Mahasiswa UMM Sabet Juara Nasional Berkat Ide Aplikasi Rehabilitasi Diabetes Militus

Dalam mengembangkan kapasistas, lingkungan yang kompetitif membentuk mental dan kelimuan yang baik bagi mahasiswa.Hingga akhrinya emncetuskan ide yang menarik untuk dipaahami. Salah satunya yakni gagasan yang dimiliki oleh Ragil Efendi dan Muhammad Nur Cahyo Efendi Firdaus, mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan Fakultas Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tergabung dalam satu tim, keduanya mampu meraih juara 3 lomba essay nasional. Adapun lomba ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKES Panrita Husada Bulukumba (PHB) pada akhir Februari lalu. Ragil Efendi selaku perwakilan kelompok menjelaskan bahwa gagasan mereka berawal dari semakin tingginya angka pasien diabetes militus. Apalagi melihat rentang waktu penyembuhan yang cukup panjang. Disampaikan Ragil, diabetes militus ini pada dasarnya disebabkan oleh pola hidup yang tidak teratur serta manajemen stres yang minim. Maka, ia dan rekannya akhirnya menuliskan gagasan untuk menciptakan aplikasi rehabilitas diabetes militus. “Selain untuk menekan angka penderita penyakit ini, aplikasi buatan kami juga berusaha untuk mencegah orang-orang terkena dan mengidap diabetes,” tambahnya menjelaskan. Ragil, sapaan akrabnya kembali menuturkan bahwa aplikasi gagasannya ini nantinya akan dilengkapi dengan beragam fitur bermanfaat. Misalnya saja fitur Edukasi yang akan memberikan pemahaman dan pengetahuan seperti gejala dan penanganannya. Adapula fitur Aktivitasku yang menyarankan aktivitas olahraga guna mengurangi kadar gula dalam rubuh. Kemudian ada juga fitur Minum Obatku yang mengingatkan pengguna kapan waktu untuk meminum obat. “Terakhir, yakni fitur Konsultasi yang memberikan pelayanan bagi pengguna jika ingin berkonsultasi dan mendapatk rekomendasi dari dokter atau ahli gizi terdekat,” tuturnya menjelaskan. Selama penyusunan, ia mengungkapkan bahwa kekompakan tim cukup sulit dipertahankan. Ia memiliki opini dan gagasan sendiri, sementara rekannya juga memiliki ide yang berbeda. Beruntung, keduanya mampu menahan ego masing-masing dan mampu menjadikannya sebuah gagasan menarik. Kurangnya referensi dan pemahaman pembuatan aplikasi juga emnjadi kendala tersendiri bagi keduanya. Mahasiswa asli Dampit, Kabupaten Malang ini berharap ia bisa menelurkan ide dan karya yang lain. Bukan hanya karya yang beranfaat bagi dirinya saja, tapi juga mampu menebarkan manfaat di tengah masyarakat. ia juga tidak menutup pintu untuk belajar dan mengembangkan potensi terbaiknya di masa depan. “Saya tentu ingin sekali merealisasikan aplikasi ini dengan belajar coding dan alat pembuat aplikasi lainnya. Semoga bisa menjadi titik terang bagi para penderita diabetes,” pungkasnya. (haq/wil)

FISIP UMM Soroti Perubahan Realita dalam Fenomena Media Sosial

Teknologi informasi kini tak lagi jadi sekedar alat, namun teknologi juga turut andil dalam pergeseran realitas sosial di masyarakat. Dalam mendiskusikan isu ini, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelar webinar bertajuk Digital Literation Through Film and Social Media pada akhir Februari lalu. Agenda ini menghadirkan dua pemateri menarik yakni Novin Farid Setyo Wibowo, M.Si, pakar film UMM dan Moch Fuad Nasvian, S.I.Kom., M.I.Kom, seorang social media enthusiast. Film dan media sosial di era modern menjadi bahasan yang dikaji. Utamanya karena adanya transformasi keduanya. Novin sapaan akrabnya menyebutkan bahwa serial web series Layangan Putus berhasil merubah persepsi realita masyarakat. Aksi dramatisasi yang dikemas dalam tayangan audio visual berhasil mengonstruksi realita di masyarakat. “Ini menjadi sebuah bukti bahwa film atau tayangan audio visual dalam kapasitasnya tak hanya sekedar mampu mempengaruhi sikap tapi juga mengubah pola pikir masyarakat. Dimana-mana it’s my dream not hers menjadi booming. Sejatinya film salah satu media yang memiliki kuasa untuk mengubahi realita di masyarakat,” tutur Novin. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa film dapat merepresentasikan maupun merefleksikan kehidupan sosial. Di samping itu, pesan yang disampaikan dalam film mampu mempengaruhi perilaku seseorang yang pada akhirnya akan menciptakan realitas baru. Novin juga menyampaikan bahwa film juga dapat berfungsi sebagai media propaganda dan penyebaran ideologi. Dengan fungsinya yang semakin berkembang ini, selain memberikan dampak kognitif dan afektif, film juga berdampak secara konatif yang merujuk pada perilaku nyata atau memberikan perubahan sikap terhadap penontonnya.  “Film merupakan realitas lain dari realitas yang sesungguhnya. Menariknya dalam teori kultivasi disebutkan bahwa manusia yang selalu menonton tayangan tertentu dengan waktu yang lama maka akan memiliki sebuah pemahaman bahwa dunia di sekelilingnya seperti yang ditayangkan di televisi atau tontonan yang dilihat tersebut ,” tutur Novin. Pada kesempatan yang sama Fuad Nasvian memaparkan terkait media sosial. Menurutnya, tranformasi digital yang semakin canggih memberikan pengaruh pada generasi saat ini yang menjadi penikmat. Khususnya bagi generasi Z atau zilenial yang terpapar dalam menghadapi era liberasi digital melalui media sosial. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kehadiran revolusi industri 4.0 dan perkembangan teknologi memiliki peran dalam mengubah kondisi saat ini. Generasi zaman sekarang punya akses untuk belajar apapun hanya melalui gawainya. Namun ia mengingatkan, kemajuan tersebut juga tidak selalu berarti baik bagi masyarakat. Terdapat banyak juga hal-hal negatif yang bisa diakses dengan mudah melalui gawai tersebut. “Pada akhirnya semua kembali ke sikap dan pilihan kita masing-masing. Kita bisa memanfaatkannya untuk berkarya dan menghasilkan karya yang besar. Atau malah kita yang akan dihancurkan oleh teknologi,” tegas Fuad. (haq/wil)

Mahasiswa UMM Ini Juara Essay Nasional berkat Ide Tabir Surya Herbal

Tidak banyak ide yang mampu direalisasikan dan berhasil diapresiasi sebagai juara. Salah satu ide yang sukses mendapatkan penghargaan ialah miliki ini Nia Yuniar Fitriana Putri, Mahasiswa Prodi Farmasi Fakultas Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia berhasil meraih juara dua essay nasional dalam kategori herbal kosmetik. Adapun Nia mendapatkan kemenangan itu dalam ajang Festival Pharmacy yang diadakan oleh Universitas Setia Budi pada bulan Februari ini. Nia, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa ia mengangkat judul “Kombinasi Ekstrak Daun Kemangi dan Buah Tomat sebagai Tabir Surya” berawal dari keinginannya mendalami lebih jauh terkait khasia dua bahan itu. Utamanya dalam melindungi kulit dari sinar UV. Selain itu, jumlah pengidap kanker kulit yang terus bertambah karena sering terkena sinar UV secara langsung juga menjadi bahan bakarnya untuk menyetuskan ide tersebut. Nia menuturkan bahwa dalam daun kemangi terdapat kandungan senyawa flavonoid yang memiliki zat antioksidan. Sementara tomat memiliki kandungan likopen, yang juga mengandung zat antioksidan. Zat ini terbukti dapat melindungi kulit dari sinar UV serta mampu membuat kulit menjadi lebih sehat. “Jika zat likopen dan flavonoid ini dikombinasikan, tentu akan menghasilkan zat antioksidan tinggi yang mampu melindungi kulit kita,”ungkapnya. Mahasiswa angkatan 2020 ini kembali mengatakan bahwa ada kendala yang ia rasakan selama penyusunan essay. Salah satunya, jarangnya jurnal yang membahas terkait pemanfaatan daun kemangi dan tomat. Tetapi untunganya, selama penulisan essay ia banyak dibantu oleh kakak tingkat yang tergabung dalam grup belajar Hipotalamus. “Grup belajar ini sungguh memberikan pengaruh banyak dan bantuan selama saya menysun essay ini. Beragam diskusi dan masukan diberikan sehingga saya bisa mendapat banyak perspektif. Mengambil hal-hal yang bisa digunakan dalam essay agar apa yang saya tulis menjadi lebih kaya. Sehingga dapat ebsaing memperebutkan juara di lomba,” ungkap perempuan asli Jombang tersebut. Terakhir, ia berharap kedepannya gagasan yang ia cetuskan ini bisa terealisasikan. Juga bisa dilanjutkan pada tahap penelitian lebih lanjut dengan penambahan-penambahan yang dibutuhkan. Selain itu, tabir surya ini bisa menjadi solusi produk kosmetik yang lebih sehat dengan bahan herbal dan bisa menggantikan kosmetik dari bahan sintetis. “Tentunya jika ini berhasil direalisasikan, semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat dalam melindungi kulit, sehingga mengurangi pengidap kanker kulit,” ucapnya. (haq/wil)

Mahasiswa Ikom UMM Menangi Festival Film Dokumenter Nasional

Prestasi demi prestasi silih berganti diraih oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini, tiga mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi yang tergabung dalam tim produksi film dokumenter meraih predikat juara dua. Capaian itu diraih di ajang Festival Dokumenter yang digelar Universitas Budi Luhur, Jakarta, Minggu (20/2) lalu. Muhammad Hudan Nur Ibad (sutradara), Farhan Rifqi Zain (Director of Photography) dan Ilham Aditiya (Editor) adalah tiga nama yang mencetak prestasi tersebut. Mereka membentuk kelompok yang diberi nama Alecta Pictures untuk menyelesaikan Tugas Akhir Karya sebagai syarat lulus Sarjana Komunikasi UMM. Di bawah bimbingan dosen Nasrullah, ketiga mahasiswa ini berhasil lulus setelah karyanya diuji bulan lalu. Uniknya, karya mahasiswa tersebut merupakan film dokumenter tentang perjalanan hidup dan idealisme seniman kota Malang, Kadir Sugiarto, yang juga alumni Komunikasi UMM. Kadir memiliki nama panggung sebagai Ugik Arbanat. Dengan judul “Gesekan Arbanat Ugik untuk Anak Indonesia”, film ini menceritakan bagaimana Ugik menjawab keresahan masyarakat yang mulai meninggalkan lagu anak-anak. Film itu mengisahkan bagaimana Ugik dengan idealismenya terus melatih anak-anak bermusik. Tanpa kenal Lelah, dia berkeliling dari sekolah ke sekolah, dari komunitas ke komunitas. Dia pun meciptakan lagu-lagu bernuansa kebangsaan yang sesuai dengan irama anak-anak. Lagu Indonesia, misalnya, menggambarkan bagaimana anak-anak Indonesia mencintai keindahan alam dan budaya Nusantara ini. Farhan mengaku senang filmnya masuk kategori terbaik. Sejak masuk sepuluh besar, dia dan teman-temannya selalu mengabarkan kepada pembimbing jika filmnya ikut festival dan masuk nominasi. “Sebenarnya kami tidak menargetkan juara. Yang penting film kami dapat menginspirasi dan lebih mengenalkan seniman besar seperti Cak Ugik ini ke kancah nasional,” kata Farhan. Proses produksi film dokumenter ini mengalami berbagai hambatan. Beberapa kali pengambilan gambar dan editing harus diulang karena pembimbing meminta menyesuaikan dengan story line yang telah dibuat. “Ruh film yang terletak pada idealisme Ugik harus ditonjolkan, itu yang membuat kami kesulitan menerjemahkan saran pembimbing kami,” aku Hudan. Sebagai pembimbing, Nasrullah juga mengaku terus memotivasi anak didiknya untuk segera menyelesaikan karya yang disusun. “Saya kenal Ugik karena dia teman kuliah seangkatan. Dia itu iconic, khas, dan sangat idealis. Sayang kalau difilmkan sembarangan,” ungkap kepala prodi Komunikasi UMM ini. Makanya, selain membimbing, Nasrullah juga merasa terlibat secara emosional untuk keberhasilan film ini. Berbagai upaya dilakukannya, termasuk melibatkan pembimbing dan penguji praktisi film Arfan Adhi Prasetyo. “Ini karya monumental, jadi harus bagus. Mahasiswa harus menghayati proses kreatifnya secara sungguh-sungguh agar kelak ketika mereka bekerja pengalaman ini akan terus melekat dan membanggakan,” tuturnya. Tugas Akhir Karya memang menjadi salah satu alternatif pilihan mahasiswa Komunikasi UMM selain Skripsi. Pembuatan Film Dokumenter menjadi pilihan bagi mahasiswa yang terutama memilih peminatan Komunikasi Audio Visual. Meski demikian, peminat Jurnalistik maupun Public Relations juga bisa mengambil Tugas Akhir Karya ini. Pada dasarnya mahasiswa bisa memilih cara lulus sesuai dengan passionnya. Selain Film Dokumenter, mahasiswa juga bisa membuat karya lain baik yang bersifat project kreatif maupun berbasis client. Seperti manajemen media online, special event, creative business plan, termasuk juga artikel ilmiah yang tembus jurnal terakreditasi. (*/wil)

Mahasiswa UMM Ini Menangi Penghargaan di Istanbul Youth Summit

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali harumkan nama kampus di kancah internasional. Maftuh Ikhsan Nanda Kurniawan, Mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) tersebut berhasil meraih juara tiga The best project Grup Project setelah mempresentasikan projek perbaikan pendidikan melalui aplikasi pada Konferensi Internasional Istanbul Youth Summit 2022. Konferensi yang diselenggarakan oleh Yayasan Youth Break the Boundaries (YBB) tersebut berlangsung selama tiga hari mulai dari tanggal 14  – 17 Februari lalu. Nanda, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa aplikasi pendidikan yang ia kembangkan bersama tim ini diberi nama eduteers.id. Tujuan utama dari aplikasi ini adalah untuk mengurangi ketimpangan pendidikan yang ada di Indonesia dengan tagline Connecting the Gap. Adapun aplikasi ini dikembangkan dengan model pembelajaran fun learning yang berisi kuis dan video animasi sehingga akan menarik minat para siswa untuk belajar. “Kami tidak hanya membuat versi aplikasi tetapi juga versi website juga. Selain berguna untuk proses belajar mengajar, aplikasi dan website dari eduteers.id ini akan difungsikan untuk mendistribusikan para volunteer pendidikan ke daerah terbelakang, terpencil, dan tertinggal yang ada di Indonesia,” ungkap mahasiswa asal Lamongan tersebut. Lebih lanjut, Nanda menjelaskan bahwa saat mempresentasikan projek ini di Konferensi Internasional Istanbul Youth Summit 2022, ia bersama tim telah bekerja sama dengan Sekolah NKRI di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1 Medan untuk uji coba aplikasi. Pemilihan sekolah NKRI sebagai tempat uji coba dikarenakan Nanda dan tim ingin memberikan pendidikan formal yang setara kepada anak-anak di dalam penjara. “Akses pendidikan yang anak-anak tersebut peroleh setelah masuk penjara sangatlah kurang. Masuknya eduteers.id ke lingkungan mereka juga sebagai upaya memutus ketimpangan pendidikan di Indonesia. Sehingga semua anak dapat memiliki kesempatan belajar hal yang sama,” kata Nanda. Mengenai raihan prestasi yang ia dapatkan, Anak pertama dari dua bersaudara itu mengaku sangat bersyukur dapat bersaing di kancah internasional dan mendapat penghargaan. Utamanya dalam rangka mengharumkan nama kampus serta membanggakan orang tua. Bantuan dan dukungan dari pihak kampus juga sangat membantunya selama di Turki. “Saat ini aplikasi maupun website eduteers.id masih dalam tahap pengembangan. Saya berharap ke depannya akan banyak pihak yang membantu kami dalam proses pengembangan eduteers.id tersebut. Untuk teman-teman lain, semoga dapat menjadi inspirasi untuk tetap produktif serta menebar manfaat kepada masyarakat di tengah pandemi,” pungkasnya. (syi/wil)

Dosen UMM Ini Beri Kiat Hindari Investasi Bodong

Kegiatan investasi kini sedang marak dan banyak dilakukan oleh masyarakat. Sayangnya, sebagian besar dari mereka tidak memiliki literasi dan pengetahuan mendalam terkait investasi sehingga mudah terjebak investasi bodong. Melihat realita itu, Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Venus Kusumawardana, S.E., MM. tergerak untuk memberikan kiat agar masyarakat bisa menghindari hal tersebut. Venus, panggilan akrabnya menjelaskan bahwa ada dua hal hal yang perlu diperhatikan dalam memilih investasi aman serta menguntungkan. Hal pertama adalah logis, yakni bagaimana kita bisa berpikir logis terkait return maupun cara mekanisme investasinya. Kemudian yang kedua adalah legal, yaitu melihat bagaimana status perizinan perusahaan investasi yang menawarkan. Apakah perusahaan itu sudah mendapat izin dari otoritas yang menaunginya, baik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). “Dua hal ini menjadi penting karena akan menentukan seberapa aman investasi yang kita lakukan. Jangan-jangan perusahaan yang menawarkan berjalan dengan illegal. Selain itu, seringkali para investor baru berharap investasinya bisa mendapatkan return tinggi dalam waktu yang singkat. Memang mungkin, tapi risikonya juga tinggi. Sebaliknya, jika returnya rendah, biasanya risikonya juga rendah,” ujarnya menuturkan. Lebih lanjut, dosen asli Situbondo ini mengatakan bahwa ada cara mudah untuk mengenali investasi bodong. Kebanyakan dari mereka akan memberikan embel-embel keuntungan yang tinggi serta menekankan untuk mencari kawan downline. Selain itu, testimoni-testimoni yang diberikan juga dikenalkan oleh figur publik untuk meningkatkan daya tarik. Janji kemudahan untuk menarik kembali aset yang diinvestasikan juga sering menjadi alat untuk menggaet investor baru. Meski begitu, ada beberapa kiat yang juga Venus bagikan agar tidak terjerat jenis penipuan ini. Pertama yakni dengan berhati-hati apabila ada penawaran investasi yang mengiming-imingi keuntungan dan janji imbal hasil tinggi di atas rata-rata pasar dalam jangka waktu yang singkat. Kedua, masyarakat diharapkan tidak mudah termakan bujuk rayu penjual yang memaksa untuk membeli, sekalipun ia adalah kerabat atau teman. Ketiga, perusahaan investasi tipuan biasanya akan menunjukkan profil perusahaan yang tampak profesional dengan harapan masyarakat bisa yakin akan kredibilitasnya. “Namun jika dilihat lebih seksama, ada beberapa kejanggalan seperti ketidakjelasan manajemen pengurus, laporan keunagan hingga kinerja investasi. Yang terakhir yakni melihat ada tidaknya izin penawaran investasi dari lembaga pengawas pemerintah,” tambahnya. Menurutnya, praktek penipuan berkedok investasi akan tumbuh subur bila masyarakat masih malas berpikir kritis dan logis. Apalagi dengan minimnya wawasan dan pengetahuan masyarakat akan jenis-jenis investasi. Ditambah lagi dengan adanya mental serta etos kerja yang ingin kaya mendadak tanpa bekerja keras. Maka perlu adanya pengenalan dan edukasi terkait jenis-jenis dan langkah investasi. “Kebetulan Organisasi tata Kelola (OTK) Galeri Investasi Bursa Efek Indoensia (BEI) FEB UMM juga memiliki program untuk memberikan edukasi dan literasi pasar modal bagi semua kalangan masyarakat. Harapannya, upaya ini bisa meminimalisir korban penipuan investasi bodong. Saya juga ingin mewanti-wanti masyarakat untuk berpikir logis dan legal agar terhindar investasi semacam ini,” pungas Venus. (wil)

Dosen FAI UMM Berdayakan Masyarakat melalui Wisata Taman Bunga Banjarsekar

Dalam menciptakan masyarakat sejahtera, butuh beraragam pengembangan signifikan di bidang pendidikan, sosial dan ekonomi. Hal serupa juga dilakukan oleh salah satu Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Pradana Boy ZTF, S.Ag., MA., P.hD. Ia kini tengah mengembangkan wisata Taman Bunga Banjar Sekar di Dusun Mencorek Desa Sendangharjo, Lamongan. Adapun taman bunga ini sudah ia rintis sejak awal tahun 2021. Boy, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa pertanian di Dusun Mencorek dirasa tidak begitu berkembang dan sangat konvensional. Untung atau rugi tidak masyarakat pedulikan karena tidak ada pilihan pekerjaan lain selain bertani. Ini membuat Boy berinisiatif merintis dan menjalankan wisata alam dengan memberdayakan masyarakat dusun setempat. “Dengan begitu, warga di sekitar wisata taman itu memiliki pilihan peekrjaan yang lain bsia digeluti untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ujarnya. Pada awal perintisan, taman tersebut masih dibanugn dengan konsep seadanya. Seiring berjalannya waktu, beberapa keluarga Boy yang tinggal di dekat lokasi juga turut membantu dengan menanam beberapa jenis bunga. Salah satunya yakni aneka jenis bunga matahari yang ditanam di lahan seluas 1500 meter persegi. Saat ini, bunga-bunga tersebut mulai bermekaran dan memancing orang untuk datang menikmatinya. Hanya dengan 5000 rupiah saja, para pengunjung bisa datang melihat koleksi bungan serta berswafoto bersama kerabat atau keluarga. Boy mengatakan bahwa selama pengembangan taman bunga ini, ada beberapa kendala yang mesti dihadapi. Ada sebagian varian bunga matahari yang ditanam tidak tumbuh. Umur bunga tersebut juga tidak begitu panjang, sehingga harusada variasi bunga yang disediakan pada musim tanam. Adapula kendala sosiologis yakni sindirian dan cibiran dari masyarakat. Namun, Boy tidak mengindahkannya dan yakin gagasan yang ia realisasikan akan berhasil. “Saya hanya tersenyum mendengar cibiran-cibiran itu karena memang taman ini belum lama dirintis. Masih berada pada tahap perintisan dan mencari bentuk ideal. Lagipula, mewujudkan ide itu kan bukan sesuatu yang mudah. Meskipun saya dicibir, saya sudah menang dua langkah yakni memiliki ide dan bisa mewujudkan ide. Tapi di luar semua kendala itu, saya optimis ini akan berhasil, InsyaAllah,” ucapnya. Pria asli Mencorek, Lamongan ini berharap taman bunga Banjarsekar ini dapat menjadi prototipe wisata lingkungan di Dusun Mencorek, Kabupaten Lamongan. Selain itu juga bisa menjadi wadah pembelajaran dan penjelasan terkiat jenis-jneis bunga. Bahkan mungkin juga bisa dikembangkan menjadi pusat riset bunga. “Saya kira taman bungan ini juga menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat dusun Mencorek. Rencananya, kami akan meningkatkan dan melengkapinya sehingga dapat menjadi pusat pembibitan bunga. Dengan begitu, pengunjung juga bisa membawa oleh-oleh yang dapat ditanam di rumah,” pungkasnya. (haq/wil)

Mahasiswa UMM Ini Wakili Indonesia di IPSF Mesir

Bersaing dengan ribuan pendaftar, Ishmah Alghumaisha, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses mewakili Indonesia melakukan pertukaran pelajar ke Mesir bersama sembilan mahasiswa lainnya. Program pertukaran pelajar ini diselenggarakan oleh  International Pharmaceutical Student Federation (IPSF) dan diikuti oleh 20 negara termasuk Indonesia. Ishmah, sapaan akrabnya mengatakan bahwa program pertukaran pelajar ini merupakan ajang bagi mahasiswa farmasi di seluruh dunia untuk bisa bertemu dengan rekan sejawat. Situasi dan kondisi yang berbeda antar negara juga memberikan pelajaran yang bagus bagi para peserta. Adapun program ini terbagi menjadi empat bidang farmasi, yaitu industry, community, research, dan clinical. Sebelum diterima, para peserta diharuskan untuk memilih satu bidang yang akan diikuti ketika berada di negera tujuan. “Saya memilih bidang industri untuk program ini. Jadi selama dua minggu di Misr University for Science and Technology saya akan menjalani program training dalam bidang cosmetology, quality control produk obat, ataupun nanotechnology. Khusus dari Indonesia, ada 20 orang yang lolos program tersebut. Tetapi kami ditempatkan di negara yang berbeda dan universitas yang berbeda,” ungkap mahasiswa farmasi angkatan 2019 tersebut. Anak kedua dari lima bersaudara ini mengaku bahwa ia telah mengetahui program IPSF sejak menjadi mahasiswa baru. Keingintahuannya akan budaya negara lain dan perkembangan pendidikan farmasi di berbagai negara, membuat Ishma menyiapkan waktu dua setengah tahun untuk mengikuti program terkait. “Seleksinya sendiri cukup ketat dan banyak orang yang tertarik mengikuti program ini. Saya sendiri cukup kewalahan untuk mempersiapkan proses seleksi di sela-sela aktivitas organisasi dan kuliah. Untuk seleksinya terbagi menjadi dua tahapan, pertama adalah seleksi pemberkasan dan wawancara dari Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (ISMAFARSI) untuk menjadi wakil Indonesia. Selanjutnya adalah seleksi dari negara tujuan melalui website IPSF,” ujar mahasiswa kelahiran Biak, Papua itu. Ishmah sendiri telah memulai program pertukaran pelajarnya dari tanggal 14 Februari kemarin sampai tanggal 28 Februari nanti. Ia sangat bersyukur atas kesempatan baik yang diberikan kepadanya ini. “Pertukaran pelajar yang saya lakukan ke  Mesir ini merupakan langkah pertama  untuk saya. Karena hal itu, saya berharap ke depannya saya bisa memulai langkah-langkah berikutnya untuk lebih mengetahui belahan dunia lain,” pungkasnya. (syi/wil)

Kupas Prosedur Tanam Rambut bersama Dokter RS UMM

Transplantasi rambut merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi masalah kebotakan di kepala yang disertai kerusakan folikel  rambut. Bahkan kini, transplantasi ini mulai dikenal luas oleh masyarakat sejak beberapa artis tanah air melakukannya. Terutama mereka yang ingin mengatasi masalah kebotakan atau penipisan rambut. Dokter Rumah Sakit (RS) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. dr. Ruby Riana Asparini, SpBP-RE (K). menjelaskan bahwa transplantasi rambut bukanlah suatu operasi besar dan sangat aman untuk dilakukan. Transplantasi ini bisa dilakukan pada siapa saja dari semua kalangan usia. Meskipun bukan tergolong operasi yang besar, operasi ini hanya bisa dilakukan terbatas di beberapa Rumah Sakit (RS) tertentu saja. “Ada beberapa kriteria dalam transplantasi rambut yang harus dipenuhi oleh pasien yaitu rambut rontok yang cukup, rambut daerah donor yang baik, kulit kepala yang sehat, kesehatan umum yang baik, dan pasien memiliki harapan yang wajar,” ujar dosen Fakultas Kedokteran (FK) tersebut. Lebih lanjut, Ruby sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa ada beberapa persiapn yang harus dilakukan pasien ketika akan menjalani operasi ini. Pertama adalah diet khusus selama satu minggu sebelum transplantasi. Hal ini bertujuan untuk mengurangi darah yang keluar selama operasi. Selain itu ada pengecekan fisik dan darah untuk mengetahui kemungkinan pasien menderita penyakit atau kelainan tertentu. Terakhir, pasien harus menghentikan konsumsi obat-obatan seperti aspirin, vitamin E, food supplement, dan obat pengencer darah selama satu minggu sebelum operasi berlangsung. “Dalam proses transplantasinya sendiri, dokter dibantu oleh tim transplantasi yang berjumlah empat sampai lima orang. Adapun waktu yang dibutuhkan sekitar empat hingga lima jam dengan keadaan sadar. Semakin tinggi tingkat kepatuhan pasien untuk melaksanakan instruksi sebelum transplantasi, maka makin sedikit pula darah yang keluar. Hal ini juga akan mempercepat proses operasi,” ungkap dosen kelahiran Jakarta tersebut. Ruby kembali menuturkan bahwa penanaman rambut ini memiliki beberapa efek samping pasca operasi. Namun efek-efek tersebut hanya berlangsung sementara. Salah satu efek samping yang dirasakan adalah pembengkakan pada wajah tanpa rasa nyeri. Efek tersebut biasanya mulai terjadi pada hari kedua atau ketiga setelah penanaman dan berlangsung selama lima sampai tujuh hari. Efek lain yang mungkin akan timbul adalah memar ringan di sekitar mata yang akan hilang dalam beberapa hari, rasa kebas pada daerah donor, serta rasa nyeri ringan pada daerah donor yang menyerupai nyeri setelah operasi kecil. “Pasca operasi, pasien juga tidak diperkenankan mencuci rambutnya sendiri. Pencucian rambut harus dilakukan oleh salah seorang dari tim transplantasi pada hari kedua, keempat dan kedelapan setelah transplantasi rambut. Pasien baru diperbolehkan mencuci rambutnya sendiri setelah satu minggu pasca operasi dengan menggunakan shampoo antiseptic,” terang Ruby. Lebih lanjut, rambut yang dicangkok akan mulai tumbuh secara normal tiga bulan setelah proses penanaman. Rambut itu akan tetap tumbuh normal serta mempunyai sifat yang sama dengan asal dari mana rambut tersebut diambil. “Misalnya apabila donor berasal dari kepala bagian belakang kepala, maka rambut hasil tanam akan memiliki sifat dan ketahanan yang sama seperti rambut kepala bagian belakang serta tidak akan mengikuti proses kerontokan. Untuk biaya dari prosedur tanam rambut ini tergantung dari tingkat kesulitan, banyaknya folikel rambut yang diambil, serta pengalaman dokter. Biaya operasi ini berkisar antara 50 sampai 200 juta,” tandasnya. (syi/wil)

FASI dan Lanud Abd. Saleh Dukung Penuh UKM Biru Flying Club UMM

Pangkalan Udara (Lanud) Abd. Saleh dukung penuh beragam aktivitas Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Biru Flying Club Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Hal itu diwujudkan melalui peluncuran kegiatan Biru Flying Club pada Selasa (22/2) lalu di Apron Lanud Abd. Saleh. Ditandai dengan pembubuhan tanda Kampus Putih di badan pesawat Cessna oleh Komandan Lanud dan Rektor UMM. Komandan Lanud Abd. Saleh Marsma TNI Zulfahmi, S.Sos., M.Han. mengungkapkan bahwa olahraga dirgantara ini dinilai cukup mahal dan berisiko tinggi. Maka perlu kehati-hatian dan pendampingan yang rigid. Dengan begitu, aktivitas yang dilangsungkan dapat berjalan aman serta lancar sesuai dengan yang diharapkan. Adanya UKM Biru Flying Club ini juga sekaligus melengkapi cabang olahraga yang sudah ada di Lanud Abd. Saleh. Sebut saja terjun payung, gantole, aeromodelling hingga paramotor. Aktivitas ini juga dinilai dapat memperkaya dan memperluas upaya dalam mempromosikan olahraga dirgantara. Pun menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman baru menjajal olahraga menggunakan pesawat. “Ke depannya, Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) akan selalu mendukung pembinaan mahasiswa yang memiliki minat untuk mengikuti berbagai prosedur, seperti kelas terbang hingga dapat diajukan langsung untuk mendapatkan lisensi sport pilot,” tambah Pria yang juga menjadi Ketua FASI Jawa Timur itu. Nantinya, para mahasiswa anggota Biru Flying Club juga akan diarahkan oleh pelatih khusus yang berkompeten dan sudah berpengalaman. Zulfahmi juga melihat bahwa perkembangan olahraga dirgantara di Jawa Timur cukup baik. Terlihat dari capaian 16 medali cabang olahraga dirgantara dalam ajang Pekan Olahraga Nasional di Papua beberapa waktu lalu. Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menjelaskan bahwa UKM ini merupakan implementasi program dan tekad Kampus Putih untuk membekali mahasiswa. Tidak hanya bekal terkait ilmu disiplin yang dipilih, tapi juga skill kepemimpinan yang diperoleh melalui kegiatan saat berada di kampus. Adapun UKM ini merupakan unit gagasan mahasiswa yang memliki passion dalam bidang kedirgantaraan. Kemudian dikembangkan hingga akhirnya resmi menjadi UKM yang disediakan oleh Kampus Putih. Sampai saat ini, ada lebih dari 40 mahassiwa yang tergabung dalam unit tersebut. Fauzan juga berharap akan muncul bibit-bibit atlet kedirgantaraan dengan skill kepemimpinan yang mumpuni. Kemudian berkiprah dan sanggup mengharumkan nama Kampus Putih di berbagai ajang. “Tentu, nantinya jumlah pesawat akan terus ditingkatkan demi membekali skill-skill baru yang bisa dikembangkan mahasiswa,” tuturnya. Adapun pesawat yang digunakan kegiatan Biru Flying Club merupakan pesawat Cessna PKS-L 0101. Pesawat tersebut juga sudah melalui berbagai inspeksi dan dinilai layak untuk terbang serta digunakan di Lanud Abd. Saleh. Utamanya sebagai implementasi salah satu kegiatan yang dilakukan oleh UKM Biru Flying Club baru tersebut. (wil)