Virtual Open House UMM Kenalkan Keunggulan Kampus Putih

Pandemi yang tak kunjung berakhir memaksa berbagai pihak untuk berinovasi. Begitupun juga yang dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini kampus putih menggelar open house bagi calon mahasiswa dengan konsep virtual pada Rabu (30/6) lalu. Selain mengenalkan UMM dan berbagai prodi serta fasilitas, gelaran ini juga turut mengundang beberapa tamu menarik. Sebut saja Muhammad Ghozi, mahasiswa yang sukses membuat konten di TikTok serta Muhammad Elfouly, salah satu mahasiswa asing yang berhasil membangun channel Youtube hingga memperoleh silver play button. Mengawali agenda tersebut, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si selaku Wakil Rektor I UMM menyambut baik para peserta. Ia menjelaskan bahwa UMM bukan hanya memiliki segudang prestasi tingkat nasional, tetapi juga internasional. Terbukti dengan keberhasilannya meraih peringkat pertama Universitas Islam Terbaik di dunia versi Uni-Rank pada awal tahun ini. Tidak cukup sampai di situ, kampus putih juga berhasil mendapatkan predikat tiga bintang dari QS Worlds University Ranking. “Maka UMM adalah pilihan tepat bagi saudara untuk melanjutkan studi karena telah memiliki reputasi yang baik, tidak hanya di level nasional tapi juga internasional,” imbuhnya. Pada kesempatan yang sama, Muhammad Ghozi Mubarok menceritakan bagaimana keseruan selama kulah luring sebelum pandemi menghampiri. Meski begitu, ia juga mendorong para peserta agar terus bersemangat dalam belajar meski masih berada di situasi pandemi. “Semua hal tentu ada hikmahnya. Ketika harus berkuliah daring, kita jadi punya waktu luang untuk mengembangkan diri dan menambah kemampuan. Keadaan pandemi ini juga memberikan hikmah bagi saya. Dari sinilah awal mula saya bisa mnejadi content creator,” tuturnya melanjutkan. Di sela-sela acara hadir pula Enny Kristyowati, S.Sos selaku bagian tim Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB) UMM. Enny menyebutkan bahwa pendaftaran gelombang satu masih dibuka hingga tanggal 15 Juli esok. Ia juga menerangkan para calon mahasiswa bisa melihat informasi selengkapnya di halaman resmi website yakni umm.ac.id. Sementara itu, Muhammad Elfouly, mahasiswa internasional dan Youtuber asal Mesir menceritakan bagaimana ia bisa sampai di Malang dan berkuliah di kampus putih. Fouly, sapaan akrabnya mengaku bahwa semua berkat rumah neneknya yang dekat dengan Pusat Kebudayaan Republik Indonesia di Mesir. Lama kelamaan ia akhirnya tertarik dengan bahasa dan budaya yang Indonesia miliki. “Dari situlah akhirnya saya mendapatkan informasi terkait berbagai beasiswa, salah satunya Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB),” ceritanya. Tingginya ketertarikan Fouly akan Indonesia akhirnya membuatnya tetap memilih Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia sebagai pilihannya. Ia kembali berpesan bahwa kita harus bersyukur telah diciptakan berbeda-beda. Menurutnya, bisa mengenal berbagai macam budaya dan bahasa adalah suatu anugerah. “Di UMM, kita tentu akan menemui banyak mahasiswa dengan perbedaan yang dimilikinya. Tidak hanya berasal dari berbagai kota di Indonesia saja, tapi juga dari bermacam-macam negara,” terang Fouly di akhir. Menariknya, gelaran ini juga dimeriahkan oleh penampilan akustik yang dibawakan oleh Ica Nafisah dan gitaris TKP Band. Adapula pembagian doorprize dan hadiah menarik bagi calon mahasiswa baru yang antusias dan aktif. (haq/wil)

Mahasiswa UMM Buat Smart Sensor System untuk Irigasi Lahan

Indonesia sebagai negara agraris menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu roda penggerak ekonomi. Meski begitu proses pertanian di Indonesia masih tergolong tradisional. Para petani cenderung belum menggunakan teknologi dalam pengolahan ladang pertaniannya. Untuk memudahkan proses dalam irigasi sawah, tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuat teknologi bernama Smart Sensor Irrigation System. Salah satu anggota tim, Syaifulla Amin menjelaskan bahwa teknologi ini akan membantu para petani untuk mengatur proses pengairan di ladang mereka. Teknologi ini dibuat dengan empat sensor utama yang berfungsi untuk mengukur ketinggian air di ladang, mengukur kelembaban tanah, mengukur suhu dan kelembaban udara. Di samping itu juga bisa menentukan tingkat asam atau basa dari suatu larutan. “Dengan informasi ini, para petani akan mengetahui secara detail mengenai ladang pertaniannya. Selain terhubung dengan dengan  smartphone para petani, sensor ini juga terhubung pada alat irigasi sawah. Alat tersebut otomatis terbuka dan tertutup sesuai tingkat air yang ada di ladang,” jelas mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2019 tersebut. Syaifulla mengaku bahwa ide tersebut berawal dari kebiasaan para petani di daerahnya. Saat terjadi kekeringan, sawah dan ladang yang dekat dengan mata air akan menutup akses air bagi ladang yang jauh. Sementara pada saat curah hujan cukup tinggi, ladang dan sawah yang dekat dengan mata air akan mengalirkan air ke sawah-sawah lain. “Sistem ini jelas merugikan ladang yang berada jauh dengan mata air. Oleh karena itu saya dan tim memiliki ide untuk menciptakan teknologi  Smart Sensor Irrigation System tersebut,” ungkap mahasiswa asal Sumenep tersebut. Ide ini akhirnya diikutsertakan pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) pada bidang Karsa Cipta (KC) dan lolos ke tahap pendanaan Dirjen Dikti pada Mei lalu. Dalam membuat alat tersebut Syaifulla dibantu oleh Izzatul Mas’una dan Amimmatur dari Jurusan Matematika, serta Mufid Zukhruf dari Jurusan Informatika. Sampai sekarang proses pengembangan teknologi ini berada di tahap pembuatan aplikasi. Syaifulla berkata bahwa timnya akan mulai membikin prototype alat setelah Ujian Akhir Semester (UAS) berakhir pada pertengahan Juli ini. “Kami berharap teknologi ini akan membantu masyarakat luas, terutama bagi masyarakat yang mengalami kendala dalam sistem irigasi seperti daerah saya,” tutupnya. (syi/wil)

Vokasi UMM Kaji Cyber Security di Era Digital

Usaha untuk memberikan pemahaman terkait cyber security terus dilakukan oleh Direktorat Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui webinar series yang keempat. Kali ini webinar yang dilangsungkan pada Sabtu (10/7) tersebut membahas terkait pengamanan data pribadi. Beberapa pemateri ahli dihadirkan untuk menunjang gelaran tersebut. Di antaranya David Surya dari Komunitas Surabaya Hacker Link (SHL), Dendi Zuckergates founder Orang Siber Indonesia (OSI), serta Syaifuddin sebagai dosen cyber security Vokasi UMM. Direktur Direktorat Pendidikan dan Pelatihan Vokasi UMM, Dr. Tulus Winarsunu, M.Si mengatakan bahwa Prodi sarjana terapan Cyber Security dan Digital Forensik Center (CSDFC)  akan segera dibuka di kampus putih. Nantinya, UMM akan menjadi satu-satunya universitas yang memiliki prodi tersebut. “Meski prodi CSDFC ini belum lahir, namun sudah ada berbagai aktivitas yang diselenggarakan. Tidak hanya webinar series ini saja, tapi juga pelatihan-pelatihan bersertifikat. Terakhir kali kami menyelenggarakan pelatihan mikrotik pada bulan lalu,” tuturnya. Mengawali paparan, David menerangkan bahwa hampir 70-80% aktivitas manusia kini bisa dilakukan secara online. Mulai dari banking, pesan, kontak, konfigurasi dan hal-hal lainnya. Sayangnya, tidak jarang kasus kebocoran data terjadi tanpa pandang bulu. Misalnya saja yang menimpa BPJS, Tokopedia, dan Bukalapak. “Maka dari itu, saya menekankan agar kita bisa memahami terkait pentingnya data pribadi dan bagaiman mencegah adanya duplikasi data tersebut,” tegasnya. David juga menjelaskan bahwa semakin banyak data yang bocor, maka akan semakin tinggi pula bahaya yang mengintai. Penyalahgunaannya bisa berbentuk phising, penipuan berkedok pinjaman online (Pinjol), atau juga peretasan akun media sosial untuk menipu keluarga dan kerabat dekat yang dimiliki oleh pengguna terkait. Menurutnya, masalah ini tidak bisa diselesaikan dengan hanya memperkuat aspek keamanan sistem saja. Harus ada dukungan pemerintah dan pihak berwajib agar bisa meminimalisir kejadian tersebut. Selain itu, ia juga menekankan akan pentingnya aturan dan hukuman yang jelas bagi pelaku serta pengusaha yang lalai dalam mengamankan data-data penting. “Tiap perusahaan juga harus melakukan audit secara rutin untuk berjaga-jaga karena masih banyak sekali keamanan sistem yang lemah. Memang usaha-usaha ini tidak bisa diselesaikan dengan cepat, tapi paling tidak ada usaha untuk meningkatkan keamanan sistem dengan investasi beberapa hal,” tuturnya menjelaskan. Pada kesempatan yang sama, Syaifuddin, pemateri lainnya menerangkan terkait penggunaan VPN dan dampaknya terhadap keamanan data pribadi. Ia tidak menyarankan para pengguna internet untuk menggunakan VPN. Alasannya karena VPN bisa menembus batas-batas yang sudah ditentukan oleh negara. Baik itu konten kriminal, kejahatan, dan juga pornografi. “Dengan VPN kita bisa melewati banyak filter dan firewall yang sudah diatur. Namun perlu diketahui bahwa akan sangat berbahaya jika VPN yang kita gunakan merupakan buatan perusahaan yang tidak jelas asal-usulnya,” lanjutnya. Syaifuddin juga sempat menyebutkan beberapa negara yang melarang penggunaan VPN. Turki dan Uni Emirat Arab adalah dua diantaranya. Adapula Tiongkok, Belarus serta Rusia. Pada paparannya, Syaifuddin juga memberikan hasil studi keamanan data yang ia temukan. Dari 300 penyedia VPN, ada 38% yang mengandung advertising, adware, dan malware. Kemudian adajuga sekitar 84% yang membocorkan trafik data penggunanya ke pihak lain. “Begitupun ada sekitar 18% dari mereka yang tidak memiliki enkripsi,” tegasnya menerangkan. Terakhir, Dendi selaku founder OSI menyinggung mengenai siapa sosok yang menjadi penjual data pribadi, pembeli serta darimana data tersebut bisa didapat. Ia mengungkapkan bahwa biasanya pelaku tidak hanya satu orang saja tapi satu tim yang terdiri dari leader, coders, bot herder, intrution specialist, data miner hingga money specialist. “Transaksi ini juga biasanya tidak menggunakan bank atau rekening. Mereka menghindari hal-hal yang dapat menampilkan profilnya. Maka dari itu biasanya mereka menggunakan cryptocurrency, salah satunya bitcoin,” tuturnya. Dendi juga sempat menjelaskan siapa yang biasanya membeli data tersebut. Mulai dari perusahaan hingga para calon kepala daerah. Data-data tersebut digunakan untuk kepentingan dan keuntungannya masing-masing. “Kalau teman-teman sering mendapati Whatsapp blast atau SMS yang nomer yang tidak dikenal, maka sudah dipastikan data teman-teman berada di database mereka,” tutupnya menjelaskan. (wil)

Stadium General FKIP UMM Dorong Guru Miliki Jiwa Nasionalisme Tinggi

Demi menyiapkan lulusan yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi, Universitas Muhammadiyah malang (UMM) selenggarakan Stadium General Wawasan Kebangsaan. Sebanyak 960 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prodi PPG Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) turut hadir dalam agenda yang dilaksanakan pada Minggu (4/7) lalu. Adapun stadium general dilangsungkan secara daring mengingat pandemi yang masih belum usai. Mengawali dengan sambutan,Wakil Rektor I UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin mengatakan bahwa aktivitas ini sangat penting mengingat guru mengemban peranan vital dalam konteks nasionalisme di era globalisasi. “Saat ini, kita berada dalam era globalisasi 3.0 yang dipercepat dengan adanya revolusi industri 4.0. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi kita. Maka, di sinilah guru memerankan peranannya dalam konteks nasionalisme di era globalisasi,” terang Syamsul. Syamsul, panggilan akrabnya juga mengapresiasi komitmen Prodi PPG FKIP dalam meningkatkan kapasitas para mahasiswa yang notabenenya adalah seorang guru. “Apresiasi saya berikan kepada Prodi PPG yang terus berusaha membina para peserta PPG untuk menjadi guru profesional demi kemaslahatan bangsa dan negara,” tutupnya. Adapun kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yakni, Brigjen TNI Elman Nawendro, Dr. Poncojari Wahyono, dan Dr. Trisakti Handayani. Dalam paparannya, Elman Nawendro mengatakan bahwa belakangan wawasan kebangsaan memiliki indikasi untuk menurun. Ditandai dengan melemahnya pemahaman, penghayatan, dan pengalaman terhadap nilai-nilai budaya dan Pancasila. Untuk mengatasi hal tersebut, Elman mengatakan bahwa penanaman konsep wawasan terkait rasa, semangat, dan paham kebangsaan melalui pendidikan harus dilakukan. “Pendidikan formal, informal, maupun nonformal yang dimulai dari lingkungan keluarga hingga lingkungan pendidikan merupakan sarana yang efektif untuk menanamkan pemahaman atas nilai-nilai empat konsensus nasional,” terang Komandan Pusdik Arhanud ini. Elman juga sempat berpesan agar seluruh komponen masyarakat dapat bahu-membahu dalam memupuk rasa nasionalisme yang dimiliki. “Seluruh komponen bangsa harus berperan aktif dan bekerja sama dengan cara yang sesuai dengan budaya bangsa dalam mewujudkan nasionalisme. Tentu saja dengan lebih mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan individu, kelompok, golongan, atau suku bangsa,” pungkasnya. Di sisi lain, Poncojari Wahyono secara spesifik menyoroti tentang internalisasi nilai wawasan kebangsaan dalam pendidikan di wilayah perbatasan. Dikatakan Ponco, kualitas SDM Indonesia terbilang rendah bila dibandingkan negara tetangga, khususnya di wilayah perbatasan. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan internalisasi nilai wawasan kebangsaan di sekolah dari tingkat dasar sampai tingkat menengah. Ia pun mengajukan empat desain internalisasi nilai wawasan kebangsaan. “Upaya-upaya internalisasi nilai agama dan kebangsaan bisa dilakukan dengan langkah-langkah revitalisasi pendidikan dasar dan menengah, melakukan pengelolaan guru yang profesional, revitalisasi kurikulum dan ujian nasional. Disamping itu juga melakukan internalisasi nilai wawasan kebangsaan kepada seluruh masyarakat melalui pelatihan,” jelas Dekan FKIP UMM ini. Tak kalah menarik, pemateri terakhir mengangkat topik “Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Indonesia dan Peran Guru Profesional dalam Mewujudkan Generasi Berkarakter”. Sejalan dengan tema yang diangkat, Trisakti mengupas ideologi Pancasila dengan apik. Menurutnya, nilai-nilai karakter Pancasila berakar dari filosofi pendidikan karakter Ki Hajar Dewanatara yang sudah dielaborasi. “Namun, kristalisasi nilai-nilai Pancasila ini pada dasarnya mencakup lima nilai utama yakni religius, nasionalis, mandiri, gotong-royong, dan integritas,” jelas Kaprodi PPG ini. Masih menurut Trisakti, ada empat strategi pengembangan karakter Pancasila. Keempat strategi itu meliputi penerapan dalam kurikuler dan kokurikuler. Begitupun dengan penerapan dalam kegiatan ekstrakurikuler serta di bidang non-kurikuler. (*/wil)

Mahasiswa UMM Cetuskan Inovasi Pewarna Alami dari Kulit Kopi

Cetuskan alternatif dari pewarna sintetis, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ciptakan inovasi pigmen (pewarna alami) dari kulit kopi. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa – Riset (PKM-R) Nur Meliana Ramadhani, Carrisa Ratri Kusuma Dewi, dan Maharani Dewi Wulan merancang alternatif pewarna yang alami. Semenjak lolos pendanaan Direktoral Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti) pada Mei lalu, tiga mahasiswa yang tergabung dalam satu kelompok itu langsung melakukan penelitian dari bulan Juli. Semua berawal dari masalah pewarna pada makanan, utamanya adalah pewarna sintetis yang digunakan pada permen. Penggunaan tersebut tentu memberikan bahaya pada kesehatan tubuh. Misalnya saja dapat menimbulkan gatal-gatal, meningkatkan kemungkinan munculnya sel tumor, bahkan juga merusak mood seseorang. Berangkat dari hal itu, akhirnya Meliana dan kawan-kawan berinisiatif menciptakan alternatif pewarna pada makanan menggunakan pigmen. Meliana, salah satu anggota kelompok menjelaskan bahwa alasan mengapa kulit kopi dipilih karena bahan itu hanya menjadi limbah saja. Taka da pemanfaatan maksimal, padahal kulit kopi memiliki kelebihan lain.  Akhirnya ketiganya mencari tahu dan menemukan bahwa kulit kopi dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar dari pigmen untuk makanan. “Melihat selama ini kulit kopi hanya menjadi limbah produksi pembuatan kopi, kami akhirnya berinisiatif untuk memanfaatkannya sebagai pewarna alamu untuk permen dan makanan lainnya,” tuturnya melanjutkan. Mahasiswi Teknologi Pangan ini menjelaskan bahwa ternyata kulit kopi memiliki manfaat yang tidak banyak orang tahu. Bahan ini mengandung antosianin dan antioksidan yang tinggi. Nutrisi tersebut dapat meningkatkan kesehatan jantung dan memperlancar peredaran darah pada tubuh. Sebelumnya, mereka juga sempat mencoba kulit nangka dan manggis. Sayangnya, nutrisi yang ada di dalamnya tidak sebaik kulit kopi. “Selain menjadi rekomendasi pengganti warna sintetis yang berbahaya bagi tubuh, kulit kopi juga memiliki khasiat yang baik. Sebut saja dapat melindungi lambung dari kerusakan serta menghambat perkembangan sel tumor pada tubuh,” imbuhnya. Terakhir, perempuan kelahiran Tuban ini berharap penelitian dan hasil riset yang sudah dilakukan dapat berguna dalam produksi makanan yang lebih sehat. Pun juga bisa menjadi alternatif pengganti pewarna sisntetis yang berbahaya bagi keberlangsungan hidup manusia. “Semoga hasil riset yang kami temukan ini bisa memberikan pilihan pewarna alami pada makanan. Sudah saatnya kita beralih dari pewarna sintetis ke pewarna alami, salah satunya dengan kulit kopi ini,” tegasnya. (haq/wil)

Tim Mahasiswa UMM Sabet Juara di Kompetisi Business Plan Nasional

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mendorong para mahasiswanya untuk mengembangkan setiap potensi yang dimiliki. Salah satunya adalah dalam aspek berbisnis. Berkat dorongan inilah, tim mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMM merancang rencana bisnis kreatif berbasis digital. Menariknya, ide yang digagas oleh M. Rifqi Fakhar, Dewi Fajar Sari, dan Fikrie Syaiful Huda itu berhasil menyabet juara 3 pada lomba business plan yang diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Adapun perhelatan yang memiliki format daring tersebut dilaksanakan sejak bulan Juni dan pemenang diumumkan pada Senin (5/7) lalu. Rifqi, salah satu anggota tim Lucid Dream menerangkan bahwa ide ini berangkat dari permasalahan akan monotonnya pembelajaran daring tengah pandemi. Hal itu berefek pada meningkatnya tingkat kebosanan yang dialami para peserta didik.  Hingga akhirnya para anggota tim memutuskan nuntuk merencanakan bisnis yang akan dilombakan. “Kami mencoba memberi solusi dengan merancang sebuah platform yang membantu para pengajar agar bisa lebih kreatif dalam membuat materi pembelajaran. Platform ini kekinian karena berbasis digital,” tegasnya menerangkan. Ia kembali menambahkan bahwa business plan yang dirancang merupakan model bisnis media kreatif dengan platform website. Mereka menyebutnya dengan nama Creatidu.com. Creatidu dirancang untuk menawarkan jasa berbayar kreasi dan kolaborasi, sehingga media pembelajaran selama pandemi lebih kreatif dan Inovatif. Harapannya, para peserta didik tidak merasa bosan saat jam pelajaran dilaksanakan. Sistem digital juga memberikan kemudahan tersendiri bagi para pengajar karena bisa membuat atau memesan konten yang diinginkan tanpa harus bertatap muka. Ditanya ihwal kendala, Rifqi mengaku bahwa timnya mengalami beberapa halangan. Salah satu yang paling utama adalah keadaan pandemi. Seringkali ketika mereka berdiskusi secara daring, sinyal beberapa kali hilang. Hal itu membuat proses diskusi berjalan tidak lancar. “Terutama saat kami harus berkonsultasi dengan dosen, sinyal sering hilang beberapa kali. Meski begitu kami bahagia karena masih mampu memberikan juara 3 pada kompetisi business plan tersebut,” tuturnya. Meski sudah memenangkan lomba, Rifqi mengaku bahwa timnya tidak merasa jumawa. Bahkan sebaliknya, ketiga ingin kembali memberikan inovasi-inovasi yang menarik sehingga bisa menawarkan berbagai solusi kepada masyarakat. Ia juga ebrharap agar business plan yang sudah dirancang bisa direalisasikan dengan baik. Hingga nantinya bisa memberikan dampak positif bagu dunia pendidikan. “Kami juga ingin memberikan pesan kepada mahasiswa lain bahwa kondisi pandemi bukanlah halangan untuk tetap berkreasi dan berprestasi,” jelasnya mengakhiri. (haq/wil)

Mahasiswa PPG UMM Menangi Lomba Video Pembelajaran Nasional

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi. Kali ini kemenangan datang dari Intan Tristanti, mahasiswa prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pedidikan (FKIP). Ia berhasil meraih juara satu lomba video pembelajaran tingkat nasional. Adapun kompetisi tersebut diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang diselenggarakan sejak Mei hingga Juni 2021. Sebelum akhirnya memutuskan untuk mengikuti lomba, Intan sempat mengalami dilema mengingat agenda tersebut merupakan kesempatan pertama baginya mengikuti kompetisi semcam ini. Ia merasa tidak percaya diri dengan video yang akan dibuat. Namun berkat dukungan berbagai pihak, ia akhirnya memberanikan diri dan nekat untuk bersaing dengan peserta lainnya. Hingga akhirnya ia berhasil dan menyabet juara dengan bangga. Mahasiswa kelahiran Blitar ini menjelaskan bahwa tema yang ia angkat dalam videonya adalah wawancara dan lingkungan. Dalam video itu, ia menerangkan bagaimana melakukan wawancara yang baik dan benar. Tidak hanya sekadar wawancara, tapi juga cara berkomunikasi dengan masyarakat sosial lain. Terutama mereka yang berada di lingkup lingkungan terdekat. “Saya juga menjelaskan materi terkait hubungan antara manusia dan lingkungan karena tidak jarang kita melupakan hal itu,” tuturnya. Ia kembali menambahkan bahwa ia juga mencantumkan hasil pembelajaran peserta didik. Hal ini tidak lepas dari syarat kelengkapan video yang harus dipenuhi oleh para peserta. Pencantuman hasil pembelajaran peserta didik ini juga menjadi salah satu faktor kemenangan yang akhirnya Intan peroleh. “Sejauh yang saya tahu, ada beberapa peserta yang mungkin tidak sempat menyertakan persyaratan tersebut sehingga mengurangi nilai. Alhamdulillah sudah saya cantumkan di video yang saya kirimkan,” ungkapnya. Setelah meraih juara, ia berharap proses pembelajaran daring kedepannya bisa lebih kreatif dan inovatif. Salah satunya bisa menggunakan video pembelajaran yang edukatif. Pun dengan tugas yang berbentuk praktek agar mampu menggali potensi yang dimiliki oleh tiap siswa. Intan juga berharap agar para calon guru baru untuk tidak mudah menyerah dan lelah untuk belajar hal baru. “Selalu percaya pada kemampuan diri sendiri. Hal itu tidak lepas dari peran guru yang nantinya dituntut serba bisa dalam mendidik calon penerus bangsa,” pungkasnya dalam sesi wawancara. (haq/wil)

Lagi, Persentase Kelulusan FK UMM di Atas 90%

Prestasi membanggakan kembali di raih oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Selama tiga periode berturut-turut tingkat kelulusan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) Fakultas Kedokteran (FK) berada di lebih dari angka 90%. Terbaru, pada periode Mei tingkat kelulusan UKMPPD FK UMM mencapai angka 95.9%. Raihan tersebut diketahui melalui website Panitia Nasional Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (PNUKMPPD). Salah satu mentor UKMPPD FK UMM, dr. Yusrin Aulia mengaku sangat bangga akan capaian yang diraih oleh FK UMM tersebut. Ia mengungkapkan bahwa capaian tersebut tak lepas dari peran para dosen dan mentor. Begitupun peran vital dari fakultas dan mahasiswa yang telah bekerjasama dengan solid. “Untuk menjaga kualitas lulusan, kami FK UMM menekankan pentingnya mentoring kepada mahasiswa yang akan mengambil ujian UKMPPD. Mentoring ini dilakukan dengan dua acara yaitu melalui kelas besar dan juga beberapa kelas privat. Dengan adanya program tersebut, mahasiswa jadi lebih memahami terkait soal-soal ujian yang akan dilangsungkan,” terang Yusrin melanjutkan. Disisi lain, Dekan FK UMM, Dr. dr. Meddy Setiawan, SpPD., berkata dalam meningkatkan kualitas lulusan, pihaknya telah melakukan beberapa langkah. Pertama adalah dengan memperketat seleksi masuk bagi mahasiswa baru di awal penerimaan mahasiswa. Selain itu adapula evaluasi keberhasilan studi setiap semester empat dan tujuh. Fakultas juga mendampingi mahasiswa secara intensif selama satu semester melalui para dosen wali. “Kami juga mewajibkan mahasiswa untuk mengikuti Clinical Comprehensive Refreshment (CCR) sebelum masuk ke profesi dokter. Di samping itu adapula tes Clinical Integrated Assessment (CIA) yang dilakukan sebelum mahasiswa mengikuti UKMPPD. Di bidang profesi, kami juga mendidik secara ketat dengan melibatkan dosen pendidik klinis dari RS Pendidikan Utama, RS Haji Surabaya, 6 RS jejaring pendidikan, serta dosen klinis dari FK UMM,” ujar Dosen asal Blitar tersebut. Meddy berkata bahwa ke depannya FK akan selalu meningkatkan kualitasnya dengan mengevaluasi kurikulum sesuai kebutuhan pasar dan visi misi UMM. “Saya berharap langkah-langkah yang telah kami lakukan sebagai tenaga pendidik dapat mencetak dan melahirkan dokter yang profesional serta amanah. Kami juga berharap mahasiswa dapat terus meningkatkan pemahaman teori dan skillnya meskipun masih di masa pandemi,” pungkasnya. (syi/wil)

Mahasiswa UMM Sukses Menangi Lomba Tilawatil Nasional

Tekuni tilawah sejak masih menjadi mahasiswa baru, Muhammad Ubaidillah Rahman berhasil memenangi juara satu dalam lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Nasional.  Perlombaan ini merupakan  bagian dari POSSE (Pekan Olahraga, Sains dan Seni) 2021 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Riau pada Selasa (05/07) lalu. Pada perlombaan tersebut, Ubay sapaan akrabnya, bertanding  dan mengalahkan 40 peserta lain dari berbagai daerah. Ubay bercerita bahwa ia seharusnya berangkat ke Riau untuk mengikuti perlombaan tersebut. Namun karena situasi pandemi, panitia mengubah format kegiatan dari offline ke online. “Perlombaan ini diadakan dua tahun sekali dan ini baru kali pertama panitia menyelenggarakan lomba secara daring,” ujar Mahasiswa jurusan Manajemen angkatan 2017 tersebut. Dalam proses perlombaan, para peserta diberi waktu satu minggu untuk menyiapkan segala kebutuhan dan persiapan. Beberapa di anataranya yakni membuat video dan mengumpulkannya pada panitia dalam rentang waktu yang sudah ditentukan. Dalam perlombaan tersebut Ubay memilih surat Ibrahim untuk ditbaca dan ditampilkan. Ubay mengaku tidak memiliki banyak kendala yang berarti selama proses persiapan maupun saat lomba berlangsung. “Pada perlombaan ini saya mewakili Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang saya ikuti yaitu Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) UMM. Mengingat saya sudah menjadi mahasiswa tingkat akhir, saya berpikir adik-adik yang lebih mudalah yang akan mewakili. Namun ternyata teman-teman mempercayakannya pada saya sehingga saya harus mengerahkan segala usaha dan kemampuan. Dalam proses persiapan pun tidak terasa berat karena saya dibantu oleh teman-teman UKM,” Ujarnya meneruskan. Ia mengaku sama sekali tidak menyangka dirinya akan meraih juara satu dalam perlombaan tersebut. Pasalnya, ia tahu ada beberapa peserta yang telah memenangkan perlombaan Qori’ tingkat internasional. “Saya melihat satu persatu video yang peserta lain, kemudian saya kumpulkan. Wah keren-keren sekali dan bagus,” ungkap Mahasiswa asal Kalimantan Selatan tersebut. Meski begitu, Ubay bersyukur atas raihan prestasi membanggakannya tersebut. Ia berharap dapat terus berkembang dan meningkatkan ilmu tilawah yang dimiliki. “Saya bercita-cita untuk membangun sekolah khusus tilawah di daerah asal saya nanti. Karena hal tersebut, saya akan belajar lebih giat agar ilmu saya dapat dibagikan ke masyarakat luas,” pungkasnya. (syi/wil)

Siapkan Lulusan Profesional, UMM Perpanjang Lisensi LSP

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selalu membekali lulusan-lulusannya dengan kompetensi khusus agar dapat bersaing di dunia kerja dan industri. Terbaru, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UMM kembali mendapatkan sertifikat kelayakan dari Kunjung Masehat, S.H., MH., Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) saat gelaran wisuda periode II tahun 2021 pada Selasa (29/6) lalu. Sertifikat kelayakan ini merupakan bentuk perpanjangan lisensi kedua yang telah didapatkan oleh LSP UMM. Ketua Administrasi LSP UMM, Adhi Nugraha, S.T., MBA, menjelaskan bahwa sertifikasi profesi ini akan menunjang ijazah yang diperoleh para lulusan UMM. Apalagi jika mereka berniat untuk terjun ke dunia kerja. Awalnya, pemberian lisensi dari BNSP ini hanya berlaku selama tiga tahun, yakni dari tahun 2018 sampai 2020. Namun pada perpanjangan kedua, lisensi terakit berlaku selama lima tahun, mulai dari tahun 2021 sampai tahun 2026 nanti. “Jadi lisensi yang kami dapat ini akan berlaku dalam rentang waktu yang cukup panjang,” terangnya. Adhi, panggilan akrabnya kembali menjelaskan bahwa dengan diperpanjangnya lisensi ini, UMM akan semakin memantapkan langkah para lulusan untuk terjun ke persaingan kerja di luar sana. Hal ini juga menjadi kesempatan bagi pihak universitas untuk menyelaraskan kurikulum pengajaran dengan kebutuhan yang ada di industri. “Jadi mungkin tiap prodi bisa mengubah beberapa mata kuliah agar para mahasiswa bisa lulus dalam tes LSP yang telah disediakan,” ungkapnya. Disisi lain, Direktur LSP UMM, Prof. Dr. Ihyaul Ulum, S.E., M.Si., Ak., CA, berkata bahwa pihaknya telah memiliki 65 skema dan 250 asesor yang tersebar di berbagai prodi UMM. Dengan fasilitas yang telah disediakan oleh LSP UMM tersebut, mahasiswa tidak perlu lagi mengikuti uji kompetensi yang dilakukan oleh pihak luar. “Kampus sudah memberikan fasilitas bagi para lulusan-lulusan dengan berbagai skema sertifikasi profesi yang tersertifikasi BNSP. Dengan adanya lembaga ini, mahasiswa tidak perlu membayar mahal untuk ikut sertifikasi di lembaga yang lain,” ungkap Ihyaul. Dijelaskan lebih lanjut, Lembaga Sertifikasi Profesi ini hadir sebagai salah satu bentuk kepentingan UMM untuk melayani mahasiswa. Ihyaul berharap kedepannya, sinergitas antara kurikulum dengan skema kompetensi akan semakin bagus serta selaras. “Dengan berkembangnya kurikulum dan skema kompetansi, tingkat kelulusan sertifikasi mahasiswa juga akan semakin tinggi,” pungkasnnya menerangkan. (syi/wil)