UMM-KADIN Jawa Timur Kerjasama Wujudkan Merdeka Belajar

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur, Sabtu (21/11). Kerjasama ini dilakukan di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat serta bidang lainnya. Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd dalam sambutannya menyatakan bahwa kerjasama ini sangat strategis bagi UMM dalam rangka turut memperkuat memberikan kontribusi pada konsep Merdeka Belajar yang telah disusun oleh setiap Fakultas dan Program Studi yang dipimpinnya. Tentu diharapkan kerjasama ini juga bisa memberi manfaat untuk KADIN. “Kita coba identifiksi bagi hal-hal yang strategis dan marilah kita bersama-sama untuk mengeksekusinya,” ungkap Fauzan di agenda yang digelar di Ruang Sidang Senat Kampus III UMM. Dilanjutkan Fauzan, kerjasama ini juga sejalan dengan tekad yang diusung UMM mulai tahun ajaran ini yakni internasionalisasi dan industrianisasi. Industrialisasi yang sebenarnya lebih banyak berorientasi pada peningkatan atau penambahan kompetensi bagi mahasiswa, agar setelah menempuh pendidikan dari UMM akan menjadi orang-orang yang bermanfaat sesuai dengan passion-nya. Ketua Umum KADIN Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, dalam sambutannya mengapresiasi kerjasama yang dilakukan. Ia lantas berharap kerjasama ini segera bisa dijalankan bulan Desember mendatang. Utamanya dalam upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia kompeten. (riz/can)
Rizkyka Wakili Jawa Timur di Ajang Putri Hijab Nasional

MIMPI Rizkyka Nanda Kurnia, mahasiswa Prodi D-III Perbankan Keuangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk menjadi seorang Putri Indonesia telah ia pupuk lama sekali. Dara berusia 19 tahun asal Desa Putukrejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang ini memang sedari kecil ingin menjadi bintangnya kontes kecantikan Indonesia itu. Selangkah lagi mimpinya bakal terwujud. Hal itu berkat prestasi yang baru-baru ini diraihnya dengan dinobatkan sebagai The Winner Putri Hijab Jawa Timur 2020. Pada Desember 2020 mendatang, Rizkyka bakal mewakili Provinsi Jawa Timur di ajang grand final Duta Hijab Nasional yang diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat. “Awalnya saya tidak pernah menyangka bahwa saya akan terpilih menjadi Putri Hijab Jawa Timur, karena ini adalah pengalaman pertama dan prestasi pertama kali. Yang saya dapat ini merupakan sebuah awal yang baik bagi saya dan ini merupakan salah satu impian saya menjadi seorang Putri sewaktu masih kecil,” kata Rizkyka. Pada awal bulan November dilaksanakan audisi online dikarenakan masih dalam kondisi pandemi. Audisi terdiri dari tes tertulis dan wawancara meliputi kepribadian, pengalaman, dan agama. Setiap hari Ia mengaku belajar, berdoa, dan bertawakal kepada Allah. Ia pernah hampir menyerah, karena merasa tidak pantas bahkan sempat diremehkan. Namun Allah memberi kekuatan dan kehendak lain. Ia pun dinyatakan lolos 10 besar dan membuatnya bangkit serta bersemangat mengikuti audisi. Pasca dinyatakan lolos sebagai The Winner Putri Hijab Jawa Timur, bukannya tanpa rintangan. Karena ajang ini diselenggarakan oleh pihak swasta, sebagian biaya akomodasi untuk melaju ke babak final dibebankan ke pemenang. Rizkyka hanya diberikan waktu 3 hari saja untuk melunasinya. Namun Ia meyakini, di balik kesulitan selalu ada jalan. Tak disangka, usaha berjualan hijab yang dirintis Rizkyka dan ibunya justru menjadi jalan penyelesaian masalah. Ia bisa menutup biaya akomodasi tersebut. “Alhamdulillah, H-1 pembayaran ditutup saya mendapat rejeki dan usaha jualan hijab saya dan ibu laris manis. Sungguh Allah Maha Mendengar lagi Maha Baik. Saya sangat bersyukur, terharu, dan bahagia. Memang benar keajaiban Allah tidak dapat diragukan dan pasti akan terjadi. Apabila kita mempunyai keinginan. Maka kita harus niat ikhlas lahir batin, berusaha, dan berdoa kepada Allah SWT. Ketika kita sudah ikhlas meminta kepada Allah, Insyaallah, Allah pasti akan memudahkan segala urusan kita,” katanya. Ia berpesan kepada semua orang yang ingin meraih mimpinya untuk jangan pernah takut keluar dari zona nyaman dan mencoba hal baru. Hilangkan segala rasa insecure jika sudah ketetapan. Allah SWT tidak memandang cantik, pintar, ataupun kaya. Jika kita diremehkan oleh orang, dengarkan, ambil sisi positifnya. Ketika orang lain meremehkan, mereka hanya tidak tahu bagaimana perjuangan kita yang sebenarnya. Yang tahu hanya kita dan Allah maka serahkan semuanya kepada Allah SWT. “Dengan segala dukungan serta doa dari kedua orang tua keluarga saudara teman guru dan dosen orang-orang terdekat dan semua yang selalu mendukung saya, bismillahirrahmanirrahim semoga nanti saya kembali bisa membawa pulang berita baik dan membanggakan untuk mengharumkan nama baik Jawa Timur segala harapan ada di genggaman tangan saya semoga Allah selalu meridhoi langkah saya. Aamiin ya rabbal’aalamin,” ungkap Rizkyka saat diwawancarai via WhatsApp, (21/11). (can)
Tim PMM ini Bikin Modul dan Sistem Laporan Keuangan untuk Petani

TIM Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Mitra Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan pengabdian di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Pengabdian ini dilakukan secara khusus dalam hal pendampingan membuat modul dan laporan keuangan. Novitasari Agus Saputri, M.Pd. selaku dosen pengabdi berinisiatif membuat modul berisi tentang profil Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta pemahaman tentang membuat laporan keuangan. Di dalam modul tersebut, di bagian profil setiap kelompok tani juga disebutkan unit-unit usahanya serta produk-produk yang dihasilkan. Modul yang disusun oleh Novitasari beserta timnya ini dikerjakan dengan kurun waktu kurang lebih dua minggu. “Saya sengaja membuat isi modul dengan menggunakan bahasa – bahasa akuntansi yang sederhana agar mudah untuk dipahami. Karena setelah selesai dibuat, modul ini akan dicetak dan dibagikan pada saat pelaksanaan kegiatan,” kata Novitasari (20/11). Sedangkan Ike Arisanti, SE., MBA. yang juga selaku dosen pengabdi dikelompok ini, bertanggung jawab merancang sistem laporan keuangan. Sistem ini dibuat dengan tujuan agar para petani lebih mudah dalam membuat laporan keuangan. Sistem ini dirancang menggunakan Microsoft Excel. Ike dan Novitasari dibantu oleh 2 mahasiswa berasal dari Prodi Akuntansi UMM yaitu Gresita Mahar dan Maulana Riyan dalam menyelesaikan modul dan sistem ini dengan kurun waktu yang sangat cepat. Harapannya, disampaikan Novitasari, setelah disosialisasikan mengenai pentingnya sebuah laporan keuangan terutama untuk UMKM, dan telah dijelaskan penggunaan sistem laporan keuangan sendiri, masyarakat dapat menerapkannya dalam kegiatan transaksi sehari-hari. Tim PMM Mitra Dosen mengambil tindakan ini mengingat ketua Gapoktan Desa Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu sendiri, Sutejo mengatakan bahwa masih minimnya pemahaman tentang laporan keuangan itu. “Setiap transaksi tidak dicatat, hanya penjualan dan kas saja yang mungkin ada catatannya. Karena bapak-ibu anggota kelompok tani lebih memilih simpel dan tidak mau ribet. Maka dari itu, dengan adanya output berupa modul dan sistem laporan keuangan itu sendiri semoga dapat mempermudah pembuatan laporan keuangan Gabungan Kelompok Tani Torong Makmur sehingga di setiap transaksi dapat terdokumentasi dengan jelas nantinya,” ungkap Novitasari via WhatsApp. (*/can)
Mahasiswa ini Ciptakan Sistem Pintar Pengaman Parkir Bertingkat

Tercatat, di Indonesia masih sering terjadi kasus mobil yang terjun dari lahan parkir bertingkat. Dari tahun 2006-2017 sudah terjadi 10 kasus kecelakaan kendaraan roda empat yang terjun dari parkiran bertingkat. Sementara, menurut laporan dari Road Safety Association, Korlantas Polri mencatat sekitar 50 persen kecelakaan lalu lintas dipicu oleh unsur lengah saat berkendara, dari total 50 persen kecelakaan yang diakibatkan oleh faktor manusia. Selain faktor kelengahan manusia, penyedia layanan parkir dituntut harus mampu menyediakan layanan parkir bertingkat yang aman, utamanya dalam hal pembatas parkir. Berdasarkan data permasalahan sebelumnya, maka terciptalah ide dalam inovasi rancangan batang pengganjal parkir dengan mengubah desain batang yang semula sistemnya pasif menjadi dinamis. Ide inilah yang coba diwujudkan oleh sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang merancang “Sistem Pintar Pengaman Parkir Bertingkat untuk Kendaraan Roda Empat”. Ide ini didaftarkan ke Program Kreativitas Mahasiswa – Karsa Cipta (PKM-KC). Adalah Muhammad Ardiansyah, Ivanda Oktavian Saputra, dan Arista Dwi Setya Budi yang memiliki ide tersebut. “Inovasi yang digagas pada design alat ini, yakni dengan mengubah design sistem pengaman parkir yang sebelumnya pasif menjadi dinamis dengan mekanisme rotasi. Cara kerjanya adalah dengan menciptakan selip pada roda mobil apabila terjadi kecepatan saat mobil mundur secara tiba-tiba, sehingga mobil tertahan oleh alat pembatas dan dapat terhindar dari kecelakaan,” terang Muhammad Ardiansyah selaku ketua kelompok. Meskipun telah ada produk-produk serupa dengan fungsi yang sama, sambung mahasiswa teknik mesin ini, produk ciptaan mereka ini diklaim lebih memiliki keunggulan. Di antaranya mudah diproduksi massal karena tidak membutuhkan teknologi tinggi serta kebutuhan safety parking di berbagai tempat parkir gedung bertingkat. Kedua, material mudah diperoleh karena material dapat dibeli secara terpisah. Terlebih, material dalam pembuatan alat ini juga diproduksi di dalam negeri (PT. Barata). Ketiga, alat ini juga berpotensi mendapatkan paten baru yakni karena mekanisme alat merupakan yang terbaru dan belum ada sebelumnya. Selain itu, produk dapat terus dikembangkan dan memiliki jangka investasi hingga 10 tahun. Keempat, keamanan alat ini juga terukur yakni, produk ini telah disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan roda empat di Indonesia. Juga, mampu menahan beban kendaraan hingga 2 Ton. Alat ini tidak memerlukan teknologi yang tinggi, tetapi hanya memanfaatkan gaya yang terjadi pada saat mobil di parkirkan (Hukum Newton III). “Mekanismenya gaya aksi akan diberikan pada saat roda berputar dan menyentuh roll as pengganjal. Ketika pengemudi menginjak pedal gas terlalu dalam maka gaya reaksi pada roll as akan melawan putaran roda sehingga roda tidak bisa melewati rol batang tersebut. Roll as yang menggunakan besi pejal meminimalisir patah dan bengkok ketika mendapat gaya tekan ke bawah,” terang Ardiansyah. (*/can)
Mahasiswa UMM Gagas Aplikasi E-Nasyid untuk Berdayakan TPQ sebagai Pusat Studi Tajwid

PANDEMI tidak hanya menghambat pelaksanaan pendidikan formal, tetapi juga pendidikan nonformal seperti di Taman Pendidikan Quran (TPQ). Anak-anak tak bisa lagi belajar di TPQ dan memperdalam agama, seperti belajar tajwid. Padahal, mempelajari dan mengimplementasikan tajwid akan menambah kesempurnaan dalam sholat dan membaca Al-Quran. Berangkat dari kondisi ini, sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari berbagai jurusan yakni Safira Rahmadita Ismara, Devi Mellysafitri, Muhammad Natsir Hentihu, dan L. Yasril Ilham membuat sebuah inovasi yang menggabungkan metode mengaji dan teknologi bertajuk “Metode Nasyid Berbasis Articulate Storyline” dan menerapkannya di TPQ Shirotol Mustaqim. “TPQ Shirotol Mustaqim ini berlokasi di Desa Baamang Tengah, Kota Waringin Timur, Kalimantan Tengah. Peserta didik di sana rata-rata remaja usia 14 – 17 tahun. Mereka mengeluh karena tidak ada lagi kegiatan mengaji di TPQ padahal pembelajaran tajwid penting itu untuk dipelajari. Jadi, kami tergerak untuk mencoba mengatasi masalah itu dengan pendampingan implementasi metode nasyid berbasis articulate storyline ini,” ungkap Safira, sapaan akrabnya, Senin (16/11/2020). Pemilihan metode nasyid ini diasumsikan memudahkan anak-anak dalam belajar. Pasalnya, gaya belajar anak-anak lebih condong ke hal-hal yang sifatnya audio-visual dan interaktif. Sehingga, melalui musik dan lirik yang mudah dihapal peserta didik akan bisa memahami tajwid dengan baik. Program ini dimulai dengan identifikasi masalah mitra melalui pretest online untuk melihat kemampuan awal dari aspek makhorijul huruf, kelancaran, dan ketepatan membaca tajwid. Kemudian, tim merevisi media sehingga hukum tajwid yang diselesaikan terlebih dahulu sesuai dengan hukum tajwid yang dialami oleh peserta didik. “Setelah pretest dan revisi, kami melaksanakan program pendampingan secara daring menggunakan Zoom Meeting. Peserta didik melihat tayangan media E-Nasyid kemudian bersama-sama tim menirukannya. Kemudian di setiap akhir pertemuan, peserta diminta membaca beberapa ayat Al-Quran sesuai hukum tajwid yang muncul,” terang mahasiswa Prodi Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Malang itu. Setelah semua materi hukum tajwid disampaikan, tim dan ustadz melakukan posttest. Tujuannya, untuk melihat apakah ada peningkatan pemahaman peserta setelah program berakhir. Kepuasan mitra juga dilihat melalui penyebaran angket. “Alhamdulillah, hasilnya memperlihatkan kalau peserta di TPQ mitra mengalami peningkatan kemampuan pemahaman materi hukum tajwid setelah program ini dilaksanakan. Respon mitra terhadap keseluruhan program juga sangat baik,” tuturnya bersemangat. Tak berhenti di situ, sebagai tindak lanjut, Safira dan tim melakukan kaderisasi kepada pengelola TPQ dan mengajak masyarakat di luar TPQ Shirotol Mustaqim untuk bergabung secara online. Tim mempublikasikan program melalui Instagram yaitu @e.nasyid20 dan akun Youtube Studi Tajwid E-Nasyid kemudian merekrut peserta didik dengan rentang usia 12 – 17 tahun serta usia anak melalui pendampingan orang tua melalui pengisian Google Form. Dimintai keterangan atas keberhasilan tim ini, Siti Khoiruli Ummah, dosen pembimbing, mengaku bersyukur dan bangga. Apalagi, kegiatan ini punya luaran lain yakni HKI dan publikasi ilmiah. Ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa. “Bersyukur dan bangga ya… Alhamdulillah program berjalan dengan lancar. Kelompok ini akhirnya juga bisa mendapatkan HKI untuk buku pedoman pelaksanaan program dan publikasi artikel ilmiah di Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Madani. Ini tentu sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Tidak hanya pengalaman, tetapi juga produk nyata yang berkontribusi untuk portofolio mereka,” papar Ulli. Kelompok ini hakikatnya adalah tim PKM UMM pada skim PKMM yang telah lolos PKP 2. Mereka akan berlaga pada PIMNAS 33 yang digelar secara online, 24-29 November 2020. (*/can) Shared:
Mahasiswa UMM Rancang Alat Optimalisasi Sistem Panen Tebu

MINIMNYA penerapan teknologi dalam kegiatan pertanian, utamanya pertanian tebu, menjadi penghambat produktivitas. Berangkat dari situ, sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari berbagai jurusan memiliki inovasi di bidang pertanian dengan merancang sebuah alat untuk mengoptimalisasi produktivitas hasil pemanenan dan tebang angkut oleh petani tebu. Alat ini dinamai dengan Magic Machine Sugar Cane. Alat yang didaftarkan Program Kreativitas Mahasiswa-Karsa Cipta (PKM-KC) ini berhasil mendapatkan pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI). Anggota kelompok ini terdiri dari Moch. Noor Fajar Rohmatullah, Moh. Miftachul Fadhil, dan Retno Muji Rahayu. “Dengan Magic Mechine Sugar Cane, petani dapat mengoptimalkan jumlah tenaga kerja untuk kegiatan pertanian yang lain. Implementasi Magic Mechine Sugar Cane hanya membutuhkan tiga orang pekerja guna memudahkan proses panen tebu. Kegiatan tenaga kerja yang dibutuhkan antara lain satu orang operator mesin dan dua orang pengendali lahan,” terang Moch. Noor Fajar Rohmatullah, selaku ketua tim yang merupakan mahasiswa Prodi Teknik Industri ini. Selama ini, mobilisasi pada proses tebang angkut dilakukan dengan memuat hasil tebu yang sudah dipotong ke dalam truk untuk dibawa ke pabrik. Truk yang digunakan memiliki kapasitas 6-8 atau 10-12 ton. Tebu yang digiling di suatu pabrik gula jelas hanya sebagian kecil saja yang akan menjadi gula. Jika satu Kw tebu mempunyai rendemen 10 %, maka hanya 10 Kg gula yang didapat dari satu Kw tebu tersebut. Data inilah yang menjadi rujukan kelompok ini untuk mencari pemecahan masalah dalam konsep pengoptimalan pengiriman hasil panen ke pabrik yang dihasilkan Magic Machine Sugar Cane, yaitu dengan mengirimkan hasil panen tebu dalam bentuk cair atau nira guna mengoptimalakan volume pengiriman. Mekanisme kerjanya yakni pertama, proses pemotongan daun tebu yang dilakukan pada bagian alat yang menjorok kedepan guna memisahkan antar batang tebu dengan daunnya. Kedua, proses pemotongan batang tebu pada bagian bawah. Proses tersebut berfungsi untuk memisahkan akar dengan batang dalam proses pemanenan tebu. Ketiga, proses penggilingan atau pemerahan dilakukan oleh dua komponen penggilingan dengan tujuan proses nira yang dihasilkan dapat maksimal. “Ampas tebu yang sudah selesai dari proses pemerahan akan keluar melalui cerobong dengan dibantu conveyor. Sedangkan nira yang sudah terpisah dengan ampas tebu akan melalui tahap penyaringan guna meisahkan bagian ampas tebu yang masih ikut kedalam nira. Setelah melalui tahap penyaringan nira akan disimpan pada tabung khusus dengan suhu 10º agar kualitas nira tetap terjamin,” terang Fajar, Kamis (19/11). Magic Mechine Sugar Cane dirancang dengan ketinggian 2,5 meter dan lebar 2,5 meter panjang 3 meter. Adapun mesin yang dibuat dapat memudahkan operator dalam menjalakan mesin serta menyesuikan dengan kondisi lahan tebu yang ada. Rangkaian Magic Mechine Sugar Cane memiliki tenaga motor penggerak utama yaitu disel. Disel dapat menggerakan beberapa komponen mesin, antara lain cane carier, cane cuter dan roll gillingan. (*/can)
Milad ke-108 Tahun Muhammadiyah: UMM Sematkan Pita Penghormatan untuk Nakes yang Gugur selama Pandemi

SIVITAS akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turut memeriahkan resepsi Milad ke-108 Persyarikatan Muhammadiyah, Rabu (18/11). Perayaan ini dilakukan melalui agenda nonton bareng (nobar) resepsi Milad 108 Tahun Muhammadiyah yang disiarkan secara langsung melalui saluran resmi Youtube Muhammadiyah. Agenda nobar dilakukan di Hall Dome UMM dengan mematuhi protokol kesehatan ketat. Di samping itu, Kampus Putih UMM punya cara tersendiri merayakan Milad ke-108 Tahun Muhammadiyah, yakni dengan penyematan pita Merah Putih kepada seluruh peserta nobar yang hadir. Penggunaan pita ini sebagai simbolisasi penghormatan bagi ratusan tenaga kesehatan (nakes) di seluruh wilayah Indonesia yang gugur selama pandemi Covid-19. Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. di sela acara menyampaikan bahwa Milad ke-108 Muhammadiyah ini mengandung spirit bahwa seluruh kader Muhammadiyah harus menjadi solutor atau problem solver terhadap persoalan-persoalan bangsa. Khususnya menghadapi pandemi Covid-19 ini. “Jadi, sebagai salah satu amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, maka Universitas Muhammadiyah Malang memiliki kewajiban untuk turut serta memberikan solusi terhadap persoalan-persoalan bangsa ini,” ungkap Fauzan. Tentu harapannya, lanjut Fauzan, dalam perjalanan menyongsong kehidupan kedepan tentu kader Muhammadiyah harus lebih meningkatkan peran-peran strategis dan memiliki kebermanfaatan yang lebih luas untuk masyarakat Indonesia. Hal itu sebagaimana yang tertuang dalam semboyan Kampus Putih, “UMM, dari Muhammadiyah untuk Bangsa”. Di sisi lain, dalam pidato Milad ke-108 Tahun Muhammadiyah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si. menyatakan bahwa warga Muhammadiyah harus tetap bersemangat dalam usaha-usaha memajukan dan menyelesaikan masalah bangsa seberat apapun. Ditegaskan Haedar, di tengah pandemi Covid-19 dan masalah negeri, segenap keluarga, kader, dan pimpinan Muhammadiyah diharapkan terus memupuk ghirah dalam gerakan organisasi serta mengembangkan dan menjalankan peran keumatan dan kebangsaan sesulit apapun situasi yang dihadapi. “Bukalah pandangan positif, bukalah cakrawala luas dan penuh optimisme. Yakinlah, terdapat kuasa dan rahasia Tuhan di tengah masalah yang dihadapi seberat apapun. Jalan ruhaniah bagi kaum beriman setelah berikhtiar adalah mengembalikan urusan kepada Allah SWT yang Maha Rahman dan Maha Rahim. Faidza ‘azamta fatawakal ‘alallah,” kata Haedar. Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo juga turut menghadiri agenda ini secara virtual. “Atas nama masyarakat, bangsa dan negara saya ucapkan selamat Milad ke-108 kepada Persyarikatan Muhammadiyah. Usia yang telah banyak diisi oleh Muhammadiyah dengan banyak karya dan kontribusi, dengan pengabdian yang ikhlas dan sungguh-sungguh yang semakin kuat dan kokoh bersama waktu,” kata Joko Widodo dalam pidato sambutannya. Paduan Suara Gita Surya UMM juga turut berkontribusi sebagai pengisi acara Milad ke-108 Muhammadiyah. Unit kegiatan mahasiswa di bidang musikal ini membawakan lagu ciptaan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. Lagu yang diaransemen oleh gitaris Sheila On 7 Eross Candra ini dijadikan lagu resmi Muktamar Muhammadiyah. (riz/can)
Mahasiswa UMM Juarai Kompetisi Pasar Modal Nasional

Nur Azizah dan Harpiyansa, mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) awal November ini berhasil menjuarai Kompetisi Pasar Modal Nasional. Keduanya ditetapkan sebagai juara III di kompetisi yang diselenggarakan Capital Market Student Club Universitas Indonesia. Mereka mengajukan paper berjudul “Analisis Saham Perusahaan dari Berbagai Sektor dan Industri di Masa Pandemi Covid-19 dan New Normal”. Secara khusus, papper ini membahas dan menganalisisis perusahaan dari berbagi jenis sektor yang berbeda agar mendapat sebuah data, dari sektor manakah yang cukup baik untuk diinvestasikan di saat pandemi dan New Normal. Berdasarkan hasil analisis terhadap 11 emiten/perusahaan, terdapat 7 perusahaan yang optimal yaitu PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT. Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA), PT. Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT. Supra Boga Lestari Tbk (RANC), PT. Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT. XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT. Vale Indonesia Tbk (INCO). Dari hasil analisis, optimalnya perusahaan tersebut didukung selain dari laporan keuangan setiap perusahaan juga pada valuasi saham serta analisa teknikal setiap perusahaan tersebut. “Yang mana pada laporan keuangan perusahaan memiliki laporan yang cukup baik pada beberapa tahun terakhir. Serta dilihat dari valuasi saham, setiap perusahaan rata-rata memiliki kondisi yang cukup baik, meskipun bisa dikatakan cukup overprice,” ungkap Nur Azizah. Sementara, dilanjutkan Nur, berdasarkan analisa teknikal setiap perusahaan dapat disimpulkan juga bahwa PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT. Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA), PT. Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT. Supra Boga Lestari Tbk (RANC), PT. Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), dan PT. Vale Indonesia Tbk (INCO) mendapat rangkuman Sangat Beli. Namun PT. XL Axiata Tbk (EXCL) mendapat analisis Sangat Jual pada bulan Oktober-November 2020. (*/can)
PMM UMM Kembangkan Agribisnis Kreatif di Kota Malang

PANDEMI Covid-19 belum juga mereda. Hal ini tentu berdampak pada tingkat ketersediaan cadangan bahan pangan. Masalah ketahanan pangan menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Mahasiswa Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yaitu Abdillah dan Ali yang dibimbing Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Ary Bakhtiar dan Istis Baroh melakukan kegiatan PMM (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa) dengan tema “Agribisnis Kreatif”. Program pengabdian ini mengusung topik hidroponik untuk masyarakat Lowokwaru, Kota Malang. Hidroponik yang digarap menggunakan metode Deep Flow Technique dengan paralon sederhana. Tanaman disemai menggunakan rockwool selama kurang lebih 7 hari dan kemudian dipindahkan ke paralon. Tanaman yang bisa untuk ditanam secara hidroponik antara lain adalah kangkung, sawi, dan selada. “Tujuan kami melakukan kegiatan bercocok tanam dengan hidroponik pada saat pandemi ini adalah sebagai salah satu alternatif untuk mendukung ketahanan pangan dari rumah. Kita tahu saat ini kondisi lahan semakin sempit dan masyarakat kota juga memiliki lahan yang terbatas, serta kebutuhan akan konsumsi semakin bertambah,” ungkap Ary Bakhtiar. Salah satu aktivitas yang efektif dalam upaya mendukung ketahanan pangan saat pandemi, sambung Ary, adalah bercocok tanam secara hidroponik. Terlebih, aplikasi biaya yang dikeluarkan cukup murah dan hasil panen bisa didapatkan dengan pasti. Kegiatan PMM merupakan salah satu program Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UMM dilakukan sebagai salah satu bentuk melaksanakan Tri Darma perguruan tinggi. “Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk masyarakat sekitar dan masyakarat kota lainnya yang ingin bercocok tanam di lahan sempit,” ungkap Alik Anshori selaku Kepala Divisi KKN UMM. (*/can)
Karya Mahasiswa UMM Jadi Film Terpilih di Movimax Film Festival

Film berjudul “Sinyal Nol Biji Nol” garapan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dinobatkan sebagai Film Terpilih di ajang Movimax Film Festival 2020. Film besutan rumah produksi Gardav Pictures itu berhasil menyisihkan 17 film lain yang ditayangkan di jaringan bioskop Movimax (Movimax Dinoyo dan Movimax Sarinah), 10-14 November 2020. Film berdurasi 16 menit 5 detik yang disutradarai Ilham Fahmi Dzauqy ini sejatinya menampilkan premis sederhana, namun mampu mengangkat problematika sekolah daring di masa pandemi Covid-19. “Sinyal Nol Biji Nol” menceritakan tentang seorang sekolah Sekolah Dasar bernama Tansah (diperankan oleh Muhammad Latansa), yang berumur 12 tahun. Tansah yang tinggal di pedesaan harus bersusah payah mencari koneksi internet, demi mengikuti upacara daring di hari Kemerdekaan Indonesia. Upacara tersebut sangat penting baginya demi mendapatkan nilai sekolah. Ia pun lantas melibatkan paklik-nya, Andik untuk mencari koneksi internet. Alih-alih membantu, peran Andik malah menimbulkan masalah lain. Namun Andik pulalah yang akhirnya menyelesaikan masalah yang ditimbulkannya, dengan cara yang tak terduga. Proses produksi “Sinyal Nol Biji Nol” melibatkan 10 orang kru dan 4 aktor. Tujuh di antaranya merupakan mahasiwa UMM dari berbagai jurusan. Sedangkan sisanya adalah para pegiat film Malang Raya. Penghargaan Film Terpilih Movimax Film Festival 2020 adalah penghargaan kedua yang diraih “Sinyal Nol Biji Nol”. Dua bulan sebelumnya, film yang sama juga meraih Juara 3 dalam event Indiskop Festival 2020 Online Short Film Competition. Selain Film Terpilih, dalam acara Awarding Night yang dihelat di Studio 3 Movimax Sarinah, Sabtu malam (14/11/2020) juga menobatkan pemeran utama film “Sinyal Nol Biji Nol”, Muhammad Latansa sebagai Pemeran Utama Terpilih. (*/can)