Karate UMM Bawa Pulang Lima Medali Kejuaraan Nasional

Kontingen karate Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil memborong lima medali dalam gelaran laga nasional UMM Championship 2021 Sabtu (13/11) lalu. Sebanyak 12 kontingen karate yang terdiri dari 73 atlet karate mahasiswa se-Indonesia terlibat dalam gelaran tersebut. Berkat raihan medalinya itu, UMM berhasil menempati posisi juara umum kedua dalam cabang karate. Lebih detail, perolehan lima medali itu terdiri dari satu medali emas, satu medali perak dan empat medali perunggu. Medali emas dipersembahkan oleh Ari Galang, Nur Ilham dan Akbar yang berhasil meraih medali emas dalam kategori kata beregu ekshibisi putra. Semua karateka Kampus Putih yang berhasil mempersembahkan prestasi terbaiknya adalah para delegasi dari UKM Inkado UMM. Wakil Rektor 3 UMM Dr. Nur Subeki, ST, MT mengatakan karate ini adalah salah satu mata lomba yang dikompetisikan dalam UMM Championship 2021. Ia menyebut ada sekitar 26 cabang lomba olahraga dan seni yang dipertandingkan dalam laga nasional ini. “Selain karate, adapula e-sport, MTQ, virtual run, tari tradisional, ONMIPA, business plan, lomba debat, fiksi pendek, podcast dan lain-lain. Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kota Malang, Mohammad Anas S.T. mengapresiasi event karate nasional yang digelar UMM. Menurutnya, kondisi pandemi memang menghambat karateka. Berbagai kegiatan dan agenda yang direncanakan tidak bisa dilaksanakan dengan baik. Kompetisi UMM ini adalah event kedua yang hadir di kampus se-Malang. “Terimakasih UMM telah memberikan wadah dalam rangka menghidupkan kembali aktivitas dan kegiatan karateka yang mati suri karena pandemic. Semoga ke depannya, lomba-lomba semacam ini bisa kembali digelar agar geliat dan semangat karateka bisa tersebur luas,” ujar Anas menerangkan. “Jadi meskipun masih dalam situasi pandemi, namun hal ini tidak membatasi semangat sivitas akademika untuk membuat aktivitas yang produktif dan prestatif,”ungkapnya. Sementara itu, Pelatih Inkado UMM Ary Bahtiar, S.P, M.Si mengatakan bahwa pertandingan karate ini dilakukan secara virtual karena masih dalam suasana pandemi. Para peserta dinilai berdasarkan rekam gerak virtual karate. Ia juga mengatakan bahwa Kampus Putih UMM melalui UKM Inkado menurunkan 29 atlet di berbagai kategori. “Alhamdulillah berkat kerja keras dan latihan intensif, kami berhasil memperoleh juara umum kedua dalam kompetisi ini. Semoga teman-teman mahasiswa bisa terus belajar dan meningkatkan kemampuan. Dengan begitu, berbagai prestasi akan mengiringi” ujar Ary melanjutkan. (/wil)

Tapak Suci UMM Borong Juara di Kompetisi Internasional

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa mendorong mahasiswanya untuk terus berprestasi. Tidak hanya di aspek akademik saja, api juga di aspek non akademik. Kali ini kabar gembira datang dari UKM Tapak Suci (TS) UMM. Tim inj berhasil memborong juara di Airlangga Championship Tapak Suci International Virtual Open 2021. Sembilan delegasi yang dikirim berhasil meraih juara pertama, kedua dan ketiga di berbagai kategori. Adapun kejuaraan ini diselenggarakan secara daring pada tanggal 8-11 November. Iqbal Maulana Mandala Putra selaku ketua TS UMM menuturkan bahwa persiapan untuk lomba kali ini terbilang mendadak. Terhitung mereka hanya memiliki waktu dua minggu untuk berlatih sebelum terjun ke perlombaan. Meski begitu, Iqbal merasa bahwa usaha keras yang dilakukan membuahkan hasil yang maksimal. “Biasanya, kami memerlukan persiapan selama satu hingga dua bulan. Dengan begitu, para atlet bisa punya waktu yg cukup untuk melatih gerakan,” ungkapnya. Iqbal, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa kendala yang dialami kali ini terletak pada aspek hafalan gerakan. Para atlet mau tidak mau harus segera memahami gerakan sebelum terjun ke kompetisi. Meski begitu, persiapan fisik yang dilakukan membantu ketika pengambilan video. “Jadi, menghafal gerakan menjadi aspek yang paling memakan waktu. Teman-teman sering lupa, namun berhasil dengan baik dalam waktu yang tepat,” imbuhnya. Pria asli Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini mengatakan bahwa keunggulan atlet TS UMM adalab dasar teknim uang mumpuni. Didukung juga dengan pelatih yang menguasai berbagai jurus serta teknik. modal tersebut menurut Iqbal membuat para atlet bisa beradaptasi di tengah persiapan yang mendadak. Adapun daftar peraih juara ialah Andi Prasetyono yang menyabet juara 1 tunggal tangan kosong dewasa putra dan Ridyan Darmawan yang memenangi juara 1 tunggal bersenjata dewasa putra. Adapula Yulia Nastuti yang meraih juara 2 tunggal tangan kosong dewasa putri dan Fitri Sudirman yang meraih temat kedua tunggal bersenjata dewasa putri. Sedangkan di juara 3, ada Nadiati Sholehah di kategori tunggal bersenjata dewasa putri dan Andi Prasetyono, M Chusni, Azizah Rahman, Fitri Sudirman, serta Yulia Nastuti yang merengkuh juara 3 beregu tangan kosong dewasa campuran. Terakhir, mahasiswa Prodi Ilmu Hukum ini berharap porsi latihan para atlet bisa ditingkatkan demi mendapatkan juara di tingkat yang lebih tinggi. “Kami juga ingin agar regenerasi di TS UMM bisa berjalan dengan baik sehingga mampu melahirkan juara-juara baru,” pungkasnya. (/wil)

Pendidikan Matematika UMM Gelar Olimpiade Matematika Nasional

Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar Matriks Mathematics Olympiad (MMO) dan Lomba Esai Matematika Nasional (LEMNAS). Kedua lomba tersebut dilaksanakan pada Sabtu (13/11) lalu bertempat di Kampus III UMM. Adapun Matriks Mathematics Olympiad ditujukan untuk siswa SMP sederajat dan SMA sederajat. Sementara Lomba Esai Matematika Nasional diselenggarakan bagi para mahasiswa. Ketua prodi Pendidikan Matematika, Dr. Moh. Mahfud Effendy, M.Pd. mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menumbuhkan kecintaan pada matematika. Menurutnya, ada penurunan akan minat siswa dan mahasiswa akan Matematika. “Dari situlah muncul kekhawatiran mengenai regenerasi pecinta matematika,” tuturnya menerangkan. Selain itu, agenda ini juga memuat berbagai edukasi matematika. Para peserta diberikan gambaran tentang matematika dengan stigma berbeda yang menyertainya. Tidak hanya dikalangan akademisi tapi juga stigma di masyarakat yang memandang bahwa matematika itu kaku dan tidak fleksibel. “Harapannya, ada silaturahmi dan edukasi sehingga para peserta dapat menyebarkan virus cinta matematika kepada teman-temannya. Jadi prinsipnya, ini adalah bentuk komitmen kami dalam upaya melahirkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul di bidang matematika,” ungkapnya. Menariknya, Prodi Pendidikan Matematika tidak hanya memberikan hadiah berupa sertifikat dan uang pembinaan saja. Tapi juga memberikan free pass prodi Pendidikan Matematika UMM bagi mereka yang juara. Menurut Mahfud, ini adalah bentuk apresiasi dan wadah bagi talenta para peserta. “Jangan sampai mereka-mereka ini tidak dapat melanjutkan pendidikan karena ada kendala teknis. Adapun di prodi Pendidikan Matematika juga berupaya sebaik mungkin agar mahasiswa bisa studi tepat waktu dengan keterampilan yang luas. Apalagi ditunjang dengan program-program unggulan seperti Karya Ilmiah Setara Skripsi (KISS), Asistensi Magang Skripsi dan KKN (ASIK Plus), Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM),” imbuhnya. Ditemui secara terpisah, Laisanti Ayu Febriani selaku ketua pelaksana mengatakan bahwa antusiasme para peserta terlihat tinggi. Tercatat, ada 77 peserta tingkat SMP sederajat dan 81 peserta tingkat SMA sederajat. ”Alhamdulillah para peserta sangat antusias. Total ada 158 peserta untuk Matriks Mathematics Olympiad yang dilaksanakan pada tahun ini,” ungkapnya menjelaskan. Olimpiade ini, lanjutnya, terbagi dalam tiga babak. Dimulai dengan babak penyisihan, semifinal, dan kemudian final. Babak penyisihan dilaksanakan pada 10 Oktober 2021, sementara babak semifinal dan final dilaksanakan 13 November 2021. Sementara itu, lomba esai terbagi dalam dua tahap, diawali dengan tahap seleksi, kemudian tahap final yang juga digelar pada 13 November 2021. (/wil)

Deksa Aldebaran, Mahasiwa UMM Jadi Duta Tirta Kanjuruhan

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mendorong mahasiwanya berprestasi dalam berbagai bidang. Kali ini, mahasiswa Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian dan Pertenakan (FPP) UMM Deksa Aldebaran raih predikat sebagai Duta Tirta Kanjuruhan. Ia terpilih dalam kompetisi Joko Roro Kabupaten Malang pada Rabu (10/11) lalu. Adapun agenda tersebut berlokasi di Shanaya Resort, Karangploso. Deksa, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa Duta Tirta Kanjuruhan adalah predikat yang diberikan kepada mereka yang mempromosikan produk dari Tirta Kanjuruhan. Sedangkan Tirta Kanjuruhan merupakan produk air minum milik pemerintah Kabupaten Malang. “Ada tujuh atribut duta yang ada dalam gelaran ini, salah satunya Duta Tirta Kanjuruhan. Tentu, yang plaing utama adalah predikat Joko Roro Kabupaten Malang,” imbuh Deksa. Mahasiswa asli Kabupaten Malang ini mengatakan bahwa usai babak penyisihan, peserta yang lolos akan mengikuti proses karantina selama satu bulan lamanya. Dalam proses tersebut, banyak persiapan informasi terkait Kabupaten Malang, mulai dari bahasa, pariwisata, usaha lokal hingga budaya. Menurut pengakuannya, ia juga diajarkan mengenai tarian khas Malangan, salah satunya Tari Topeng Malangan. Lokasinya juga berbeda-beda tergantung materi apa yang diberikan. “Jadi selama karantina, para peserta yang lolos diberi beragam persiapan terkait informasi Kabupaten Malang yang lebih mendalam. Dengan begitu, kami bisa memahami Malang dengan lebih baik,” jelasnya. Deksa menambahkan bahwa perluasan relasi dan informasi terkait pariwisata dan usaha Kabupaten Malang adalah salah satu persiapan yang harus dimiliki pada babak grand final. Maka menurutnya, pemahaman menyeluruh terkiat hal itu sangat diperlukan. Selain itu, Deksa juga mengatakan kunci dalam meraih predikat Duta Tirta Kanjuruhan adalah berusaha tetap tenang dan mengikuti alur sebagaimana mestinya. Sebelumnya, anak pertama dari dua bersaudara ini juga pernah meraih predikat sebagai Putra Kampus 2020 pada evet Putra Putri Kampus UMM. Terakhir, ia berharap bisa memperkenalkan Tirta Kanjuruhan produk Air Minum Asli Kabupaten Malang secara luas. Tidak terbatas di Malang raya saja, tapi juga bisa mempromosikannya di daerah lain. “Saya juga berharap paguyuban Joko Roro juga bisa terus bersinergi dengan pemerintah. Utamanya dalam mendorong dan memulihkan pariwisata Kabupaten Malang,” pungkasnya. (wil)

Tim Surya UMM Borong Juara Nasional di KJI dan KBGI

Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali berlaga di Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) 2021. Pada perlombaan yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) tersebut, Tim UMM berhasil memborong enam kejuaraan di empat kategori lomba yang berbeda. Raihan prestasi tersebut diumumkan pada Minggu (07/11) lalu. Salah satu anggota tim, Muhammad Kelvin Haidar Priyanka, menceritakan bahwa pada perlombaan tersebut UMM mengirimkan 15 proposal di empat kategori yang berbeda. Keempat kategori tersebut ialah KJI Rangka Baja, KJI Pelengkung, KBGI Kayu, dan KBGI Canai Dingin. Dari 15 proposal yang telah terkirim, terpilih empat proposal terbaik dan UMM berhasil menjadi finalis di masing-masing kategori. Kelvin sapaan akrabnya, mengatakan bahwa ia dan tim UMM memberikan inovasi dan terobosan baru dalam proposal pembangunan jembatan dan Gedung. Pada kategori jembatan rangka, mereka menambahkan dua batang vertical untuk mengurangi lendutan pada jembatan. Sementara pada jembatan pelengkung, mereka merancang pembangunan jembatan di Kutai Karta Negara sebagai ibu kota yang baru. “Untuk kategori gedung kayu, kami menggunakan alat sambung berupa pasak dari tusuk gigi agar sambungan balok-kolom lebih kokoh namun tetap mudah penggunaannya. Terakhir, di kategori gedung canai dingin, kami meletakkan sambungan kolom-kolom diantara dua lantai untuk mengurangi titik lemah pada bangunan,” jelas mahasiswa Teknik Sipil tersebut. Ia kembali menceritakan bahwa dalam mengikuti perlombaan, timnya menghadapi segelintir kendala. Salah satunya adalah pengiriman barang ke lokasi lomba yang diselenggarakan di Pontianak. Anak terakhir dari dua bersaudara ini mengaku cukup kesulitan membawa material-material yang nantinya akan digunakan ketika perakitan. Selain karena materialnya sangat besar, uang untuk pengiriman ke Pontianak juga tergolong mahal. Ditanya ihwal perlombaan, ia mengaku bahwa ada beberapa perbedaan lomba tahun ini ketimbang tahun lalu. Salah satunya adalah biaya transportasi dan penginapan yang kini harus ditanggung secara mandiri. Meski begitu, ia dan tim UMM bersyukur karena perjuangannya dapat memberikan hasil yang maksimal. Mereka mampu membawa pulang enam kejuaraan di empat kategori berbeda. “Kami memperoleh juara dua pada KJI Rangka Baja, juara dua pada KBGI Kayu, dan juara harapan satu pada KJI Pelengkung. Sementara itu pada kejuaraan kategori, kami meraih kategori metode pelaksanaan konstruksi pada cabang KBGI Canai Dingin, juara kategori kreativitas dalam rancang bangun, serta juara kategori bangunan masa depan, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ujar mahasiswa asal Pasuruan tersebut. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kompetisi KJI dan KBGI sudah menjadi kegiatan tahunan bagi lembaga semi-otonom (LSO) Surya Team yang menaungi mahasiswa-mahasiswa UMM. Kelvin berharap tim Surya bisa mempertahankan raihan prestasi di tahun dengan dengan meloloskan proposal di smeua kategori. “Kami juga tentu berharap prestasi di perlombaan tahun depan bisa meningkat. Tahun ini kami belum dapat membawa pulang prestasi sebagai juara umum, tapi kami akan berusaha dengan keras agar mampu memenangkan juara tersebut,” pungkasnya. (syi/wil)

Mahasiswa UMM Juara Nasional Essay Penanganan Limbah Medis

Penggunaan masker di masa pandemi menyebabkan naiknya angka limbah B3. Melihat hal itu, Dinda Putri Savira, mahasiswa ilmu keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberikan terbosan melalui tulisan essay. Ia menuliskan rancangan aplikasi dengan sistem informasi manajemen pengelolaan sampah medis dan rumah tangga. Essay tersebut berhasil menjadi juara pertama dalam kompetisi nasional Public Health Student Affair 2021 yang dilaksanakan Universitas Sriwijawa Akhir Oktober lalu (30/10) Dinda, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa menurut data laporan dari Dinas Kesehatan dan Lingkungan, limbah medis telah mengalami peningkatan sebesar 30-50 persen. Menurutnya, hal itu menjadi masalah yang harus diselesaikan. Melalui aplikasi rancangannya, ada lima fitur pengelolaan limbah medis dan rumah tangga yang disediakan. Pertama, fitur pengenalan sampah yang bisa membedakan sampah. Kedua, yakni fitur disinfeksi yang memberikan informasi agar sampah disinfeksikan selama lima menit dan dilengkapi dengan timer. “Yang ketiga dan keempat adalah penanganan limbah infeksiusn serta fitur pewadahan dan pelabelan. Kemudian yang terakhir adalah fitur penanganan lanjutan yang memiliki dua opsi. Yaitu sarana penjemputan limbah infeksius dan penyimpanan sampah selama 48 jam untuk mereduksi infkesi dari sampah,” imbuhnya. Mahasiswi berasal dari Banyuwangi ini kembali menuturkan bahwa aplikasi ini memanfaatkan sistem location base service. Dengan begitu, aplikasi rancangannya ini akan menampilkan lokasi tempat pembuangan akhir (TPA). Sistem ini juga memungkinkan aplikasi untuk mengirim sinyal Ketika sampah yang sudah ada bisa diambil oleh tim sampah yang bertugas. “Dengan begitu, petugas kebersihan bisa tahu kapan sampah belum bisa diambil maupun sudah bisa diambil,” ujarnya. Selain itu, mahasiswa kelahiran Malang ini mengaku bahwa ini pertama kalinya ia Menyusun essay sendirian. Melihat hasil yang memuaskan, ia meyakini bahwa kemampuan yang dimilikinya bisa memberikan perstasi-prestasi lainnya. Ia berharap agar raihannya ini bisa menjadi pemacu bagu mahasiswa lain untuk berusaha meraih prestasi. Tidak puas dengan pengetahuan dan raihan yang sudah dicapai. “Saya juga sangat ingin agar aplikasi rancangan saya ini bisa direalisasikan. Mungkin nati bisa menggaet kerja sama dengan lain pihak, sehingga bisa terwujud dan mampu memebrikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Khususnya terkait penanganan limbah medis yang kini sedang naik,” ujarnya mengakhiri. (syi/will)

UMM Bantu Korban Banjir Jodipan

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali berkontribusi untuk meringankan beban masyarakat. Melalui program UMM Berbagi untuk Negeri, Kampus Putih memberikan bantuan berupa material dan puluhan kursi pada warga pada Sabtu (13/11) lalu. Utamanya mereka yang berada di wilayah terdampak banjir yakni RW VI, Kelurahan Jodipan, Blimbing, Malang. Zakarija Achmat, S.Psi. M.Si. selaku koordinator dari UMM mengatakan bahwa donasi yang dikumpulkan ini memang ditujukan kepada para warga yang mengalami kesulitan. Tidak hanya bagi korban bencana, UMM Berbagi untuk Negeri juga sempat memberikan bantuan kepada penyintas Covid-19 yang sedang isolasi mandiri. “Selain didistribusikan ke Jodipan, barang bantuan banjir ini juga kami salurkan ke wilayah Kota Batu. Begitupun dengan para relawan yang kami kirim untuk membantu warga sekitar. Saat ini, mereka tengah bergabung dalam tim yang membersihkan aliran sungai,” imbuhnya. Adapun bantuan yang diberikan ke wilayah Jodipan adalah material seperti pasir cor, galvalum, koral, spandek dan lainnya. Selain itu, Kampus Putih juga memberikan puluhan kursi yang akan ditempatkan di balai RW. “Memang tujuan awal kami membuka rekening donasi adalah untuk memeberikannya kepada mereka yang membutuhkan. Jadi siapa saja bisa mengirimkan donasinya, tidak terbatas pada sivitas akademika UMM saja,” tutur Zakarija. Sementara itu, Mohammad Luthfi selaku Ketua RW 6 menjelaskan bahwa ada 31 rumah yang terdampak. 19 di antaranya hancur bahkan hanyut. Beruntung, semua bangunan itu sudah dibangun kembali berkat kerja sama para warga dan para relawan. “Alhamdulillah para warga sudah kembali ke rumah masing-masing setelah sebelumnya mengungsi ke mushola,” tuturnya. Selama tinggal di lokasi tersebut, Luthfi mengaku bahwa sudah dua kali banjir terjadi. Kali pertama menimpa pada 2004 lalu dan yang kedua di tahun 2021. Beruntung, tidak ada korban yang hanyut di dua bencana tersebut. “Sempat ada tawaran pada warga untuk relokasi di tempat lain maupun rusun, tapi kebanyakan warga menolak,” tuturnya. Lebih lanjut, ia mengaku bahwa pihaknya memang sudah menutup donasi berupa air mineral, sembako, dan pakaian karena telah mencukupi. Kini, mereka fokus membenahi fasilitas umum (fasum) untuk masyarakat. Mulai dari kamar mandi umum hingga sumber air yang sempat tersumbat dan hancur. Terakhir, ia mengucapkan terimakasih kepada UMM yang sudah memberikan bantuan ebrupa material. Ia berharap bangunan yang menaungi kamar mandi umum dan sumber air bisa segera dibangun. Begitupun dengan puluhan kursi pengganti 90 kursi yang hanyut saat banjir. “Terima kasih kepada para donator dari UMM. semoga apa yang diberikan bisa memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat,” pungkasnya. (/wil)

Bela Negara FPP UMM Bangun Pribadi Tangguh Mahasiswa

Dalam rangka membentuk pribadi yang tangguh nan mandiri, Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melangsungkan bela negara. Gelaran yang ditujukan bagi mahasiswa baru (maba) tersebut dilaksanakan dalam dua gelombang, yakni pada 8-13 dan 15-20 November 2021. Adapun para maba yang berjumlah lebih dari 600 itu dilatih dan dibina di Pusat Pendidikan Artleri Pertahanan Udara (Pusdik Arhanud). Ditanya ihwal agenda bela negara tersebut, Dekan FPP Dr. Ir. Aris Winaya, M.M. M.Si. mengatakan bahwa tahun ini mereka mengusung semangat UMM Pasti. Para mahasiswa didorong untuk pasti mampu lulus tepat waktu serta pasti menjadi mahasiswa yang mandiri. Maka menurutnya, bela negara ini menjadi salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut. Aris, panggilan akrabnya juga menjelaskan mutu pendidikan yang FPP sediakan untuk mewujudkan program UMM pasti. Ada tiga prodi yang sudah terakreditasi Unggul, yakni Agroteknologi, Agribisnis, dan Peternakan. Kemudian adapula dua prodi terakreditasi A yaitu Teknologi Pangan dan Akuakultur. Sedangkan prodi kehutanan mendapatkan predikat Sangat Baik. “Kualitas yang kami sandang ini menunjukkan bahwa kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik untuk bidang akademik maupun non akademik. Sehingga mampu menunjang mahasiswa untuk lulus tepat empat tahun,” imbuhnya Sementara itu, Wakil Dekan I FPP Ir. Henik Sukorini, MP. Ph.D. menjelaskan bahwa saat ini kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan banyak peluang. Utamanya bagi mahasiswa dalam rangka mencapai tujuan lulus tepat waktu. Mereka dapat mengambil kegiatan di luar kampus sejak semester enam untuk akselerasi kelulusan. “Minimal durasi program MBKM ini adalah satu semester. Kegiatan di luar kampus yang sudah dilaksanakan oleh mahasiswa juga bisa dikonversi menjadi 20 SKS,” tutur Henik. Sementara itu, Dr. Ir. Mochammad Chanan, M.P., selaku wakil dekan II FPP mengutarakan bahwa berbagai fasilitas sudah disiapkan. Mulai dari laboratorium yang terintrigasi hingga Edupark yang menurutnya bisa menjadi katalisator mahasiswa untuk segera menyelesaikan studinya. “Saudara-saudara mahasiswa juga harus mengikuti berbagai aktivitas ekstrakuliler agar bsia mempelajari cara berkomunikasi, bersosialisasi dan berdialog,” ungkapnya. Chanan juga sempat menerangkan terkait survey yang dilakukan oleh National Association of College and Employers (NACE). Survey tersebut menyatakan bahwa kesuksesan tidak hanya ditunjukkan oleh indeks prestasi kumulatif (IPK) yang tinggi saja. Namun dipengaruhi juga oleh komunikasi yang baik dan kerja sama. (/wil)

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia UMM Juara Komedi Tunggal Kemdikbudristek

Mohammed Ali Fouly, mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM berhasil meraih penghargaan dalam lomba komedi tunggal di Festival Handai Indonesia tahun 2021. Kompetisi ini diadakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) dalam rangkaian perayaan Bulan Bahasa pada September-Oktober. Adapun pengumuman juara dilaksanakan pada Kamis (28/10) lalu. Disampaikan Fouly, lomba ini ditujukan bagi warga negara asing yang mampu berbahasa Indonesia serta memahami kebudayaan Indonesia. Ada berbagai jenis kompetisi yang dilombakan di Festival Handai Indonesia. Mahasiswa UMM yang berasal dari Mesir tersebut awalnya tertarik mengikuti lomba pidato. Namun, karena hanya ada beberapa hari saja untuk persiapan, akhirnya ia lebih memilih ikut dalam lomba komedi tunggal. “Awalnya saya ingin ikut dalam lomba pidato, tapi karena waktunya mepet, akhirnya saya ikut lomba komedi tunggal karena lebih mudah dan persiapannya lebih gampang. Selain itu, saya juga pernah membahas hal-hal berbau komedi di kanal Youtube saya, sehingga sudah terbiasa,” ujar Fouly. Lomba tersebut mengharuskan Fouly untuk membuat video dan mengirimkannya ke pihak penyelenggara. Pengalamannya sebagai youtuber membantunya dalam pengambilan dan editing video. Menurutnya, ia tidak mengalami kendala yang berarti dalam penyusunan materi dan video yang dibuat. “Awalnya, saya menonton ulang konten Youtube saya, setelah itu mengumpulkan bagian-bagian yang bisa dijadikan bahan untuk lomba komedi tunggal. Utamanya bagian-bagaian tentang perpindahan budaya dan culture shock. Saya juga menambahkan beberapa bagian dari pengalaman sendiri lalu saya jadikan script, merekam video, mengedit dan submit videonya ke pihak Festival Handai Indonesia,” jelas Fouly. Ketertarikannya terhadap lomba berkomedi tunggal juga mendapatkan pengaruh dari konten Youtube yang ia buat. Fouly melihat bahwa penonton lebih banyak menikmati kontennya yang berbau komedi. Dari situ, ia merasa bahwa ide dan pikirannya lebih mudah diterima oleh penonton jika ia mengemasnya dengan unsur komedi. Mahasiswa yang sudah memiliki 310 ribu subscriber Youtube tersebut bertekad untuk terus mengasah Bahasa Indonesia dan kemampuan berkomedinya. Utamanya melalui konten-konten perbedaan budaya Indonesia-Mesir yang ia buat di Youtube. Ia menambahkan bahwa sama halnya dengan berceramah, jika penceramah menyampaikan pesan dengan komedi maka jamaah akan lebih suka mendengarkannya. Terakhir, Fouly juga menyampaikan pesan kepada teman-teman BIPA agar bisa meraih prestasi sebanyak mungkin. Apalagi dengan banyaknya perlombaan yang diadakan berbagai pihak. “Beberapa caranya yakni dengan bersungguh-sungguh belajar bahasa Indonesia, sering mengobrol dengan menggunakan Bahasa Indonesia, dan tidak takut untuk ikut dalam berbagai lomba semacam ini. Tidak perlu takut salah, karena dengan kesalahan kita bisa belajar,” ungkap Fouly mengakhiri. (wil)

Fenomena Popping Sendi Menurut Pakar Fisioterapi UMM

Ketika mengalami kelelahan, beberapa orang melakukan perenggangan dengan membunyikan sendi-sendi di jari tangan ataupun leher. Dalam istilah medis proses peregangan yang menghasilkan bunyi itu disebut dengan istilah kavitasi. Sementara bunyi ‘krek’ yang dihasilkan saat perenggangan biasa disebut dengan popping. Dosen Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Zidni Imanurrohmah Lubis, S.Ft., M.Biomed., menjelaskan bahwa bunyi yang dihasilkan saat proses peregangan merupakan hasil dari kompresi di dalam sendi. Kompresi tersebut menyebabkan pelepasan atau letupan gelembung nitrogen di cairan antar sendi, di mana cairan antar sendi berfungsi sebagai pelumas. “Namun antar sendi biasanya memiliki kadar nitrogen yang berbeda. Jadi ada saatnya proses kavitasi tidak menghasilkan bunyi popping. Sebagian orang biasanya melakukan kavitasi karena merasa senang atau lega dengan bunyi popping yang dihasilkan. Apalagi saat berada di posisi yang sama dalam waktu yang lama. Kavitasi seringkali jadi pilihan masyarakat,” ujar dosen asal Malang tersebut. Zidni, sapaan akrabnya, kembali menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada bukti ilmiah bahwa proses kavitasi ini berkorelasi negatif maupun positif terhadap tubuh. Asal tidak melakukan peregangan secara berlebihan, kavitasi ini tergolong aman untuk dilakukan. “Umumnya proses kavitasi tidak menimbulkan rasa sakit atau nyeri. Apabila pada proses tersebut diikuti dengan rasa nyeri ataupun sakit di persendian, saya sarankan untuk segera periksa ke Rumah Sakit (RS) maupun Fisioterapis,” kata Zidni melanjutkan. Zidni mengatakan bahwa meskipun cukup aman dilakukan, ada beberapa kasus di mana kavitasi bukan menjadi solusi utama. Kasus-kasus tersebut yaitu saat berada dalam kondisi kelelahan dimana otot terasa kaku maupun gerak sendi yang terbatas. Adapula kondisi ketika otot-otot masih terasa nyeri. “Dibanding melakukan kavitasi, lebih baik kita melakukan stretching. Penguluran otot tersebut dapat dilakukan dengan menahan posisi stretching selama 20-30 detik agar pengulurannya optimal. Sehingga memberikan rasa lega seperti yang dirasakan saat melakukan kavitasi,” kata dosen yang hobi menonton film tersebut. Zidni menambahkan, masyarakat bisa pergi ke Fisioterapi ketika ingin melakukan kavitasi secara profesional. “Meskipun proses kavitasi dan suara ‘popping’ bukan tujuan utama penanganan, namun fisioterapis memiliki kompetensi dalam joint manual mobilization atau mobilisasi sendi manual. Sehingga akan lebih aman karena dilakukan bersama orang yang tahu dan paham terkait hal itu,” pungkasnya. (syi/wil)