Empat Alumni UMM Beberkan Kiat Sukses di Student Day

Demi meningkatkan jiwa entrepreneur dan profesional mahasiswa, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) undang para alumninya untuk memberikan motivasi. Gelaran tersebut merupakan bagian dari rangkaian Student Day 2021.  Adapun agenda ini diselenggarakan secara luring di Basement Dome serta daring yang berlangsung melalui kanal Youtube pada Sabtu (24/04). UMM kali ini menghadirkan Rio Hardiatma, S.Kep. Ners., MMR., Mohammad Taufiq Shaleh Saguato, SE., Jefri Hari Akbar, S.H., M.H., dan dr. Dedy Irawan, Sp.JP. Mengawali materi, Rio Hardiatma menceritakan bagaimana ia merintis Klinik Trio Husada. Ia memulai Langkah pertamanya sejak tahun 2001. Saat itu masih menjadi balai pengobatan, hingga akhirnya kini sudah berubah menjadi klinik rawat inap. Dia menerangkan bahwa perawat juga bisa berwirausaha dan melebarkan sayap. “Kita bisa loh menjadi nurspreneur, yakni situasi di mana perawat memiliki kemampuan untuk menjalankan usaha di bidang keperawatan. Selain itu juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai keperawatan yang didapat saat kuliah,” tuturnya. Menurut Rio, ada beberapa tipe nurspreneur yang ada, dimulai dari usaha klinik, educator, konsultasi institusi, bisnis sarana kesehatan serta homecare. Usaha klinik misalnya, yang membuka jasa pengobatan melalui klinik yang disediakan. Berlanjut pada educator yang memberikan pembelajaran dan pelatihan terkait keperawatan. Sementara itu, adapula konsultasi institusi yang bergerak pada konsultasi kesehatan. “Perlu adanya pendidikan entrepreneurship yang bagus sehingga kita dapat menghasilkan sumber daya manusia melalui usaha yang kita jalankan,” ungkapnya. Dalam kesempatan yang sama, Taufiq Saguanto Founder dari Saguanto Custome Cilangkap dan Hotbottles Recycle Company juga memberikan motivasi pada mahasiswa baru. Dia menjelaskan bagaimana cara menghasilkan uang dari nol menggunakan kreativitas. Ia bahkan menyebut dirinya sebagai pemulung kreatif yang mengkreasikan sampah menjadi barang berharga. “Dua kunci kesuksesan adalah tajam melihat peluang dan memiliki komunikasi yang baik. Persaingan ketat memang penting. Namun di era yang kini kita jalani, kolaborasi adalah kunci yang membukakan pintu kesuksesan,” jelas Taufiq. Jefri Hari Akbar yang juga diundang menyampaikan hal yang tidak jauh berbeda. Ia menuturkan bahwa berkuliah dan aktif organisasi begitu penting untuk masa depan. Ia mengajak mahasiswa baru untuk tidak takut akademiknya menjadi buruk dengan bergabung di organisasi. Menurutnya, dengan mengikuti kegiatan yang ada, mereka akan mendapatkan banyak pengalaman yang dibutuhkan dalam kehidupan. “Jangan takut menjadi mahasiswa yang aktif berorganisasi karena ada banyak skill dan ilmu yang tentu memberi pengaruh baik. Utamanya saat berada di dunia pekerjaan. Tapi, jangan lupa untuk menyeimbangkannya dengan dunia akademik yang menjadi tanggung jawab utama,” tutur Jefri. Tidak ketinggalan juga dr. Dedy Irawan, salah satu dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Rumah Sakit (RS) UMM. Dia memaparkan materi tentang bagaimana meraih sebuah kesuksesan. Berawal dari cerita Dedy yang menjadi salah satu dari beberapa dokter pertama di RS UMM. Kemudian melanjutkan tenatng perkembangan RS UMM yang kini sudah memiliki fasilitas dan pelayanan yang bagus. “Ketika kita ingin sukses, hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan tujuan yang jelas. Kemudian berusaha sekuat mungkin untuk menggapainya serta tidak lupa untuk berdoa,” pesannya di akhir materi. (haq/wil)

Siapkan Pemimpin Masa Depan, UMM Gelar LKMM

Skill kepemimpinan merupakan salah satu hal yang perlu dikuasai oleh para pimpinan organisasi. Dalam rangka membantu kepengurusan organisasi intra yang baru, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) langsungkan Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa (LKMM). Pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai dari tanggal 26-28 April, berlokasi di Rusunawa UMM. Ir. Henik Sukorini, M.P., Ph.D., selaku ketua panitia berkata bahwa pelatihan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan untuk melatih pimpinan organisasi intra kampus yang baru. Meskipun sempat vakum di tahun lalu, agenda ini kembali diadakan di tahun ini dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat. Para peserta pelatihan dibagi menjadi dua kelompok, yakni luring dan daring. Hal itu dilakukan agar tidak menciptakan kerumunan massa. “Ada 374 peserta yang tergabung dalam agenda ini. Untuk luring, kami khususkan bagi para ketua organisasi. Sementara sekretaris dan bendahara bisa mengikuti kegiatan secara daring. Karena pelatihan ini mengharuskan para ketua untuk menginap di Rusunawa, pihak kampus memberikan fasilitas rapid antigen untuk peserta luring,” ujar Wakil Dekan III FPP tersebut. Henik sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa rangkaian agenda ini meliputi pelatihan kepemimpinan baik dalam hal organisasi maupun administrasi. Henik kembali menjelaskan bahwa kegiatan-kegiatan pada LKMM tahun ini tidak terlalu menguras fisik. Hal ini bertujuan untuk menjaga stamina dan sistem imun di bulan puasa. “Selain kepemimpinan dan administrasi, para peserta juga diajari bagaimana literasi media yang baik dan berorganisasi di kala pandemi. Materi organisasi di masa pandemi ini diberikan agar mahasiswa tahu batasan-batasannya seperti apa. Selain itu juga bagaimana menyusun model acara yang harus dibuat,” kata dosen kelahiran Blitar tersebut. Di akhir sesi wawancara, Henik sangat berharap bahwa para peserta tidak hanya menerima pelatihan saja namun juga mempraktekan apa yang didapat di organisasi intra masing-masing. “Selain itu saya juga ingin para peserta juga bisa menularkan dan mengajari materi pelatihan ke teman-teman lainnya,” pungkas Henik. (syi/wil)

Prodi Biologi Raih Hibah CoE Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Gagas Konsep Edu-Preneurship,  Prodi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) lolos pada pendanaan program hibah Centre of Excellence (CoE) Merdeka Belajar dan kampus Merdeka. Hal ini tertuang melalui surat  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) pada Senin (05/04). Dalam beberapa tahun terakhir, Prodi Pendidikan Biologi memfokuskan diri untuk menyelaraskan pendidikan dan kewirausahaan. Hal itu disadari dapat menjawab tantangan era disrupsi saat ini. Ketua tim CoE, Nurwidodo, M.Kes berkata bahwa konsep Edu-Preuneurship merupakan salah satu kunci keberhasilan prodi Pendidikan Biologi di CoE. “Konsep ini hadir dengan menggabungkan antara konsep Education (Pendidikan) dan Enterpreunership (Kewirausahaan). Dua konsep ini memang telah menjadi keunggulan Prodi Pendidikan Biologi UMM selama ini,” kata Nurwidodo. Nurwidodo kembali menjelaskan bahwa program unggulan Edu-Preuneurship ini memiliki enam sub kegiatan. Kegiatan ini meliputi magang kewirausahaan dan KKN tematik membangun desa. Selain itu juga mencakup asistensi mengajar sekolah tertinggal,  pertukaran pelajar serta penelitian. Tidak ketinggalan sosialisasi implementasi MBKM ke prodi mitra.  “Salah satu agenda inti CoE ini adalah menjadi role model bagi prodi lain yang masih belum menerapkan MBKM. Jadi, nantinya program ini akan disosialisasikan dan dijelaskan ke tiga prodi di UMM, yaitu Prodi PPKn, Prodi Kehutanan, dan Prodi Manajemen. Tidak hanya itu, program ini juga akan dijelaskan kepada mitra di luar UMM yakni Universitas Muhammadiyah Kupang dan STKIP Sumenep,” terang Nurwidodo lebih lanjut. Ditemui secara terpisah, Ketua Prodi Pendidikan Biologi, Dr. Iin Hindun, M.Kes, berkata bahwa dirinya sangat berharap bahwa program ini dapat berkembang dengan baik. selain itu juga berharap agar mampu diimplementasikan dengan lancar dan benar. “Saya  tentu ingin Prodi Pendidikan Biologi UMM ini dapat mengembangkan keenam kegiatan program unggulan MBKM ini. Hal ini akan menjadikan prodi ini sebagai oase yang menebarkan kebermanfaatan dan kebaikan untuk mahasiswa dan juga institusi serta masyarakat secara luas,” kata Iin mengakhiri. (syi/wil)

Bahas Edukasi Vaksin, Mahasiswa UMM Menangi Kompetisi Esai Nasional

Hobi menulis yang ia gemari semenjak berkuliah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membawa Dodik Prastiyo mendapat nasib baik di perlombaan. Mahasiswa jurusan farmasi tersebut berhasil meraih juara dua lomba esai tentang kesehatan dalam kompetisi Farma Fest. Lomba tersebut diadakan oleh Stikes Muhammadiyah Gombong, Kebumen yang berlangsung secara daring pada 1 Maret-10 April 2021. Saat ditemui, Dodik Prastiyo yang sudah terbiasa menulis mengaku bahwa ia sudah sering mengikuti lomba, khususnya esai. Adapun karya yang ia susun di kesempatan itu berjudul ”Geber Vaksin: Gerakan Ayo Bervaksin! Sebagai Upaya Peningkatkan Pengetahuan Masyarakat Indonesia Terhadap Vaksin Covid-19 dengan Pendekatan Health Belief Models”. Dalam esai tersebut, ia menjelaskan bagaimana pentingnya vaksinasi dan inovasi dalam dunia kesehatan. Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap tertib menjalankan 3M, sekalipun sudah mendapatkan vaksin. Terutama lansia yang rentan terhadap virus ini. “Masyarakat perlu dan harus tahu betapa pentingnya proses vaksinasi dalampenanggulangan virus corona. Selain itu juga harus terus menaati protokol kesehatan demi kemaslahatan bersama,” tegasnya. Dalam penyusunannya, Dodik merasa cukup kesulitan membagi waktu. Salah satu alasannya adalah bahwa ia masih harus menempuh pendidikan profesi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan. Selain itu juga berusaha menjaga suasana hati dalam menulis. Ia mengaku perlu adanya kemauan keras agar bisa membagi waktu dengan baik sehingga mampu mendapatkan esai yang menarik. “Saya juga menyempatkan diri untuk meminta masukan dan bimbingan kepada dosen yang ada di fakultas,” terangnya. Ia merasa bersyukur masih bisa berkarya meski berada di masa pandemi. Apalagi karya yang ia hasilkan mampu memenangkan juara di perlombaan nasional. “Tentu senang, tapi yang paling penting adalah tulisan saya bisa memberi manfaat dan menebar kebaikan untuk masyarakat luas,” terangnya lebih lanjut. Dodik juga berterima kasih kepada banyak pihak yang telah mendukung dirinya. Khususnya orang tua, dosen dan teman-teman yang selalu ada ketika dibutuhkan. Mahasiswa kelahiran Banyuwangi ini berharap esai yang memenangkan lomba tingkat nasional itu bisa memberikan edukasi lebih baik terkait vaksinasi dan manfaat-manfaat yang diperoleh. Ia juga berharap agar informasi yang diberikan mampu menumbuhkan kepercayaan masyarakat akan pentingnya vaksin. (haq/wil)

LK UMM Adakan Webinar Budaya Bersih dan Hidup Bahagia

Demi meningkatkan kebahagiaan dan imunitas selama pandemi, Lembaga Kebudayaan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) langsungkan webinar dengan tema “Membangun Budaya Bersih, Hidup Sehat dan Bahagia Di Masa Pandemi”. Seminar daring ini mengundang Yudi Suharsono, S.Psi., M.Si. salah satu dosen Psikologi UMM dan juga Dr. Hidajah Rachmawati, S.Si., Apt., Sp.FRS. selaku dosen Farmasi UMM. Acara ini dilaksankan pada Sabtu (17/4) melalui Zoom Meeting dan juga disiarkan secara langsung di Youtube. Acara diawali dengan sambutan oleh Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si. Kepala Lembaga Kebudayaan UMM itu menjelaskan bahwa tema yang diangkat menjadi jawaban atas beberapa kebutuhan masyarakat. Terutama wawasan terkait edukasi kesehatan untuk hidup yang sehat dan bahagia. “Jika kita memiliki hidup yang bahagia, sehat, dan positif maka akan menghasilkan pondasi yang kuat, khususnya dalam keluarga,” ujar Daroe. Dalam kesempatan yang sama Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si selaku Wakil Rektor I UMM menuturkan meski berada di situasi pandemi, kita harus tetap merasa berbahagia. Apalagi masih bisa kembali diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan suci Ramadan. Ia juga sempat menjelaskan tentang filosofi teras yang fokus pada kebahagiaan. Penjelasan yang sesuai dengan agenda webinar yang mendorong peserta untuk hidup di era pandemi de ngan bahagia. “Terlepas dari penderitaan yang kita alami karena Covid-19, kita tentunya harus tetap merasa beruntung dan senang berada di tengah bulan ramadan. Bulan suci yang seharusnya mnejadi moemntum dalam menghadapi krisis,” tuturnya. Acara inti yang dimulai dengan paparan Yudi Suharsono. Ia menuturkan meski pandemi memberikan tekanan sangat tinggi dan membatasi mobilitas sosial, tidak seharusnya kita bersedih. Malah sebaliknya, kita saeyogyanya meningkatkan kebahagiaan yang dimiliki. Salah satu caranya yakni dengan berusaha. Menurutnya, tidak ada klebahagiaan yang bisa didapat kecuali dengan usaha yang maksimal.  Dia juga menjelaskan bahwa kebahagiaan akan bisa dicapai dengan adanya usaha, dan orang akan susah mencapai kebahagiaan jika tidak berusaha. Yudi juga membahas untuk menghentikan provokasi negative kepada diri sendiri. “Marilah kita berhenti melakukan provokasi negatif pada diri kita sendiri. Sikap itulah yang mnejadi salah satu ciri ketidakbahagiaan yang sering muncul,” ucap Dosen Psikologi UMM ini. Sementara itu, Dr. Hidajah yang juga didapuk sebagai pemateri memberikan motivasi dan cara menjadi duta budaya bersih dan sehat untuk mencegah penularan Covid-19. Ia juga mengingatkan kesadaran akan 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Menurutnya, tiga hal itu adalah kunci utama dalam usaha penanggulangan pandemi. Hidajah, panggilan akrabnya kembali menjelaskan terkiat bisa atau tidaknya orang yang divaksin terkena virus kembali.  Dia juga mewanti-wanti masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan keluarga yang notabene bsia menjadi klaster yang berbahaya dan mematikan. “Ketika protokol kesehatan tidak ditaati, akhirnya banyak yang terjangkit dan terdampak,” ungkap Hidajah. (haq/wil)

Meriahkan Hari Buku Internasional, RBC UMM Undang Pegiat Literasi Malang

Memperingati Hari Buku Internasional, Rumah Baca Cerdas (RBC) Institute Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) kembali gelar agenda refleksi pada Senin (28/4). Kali ini empat orang pegiat literasi dihadirkan untuk memberikan wawasan baru yang berlokasi di RBC Learning Space. Ada Fachrul Alamsyah, Presidium Republik Gubuk dan Kusnadi selaku Jenderal Preman Mengajar. Selain itu hadir pula pada agenda tersebut Denny Misharuddin dari komunitas Pelangi Sastra didampingi Hasnan Bachtiar, direktur riset RBC Institute. Memulai acara, Hasnan dalam paparannya mengatakan bahwa kegiatan literasi tidak hanya dimaknai sebagai aktifitas membaca dan menulis saja. Pun dengan membaca dan menulis yang tidak dapat diidentikkan dengan buku saja. “Buku hanyalah instrumen semata. Sejatinya, yang harus kita baca, pahami dan pelajari adalah kehidupan. Bukan sekadar buku yang diterbitkan oleh penerbit,” ucap alumni Australian National University tersebut. Pernyatan itu juga diamini oleh Fachrul Alamsyah, Jendral Republik Gubuk. Gerakan literasi komunitasnya yang digalakkan di kampung-kampung justru ditargetkan untuk masyarakat yang tidak mempunyai minat membaca. Ia mengaku bahwa di 40 gubuk baca yang sudah ada, banyak di antaranya yang tidak memiliki buku. “Kami tetap bisa bergerak dan berkontribusi meskipun tanpa buku. Di gubuk kami, yang ada hanya egrang, pengajarnya preman, bahkan pengasuhnya mantan pengedar pil koplo,” ungkap Fachrul. Kegiatan literasi juga dimaknai dengan mengajak orang lain kepada kebaikan. Selain itu juga mengajak orang untuk menjauhi keburukan yang muncul dalam kehidupan. Itulah mengapa dalam komunitas Republik Gubuk ini juga mewadahi Preman untuk ikut terjun dalam proses belajar mengajar. Sementara itu, Denny mengungkapkan bahwa literasi bertujuan untuk mengetahui tentang dirinya dan identitas yang dimiliki. Berangkat dari itu, ia akan mampu menambah dan meningkatkan kapasitas diri dan akhirnya bisa menjadi orang yang literat. “Literasi itu tidak hanya berkutat pada buku saja. Melainkan juga lebih luas memberikan manfaat kepada diri sendiri, keluarga, lingkungan dan masyarakat sekitar. Pun dengan ajakan pada kebaikan dan larangan untuk terjerumus dalam keburukan,”terang Denny Misharudin. Pada gelaran itu, para pegiat literasi sepakat bahwa minat baca di Indonesia masih tergolong rendah. Meski begitu, dorongan untuk menciptakan peradaban literasi baru sangatlah tinggi. Salah satu buktinya adalah agenda yang telah dilaksankaan di RBC Institute ini. (*/wil)

Mahasiswa HI Menangi Lomba Bogor Leaders Talk 2021

Angkat inovasi di bidang pendidikan, M. Solahudin Al-Ayubi, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) raih juara satu pada lomba Bogor Leaders Talk 2021. Perlombaan ini dilaksanakan oleh pemerintah Bogor pada Rabu (21/04) di Auditorium Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor. Solah panggilan akrabnya, berkata pada perlombaan ini dirinya mengembangkan inovasi untuk menjembatani pembelajaran secara daring dan luring, khususnya di Bogor.  Untuk pembelajaran daring, Solah menggunakan media website dan sosial media. Sementara untuk pembelajaran luring, Solah menggandeng pihak ketiga untuk memberikan pengajaran kepada para siswa di pelosok. “Di sini, ada beberapa daerah yang sinyalnya kurang bagus. Jadi tidak bisa melaksanakan pembelajaran secara daring dengan lancar. Salah satu solusi yang saya tawarkan untuk pembelajaran luring adalah ide untuk membuka volunteer bagi mahasiswa dan pelajar. Nantinya, mereka akan bertugas untuk hadir di pelosok Bogor dan memberikan pengajaran kepada adik-adik di desa,” ujar mahasiswa kelahiran Bogor tersebut. Mahasiswa jurusan Hubungan Internasional ini berkata perlomba Bogor Leaders Talk merupakan salah satu dari rangkaian Program Pancakarsa yang diadakan oleh bupati bogor. Perlombaan ini mengajak para generasi muda dari rentang umur 16-30 tahun untuk menyampaikan gagasan-gagasan untuk membangun Kota Hujan tersebut. “Perlombaan ini hanya dikhususkan untuk pelajar dan mahasiswa ber-KTP Bogor. Meskipun begitu, pesertanya berasal dari berbagai SMA dan Universitas di seluruh Indonesia. Dari 70 video yang diperlombakan, dipilih lima peserta terbaik untuk dilombakan kembali,” kata anak bungsu dari enam bersaudara tersebut. Solah mengaku sama sekali tidak menyangka dapat maraih juara satu di perlombaan itu. Pasalnya dirinya sedang terkena flu ketika membuat video tersebut, jadi hasilnya kurang maksimal. Meski begitu, Solah sangat bersyukur atas raihan juara tersebut. “Saya berharap program saya yang memenangkan lomba ini tidak berhenti sampai di sini saja, namun bisa berkelanjutan. Dalam pengembangannya saya ingin sekali mendapat dukungan dari pemerintah baik berupa materil maupun non-materiil,” pungkasnya. (syi/wil)

RS UMM-Lazismu Bagi Sembako dan Sediakan Pemeriksaan Gratis

Banyak orang yang berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan di bulan suci Ramadan. Begitupun yang dilaksanakan oleh Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang (RSU UMM) pada Sabtu (17/4) lalu. Menggandeng Lazismu Kota Malang, mereka sediakan pemeriksaan gratis bagi warga, sosialisasi kesehatan dan berbagi sembako di Masjid Nurul Huda, Kecamatan Klojen, Malang. Agenda tersebut menjadi satu dari rangkaian kegiatan Safari Ramadan 1442 H. Mengawali acara, dr. Viva Maiga M.N, MMRS Kepala HUMAS dan Kemitraan RSU UMM menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini merupakan hal wajib bagi pihak RS UMM. Selain itu juga menjadi bentuk usaha nyata dalam memberikan edukasi kesehatan pada masyarakat. Utamanya di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang. Ia kembali menjelaskan bahwa berbagi dan memberi manfaat di tengah Ramadan menjadi salah satu kegiatan penting. Mengingat pahala dan kebaikan akan dilipatgandakan di bulan penuh rahmat tersebut. “Ramadan bulan penuh berkah, maka alangkah baiknya kita juga menyebarkan limpahan berkah tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan. Akan ada tiga tempat yang akan kami sambangi di Ramadan tahun ini. Mulai dari Penanggungan, Sukun, dan Tumpang,” tambahnya. Dalam kesempatan yang sama Ketua Lazismu Kota Malang Abdul Kadir Usri menyambut baik kerjasama yang sudah terjalin. Agenda yang berlangsung juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk lebih mengetahui Lazismu sebagai penyalur zakat, sedekah, dan bantuan lainnya. “Menurut saya, sinergi antar Lazismu dan RSU UMM sangatlah tepat untuk masalah kemaslahatan masyarakat seperti ini,” ujarnya. Sementara itu, Pimpinan Daerah Aisyiyah yang juga hadir, Uzlifah menyampaikan RSU UMM sering melakukan kegiatan bakti sosial. Kegiatan ini menjadi kehadiran RSU UMM yang kedua kali di masjid tersebut. Di samping memberikan aksi sosial, tidak dapat dipungkiri bahwa RSU UMM juga memiliki pelayanan yang baik kepada para pasien. “Saya senang sekali dengan hadirnya RSU UMM di tengah-tengah masyarakat. Selain peduli kepada sesama, pelayanan rumah sakitnya juga sangat memuaskan”, tutupnya. (wil)

Lagi, Mobil KaCa dan Bioling Beri Kontribusi Warga Terdampak Gempa Malang

Mobil Kamis Membaca (KaCa) dan Bioskop Keliling (Bioling) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengaspal. Usai menyambangi daerah Dampit dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), kali ini mereka hadir di Desa Sonowangi, Kecamatan Ampelgading, Malang pada Jumat (23/4). Selain menyumbang makanan dan menghibur dengan permainan, juga dengan memberikan dongeng untuk meringankan trauma yang dialami oleh anak-anak korban terdampak gempa. Bahkan juga menyiapkan bioskop keliling untuk warga sekitar. Kedua mobil tersebut berangkat menuju lokasi pada siang hari dan akhirnya sampai tepat saat azan ashar berkumandang. Mobil KaCa menuju tempat yang disediakan, sementara BIoling langsung menuju lapangan untuk menyiapkan tayangan yang akan ditampilkan. Anak-anak juga begitu antusias ketika Mobil KaCa datang. Beberapa asyik membaca buku, sementara yang lainnya sibuk dengan permainan dan dongeng yang disampaikan. Terlebih lagi, tim Mobil KaCa berinisiatif untuk menyampaikan dongeng Moni dan Pino kepada anak-anak yang hadir. Mereka diajak untuk terus mengingat pentingnya menggosok gigi dua kali sehari. Moni yang tadinya sukar sekali diajak membersihkan gigi, akhirnya rajin menyikat gigi karena mengalami sakit yang begitu parah. “Hingga akhirnya, Moni kesakitan dan menangis. Untungnya dia sadar bahwa gosok gigi adalah kewajiban yang harus dibiasakan agar tidak ada kuman yang menempel,” kisah mahasiswa UMM. Ditanya ihwal program yang berlangsung, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menjelaskan bahwa agenda ini merupakan satu dari rangkaian panjang program UMM Ramadan Berbagi serta UMM Berbagi untuk Negeri. Ia mengatakan bahwa agenda ini sudah berlangsung sejak lama, tidak hanya pada bulan Ramadan. “Kami ingin hadir di tengah-tengah masyararakat terdampak gempa. Tidak hanya pada aspek fisik saja tapi juga psikologis,” terangnya. Fauzan juga mengungkapkan bahwa UMM memiliki tekad untuk terus menebar manfaat di segala kondisi. Menurutnya, aspek kesehatan dan psikologis seringkali dilupakan oleh masyarakat. Maka dari itu, UMM menghadirkan Mobil KaCa dan Bioling untuk mengembalikan keceriaan anak-anak yang sedih mengalami gempa beberapa waktu lalu. “Semoga, apa yang sudah kami usahakan mampu memberikan dampak positif bagi korban gempa Malang Selatan,” harapnya. Ditemui di kesempatan lain, Yadiono, Kepala Desa Sonowangi menyampaikan bahwa kerusakan yang ada cukup banyak. Di salah satu dusun, ada sekitar 36 rumah yang rusak berat, salah satunya bahkan roboh. Ia juga mengaku banyak warga dan anak-anak yang masih trauma akan kejadian bencana yang menimpa. “Anak-anak menjadi mudah panik. Tidak jarang mereka takut ketika merasakan getaran mobil yang lewat,” jelasnya. Pria asli Malang itu bersyukur, UMM hadir di tengah kepanikan yang melanda anak-anak. Banyak dampak positif yang dihadirkan. Trauma yang didapat sedikit-demi sedikit bisa terobati dengan hadirnya kegiatan trauma healing. “Semoga saja anak-anak bisa kembali ceria dan kembali beraktifitas seperti sedia kala. Saya juga berharap kegiatan trauma healing yang sudah diberikan tidak hanya berhenti di sini saja,”harapnya. Rini Restianingsih, salah satu orangtua mengungkapkan rasa senangnya. Apalagi melihat anaknya bisa tertawa bersama teman-teman lain. “Setelah gempa, anak saya mudah sekali panik dan menangis. Bahkan dia tidak mau tidur di kamar rumah, malah memilih tidur di dapur,” katanya. Rini, panggilan akrabnya juga bersyukur Mobil KaCa UMM bisa hadir di tengah-tengah masyarakat terdampak. Memberikan hiburan berupa permainan hulahup, memindahkan bola hingga pertanyaan-pertanyaan menarik bagi orangtua. “Alhamdulillah sekali, semoga sumbangsih berupa makanan dan hiburan ini mampu mengembalikan senyum anak-anak sekitar. Tentunya kami juga berdoa agar mereka yang membantu diberi balasan yang lebih baik,” pungkasnya. (wil)

UMM Ramadan Berbagi, Berbuka bersama Warga Lapas Malang

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menebar manfaat dan kebaikan. Usai menghibur anak-anak korban gempa Malang Selatan beberapa waktu lalu, kali ini UMM menyambangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan kelas II Malang. Mengendarai Mobil KaCa dan Mobil Pintar, mereka hadir melaksanakan agenda ngabuburit bersama dan tausiyah kepada penghuni Lapas pada Kamis (22/4). Selain itu juga melangsungkan berbuka bersama dengan 550 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) serta para staf yang ada. Dua gelaran tersebut merupakan bagian dari rangkaian panjang program UMM Ramadan Berbagi. Agenda ngabuburit bersama itu dibuka dengan penampilan band yang terdiri dari para warga binaan. Beberapa lagu dibawakan dengan apik, tidak terkecuali lagu rohani yang menggugah hati. Bahkan ada juga lagu-lagu ciptaan mereka sendiri yang sempat ditampilkan. Mengawali acara, Tri Anna Aryati, Bc.IP, SH., M.Si. selaku kepala Lapas Perempuan Kelas II Malang berterima kasih kepada UMM yang sudah membagi kasih dan sayang kepada keluarga besar Lapas Perempuan. Utamanya dalam aspek jasmani dan rohani. “Aspek jasmani dengan makananan dan tali kasih yang dibawa. Selain itu juga aspek dengan mendatangkan ustad yang memebrikan tausiyah,” ungkapnya. Ia berharap segala amal baik yang sudah dilakukan segenap UMM bisa mendapat balasan yang lebih baik pula. Mendapatkan hidayah dan ampunan terutama di bulan Ramadan kali ini. “Semoga Ramadan mampu membaut kita smeua menjadi manusia yang lebih baik di kemudian hari,” harapnya. Dalam kesempatan yang sama, Dr. Fauzan, M.Pd. selaku Rektor UMM mengatakan bahwa para WBP harus tetap kuat dan sabar dalam menghadapi cobaan yang ada. Ia juga berpesan untuk selalu berusaha memiliki hari yang lebih baik dari hari kemarin. Begitupun, hari esok harus lebih baik ketimbang hari ini. “Jika prinsip ini bisa dilakukan dengan benar, insyaAllah hidayah akan selalu mengiringi serta menjadikan kita orang sukses,” tegasnya. Ia juga mengutarakan bahwa UMM memang memiliki tekad untuk terus menebar manfaat di segala kondisi. Utamanya dalam aspek kesehatan dan psikologis. Dua aspek yang seringkali terlupakan oleh masyarakat. “Jika orang lain fokus pada hal-hal pokok seperti sembako, kami lebih mementingkan aspek eksehatan dan psikologis dari masyarakat yang ada,” terangnya. Fauzan juga ingin agar kerja sama yang terjalin tidak hanya berhenti sampai di acara ini saja. Namun bisa berlanjut di program-program membangun lainnya. “Mungkin besok ketika idul adha UMM bisa memberikan Qurban di Lapas. Nanti bisa masak dan makan bersama-sama,” ingin Fauzan. Di akhir sambutan, ia juga berpesan kepada warga binaan untuk mencontoh kupu-kupu. Berawal dari ulat yang banyak orang tidak menyukainya kemudian berubah menjadi kepompong. Hingga akhirnya menjadi kupu-kupu yang indah dan menebar manfaat ke sesama. Indah Nuwari, salah satu warga binaan mengutarakan rasa senangnya atas agenda yang sudah dilaksanakan. Menurutnya, berbuka bersama UMM sangat meriah dan menyenangkan. Apalagi ada sumbangan buku yang UMM berikan untuk menghibur warga binaan ketika sedang bosan. Ia mengaku buku menjadi salah satu hiburan yang mereka miliki untuk menghabiskan waktu. “Seringkali kami membaca buku yang sama berulang-ulang kali. Alhamdulillah ada banyak buku yang disumbangkan kepada Lapas Perempuan ini,” ungkapnya. Ahmad Fatoni, Lc., M.Ag. yang didapuk mengisi pengajian memulai materinya dengan mengajak para warga binaan untuk terus bermuhasabah. Selain itu juga meningkatkan kualitas puasa, tidak hanya menahan haus dan lapar tapi juga menahan semua hawa nafsu yang menggoda. “Biasanya, godaan paling berat bagi wanita itu adalah menjaga lisan. Ada saja yang dijadikan bahan ghibah, bahkan juga seringkali menyakiti hati orang lain,” jelasnya. Fatoni, sapaan akrabnya kembali menjelaskan terkait ciri-ciri orang yang puasanya diterima. Pertama, yakni mereka cepat kembali pada ampunan Allah. Ketika melakukan dosa, secepat mungkin kembali ke jalan yang benar. Kemudian juga meninggalkan perkara-perkara yang menyakiti orang lain, baik dari segi fisik maupun hati. Lebih lanjut, mereka yang puasanya diterima biasanya juga akan lebih dermawan. Jika dulunya pelit dan tidak mau ebrbagi, maka ketika Ramadan usai, mereka akan lebih mudah dan ringan dalam membelanjakan hartanya di jalan Allah SWT. Selalu bersedekah di keadaan lapang maupun sempit. Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Arab tersebut juga menuturkan bahwa ketika puasa diterima, biasanya semua aspek kehidupan dari orang tersebut akan menjadi lebih baik. Menjadi orang yang mudah meminta maaf dan menerima maaf atas kesalahan orang lain. “mereka juga biasanya beralih dari yang dulunya pemarah menjadi pemurah. Berlaku ramah kepada setiap orang yang menyapa di manapun berada,” tegasnya pada warga binaan. Terakhir, Fatoni juga berpesan agar selalu membaca Al-Quran secara rutin. Jika memungkinkan, bisa juga membaca terjemahan, memahami serta merenungkan. “Hingga yang terakhir, semoga kita bisa mengamalkan apa yang ada dalam kitab suci kalam illahi ini,” pungkasnya menutup materi berbarengan dengan adzan magrib. (wil)