FISIP UMM Gelar Seminar Pancasila sebagai Pencegah Tindak Korupsi

Di Indonesia korupsi sudah menjadi hal yang umum, baik di lembaga politik maupun non-politik. Untuk meminimalisir terjadinya kasus-kasus korupsi di masa depan, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar seminar dengan tema Pancasila Sebagai Pencegah Tindakan Korupsi. Seminar ini dilaksanakan Rabu (03/03) di aula GKB IV lantai 9 UMM dan live melalui kanal youtube FISIP UMM. Dalam acara tersebut hadir berbagai kalangan mulai dari Pemuda Pancasila, Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah, kepala dinas, camat, lurah, kepala desa Kota Malang dan Batu serta beberapa tamu undangan lainnya. Wakil kepala BPIP Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menyampaikan bahwa di Indonesia tindak korupsi tidak hanya di lakukan oleh penjabat politik saja, tetapi juga orang-orang di lembaga lain yang tidak berhubungan dengan politik. Sifat rakus yang dimiliki oleh sekelompok elit tertentu disebut menjadi pemantik suburnya tindakan kriminal ini. “Korupsi di Indonesia tidak hanya disebabkan oleh biaya politik yang tinggi tetapi juga berbagai institusi yang dikuasai para oligarki rakus. Bila hal ini terus berlanjut demokrasi Indonesia akan menjadi semu,” katanya. Haryono melanjutkan BPIP ingin agar penerapan Pancasila tidak hanya berhenti di tahap intoleransi, radikal, dan terorisme saja, tetapi juga pada bidang pembentukan karakter yang dalam hal ini akan meminimalisir tindak pidana korupsi. “Kami ingin agar penerapan Pancasila tidak hanya berfokus pada bidang intoleransi, tetapi juga pada bidang pengembangan karakter untuk mengatasi korupsi. Saya harap diskusi ini tidak hanya dilihat dari perspektif hukum saja tetapi juga pada bidang sosial budaya,” ujarnya. Senada dengan Hariyono, Rektor UMM Dr. Fauzan M.Pd, mengatakan bahwa dampak tindak korupsi sangat besar. Tidak hanya dapat menyengsarakan rakyat, korupsi juga dapat merusak para generasi muda. “Jika tindak pidana korupsi tidak segera di atasi dengan tegas maka dampaknya akan lebih berbahaya. Tidak hanya menyengsarakan rakyat tetapi juga dapat merusak generasi yang akan datang,” tandasnya. Pada kesempatan yang sama, Walikota Malang Drs.H. Sutiaji menyampaikan, BPIP perlu membuat sebuah media untuk mendekatkan Pancasila pada generasi muda. Mengingat saat ini di Malang sendiri jumlah kaum milenial lebih dari 50,68 persen. “Bagaimana nanti tantangan bagi BPIP untuk mendesain agar kaum-kaum yang masih muda ini menggandrungi Pancasila juga. Mungkin dengan game-game yang mengenalkan akar budaya kita sehingga akar budaya kita menancap. Bagaimana animator-animator film di Malang juga diajak sehingga mengenalkan apa itu Pancasila. Secara filosofis itu bisa dimasukkan. Ketika itu sudah bisa masuk, saya yakin Indonesia akan mengawali menjadi citra negeri yang bersih,” tambahnya. Dalam acara ini turut hadir pula sebagai narasumber Plt. Deputi Bidang, Advokasi & Pengawasan Regulasi BPIP Dr. Ani Purwanti, S.H., M.Hum., Dekan FISIP UMM Dr. Rinikso Kartono, M.Si., Dosen Prodi Ilmu Pemerintahan UMM Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si., Malang Corruption Watch Luthfi J. Kurniawan, dan Budayawan Pemerhati Ideologi Pancasila Jati Kusumo. (syi/sil)
Radya, Mahasiswa Kedokteran UMM Bagikan Kiat Menang Kompetisi

Nama Radya Kusuma Ardianto sudah tidak asing di telinga mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kepiawaiannya dalam memenangi berbagai lomba esai dan proposal di Pekan Kreativitas Mahasiswa membuatnya dikenal oleh berbagai kalangan. Radya yang besar dari orang tua berlatarbelakang akademik bidang Bahasa dan Ekonomi ini, sejak kecil telah menunjukkan ketertarikannya pada Sains. Dimulai saat ia duduk di bangku sekolah dasar (SD), Radya mendapatkan dukungan besar dari gurunya untuk mengikuti lomba dari hasil riset sederhananya pada daun Binahong (Heartleaf Aderavine Madevine). ”Saya masih ingat sekali saat itu dia (Radya) masih duduk di bangku SD. Kemudian dia diajak gurunya untuk membuat riset sederhana dari daun Binahong dan menang. Dari situ dia terus ikut-ikut lomba lain, bidang Biologi khususnya,” cerita Arif Budi Wurianto, Ayah dari Radya. Mahasiswa yang menerima Beasiswa Unggulan Kemendikbud ini berkata jika motivasinya mengikuti berbagai perlombaan adalah terbukanya kesempatan untuk bertemu dengan banyak orang dan menambah wawasan. “Ketika mengikuti perlombaan saat SD mungkin yang ada di pikiran saya adalah mendapatkan hadiah. Namun semakin dewasa, semakin saya sadar bahwa mengikuti perlombaan merupakan sarana untuk mengembangkan diri. Selain itu, pada perlombaan kita juga bisa bertemu dengan banyak orang. Hal itu secara tidak langsung akan memperluas pemikiran kita,” kata mahasiswa kelahiran Malang tersebut. Putra terakhir dari tiga bersaudara ini mengaku sedikit kesulitan dalam membagi waktu untuk perkuliahan dan lomba. Namun dirinya bersyukur dikelilingi oleh orang-orang yang selalu mendukung keputusannya dalam mengikuti perlombaan. “Sebenarnya perlombaan tidak mengganggu perkuliahan saya karena lomba yang saya ambil sejalan dengan bidang saya di perkuliahan. Cuma saya memang tidak terlalu pandai dalam mengatur waktu. Untuk mengatasi hal tersebut, saya biasanya membuat target harian untuk mengerjakan esai yang akan saya lombakan,” ujar Radya. Mahasiswa yang berhasil meraih medali emas pada Olimpiade Sains Mahasiswa (OSM) 2020 ini memberikan tips dalam mengelola stres ketika terlalu banyak kegiatan. Radya bercerita ketika sudah jenuh, dirinya akan bermain badminton bersama teman-temannya. “Saya juga biasanya selalu merasa stres ketika usaha dan hasil tidak sesuai. Dalam perlombaan saya tidak selalu menang. Ketika saya stres, saya biasanya mengevaluasi diri saya. Lalu kembali melihat tujuan saya dalam mengikuti lomba adalah berproses dan menambah ilmu. Masalah menang adalah sebuah bonus,” pungkasnya. Sejak kecil selain lekat dengan tumpukan komik Detective Conan, dituturkan oleh Ayahnya, Radya adalah anak yang memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Ia banyak melakukan eksperimen dengan mainan yang ia miliki. “Dari kecil Radya sangat gemar membaca komik Detective Conan dan kami biarkan. Kami rasa karena ketertarikannya pada tokoh detektif ini yang melatih ia berpikir kritis,” kisah Arif. Hingga saat ini tidak kurang dari 23 prestasi telah berhasil dikumpulkan Radya sejak 2013 hingga 2020. Ia juga telah menghasilkan enam karya essai dalam bidang biologi dan kedokteran. Beberapa diantaranya adalah Potensi Glow sebagai Terapi Vitiligo dengan Pendekatan Biologi Molekuler Berbasis Holistik-Komperehemsif, Optimalisasi SUP-D (Suplementasi Vitamin D) dan Potensi MIR-155 Correction pada Kasus Juvenile-Systemic Lupus Erythematosus (JSLE): Sumbangsih Biologi Molekuler dalam Perwujudan Sustainable Develompment Goals (SDGs) dan Potensi Ekstrak Kulit Bawang sebagai Agen Restorasi Glutation Tereduksi dan Hepatoprotektor pada Acetaminophen-Induced Liver Injury: Sebuah Tinjauan Mekanisme Biomolekuler. (syi/adr)
Fokus pada Psychological First Aids, Maharesigana UMM Kirim Relawan Tahap Kedua

Terus melaksanakan rangkaian psikososial bersama para penyintas di Dusun Selopuro, Kabupaten Nganjuk, Mahasiswa Relawan Siaga Bencana Universitas Muhammadiyah Malang (Maharesigana UMM) kali ini menyiapkan pelatihan dan pembekalan terkait Psychological First Aids (PFA). PFA merupakan serangkaian keterampilan yang bertujuan untuk mengurangi distress dan mencegah munculnya tampilan negatif pada kesehatan mental para penyintas yang disebabkan oleh bencana banjir dan tanah longsor pada Minggu (14/2) yang lalu. “Layaknya kloter pertama, masa tugas kami akan berlangsung selama seminggu kedepan hingga tanggal 6 Maret 2021. Kami berkerjasama dengan MDMC Nganjuk dan relawan lokal untuk menyiapkan pembekalan PFA,” jelas Koornidator Tim Maharesigana Kloter II, Mukti Cahyani. Berdasarkan hasil penggalian data dari Kloter I, program utama menyasar kepada anak-anak yang dikemas pada program Child Protection. Kegiatan yang dilakukan di antaranya adalah pendampingan dan pemberian dukungan dalam belajar dan bermain. “Kami berusaha mengajak anak-anak untuk berbicara terkait kondisi mereka. Kami juga mengajak orang tua untuk berdiskusi terkait aktivitas anak-anak dan perkembangan anak selama di pengungsian,” lanjut Mukti. Lintang Gangsar Tri Suko Asmara, salah satu penyintas menyampaikan sempat tidak bisa tidur selama tiga hari mengingat ada anggota keluarga dan temannya yang meninggal. Salah satu cara yang dilakukan Lintang agar dapat menstabilkan kondisi mentalnya adalah dengan membantu relawan untuk mengajar mengaji anak-anak. “Awal-awal aku takut dan keingat teman-teman yang sering main kerumah atau menyapa kalau lewat depan rumah. Sekarang sudah tidak takut lagi, banyak temannya ngaji,” jelasnya. (*/haq/adr)
ASIK Plus Program Paket Merdeka Belajar Matematika UMM

Mendorong program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kemendikbud RI, program studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meluncurkan Program ASIK Plus. Mahfud Effendi selaku Ketua prodi Pendidikan Matematika UMM menjelaskan bahwa Program ASIK Plus merupakan singkatan dari Asistensi Magang Skripsi dan KKN, Plus sendiri yang dimaksud adalah program insidental yang setara dengan kegiatan MBKM. Pada praktiknya nanti, mahasiswa akan mendapatkan paket program yang terdiri dari asistensi mengajar pada institusi pendidikan, magang, skripsi atau riset, dan KKN. “Keempat kegiatan tersebut dapat dipilih mahasiswa dan dilakukan terutama di satuan pendidikan yang sudah memiliki MoU dengan Prodi Pendidikan Matematika UMM,” terang Mahfud Selasa (2/03). Sementara itu, prodi Pendidikan Matematika juga menyiapkan kebijakan konversi nilai untuk empat mata kuliah yang mendukung Program ASIK Plus. Pertama, praktik asistensi mengajar akan dikonversikan pada mata kuliah Kapita Selekta Matematika SLP, Bahasa Pemrograman, Kapita Selekta SLA, Desain Grafis, Desain Web, dan Komputasi Matematika. Kedua, kegiatan magang akan diekuvalensikan dengan mata kuliah PLP 1 dan PLP 2. Ketiga, kegiatan riset mahasiswa akan disetarakan dengan mata kuliah Proposal Penelitian, Seminar satematika, dan Skripsi. Terakhir, program KKN yang dapat dilakukan sesuai dengan pilihan mahasiswa. “Saat ini prodi Matematika telah menyiapkan program-program yang akan ditawarkan pada mahasiswa untuk mempersingkat masa belajar sekaligus memfasilitasi kemerdekaan belajar mahasiswa,” tegas Mahfud. Tak hanya porgram ASIK Plus, prodi Pendidikan Matematika juga memaparkan beberapa program unggulannya seperti Program setara DI Komputer, Olimpiade Matematika, Beasiswa Alumni, Bantuan Dosen untuk Mahasiswa, dan Klinik Bantuan Belajar. (*/haq/adr)
Mahasiswa Ciptakan Game Edukasi Kemuhammadiyahan

Pandemi tak halangi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk terus berkreasi. Kali ini, tim mahasiswa UMM membuat aplikasi game petualangan bernama Lail Adventure. Tidak hanya sebagai sarana hiburan, uniknya game ini juga memuat konten edukasi mengenai tokoh-tokoh Muhammadiyah. Tim ini terdiri dari lima orang mahasiswa baru jurusan Informatika (TI) yaitu Farras Danyka Putra, Alif Fatwa Ramadhani, Azzahry Dwi Pramudio, Muhammad Naufal Adiyatma, dan Zidan Tri Anggoro. Alif salah satu anggota tim mengatakan, Lail Adventure ini dibuat agar anak-anak tidak hanya mendapat hiburan saja tetapi juga edukasi Kemuhammadiyahan. “Banyak kita temui anak-anak yang terlalu asik bermain game dan lupa belajar. Selain itu kebanyakan bermain game juga dapat menurunkan tingkat konsentrasi anak. Oleh karena itu tim kami membuat sebuah game yang tidak hanya sebagai hiburan tetapi juga sebagai sarana edukasi mengenai tokoh-tokoh Muhammadiyah,” kata Alif (2/03). Secara singkat, Alif pun menguraikan cara bermain game ini. Untuk menyelesaikan misi, tokoh utama dalam game akan melewati berbagai rintangan dan melawan musuh selama dalam perjalanan menuju masjid. Setelah berhasil melalui setiap level, tampilan pada game akan berganti menjadi puzzle bergambar para tokoh Muhammadiyah. “Dalam Lail Adventure kami menjadikan game super mario sebagai acuan karena mudah dimainkan berbagai kalangan. Kemudian kami memodifikasi game dan mengarahkan para pemain untuk mengumpulkan potongan puzzle. Potongan puzzle yang terkumpul, akan disusun di akhir level,” ujar mahasiswa kelahiran Samarinda tersebut. Pembuatan game ini diakui Alif memakan waktu sekitar dua bulan. Dalam proses tersebut sempat muncul beberapa kendala. Salah satunya karena semua anggota tim adalah mahasiswa baru, jadi pengetahuan tentang coding masih sangat kurang. Mereka pun berusaha memahami coding melalui internet dan arahan dari dosen pembimbing. “Selain itu, komunikasi tim kami juga kurang lancar karena berada di daerah yang berbeda-beda,” kata anak pertama dari dua bersaudara tersebut. Hebatnya meskipun sempat menemui berbagai rintangan, Lail Adventure mampu meraih Juara II pada Kompetisi Asosiasi Program Studi Informatika (APSI) yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Makasar pada Senin (22/02). Raihan ini memercikkan semangat tersendiri bagi tim untuk terus menyempurnakan Lail Adventure. “Sekarang aplikasi ini sedang kami kembangkan lagi. Kedepannya kami berharap Lail Adventure dapat segera dinikmati oleh masyarakat luas,” tandasnya. (syi/sil)
Mobil KaCa Hibur Anak-Anak Korban Longsor Nganjuk

Banjir dan tanah longsor yang telah menimpa Desa Selopuro, Ngetos, Kabupaten Nganjuk sejak dua pekan yang lalu tidak hanya membawa kerugian secara materi tetapi juga berdampak secara psikologis. Turunnya Mobil KaCa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang bekerjasama dengan Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana) kali ini ditujukan sebagai trauma healing bagi anak-anak yang berada di kamp pengungsian. Disampaikan oleh penanggungjawab pengungsian bahwa kehadiran Mobil KaCa ini selain memberikan edukasi juga sangat menghibur anak-anak yang berada di kamp. Kegiatan dimulai dengan mengajak anak-anak untuk bermain beberapa permainan seperti estafet holahoop, moving bola, dan bermain kata. Setelah itu, anak-anak disuguhkan dengan film-film kartun islami. Selesai menonton anak-anak dibebaskan untuk membaca buku yang tersedia di Mobil KaCa dan bagi anak-anak yang belum bisa membaca mereka berkumpul untuk mendengarkan dongeng. “Biasanya anak-anak bermain sendiri. Jarang ada kegiatan bermain bersama, membaca buku, dan menonton film seperti ini. Karena ini saya sangat berterimakasih kepada UMM dan mobil kaca karena telah menghibur dan mengedukasi anak-anak di kamp pengungsian ini,” ujar Eko S yang juga merupakan warga sekitar lokasi bencana. Berbagai kegiatan yang dirancang untuk anak-anak kali ini merupakan upaya untuk mengurangi rasa cemas dan khawatir yang dialami anak-anak setelah bencana banjir dan tanah longsor terjadi. Dituturkan oleh Sitta Ardilillahi Ulfa, harapannya kegiatan ini tidak hanya berhenti untuk anak-anak. Mengingat masa pengungsian masih akan lama, diharapkan akan ada program lanjutan yang ditujukan untuk remaja dan dewasa. “Saat ini, acara yang sudah terlaksana sudah sangat bagus. Diharapkan nanti akan ada program lanjutan. Program trauma healing juga tapi untuk remaja dan dewasa,” terang anggota Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Nganjuk tersebut. Nurul Hamidah selaku Koordinator Lapangan Mobil KaCa UMM menyampaikan bahwa ia sempat terkejut dan senang dengan antusiasme anak-anak dalam mengikuti kegiatan Mobil KaCa ini. “Anak-anak terlihat senang ketika kami memutar film kartun. Lalu ketika sesi baca buku, anak-anak langsung menyerbu dan memilih buku-buku yang mereka sukai untuk dibaca. Bahkan beberapa orang dewasa juga ikut membaca buku,” ujar Mida. Mida berkata bahwa semua kegiatan ini dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. “Para relawan diharuskan memiliki surat SWAB Antigen. Selain itu, para relawan juga wajib mengenakan masker dan mencuci tangan selama berkunjung di kamp pengungsian,” pungkasnya. (syi/adr)
Kementrian PUPR dan BNPB Bangun RS Lapangan Untuk Pasien Covid-19

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ir. Diana Kusumastuti, M.T., kunjungi Rumah Sakit Umum (RSU) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Sabtu (27/02). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka peninjauan lokasi RS lapangan Covid-19 yang akan dibangun di area RSU UMM. Rektor UMM Dr. Fauzan M.Pd mengatakan bahwa pembangunan RS lapangan ini merupakan kerja sama antara UMM, Kementerian PUPR dan Badan Nasional Penanggulangan dan Bencana (BNPB). Pembangunan RS tersebut akan mulai dibangun pada bulan depan, Maret 2021. “Ini merupakan kunjungan final sebelum proses pembangunan yang dilaksanakan pada bulan Maret. RS ini akan di bangun di lahan 6.000 meter persegi dan dapat memuat 80-90 tempat tidur. Insyaallah pada bulan April RS ini sudah bisa dioperasikan,” ujar Fauzan. Menambahkan Fauzan, Direktur RSU UMM Prof. Dr. dr. Djoni Djunaedi, Sp.PD-KPTI, mengatakan RS lapangan ini akan memiliki fasilitas yang lengkap meliputi ruang rawat inap, Unit Gawat Darurat (UGD), ruang rontgen, ruang infeksius, Intensive Care Unit (ICU) ventilator dan non ventilator, ruang bersalin dan ruang anak serta incinerator (pembakar sampah ramah lingkungan). “Kami sangat membutuhkan incinerator untuk mengolah sampah medis. Jumlah RS yang memiliki incinerator sendiri juga sangat minim di Jawa Timur. Selama ini dalam pengolahan sampah medis UMM selalu menggandeng pihak ke tiga. Karena itu pembangunan ruang incinerator di RS lapangan ini akan sangat membantu,” kata Djoni. Lebih panjang Djoni menyampaikan, harapannya sebelum bulan Ramadan datang, pembangunan RS ini telah rampung dikerjakan. Jangka panjangnya, ketika pandemi Covid-19 sudah mereda RS ini akan dialihfungsikan untuk perawatan penyakit lain seperti HIV. “Jadi ini akan menjadi pusat penyakit infeksi yang ada di Malang khususnya di Jawa Timur. Jadi ini memang rumah sakit yag tersendiri. Pelaksanaannya pembangunannya akan dimulai minggu depan dan hanya diberi waktu 40 hari. Pembangunan RS akan dikebut sebelum puasa. Alat akan dibantu oleh USAID khusus yang terinfeksi. Kita sudah minta pembangunan ini sejak enam bulan yang lalu. Kita harus waspada jika sewaktu-waktu angka covid melonjak lagi second attack,”tutupnya. (syi/sil)
UMM Pelopori Cabang Olah Raga Baru Roundnet di Jawa Timur

Roundnet adalah cabang olahraga baru yang hadir di Indonesia pada tahun 2020. Permainan yang mirip dengan bola voli ini sudah ada di Amerika sejak 1995. Roundnet bangkit kembali ketika Spikeball Inc. mulai mempromosikannya pada 2008. Meski awalnya hanya bersifat permainan rekreasi, namun sekarang permainan tersebut telah menjadi olahraga prestasi yang melahirkan banyak turnamen di luar Amerika. Saat ini Roundnet telah tersebar ke beberapa kota di Indonesia. Di Jawa Timur, Komunitas Roundnet di pelopori oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Abdurrohman Muzakki, S.Or., M.Pd., Pembina UMM Roundnet Club menceritakan awal mula terbentuknya komunitas Roundnet di Malang. Ide ini berasal dari para mahasiswa yang penasaran dan ingin mencoba olah raga baru yang digandrungi public figure dan atlet-atlet terkenal. “Ternyata tidak hanya kami yang tertarik, banyak mahasiswa dan juga pelajar lain tertarik untuk mencoba olah raga baru ini. Karena itu kami membentuk komunitas Roundnet Malang Raya. Namun karena situasi pandemi tidak memungkinkan untuk berlatih dengan banyak orang, akhirnya kami membentuk komunitas lagi yang bernama UMM Roundnet Club,” kata dosen PGSD UMM tersebut Sabtu, (27/02). Zaki menjelaskan, pembentukan komunitas ini didukung penuh oleh Bidang Minat dan Bakat Biro Kemahasiswaan UMM. Tidak sia-sia, pada pelaksanaan turnamen Roundnet tingkat nasional pertama yang diadakan di Bandung (20/02), UMM mendapatkan penghargaan sebagai kampus pelopor Roundnet di Jawa Timur. “Sebenarnya kami telah diundang oleh pencetus Roundnet Indonesia, Genta Fajar, sejak bulan Desember. Namun karena situasi pandemi dan PSBB, kami baru bisa ke Bandung saat pagelaran turnamen nasional pada 20 Februari kemarin,” ujar Zaki Lebih lanjut, Zaki menjelaskan tentang cara bermain Roundnet. Permainan ini dimainkan oleh empat orang yang terdiri dari 2 tim. Masing-masing tim berangggotakan dua orang. Dalam permainan ini, kedua tim akan saling berhadapan. Pemain melempar bola kecil ke pemain lain satu timnya dengan pantulan Roundnet atau trampoline kecil. Seluruh anggota tubuh bisa menjadi media bermain Roundnet dengan fokus agar bola tidak menyentuh tanah. “Roundnet sering juga disebut voli pantai mini karena sifatnya yang hampir sama. Beberapa aturan dalam Roundnet adalah masing-masing tim hanya boleh menyentuh bola tiga kali sebelum memantulkan bola ke jaring. Pemenang set dihitung dengan nilai 21 poin seperti bulu tangkis,” kata dosen kelahiran Kediri tersebut. Zaki berkata UMM Roundnet Club kedepannya akan melakukan sosialisasi dan mengenalkan olahraga Roundnet ke kampus-kampus dan sekolah di Jawa timur. Ia berharap kedepannya Roundnet Jawa Timur akan berkembang dan tidak kalah dengan daerah lainnya. “Kami juga berharap dengan berkembangnya Roundnet di Indonesia, turnamen yang diadakan juga akan berjenjang sesuai dengan umur pemain,” pungkasnya. (syi/sil)
Mendikbud Apresiasi UMM Peringkat Pertama Universitas Islam Terbaik Dunia 2021

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyampaikan apresiasinya untuk Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berhasil raih peringkat pertama Universitas Islam Terbaik Dunia 2021 versi UniRank. “Saya Mendikbud Nadiem Makarim mengucapkan selamat kepada tiga perguruan tinggi Muhammadiyah yang telah berhasil menduduki 10 besar Top Islamic University versi UniRank, yakni Universitas Muhammadiyah Malang pada peringkat I, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada peringkat IV serta Universitas Muhammadiyah Surakarta pada peringkat XIII,” ujarnya melalui video singkat berdurasi sekitar satu menit yang viral Jumat (26/02). Lebih lanjut Nadiem berharap, prestasi ini dapat menjadi semangat untuk seluruh universitas Muhammadiyah agar terus konsisten dalam meningkatkan kualitas pendidikan bangsa. Membawa nama baik Indonesia ke tingkat dunia. “Selamat dan sukses pada perguruan tinggi Muhammadiyah. Semoga tetap konsisten dalam memajukan pendidikan Indonesia melalui pendidikan yang berkualitas secara kompetensi dan pendidikan karakter. Maju terus pendidikan tinggi Muhammadiyah. Lanjutkan perjuangan untuk menyelenggarakan tri dharma perguruan tinggi secara profesional, sesuai perkembangan IPTEK berdasarkan nilai-nilai Islam untuk Indonesia maju dan harum di kancah internasional,” harapnya. Wakil Rektor I UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si menyampaikan capaian ini menjadi langkah mantap UMM untuk meraih rekognisi secara internasional sebagai giat mewujudkan visi UMM 2030. “Tentu ini akan menjadi pemicu, menjadi trigger dan energi positif bagi sivitas akademika UMM untuk terus meningkatkan capaian-capaian internasional. Kita memang telah mematok visi UMM pada 2030, ingin UMM mendapatkan international recognition, pengakuan internasional dari berbagai lembaga pemeringkat, baik sertifikasi maupun akreditasi,” ujarnya. Syamsul mengungkapkan, saat ini beberapa program studi (Prodi) di UMM yang telah meraih sertifikasi dan akreditasi internasional, diantaranya Prodi Manajemen, Peternakan, Pendidikan Biologi (sertifikasi Asean University Network Quality Assurance) dan Teknik Industri (akreditasi Indonesian Accreditation Board for Engineering Education). Sementara itu, Prodi lainnya juga tengah dalam proses internasionalisasi. “Jadi akan banyak Prodi yang terakreditasi secara internasional. Ini sebagai penanda kalau kita akan terekognisi, sehingga dosen-dosen dengan mudah bisa berjejaring dan para alumni bisa diakui di level ASEAN, maupun internasional dan tentu saja nasional,” katanya. Senada dengan Syamsul, Rektor UMM Dr. Fauzan M.Pd. menyampaikan terima kasihnya kepada sivitas akademika yang semangatnya tidak pernah redup dalam berkarya dan menjadikan UMM lebih baik dari hari ke hari. “Terimakasih kepada semua civitas akademika yang telah bekerja keras hingga UMM mampu terus berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional,” tandasnya. Pemeringkatan Universitas Islam Terbaik Dunia 2021 versi UniRank ini didasarkan pada beberapa kriteria, yakni telah diakreditasi oleh organisasi terkait pendidikan tinggi yang sesuai di negara yang bersangkutan, menawarkan setidaknya gelar sarjana empat tahun (sarjana) atau gelar pascasarjana (magister atau doktoral) serta melakukan perkuliahan terutama dalam format pendidikan tradisional, tatap muka dan non-jarak jauh. Berikut urutan sepuluh besar Universitas Islam Terbaik Dunia 2021 versi UniRank, Universitas Muhammadiyah Malang (Indonesia), Iran University of Science and Technology (Iran), Cairo University (Mesir), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Indonesia), Umm Al-Qura University (Saudi Arabia), Shahid Beheshti University of Medical Sciences (Iran), Universiti Islam Antarabangsa (Malaysia), Universitas Muhammadiyah Surakarta (Indonesia), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (Indonesia), dan Universitas Islam Indonesia. (sil)
Tingkatkan Literasi di Desa, UMM Gelar KANCANOFI

Lama mengaspal di area Malang, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kini memperluas agenda inklusifnya dengan mengunjungi desa-desa yang berada di luar Malang. UMM bersama pemerintah desa Kejapanan menggelar kegiatan Kejapanan Membaca dan Nonton Film (KANCANOFI) pada Kamis (25/3). Agenda KANCANOFI dimulai dengan program English for Young Learner (EYL) untuk anak-anak di sore hari dan dilanjutkan menonton film Dua Ulama pada malam hari. Koordinator Asisten Rektor UMM, Prof. Dr. Sujono, M.Kes. yang menyapa warga Kejapanan dalam jaringan Zoom mengatakan bahwa inisisi agenda ini sangatlah positif, kegiatan literasi di masa pandemi harus terus ditingkatkan. ”Literasi harus tetap berjalan dan tidak boleh mati walaupun di tengah pandemi. Begitu juga dengan aktivitas nonton bersama dua ulama seperti ini juga menjadi bagian penting gerakan literasi,” paparnya. Kepala Desa Kejapanan Randi Saputra menekankan bahwa ini adalah program pertamanya di Tahun 2021. Ia berharap, minat baca dan pengetahuan anak-anak di Desa Kejapanan bisa meningkat. “Saya berharap bahwa kegiatan ini bisa sebagai trauma healing anak-anak yang keluarganya atau juga tetangga mereka harus isolasi mandiri karena terkonfirmasi posisitif COVID 19,” tutur alumni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP UMM) tersebut. Pada rangkaian agenda ini, terdapat lima organisasi masyarakat yang diapresiasi sebagai duta Perubahan Perilaku yang telah menjadi garda terdepan untuk selalu melakukan sosialisasi dan juga pencegahan COVID 19 di wilayah masing-masing. Lima duta Perubahan Perilaku tersebut diberikan kepada Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Gempol, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gempol, Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Gempol, Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Gempol serta Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Gempol. Ketua Tanfidziyah MWC NU, H.M. Khozin sangat mengpreasiasi penghargaan ini. Ia tidak menyangka bahwa akan ada penghargaan seperti ini. “Saya sangat berterimaksih dan mudah-mudahan ini merupakan awal dari kebersamaan NU dan Muhammadiyah untuk membangun desa Kejapanan yang lebih kompak, harmonis dan bersatu,” tandasnya. (rin/adr)