Pascasarjana Gelar Program Visiting Profesor secara Gratis

DIREKTORAT Program Pascasarjana UMM kembali mengadakan program percepatan guru besar. Bukan hanya untuk kalangan dosen internal yang ada di UMM saja, namun program percepatan kali ini ditujukan bagi para dosen yang ada di perguruan tinggi lainnya,melalui kegiatan Visiting Profesor secara gratis. Kegiatan yang berisi pendampingan serta pengisian perkuliahan antar universitas ini memdapat antusias yang tinggi. Terbukti dengan jumlah peserta yg mencapai 57 orang dosen dari 24 perguruan tinggi,baik negeri maupun swasta dengan status doktor dan profesor. Selanjutnya para peserta mendapatkan pendampingan langsung oleh Prof. Ahsanul In’am secara daring. “Peserta kita arahkan untuk bagaimana membuat poster yang bagus menggantikan power point dalam presentasi yang nantinya bisa didaftarkan menjadi HAKI.Lalu juga mengisi kuliah pakar, membuat makalah untuk Book Chapter, dan membuat makalah untuk Seminar Internasional berbahasa Inggris.Dari sini nantinya mereka akan punya luaran berupa book chapter, prosiding serta sertifikat visiting profesor yg nantinya akan berguna baik untuk kepangkatan maupun meningkatkan mutu prodinya,” ungkap guru besar bidang Matematika tersebut. Tidak hanya sampai disitu saja, Akhsanul In’am juga menjelaskan bahwa tujuan lain yang bisa dicapai dari program ini adalah nantinya kegiatan ini bisa dipakai untuk mendukung akreditasi 9 standar yang mulai ditempuh oleh beberapa prodi yang ada di UMM. Serta adanya peningkatan jalinan kerjasama yang semakin baik antar universitas melalui program pascasarjana.Seperti kerjasama peningkatan mutu dosen pengajar dengan pengiriman dosen untuk kuliah di UMM. Jugasaling mengisi kuliah tamu baik dari pihak UMM sebagai narasumber maupun sebaliknya. “Terlebih lagi pada saat keadaan pandemi Covid-19 seperti sekarang ini semuanya menjadi serba mudah karena bisa dilakukan secara daring. Sehingga tidak ada alasan bahwa pandemi ini menjadi halangan” ungkap Akhsanul In’am. Dilain pihak Dr. Esti Ismawati yang juga merupakan salah satu peserta program visiting profesor menyatakan bahwa dirinya sangat senang mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan Visiting Profesor ini. “Saya bersama enam teman dari Universitas Widya Dharma Klaten yang rata-rata telah memiliki masa kerja 35 tahun ke atas ini berharap kegiatan Visiting Pofesor ini dapat mengantarkan kami lebih dekat ke jenjang Guru Besar,” ujar Esti. Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi berkah.Tak hanya bagi dirinya namun juga bagi semua peserta yamg mengikuti kegiatan Visiting Profesor ini. (*/can)
Menangi Lomba Poster Nasional BAPOMI Jawa Timur

MENGAWALIbulan November, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang kembali torehkan prestasi. Adalah Dinda Erlinda dan Durrotun Nafysah, mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, yang berhasil menyabet juara III lomba poster mahasiswa nasional yang digelar oleh Badan Pembina Olah raga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Jawa Timur. Kemenangan ini disampaikan lewat Surat Keputusan Hasil Lomba KTI dan Poster Mahasiswa Nasional Tahun 2020 BAPOMI Jawa Timur, Rabu (4/11/2020). Ya, lewat poster berjudul “Pentingnya Pembinaan Bola Basket”, Dinda dan Nafysah berhasil menyingkirkan puluhan poster peserta lainnya. Setidaknya, ada tiga muatan informasi yang disampaikan Dinda dan Nafysah dalam poster tersebut, yakni hakikat pembinaan olah raga, pentingnya pembinan olah raga bola basket, dan peran pemerintah dalam pembinaan olahraga bola basket. “Pembinaan olahraga bola basket menurut kami sangat penting. Olahraga ini sebenarnya adalah olahraga yang sudah umum atau populer, tetapi nyatanya belum semua daerah memahami dan melakukan pembinaan terhadap cabang olahraga ini, terutama di daerah yang notabenenya daerah pelosok. Kegiatan ini dapat memotivasi para pelajar, meningkatkan daya tarik, mengembangkan potensi para pelajar, dan meningkatkan prestasi olahraga dalam mengikuti kompetisi Prokab, Proprov, hingga PON,” tambah Dinda saat diwawancarai via WhatsApp, Senin (9/11/2020). Ditanya ihwal kemenangannya, Dinda mengaku tidak menyangka bisa menjadi pemenang. Pasalnya, poster ini hakikatnya adalah produk mata kuliah Kajian Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Sekolah Dasar. “Jujur, saya tidak pernah menyangka bisa menang karena awalnya cuma memenuhi tugas dan ikut berpartisipasi saja. Tapi, saya mulai optimis untuk menang setalah pengumuman lolos seleksi 20 besar. Dari situ saya dan teman saya menyiapkan materi yang akan dipresentasikan dengan sungguh-sungguh dan akhirnya berhasil mendapat juara tiga,” tutur Dinda. Atas pencapaian ini, Arina Restian, ketua Prodi PGSD mengaku bangga dan berharap kedua mahasiswa ini dapat terus mengasah potensi agar bisa bersaing pada jenjang yang lebih tinggi. “Alhamdulillah sangat bangga memiliki mahasiswa berprestasi. Saya ucapakan Selamat dan sukses atas kemenangan lomba poster Bapomi Jatim kepada Dinda Erlinda Durrotun Nafysah. Semoga bisa terus mengasah potensi dan kemampuan untuk bersaing secara nasional maupun International,” ungkap Arina. Capaian ini membuktikan formula SAL Experience yang merupakan akronim dari Student Active Learning Experience Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP UMM berhasil menyajikan perkuliahan yang inovatif, kreatif, bermakna dan menyenangkan bagi mahasiswa. Hal inilah yang mendorong mahasiswa untuk terus mengukir prestasi. (*/can)
Rancang Alat Olahraga bagi Penyandang Tuna Daksa

DILATARBELAKANGI minimnya fasilitas olahraga bagi penyandang disabilitas, sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merancang suatu alat rancang bangun untuk membantu olahraga bagi yang memiliki keterbatasan fisik (difabel). Alat ini diberi nama Difabel of Statis Health. Prinsipnya, alat olahraga ini memiliki manfaat untuk membantu menjaga kesehatan para penyandang difabel khususnya Tuna Daksa agar dapat melakukan olahraga dengan mudah. Olah raga merupakan aktivitas penting dalam hidup. Olahraga yang teratur dapat membantu tubuh tetap fit dan mengurangi resiko sakit. Ada banyak macam-macam olahraga saat ini diantaranya Olahraga Sepak bola, Bulutangkis, Berlari, Bersepeda, Bela Diri, Futsal, Catur, Tinju, dan lainnnya.Tetapi tidak semua masyarakat memiliki kondisi fisik yang sama dikarena adanya masyarakatkhususnyayang menyandang Tuna Daksa dan tidak dapat melakukan olahraga tersebut. Sayangnya, alat olahraga rata-rata dilakukanuntuk orang yang mempunyai fisik normal. Di Indonesia khususnya diKota Malang saat ini,berdasarkan penelusuran kelompk ini,100% tempat olah raga belum ada yang menyediakan tempat dan alat yang fokus terhadap mereka yang memiliki kebutuhan khusus atau difabel. Kelompok yang seluruh anggotanya berasal dari Program Studi Teknik Industri ini dibimbing oleh Dian Palupi Restuputri, S.T., M.T. Berkat inovasi ini, kelompok yang terdiri dari Anggi Ramadhani, Muhammad Fahrul Islam, Alfina Damayanti ini berhasil memenangi (Juara 1) Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Kategori Umum Mahasiswa Nasional Tahun 2020 Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Jawa Timur. Di lomba yang digelar awal November ini, mereka mengusung karya tulis berjudul “Rancang Bangun Alat Difabel Of Statis Health sebagai Alat Olahraga Penyandang Tuna Daksa”. “Alat ini dikembangkan dari sebuah alat olahraga yaitu sepeda statis yang pada umumnya digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk berolahraga. Alat ini akan dapat digunakan dan dioperasikan dengan mudah oleh orang penyandang Tuna Daksa. Jadi alat ini memiliki manfaat untuk membantu menjaga kesehatan Tuna Daksa, sehingga penyandang Tuna Daksa bisa melakukan olahraga dengan mudah,” kata Anggi, ketua kelompok dihubungi via WhatsApp, Jumat (13/11). Kelompok ini mengklaim alat ini sangat erginomis. Terdapat pedal dari kayu yang dilapisi spons dan kulit untuk kenyamanan berpijaknya kaki atau tangan. Ada dua pedal di bawah dan di atas. Terdapat juga roda yang digunakan untuk penggerak beban untuk bisa naik dan turun. Alat ini juga dapat diatur bebannya sesuai berat beban yang dikehendaki. Mulai dari 2 kilo gram hingga 5 kilo gram. Alat ini diatur dengan ketinggian disesuaikan agar mudah menaikinya. (can)
UMM Sabet 4 Gelar di KKCTBN 2020

Tim Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil merebut kemenangan di 2 nomor lomba pada gelaran final Kompetisi Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) 2020, 5-7 November 2020. Kampus Putih yang diwakili Mekatronic Team 1 dan 2 masing-masing berhasil menjadi Juara 2 di kategori Performa Prototipe Kapal Fuel Engine Remote Control (FERC) dan Electric Remote Control (ERC), Juara katagori Best Prototype Kapal FERC dan Mekatronik 2 menjadi juara pada katagori tim terfavorit. Wakil Rektor I UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang yang telah secara kompetitif dan sportif mengikuti kompetisi. Meski berada di kondisi yang serba terbatas di tengah Covid-19, ia mengaku puas dengan penyelenggaraan kedua kalinya di UMM, perhelatan yang merupakan agenda bergengsi Pusat Prestasi Nasional Kemendikbud RI ini diadakan. “Kompetisi semisal KKCTBN ini akan memberikan dampak yang sangat positif bagi para peserta. Di masa depan, mereka akan lebih mudah mendapat pekerjaan dan mendapat penghasilan yang lebih tinggi. Karena acara semacam ini akan sangat membantu mobilitas mahasiswa di masa yang akan datang. Tentu kami akan senang jika UMM dilipih untuk ketiga kalinya sebagai tuan rumah,” kata Syamsul. Di sisi lain, Sekretaris LLDikti Wilayah VII Jawa Timur, Dr. Widyo Winarso, M.Pd. yang mewakili Pusat Prestasi Nasional Kemendikbud RI menutup secara simbolik gelaran KKCTBN yang telah terselenggara sebanyak 7 kali ini. Setiap tahunnya, antusiasme kepesertaan semakin meningkat. Secara pribadi, Widyo bangga, banyak dari universitas dampingannya di LLDikti Jawa Timur yang masuk ke babak final. “Terimakasih kepada UMM atas kesukarelaannya menjadi tuan rumah gelaran KKCTBN 2020. Bahkan tadi disebut Prof. Syamsul, mengaku ingin menjadi tuan rumah untuk ketiga kalinya. Kami menyambut baik tawaran ini. Karena memang, tidak semua kampus memiliki karakteristik khusus (memiki arena lomba balap kapal cepat berupa danau dalam kampus, red.) seperti UMM,” katanya di Rayz Hotel UMM. (*/can)
KKCTBN 2020 di UMM Siap Ulang Kesuksesan Tahun Lalu

FINAL Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) 2020 digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 5-7 November 2020. Kegiatan ini hendak mengulang kesuksesannya dimana pada tahun 2019, UMM juga menjadi tuan rumah dan berhasil mendominasi kemenangan. Berbeda dari tahun sebelumnya, KKCTBN 2020 kali ini dilakukan daring dan luring. Dilaporkan Ketua Pelaksana KKCTBN 2020 di Kampus Putih UMM Zulfatman, M.Eng., Ph.D., lomba ini terdiri dari 3 kategori, Pada tahun ini, KKCTBN diikuti oleh tim 44 Perguruan Tinggi dari seluruh Indonesia. Rinciannya, yakni 46 tim pada Kategori I (Desain Inovasi Kapal), 49 tim pada Kategori II (Performa Prototipe Kapal), dan 82 tim masing-masing jenis poster pada Kategori III (Poster). Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. dalam sambutannya di pembukaan gelaran KKCTBN 2020 di Rayz Hotel UMM, Jumat (6/11) menyatakan bahwa dengan mengikuti kegiatan ini, para peserta telah mengasah dan menyiapkan diri untuk siap berkompetisi. Oleh karenanya, Fauzan mengajak kepada seluruh peserta untuk bisa memanfaatkan kesempatan semaksimal mungkin. “Saat ini saudara berkompetisi. Di masa yang akan datang, saya berharap saudara dapat menjadi ahli-ahli dari yang saat ini saudara lombakan,” kata Fauzan. KKCTBN 2020 ini merupakan kerjasama antara Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan mengambil tema Inovasi Teknologi Kemaritiman dalam Penanganan Covid-19. Tema ini diambil sebagai salah satu bentuk respon dan keterlibatan pendidikan tinggi di Indonesia dalam menangani musibah pandemi yang sedang terjadi saat ini. Sementara itu, Plt Kepala Pusat Prestasi Nasional Asep Sukmayadi mengatakan KKCTBN 2020 ini merupakan salah satu agenda penting Pusat Prestasi Nasional, dalam kondisi era baru Covid-19 ini. Kontes ini merupakan wadah untuk mengembangkan inovasi bidang perkapalan yang melibatkan mahasiswa dan dosen dari bidang ilmu terkait. Berdasarkan hasil evaluasi tahap I dan tahap II diperoleh finalis untuk masing-masing kategori. Untuk gelaran final dilaksanakan secara daring dan luring. Final daring dilakukan untuk Kategori I. Sedangkan final luring dilakukan khusus pada Kategori II, meliputi Autonomous Survace Vehicle (ASV), Electric Remote Control (ERC), dan Fuel Engine Remote Control (FERC). Pada tahap final luring ini dikuti oleh 15 tim terseleksi yang terdiri dari 8 institusi perguruan tinggi dengan rincian 5 Tim ASV, 5 Tim ERC, dan 5 Tim FERC. Sementara itu, untuk Kategori III tidak dilaksanakan babak final, namun berupa desk evaluasi satu putaran dan langsung memilih pemenang. “Penyelenggaraan KKCTBN 2020 ini adalah merupakan penyelenggaraan dengan kondisi dan situasi yang mengharuskan menyertakan protocol kesehatan sesuai kondisi Covid-19,” ungkap Asep Sukmayadi. (can)
Gagas Metode Cegah Kecemasan Pasien Berobat ke Rumah Sakit

MAHASISWA Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) punya metode untuk mengurangi kecemasan dan ketakutan masyarakat dalam berobat ke rumah sakit. Gagasan yang diusung Sania Umazatul Amsa, mahasiswa semester 5 Program Studi Keperawatan ini memenangi kompetisi esay nasional keperawatan dengan menjadi juara pertama di ajang PIMANAS yang diselenggarakan Prodi Keperawatan Poltekkes Semarang awal November 2020. Gagasan yang diberi nama Electronic House Call berbasis Telemedicineini berangkat dari keprihatinannyaterhadapkecemasan dan ketakutan masyarakat dalam berobat ke rumah sakit. Kecemasan dan ketakutan itu dikarenakan mewabahnyaCovid-19. Jika ini dibiarkan, maka angka kematian bisa meningkat sebabseseorang,misalnya penyakit jantung terlambatditangani, maka pasien tersebut bisa tidak tertolong karena tidak tertangani oleh tenaga kesehatan. Selain itu, pihak rumah sakit sebetulnya sudah berupaya menerapkan protokol kesehatan yang sesuai serta memisahkan pasien isolasi Covid-19 dengan umum. Serta, himbauan demi himbauan juga dilakukan Pemerintah agar masyarakat tidak takut berobat ke rumah sakit. Namun, fakta yang terjadi hingga tujuh bulan terjadi pandemi Covid-19 di Indonesia, masyarakat tetap tidak mau berobat ke rumah sakit. Di sinilah pentingnya diterapkan Electronic House Call berbasis Telemedicine ini. “Electronic House Call berbasis Telemedicine merupakan metode pelayanan kesehatan kunjungan rumah yang menggunakan teknologi dan internet untuk menjaga kondisi kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Metode ini cocok digunakan pada masa pandemi. Pasien yang harus melakukan kontrol rutin ke rumah sakit setiap bulannya namun takut terpapar virus, tidak mengharuskan pasien untuk datang ke rumah sakit,” terangnya dihubungi via WhatsApp (6/11). Metode ini membutuhkan laptop yang terinstal software, internet dan monitor vital sign. Sebelum melakukan konsultasi melalui video call, pasien harus melakukan kontrak waktu dengan petugas kesehatan karena pasien tidak dapat langsung melakukan video call untuk mencegah kelebihan sistem perawatan. Namun, apabila dalam keadaan darurat pasien dapat menghubungi langsung mendapatkan sistem pelayanan 24 jam yang langsung terhubung dengan fasilitas kesehatan terdekat. Sementara itu, Ketua Program StudiKeperawatanFIKES UMM, Nurlailatul Masrurohmengapresiasi temuan mahasiswanya ini. Nurlailatulmenambahkan, sistem ini sangatlah futuristik dan merupakan solusi dalam jangka panjang bagi masyarakat Indonesia. “Saya kira harusnya setiap rumah sakit harus sudah memikirkan hal ini guna mengurangi dampak kecacatan dan kematian yang semakin tinggi,” ujarnya. Ia sekaligus merekomendasikan motede ini untuk bisa diterapkan oleh Pemerintah. (*/can)
Ana Fauzia Raih Juara 1 Duta Mahasiswa Berprestasi Nasional

MAHASISWA Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi. Kali ini Ana Fauzia, mahasiswa Fakultas Hukum UMM yang berhasil mengalahkan delegasi dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta lainnya se-Indonesia di ajang Pemilihan Duta Mahasiswa Berprestasi Nasional. Pemilihan Duta Mahasiswa Berprestasi Nasional merupakan ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh The Platinum Skills Indonesia dan diikuti oleh 107 universitas se-Indonesia. Agenda final dan awarding Pemilihan Duta Mahasiswa Berprestasi Nasional digelar di Ayola Tasneem Conventional Hotel, Yogyakarta (29-31 Oktober 2020) lalu. Peserta yang diundang hanyalah finalis yang mewakili Provinsi masing-masing. Ana berhasil mewakili Provinsi Jawa Timur setelah sebelumnya mengikuti seleksi di tingkat wilayah dan melalui beberapa tahap lomba. Di babak final, Ana berhasil mengalahkan delegasi top 3 dari Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebelumnya, saat di tahap semifinal, seluruh peserta diminta untuk menawarkan program kerja yang nantinya akan dijalankan saat terpilih sebagai duta mahasiswa berprestasi. Ana memiliki usulan program kerja berupa sosialisasi kunjungan kerja. “Sosialisasi kunjungan kerja ini semacam kita berkunjung ke suatu instansi lalu mendengarkan arahan dan pengetahuan disana. Mentornya itu rencana program kerja yang saya buat diambil dari praktisi hukum,” kata mahasiswa angkatan 2018. Selama menempuh studi Kampus Putih UMM, Ana telah banyak menjuarai kompetisi. Utamanya kompetisi debat nasional. Misalnya saja Ana pernah Juara 1 Debat Ekonomi Nasional Manufair yang diadakan oleh Universitas Jember Tahun 2019, Participant of Fully Funded Program oleh Studec Malaysia-Singapore 2020, Best Honorable Mentions Delegate Bali International Model United Nations 2020 oleh Little Circle Foundations, serta beragam lomba lainnya di tingkat nasional. “Alhamdulillah, bersyukur banget. Wawasan selama kuliah dan berorganisasi di kampus turut membantu saya dalam menjawab pertanyaan para dewan juri. Alhamdulillah, dapat juara 1,” ungkap mahasiswa asal Pasuruan Jawa Timur ini. Pasca menang, Ana memiliki kewajiban untuk menjalankan program yang diusulkannya di ajang yang diselenggarakan lembaga kursus dan pelatihan di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia ini. (can)
Lulusan D-3 Keperawatan UMM Langsung Kerja di Jepang

Untuk kesekian kali, Direktorat Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Universitas Muhammadiyah Malang (DPVP-UMM) memberangkatkan 18 lulusan Prodi Keperawatan ke Jepang. Pemberangkatan kali ini bukan saja diikuti lulusan D-3, tapi juga S1 dan Profesi Ners. Sesampainya di Jepang, mereka akan ditempatkan di beberapa rumah sakit lansia sebagai care giver dengan masa kontrak 3 tahun. Sebenarnya, care giver merupakan kerja transisi. Tujuan utama pergi ke Jepang adalah berkarir sebagai Perawat bersertifikat internasional. Untuk itu, selepas masa kontrak, peserta harus mengikuti ujian sertifikasi profesi yang diselenggarakan pemerintah Jepang. Sejauh ini, sudah ada peserta yang telah berhasil mengantongi sertifikat internasional dan diterima bekerja sebagai perawat professional di rumah sakit umum Jepang. Melalui visi ini, diharapkan perjalanan karir lulusan keperawatan UMM bisa lebih berkembang dan berkesinambungan. Untuk mewujudkan visi ini, DPVP-UMM disupport oleh perusahaan penerima (Acceptance Officer, AO) yaitu Cooperative Fuku. Ini semacam holding company yang menghimpun puluhan rumah sakit yang ada di Jepang yang siap menerima lulusan UMM. Juga ada Sending Officer (SO) PT. Duta Mandiri Indonesia, yang tugasnya mengurus semua dokumen kerja ke Jepang, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bahasa Jepang, dan International Test Center (ITC) yaitu sebuah lembaga yang menyelenggarakan ujian dan mengeluarkan sertifikat penguasaan Bahasa Jepang. Direktur DPVP-UMM, Dr. Tulus Winarsunu, M.Si., Senin (2/11) menerangkan, bahwa pada tahun ini sudah dibentuk lembaga baru yaitu Outsourcing Training Center hasil kerjasama UMM dan PT. OS Selnajaya Indonesia. Lembaga baru ini fungsinya melatih dan menyalurkan angkatan kerja terdidik lulusan Perguruan Tinggi serta tenaga terampil lulusan SMK dan SMA. Skema pekerjaan yang menjadi prioritas pada tahun ini adalah care giver, karyawan hotel, dan restoran. “Program ini paling lambat dimulai awal tahun 2021,” tandas Tulus, di ruang kerjanya. Yessy Witantry, salah satu perawat alumni Prodi Keperawatan UMM yang berangkat ke Jepang dalam sambutan mewakili rekan sejawatnya mengatakan, bisa berangkat ke Jepang di tengah pandemic Covid-19 adalah mukzizat Allah. Pada awalnya, terlintas dalam benaknya bahwa tidak akan ada pemberangkatan pada tahun ini karena pandemi. Sebab dikabarkan pada bulan Maret ketika mengurus visa sehari setelahnya, mendapatkan telepon dari Konjen Jepang bahwa Jepang sedang lockdown. (*/can)
Kuliah Perdana HI UMM bersama Dubes Rizal Sukma

PROGRAM Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (HI UMM) menggelar Kuliah Perdana Virtual. Di hadapan lebih dari 400 mahasiswa baru Prodi HI UMM, Dr Rizal Sukma, MSc, Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Kerajaan Inggris Raya merangkap Republik Irlandia dan Organisasi Maritim Internasional 2016-2020 didapuk memberikan kuliah umum. Dalam paparannya Rizal Sukma mengungkap arti penting Inggris bagi Indonesia. Menurutnya, pertanyaan tentang apa arti penting sebuah negara penempatan adalah pertanyaan pertama yang harus dijawab oleh seorang duta besar maupun diplomat pada umumnya ketika ditempatkan di negara sahabat. Sebagai duta besar yang berkedudukan di London, Inggris, Dubes Rizal Sukma mengungkap setidaknya ada empat arti penting Inggris bagi Indonesia. Pertama, Inggris merupakan salah satu dari lima negara anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB). Posisi Inggris ini menunjukkan bahwa negara itu memiliki kapasitas dan kapabilitas power yang besar di dunia. Sekaligus penting bagi upaya pencapaian kepentingan nasional Indonesia yang saat ini menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB. “Arti penting yang kedua adalah Inggris merupakan negara dengan ekonomi terbesar kelima di dunia dan negara dagang terbesar kesepuluh di dunia. Hal ini penting untuk memperkuat kerja sama Indonesia di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi dengan Inggris,” ungkapnya, Senin, (2/11). Peneliti senior dan Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) 2009-2015 itu juga mengatakan bahwa bersama Indonesia, Inggris merupakan negara anggota G-20. G-20 sendiri merupakan forum bagi dua puluh negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Posisi ini menempatkan kedua negara memiliki hubungan kerja sama ekonomi dan perdagangan yang erat. Selain itu, Inggris merupakan negara dengan jaringan media terbesar di dunia, seperti BBC, Reuters, dan lainnya. “Tidak hanya media, Inggris juga memiliki lembaga pendidikan peringkat dunia seperti Oxford, Cambridge dan lainnya. Inggris juga menjadi basis berbagai organisasi internasional pemerintah maupun organisasi internasional non-pemerintah, seperti Amnesty International dan lainnya. Semua ini menjadi penting bagi pencapaian kepentingan nasional Indonesia,” papar dubes yang juga aktif di Persyarikatan Muhammadiyah itu. Sebagai dubes yang juga ditugaskan sebagai perwakilan tetap pada Organisasi Maritim Dunia atau International Maritime Organization (IMO), Inggris penting karena IMO berlokasi di negara itu. Menurutnya, IMO merupakan badan khusus PBB yang sangat penting bagi Indonesia, khususnya terkait kepentingan di bidang maritim. Karena itulah, sebagai dubes, pihaknya juga ditugaskan untuk memaksimalkan diplomasi maritim Indonesia di dunia internasional untuk mendukung tercapainya visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Inggris telah terjalin selama lebih 70 tahun. Dalam kurun waktu itu, kedua negara memiliki hubungan dan kerja sama yang cukup erat di berbagai bidang, seperti ekonomi, perdagangan, investasi, pendidikan, teknologi, maritim, sosial budaya hingga pertahanan. Setidaknya ada enam irisan kepentingan nasional Indonesia dan Inggris. Irisan kepentingan nasional inilah yang menjadikan hubungan kedua negara relatif stabil tanpa adanya ketegangan yang berarti. Hal yang pertama adalah kedua negara sama-sama merupakan negara maritim. “Kondisi geografis sebagai negara kepulauan ini menjadikan laut sebagai prioritas kepentingan nasional bagi kedua negara. Laut merupakan aset ekonomi dan perdagangan. Sekaligus pula, keamanan dan keselamatan di laut menjadi perhatian bersama bagi kedua negara,” paparnya. Kedua negara juga memiliki kepentingan bersama di bidang perdagangan dan investasi. Inggris melihat Indonesia sebagai prioritas perdagangan dan investasi. Sebaliknya, Indonesia memandang Inggris sebagai negara maju mitra perdagangan strategis. “Sampai tahun 2016, Inggris merupakan sumber investasi terbesar kelima bagi Indonesia di berbagai bidang,” tambah peneliti senior Center for Strategic and International Studies (CSIS) itu. Lebih lanjut, kedua negara juga memiliki irisan kepentingan di bidang pendidikan dan teknologi. Berbagai perguruan tinggi kelas dunia yang ada di Inggris, seperti Oxford, Cambridge, London School of Economic and Political Science dan lainnya miliki beragam kerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia. Selain itu, kedua negara adalah negara demokrasi. Keduanya memiliki komitmen yang sama tentang pentingnya perwujudan nilai-nilai demokrasi. Pria yang pernah mendapat penghargaan sebagai One of 100 Global Thinkers oleh Foreign Policy Magazine itu juga menegaskan bahwa Indonesia dan Inggris memiliki kepentingan yang sama terkait kawasan Asia Tenggara yang stabil. “Asia Tenggara yang stabil memudahkan Inggris untuk melakukan hubungan perdagangan dengan seluruh negara anggota ASEAN dan negara Asia Timur. Stabilitas di Laut China Selatan dan Selat Malaka sebagai arus utama lalu lintas perdagangan internasional menjadi penting,” ungkapnya. Terakhir, kedua negara yang memulai hubungan diplomatik sejak 1949 juga memiliki kepentingan dan komitmen dalam mengatasi masalah-masalah global, seperti isu perubahan iklim, kejahatan transnasional terorganisir, dan masalah global lainnya. Irisan kepentingan nasional yang sama inilah rahasia yang menjadikan hubungan kedua negara semakin kokoh yang terbangun melalui nilai-nilai persahabatan, saling menghormati, dan kerja sama. (*can)
Rektor UMM dan Napoleon Hill Foundation Bicara The Science of Success

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) bekerjasama dengan Napoleon Hill Foundation dan Napoleon Hill Indonesia menggelar talk show motivasional, Selasa (3/11), bertajuk Preview The Science of Success: Discover Your Definity Major Purpose, Embrace Your Success. Menghadirkan empat pembicara termasuk Rektor UMM Assoc. Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. Pembicara lainnya yakni CEO of Napoleon Hill Foundation, USA Don Green; Founder and CEO of Napoleon Hill Foundation Indonesia Dato’ Muhammad Azhar, dan; CEO of PT MIR Engineering Capt. Aloysius Sigit H. Untuk diketahui, didirikannya Napoleon Hill Foundation berangkat dari semangat seorang Napoleon Hill. Napoleon Hill (26 Oktober 1883 – 8 November 1970) adalah seorang penulis Amerika Serikat beraliran pemikiran baru yang menjadi salah satu produser genre sastra kesuksesan pribadi modern pertama. Ia dianggap luas sebagai salah satu penulis buku bertopik kesuksesan terhebat. Bukunya yang paling terkenal, Think and Grow Rich (1937), adalah salah satu buku terlaris sepanjang masa. Ketika Hill meninggal tahun 1970, Think and Grow Rich telah terjual sebanyak 20 juta kopi. Rektor UMM Fauzan, dalam penyampaiannya di agenda yang diikuti sivitas akademika UMM secara daring dan luring ini menekankan, tidak ada orang di dunia ini yang tidak ingin sukses. Namun kesuksesan yang diharapkan diraih, khususnya oleh sivitas akademika UMM, harus kesuksesan yang beradab. “Banyak orang sukses tetapi tidak beradab. Artinya adalah kita ingin menempuh kesuksesan tetapi tidak boleh kehilangan humanisme, punya tanggung jawab peradaban. Inilah yang akan kita tekankan,” ungkap Fauzan di agenda yang disiarkan secara langsung di channel YouTube. Jadi, sambung Fauzan, berbicara kesuksesan menurutnya tidak saja hanya menggapai sesuatu titik, tetapi di dalamnya adalah sebentuk nilai kemanusiaan. Karena bagaimanapun, seseorang juga harus memiliki tanggung jawab dalam rangka untuk memperbaiki peradaban, khususnya peradaban bangsa. “Kita ingin menjadi bangsa yang beradab. Ada dua hal yang ingin kita targetkan, sukses dan beradab,” demikian pesan yang disampaikan Rektor UMM Fauzan di Auditorium BAU Kampus III UMM. Agenda ini secara khusus diperuntukkan bagi mahasiswa baru angkatan 2020. Memperkuat apa yang disampaikan rektor Fauzan, CEO of PT MIR Engineering Capt. Aloysius Sigit H. apapun yang seseorang lakukan harus memiliki makna bagi yang lain. Karena, kesuksesan yang diraihnya merupakan sebentuk pemberian Tuhan yang diditipkan kepadanya untuk membantu yang lainnya. “Saya sangat terinspirasi dari Mother Teresa tentang kesetiaan. Pertama setia kepada Tuhan. Berikutnya saya akan setia kepada kemanusiaan, saya akan setia kepada bangsa Indonesia, saya setia untuk tidak melakukan hal-hal yang negatif. Itulah arti kesuksesan sesungguhnya,” katanya. Sementara itu, CEO of Napoleon Hill Foundation, USA Don Green saat menanggapi pertanyaan dari peserta tentang bagaimana agar suatu pekerjaan tidak ditunda-tunda. Menurutnya, suatu pekerjaan agar tidak ditunda-tunda kuncinya adalah dengan melakukan perencanaan. Perencanaan inilah, menurut Don Green, merupakan ciri kebiasaan dari orang-orang sukses. “Salah satu kunci orang sukses adalah apapun yang dia lakukan harus terencana dan memiliki tujuan yang jelas. Praktik menunda pekerjaan dan tidak punya tujuan adalah ciri orang tidak akan pernah sukses,” ujarnya. Di sisi lain, Founder and CEO of Napoleon Hill Foundation Indonesia Dato’ Muhammad Azhar dalam pemaparannya mengutip kata-kata mutiara BJ Habibie tentang kesuksesan. Disebutkannya kesuksesan membutuhknan konsistensi. Konsistensi di manapun bidang yang ditekuni. Karena konsistensi menjadi salah satu kunci sukses. “Apabila kamu sudah memutuskan menekuni suatu bidang, jadilah orang yang konsisten. Karena konsistensi adalah kunci keberhasilan yang sebenarnya. Tidak ada ceritanya seseorang bisa berhasil tanpa konsistensi atas keahliannya,” ungkapnya. (*/can)