UMM-DPR RI Kaji Ulang UU Ciptaker

Undang-Undang (UU) Cipta Kerja Omnibuslaw telah disahkan pada 2 November 2020 oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Tetapi hingga saat ini masih banyak perdebatan dari kalangan pejabat, akademisi, hingga para pakar. Melihat akan hal itu Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerjasama dengan Dewan Perwakilan Rakyat-Republik Indonesia (DPR RI) melangsungkan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Arah Kebijakan Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi”. Adapun FGD yang mengundang Ir. Andreas Eddie Susetyo, MM (Anggota DPR RI) dan Dr. Inosentius Samsul, S.H., M. Hum. (Kepala Badan Keahlian DPR RI) ini dilaksanakan pada Selasa (8/3) lalu. Dr. Fauzan, M.Pd. selaku Rektor UMM menjelaskan bahwa forum ini dapat mencetuskan ide-ide kreatif dan saran dalam menyikapi UU Cipta Kerja ini. Nantinya, ide tersebut bisa dijadikan dasar untuk meningkatkan potensi dan kreativitas di bidang cipta kerja. “Saya tentu berharap forum ini dapat melahirkan ide-ide yang mampu menopang perkembangan baik di bidang cipta kerja ini,” ucapnya. Pada kesempatan yang sama Andreas mengungkapkan bahwa UU tersebut merupakan hasil putusan Mahkamah Konstitusi yang dinyatakan inkuonstitusional bersyarat. Berdasarkan putusan itu, UU Ciptaker nyatanya harus diubah kembali. Namun beberapa pihak mengatakan bahwa terobosan dalam peraturan ini harus didahulukan mengingat statusnya yang masih inkonstitusional bersyarat serta harus direvisi dengan tenggat waktu dua tahun. Lebih lanjut, ia juga ingin FGD yang dilaksanakan ini bisa menghasilkan usulan-usulan produktif dan kritis. Utamanya dalam mengembangkan transformasi ekonomi di masa depan. Begitupun dengan upaya penertiban administrasi pemerintahan yang masih menjadi pekerjaan rumah hingga saat ini. “Saya juga mengapresiasi para akademisi yang turut terlibat dalam diskusi kali ini. Begitupun dengan UMM yang sudah melangsungkan dengan sangat baik,” ucapnya. Sementara itu, Inosentius Samsul menyebutkan bahwa pihaknya yakni badan keahlian ini memiliki tugas utama dalam membantu pekerjaan DPR RI. Salah satunya menyiapkan naskah akademik dalam pembentukan UU Cipta Kerja ini. Di samping itu juga menggaet kerja sama dengan berbagai universitas untuk memberikan kritik, saran dan ide untuk UU Ciptaker. Menurutnya, omnibus law ini dinilai dapat menjadi solusi secara regulasi. Namun tetap harus berhati-hati secara legislasi. Oleh karenanya, forum ini diadakan untuk melihat apa yang kurang dan hal hal yang bisa dibenahi di UU ini. Ia yakin UMM dapat terus memberikan pemikiran solutif dalam menyelesaikan masalah bangsa. “Saya tentu berharap para rektor dan para pakar dapat berjalan beriringan. Utamany dalam menyelesaikan permasalahan di kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelasnya. Di sisi lain, Wakil Rektor IV Dr. Sidik Sunaryo, SH., M.Si., M.Hum mengatakan bahwa FGD ini memang bertujuan untuk mengkritisi apa yang ada di UU Ciptaker. Tidak hanya dari UMM tapi juga dari berbagai universitas lain. “Setidaknya ada banyak manfaat dan saran yang bisa diterima dan ditemukan dalam agenda ini. Sehingga akan ada banyak perspektif yang tersampaikan langsung pada DPR RI,” pungkasnya (haq/wil)
UMM Miliki Profesor Baru Bidang Komunikasi Media Warisan

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali miliki guru besar baru. Ia adalah Prof. Dr. Muslimin Machmud M.Si. yang resmi dikukuhkan pada Rabu (9/3) lalu di hadapan ratusan tamu dan undangan. Adapun Muslimin merupakan guru besar pertama bidang komunikasi media tradisional di Indonesia. Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menilai bahwa pengukuhan guru besar ini adalah pagelaran yang prestisius. Ia berharap, dikukuhkannya profesor baru di bidang komunikasi ini mampu menambah dan memperkuat energi UMM dalam meningkatkan daya saing internasional. Bahkan terbaru, Kampus Putih juga berhasil menduduki ranking enam kampus swasta terbaik se-ASEAN. Fauzan mengungkapkan bahwa Muslimin merupakan pribadi yang bersahaja, pekerja keras dan penuh dengan tanggung jawab serta seorang problem solver yang andal. Adapun orasi ilmiah yang disampaikan Muslimin dirasa menarik. Menurut Fauzan, budaya komunikasi masyarakat di zaman sekarang memang cenderung langsung dan instan. Hanya segelintir yang menggunakan sindiran dan perlambangan seperti pantun maupun puisi. “Puisi dan pantun sekarang hanya dipakai seni atau sastra belaka. Padahal dulu menjadi media unutk memberi nasehat ke sesama. Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada Profesor Muslimin. Semoga bisa menginspirasi dan menebar manfaat berbagi,” ungkapnya. Senada dengan Fauzan, Ketua Badan Pembina Harian UMM sekaligus Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. juga mengucapkan selamat kepada Muslimin atas capaiannya meraih puncak jenjang tertinggi bidang akademik. Menurutnya, menjadi guru besar haruslah dijadikan sebagai impian bagi semua dosen. Sebagaimana seorang perwira yang bercita-cita ingin menjadi jenderal. “Saya juga bangga karena di bawah kepemimpinan Pak Fauzan, UMM mampu melahirkan profesor-profesor baru dengan begitu deras. Tidak hanya dari segi jumlah tapi juga bagus dari segi usia yang tergolong cukup muda,” ungkapnya. Terkait hasil penelitian Muslimin, Muhadjir menilai bahwa kajian tersebut adalah sesuatu yang unik karena tidak banyak yang memperhatikannya. Menurutnya, media warisan akan terus mengilhami ruh perkembangan media massa di masa kapanpun. Kajian itu juga dirasa akan lebih bagus jika dibarengi dengan kajian antropologi. Sementara itu, dalam pidatonya, Muslimin menjelaskan mengenai pemberdayaan media warisan di tengah gempuran media modern. Menurutnya, selain manfaat dan kemudahan, media modern juga memunculkan akibat buruk bagi masyarakat. Maka, peranan teknik komunikasi warisan dirasa masih diperlukan untuk menjaga keseimbangan sosial. Ia melanjutkan, ada beberapa fungsi dari media warisan yang bisa diperoleh. Mulai dari fungsi hiburan seperti materi lawakan dan gerak laku pemain, fungsi pendidikan dan dakwah, promosi serta penyebarluasan informasi. Begitupun dengan fungsinya dalam upaya sosialisasi dan propaganda politik, kontrol sosial hingga pelestarian nilai budaya. “Berdasarkan kajian yang saya teliti ini, media warisan terfokus pada tiga hal utama yakni hubungan antara manusia dengan manusia. Kemudian hubungan manusia dengan alam serta hubungannya dengan Tuhan Sang Pencipta. Ketiganya juga memiliki pola masing-masing yang berbeda satu dengan yang lainunya,” tuturnya. Maka menurut muslimin, media warisan yang merupakan produk budaya masyarakat perlu diberdayakan. Apalagi mengingat media tersebut telah menjadi bagian dari kearifan masyarakat sekaligus menjadi karya budaya dan aset suatu bangsa. “Dengan demikian, maka keberadan media warisan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai salah satu sarana komunikasi yang efektif. Terutama dalam kaitannya dengan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” pungkasnya. Pada kesempatan itu pula, hadir Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur. Prof. Dr. Ir. Soeprapto, DEA. yang memberi selamat. Begitupun dengan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim Nur Cholis Huda yang memotivasi para dosen muda untuk mengikuti jejak Muslimin menjadi seorang guru besar. (wil)
Malang Film Festival UMM Wadahi Karya Sineas Muda Indonesia

Konsisten mengapresiasi film indie pelajar dan mahasiswa, Kine Klub Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selenggarakan pagelaran Malang Film Festival yang ke – 17. Pagelaran yang dilaksanakan secara virtual untuk kedua kalinya ini berlangsung sejak Senin (7/3) hingga Kamis mendatang. Sama halnya dengan tahun lalu, festival ini dapat dinikmati oleh masyarakat umum secara daring dengan mendaftar melalui loket.com. Salah satu programmer kompetisi, Mujaddid Izzul Fikri menuturkan bahwa jumlah film yang lolos kurasi MAFI Fest ada sebanyak 18 film yang berasal dari 335 pendaftar. Beberapa film tersebut akan ditayangkan pada Program Kompetisi Malang Film Festival. Masyarakat juga dapat mengikuti program menarik lainnya seperti Program Kuratorial, Penayangan Khusus, Kelas Kritik Film, Layar Apresiasi Nusantara, Diskusi Komunitas dan Umum, Layar Apresiasi Produksi Bersama, Sesi Malangan, hingga Layar Apresiasi Malang Sinau Dokumenter. “Selain menjadi tempat apresiasi film, Malang Film Festival juga menjadi wadah untuk pembelajaran tentang film, diskusi film, serta eksibisi akan karya film. Apalagi di masa-masa sulit dan pandemi seperti ini,” terang pria yang kerap disapa Adit. Adapun festival film ini memiliki kekhasannya sendiri, yakni adanya Sesi Malangan dan Layar Apresiasi Malang Sinau Dokumenter. Dalam program tersebut akan melibatkan filmmaker asal Malang yang sederet filmnya akan ditayangkan pada perhelatan acara utama MAFI Fest 2022. “Nantinya pihak penyelenggara festival akan memutarkan film-film karya filmmaker Malang. Kemudian juga menawarkan film hasil workshop Malang Sinau Dokumenter yang sudah dilaksanakan pada Desember lalu. Selain itu, kami juga mengadakan Layar Apresiasi Karya Nusantara yang berfokus pada karya-karya dengan nilai otentik tentang Indonesia,” sambungnya. Di sisi lain, Achmad Sulchan An-Nauri sebagai salah satu kurator MAFI Fest 2022 menjelaskan ada beberapa kategori film yang dilombakan. Mulai dari fiksi pelajar, dokumenter pelajar, fiksi mahasiswa, dan dokumenter mahasiswa. Adapun jumlah film dokumenter pelajar dan mahasiswa seluruh Indonesia yang masuk total berjumlah 70 Film. Dari angka itu, dihasilkan tujuh film pendek yang lolos proses kurasi. “Kami sudah melakukan proses kurasi bagi seluruh film yang masuk. Ada beberapa aspek yang kami soroti. Mulai dari aspek konten, isu, hingga sinematografi. Kalau dilihatd ari jumlah film yang masuk, antusiasme dan semanagat anak muda untuk membuat film terbiang tinggi. Sekalipun masih berada di situasi pandemi. Alif Immanullah selaku Direktur Festival berharap dengan adanya MAFI Fest di tahun 2022 bisa memberikan ajang apresiasi akan film indie pelajar dan mahasiswa di seluruh Indonesia. “Semoga dengan hadirnya MAFI dapat memompa semangat sineas muda untuk berkarya. Tidak hanya membuat film tapi juga dapat didistribusi, tereksibisi, dan terapresiasi,” tandasnya. (*/wil)
Mahasiswa UMM Raih Juara Nasional berkat Rancangan Sistem Listrik Solar Cell

Nama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali harum di tingkat nasional. Kali ini, Ahmad Basil Fajri Waliyuddin, mahasiswa Prodi Teknik Elektro UMM ini berhasil menyabet juara tiga di ajang Engineering Renewable Design Competitions. Adapun lomba ini diselenggarakan oleh PT. Wijaya Karya (Persero) tbk. (WIKA) pada akhir Februari lalu secara daring. Menariknya, perlombaan ini juga masuk dalam program merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) Gerakan Inisiatif Listrik Tenaga Surya (Geriliya) dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Ahmad Basil menjelaskan bahwa ia dan tim mendesain sistem listrik yang diberi nama “Majalengka Factory On-Grid Solar Project 4,51 MWp”. Adapun hasil garapannya tersebut menjelaskan desain aliran listrik dari panel surya ke PLN. Begitupun dengan susunan sistem di bidang serupa. Selama perlombaan, ada beberapa hal yang harus diselesaikan oleh Basik dan tim. Pertama, yakni mempersiapkan desain sistem yang menggunakan aplikasi Helioskop untuk mensimulasikan sistem listrik dari panel menuju PLN. Selanjutnya desain diagram yang menggambarkan garis listrik dari panel surya ke output. Begitupun dengan inteconnections diagram yang menggambarkan sambungan menggunakan delapan inverter terhubung dari ratusan panel ke PLN melalui travo. Apalagi mengingat dengan tegangan listrik menengah. “Masih ada general layout dan struktur desain sebagai aspek yang harus dipenuhi. Semua aspek ini kami garap dengan ide yang kami rancang. Tidak ada batasan inovasi yang ditetap dari pihak penyelenggara,” ucapnya. Menurutnya, perlombaan ini turut membantu PT. Wijaya Karya (WIKA) dalam memenuhi kebutuhan solar sistem on grid. Adapun selama perlombaan, Basil tidak sendirian. Ia ditemani dengan Lendy Aditya Angga Permana (Universitas Andalas) dan Nadya Chairunisa (Universitas Diponogoro) yang sebelumnya tergabung dalam satu kelompok MBKM Geriliya ini. “Mungkin salah satu kendala yang kami hadapi adalah pengetahun teknis yang selama ini tidak kami pelajari di kelas. Jadi mau tidak mau harus mencari sendiri dan memahaminya dari beragam literatur maupun praktisi. Ajang ini juga membuka mata saya bahwa masih ada banyak hal yang harus saya pelajari,” imbuhnya. Mahasiwa asal Balikpapan, Kalimantan Timur ini berharap bisa terus mengembangkan diri. Selain itu juga memperbaiki kekurangan-kekurangan yang selama ini ia rasakan. Begitupun dengan pengalaman mengikuti kompetisi yang bisa dimanfaatkan untuk beradaptasi di dunia kerja nanti. “Saya juga ingin agar energi baru terbarukan bisa berkembang pesat di Indonesia, sehingga lingkungan dan bumi bisa tetap terjaga,” pungkasnya. (haq/wil)
Puluhan Mahasiswa Psikologi UMM Ikuti Transfer Kredit Asia University Taiwan

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berupaya meningkatkan keilmuan dan kapasitas mahasiswanya, baik itu melalui pengalaman nasional maupun internasional. Kali ini 93 mahasiswa Psikologi Kampus Putih mengikuti program transfer kredit di Asia University, Taiwan. Adapun program tersebut merupakan hasil kerja sama Fakultas Psikologi UMM dengan Asia University dan dilaksanakan secara daring selama satu semester sejak akhir Februari lalu. Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi, P.hD. selaku Dekan Psikologi UMM menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk menambah pengalaman internasional bagi mahasiwa. Selain itu juga menjadi bentuk internasionalisasi program serta meningkatkan peringkat baik secara kognisi maupun kompetisi. “Kesempatan seperti ini perlu dimaksimalkan oleh para peserta karena akna memberikan banyak pengalaman dan input baru bagi pengalaman dan proses pembelajarannya,” tegasnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa mahasiwa yang mengikuti program ini mendapatkan kesempatan untuk berkuliah dalam dua kelas di Asia University, Taiwan. Dua kelas yang dimaksud akan mengajarkan Mental Health Community Class yang membahas mengenai penanganan suatu komunitas dan Financial Behavior Class yang mengkaji bagaimana cara perilaku ekonomi manusia. Menariknya, kedua mata kuliah tersebut adalah hal yang baru untuk dipelajari. Menurutnya, ada beberapa perbedaan metode pembelajaran yang akan dirasakan oleh peserta. Misalnya saja keharusan mahasiswa untuk menuangkan ilmu dan pengakaman dari materi ke dalam dirinya. “Meski harus beradaptasi, namun metode yang diberlakukan dirasa cukup mudah dipahami bagi sebagian besar mahasiswa,” tuturnya menambahkan. Salis, sapaan akrabnya kembali mengungkapkan bahwa program ini sebenarnya sudah berjalan sejak 2019 lalu. Bahkan pada tahun ini, program ini dilaksanakan secara luring dan mengirim langsung para mahasiswa ke Taiwan. Namun sempat berhenti akibat Covid-19 dan kembali berjalan pada pertengahn tahun 2020 secara daring. “Menurut laporan, salah satu kendala yang dihadapi oleh peserta adalah sulitnya memahami bahasa inggris yang beraksen Taiwan dari para dosen dan mahasiswa Asia University. Namun seiring berjalannya waktu, kendala itu dirasa bisa dihadapi oleh para peserta,” ungkapnya. Dosen asli Madiun ini berharap animo mahasiswa akan program internasional semakin meningkat berkat adanya terobosan ini. Di samping itu juga mampu menarik mahasiswa asing untuk datang ke UMM sehingga mendorong daya tarik kelas internasional Psikologi UMM bagi warga asing. (wil)
UMM Tanam Pohon dan Buka Jalan Warga di Pujon Hill

Mengirimkan Muhammadiyah University Rider (MuRid) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Adventure Club, Kampus Putih berupaya membuka jalan akses warga di Pujon Hill UMM, pada Kamis (3/3) lalu. Selain itu, mereka juga menanam bibit-bibit pohon untuk menghijaukan kawasan yang merupakan hibah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia untuk Kampus Putih tersebut. Pengelola Pujon Hill UMM Tatag Muttaqin, S.Hut. M.Sc. menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan kewajiban dan mengembangkan beberapa hal sejak dipercaya oleh KLHK. Mulai dari mengatur tata batas kawasan, membangun sarana prasarana hingga membuat dan membuka jalur pemeriksaan. Terbaru, pihaknya telah membangun beberapa pos fungsional yang bisa digunakan. Di samping itu juga melakukan rehabilitasi dalam rangka menjaga hutan sehingga dapat memberikan manfaat pada masyarakat sekitar. Tidak hanya efek positif langsung tapi juga tidak langsung seperti menghindari bencana longsor. “Jadi, hari ini memang menjadi salah satu rangkaian kegiatan rehabilitasi dan pembukaan jalan untuk masyarakat sehingga mereka bisa lebih muda mengakses dan mendapatkan manfaat lebih,” tambahnya. Tatag, panggilan akrabnya melanjutkan bahwa baru-baru ini mereka juga mendapatkan empat program dari pemerintah. Usaha pelestarian sumber daya alam salah satunya. Adapula bantuan dua unit dam penahan yang bisa dimanfaatkan. “Ke depan kami juga akan membangun pusat keunggulan minyak atsiri di kawasan ini. Pun dengan kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilaksanakan oleh para mahasiswa serta dosen. Sejauh ini masyarakat juga merasa senang dengan kehadiran UMM dalam merawat dan mengelola kawasan ini,” imbuhnya. Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengungkapkan bahwa Pujon Hill UMM ini memang didesain sebagai laboratorium terapan bagi Fakultas pertanian dan peternakan. Di kawasan tersebut nantinya juga akan dibangun sebuah agrokomplek yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai jurusan. Sementara untuk jangka panjang, Fauzan juga mengatakan bahwa rencananya UMM akan membangun agrotechopark sehingga makin memberikan manfaat bagi warga daerah Pujon Hill. “Tentu rencana ini selalu berorientasi kebaikan bagi sivitas akademika Kampus Putih maupun masyarakat sekitar. Dengan begitu, mahasiswa dan dosen dapat berinovasi mengembangkan kawasan yang cukup luas ini, sekaligus menggerakkan ekonomi warga. Tentu masih banyak hal yang perlu dipersiapkan dan butuh waktu panjang untuk membangun agrotechnopark ini,” tuturnya mengakhiri. (wil)
Lukman, Mahasiswa UMM yang Sukses Sabet Juara Badminton Jatim

Nama Universitas Muhammadiyah Malang kembali harum. Kali ini Lukman Inggrit Arinusa, mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menyabet juara 2 ganda putra dalam ajang lomba Badminton tingkat Jawa Timur. Adapun Kejuaraan Bulutangkis tersebut diadakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan dilaksanakan secara luring di GOR Badminton Sumekar Madura, Sumenep. Lukman, sapaan akrabnya menceritakan bahwa ia menjadi perwakilan daerah Kabupaten Sumenep pada perlombaan tersebut. Di lapangan, Ia ditemani dan dipasangkan dengan Krisna Yudhistira untuk berjuang memenangkan piala. Adapun kompetisi badminton itu dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun HUT Kabupaten Sumenep yang ke 752. Lebih lanjut Lukman bercerita bahwa ia telah menaruh minat pada badminton sejak Sekolah Dasar (SD). Ia tertarik semenjak sang ayah mengajarinya olahraga ini setiap minggu. Sejak saat itulah prestasi demi prestasi berhasil dimenangkan. Mulai tingkat daerah hingga level nasional. Salah satu prestasi bergengsi yang ia capai yakni perolehan juara 1 pada ajang Vios Open 2017. Saat itu ia masih menimba ilmu di SMA Ragunan Jakarta Selatan. “Saya tertarik badminton sejak SD dan sudah seringkali gonta ganti ikut klub. Bangku SMA adalah masa di mana saya mendapatkan banyak sekali piala. Apalagi SMA saya memang fokus pada olahraga. Yonex open juga menjadi kompetisi yang sempat saya taklukkan,” ucapnya. Menurut pengakuan Lukman, tidak ada waktu khusus untuk berlatih. Hal itu karenan memang ia berlatih setiap minggu, baik ada lomba maupun tidak. Ia juga selalu optimis dapat memenangkan kejuaraan tersebut, bahkan sebelum turun dan bertanding. Ia berpegang teguh dengan ucapan bahwa tak ada usaha yang mengkhianati hasil. Terakhir, mahasiswa asli Sumenep ini berharap raihannya ini bisa memacunya untuk segera menyelesaikan kuliah. Ia juga berharap kampus bisa terus meningkatkan fasilitas dan dukungan bagi mahasiswa yang memiliki potensi. “Semoga kemenangan ini dapat menular ke mahasiswa-mahasiswa UMM lain dan mampi membanggakan nama UMM,” pungkasnya. (haq/wil)
Ajak Berkarya, UMM Beri Kelas Influencer dan Menulis Siswa SMA

Berangkat dengan Mobil Kamis Membaca (KaCa), Tim Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dorong kreativitas siswa SMAN 1 Porong, Sidoarjo lewat kelas menulis dan kelas influencer. Ada sekitar 300 siswa dan siswi kelas 12 yang turut meramaikan dua kelas yang dilangsungkan pada Jumat (4/3) lalu ini secara luring. Influencer Tiktok yang menjadi salah satu pemateri, Nixon Farrel Mahatma mengatakan bahwa antusiasme peserta yang hadir cukup tinggi. Sebagian besar mengikuti dan memperhatikan seluruh materi terkait bagaimana menyusun dan membuat konten di media sosial, khususnya TikTok. “Teman-teman terlihat senang dan tertarik saat saya menyampaikan langkah-langkah membuat konten yang bagus. Selain itu juga bagaimana cara menyusun video yang dapat disukai oleh banyak penonton,” tambahnya. Dalam kesempatan itu pula, Nixon, panggilan akrabnya membocorkan kiat agar konten dapat masuk ke For Your Page (FYP) TikTok. Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah memahami audience. Ketika sudah paham dan tahu apa yang penonton sukai, maka penyusunan konten juga akan lebih mudah. Pun dengan usaha untuk dapat mengikuti tren yang ada. Sehingga konten yang disiapkan tidak ketinggalan zaman. “Hal yang tak kalah penting yaitu memahami cara kerja algoritma masing-masing media sosial. Kapan harus upload, kapan harus membuat konten ini, kapan harus menyusun konten itu. Semua tergantung bagaimana algoritma berjalan,” imbuhnya. Di sisi lain, Hassanalwildan Ahmad Zain, pemateri di kelas menulis memaparkan bagaimana cara membuat tulisan yang menarik. Khususnya karya-karya kreatif seperti cerita pendek maupun novel. Menurutnya, dalam penyampaian cerita, penulis lebih baik tidak langsung memberi tahu. Namun penulis lebih baik dapat menggambarkan suasana, perasaan atau kondisi sekitar. “Dengan begitu, cerita yang ditulis juga dapat memengaruhi emosi pembaca dan terkesan lebih menarik. Cerita juga lebih bagus kalau dimulai dari tengah, memberi kesan penasaran sehingga para pembaca bisa lebih betah,” ungkapnya. Wildan, panggilan akrabnya juga mendorong siswa untuk berani dan segera mulai menulis. Sekalipun tulisan pertama yng dibuat masih jelek dan acak-acakan. Karena menurutnya, berawal dari tulisan yang berantakan itulah lahir sederet para penulis handal yang kini telah terkenal. Sementara itu, salah satu siswa Febrian Bagus menilai bahwa kegiatan kelas kreatif ini sungguh menarik. Banyak pengalaman baru yang bisa diperoleh. Terutama bagi teman-teman yang menyukai perkembangan media sosial dan menulis kreatif. “Di akhir agenda, kami juga mendapat kesempatan untuk mengenal diri kami masing-masing melalui tes minat bakat. Dari situ, kami dapat menemukan kelebihan dan potensi yang bisa dikembangkan di kemudian hari,” tuturnya mengakhiri. (wil)
Zain, Mahasiswa UMM Peraih Penghargaan Internasional IYS

Angkat isu ketimpangan sosial akibat kebijakan publik di wilayah Indonesia timur, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menjadi juara satu dalam konferensi internasional. Raihan juara satu kategori The Best Grup Project tersebut didapatkan oleh Muhammad Al Qadar Zain pada perlombaan Istanbul Youth Summit 2022. Konferensi yang diadakan oleh Youth Break Boundaries (YBB) tersebut diselenggarakan selama tiga hari bulan Februari lalu. Zain, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa projek yang ia bawa bersama tim berasal dari kejadian-kejadian nyata di wilayah Indonesia timur. Prasarana yang timpang serta kebijakan yang berbeda antara wilayah membuat daerah tertinggal kesusahan untuk mendapat akses pelayanan sosial dan kesehatan. “Salah satu kasus yang pernah terjadi di wilayah Bima adalah kasus melahirkan di kapal. Jarak rumah sakit yang jauh dan tidak adanya panggilan darurat seperti 911 membuat pasangan suami istri ini harus melahirkan di kapal kecil ketika perjalanan menyebrangi pulau menuju rumah sakit terdekat,” terang Mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) tersebut. Oleh karenanya, Tim Zain mengadakan webinar dan pembuatan aplikasi 911 di wilayah Indonesia timur. Ada beberapa agenda webinar yang sudah dilaksanakan sebelum konferensi internasional di Turki berlangsung. Mulai dari webinar penanganan kasus kekerasan sosial, pengembangan kualitas pendidikan, inovasi pelayanan publik, dan pengembangan harga pangan. “Penyelenggaraan webinar ini mengambil tema-tema khusus yang masih menjadi permasalahan di wilayah Indonesia timur. Pembicaranya pun kami ambil dari orang-orang yang kredibel di bidangnya seperti Gresika Sylvana auditor kementrian keuangan RI, Andira Batara komite anti kekerasan seksual UNHAS, Gabriella Rosa Theofani penerima beasiswa dari universitas Jepang, dan Budimansyah Nasution aktivis teknologi pangan,” ungkap mahasiswa asal Bima tersebut. Terkait raihan juara satu yang ia dapatkan di Istanbul Youth summit 2022, Zain mengaku sangat bersyukur capaian tersebut. Perjalanannya untuk bisa sampai di konferensi internasional itu sangat berat. Hal ini terjadi karena ia harus membiayai kebutuhannya sendiri untuk pergi ke Turki. “Saya mengambil banyak jadwal mengajar pramuka di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Malang. Saya juga kerja part time di beberapa kafe untuk membiayai keberangkatan serta kehidupan saya selama berada di Turki,” kata Zain. Lebih lanjut Zain mengatakan bahwa raihan juara satu ini merupakan awal peningkatan kebijakan publik yang akan dialami oleh wilayah Indonesia timur. Ke depannya, ia berharap akan ada banyak perubahan positif bagi wilayah-wilayah yang tertinggal di Indonesia. “Program yang akan kami jalankan tidak berhenti sampai pagelaran Istanbul Youth summit 2022 saja, tetapi kami akan mengembangkan program lain seperti pembuatan aplikasi 911 di sana. Saya berharap agar ke depannya, pemerintah dan masyarakat juga turut membantu terlaksananya berbagai program positif ini,” pungkasnya. (syi/wil)
BEM UMM Serukan Kampanye Jaga Lingkungan di Pantai Teluk Asmara

Merayakan hari sampah yang jatuh pada bulan Februari lalu bisa diekspresikan dengan banyak hal. Salah satunya mengkampanyekan kebersihan dan pemungutan sampah. Hal serupa juga dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan memasang berbagai tanda serta memungut sampah di Pantai Teluk Asmara akhir Februari lalu. Dengan slogan “Peran Kolaborasi Masyarakat Dalam Menjaga Ekologi Demi Mewujudkan Indonesia Bebas Sampah” BEM UMM mengajak pengunjung untuk menjaga kebersihan dan juga memanfaatkan sampah menjadi hal yang berguna. Ketua pelaksana Faridatuz Zakiyah menuturkan sebelum turun melakukan agenda pungut sampah, BEM UMM telah menyelenggarakan livestreaming yang mengundang komunitas lingkungan Ekanto serta duta lingkungan Joko Roro Kabupaten Malang. “Jadi kami juga memberikan pemahaman dan pengertian pada anak muda pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan sampah,” tambahnya. Di pantai Teluk Asmara, pihaknya telah bekerja sama dengan pengelola dalam menyediakan tempat sampah baru yang memiliki beberapa ruang tipe sampah. Menariknya, para pengunjung yang melihat adanya agenda pungut sampah juga turut serta meramaikannya. Adapun tujuan agenda ini adalah untuk menyadarkan masyarakat Indonesia, khususnya anak muda agar memiliki kemauan untuk turut andil dalam menjaga lingkungan. Selain itu juga memberikan pemahaman bahwa sampah juga bisa diubah menjadi barang bernilai tinggi. “Sebagian sampah yang biasa kita buang pada dasarnya bisa kita manfaatkan kembali. Sampah organik bisa dijadikan sebagai pupuk untuk menyuburkan tanah dan membantu pertumbuhan tanaman. Sementara sampah-sampah anorganik seperti plastik juga bisa digunakan untuk bahan kerajinan sehingga bisa dijual ke masyarakat kembali,” tutur mahasiswa asli Ngajum, Malang tersebut. Ada lebih dari 20 tempat sampah dan belasan papan tulisan yang juga disediakan oleh BEM UMM di pantai Teluk Asmara. Farida, panggilan akrabnya berharap dengan adanya lebih banyak tempat sampah, para pengunjung tidak lagi kesusahan ketika ingin membuah sesuatu. Dengan begitu, sampah yang berserakan juga berkurang sehingga keindahan pantai bisa terlihat dengan lebih baik. “Alhamdulillah, pihak pengelola dan pengunjung sangat mengapresiasi kegiatan yang kami lakukan ini. Mereka juga terlihat tertarik untuk mengkampanyekan pentingnya menjaga lingkungan, terutama mereka yang masih muda. Kalau bukan generasi muda yang melakukan, siapa lagi? Nantinya kami juga akna meneruskan rangkaian ini dengan mengedukasi masyarakat terkait bagaimana memanfaatkan sampah mnejadi sebuah produk yang menarik,” imbuhnya mengakhiri. (*?wil)