17.500 Lebih Pendaftar Berebut 8.000 Kursi Mahasiswa UMM

Sebanyak 17.500 pendaftar dari berbagai daerah harus bersaing untuk mendapatkan kursi sebagai mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Total, ada 8.000 kursi yang diperebutkan melalui serangkaian tes. Adapun jumlah pendaftar Kampus Putih UMM di 2022 mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu, yakni dari kisaran 14.500 yang naik menjadi 17.500. “Iya, kami memang hanya menerima 7000 hingga 8000 mahasiswa tahun ini. Jadi para calon mahasiswa mau tidak mau harus bersaing dengan ketat agar bisa diterima di UMM. Adapun jumlah pendaftar tahun ini meningkat sekitar 3000-an orang. Angka itu bahkan bisa terus naik karena kami masih membuka pendaftaran hingga awal September nanti,” tambah Kepala Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMM, Nurudin. Menurutnya, ada sederet fakultas yang mengalami kenaikan pendaftar. Salah satunya Fakultas Teknik yang sebelumnya berada di angka hampir 2000, kini sudah hampir mencapai 3000. Jumlah itu didominasi oleh prodi Teknik Informatika dan Teknik Mesin. “Salah satu faktor kenaikan ini adalah kebutuhan di dunia industri. Dengan adanya perubahan dan perkembangan teknologi, sumber daya manusia yang menguasai TI tentu sangat dibutuhkan. Apalagi makin ke sini banyak sektor yang mau tidak mau harus menggunakan aspek digital. Hal ini mendorong calon mahasiswa untuk mengambil prodi yang akan memudahkan jalannya menjadi seorang ahli TI,” tambah dosen Ilmu Komunikasi tersebut. Selain karena tren, Nurudin mengatakan bahwa puluhan Center of Excellence (CoE) yang dimiliki UMM juga menarik perhatian. Apalagi dengan program-program yang menggaet Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) sebagai tutor. Pun dengan kemungkinan peluang pekerjaan yang bisa didapat, bahkan sebelum lulus dari UMM. CoE juga memberikan kesempatan para mahasiswa untuk mendapatkan ilmu yang tidak diperoleh di bangku perkuliahan. Salah satunya melalui magang yang nantinya bisa mengganti sitem kredit semester (SKS) mahasiswa hingga 20 SKS. Menariknya, para peserta CoE juga bisa mendapatkan equivalensi skripsi, sehingga mereka bisa lulus dengan karya yang menggantikan skripsi. “Terobosan menarik ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi para calon mahasiswa. Apalagi dengan ribuan kerjasama yang dimiliki UMM, baik di level nasional dan internasional. Sehingga para mahasiswa dipastikan bisa lulus tepat waktu dan menjadi pribadi yang mandiri,” tambahnya. Dalam menyikapi kenaikan ini, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan bahwa Kampus Putih tentu terus meningkatkan pelayan dan manajemen. Sehingga jumlah mahasiswa yang banyak ini bisa dimaksimalkan. Selain itu, proses transfer ilmu dan skill bisa terlaksana dengan baik. Hal itu sesuai dengan program yang ada di UMM, yakni UMM PASTI. Maksudnya adalah, mahasiswa dipastikan lulus tepat waktu dan pasti bekerja dan mandiri. “Jika berjalan dengan baik, lulusan-lulusan yang UMM cetak tentu akan mengambil peran strategis dalam mewujudkan Indonesia emas 2045. Maka kuantitas harus diikuti dengan kualitas yang baik pula. Saya yakin UMM memiliki kualitas itu dan mampu mencetak generasi emas masa depan,” tegas Fauzan mengakhiri. (*wil)

UniRank Kembali Rilis Pemeringkatan, UMM Pertahankan Predikat Universitas Bereputasi Internasional

University Ranking (UniRank) kembali merilis hasil pemeringkatannya yang terbaru, yakni edisi Juli 2022. Dalam hasil tersebut, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil mempertahankan reputasi internasional dengan berbagai upaya yang dilakukan dalam pengembangan SDM berskala internasional. Sebelumnya, pada 2021 lalu Kampus Putih UMM juga berhasil menjadi Kampus Islam Terbaik nomor satu dunia. Selama ini, UMM juga sukses mendapatkan berbagai pengakuan internasional dari beragam lembaga seperti AUN-QA, IABEE, Asean Eneergy Awards, QS Stars, dan lainnya. Pun dengan ribuan kerjasama bertaraf nasional dan internasional. Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menilai bahwa seluruh rekognisi baik di level regional dan internasional sangatlah penting untuk diraih bagi sebuah perguruan tinggi. Apalagi ada banyak aspek yang dinilai dan diakui bagus oleh lembaga pemeringkatan. “Raihan ini juga menjadi sebuah kepercayaan masyarakat atas instititusi, dalam hal ini Kampus Putih UMM,” tambahnya. Meski begitu, menurutnya rekognisi tidaklah cukup bagi perguruan tinggi. Hal lain yang perlu diupayakan adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kemandirian dan skill mumpuni. “Maka perguruan tinggi tidak boleh lengah. Tidak hanya sekadar menyandarkan pada rekognisi semata, tapi juga harus senantiasa berupaya meningkatkan SDM menuju bangsa Indonesia yang lebih maju,” tegas Fauzan. Wujud upaya UMM dalam meningkatkan SDM sekaligus menerjemahkan konsep Kampus Merdeka yakni dengan membuka sekolah-sekolah keahlian serta Center of Excellence (CoE). Ini juga menjadi jawaban atas kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang selama ini masih kurang. Upaya tersebut sekaligus menyiapkan generasi Indonesia emas 2045 yang sejalan dengan program CoE UMM. Kampus Putih juga berkomitmen untuk menjamin mahasiswa lulus tepat waktu dengan jaminan peluang kerja dan kemandirian bagi lulusannya. Pada edisi kali ini Kampus Putih UMM yang terletak di Malang itu juga berhasil menduduki nomor enam kampus swasta terbaik se-Indonesia versi UniRank. UMM juga sukses bertengger di posisi di ke-23 dalma jajaran perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia. Sementara itu, Asisten Rektor Bidang Akreditasi Internasional dan Pemeringkatan UMM Drs. Suparto, M.Pd. menilai bahwa peringkat Kampus Putih UMM pada edisi ini meningkat dibandingkan dengan sebelumnya. Hal itu tidak lepas dari peningkatan di berbagai sektor, utamanya website kampus. Lebih rinci, Parto, sapaan akrabnya menjabarkan lima tools yang digunakan UniRank dalam melakukan penilaian. Indikator pertama yakni Moz Domain Authority, yakni penilaian domain pencarian. Kemudian yang kedua yakni mengukur sejauh mana performa situs kampus-kampus berdasarkan visitornya menggunakan Alexa Global Rank. Ini menjadi salah satu fokus utama dalam pemeringkatan yang dilakukan UniRank. Ketiga, yakni spesifik menilai situs apa saja yang masih memiliki relasi dengan website terkait, dalam hal ini adalah website perguruan tinggi. UniRank menggunakan tools SimilarWeb Global Rank. Keempat, yakni menggunakan Majesting Referring Domains yang mengukur kualitas backlink, baik itu berupa URL, webpages, maupun penilaian kuantitas link. “Tools terakhir yakni Majestic Trust Flow. Penggunaan layanan ini dapat mengukur perbandingan antar website. Menurut UniRank, komponen ini dipakai dalam menentukan ambang batas kepercayaan publik yang bisa diukur dari domain website. Pun dengan pengembangan web melalui topik yang relevan,” imbuhnya. Parto menambahkan bahwa raihan ini bukanlah sebuah akhir. Perlu adanya pembenahan di sektor-sektor yang masih kurang. Dengan begitu, UMM bisa terus naik dan menjadi universitas dengan reputasi internasional yang mumpuni. Tidak hanya di versi UniRank, tapi juga di versi pemeringkatan perguruan tinggi lain. (*wil)

Bioling UMM Meriahkan Malam Bancaan Agustusan Warga

Mobil Bioskop Keliling (Bioling) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengaspal pada Selasa (16/8) lalu. Kali ini rombongan Bioling hadir menghibur dan membakar spirit warga Karangploso dengan tayangan menarik. Selain itu juga mengajak anak-anak serta warga untuk bermain games dan menyediakan hadiah menarik. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program UMM Berbagi untuk Negeri. Koordinator Mobil Bioling UMM Rino Anugerawan menjelaskan bahwa pihaknya sengaja datang di momen 17-an. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan semangat dalam menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77. Menurutnya, menanamkan rasa nasionalisme bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan memberikan tontontan mendidik dan berisi konten menarik. Utamanya bagi generasi muda yang nantinya melanjutkan estafet kepemimpinan. “Kamu juga mengajak mereka untuk bermain games dan menjawab pertanyaan-pertanyaan wawasan kebangsaan. Sederet hadiah juga disiapkan sebagai apresiasi agar anak-anak bisa senang sekaligus belajar hal baru. Ini juga cara kami untuk berkontribusi bagi masyarakat,” tambah pria asli Malang itu. Kedatangan Mobil Bioling nyatanya mendapatkan antusiasme tinggi. Salah satu penonton yang hadir ialah Syifa Dzahabiyyah. Ia menilai bahwa agenda seperti ini bisa dilanjutkan di berbagai tempat. Apalagi dengan tontonan yang apik, ia yakin mobil ini akan menarik banyak pihak. Masyarakat juga merasa senang karena acara syukuran kemerdekaan RI dan Agustusan yang diadakam semakin meriah karena Bioling. Syifa, begitu ia kerap disapa, menambahkan bahwa anak-anak yang hadir turut meramaikan aktivitas ini. Bahkan duduk manis hingga film selesai. “Film yang disajikan sangat menarik dan menggugah penonton untuk mencintai negerinya, Republik Indonesia. Dengan begitu, mereka akan tumbuh dengan rasa cinta tanah air dan akan memberikan sumbangsihnya dalam pembangunan Indonesia di masa depan,” harapnya mengakhiri. (wil)

BIPA UMM Kenalkan Indonesia lewat Batik

Pengenalan budaya Indonesia kepada mahasiswa asing di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tak hanya terbatas pada bahasa saja. Melalui lembaga Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA), UMM kenalkan kain batik serta cara pembuatannya kepada para mahasiswa asing. Program ini dilaksanakan selama satu hari bertempat di LPK Batik Soendari pada Jumat (12/08) lalu. Kepala BIPA UMM, Dr. Arif Budi Wurianto, M.Si., menjelaskan bahwa untuk memperlancar proses belajar para mahasiswa asing di UMM, pengenalan budaya merupakan salah satu hal yang penting. Menurut peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), para mahasiswa asing harus belajar tentang budaya dan bahasa Indonesia selama satu tahun sebelum memulai proses perkuliahan. “Jadi untuk belajar di Indonesia, mahasiswa asing akan diberikan pelajaran bahasa di kelas, namun di sisi lain juga ada pembelajaran budaya maupun aktivitas seperti mengunjungi wisata-wisata lokal. Pada kesempatan kali ini, mereka diajari untuk membuat kreasi kain batiknya sendiri,” jelas dosen Jurusan Bahasa Indonesia tersebut. Terkait program membatik tersebut, salah satu staf BIPA UMM Sri Ayu Ramadhani, S.Psi., M.Si, menjelaskan bahwa para mahasiswa dikenalkan pada dua tipe batik, yaitubatik cap dan batik tulis. Cara pembuatan batik cap hanya dengan menempelkan pola yang telah ada ke kain. Sementara batik tulis cara pembuatannya adalah dengan menggambarkan pola pada kain menggunakan canting dan malam. “Pada batik cap disediakan dua pola yaitu apel dan topeng yang khas dengan budaya Malang. Lalu untuk batik tulisnya ada tulisan dirgahayu Indonesia yang disediakan dalam dua gaya tulisan yang berbeda. Hasil dari kelas membatik ini nantinya akan dikirim ke mahasiswa asing setelah melalui proses pengeringan,” ungkapnya. Sementara itu, salah satu mahasiswa asing Aminata Dao mengatakan bahwa program membatik ini sangat menyenangkan. Ia juga berkata bahwa akan mempelajari cara membatik lebih dalam di luar kelas yang telah disediakan. “Meskipun sempat mengalami kendala karena harus menggambar pola yang datail dan kecil, namun secara keseluruhan proses belajar membatik ini sangat seru. Sayangnya waktu yang kita dapat untuk belajar hanya beberapa jam. Menurut saya, waktu tersebut sangat singkat, oleh karenanya saya ingin belajar lebih dalam lagi tentang membatik di luar program kelas ini,” kata mahasiswa asal Sierra Leone, Afrika Barat itu. Lebih lanjut, Aminata menceritakan berbagai pengalaman belajarnya selama enam bulan di Indonesia. Selain belajar bahasa di kelas, ia juga di ajak untuk mengenal budaya dan sejarah Indonesia di luar kampus. Hal ini juga membantunya untuk mengasah kemampuan berbahasa Indonesia dengan masyarakat luar. “Belajar di BIPA UMM sangat menyenangkan karena kita jadi lebih mengerti akan kebudayaan dan bahasa Indonesia. Saya sangat menantikan program-program dari BIPA selanjutnya,” ujarnya. (syi/wil)

CP Prima Siap Rekrut Alumni UMM dan Sekolah Udang

Sumber daya manusia (SDM) untuk Industri tambak udang saat ini masih sangat kurang. Oleh karena itu peluang pekerjaan di bidang ini sangat menjanjikan. Utamanya bagi lulusan sarjana yang memiliki pengetahuan dan juga pengalaman di industri ini. Hal tersebut disampaikan kepala sekolah program Professional Aquaculture Training (PACT) Ir. Firmansyah, M.Sc. pada kegiatan Open Rekrutmen hasil kerja sama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan PACT PT. Proteina Prima (CP Prima) Tbk. Adapun seleksi yang dilaksanakan pada Senin (15/8) ini diperuntukkan bagi calon wisudawan dan lulusan dari kelas profesional udang program studi akuakultur UMM. Sejak penandatangan kerjasama antara keduanya pada April lalu, UMM dan CP Prima terus melangsungkan kegiatan. Salah satunya open rekrutmen yang sudah memasukin batch kedua ini. Firman mnenjelaslkan bahwa terdapat dua tahapan seleksi berupa pelatihan yang akan dilalui para pelamar. Pertama, pelamar akan masuk pada program in class training (ICT) selama dua minggu dan akan belajar mengenai teori budidaya tambak udang yang terdiri dari 22 silabus. Kemudian dilanjutkan dengan program on job training (OJT) selama enam bulan untuk turun lapang menjadi calon teknisi yang setiap harinya akan dimonitor. “Biaya proses pelatihan bagi semua pelamar akan ditanggung oleh perusahaan dan mereka juga akan menerima uang saku. Selain itu, pelamar yang dinyatakan lulus akan langsung melakukan tanda tangan kontrak dengan perusahaan dan diterima sebagai teknisi untuk langsung bekerja,” ungkap Firman. Lebih lanjut, Firman menjelaskan pada rekrutmen kali ini, perusahaan hanya menerima 25 pelamar yang mendaftar dari seluruh universitas yang telah bekerja sama dengan perusahaan. Namun dari perusahaan sendiri tidak membatasi jumlah pelamar dan yang akan diterima dari setiap universitas. Jadi bukan tidak mungkin, jika nantinya banyak pelamar dari kampus putih bisa lolos dan diterima di perusahan PT. CP Prima.  “Saya harap lulusan dari UMM bisa banyak diterima dan memiliki komitmen yang tinggi. Karena pada program ini yang kami cari adalah orang-orang yang memiliki passion, jujur, disiplin, bertanggung jawab dan kesungguhan bekerja dalam industri ini,” tegas Firman. Terakhir, Firman mengucapkan terima kasih kepada Kampus Putih UMM karena sudah menyiapkan lulusan-lulusan yang punya nilai lebih. Apalagi dengan adanya sekolah udang yang memberikan banyak hal positif bagi mahasiswa. Ia berharap, kerjasama dan kepercayaan antara keduanya bisa berlanjut dan memberikan manfaat pada masing-masing pihak. Disisi lain, Kepala Center of Excellence UMM Dr. Ir. Damat, M.P juga mengucapkan banyak terima kepada tim rekrutmen PT. PC Prima karena mau merekrut tenaga baru dari alumni UMM. Ia juga berpesan kepada para pelamar untuk mengambil kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. “Perlu diingat juga, ketika nantinya diterima, kalian tidak hanya membawa nama baik sendiri tetapi juga membawa nama baik almamater. Jagalah amanah dan juga kepercayaan ini dengan baik,” pesan Damat. (zak/wil)

Home Service Jadi Andalan Bengkel Rinjani UMM

Pasca pandemi Covid-19, sebagian besar masyarakat ingin bepergian dan mengunjungi destinasi wisata. Namun seringkali kendala muncul dari aspek kendaraan karena lama tidak digunakan. Maka, Bengkel Rinjani Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) siap memberikan pelayanan terbaik untuk perawatan dan perbaikan mobil. Apalagi, sudah tersedia pelayanan home service yang memudahkan. Eka Kadharpa Utama Dewayani, S.E., MM. selaku manajer Bengkel Rinjani UMM menjelaskan bahwa selama masa pandemi pihaknya tentu mengalami penurunan pelanggan. Hal tersebut mempengaruhi pendapatan yang juga ikut menurun. Dalam mengatisipasi hal tersebut, bengkel rinjani membuat strategi dengan menerima panggilan home service. Adapun dalam layanan ini, para petugas bengkel langsung datang ke rumah pelanggan untuk melakukan service mobil. “Selama pandemi kita fokus kepada pelayanan home service. Apalagi mengingat kondisi pandemi yang menyebabkan orang tidak boleh keluar terlalu sering. Oleh karena itu kami mendatangi para pelanggan yang butuh service mobil di rumahnya. Tentu ini akan sangat membantu, apalagi dengan tim kami yang memadai. Layanan home ervice ini juga masih terus kami sediakan sekalipun pandemi sudah mulai menurun,” jelasnya. Eka, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa pasca pandemi, tahun ini pelanggan lama sudah mulai sering ke bengkel. Bukan hanya pelanggan lama, tetapi pelanggan baru juga mulai berdatangan, meskipun banyak yang datang dalam keadaan darurat. Mulai dari proses mengganti oli, kerusakan radiator, dan banyak lagi. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa tidak ada yang dipersiapkan khusus dalam menghadapi pasca pandemi. Karena menurutnya, bengkel rinjani akan selalu siap kapapun melayani para pelanggan, baik itu pelanggan baru ataupun lama. Selain penanganan mesin, bengkel tersebut juga menyediakan layanan pada aspek cuci mobil dan motor, auto detailing, salon mobil dan spooring balancing. Pun juga dengan air conditioner, velg, ban, hingga variasi sparepart.  “Setiap bulannya, akan selalu ada promo berbeda mengikuti setiap momentum yang ada, baik itu promo service dan cuci mobil. Pada bulan Agustus ini kami mengeluarkan promo kemerdekaan, yaitu discount 10% service, auto detailing dan ganti oli,” ujarnya Pria asli Purwokerto ini berharapa bengkel rinjani UMM dapat semakin sigap dan tanggap. Selain itu juga dapat menjadi tujuan utama untuk kebutuhan service mobil masyarakat, khususnya Batu dan Malang. “Siapapun dan kapanpun kami siap melayani. Jangan ragu untuk datang ataupun menelpon layanan home service kami ketika ada kendala,” pungkasnya. (haq/wil)

DIMPA UMM Kibarkan Bendera Raksasa di Pujon Hill

Hal menarik dilakukan Divisi Mahasiswa Pencinta Alam (DIMPA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-77. Sejumlah Tim Dimpa bahu-membahu mengibarkan bendera merah putih di wilayah Pujon Hill UMM, tepatnya di salah satu tebing. Uniknya, bendera tersebut ebrukruan raksasa yakni sebesar 22 meter x 9 meter. Rangkaian agenda dimulai dari masuk bersama melalui pintu masuk depan. Kemudian berbaris untuk melangsungkan upacara bendera. Adapun yang didapuk menjadi pembina upacara adalah Pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Dimpa, Tatag Mutaqin, S.Hut., M.Sc. Dalam amanatnya, ia mengatakan bahwa rasa kesatuan dan persatuan menjadi aspek yang paling penting. Perlu adanya upaya serius untuk menumbuhkannya di hati generasi muda. Dengan begitu, akna muncul manusia-manusia yang tidak hanya unggul, tapi juga mencintai tanah air. “Pelaksanaan upacara ini menunjukkan bahwa kawan-kawan muda memiliki semangat tinggi untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan. Namun, prosesi upacara tidak cukup, kita harus segera membekali diri dengan berbagai kemampuan sehingga dapat membangun negeri di berbagai sektor,” tambahnya. Terkait pengibaran giant flag, ia menyebut bahwa ini kali pertama bendera merah putih dipasang di Pujon Hill UMM. Hal itu juga menandai spirit sivitas akademika UMM, khusunya DIMPA untuk lebih mencintai lingkungan. Di sisi lain, ketua DIMPA 2022 Jefa Ananda Rizki berharap, bendera raksasa tersebut bisa mendorong mahasiswa untuk berkarya mewarnai kemerdekaan yang sudah diraih sejak 77 tahun lalu. Salah satunya dengan mengikuti berbagai kegiatan, lomba, organisasi dan upaya untuk menyebarluaskan kebaikan serta kemanfaatan. Khususnya bagi masyarakat sekitar Pujon Hill. Menurutnya, sebagai generasi muda, sudah seharusnya menjadi pioner dalam membangun perubahan menuju Indonesia yang lebih baik. Ada banyak pintu yang bisa dicoba dan dikembangkan. Rizki menilai bahwa semua kesuksesan tergantung bagaimana usaha yang dilakukan diri sendiri dan memaksimalkan kesempatan. Acara ini disambut dengan antusias oleh para peserta upacara. Tidak hanya anggota DIMPA 2022, tapi juga para senior dan alumnus yang turut memeriahkannya. Dua di antaranya Imam Teguh Santoso yang mnejadi ketua DIMPA pada 1992-1993 dan Satriyo Joko Mono yang menduduki jabatan ketua pada tahun 1991-1992. (Wil)

One Day English UMM: Program Asah Bahasa Inggris bareng Native Speaker

Hadirkan native speaker dari berbagai negara, lembaga Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selenggarakan program One Day English and UMM Corners’ Showcase. Program yang digelar pada Selasa (09/08) ini berlangsung dengan dua cara yaitu offline di American Corner (Amcor) serta online melalui Zoom. Salah satu panitia, Erlyna Abidasari, S.Pd., MA., M.Ed. menjelaskan bahwa pada program ini para peserta akan secara langsung bertukar budaya dengan para Warga Negara Asing (WNA) yang diundang. Total ada belasan WNA yang tergabung dalam program ini. Para WNA itu berasal dari lima negara yang berbeda yaitu United State of America (USA), Ukraina, Afghanistan, Filipina, dan Mesir. Selain Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM sebagai penyelenggara utama, dalam perkembangannya program ini juga turut di dukung oleh Amerika Corner dan Aussie Banget Corner. “Kami membuka program ini untuk masyarakat umum. Total ada 100 peserta yang mengikuti agenda ini, baik secara online maupun offline. Kemarin juga ada rombongan pelajar dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Gresik yang turut bergabung secara online di program ini,” kata dosen jurusan Pendidikan Bahasa Inggris itu. Lebih lanjut, Erlyna sapaan akrabnya, mengatakan bahwa program ini memiliki dua sesi acara. Pertama para WNA akan memberikan perkenalan singkat tentang budaya asalnya. Sesi selanjutnya adalah bincang langsung dengan peserta. Sistemnya yakni orang-orang mancanegara dibagi menjadi beberapa kelompok. Setelah itu para peserta dibebaskan untuk memilih sendiri alwan bicaranya. Tinggal menentukan WNA yang mana yang diajak mengobrol. “Tujuan utama program ini adalah untuk mengasah keterampilan berbicara asing para peserta. Selain itu, kami juga ingin lebih mengenalkan kampus kepada masyarakat luas. Pada acara tersebut, ada beberapa hal yang biasa ditanyakan para peserta pada WNA antara lain budaya, beasiswa, serta culture shock apa yang dialami mereka tatkala menginjakkan kaki di Indonesia,” ungkap dosen asal Tulungagung tersebut. Pada akhir wawancara, Erlyna berharap One Day English dapat memberikan kebermanfaatan pada para peserta. Utamanya dalam keterampilan berbicara bahasa Inggris. Pihaknya berencana mengembangkan agenda ini menajdi lebih besar lagi. Pun juga dengan kelanjutannya karena banyak orang menilai One Day English sangat berguna.  “Salah satu rencana yang kami canangkan yakni menyelenggarakan One Day Englis secara roadshow. Yakni mengajak para WNA untuk mengunjungi berbagai sekolah dan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi siswa untuk mengasah bahasa Inggrisnya,” ungkapnya mengakhiri. (syi/wil)

UMM Fashion Show dan Fashion Kids Ramaikan Hut RI ke-77

Merayakan kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu yang unik dilangsungkan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui UMM Fashion Show dan Fashion Kids. Acara yang dilaksanakan pada 16-17 Agustus lalu ini diwarnai dengan beragam kostum dan pakaian adat dari puluhan peserta. Menariknya, mereka memamerkan baju dan posenya di atas jembatan GKB I Kampus Putih UMM. Adapun UMM Fashion Kids diselenggarakan bagi anak-anak sekolah dasar (SD). Puluhan anak SD dari Malang saling bersaing untuk mendapatkan hadiah. Sementara UMM Fashion Show diperuntukkan bagi para sivitas akademika UMM yang ingin tampil dengan kostum terbaiknya.  Para peserta bisa mendaftarkan diri secara individu ataupun berpasangan. Salah satu juri Fashion Show, dr. Yulia Merita Putri menjelaskan bahwa kegiatan ini semakin menarik karena dimeriahkan pula oleh mahasiswa asing dari berbagai belahn dunia. Antusiasme para peserta juga sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari pernak-pernik kostum yang mereka tampilkan saat acara. “Para peserta terlihat sangat serius untuk mengikuti lomba ini. Mereka mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah. Terhitung. ada hampir 100 peserta yang turut berkompetisi,” tambahnya. Lebih lanjut, Putri, sapaan akrabnya mengatakan bahwa fashion show ini bermanfaat untuk mengenalkan budaya masing masing daerah kepada khalayak luas. Pun sebagai upaya melestarikan pakaian adat yang kini jarang dikenakan kecuali saat ada acara. “Berkat acara ini, mahasiswa asing menjadi tahu pakaian adat masyarakat Indonesia. Mereka bahkan bisa menyebutkan masing-masing pakaian adat yang diwakilinya. Mungkin sekarang hanya terbatas pada fashion, namun ke depannya akan merambat ke budaya-budaya lain sehingga lebih variatif,” kata dosen asal Jember ini. Hal serupa juga disampaikan salah satu guru pendamping dari SD, Dian Ulfatun Nur. Ia menilai UMM Fashion Kids menjadi wadah memupuk kepercayaan diri anak-anak. Pun dengan pengembangan minat dan bakat terpendam serta keberanian mereka. Ia menilai, kompetisi yang ada membuat anak-anak yang dulunya pemalu, mau tidak mau harus menjadi anak yang percaya diri. Terkait pakain yang dikenakan, Dian mengaku bahwa pihak sekolah dan orang tua bekerja sama dalam menyiapkannya. “Jadi saya dan wali murid sempat diskusi pakaian daerah apa yang akan dikenakan anak-anak ini. Saya juga mengapresasi kegiatan rutin UMM ini. Bukan hanya lomba Fashion Kids, tapi juga lomba mewarnai, yel-yel dan lainnya. Apalagi dua tahun belakangan ditiadakan karena pandemi,” jelas guru SDN 1 Ampeldento Karangploso itu. Ia berharap, rentetan lomba ini bisa terus dilanjutkan. Bahkan juga bisa ditambahkan cabang-cabang lain sehingga lebih semarak. Pun dengan penambahan peserta yang membuat lombanya menjadi lebih seru. (*wil)

Ribuan Pakaian Adat dan Lomba Unik Hiasi Perayaan Kemerdekaan RI di UMM

Ada pemandangan menarik dalam upacara Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), pada Rabu (17/8). Ribuan peserta yang hadir mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah selama upacara berlangsung. Antusiasme yang tinggi terlihat karena sudah dua tahun upacara 17 Agustus di UMM tidak diadakan karena adanya pandemi. Perayaan kemerdekaan RI di UMM juga turut dimeriahkan oleh anak-anak sekolah dasar (SD). Mereka saling berkompetisi dalam berbagai lomba yang sudah disediakan UMM seperti lomba fashion kids, mewarnai, hingga menyanyi lagu nasional dan daerah. Bahkan adapula lomba ketangkasan, di antaranya estafet bola, estafet karet, serta estafet kursi. Hal ini untuk menanakan nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme dalam diri generasi masa depan. Tidak hanya untuk kalangan luar, beragam lomba juga diadakah bagi sivitas akademika UMM. Mulai dari bakiak hingga estafet karet sudah disiapkan. Hal itu merupakan upaya UMM untuk merekatkan silaturahmi dan kerjasama serta memperkuat rasa nasionalisme dan cinta tanah air. Sementara itu, dalam amanatnya, Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UMM Drs. Wakidi mengajak sivitas akademika UMM untuk menjaga keutuhan persatuan. Karena menurutnya, dengan persatuan, tujuan bersama yang dicanangkan bisa terwujud. “Ini adalah momen langka bagi kita untuk mengenakan pakaian adat yang berbeda-beda seperti ini. Selalu jaga keberagaman adat dan etnis ini sebagai pondasi untuk membangun persatuan dan kesatuan demi kemajuan kita bersama,” ungkapnya. Wakidi juga menegaskan agar kemerdekaan RI yang sudah berusia 77 tahun ini bisa diisi dengan hal-hal yang bermanfaat. Bukan hanya dirayakan dengan gembira saja. Salah satunya dengan cara melahirkan generasi masa depan yang mumpuni, mandiri dan mampu menebar kebaikan kepada masyarakat. “Ini juga menjadi bentuk usaha kita dalam mempertahankan kemerdekaan yang sudah diperjuangkan oleh para pahlawan dengan seluruh jiwa dan raganya. Kita tidak boleh berdiam diri dan tidak memanfaatkan perjuangan mati-matian yang sudah mereka lakukan,” ungkapnya. Usai upacara, diumumkan pula sederet nama mahasiswa berprestasi. Pun dengan dosen serta karyawan berprestasi. Mereka diberi apresiasi serta penghargaan langsung oleh Rektor Kampus Putih UMM. Sementara itu, mahasiswa internasional asal Iran, Farzaneh Sadeghi Moghaddam merasa senang dan bahagia bisa turut hadir dalam upacara di UMM. Ia mengaku bahwa ini menjadi kali pertamanya mengikuti upacara kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, orang-orang Indonesia  terlihat sangat bangga dengan negaranya. “Salah satu yang paling menarik adalah keberagaman baju adat yang dikenakan peserta upacara di UMM ini. Saya sangat menyukainya. Kalau saya boleh bilang, budaya menjadi daya tarik yang luar biasa dari Republik Indonesia,” katanya. Farzaneh, begitu ia kerap disapa, menambahkan bahwa kecintaan masyarakat akan budayanya tidak hanya terlihat dari baju adat. Tapi juga tari, kebiasaan, dan juga jumlah bahasa lokal yang melimpah. Bahkan, bahasa daerah juga diajarkan di sekolah-sekolah formal. Hal itu membuatnya takjub dan ingin belajar banyak hal tentang negara maritim ini. “Saya tentu ingin mengucapkansSelamat hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-77. Semoga negara ini bisa lebih maju dan tetap menjaga budayanya yang kaya,” ungkap mahasiswa magister UMM itu. (*wil)