banyak orang yang berpikirnya terbatas pada current (saat ini) saja, tapi hanya segelintir yang melihat masa depan. Dan UMM menjadi salah satu yang melahirkan generasi dengan skill masa depan,” tambah guru besar bidang manajemen tersebut. Penulis buku ‘Change’ itu juga mendorong mahasiswa untuk tidak menjadi generasi strawberry yang toxic. Generasi yang meski punya kecakapan tapi mentalnya rapuh. Ia bahkan menyebutkan sepuluh kata toxic yang seringkali digunakan anak-anak muda sebagai alasan. Ada kata cuan, passion, insecurity, quarter life crisis, hustle culture, hingga toxic work place. Pun dengan passive income, financial freedom, smart work serta priviledge. “Sepuluh kata itu kadang menjadi permasalahan di kalangan anak muda. Di usia belasan dan dua puluhan, saya rasa belum waktunya untuk financial freedom atau passive income. Pun dengan passion yang seringkali malah menjadi penghalang. Tak perlu insecure karena jalan saudara masih panjang. Selama saudara bekerja keras dan berani mengambil tantangan, maka saya yakin saudara akan menjadi manusia yang sukses dan berhasil di masa depan,” pesannya. Hadir secara daring dalam kesempatan yang sama Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si untuk menutup Pesmaba 2022 UMM. Ia menilai Pesmaba merupakan suatu titik awal bagi mahasiswa baru untuk secara resmi bergabung dengan keluarga besar UMM. Ia juga berpesan untuk menguatkan tekad dan niat selama menimba ilmu di Kampus Putih. “Dua hal itu adalah modal awal saudara untuk sukses di bangku perkuliahan. Kemudian jadikanlah kampus ini sebagai tempat kalian menjadi insan cendikia. Saudara juga harus memiliki tradisi besar layaknya orang-orang yang bermartabat. Terakhir, jadikanlah UMM sebagai tempat belajar Islam berkemajuan agar menjadi seorang muslim yang moderat,” tegas Haedar. Ia juga mendorong maba UMM agar mampu menjadi aktor-aktor pembangunan di manapun berada. “Jadilah insan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan semesta. Insyaallah UMM akan menjadi taman pendidikan yang tepat untuk mengembangkan ilmu peradaban,” ungkapnya. Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan bahwa untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang baik, UMM selalu mengundang tokoh-tokoh ternama. Pada kesempatan kali ini Prof. Rhenal Kasali, Ph.D dihadirkan di tengah-tengah mahasiswa baru dengan tekad dan semangat dalam mengusung pemikiran masa depan. Diharapkan dengan kedatangannya dapat membawa manfaat pada mahasiswa Kampus Putih. “Pemikiran dan tekad yang dibawa Rhenal Kasali sama seperti misi yang sedang dikembangkan UMM. Dengan membangun Center for Future of Work (CFW), UMM mencoba untuk menjawab problematika dan permasalahan SDM di masa depan. Semoga apa yang kita kerjakan ini dapat memberikan semangat dan manfaat kepada bangsa,” pungkasnya. (syi/wil)
Maba UMM Ini Patahkan Anggapan Beatbox hanya untuk Kaum Adam

Sebagai salah satu bentuk seni suara, beatbox sangat identik dengan kaum adam. Namun hal tersebut dipatahkan oleh Elly Rahmawati, salah satu mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mahasiswi asal Malang ini bahkan telah memenangkan perlombaan nasional hingga berpartisipasi dalam beatbox internasional. Elly, sapaan akrabnya, bercerita bahwa ia mulai terjun di dunia beatbox sejak kelas satu Sekolah Menengah Pertama (SMP). Saat itu beatbox sangat populer di kalangan siswa sekolahnya. Keinginannya untuk belajar beatbox timbul setelah melihat kakak kelasnya melakukan dengan keren. Sejak saat itu ia mulai melihat berbagai tutorial di Youtube dan mempelajarinya secara otodidak. “Kepopuleran beatbox membuat teman-teman saya juga mempelajarinya. Saat itu ada satu teman yang lebih pandai beatbox dibanding saya. Saya tidak mau kalah dan belajar lebih tekun serta mengikuti komunitas-komunitas beatbox yang ada di Malang,” kata anak pertama dari dua bersaudara tersebut. Pada awalnya, kedua orang Elly tidak setuju dengan hobi barunya tersebut. Menurut mereka, beatbox merupakan hal yang tidak jelas. Selain itu bidang ini lebih banyak ditekuni oleh laki-laki, sehingga cukup aneh ketika ada perempuan yang menekuninya. Meskipun begitu, mahasiswa Fakultas Hukum ini tetap mempelajari beatbox dengan tekun. “Pemikiran orang tua saya mulai berubah ketika saya dimintai Swissbeatbox untuk mengirimkan video beatbox yang dimasukan ke konten Youtube mereka. Setelah itu, orang tua mulai mendukung hobi saya ini. Selain mengikuti beatbox di ajang internasional, saya juga sering mengikuti perlombaan beatbox nasional. Saya memenangkan beberapa kejuaraan seperti Juara 1 Equinox Female Beatbox Battle 2020 dan Juara 1 Beat da Plague Female Exhibition,” katanya. Untuk sampai di tahap ini, Elly telah melalui berbagai hal. Salah satu kesulitan yang ia alami adalah belajar teknik yang rumit. Apalagi tidak ada guru atau mentor, ia murni belajar sendiri. Selain itu, pada awalnya ia juga sempat merasa rendah diri ketika mengikuti kompetisi beatbox. “Kompetisi beatbox, apalagi yang kategorinya umum biasanya diikuti oleh lelaki. Hal itu juga terjadi ketika saya mengikuti kompetisi offline untuk pertama kalinya di Probolinggo. Saat itu saya menjadi satu-satunya peserta perempuan. Seketika, nyali saya ciut dan melupakan beat yang telah saya hafalkan. Untungnya saya dapat mengatasi krisis itu dengan baik,” jelasnya. Hal yang membuat Elly bertahan di beatbox adalah kegiatannya yang seru dan dapat bertemu dengan berbagai macam orang dari banyak daerah. “Sebenarnya di Indonesia sangat banyak perempuan yang bisa melakukan beatbox. Namun hanya sedikit yang berani menunjukkannya. Hal ini terjadi karena mereka malu dan tidak percaya diri untuk bisa mengalahkan para peserta laki-laki di kompetisi,” kata Elly. Ia bersyukur bisa menjadi mahasiswa UMM. Hal itu tidak lepas dari banyaknya unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang disiapkan bagi para mahasiswa. Salah satu yang pasti ia ikuti adalah Ikatan Aktivitas Band Mahasiswa (Ikabama) yang tentunya akan mewadahi bakat dan talentanya selama berada di Kampus Putih. Apalagi ada banyak teman seperjuangan yang menyukai musik di UKM tersebut. Elly berharap semoga kedepannya para perempuan ini dapat lebih percaya diri untuk unjuk gigi di event-event nasional. Selain mengasah rasa percaya diri, hal itu juga akan meningkatkan kemampuan perempuan di bidang beatbox. Ia juga berharap beatbox akan lebih dikenal masyarakat umum dan tidak dipandang sebelah mata. “Untuk langkah selanjutnya saya sedang mempersiapkan video untuk masuk ke ajang internasional lagi. Selain itu, saya memiliki impian untuk dapat menjuarai kompetisi di kategori umum. Karena selama ini, saya juaranya di kategori perempun. Kalaupun ikut yang umum, capaian paling tinggi saya hanya bisa masuk emapt besar,” pungkasnya. (syi/wil)
Akbar, Maba UMM yang Buktikan Keterbatasan Bukan Alasan untuk Tidak Berprestasi

Suara nyanyian yang merdu terdengar dari lokasi Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Fakultas Psikologi (Fapsi) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Sumber suara itu ialah Akhmad Ali Akbar, mahasiswa baru (maba) tuna daksa yang bernyanyi mengajak para maba Fapsi lainnya. Meski memiliki keterbatasan, Akbar, sapaan akrabnya tetap percaya diri dan memiliki bakat serta skill mumpuni di bidang musik. Selain menyanyi, Akbar juga mampu memainkan keyboard dan gitar dengan baik. Tak jarang, mahasiswa asal Pasuruan itu tampil di beragam event dan festival di berbagai tempat. Mulai dari tingkat sekolah hingga provinsi. Kesukannya akan musik juga membawanya mendalami keahlian keyboard dan gitar. “Ayah adalah sosok yang mendorong saya untuk bermain musik. Dulu yang membelikan keyboard saat saya SD ya ayah. Pun dengan mendatangkan guru untuk melatih keahlian keyboard saya hingga bangku sekolah menengah. Mungkin dari situ ya kepercayaan diri saya bagus dan tidak mudah rendak diri,” jelas Akbar. Ia mengaku bahwa pilihannya untuk menimba ilmu di Psikologi UMM adalah hal yang tepat. Apalagi Akbar memiliki mimpi untuk menjadi psikolog yang bisa membantu sesama. Didukung dengan akreditasi Fapsi UMm yang sudah Unggul. Meski sempat sedikit ragu, tapi Akbar senang karena fasilitas yang ada di UMM memadai, khususnya bagi individu dengan keterbatasan sepertinya. “Alhamdulillah, fasilitas di UMM cukup ramah bagi saya. Terutama yang ada di lokasi saya berkuliah, GKB 4. Liftnya sudah ada tombol kaki, toiletnya juga mendukung, pun dengan kelasnya. Pesmaba yang dijalani juga seru dan menyenangkan, apalagi flashlight mob-nya yang lebih menarik ketimbang perguruan tinggi lain,” tambahnya. Mahasiswa baru asal Pasuruan itu juga ingin membangun program untuk mendukung orang-orang yang memiliki keterbatasan seperti dirinya. Ia ingin mengajak mereka untuk tetap percaya diri meski keadaan kurang memadai. Ia yakin, bahwa teman-teman tuna daksa pasti memiliki kelebihan yang mampu dimaksimalkan dan ditonjolkan sehingga mampu menggapai mimpi. melalui usaha dan karyanya, Akbar ingin membuktikan bahwa keterbatasan diri bukan menjadi alasan untuk tidak berprestasi. “Orang-orang seperti saya biasanya tidak percaya diri. Maka, saya ingin merubah hal itu dengan membangun program bersama teman-teman. Pun jika saya berkesempatan untuk menjadi pembicara, saya akan terus menyuarakan bahwa tuna daksa juga mampu memberi sumbangsih pada bangsa. Semoga upaya saya berkuliah di UMM bisa membuka jalan untuk perjuangan ini. Apalagi didukung dengan komitmen UMM untuk berbakti bagi Indonesia sebagaimana program Kampus Putih yakni Berbagi untuk Negeri,” pungkas Akbar. (wil)
Kirim Mahasiswa ke Malaysia, Psikologi UMM Bantu Migran Indonesia

Dalam meningkatkan kualitas dan kapabilitas mahasiswanya, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus membuka kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar negeri. Kali ini, Fakultas Psikologi UMM berangkatkan mahasiswanya untuk mengikuti program Seco Social Support for Migrant Workers di Malaysia. Tiap tim menghabiskan waktu selama dua hingga tiga minggu di negara tetangga dan melaksanakan programnya. Terkait hal itu, Rektor UMM Dr. Fauzan M.Pd. merasa senang dan mengucapkan selamat kepada Fakultas Psikologi dan para mahasiswa yang berangkat. Menurutnya, program seperti ini mampu meningkatkan kapasitas skill dan juga meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa. Fauzan berharap program ini diadakan tidak hanya ke Malaysia, namun juga bisa ke negara lain. “Selamat belajar di negara orang, cari sebanyak mungkin pengalaman dan jangan lupa kalian membawa nama UMM disana. Semangat terus dan yang terpenting jangan lupa untuk mengabari serta meminta doa restu kepada orang tua,” pesan Fauzan. Di sisi lain, Muhammad Fath Mashuri, S.Psi., M.A selaku dosen psikologi dan juga pendamping menjelaskan bahwa tujuan dari program ini yaitu untuk memberikan dukungan psikologis kepada pekerja migran Indonesia yang ada di kedutaan. Fath, panggilan akrabnya, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi UMM dengan kedutaan Indonesia. Menariknya, mahasiswa yang mengikuti program ini nantinya juga bisa melakukan konversi nilai ke dalam mata kuliah, karena telah mempraktekkan asesmen dan intervensi psikologis. “Adapun 14 mahasiswa yang berangkat dibagi menjadi dua tim. Tim pertama berangkat pada 12 September, selama dua minggu mereka melakukan riset atau asesmen mengenai permasalahan apa saja yang dialami pekerja migran disana. Setelah tim pertama melaporkan asesmennya, tim kedua merancang program yang kemudian berangkat pada 3 Oktober untuk mengaplikasikan rencana yang telah dibuat,” jelas Fath. Sejalan dengan apa yang diharapkan Rektor UMM, Fath juga berharap bisa melebarkan program ini ke berbagai tempat untuk memberikan dukungan psikologis bagi pekerja migran Indonesia. Dengan begitu, manfaat yang diberikan dapat dirasakan banyak pihak. Sementara itu, salah satu mahasiswa psikologi Silbia Opnia Rista mengaku beruntung bisa ikut serta. Apalagi program ini bertaraf internasional sehingga bisa memberikan banyak pengalaman baginya. “Jadi saya tidak hanya belajar ilmunya saja, tpai benar-benar bisa mengaplikasikannya di masyarakat. Semoga apa yang saya lakukan di sana bisa memberikan manfaat bagi para migran Indonesia,” harapanya. (zak/wil)
Usai Bikin Teh Herbal dan Minuman Serbuk Jagung, Tim UMM Latih Warga Sragi Jadi Sociopreneur

Untuk mendukung kemandirian usaha unggulan desa, tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelar pelatihan sociopreneur untuk produk unggulan berbasis rambut jagung. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada awal September lalu di Desa Sragi, Blitar. Beberapa produk yang digunakan adalah teh herbal antioksidan dan juga minuman serbuk dari rambut jagung serta jahe. Kegiatan pengabdian masyarakat dari tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (Himatekpa) ini mengundang seorang wirausahawan pemilik UD. Mazedo Inti Jaya, Taufiq Hidayah Irianti. Taufiq menjelaskan bahwa ada beberapa karakteristik yang membedakan sociopreneur dengan wirausaha pada umumnya. “Perbedaan pertama adalah kegiatan jual belinya yang sekaligus menangani masalah sosial di masyarakat sekitar. Kedua, adalah inovatif dan peka dalam dalam menjalankan bisnisnya. Ketiga yakni bisnis ini memiliki dampak yang besar, tak hanya pada satu daerah saja tetapi juga di beberapa daerah lainnya. Terakhir adalah keterbukaan akan timbal balik yang orang lain berikan dan terus beradaptasi dalam pengembangan usaha,” ungkapnya. Selain memberikan materi mengenai sociopreneur, Taufiq juga menjelaskan bagaimana cara untuk memasarkan produk. Ada beberapa langkah strategis yang harus di lakukan agar pemasaran berjalan lancar. Pertama adalah membagi segmentasi pasar. Hal ini berguna untuk membagi masyarakat ke dalam beberapa kelompok. Setelah membagi segmentasi pasar, langkah selanjutnya adalah menentukan target market. “Langkah berikutnya adalah menentukan market positioning dengan cara membangun brand awareness. Beberapa langkah ini akan bermanfaat untuk mendapatkan konsumen baru serta menciptakan kelompok pelanggan yang loyal,” jelas Taufiq. Lebih lanjut, Taufiq mengatakan bahwa ada beberapa jenis dari pemasaran. Jenis tersebut meliputi branding, iklan, multilevel marketing, internet, dan online. Untuk menjalankan branding, produk harus memiliki target pasar dan juga nama merek untuk dikenal. Jenis ini sangat membantu untuk membuat produk atau layanan menjadi lebih menarik dan juga terkenal. Sementara itu, untuk iklan biasanya menggunakan media radio atau iklan berbayar. Sementara itu, salah satu peserta Gunawan menilai bahwa pelatihan ini bermanfaat. Terutama dalam upaya memasarkan produk teh herbal dan minuman serbuk dari rambut jagung. Setelah berkolaborasi dengan UMM untuk membuat produk terkait, maka sekarang saatnya untuk memasarkannya dengan baik. “Tips dan langkah-langkah yang diberikan pemateri sangat tepat. Kami jadi lebih paham strategi agar produk kita yang unik dan menarik ini bisa diminati oleh masyarakat luas. Termasuk salah satunya melalui media sosial yang banyak digunakan. Semoga ke depan UMM juga bisa berbagi ilmu lain yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, tidak hanya di sini, tapi juga di daerah-daerah lain,” pungkasnya. (syi/wil)
7500 Mahasiswa Nikmati Keunikan Pesmaba UMM 2022

Rombongan mahasiswa baru menatap kagum ke langit di atas helipad Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Terlihat pesawat Cessna milik Biru Flying Club UMM dan empat penerbang paramotor berlalu lalang bendera-bendera UMM untuk membuka Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) 2022. Kegiatan yang dihadiri oleh 7500 mahasiswa baru ini dilaksanakan pada Senin (12/09) lalu. Tak hanya pertunjukan udara, pembukaan Pesmaba 2022 itu juga diisi dengan flasmob dan flaslight mob. Sebanyak 11 formasi flasmob dilakukan para mahasiswa baru, mulai dari logo universitas sampai ucapan selamat muktamar ke 48 dalam empat bahasa yaitu bahasa Mandarin, Inggris, Jawa, dan Indonesia. Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP. mengatakan bahwa tahun 2045 merupakan momen emas bagi Indonesia. Disitulah puncak produktivitas dan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Namun, jika kesempatan itu tidak digunakan dengan maksimal, maka masa Indonesia emas itu hanya akan menjadi angan-angan belaka. “Momen Indonesia emas itu berada di tangan kalian. Oleh karenanya para mahasiswa baru harus membekali diri dengan sungguh-sungguh agar peluang tersebut tidak terlewat begitu saja,” ungkap menteri kelahiran Madiun ini. Untuk meraih target itu, Muhadjir, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa ada lima kemampuan yang harus diasah oleh mahasiswa baru. Keterampilan tersebut mencakup critical thinking, communication skill, creative innovation, collaboration, serta confident. Dengan lima kemampuan ini, diharapkan generasi muda bisa menjadi manusia yang unggul, baik di level nasional maupun internasional. “Saya juga berharap para mahasiswa baru memiliki pedoman hidup bernama ISOBAR. Pedoman ini merupakan sebuah akronim dari ibadah, sosialisasi, organisasi, belajar, dan rekreasi. Jika kalian sudah mempersiapkan semuanya sejak dini, saya yakin kalian akan menjadi pemimpin unggul di masa depan,” kata Muhadjir. Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menjelaskan bahwa Kampus Putih UMM memiliki program bernama UMM Pasti. Program ini dilaksanakan untuk mendorong kelulusan tepat waktu para mahasiswa. Selain itu, UMM Pasti juga dirancang untuk memberikan kemandirian pada para lulusan UMM melalui salah satu programnya yaitu Centre of Excellence (CoE) berbasis Program Studi (Prodi). “CoE ini merupakan gambaran dari masa depan. Program ini pula yang menjadikan UMM sebagai Center for Future of Work (CFW). Melalui terobosan inilah, mahasiswa dapat mengembangkan potensi diri sekaligus menjawab tantangan terkait SDM di masa yang akan datang. Mari bersama-sama memajukan tekad untuk menjadi mahasiswa yang cakap dan unggul sehingga bsia mewujudkan Indonesia emas 2045 nanti,” ujar rektor kelahiran Kediri itu. Terkait pelaksanaan Pesmaba, salah seorang mahasiswa baru Zainal Firdaus Eriza dari Prodi Peternakan mengatakan bahwa ia sangat gembira dengan agenda ini. Apalagi ada banyak inovasi yang UMM laksanakan dalam pembukaannya. Bahkan ia juga takjub dengan flashlight mob yang baru pertama kali ia lihat dan lakukan. “Saya tidak menyangka seorang menteri koordinator bidang PMK akan menyanyi di pembukaan Pesmaba bersama para mahasiswa. Hal itu sangat di luar ekspektasi saya. Meski capek, tapi saya sangat terhidur dan menikmati Pesmaba UMM tahun ini,” pungkas mahasiswa asal Jakarta itu. (syi/wil)
Meriahnya Pesmaba UMM 2022, Aksi Flashlight Mob hingga Pesta Udara

Selalu ada keunikan dan hal baru yang diberikan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Terbaru, Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) UMM dimeriahkan dengan flashlight mob, flash mob domino, hingga pesta udara. Bahkan ajang yang dilaksanakan sejak Minggu (11/9) lalu ini juga mengajak mahasiswa baru untuk ber-TikTok-ria bersama di Heliped secara serentak. Flashmob pada Pesmaba tahun ini juga lebih menantang karena tingkat kerumitannya tinggi. Apalagi para mahasiswa baru tidak menggunakan alat tambahan seperti kertas untuk membentuk formasi. Cukup menggunakan topi dan almamater UMM. Hal itu menjadi kelebihan dan perbedaan dibandingkan dengan flashmob perguruan tinggi lain. Terhitung ada lebih dari sebelas formasi yang dibuat baik flashmob biasanya maupun flashlight mob. Para mahasiswa diminta untuk menyalakan flash pada smartphone. Kemudian dengan diarahkan dengan kode tertentu untuk membuat formasi dan bentuk yang sudah disiapkan. Mulai dari formasi lambang UMM, ucapan selamat Muktamar Muhammadiyah, Center of Excellence (CoE), UMM Berbagi untuk Negeri dan sederet lainnya. “Tidak hanya menggunakan jas merah dan baju putih secara konvensional, tapi kami juga memanfaatkan lampu flash dari 7500-an gawai mahasiswa. Karena ini pertama kalinya kita memakai banyak perintah dalam satu sticker, maka tentu tantangannya cukup berat. Tapi Alhamdulillah dengan kerjasama tim, semua terlaksana dengan baik,” tutur Koordinator Flashmob UMM Jamroji, M.Comms. Di samping itu, Pesmaba UMM 2022 juga menampilkan pesta udara yang dimeriahkan dengan pesawat Cessna Biru Flying Club UMM bertuliskan CoE dan Pesmaba UMM 2022 yang melewati Kampus Putih. Sementara itu, hal menarik lain dilakukan oleh deretan tim paramotor yang menunjukkan aksi dengan membawa bendera bertuliskan UMM Pasti, UMM Berbagi untuk negeri, dan tulisan Dari Muhammadiyah untuk Bangsa. Pemilihan tulisan CoE tak lain karena UMM ingin berkiprah dan berkontribusi bagi bangsa. Utamanya dalam mencetak sumber daya manusia yang cakap untuk menyongsong Indonesia Emas di 2045 mendatang. Dengan berdirinya lebih dari 40 CoE, Kampus Putih UMM juga mendorong generasi penerus unutk memanfaatkan bonus demografi dengan maksimal. Sehingga target Indonesia untuk menjadi negara dengan ekonomi yang kuat bisa tercapai. UMM juga menjamin mahasiswanya untuk dapat lulus tepat waktu, menjadi pribadi yang mandiri, dan pasti bekerja melalui Program UMM Pasti. Itu juga menjadi wujud kiprah Kampus Putih dalam memajukan bangsa sebagaimana tertulis dalam semboyan Dari Muhammadiyah untuk Bangsa. “Bendera dan formasi UMM ‘Berbagi untuk Negeri’ juga kami tampilkan sebagai bentuk semangat untuk terus berkontribusi bagi bangsa. Baik itu melalui aktivitas kemanusiaan, transfer ilmu, pengabdian, dan berbagai hal lainnya,” jelas M. Isnaini, M.Pd. selaku Kepala Humas UMM. Di sisi lain, salah satu mahasiswa baru UMM Muhammad Faris Kianif mengungkapkan kebahagiaannya menjadi keluarga besar Kampus Putih. Apalagi dengan beragam keunikan dan pertunjukan yang UMM sajikan. Baginya, rentetan acara yang ada sangat menyenangkan dan membuatnya bangga bisa berkuliah di Kampus Putih. “Banyak hal yang tak terduga yang kami dapatkan saat kegiatan. Saya juga yakin akan ada banyak kejutan yang sudah disiapkan UMM untuk kami para mahasiswa baru di rangkaian kegiatan-kegiatan berikutnya,” ungkapnya mengakhiri. (wil)
Pakar Ekonom UMM: BPH Migas Harus Segera Ambil Langkah Soal Kenaikan Harga BBM

Keputusan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu berimbas pada munculnya banyak spekulasi. Salah satunya terkait konsumsi BBM bersubsidi yang kurang tepat sasaran. Melihat hal itu, ahli ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Nazarudin Malik, M.Si. memberikan saran dan komentarnya. Nazar, begitu ia kerap disapa menilai bahwa kebijakan yang diambil pemerintah merupakan keputusan yang sukar diterima oleh masyarakat. Tapi, pilihan itupula yang dirasa masuk akal sebagai jalan tengah untuk menghadapi harga minyak dunia yang meningkat serta memangkas subsidi di sektor tersebut. “Pilihan untuk menaikkan harga BBM memang pilihan yang sulit. Namun, pilihan itu juga menjadi hal yang tepat dan rasional di situasi saat ini,” tambah pria yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor II UMM yang membidangi Keuangan, SDM, dan pengembangan unit bisnis. Terkait distribusi BBM bersubsidi, Nazar juga memberikan saran agar pemerintah dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) segera mengambil langkah konkrit untuk menyalurkan BBM bersubsidi agar tepat sasaran. Salah satunya dengan melakukan revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak. Hal lain yang bisa dilakukan yakni dengan meningkatkan sinergisitas dan koordiansi antar instansi bersama BPH Migas. Utamanya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta sebagai tindakan preventif pelanggaran konsumsi BBM bersubsidi. Menurutnya, langkah ini tidak hanya mencegah pelanggaran semata, tapi juga mendorong masyarakat untuk menggunakan BBM bersubsidi dengan lebih bijak. Lebih lanjut, ia juga mendorong pemerintah untuk menekan kebocoran anggaran dalam analisis ICOR 3-50 persen. Pun dengan melibatkan secara aktif Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KKPU). Dengan begitu proses pengawasan dan distribusi konsumsi migas bisa dilakukan dengan lebih baik dan bijak. “Pemerintah juga bisa menggaet KKPU untuk menyusun skema terbaik agar BBM bisa menyasar pada masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya. Saran terakhir yang Nazar berikan yakni perlunya BPH Migas untuk lebih mengeksplor dan mengeksploitasi lifting 611 ribu barel per hari ketimbang konsumsi yang sudah 1,4 juta barel perhari. “Ada banyak skema yang bisa dilaksanakan. Misalnya saja pembatasan berdasarkan daya kendaraan, klasifikasinya, atau mengkhusunya BBM bersubsidi untuk roda dua saja. Tinggal bagaimana pemerintah menimbang dan melihat keadaan masyarakat agar menemukan solusi yang tepat,” pungkasnya. (wil)