Tim Pengabdian UMM Ajari Peternak Ikan Gunakan Teknologi

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memberikan kontribusi nyata pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) melalui Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) melangsungkan Sosialisasi Pengolahan Pakan Ikan dan Penyerahan Mesin Pelet Pakan Ikan. Adapun PPDM ini digarap oleh Riza Rahman Hakim, S.Pi, M.Sc. (Akuakultur), Machmud Effendy, ST, M.Eng (Teknik Elektro) dan Beti Istanti Suwandayani, S.Pd., M.Pd (PGSD). Bertempat di Rumah Lurah Desa Parangargo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, pada Kamis (4/11) lalu. Prawoto S.Sos selaku Lurah Desa Purwoargo mengatakan bahwa sosialisasi pengolahan pakan dan penyerahan mesin pencetak pelet ikan ini dirasa bisa membantu budidaya ikan di tempatnya. Menurutnya, pengeluaran terbesar dari budidaya ikan air tawar adalah dari aspek pakan. Maka hadirnya hibah alat ini tentu dinilai bisa menghemat biaya tersebut. “Saya selaku lurah sekaligus mewakili masyarkat Desa Purwoargo berterimakasih atas hibah mesin pencetak pelet ikan yang nantinya akan membantu proses budidaya ikan air tawar,” ucapnya. Turut hadir pula Ir. Rini Pandan Arum selaku Kepala Bidang Pengelolaan Pembudidayaan Ikan, Dinas Perikanan Kabupaten Malang. Ia memaparkan bahwa Dinas Perikanan berupaya mengembangkan jenis budidya ikan di kolam air deras. Sampai saat ini, pengembangan ini masih berada pada tahap uji coba di Desa Sanankerto, Turen. Rencananya, pihak Dinas Perikanan akan melakukan ujicoba pula di Desa Parangargo. Rini berharap, sinergisitas antara UMM, pemerintah dan masyarakat bisa terus dijalin. “Saya kira mesin ini bisa menekan pengeluaran warga pembudidaya ikan yang biasanya hamper mencapai 60 persen dari total pengeluaran,”tegasnya melanjutkan. Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. Yus Mochamad Cholily, M.Si selaku Direktur DPPM UMM mengatakan bahwa program ini menggaet beberapa pihak seperti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud – Ristek). Ia juga mengatakan bahwa kelangsungan program ini didukung oleh pemerintah selama tiga tahun ke depan. “Daripada disimpan di kampus saja, alangkah baiknya ilmu ini bisa dituangkan dan diimplementasikan di masyarakat. Harapannya, warga bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” ujarnya. Yus sapaan akrabnya kembali menceritakan bahwa sebelumnya, pihaknya juga telah menyelenggarakan program pengembangan budidaya lele dengan sistem biona. Dari situ, mereka dapat melihat bahwa ada banyak aspek yang harus dipenuhi agar budidaya itu berhasil. Mulai dari bibit, pakan ikan dan airasi. Budidaya ini juga membutuhkan listrik yang kuat, maka mereka memasang solar cell sebagai penunjang listrik. “Saya rasa pakan menjadi salah satu pengeluaran yang paling banyak menghabiskan. Maka dengan adanya mesin pelet ikan ini bisa menekan pengeluaran proses budidaya. Pun juga bisa menjadi sumber penghasilan tambahan melalui suplai pakan ikan,” jelasnya. (/will)

Dosen-Mahasiswa UMM Manfaatkan Limbah Anggrek Jadi Suvenir

Kembangkan potensi Desa Wisata Anggrek, tim dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) beri pelatihan pembuatan suvenir. Program yang tergabung dalam Pengabdian kepada Masyarakat tersebut berlangsung selama lima bulan yakni Juli-November 2021 di Desa Dadaprejo, Kec. Junrejo, Kota Batu. Salah satu anggota tim, Moh. Mirza Nuryady, S.Si., M.Sc, mengatakan bahwa suvenir buatan timya berasal dari bunga anggrek yang dikeringkan. Pemilihan bunga anggrek sebagai cinderamata ini dilakukan untuk memanfaatkan sumber daya yang Sebagian besar terbuang. Ia bercerita bahwa bunga anggrek yang telah mekar hanya bertahan selama dua minggu sampai satu bulan saja. Sementara itu penjualan tanaman anggrek cukup sulit karena harganya yang tergolong mahal. “Sayang sekali melihat bunga-bunga tersebut layu begitu saja. Karena hal itu, tim kami mengawetkan bunga anggrek yang sudah tua menggunakan resin dan menjadikannya sebagai buah tangan bagi pengunjung maupun orang-orang di media sosial,” ujar Dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi itu. Bersama Diani Fatmawati, S.Pd., M.Pd, Tutut Indria Permana, M.Pd, dan dua mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi, Mirza tidak hanya mengajarkan pembuatan souvenir saja. Mereka juga memberikan berbagai pembinaan dan materi terkait bagaiamana memasarkan produk tersebut. Mulai dari pemsaran secara konvensional maupun dengan menggunakan teknologi digital melalui media sosial atau market place. Adapun saat pelatihan, tim ini berfokus untuk mengajari dan mendampingi Karang Taruna dan Asosiasi Petani Anggrek. “Pelatihan ini mencakup lima tahapan yaitu, pemilihan anggrek, pengeringan, pemberian resin, pencetakan, dan yang terakhir pemasaran. Sampai saat ini, kami menggunakan pemasaran online menggunakan Instagram dan Tiktok dengan metode pre-order (PO),” kata Mirza. Mirza juga menuturkan bahwa pihaknya juga sudah mengikuti berbagai kegiatan dari Asosiasi Pecinta Anggrek. Utamanya dalam aspek pemasaran produk. Terbaru, mereka telah memasang tenant selama seminggu mulai dari tanggal 7-14 November di salah satu acara Asosiasi Pecinta Aggrek. Di akhir wawancara Mirza menyampaikan bahwa tujuan program ini adalah untuk meningkatkan potensi-potensi desa wisata anggrek yang belum dikembangkan oleh masyarakat. Selain itu juga berupaya memanfaatkan bunga anggrek layu yang biasanya dibuang menjadi satu produk ekonomis yang bsisa dijual. “Kami tentu berharap dengan adanya kegiatan pelatihan ini, akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Dadaprejo sehingga menjadi warga yang mandiri dan mampu memanfaatkan peluang serta potensi,” pungkasnya. (syi/wil)

Pendidikan Biologi UMM Bahas Solusi Pembelajaran Pasca Pandemi

Berbagai tantangan pembelajaran muncul pasca pandemi Covid-19. Untuk menjawab permasalahan tersebut, Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selenggarakan Seminar Nasional Pendidikan Biologi “SEMBIO VI”. Gelaran tersebut disiarkan pada Sabtu (06/11) melalui kanal Zoom dan Youtube Pendidikan Biologi FKIP UMM. Dr. Moch. Agus Krisno Budiyanto, M.Kes. selaku ketua pelaksana mengatakan bahwa permasalahan utama pendidikan di masa pandemi Covid-19 adalah learning lost. Hal ini tidak hanya mengakibatkan kemunduran hasil belajar, namun para pengajar juga mengalami kesulitan belajar. “Untuk mengatasi masalah tersebut, kami mencoba untuk memasukan pandangan-pandangan ilmiah. Kami juga ingin memberikan kesempatan kepada seluruh praktisi bidang pendidikan dan biologi untuk berperan dalam mengembangkan karya-karya inovatif. Utamanya pada masa pasca pandemi Covid-19 ini,” tuturnya. Agus berharap kegiatan yang diikuti oleh hampir 700 peneliti, praktisi pendidikan, dosen, mahasiswa, dan guru dari seluruh wilayah Indonesia ini, akan menjadi poros penting dalam memberikan gambaran peningkatan kualitas pendidikan di pasca Pandemi covid-19. Sementara Itu, Ketua Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMM Dr. Iin Hindun, M.Kes menjelaskan bahwa kegiatan forum Ilmiah Ini diharapkan tidak hanya sebagai gelaran semata. Namun juga dapat memiliki nilai kebermanfaatan yang tinggi. “Sudah saatnya berbagai luaran kegiatan Tri Dharma perguruan tinggi bisa didesiminasikan. Saya rasa luaran kegiatan dosen memiliki nilai-nilai potensi hasil penelitian yang sudah teruji dan dapat dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai masalah kehidupan. Khususnya untuk menyongsong aktifitas pasca pandemi Covid-19,” tutur dosen bidang pendidikan dan genetika ini. Di sisi lain, Wakil Rektor I UMM Prof Dr Syamsul Arifin, M.Si menyatakan bahwa Seminar Nasional ke VI kali ini terasa lebih spesial. Pasalnya, banyak sivitas akademika yang menyambut baik gelaran forum ilmiah tersebut. Turut hadirnya dua pemateri internasional juga menjadikan agenda ini seminar nasional bernuansa internasional. “Seminar ini lebih terasa seperti seminar Internasional dengan hadirnya Prof. Siti Nur Hidayati, Ph.D. dari Department Biology Middle Tennessee State Univerity-USA, Jendral Phaisan Toryib dari Attarkiah Islamiyah Institute of Narathiwat-Thailand, serta satu pemateri dari UMM yaitu Assoc. Prof. Dr. Eko Susetyarini, M.Si,” pungkasnya. (syi/wil)

UMM Peduli Pensiunan Dosen dan Karyawan

Perhatian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak hanya kepada sivitas akademika yang aktif saja, tapi juga kepada para pensiunan. Salah satu bentuk perhatian tersebut terlihat saat Kampus Putih melangsungkan pertemuan keluarga pensiunan dengan pihak UMM pada Sabtu (6/11) lalu. Tidak  hanya para keluarga, agenda yang dilaksanakan di Ruang Sidang Senat itu juga dihadiri para pejabat, termasuk Badan Pembina Harian (BPH) UMM. Wakil Direktur Bidang Umum dan Kepesertaan Pengurus Dana Pensiun UMM Dr. Wahyudi, M.Si. mengatakan Kampus Putih selalu mengadakan pertemuan keluarga pensiunan untuk menjaga ikatan yang sudah dibangun. “Kami berusaha sebaik mungkin untuk memperhatikan dosen dan karyawan. Tidak hanya mereka yang masih aktif, tapi juga para pensiunan yang sudah mengabdi dengan luar bisa,” tuturnya. Wahyudi, sapaan akrabnya menyampaikan bahwa unit dana pensiun ini didirikan UMM pada 2006 lalu. Adapun unit ini bertujuan untuk membantu para pegawai dan dosen yang sudah purna agar tetap bisa menikmati kesejahteraan. “Sebagai unit yang didirikan secara mandiri, unit ini tunduk dan patuh pada dua peraturan. Yaitu peraturan dana pensiun UMM serta peraturan OJK terkait manfaat pensiun,” imbuhnya. Dalam pertemuan tersebut, Wahyudi juga sempat menerangkan beberapa hal teknis mengenai manfaat pensiun yang diberikan. Mulai dari jenis-jenis hingga jumlah porsi yang diterima oleh keluarga. Ia juga berharap manfaat ini dapat digunakan sebaik mungkin oleh para penerimanya. Sementara itu, BPH UMM Dr. Joko Widodo, M.Si. menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pegawai yang purna. Tidak hanya mereka yang masih hidup tetapi juga kepada mereka yang sudah meninggal. Ia juga ingin agar manfaat pensiun ini bisa membantu para keluarga yang ditinggal untuk hidup dengan baik. Menurut Joko, mereka yang purna telah melakukan tugas dan pengabdian dengan baik. Berjuang keras dengan tujuan untuk memajukan Kampus Putih. Maka manfaat pensiun ini adalah penghargaan yang bisa diberikan oleh UMM. “Meski swasta, tapi alhamdulillah UMM mendapatkan rezeki dan selalu bisa memberikan dana pensiun,” ungkap Joko. Pada kesempatan itu, adapula penyampaian kesan oleh beberapa kerabat dan rekan para pensiunan yang telah meninggal. Salah satunya yang diungkapkan oleh Dekan Fakultas Teknik Prof. Ilyas Masudin, Ph.D. mengenai keseharian Nur Hadi. Menurutnya, Nur Hadi merupakan salah satu pendiri jruusan Teknik elektro di UMM. ia menilai sosok Nur hadi juga sudah berusaha sebaik mungkin dalam memajukan Kampus Putih. “Semoga segala kebaikan para almarhum diterima dan dibalas dengan hal yang setimpal serta ditempatkan di tempat terbaik di sisiNya,” pungkasnya. (wil)

Tapak Suci Jatim-UMM Kaji Pancasila dan Seni Bela Diri

Bersama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Pimpinan Wilayah (Pimwil) II Tapak Suci Jawa Timur langsungkan sarasehan pada Minggu (8/11) lalu. Berlokasi di ball room Rayz Hotel UMM, agenda tersebut dilaksanakan dengan protokol kesehatan dengan ketat. Adapun para pembicara yang dihadirkan membahas mengenai pembinaan ideologi Pancasila untuk melestarikan pencak silat, khususnya Tapak Suci. Prof. Dr.Ir. Sasmito Djati, MS, IPU, P.Ua selaku ketua umum Tapak Suci Jatim menerangkan bahwa acara ini merupakan usaha reaktualisasi ideologi Tapak Suci. Menurutnya, kini dunia sedang mengalami masa disrupsi, ditambah lagi dengan adanya pandemi Covid-19. “Maka dari itu, perlu adanya upaya untuk mengingatkan kembali nilai-nilai dan ideologi tapak suci bagi para pendekar. Sehingga tujuan dari Tapak Suci (TS) tidak melenceng,” tegasnya. Ditambahkan Sasmito, Tapak Suci merupakan organisasi otonom (ortom) yang inklusif. Semua orang bisa turut serta, tidak memandang latar belakang maupun tempat. Ia menyebutkan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jerman yang sanggup menyelenggarakan TS dengan baik. Banyak warga yang tertarik dan mengikutinya untuk memahami seni bela diri. Lebih lanjut, Sasmito kembali mengingatkan bahwa para pendekar dan kader memiliki tugas suci  sebagai putra Muhammadiyah. Salah satunya yaitu membawa pencerahan di manapun berada. “Di era disrupsi global ini, kita tidak boleh melupakan misi yang selalu kita emban. Semoga kita bisa konsisten dan mengingat serta berpegang teguh pada nilai-nilai ideologi Pancasila,” tegasnya. Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim Ir. Tamhid Masyhudi berkesempatan untuk membuka acara. Ia mengatakan bahwa para pendekar TS harus berbangga karena banyak kadernya yang mampu memenangi kejuaran, baik di PON maupun SEA Games. Hal ini menandakan bahwa TS memiliki hal yang luar biasa. Senada dengan Sasmito, ia juga mengapresiasi TS yang hadir di berbagai penjuru dunia. Mulai dari Inggris, Mesir, Jerman, Aljazair dan negara lainnya. Ia menggarisbawahi TS Taiwan yang berhasil mengadakan kejuaraan. Apalagi dengan adanya legalisasi pemerintah Taiwan yang mengiringi. “Saya sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan TS Taiwan. Mereka mampu memanfaatka  berbagai kesempatan dan membangun kerja sama yang bagus. Kini, TS juga menjadi bagian untuk membantu pemerintah Taiwan dalam kerja sama budaya,” tuturnya. Tamhid juga menerangkan bahwa Muhammadiyah memang ingin mengembangkan dakwah di era digital seperti sekarang. Menurutnya, Langkah ini sangat strategis karena bisa menentukan masa depan Muhammadiyah. Begitupun dengan TS yang juga nantinya akan terjun dalam dakwah digital. “Saya kira nanti TS ini bisa lebih ekspresif dan dinamis. Membuat video dengan gerakan-gerakan menarik. Ada seninya, speednya dan kekuatan yang bisa ditampilkan dan diwujudkan sebagai bentuk dakwah,” tegas Tamhid. Ia juga menilai bahwa Tapak Suci dapat dibingkai menjadi sela bela diri yang tampil sebagai pemersatu dan menjaga keutuhan NKRI. Tidak hanya Tapak Suci saja, tapi juga ortom-ortom lain yang harus sigap membantu bangsa seperti yang dilaksanakan dalam evakuasi serta bantuan korban banjir Malang-Batu beberapa waktu lalu. “Saya ingat satu pesan dari Ketum PP Muhammadiyah Pak Haedar yang menyebutkan bahwa Muhammadiyah harus hadir ketika bangsa Indonesia ini membutuhkan,” ujar Tamhid. Dalam gelaran itu, hadir pula para pemateri seperti Ketum Pusat Tapak Suci Dr. Ir. Chairul Muriman Setyabudi, Wakil Rektor II UMM Dr. Nazaruddin Malik, S.SE. M.Si., dan segelintir pemateri lainnya. Mereka membahas mengenai grand desain pembinaan Tapak Suci nasional sebagai budaya bangsa, strategi gerakan dakwah Muhammadiyah melalu Tapak Suci hingga implementasi Tapak Suci di perguruan tinggi untuk penguatan budaya bangsa. (wil)

Rancang Pencegahan Stunting, Mahasiswa UMM Raih Juara Nasional

Permasalahan stunting pada anak karena kekurangan gizi menjadi perhatian khusus belakangan ini. Melihat fenomena tersebut, mahasiswa Prodi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merancang program pencegahan stunting. Adapun program tersebut tertuang dalam Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang sukses meraih juara 3 kejuaran nasional. Mereka berhasil memenangkan event This is Our Care (TOC) Universitas Padjadjaran Bandung, yang dilaksanakan secara daring sejak bulan Agustus-Oktober hingga babak final Sabtu (30/10) lalu. KTI dengan judul “SRIKANDI: Program Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Sebagai Stakeholder Dalam Pemberian Makanan Tambahan Untuk Pencegahan Stunting Di Indonesia” ini disusun oleh Syafira Aulia Rahma, Khoiroh Yeroh dan Ajeng Yuli Wijayanti. Khoiroh, salah satu anggota tim menjelaskan bahwa program pemberdayaan ibu rumah tangga ini berfokus pada edukasi dalam pemberian gizi anak. Adapun dalam pelaksanaannya nanti, program ini menggaet beberapa pihak. Salah satunya Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang bertugas untuk memberdayakan ibu-ibu rumah tangga. Mahasiswa asli Malang ini kembali menjelaskan bahwa mereka berusaha mengarahkan ibu-ibu tumah tangga dalam memberikan gizi di 1.000 hari kehidupan bayi. Hal tersebut diupayakan agar pertumbuhan anak berkembang secara normal dan mencegah terjadinya stunting anak. Selain itu, Karya tulis ilmiah tersebut juga memberikan berbagai resep makanan yang kaya akan gizi bagi anak. Menurutnya, resep-resep tersebut dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan gizi untuk tumbuh kembang bayi dan anak. Ditanya ihwal perlombaannnya, Khoiroh mengaku timnya sudah menyiapkan berbagai hal sebulan sebelum melakoni kompetisi. Meski begitu ia tidak menampik timnya mengalami kendala-kendala. Utamanya dalam hal pencarian ide yang akan dibahas. Beruntung, timnya banyak memabca jurnal terkait kesehatan. Dari situ, mereka akhirnya memilih tema stunting pada anak sebagai kajian KTI yang ditulis. Adapun fokus yang diambil adalah pencegahan dan tindakan preventif dalam mencegah fenomena ini. Khoiroh dan tim ingin program yang telah dirancang dalam KTI ini bisa diimplementasikan pada seluruh lapisan masyarakat. Utamanya dalam mengedukasi ibu rumah tangga tanpa melihat status dan perbedaan. “Kami tentu akan berusaha melaksanakan program ini dengan menggaet berbagai pihak agar bisa berjalan dengan lancer. Sementara ini, kami mencoba mengevaluasi dan memetakan bagaimana cara mengimplementasikan program garapan kami ini,” pungkasnya. (wil)

Pesan Alumni Sukses UMM untuk Wisudawan

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali melangsungkan wisuda periode ke tiga di tahun 2021. Acara ini diselenggarakan secara daring melalui Youtube dan luring di Dome UMM pada Kamis (04/11).  Turut hadir Direktur Utama PT. Asia Teknik Rubber Industri (ATRI) Ir. H. Sukardi yang berkesempatan memberikan motivasi dan materi. Adapula Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. yang Kembali menyapa para wisudawan. Dalam sambutannya, Muhadjir berpesan bahwa para alumni UMM harus memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Apalagi melihat UMM yang telah meraih berbagai prestasi di kancah nasional maupun internasional. Menurutnya, hal itu adalah sebuah kebanggan menjadi alumni Kampus Putih. Ia menambahkan bahwa kemampuan percuma memiliki kemampuan yang bagus jika tidak diiringi oleh kepercayaan diri yang tinggi pula. “Tantangan di depan akan semakin berat. Saudara harus bersaing tidak hanya dengan sarjana dari perguruan tinggi lain, tapi juga rekan-rekan dari SMK dan SMA. Maka saudara mau tidak mau harus memiliki mental pemenang dengan meningkatkan kepercayan diri serta kemampuan,” ungkap menteri kelahiran Madiun tersebut. Senada dengan Muhadjir, Sukardi mengatakan bahwa keyakinan dan kepercayaan diri para wisudawan merupakan aspek penting. Tidak hanya untuk mengembangkan diri menjadi lebih baik tapi juga menjadi menjadi pondasi keberanian untuk melangkah ke depan. Dijelaskan Sukardi, Jika para wisudawan tidak memiliki keyakinan terhadap ilmu yang telah diperolehnya maka tidak akan ada jalan yang terbuka untuk maju. “Sadarkan dalam diri anda bahwa anda mempunyai nilai-nilai kebermanfaatan, baik ketika bekerja nanti maupun ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Jangan lelah maupun patah semangat untuk terus meningkatkan kemampuan diri karena hal itu akan bermanfaat di kemudian hari,” kata alumni asal Kediri itu. Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengucapkan selamat kepada para wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan masa perkuliahan dengan baik. Ia yakin, beragam pengetahuan dan  pengalaman yang telah didapat di UMM akan membantu para wisudawan dalam bersaing di dunia kerja. “Mudah-mudahan para wisudawan akan menjadi orang yang diperhitungkan di luar sana. Mnejadi problem solver untuk beragama masalah dan ekndala yang dihadapi masyarakat. Smeoga saudara-saudara menjadi lulusan UMM yang mampu menebar kebermanfaatan bagi masyarakat luas,” tandasnya mengakhiri. (wil)

Maharesigana UMM Bantu Penyintas Banjir Kota Batu

Bencana banjir bandang melanda Kota Batu pada Kamis (04/11) lalu. Hal itu membuat berbagai pihak datang membantu, salah satunya Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka turut turun tangan memberikan bantuan kepada penyintas bencana banjir yang tersebar di beberapa wilayah. Ketua Posko Koordinasi (Poskoor) Maharesigana, Alya Dinia Asyfiqi Masykur mengatakan bahwa pada Kamis malam, tim Maharesigana bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) telah melakukan koordinasi. Begitupun dengan Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazizmu) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu. Mereka bersama-sama melakukan peninjauan dan penilaian mengenai titik-titik bencana serta tugas masing-masing. Dijelaskan Alya, terdapat enam titik dengan dampak banjir terparah. Pertama yakni Dusun Sambong yang berlokasi di Desa Bulukerto. Kemudian Jalan Raya Dieng Desa Sidomulyo, Dusun Beru Kecamatan Bumiaji serta Desa Sumberbrantas Kecamatan Bumiaji. Terakhir, adapula Jalan Raya Selecta, serta jembatan Jalan Raya Giripurno yang terpantau cukup parah. “Dari koordinasi tersebut kami membentuk tiga tim utama yaitu tim pembersihan, tim pendataan, dan tim relawan. Saat ini Maharesigana telah menerjunkan 22 relawan yang berfokus untuk melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang rusak serta pencarian para korban bencana. Bersama BPBD dan pemerintah Kota Batu, kami selalu optimis bisa membantu dengan maksimal,” tegas Mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) UMM itu. Alya sapaan akrabnya, kembali mengatakan bahwa selain melakukan pendataan, Maharesigana bersama lembaga lain juga tengah mempersiapkan pendiriaan posko koordinasi bencana. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah dan melancarkan proses evakuasi serta bantuan kepada para penyintas. Pihak maharesigana juga telah menyiapkan puluhan paket hygiene kit disertai dengan sembako bagi para penyintas banjir di Kota Batu. “Kami belum bisa memastikan data pasti berapa jumlah korban jiwa dan rumah-rumah yang rusak. Sementara itu, penyaluran bantuan akan segera kami distribusikan seiring data yang masuk nantinya,” ungkap Alya melanjutkan. Alya berharap tiga tim hasil kerja sama dengan berbagai pihak dapat melakukan tugasnya dengan baik. Dengan begitu, bantuan yang disiapkan bisa diberikan dengan maksimal. “Saya yakin dengan kerja sama berbagai pihak, Kota Batu bisa bangkit dan beraktifitas seperti sedia kala. Berbekal spirit kebermanfaatan untuk sesama, semoga bantuan dapat disalurkan tepat sasaran kepada para penyintas,” pungkasnya. (syi/wil)

Tim Mahasiswa UMM Ini Menangi Medali Emas Internasional

Gagal di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) tidak menyurutkan langkah lima mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk terus berjuang. Di bawah bimbingan Moh. Mirza Nuryady, M.Sc, karya inovatif  dari tim PKM pemanfaatan Rambut Jagung diusung ke International Science And Invention Fair (ISIF) 2021 dan berhasil mendapatkan Gold Medal. Inovasi ini berawal dari keprihatinan para anggota tim mengenai kondisi sosial ekonomi petani jagung yang ada di kota Batu, Jawa Timur. Salah satu anggota tim, Aggy pramesti Wary, menceritakan bahwa selama pandemi Covid-19, harga jagung di pasaran terus menurun. Selain itu, beberapa bagian dari tumbuhan jagung hanya berakhir sebagai limbah. Untuk mengatasi masalah itu, tim PKM ini memberdayakan masyarakat untuk mengelolah limbah rambut jagung menjadi minuman berkhasiat. “Kita akhirnya tergerak untuk membuat inovasi minuman dari rambut jagung. Alhamdulillah inovasi ini berhasil didanai Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), meskipun belum berhasil masuk ke PIMNAS,” ungkap mahasiswa pendidikan Biologi tersebut. Kegagalan dalam PIMNAS tak membuat tim ini patah semangat. Ketua tim PKM, Siti Mariyatul Qibtiyah, mengatakan bahwa timnya terus mengembangkan produk minuman dari rambut jagung dan mengikutsertakannya pada ajang International Science And Invention Fair (ISIF) 2021. Gelaran internasional tersebut dilaksanakan oleh Indonesia International Institute for Life Science (I3L), berkolaborasi dengan Indonesia Young Scientist Association (IYSA), serta International Music, Science, Energy, and Engineering Fair (BUCA IMSEF, Turki). Acara ini berlangsung selama tujuh hari dan ditutup dengan pengumuman pemenang pada Senin (1/11) dengan tim UMM yang berhasil membawa meraih gold medal. “Gold Medal yang diraih oleh tim RaGung UMM ini merupakan bonus atas kerja keras yang kami lakukan. Namun raihan ini bukan sebagai akhir dari program pengabdian kami. Sebaliknya ini merupakan titik awal usaha kami untuk lebih meningkatkan eksposure terhadap produk minuman RaGung agar produksi minuman ini terus meningkat untuk kesejahteraan para petani jagung di Batu,” ungkap Ria. Selain Anggi dan Ria, tim ini juga di anggotai oleh Olivia Margareta dari Pendidikan Bahasa Inggris, Siti Rofiatul Sazjiyah dari Sosiologi, dan Eginuari Ilhani dari Ilmu Hukum. Dalam kesempatan lain, dosen pembimbing, Moh. Mirza Nuryady, M.Sc juga menyatakan bahwa kunci keberhasilan tim ini adalah semangat yang luar biasa. “Semangat mahasiswa tim Ragung UMM ini perlu diapresiasi. Pasalnya dalam setiap penyampaian laporan mereka selalu menunjukkan outcome yang bagus, serta daya juang untuk tidak cepat putus asa juga saya acungi jempol,” pungkasnya. (syi/wil)

Airlangga Hartarto Tekankan Transformasi Ekonomi di Wisuda UMM

Meski di tengah pandemi, perekonomian Indonesia nyatanya bisa meningkat 7,07 persen dan menjadi yang tertinggi dalam 16 tahun terakhir. Data tersebut disampaikan oleh Dr. (H.C.) Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T., selaku Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Republik Indonesia (RI). Ia menyampaikan hal tersebut pada Wisuda 101 Periode ke III Univeesitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang bertempat di Hall Dome UMM secara luring maupun daring pada Selasa (02/11) lalu. Airlangga juga menjelaskan bahwa untuk jangka pendek, pemerintahan Indonesia berupaya untuk mengurangi penggaguran yang sempat naik. Begitupun dengan tujuan untuk mewujudkan Indonesia maju, maka pemerintah tengah merancang tranformasi ekonomi. Rancangan itu akan memanfaatkan era industry 4.0 di tujuh sektor prioritas. “Berbekal rancangan transformasi ini, kami menargetkan Idnonesia bisa masuk sepuluh besar di pereknomian pada 2030 nanti,” ujarnya. Ia kembali memaparkan bahwa untuk melakukan revolusi struktural perlu adanya implementasi Undang-Undang (UU) Cipta Kerja Omnibuslaw. Perkembangan yang diiringi dengan teknologi dan digitalisasi menjadi hal yang penting. Selain itu sektor Pendidikan dinilai menjadi ujung tombak perubahan pada sektor industri dengan mempersiapkan re-training dan re-skilling. Ketua Umum Partai Golkar ini juga mengatakan bahwa dari segi kewirausahaan, Indonesia masih berada di 3,7 persen. Angka ini masih terus diupayakan untuk ditingkatkan ke 5 persen. Beberapa cara yang Airlangga jelaskan untuk meningkatkan jumlah wirausaha adalah dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) terkait kemudahan perlindungan dan pemberdayaan UMKM. Peraturan itu juga harus berisi terkait bagaimana memperbanyak incubator usaha. “Harapan saya, saya bisa mendirikan incubator-incubator di Kampus Putih UMM. Dengan begitu, fakultas dengan akreditasi A mampu mengahsilkan wirausahawan yang berkualitas,” tegasnya. Pada kesempatan tersebut, Airlangga juga sempat menyinggung mengenai Indonesia yang masuk dalam sepuluh besar dunia industri halal. Tidak mengejutkan, mengingat jumlah penduduk muslim yang dimiliki juga tinggi. Adapun hasil produksi halal masih didominasi pada industri makanan dan minuman. Airlangga memaparkan bahwa UU Cipta Kerja nyatanya akan memudahkan industry halal. Salah satunya terkait dengan sertifikat halal gratis bagi para pengusaha. Pada akhir orasinya, ia mengatakan perlu adanya sinergitas yang kuat dari berbagai aspek. “Dalam usaha meningkatkan ekonomi Indonesia maju, perlu adanya sinergi antara sektor pendidikian, industri dan media,” pungkasnya. Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd., menjelaskan bahwa para wisudawan dapat duduk dan mengikuti prosesi wisuda berkat perjuangan dan kerja keras yang dilakukan. Ia mengibaratkan seekor ulat yang terus berjuang untuk menjadi kupu-kupu. Melalui berbagai evolusi dan perubahan. Pada akhir penyampaiannya, Fauzan juga mengatakan bahwa para lulusan memiliki hak untuk sukses. Tetapi dalam kesuksesan tersebut masih memilki tanggung jawab, yaitu tetap berbakti kepada orang tua. “Selalu minta doa dan restu orang tua saudara di berbagai tujuan dan mimpi. Smeoga diberi kelancaran dan kemudahan dalam setiap rencana-rencana saudara,” tuturnya mengakhiri. (wil)