Mahasiswa UMM Raih Medali Lomba Cipta Puisi Nasional

Tak larut dalam perasaan galaunya, Zulfa Setyoko Pamungkas ubah emosi negatif menjadi karya sastra. Puisi ciptaan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut meraih medali perak dan mengalahkan puluhan peserta lainnya. Medali perak tersebut diraihnya pada ajang Pekan Seni Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah yang diadakan oleh Lembaga Seni, Budaya, dan Olahraga (LSBO) Muhammadiyah, Desember lalu. Menurut, Zulfa sapaan akrabnya, karya sastra dalam bentuk apa pun merupakan media untuk melampiaskan segala keluh kesah akan masalah-masalah yang dihadapi. Dibanding melampiaskan amarah dan masalah ke hal-hal negatif, ia mengatakan bahwa menciptakan sebuah karya sastra menjadi pilihan yang lebih baik baginya. “Hal itu juga berlaku pada puisi ciptaan saya di Pekan Seni Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah tersebut. Di situ saya berimajinasi dan meluapkan pertanyaan-pertanyaan mengenai kondisi keluarga yang carut marut. Padahal seharusnya keluarga dapat menjadi tempat penenang dan bernaung,” ungkap mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia tersebut. Lebih lanjut, Zulfa mengaku bahwa pembuatan puisi ini tergolong cepat. Setelah mendapat inspirasi di tengah malam, sekitar jam dua pagi ia mulai menuliskan puisinya selama satu jam lamanya. Memoles beberapa bagian dan akhirnya menemukan susunan puisi yang pas. Setelah semalaman menulis, mahasiswa kelahiran Bojonegoro ini segera mengirimkan karyanya pada panitia tepat jam tujuh pagi di hari terakhir penutupan pengumpulan karya. “Penulisan puisi ini bisa cepat karena saya sudah terbiasa menulis. Saya sering menulis puisi dan menampilkan musikalisasi puisi bersama komunitas Sanggar Aksara Malang. Namun, jujur ini pertama kalinya saya mengikuti dan memenangkan sebuah perlombaan,” ungkap Zulfa. Anak kedua dari tiga bersaudara ini mengungkapkan bahwa ia awalnya tidak terlalu yakin akan mendapat medali perak. Namun ia sangat bersyukur atas raihan prestasi yang sudah diusahakan. Menurutnya medali ini adalah bentuk apresiasi yang sangat bernilai terhadap puisi buatannya. “Puisi membuat hidup saya menjadi lebih tenang dan berwarna. Saya berharap bisa konsisten untuk terus berkarya, menciptakan puisi yang menggugah hati. Semoga saya juga tetap diberikan keceriaan hidup untuk tetap berkarya dan berinovasi,” tandasnya. (syi/wil)
Student Day UMM Ajak Mahasiswa Tingkatkan High Skill

Kecerdasan bukanlah satu-satunya faktor kesuksesan bagi seseorang. Ada hal-hal lain yang perlu dipahami dan ditingkatkan, dua di antaranya adalah high skill dan branding awareness. Dengan dua bekal itu, mahasiswa diharapkan bisa menghadapi tantangan perubahan zaman yang semakin bervariasi. Hal tersebut disampaikan oleh motivator Adri Suyanto kepada mahasiswa baru dalam event Student Day Univeristas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (8/1) lalu. Disampaikan Adri, mungkin universitas yang sedang dijalani bukanlah universitas terbaik pilihan kita. namun kadang, apa yang diinginkan belum tentu sesuai dengan kebutuhan. Maka dari itu, Tuhan mengabulkan dan memilihkan sesuatu yang memang dibutuhkan oleh setiap manusia. Karena tak jarang, banyak alumni kampus terbaik kesulitan mendapatkan kerja serta menuju tangga kesuksesan. Ia juga menegaskan pentingnya high skill, yakni kecerdasan dan keahlian. Maka, kegiatan-kegiatan yang disediakan kampus seyogyanya bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa dengan sebaik mungkin. Membaca, memahami dan berdiskusi sebagai sarana mencapai knowledge. Mempraktekkan apa yang dipelajari untuk mendapatkan comptetency serta meningkatkan capacity melalui deliberate practice beserta feedback dan masukan. “Jika kita bisa melalui tiga tahap ini, maka menurut saya anda-anda ini sudah bisa dikatakan sebagai seorang ahli dalam bidang tertentu. Jadi jangan kuliah pulang kuliah pulang saja (kupu-kupu) saat kuliah. Jadilah mahasiswa yang kuliah rapat kuliah rapat (kura-kura). Syukur-syukur bisa kuliah dakwah kuliah dakwah (kuda-kuda),” ungkap pria asal Kediri itu. Meski begitu, memiliki high skill tidaklah cukup. Ada hal lain yang perlu dilakukan mahasiswa yakni upaya untuk branding awareness. Bagaimana usaha mereka untuk memamerkan keahlian dan kecerdasan mereka di masyarakat. Sehingga orang lain bisa tahu apa keahlian dan kelebihan yang dimiliki. Menurut Adri, tidak jarang mereka yang pintar kurang bisa diserap karena tidak bisa menunjukkan kemampuan apa yang dimiliki. Maka, branding awareness jadi salah satu kunci melangkah menuju tangga keberhasilan. “Lebih baik kelihatan pintar ketimbang pintarnya tidak kelihatan bukan? Begitupun dengan networking dan teman. Selalu bangun hubungan baik dengan teman-teman di manapun karena saat lulus nanti, anda akan membutuhkan hal itu,” tambahnya, Tidak hanya Adri, Student Day juga turut mengundang tiga mahasiswa yang memenangkan penghargaan UMM Award. Ada Venska Natasha yang sukses dinobatkan sebagai mahasiswa bertalenta berkat kiprahnya dalam dunia seni tari dan duta di berbagai level. Begitupun dengan Fadillah Ahmad Nur yang sukses mengharumkan nama UMM di kancah internasional saat Konferensi Internasional Istanbul Youth Summit. Sleain itu juga sukses meraih penghargaan pemuda pelopor nasional dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Berkat prestasinya itu, Fadillah diganjar dengan penghargaan UMM Award kategori prestasi internasional. Adapula Zidni Ilman Nafian yang mendapatkan piala UMM Award sebagai mahasiswa terbaik kategori teknologi dan digitalisasi. Beragam penemuan dan invensi ia cetuskan hingga mendapatkan apresasi dari banyak pihak. Salah satunya oleh pemerintah dengan meloloskannya dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). (wil)
Workshop Drafting Paten UMM Lindungi Produk Penemuan Akademisi

Dalam beberapa tahun terakhir, para dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) aktif menciptakan berbagai produk penelitian. Namun pemahaman mengenai perlindungan sistem Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dirasa belum merata di kalangan para peneliti. Oleh karena itu, UMM memberikan solusi melalui Workshop Drafting Paten bersama Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual (DJKI) pada Kamis (06/12). Salah satu pemateri, Dra. Dede Mia Yusanti, M.L.S.. mengatakan bahwa penelitian dari perguruan tinggi yang dipatenkan meningkat dari tahun ke tahun. Sayangnya, di lapangan ada beberapa tantangan yang harus di hadapi para peneliti. Utamanya terkait pendaftaran hak paten produk ciptaannya. Selain itu kurangnya pemahaman terhadap perlindungan paten serta banyaknya peneliti yang hanya mengejar publikasi ilmiah dibandingkan pendaftaran paten. “Peneliti di perguruan tinggi lebih banyak melakukan penelitian dasar daripada penelitian terapan. Kemampuan mereka untuk membuat drafting efektif juga masih kurang. Kemudian tantangan terakhir adalah mereka belum terbiasa melakukan penelitian yang berorientasi pada komersil,” ungkap Direktur Paten DTLST dan Rahasia Dagang DJKI itu. Dalam rangka pembuatan drafting paten yang efektif, Aziz Saefulloh, S.T. menjelaskan bahwa ada tujuh tahap pembuatan drafting. Tahap-tahap tersebut meliputi penelusuran, pembuatan gambar teknik, penyusunan klaim, dan penyusunan uraian lengkap mengenai invensi. Sleain itu juga penyusunan latar belakang invensi, penyusunan uraian lengkap gambar, lalu penyusunan abstrak.“Teori pembuatan spesifikasi paten ini berlaku untuk semua bidang. Pembeda antara bidang satu dengan bidang yang lain hanyalah di bagian kepenulisan saja,” ujar Pemeriksa Paten Bidang Teknik DJKI tersebut. Di lain sisi, Wakil Rektor satu UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si, mengatakan bahwa para peneliti UMM dinilai telah melahirkan banyak karya akademik. Namun yang menjadi masalah adalah kurangnya komersialisasi dan perlindungan terhadap karya-karya tersebut. oleh karenanya, workshop tentang paten ini menjadi salah satu momen yang sangat strategis. “Dalam islam sendiri, kita di diperintahkan untuk melindungi harta benda pribadi. Hal ini juga termasuk karya-karya yang kita kembangkan. Caranya untuk melindungi karya kita adalah melalui hak paten. Semoga dengan adanya workshop ini dapat meningkatkan jumlah karya akademisi UMM yang dipatenkan,” pungkasnya. (syi/wil)
Dosen UMM Kaji Fenomena Spirit Doll Sederet Artis Tanah Air

Trend adopsi spirit doll atau boneka arwah di kalangan artis tanah air menjadi perbincangan hangat beberapa hari terakhir. Boneka arwah tersebut diperlakukan layaknya anak sungguhan dengan diberi pakaian bagus serta aksesoris. Bahkan salah seorang selebritis memiliki jadwal rutin untuk memandikan dan menjemur dua spirit doll yang diadopsinya. Melihat dari perspektif psikologi, Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Dra. Cahyaning Suryaningrum, M.Si., mengatakan bahwa setiap manusia, sebagai makhluk sosial, memiliki kebutuhan psikologis tertentu yang berkaitan dengan relasinya dengan orang lain. Ia melihat bahwa orang-orang yang mengadopsi boneka arwah tersebut kemungkinan karena merasa kesepian, tidak memiliki teman untuk bercerita, atau memiliki kebutuhan untuk menyalurkan kasih sayang. Namun tidak bisa terpenuhi karena ada hambatan-hambatan tertentu. Misalnya saja tidak memiliki anak padahal sangat menginginkannya atau kesulitan dalam menjalin kedekatan dengan orang lain. Jika semua kebutuhan psikologis ini terpenuhi, maka seseorang biasanya tidak akan mencari benda mati sebagai pengganti. “Kemungkinan, mereka tidak dapat menjalin kedekatan yang memuaskan dengan orang lain, keterampilan sosial rendah, ataupun tidak memiliki rasa percaya pada orang untuk menceritakan isi hatinya. Bisa juga karena adanya keinginan untuk menyalurkan rasa kasih sayang dan merawat orang lain namun tidak terpenuhi. Hal-hal itulah yang mendorong beberapa orang mencari alternatif lain sebagai pengganti teman yaitu spirit doll,” ungkap dosen kelahiran Jakarta tersebut. Naning melihat bahwa fenomena adopsi boneka arwah ini mirip dengan orang yang memilih memelihara dan menjalin kelekatan dengan hewan peliharaan. Hanya saja objek yang dipilih berbeda. Ia juga melihat bahwa pengadopsi boneka arwah tidak bisa dikatakan mengalami kelainan mental sepanjang fungsi-fungsi psikologisnya masih berjalan normal. Begitupun denganproses pikir yang masih koheren dan tidak mengganggu perannya dalam menjalani kehidupan. Disampaikan Kepala Prodi Magister Psikologi Profesi UMM itu bahwa dalam mendiagnosis apakah seseorang memiliki masalah mental perlu melihat banyak faktor. Salah satunya melalui gejala-gejala yang tidak normal. Tidak hanya seberapa banyak jumlah gejala, namun juga melihat intensitas dari gejala-gejala tersebut. “Mungkin ada yang sekadat ikut-ikutan. Trend spirit doll juga bisa menjadi pemenuhan kebutuhan psikologis yang tidak dapat dipenuhi karena adanya hambatan tertentu. Sesekali bercerita pada boneka arwah mengenai beban hidup boleh-boleh saja. Namun yang terpenting adalah bagaimana mengatasi hambatan-hambatan psikologis itu. Sehingga dapat menyalurkan kebutuhan psikologis dengan cara yang lazim,” tuturnya. Lebih lanjut, Naning mengungkapkan bahwa labeling negatif yang diberikan masyarakat dapat juga menyebabkan para pengadopsi boneka arwah menjadi tertekan. Alih-alih memberi label tidak waras, akan lebih bijak kalau lingkungan sekitar mencoba memahami alasan atau penyebab mengapa orang tersebut memilih untuk mengadopsi spirit doll. “Jika kita tahu akar penyebab seseorang memilih boneka arwah, kita jadi tahu cara untuk membantu mengatasinya. Misalnya, jika seseorang tersebut memilih boneka arwah karena merasa kesepian dan kehilangan rasa percaya pada orang lain, maka kita bisa membantu untuk meningkatkan keterampilan sosialnya agar bisa menjalin pertemanan dan kedekatan dengan orang lain. Jadi, mencari tahu dan memahami penyebab utama adalah hal yang terpenting,” tandasnya. (syi/wil)
Mahasiswa FK UMM Ini Juara Podcast Nasional

Di era disrupsi saat ini, podcast sudah menjadi salah media audio yang diminati masyarakat luas. Bukan hanya sebagai produk yang didengar, saat ini sudah banyak lomba podcast yang menghasilkan podcaster handal. Kali ini Jesica Lucky Mar’atus Sholiha, mahasiwa Fakultas Kedokteran (FK) sukses mengharumkan nama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Meski masih mahasiswa baru, ia sanggup meraih juara 1 podcast tingkat nasional di sebuah event Psycompetition 2021. Adapun ajang ini diadakan oleh Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI) Wilayah III Jawa Tengah, yang dilaksanakan secara virtual pada tanggal akhir Desember lalu. Jesica, sapaan akrabnya menceritakan bahwa ia memiliki minat kepada podcast sejak tahun 2019. Ia senantiasa mendengarkan procast-pordcast menarik. Sebut saja Podcast Awal Minggu yang dibawakan oleh Adriano Qalbi, salah satu komika nasional. Mendengar adanya kompetisi podcast, Jesica bergegas mendaftarkan diri. Apalagi mengetahui ptensi bakat podcast yang dimilikinya. Lebih lanjut, dua minggu sebelum lomba ia telah melakukan persiapan untuk menyusun materi podcast. Ia memilih podcast monolog dalam perlombaan kali ini. Adapun tema yang ia angkat adalah kesehatan mental dengan judul “Menjaga Kesehatan di Masa Pandemi”. Selama persiapan, ia harus menyusun naskah, mencari fenomena, fakta dan juga tips menjaga kesehatan mental. “Selama persiapan, saya tentu membutuhkan beragam fenomena dan fakta yang benar. Kemudian memecahkan masalah dan memebrikan solusi dengan riset kecil-kecilan. Hingga akrhinya bisa dijadikan bahan podcast berbagi ilmu,” ujarnya. Mahasiswi baru FK UMM ini kembali menuturkan bahwa dalam podcastnya ia memaparkan bagaimana menjaga kesehatan di tengah pandemi. Begitupun dengan sederet tips-tipsnya. Selain itu ia juga membahas tentang konsep healing dengan macam-macamnya. “Saya tentu tidak asal comot materi. Harus melihat fenomena yang memberikan efek stress bagi banyak orang,” ucapnya menjelaskan. Selama perlombaan ia merasa kurang bisa membagi waktu kuliah dan mempersiapkan lomba. Apalagi saat itu berbarengan dengan jadwal ujian yang tidak ringan. Kebingungan membagi waktu membuatnya merelakan waktu tidur. Beruntung, pengorbanannya memberikan hasil maksimal melalui karya procast. Mahasiswi asli Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang ini berharap dapat mengikuti lomba-lomba sejenis. Ia merasa senang karena hal yang ia sukai ternyata bisa membawa harum namanya dan Kampus UMM tercinta.Podcast juga dirasa bsia melatih konsep berpikir, kreativitas dan kepercayaan dirinya. “Semoga saya bisa membuat podcast saya sendiri secara reguler. Dengan begitu, banyak manfaat yang bisa disebar melalui karya digital,” pungkasnya. (haq/wil)
Poster Pencegahan Covid Mahasiswa UMM Jadi Juara Nasional

Meski pandemi sudah berlangsung selama dua tahun, namun bahaya efek virus Covid masih mengancam. Bentuk-bentuk pencegahan dan protokol kesehatan terus digalakkan untuk menekan angka penularan. Hal serupa juga dipayakan oleh Hanif Yulia Aprigianti dan Arvil Rohmaturrizqi, dua mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Melalui poster kesehatan dan pencegahan Covid yang disusun, keduanya diganjar dengan medali perak di awal Januari 2022. Penghargaan tersebut sukses diperoleh di ajang lomba poster nasional yang diadakan oleh Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Muhammaidyah Tangerang, Banten. Konsep poster yang diusung sukses mengalahkan 80 peserta dari berbagai perguruan tinggi, baik kampus negeri maupun swasta. Hanif, sapaan akrabnya mengatakan bahwa poster yang disusun memuat data, konsep dan sumber data yang valin dan menarik. Desainnya juga dibuat untuk memudahkan masyarakat dalam memahaminya. “Dalam poster ini, kami menciptakan karakter Mulan sebagai sarana mengenalkan dan mendekatkan diri dengan masyarakat. Sehingga mereka bisa tertarik dan paling tidak memperhatikan detail-detail mengenai Covid-19. Apalagi makin kesini makin banyak jenis virus ini, mulai dari jenis Delta hingga Omicron,” jelasnya. Bukan hanya menjadi persona, Mulan juga memiliki kepanjangan dan penjelasan. M, yakni melakukan vaksinasi, U yaitu upayakan memilih masker dengan benar serta L yang berarti lakukan physical distancing. Sementara dua huruf terakhir AN yaitu anjuran mencuci tangan. Protokol kesehatan juga menjadi poin penting yang ia sampaikan. Meski pembatasan sudah mulai longgar, bukan berarti masyarakat bisa seenaknya tidak mengindahkan protokol yang harus dilaksanakan. Mall, bioskop dan ruangan tertutup lainnya masih menjadi tempat dengan ancaman virus Covid-19 yang perlu diawasi. Hanif menilai bahwa kesuksesan dalam memenangkan lomba tidak lepas dari dukungan pihak kmapus, khususnya pihak fakultas. Pemberian informasi lomba, beragam bimbingan dan masukan membuat karya mereka menjadi lebih bagus. Raihan ini bukanlah akhir, Hanif bahkan bertekad untuk mengikuti lomba-lomba lainnya agar bisa kembali mengharumkan nama Kampus Putih. Begitupun dengan usahanya untuk mengaktualisasikan ilmu yang sudah ia dapat. “Jadi ilmu yang saya dapat tidak hanya berguna bagi saya sendiri. Tapi bisa dimanfaatkan dan memberikan kebaikan bagi masyarakat luas, khususnya dalam bidang kesehatan,” tegasnya mengakhiri. (*/wil)
Perjuangan Dua Mahasiswa UMM Raih Beasiswa IISMA Kemdikbudristek RI

Sembari menikmati udara pagi dari benua biru, dua mahasiswa awardee program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) oleh Kemdikbudristek RI menemani UMMFolks pada Jumat (31/12) lalu. Keduanya berbagi cerita tentang program yang sedang mereka jalani. Mereka adalah Widad Saniyya dan Afiya Dianar Najla, dua dari sebelas mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang berhasil lolos pada program pertukaran pelajar tersebut. Tidak pernah terbayangkan oleh dua mahasiswa ini bahwa mereka akan mengenyam pendidikan semester tujuh di kampus luar negeri yang bermitra dengan pemerintah Indonesia. Diakui oleh Afiya, ia tidak pernah mengira dirinya bisa lolos IISMA karena singkatnya waktu pendaftaran dan banyaknya berkas yang harus dipersiapkan. “Lolosnya yang tidak pernah nyangka, karena waktu itu proses pendaftarannya sangat singkat. Ditambah saya kan belum ada sertifikat bahasa, jadi itu yang paling bikin bingung,” jelas mahasiswa Psikologi ini. Selaras dengan Afiya, Widad juga mengatakan bahwa ia tidak menyangka bisa berhasil menjadi awardee program ini. Bahkan mahasiswa Ilmu Hukum ini tidak pernah berpikir untuk mendaftarkan diri pada program IISMA. “Sama seperti Afiya ya, aku juga gak pernah mengira kalau akan lolos karena aku baru pulang dari Italia untuk program Erasmus. Inginnya ya menegrjaka skripsi terus wisuda dan lulus,” imbuh mahasiswi asal Tangerang Selatan tersebut. Selain cerita proses sertifikasi bahasa, dua mahasiswa ini juga mengobrol banyak terkait perjuangan menulis esai untuk melamar program pertukaran pelajar ini. Menurut mereka, menulis esai bukanlah perkara mudah karena penulis harus mengenali diri dan tahu tujuan sebenarnya mengapa mengikuti program tersebut. “Butuh waktu seminggu untuk meyakinkan diri terkait motivasi. Apakah cuma kepengen-kepengen saja atau benar-benar mau belajar. Untungnya, esai pada program ini tinggal menjawab pertanyaan saja. Jadi tidak begitu bingung cari topik,” kisah Afiya pada siaran langsung Instagram. Program IISMA juga memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk memilih kampus sendiri. Mahasiswa dapat menyesuaikan kebutuhannya dan dapat mengukur kemampuan sekaligus kesiapannya sendiri. “Di IISMA kita diberi kesempatan memilih kampus sendiri, jadi bisa lebih nyaman menyesuaikan berdasarkan kebutuhan kita,” papar Widad. Tak hanya itu, Afiya juga mendorong mahasiswa lain untuk segera memulai belajar bahasa asing. Utamanya bahasa Inggris yang kini menjadi penting, tidak hanya saat mendaftar tapi juga saat menyenyam perkuliahan di luar negeri. Mereka juga ingin agar semua mahasiswa yakin dan percaya pada diri sendiri. Sesulit apapun persyaratan program beasiswa, pasti ada jalannya selama terus emangat dan tidak menyerah. “Ketika kamu sudah mulai meragukan diri sendiri, itu sebenarnya adalah penghambat terbesar yang dihadapi. Jangan merasa ragu karena lebih baik gagal karena sudah mencoba daripada gagal tanpa mencoba sama sekali,” ujar Widad yang diamini oleh Afiya. (wil)
Mahasiswa FIKES UMM Sabet Juara Nasional Seni Pencak Silat

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menutup akhir tahun 2021 dengan prestasi. Kali ini Yulia Nastuti mahasiwi Farmasi Fakultas Kesehatan (FIKES) UMM sabet Juara 1 Nasional Pencak Silat kategori Seni Tunggal Tangan Kosong Dewasa, di kejuaraan Bandung Lautan Api Championship III. Adapun ajang ini dilaksanakan secara luring yang bertempat di GOR Institut Teknologi Bandung Jatinangor pada tanggal akhir Desember 2021. Yulia, sapaan akrabnya menceritakan bahwa satu bulan sebelum perlombaan, ia telah melakukan persiapan dengan menghafalkan gerakan-gerakan jurus. Ia yang juga bergabung di Tapak Suci (TS) UMM berlatih bersama teman-teman lainnya dalam mempersiapkan penampilan matang untuk bersaing dalam perlombaan. Menurutnya, pendalaman emosi memiliki pengaruh besar dalam proses penghafalan jurus sehingga tidak terasa kaku. “Emosi dan gerakan harus selaras agar tidak terjadi salah gerak. Apalagi ini adalah kompetisi seni yang menilai keindahan dan keteraturan gerak,” ucapnya. Ia kembali menuturkan bahwa dalam penilaian lomba kategori seni, yang dinilai bukan hanya seberapa hafal dan sebagus apa gerakan yang ditampilkan. Mimiki wajah dan pendalaman emosi di setiap gerakan juga menjadi poin penting. Menurutnya jika hanya menghafal, akan membuat gerakan kaku dan tidak memahami arti setiap gerakan. Yulia bukan tanpa kendala. Ia sempat tidak diperbolehkan oleh orang tuanya untuk berangkat dan bersaing dalam kopmetisi di Bandung itu. Perkulihana yang padat juga membuatnya harus pintar-pintar mengatur waktu. Sehingga kegiatan belajar dan latihan bisa berimbang dan tanpa hambatan. Atlet TS Sabuk Kuning Melati empat ini kembali menceritakan bahwa ia telah mengikuti TS sejak belia, tepatnya saat Sekolah Dasar (SD). Sempat berhenti pada Sekolah Menengah Atas (SMA), ia akhrinya melanjutkan pelatihannya saat emnginjak bangku kuliah di Kampus Putih UMM. Menurutnya, TS mampu meredakan stress dan hiruk pikuk perkuliahan yang padat. Mahasiswa asal Lamongan ini berharap nantinya ia bisa menjadi atlet pencak silat yang terampil. Dengan begitu, ia bisa memberikan kebanggan tersendiri bagi orang tuanya. Ia juga berharap Tapak Suci UMM memberikan lebih banyak pelatih agar bisa melahirkan atlet-atlet yang senantiasa mencetak prestasi. “Saya berharap bisa menjadi atlet sebenarnya dan mencetak kemenangan demi kemanangan di level nasional bahkan internasional. Hal ini juga menjadi bukti bahwa saya bisa menggapai apa yang saya cita-citakan,” pungkasnya (haq/wil)
Undang Vice President LinkAja, UMMTalks Intip Peluang Karir Tech Company

Beberapa tahun belakangan muncul perusahaan-perusahaan baru yang bergerak di bidang teknologi, atau yang akrab kita sebut dengan startup. Adanya beragam startup ini juga membuka peluang kerja baru bagi generasi muda. Pada UMMTalks kali ini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengundang Vice President Public Sector Payment LinkAja, Marcella Wijayanti untuk membahas tuntas mengenai peluang kerja fresh graduate di perusahaan digital. Program ini disiarkan pada Jumat (31/12) melalui live kanal Youtube UMMtube. Sebelum di LinkAja, wanita yang akrab di panggil Cella ini juga pernah menjadi head of sustainability strategy Gojek, economic policy advisor di kantor Staf Presiden Republik Indonesia, hingga policy analist Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Ia juga sempat menjadi head of payment LinkAja hingga sekarang menjabat sebagai Vice President di perusahaan yang sama. Cella menjelaskan bahwa di perusahaan digital atau tech company ada empat bidang besar yaitu product team, engineering team, business team, dan corporate team. Keempatnya memiliki tugas dan perannya masing-masing di perusahaan. Misalnya saja engineering tim yang bertugas untuk mendesain produk seperti apa dan bagaimana bentuknya. Sementara itu product team akan betugas membuat produk dari awal sampai sudah jadi. “Sementara business teamm akan mengelola cara pemasarannya ke masyarakat. Lalu untuk bagian tim corporate berfungsi untuk menjalin komunikasi antar perusahaan maupun dengan masyarakat luas. Mereka juga bertanggung jawab atas perkembangan perusahaan dan finansial. Uniknya, di perusaan digital, masing-masing orang bisa bekerja lintas divisi. Misalnya saya di Gojek dulu bekerja di team corporate lalu sekarang di LinkAja saya bekerja di team business,” ujar mantan Head of Sustainability Gojek tersebut. Lebih lanjut, Cella mengatakan bahwa peluang fresh graduate untuk bekerja di tech company sangat besar. Saat ini, jurusan perkuliahan sudah tidak terlalu relevan untuk beberapa bidang pekerjaan. Salah satunya adalah pekerjaan-pekerjaan di perusahaan digital. Menurutnya, bekerja di perusahaan digital yang bagus akan sangat membantu para fresh graduate untuk mengembangkan diri. “Banyak lah yang bisa kita pelajari jika bekerja di sektor digital. Sekarang, mereka tidak memandang jurusan dalam memilih karyawan. Perusahaan digital lebih membutuhkan pegawai yang memiliki logika yang bagus, keinginan belajar yang tinggi, bisa menerima kritik dan saran, serta dapat memperbaiki kesalahannya dan terus berkembang. Menurut saya, tech company merupakan pasar tenaga kerja yang sangat fleksibel,” kata Cella. Dalam mencari kerja, Cella memberikan beberapa saran kepada para fresh graduate. Pertama adalah mencari perusahaan yang mendatangkan banyak exposure. Saran kedua adalah jangan mudah tergiur dengan gaji yang tinggi, biasanya fresh graduate akan digaji sekitar 4 – 10 juta di Jakarta. Jika fresh graduate mendapat gaji lebih dari itu, maka patut diwaspadai. Terakhir, pilihlah tempat di mana memberikan peluang untuk berinovasi dan memiliki ruang belajar yang luas. “Jangan memilih bidang pekerjaan yang aman karena kalian tidak akan berkembang. Selain itu ada beberapa skill yang harus dimiliki oleh para fresh graduate yaitu keterampilan dalam mengungkapkan ide dan gagasan dengan baik, kemampuan riset, thinking yang memumpuni, mempunyai pemikiran untuk terus bertumbuh, serta suka untuk mencoba hal baru. Bagi para fresh graduate, kalian harus bekerja keras dan tekuni apa yang sedang kalian lakukan,” pungkasnya. (syi/wil)
Solah, Awardee Program IISMA berkat Event Internasional UMM

Cerita menarik datang dari M. Solahudin Al Ayubi, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang menjadi awardee beasiswa dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Berkat keaktifannya dalam kegiatan internasional yang ada di Kampus Putih, ia berhasil mendapat kesempatan untuk mengikuti program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA). Kini, Solah tengah menjalani perkuliahan selama satu semester di University of Glasgow, Skotlandia. “Ketika mendaftar ke program-program beasiswa, IISMA merupakan salah satu yang sangat ingin saya ikuti. Selain untuk meningkatkan kapabilitas diri, program IISMA juga bekerja sama dengan 300 kampus terbaik di dunia. Salah satunya adalah University of Glasgow di mana saya menimba ilmu selama satu semester,” kata mahasiswa kelahiran Bogor itu. Lebih lanjut, Solah menceritakan bahwa ia mendapat banyak pengalaman menarik selama menjalani program IISMA di Skotlandia. Salah satunya adalah budaya belajar yang sangat baik. University of Glasgow memfasilitasi para mahasiswa sebuah ruangan belajar khusus yang sangat luas. Berbeda dengan di Indonesia, Solah mengatakan bahwa tidak ada orang yang mengolok-olok mahasiswa rajin. “Di Indonesia kadang kita melihat beberapa orang yang mengolok ngolok mahasiswa rajin dan ambisius. Hal berbeda saya temui di University of Glasgow, dimana para mahasiswanya dituntut untuk belajar giat karena standarnya memang tinggi dan sulit untuk mendapat nilai A,” ungkap Solah. Menurutnya, kesempatan belajar di luar negeri tidak mungkin dicapai tanpa pengalaman internasional yang didapat selama berkuliah di UMM, khususnya melalui International Relation Office (IRO). Mulai dari Temasek Foundation, Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC) hingga beragam international volunteer lainnya. Bahkan, Solah juga sempat diterima program Erasmus+ dan membuatnya bisa menimba ilmu di Eropa, tepatnya Portugal. Pengalaman menarik lain yang Solah temui selama di Skotlandia adalah ketika ia berkesempatan duduk bersama dengan Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Britania Raya. Lebih luas, ia juga mendapat banyak kenalan dan networking dari belahan dunia lain. Memberikan banyak perspetif dan ide yang bisa dikembangkan nanti ketika pulang ke Indonesia. “Saya mewakili IISMA University of Glasgow di acara awardee IISMA United Kingdom (UK). Pada acara tersebut saya juga berkesempatan untuk menjadi ketua acara dan memberikan sambutan mewakili seluruh awardee IISMA di UK,” ungkap Solah. Anak terakhir dari enam bersaudara ini mengaku bahwa ia memiliki motivasi kuat untuk menjelajahi berbagai negara. Dua di antaranya adalah quotes dari Saymour Lipset dan Imam Syafii yang menjelaskan tentang pengalaman baru di perantauan. Baginya, kesempatan di program IISMA ini bukan sekadar kuliah satu semester di kampus top dunia, tetapi ada banyak pelajaran berharga yang ia dapatkan. “Saya percaya bahwa semua orang memiliki hak yang sama untuk bermimpi. Semua mimpi juga memiliki hak yang sama untuk diperjuangkan. Beberapa mimpi memang sulit menggapai, namun rasanya terlalu payah jika kita menyerah tanpa mendapatkan sebuah pelajaran dari kegagalan,” tandasnya. (syi/wil)