BAZNAS Diseminasikan Hasil Penelitian di UMM

Pusat Kajian Strategis Badan Amil Zakat Nasional (Puskas Baznas) menggelar Seminar Nasional Zakatnomics dan Public Expose 2019, Kamis (19/12). Seminar bekerjasama dengan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI-UMM) ini mendiseminasi setidaknya lima dari tujuh belas produk penelitian yang dihasilkan sepanjang tahun 2019. Seminar nasional ini mengangkat tema “Penguatan Pilar-Pilar Riset Zakat Menyongsong Renstra BAZNAS 2020”. “Dalam rangka meningkatkan implementasi pendistribusian dan pendayagunaan zakat, BAZNAS memandang sangat penting program-program tersebut bisa berdasarkan riset-riset dan kajian. Karena kita ingin sekali program-program yang kita implementasikan di lapangan bisa terus-menerus kita kembangkan berdasarkan hal-hal yang kita temukan di lapangan,” terang Muhammad Hasbi Zaenal, Ph.D, selaku Kepala Puskas BAZNAS dalam sambutannya. Untuk mewujudkannya, BAZNAS sejak tahun 2017 sudah mengembangkannya melalui lembaga program Pusat Kajian Strategis BAZNAS. Selama kurun waktu dua tahun belakangan ini, sudah banyak kajian-kajian yang dihasilkan yang segera diimplementasikan dalam setiap program yang dimiliki, serta diaplikasikan ke cabang BAZNAS seluruh Indonesia. Hasil-hasil penelitian tersebut di diseminasi dengan menghadirkan para dosen UMM sebagai panelis di tiap sesi. Agenda seminar sehari ini, dilanjutkan Hasbi, juga sekaligus ikhtiar dalam pengarusutamaan konsep ekonomi Zakatnomics, yang didefinisikan sebagai kesadaran untuk membangun tatanan ekonomi baru untuk mencapai kebahagiaan, keseimbangan kehidupan dan kemuliaan hakiki manusia yang didasari dari semangat produktifitas, semangat berekonomi sedekah (secara halal) serta semangat mengejawantahkan zakat, infak sedekah dan wakaf dalam praktik kehidupan. BAZNAS telah meletakkan ajaran suci zakat sebagai inspirasi peradaban dalam bidang ekonomi. BAZNAS mengajak para ekonom agar menempatkan zakat menjadi sebuah sistem yang holistik. “Dana zakat dan intermediasinya adalah social finance, tapi ajaran ekonomi zakat sebagaimana dalam surat at-Taubah ayat 60, mengandung sekurang-kurangnya 4 pilar perjuangan yaitu tauhid, produktivitas, muamalah yang halal, dan implementasi ekonomi berbagai,” terang Hasbi. Pilar pertama Zakatnomicss adalah Tauhid yang berarti bahwa Tuhan dari Aktivitas ekonomi adalah uang. Apa yang dikejar dan dicari dari aktivitas ekonomi adalah keimanan yang kuat terhadap Allah Maha Pemberi Rizki. “Ketaatan kepada Allah sebagai Tuhan dari perilaku ekonomi ini menjadi landasan pokok ekonomi Zakat,” ungkap Hasbi di hadapan civitas akademika Kampus Putih dan ratusan peserta yang berasal dari undangan yang hadir. Pilar kedua Zakatnomics adalah produktivitas, di sini zakat berfungsi memberdayakan, mengajari dan mendorong masyarakat untuk hidup sebagai insan yang produktif. Menurut Hasbi, produktivitas bukan diukur dari seberapa besar hasil yang didapat dan membandingkannya dengan upaya yang dilakukan. Konsep produktivitas adalah semangat memproduksi gagasan kerja dan hal-hal positif dari seorang manusia untuk dapat mempersembahkan karya peradaban. Pilar ketiga Zakatnomics adalah ekonomi syariah. Pilar ekonomi dan syariah ini adalah pengaplikasian ekonomi secara halal dan toyib. “Kitab muamalah harusnya menginspirasi bahwa dalam berkehidupan ini tidak boleh riba, ghoror, mencuri, mengurangi timbangan, adil membayar upah selagi keringatnya belum kering, dan lain sebagainya. Hal demikian, sebagaimana diajarkan oleh Rosulullah dan Sahabat serta orang-orang shaleh,” katanya. Pilar terakhir atau keempat Zakatnomics adalah mengaplikasikan zakat, infak sedekah dan wakaf. Karena peradaban dermawan ini harus dipraktikan. “Dimana, orang kaya para muzakki mengeluarkan dana zakatnya. Amil mengelolanya, mustahik kaum dhuafa berdaya dan asnaf lainnya bangkit dan kuat dengan dana zakat yang diterimanya. Keempat pilar perjuangan ini harusnya bisa melandasi seluruh jiwa ekonomi, inilah konsep Zakatnomic,” tutur Hazbi. Selain diseminasi hasil riset 2019, diharapkan syiar zakat melalui hasil riset Puskas BAZNAS selama tahun 2019 ini dapat dirasakan manfaatnya oleh berbagai lapisan masyarakat secara luas, kegiatan ini menjadi ajang penajaman konsep Zakatnomics dan menghasilkan resolusi penting pengembangan riset zakat dalam rangka mendukung pencapaian target-target Renstra BAZNAS tahun 2020 bersama para peneliti, praktisi, akademisi zakat, media dan masyarakat umum. Rektor UMM Dr. Fauzan, MPd. saat didapuk membuka acara mengungkapkan bahwa dunia zakat adalah dunia pragmatis yang didasari oleh suatu keyakinan teologinya tinggi. Sehingga, trust atau kepercayaan atas dijalankannya manajemen perzakatan juga musti tinggi. “Maka, selain dibutuhkan pengelolaan atau manajemen zakat yang baik, dibutuhkan juga orang-orang yang punya komitmen untuk mampu mengelola zakat agar terkelola maksimal,” ungapnya. (can)
Prodi Kesos UMM Tuan Rumah Seleksi Satuan Bakti Pekerja Sosial Regional Jawa Timur

Program Studi (Prodi) Kesejahteraan Sosial (Kesos) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) dipercaya sebagai tuan rumah dalam Penerimaan Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) yang dinaungi oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemsos RI). Seleksi yang akan diberlakukan serentak dan diikuti 70 kabupaten atau kota ini salah satunya akan fokus pada upaya penegakkan Undang-Undang no. 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. “Dalam beberapa pasal disebutkan perlu adanya laporan sosial yang dibuat oleh pekerja sosial, sehingga perlu dipastikan bahwa di setiap kabupaten atau kota sudah terdapat pekerjaan sosial,” ungkap Drs. Mk. Agung M.Si selaku Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Pekerja Sosial Profesional, Kemensos. Beberapa wilayah dengan alokasi yang sangat minim di wilayah Jawa Timur sendiri seperti di Kabupaten Malang, Pasuruan dan Sidoarjo. Bagi calon Peksos yang berminat, kualifikasi yang dibutuhkan yakni pendidikan S1 Kesejahteraan Sosial dan Pekerja Sosial. Ditambahkan oleh Agung, bahwa peserta yang melamar di kota Batu saja sudah sebanyak 28 orang dengan minimal diterima hanya tiga orang. Serangkaian tes yang akan dilakukan meliputi tes tulis dan wawancara yang diselenggarakan di Kantor Jurusan Kesejahteraan Sosial, serta diawasi langsung oleh Dr. Oman Sukmana, M.Si. selaku ketua Asosiasi Pendidikan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial Indonesia (ASPEKSI) sekaligus kepala program studi Kesejahteraan Sosial UMM. “Di kabupaten Malang sendiri memang masih belum ada pekerja sosial. Dilihat dari rasio kompleksitas persoalan angka kasus yang terlapor di kabupaten dan kota, sangat disayangkan bahwa kabupaten Malang sendiri masih tinggi laporan kasus peradilan pidana anak tanpa ditemani pekerja sosial,” jelas Oman saat ditemui di ruangannya, Selasa (17/12). Tujuan daripada diselenggarakannya Sakti Peksos sendiri karena Kemensos melalui Bidang Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak mencari peserta untuk direkrut secara khusus menangani pelayanan terkait anak-anak yang memerlukan perlindungan khusus, disabilitas, dan anak yang berhadapan dengan hukum. Dalam praktiknya nanti akan bekerjasama dengan Dinas Sosial. “Dengan diselenggarakannya seleksi Bakti Peksos oleh Prodi Kesos UMM ini menunjukkan bahwa kami mampu mempersiapkan para calon pekerja sosial di instansi pemerintahan terkait, seperti Departemen Sosial, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, juga Kementerian Kesehatan,” tandas Oman. (yas/can)
Milad ke-55, UMM Bikin Lomba Business Plan bagi Enterpreneur Muda

Sebanyak 20 konsep bisnis enterpreneur muda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dipresentasikan di hadapan juri, Senin (16/12). Mereka adalah para finalis lomba Business Plan pada Milad ke 55 UMM. Ajang ini dalam rangka menciptakan usaha kreatif di Era Milenial. Berlangsung di Ruang Sidang Senat (RSS) UMM. Para entrepreneur muda UMM ini merupakan mahasiswa UMM angkatan 2016-2018. Di antaranya, Smagri (Smart Agriculture), Getrungan , Coffe Payross , Taman Milenial, Lapak Arsi, Kue Parca, InformaTeam, Ex Store, Marigold Organik Mask, Tuki store, Portable Drug Container, Pengasa Creative, My Plant, Wuluh Toner, Scheppend Creative, Cyborg, JASON (Jasa Service Komputer Online), Studio Jamu 19, Fun Futsal, dan TUINGKA. Salah satu inovasi bisnis yang dipresentasikan yakni Smart Agriculture besutan Iqlima Chairunnisa, Faiq Azmi Nurfaizi, dan Muhammad Zein Ihza F. “Bisnis ini hendak menghadirkan platform yang unggul dan berkualitas dalam membangun ekonomi dari sektor Agriculture yang ada di Indonesia. Karena melihat permasalahan-permasalahan yang ada di sektoral itu, para produsen maupun konsumen, dan sini para petanilah yang akan menjadi mitra kami,” ujar Iqlima. Mengusung Moto Fresh, Healthy dan Chief, SMAGRI menjamin kualitas produknya agar tetap segar dan memberikan benefit kesehatan terhadap konsumen. Serta menjaga harga pemasaran yang seringkali tidak stabil untuk memotong rantai distribusi yang biasanya dimainkan oleh pasar. “Karena kita ingin memotong rantai distribusi. Karena ada tiga rantai distribusi dimulai dari tipe satu dari produsen (petani) menjual ke pengepul (tengkulak) dari sana dijual ke pedagang besar baru ke konsumen. Pada tipe kedua sama alurnya, tetapi dari pedagang besar ke pedagang kecil baru ke konsumen, sedangkan pada tipe ketiga yakni dari petani langsung ke konsumen,” lanjutnya. Adapun penyaji Business Plan yang kedua adalah Kue PARCA (Pare Peca’), yakni gabungan dari kue bolu Peca’ (kue tradisional suku Bugis) dengan Pare. “Kenapa kami menggabungkan dua bahan ini, karena di tempat asalnya kue peca’ ini booming sekali. Sedangkan pare ini, kita tahu memiliki banyak sekali manfaat namun kurang disukai. Karena itulah saya ingin menggabungkan dua bahan ini,” jelas Ilil Rahmawati Bersama Akbar Satya W. “Melihat semakin dinamisnya perkembangan zaman, tentu ada begitu banyak pula permasalahan baru yang harus diselesaikan. Saya rasa kegiatan seperti Business Plan ini, sangat menarik apabila dipersiapkan secara matang. Namun kita harus mempertimbangkan lagi agar mampu diterapkan di masyarakat luas,” tandas Faizal Alfa Founder dari Sayap Grak selaku juri Bersama Bunga Annisa Lenanta Founder Inibuna (Fashion Hijab). (riz/can)
FISIP UMM Gelar Seminar Nasional Bahas Prospek Sosial-Politik Jokowi Jilid II

Kontestasi pemilihan pemimpin tertinggi NKRI telah usai. Jokowi jilid II adalah pilihan yang telah dilantik sebagai tampuk kepemimpinan negara berikutnya. Sejumlah isu pluralisme, politik identitas, hadirnya keterlibatan milenial dalam era sekarang, menjadi sebuah fenomena menarik untuk dikaji. Hadirnya identitas sebagai simbol yang melekat pada individu ataupun kelompok nampaknya dijadikan sebagai salah satu strategi politik kampanye yang tujuannya adalah meraih suara. Hal ini tidak menjadi masalah apabila tidak menimbulkan keresahan sosial masyarakat. Namun strategi politik identitas dalam kontestasi elektoral yang berkembang cenderung berkembang ke arah destruktif yaitu keretakan relasi sosial masyarakat. Sesungguhnya dalam pesta demokrasi seharusnya kontestasi dapat membawa Indonesia ke arah yang lebih modem. Mengingat Indonesia adalah negara mayoritas Muslim terbesar di dunia, Indonesia adalah negara multikultur, Indonesia menjadi salah satu sorotan dalam percaturan politik dunia. Problematika di atas adalah secuil persoalan yang muncul dari kompetisi pemilu tahun 2019, meskipun dalam ranah elitis sendiri sudah memberikan contoh dan gambaran terkait pentingnya menjaga kerukunan dan perdamaian. Salah satunya kolaborasi yang terjadi dalam Kabinet Indonesia Maju. Akan tetapi persoalan tersebut faktanya di tataran sosial masyarakat masih menyisakan gemuruh perseteruan akibat dari faksi-faksi dukungan terhadap salah satu pasangan calon presiden saat itu. Berdasarkan dinamika persoalan di atas, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Malang akan mengadakan Seminar Nasional untuk umum dengan mengusung tema “Prospek Pembangunan Sosial Politik Indonesia Di Era Jokowi Jilid II”. “Kegiatan ini merupakan salah satu wujud sikap peduli sekaligus kontribusi kampus terhadap dinamika sosial politik di tanah air, terutama terkait dengan pembangunan sosial politik pasca kontestasi elektoral di Indonesia,” ujar Dr. Rinikso Kartono, M.Si, Dekan FISIP UMM. Seminar Nasional ini akan dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pakar di bidangnya diantaranya adalah (1) Peneliti Senior CSIS Prof.J.Kristiadi, (2) Budayawan M.Sobary, (3) Pakar Sosiologi FISIP UMM Dr.Vina Salviana DS, M.Si, (4) Pakar Gerakan Kesejahteraan Sosial FISIP UMM Dr.Oman Sukmana, M.Si, (5) Pakar Implantasi Budaya Nusantara FISIP UMM, Dr. Wahyudi, M.Si, (6) Pakar Komunikasi Tradisional FISIP UMM Muslimin Machmud, Ph.D, (7) Pakar Komunikasi Politik FISIP UMM Budi Suprapto, Ph.D, dan (8) Pakar Manajemen Organisasi Pelayanan Sosial FISIP UMM Dr. Fauzik Lendriyono. Seminar ini juga akan menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P sebagai Keynote Speaker. Seminar nasional akan diadakan pada Rabu, 18 Desember 2019 pukul 08.00 di Basement Dome UMM dengan target peserta 500 orang dari berbagai elemen masyarakat. (wnd/can)
UMM Gandeng Kafe KKN Tumbuhkan Jiwa Entrepreneur Mahasiswa

Banyak cara yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk mendorong mahasiswanya menjadi entrepreneur handal. Salah satunya dengan melibatkan mahasiswanya untuk terjun langsung dalam kegiatan bisnis sungguhan. Hal ini diwujudkan dalam kerjasama antara UMM dan Kafe Kreasi Kopi Nusantara (KKN) yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta 1, Kota Malang. Café berkonsep milenial ini dilaunching Senin (16/12) sore. Saat launching, UMM menghadirkan selebgram Nadia Al Qadri (mahasiswi UMM) Hari Obbie dan Yudistira (alumni UMM, konten kreator Youtuber), yang berbagi tips dan motivasi sukses kepada para mahasiswa UMM. “Konsepnya, UMM dan Cafe KKN mengajak para mahasiswa dan anak muda berani berentrepreneur, juga sosial bisnis atau sosial entrepreneur. Sebagaimana misi UMM yaitu dari Muhammadiyah untuk bangsa,” seru Wakil Rektor II UMM, Dr. Nazaruddin Malik M.Si. Dengan kerjasama itu , kopi KKN menjadi laboratorium dan outlet tempat mengolah dan produksi aneka minuman kopi. Dimana mahasiswa berbakat dari kalangan tidak mampu, dapat belajar kewirausahaan. Nantinya, mahasiswa tersebut akan mendapatkan penghasilan dan beasiswa untuk kuliah. “Mahasiswa berbakat yang tidak mampu ekonomi tadi bisa belajar berwirausaha di sini. Bisa jadi barista, dan lainnya. Lalu hasil penjualan KKN itu kita sisihkan untuk supporting bisnis mengembangkan usaha-usaha kreatif mahasiswa, termasuk beasiswa kepada mahasiswa tidak mampu yang memiliki bakat-bakat tertentu,” beber Nazar. Sementara itu, owner Cafe KKN, Frederick, mengatakan, salah satu alasan memilih UMM dalam kerjasama, lantaran suka dengan konsep dan program enterpreneur dan entreprise UMM. “Awalnya kami akan mengajak semua mahasiswa dari semua perguruan tinggi. Namun tawaran UMM cukup menarik. Selain berbisnis, kita juga ingin menciptakan suatu sistem dimana mahasiswa dan anak-anak muda sekarang itu bisa membuat bisnis tapi tidak asal-asalan. Kita arahkan ke jalur yang benar,” cerita Frederick. Menurutnya, usaha kafe bukanlah sekedar bisnis kuliner biasa. Perlu interaksi antara pelaku bisnis dan konsumen. Salah satunya menangkap ide-ide mahasiswa atas apa dan bagaimana keinginan milenial sebagai target pasar. “Tak sekedar jadi konsumen, namun mahasiswa berpeluang menjadi mitra. Dengan memberikan kesempatan dan wadah untuk membantu para mahasiswa berentrepreneurship yang benar,” beber Frederick. Menurutnya, jika sesama mahasiswa berinteraksi dan memiliki visi yang sama, tak akan canggung saling bertukar ide dan saling support. Bahkan bisa diterapkan di KKN agar semakin berkreasi dan maju. “Polanya, nanti mereka yang mengatur bagaimana manajemen kopi KKN ke depan. Kami hanya memantau dan mengarahkan. Selain itu, nanti kita datangkan orang-orang yang udah cukup sukses untuk sharing. Baik itu untuk manajemen, maupun konsumen seperti acara ini dil uar kopi,” terang pria yang mengaku kelahiran Malang ini. Di balik itu, pria yang sudah malang melintang di dunia industri kopi sejak 2006 ini, akan mengedukasi bagaimana dan apa itu kopi dan segala pernak-perniknya. Mengubah dan menciptakan konsep bahwa nongkrong itu tidak selalu harus mahal tapi juga menghargai. Dan enak itu tidak harus mahal. Seperti harga kopi yang disuguhkan di kopi KKN, mulai Rp 10 ribu hingga Rp 18 ribu, plus suguhan literasi. “Dalam perkembangannya sekolah tentang ilmu kopi itu mahal, seperti sekolah barista, sekolah rosting itu kan mahal. Kita ingin membuka sharing knowledge dan kerjasama dengan beberapa rekan barista dan rosteri bersertifikasi. Setidaknya anggapannya nanti berubah, ternyata menjadi barista dan rosteri itu tidak mahal,” tandas supplier beragam jenis kopi dari Sumatera hingga Papua ini. (riz/can)
Sah! UMM Kini Punya Akademi Sepak Bola

SETELAH diimpikan sekian lama, akhirnya Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memiliki Akademi Sepakbola. Akademi ini dilaunching di Lapangan Sepak Bola UMM Senin (16/11). Akademi yang dibagi 3 kelompok umur yaitu U-10 tahun, U-15 tahun, dan U-18 tahun, diresmikan oleh Rektor UMM Dr. Fauzan. Setiap kelompok umurnya memiliki kurikulum berbeda. “Kelompok U-10 tahun biasanya diberikan materi bermain sepak yang membuat mereka menjadi senang. Kelompok umur U-15 tahun, diberikan materi tentang teknik dasar bermain sepak bola. Sedangkan kelompok umur U-18 tahun, diberikan materi mengenai teknik dasar dan etika dalam bermain sepak bola,” ungkap Ketua Akademi Dr. Haris, SH., M.Hum. di lapangan. Didorong dengan pertumbuhan generasi muda yang signifikan serta melihat perkembangan sepak bola yang terus mengalami peningkatan tajam, UMM berusaha hadir untuk mewujudkan munculnya generasi muda yang punya potensi untuk menimba ilmu serta mengarahkannya secara akademis yang berkesinambungan. Sehingga, menghasilkan pesepakbola unggul. Rektor UMM Fauzan mengungkapkan bahwa UMM selama ini bergerak di tingkat perguruan tinggi telah memiliki sarana olahraga yang sangat representatif untuk membuka akademi khususnya sepak bola. “Bila ada kegiatan akademi sepakbola di UMM nantinya akan muncul pemain sepak bola yang handal, sehingga membanggakan Indonesia,” katanya. UMM punya jargon “Dari Muhammadiyah untuk Bangsa. Di setiap kesempatan UMM berupaya sekuat tenaga, UMM ingin hadir di setiap lini. Bagaimana masyarakat Malang khususnya, dan Indonesia pada umumnya, merasakan getaran dari Universitas Muhammadiyah Malang. Demikian bertransformasinya Sekolah Sepak Bola (SSB) menjadi Akademi Sepakbola UMM. Sebelum bertransformasi menjadi Akademi, SSB UMM telah banyak mendapat raihan prestasi. Di antaranya Juara Piala Menpora di Jawa Timur (2018), Juara Suratin Regional Jawa Timur (2019), Juara Kejurnas FOSBI PAJL (2019), dan Juara Total Liga Nasional (2019), serta banyak prestasi lain yang diraih, baik di regional Jawa Timur dan nasional, sejak SSB UMM ini didirikan. “Akademi ini harus memiliki warna lain dalam koridor kealislaman dan kemuhammadiyahan,” ungkap Fauzan. Fauzan lantas berharap, dari sini juga diharapkan mampu melahirkan fiqih sepakbola. Lebih jauh, dilanjutkan Fauzan, keberadaan sepakbola dan turunannya itu harus menghadirkan nilai humanis dan nilai religiusitas dalam dunia olahraga, khususnya di sepak bola. Diresmikannya Akademi Sepak Bola ini juga sekaligus dihelatnya gelaran Final Regional 3 Jawa Timur Liga Hizbul Wathan 2019 yang mempertemukan antara Persatuan Sepak Bola Hizbul Wathan (PS HW) UMM dan PS HW Sidoarjo. Acara yang diikuti 12 tim se-Jawa Timur ini ditutup oleh Ketua Umum Pimpinan Wilayah Jawa Timur, Dr. KH. Sa’ad Ibrahim. “Secara umum kompetisi ini ditujukan agar Muhammadiyah dapat mengembangkan sayap dakwahnya, utamanya di dunia olahraga. Secara khusus lagi di dunia sepakbola. Inginnya, melalui kompetisi ini, ada tim profesional dari atlet Muhammadiyah yang bisa berlaga di kompetisi profesional,” ungkap Sobrun Jamil, panitia Liga HW regional 3 Jawa Timur di Kampus Putih. (bel/can)
Tim Kardos UMM Menangi Laga Friendly Match Lawan UMY

Ahad pagi (15/12) UMM kehadiran tamu Tim Karyawan-Dosen (Kardos) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) untuk melakukan Friendly Match atau lebih sering disebut Sparring olah raga sepak bola dan bulutangkis. Dengan skuat terbaiknya, tim UMY membawa 53 pemain termasuk pejabat rektorat yang juga hobi olah raga. Mereka adalah Dr. Nano Prawoto, SE., M.Si Wakil Rektor 2 yang hobi Bulutangksi dan Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., wakil rektor 5 yang senang main sepak bola. “Kalah menang yang penting santai. Karna bermain olah raga untuk menciptakan kebahagian dan menjaga tubuh tetap bugar. Dan lebih bernfaat lagi, menjalin silaturohmi dengan sesame”, kata Achmad Nurwandi pada sambutan ceremonial sebelum dimulai pertandingan. Dia juga mengungkapkan kekagumannya pada fasilitas olah raga di UMM yang bagus dan terjaga khususnya lapangan sepak bola UMM dengan kondisi rumput yang mirip dengan stadion nasional meenambah semangat untuk berolah raga. Sementara itu, pihak tuan rumah yang diwakili oleh Dr Fauzan, M.Pd mengatakan kegembiraanya kedatangan tamu Tim UMY. “Saya sangat senang kehadiran tim UMY ke UMM. Disamping untuk menambah motivasi berolah raga, ini juga untuk membuktikan eksistensinya bahwa kita semua akanlebih sehat jika tubuh dijaga dan berolah raga rutin”, ungkat Rektor UMM ini. Selesai sambutan, masing pihak saling memberikan kenang eknangan dan cinderamata sebagai bentuk penghargaan akan kehadiran dan kedatangan tamu dari tim UMY. Pada cabang olah raga sepak bola yang kick offnya dilakukan oleh Rektor, Tim Kardos UMM berhasil memenangi pertandingan dengan skor telak 4 – 1. “Kami bermain disiplin dengan marking yang ketat. Kita menguasai lapangan dan permainan. Tim UMY dibuat tak berkutik selama babak awal 35 menit awal. Ini telah menuntaskan balasan ketika tim UMM melakukan lawatan ke UMY yang kalah dengan skor yang sama.”, jeas Andik selaku Captain dan Koodinator sepak bola Dokar UMM. Di olah raga tepok bulu atau badminton, UMM juga memenangi dengan skor kemengan 15 – 8. Separo lebih tim UMM mengambil kemenangan dilaga tepok bulu yang dilaksanakan di GOR Tunggul Wulung. Meski di set-set awal UMM kecolongan dengan menelan kekalahan. Tapi mampu bangkit untuk memenangi pertandingan. Pasangan Baiduri/Mahfud adaalah pasangan gaek yang mengawali kemenangan tim badminton UMM. Rupanya kemenangan itu terus berlanjut ke pasangan lain. Seperti pasangan Ridlo\Andi yang dengan mudah memadamkan perlawanan pasangan Todi/Wisnu dai UMY. Sampe akhir pertandingan UMM telah memnangi separo lebih dari 23 pasangan yang dimainkan. (rid/can)
Pascasarjana PTM se Indonesia Gelar Konferensi Nasional di UMM, Bahas Humanisasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di era Industri 4.0, humanisme muncul sebagai gagasan netral yang ingin menegaskan martabat manusia untuk memanfaatkan potensi dan kecerdasan yang dimiliki. Sayangnya tidak semua individu yang siap dalam menghadapi kemajuan teknologi beserta ilmu pengetahuanya. Untuk itu, Asosiasi Program Pascasarjana Perguruan Tinggi Muhamadiyah Aisyiyah (APPPTMA) menghelat konferensi nasional di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Sabtu, (14/12). Dengan mengangkat tema besar “Humanisasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi”, konferensi ini diikuti mahasiswa dan dosen pascasarjana dari 24 perguruan tinggi Muhamadiyah se Indonesia. “Konferensi ini, selain untuk berdiskusi mengenai isu-isu humanisme, juga sebagai perekat dan pembanding pemikiran-pemikiran yang akan disejalankan dengan visi misi Muhamadiyah di dalam pengembangan program pascasarjana,” demikian disampaikan oleh Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si dalam pidato sambutannya. Konferensi ini menghadirkan 4 pemateri dari anggota APPPTMA, yaitu Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si dari Universitas Muhammadiyah Sidenreg Rappang (Sidrap), Dr. Ribut Wahyu Eriyanti dari Universitas Muhammadiyah Malang, Dr. Adi Mansar Lubis dari Unibersitas Muhammadiyah Sumatera Utara dan Dr. Muhammad Azhar, M.A dari Universitas Muhamadiyah Yogyakarta. “Terdapat tiga point yang dibahas hasil dari turunan tema besar. Salah satunya tentang rekonstruksi sistem pendidikan, yakni perlu diadakan revisi yang selaras terkait kemanusiaan. Maksudnya, warga negara wajib hukumnya mendapat ilmu pengetahuan dan ilmu pengetahuan harus dijadikan sebuah bibit yang nantinya akan kita rawat selaras dengan kemajuan teknologi,” jelas Lubis. Di Jepang, terkait perkembangan teknologi sudah mulai mencanangkan “Society 5.0”, di mana masyarakat yang tinggal di lingkungan teknologi yang canggih, dapat menyelaraskan kehidupan dan menyesuaikan potensi agar tidak tertinggal dengan kemajuan Industri 4.0. “Dengan begitu, jika diterapkan di Indonesia yang notabennya demografi penduduk di usia produktif lebih tinggi, dapat dijadikan modal dasar pembangunan yang luar biasa,” demikian dilanjutkan oleh Ribut. Peserta juga diwajibkan membuat call paper. Pada tahun ini, panitia membuat standar template penulisan call paper yang nantinya akan dipublikasikan sebagai output dalam prosiding atau tulisan jurnal. “Saat ini terdapat 132 karya dari call paper yang masuk, dan hanya 58 paper yang dapat dipublikasikan sesuai dengan standar. Ikhtiar ini guna meningkatkan kualitas output publikasi,” jelas Mokhamad Najih, Ph.D. selaku ketua pelaksana. Konferensi yang digelar dua hari, selain dijadikan sebagai forum ilmiah ditujukan untuk mendesiminasikan karya-karya tulis dosen dan pascasarjana Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Serta, meningkatkan sinergi pengelolaan pascasarjana antar Perguruan Tinggi Muhammadiyah agar dapat maju bersama. (riz/can)
Lembaga Kebudayaan UMM Bakal Dirikan Museum Pendidikan

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Lembaga Kebudayaan (LK) bakal segera mendirikan Museum Pendidikan. Hal ini diungkapkan Kepala LK UMM Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si. dalam kesempatan Sarasehan Budaya, Kamis (12/12). Perintisan pengembangan Museum Pendidikan ini mendapat respon positif dari salah satu pelukis kenamaan Indonesia, Kartika Affandi yang turut hadir di Sarasehan. Perintisan Museum Pendidikan UMM saat ini telah memiliki lebih dari 500 item dari berbagai benda seperti gerabah, patung, lukisan, topeng dan lainnya yang merupakan hibah dari salah satu dosen. Nantinya konsep yang dihadirkan pada museum ini terbagi menjadi tiga yakni display benda-benda budaya disertai katalog printing, visual dan audio visual. Kedua kajian-kajian dan terakhir penampilan seni dan budaya. Museum ini nantinya akan memberikan wadah bagi mahasiswa, dosen dan karyawan untuk mengekspresikan seni dan budaya. Daroe lebih jauh menjelaskan bahwa beberapa kegiatan yang akan diadakan di museum pendidikan ini antara lain, edukasi dengan memberikan pelatihan kepada mahasiswa, dosen dan karyawan misalnya membatik yang dilatih baik dari segi kognitif, pengetahuan atau keterampilan. Tak hanya sebagai pusat pendidikan, Museum Pendidikan UMM nantinya juga merupakan sebuah galeri seni dan budaya. “Salah satu misi yang ingin disampaikan museum ini yakni mendekatkan Muhammadiyah dengan seni dan budaya. Pasalnya selama ini Muhammadiyah dianggap menjauhi seni dan budaya padahal kedua hal tersebut merupakan instrumen dakwah kultural untuk semua bangsa,” kata Daroe. Museum ini juga akan mengadakan pelatihan kepada guru-guru tentang kepenulisan pengembangan media pembelajaran dan hal-hal yang berkaitan dengan edukasi. Ada juga perform dari mahasiswa dengan potensi seni dan budayanya. “Kami memiliki motto dari Muhammadiyah untuk Bangsa, jadi kita ingin membuka cakrawala dan mengarahkan jiwa nasionalisme kita berbasis seni dan budaya nusantara,” tandasnya. Dalam kesempatan Sarasehan itu, Kartika Affandi beradu kemampuan dengan Sadikin serta Azzam. Selain menampilkan karya melukisnya, Kartika juga menawarkan kerja sama dalam beberapa hal. Salah satunya dengan kegiatan melukis yang melibatkan Kartika Affandi serta para pelukis lainnya. Kemudian lukisan dilelang yang nantinya hasil lelang tersebut disumbangkan ke yatim piatu di Malang dan Yogyakarta. Kartika Affandi di sela-sela melukis menuturkan, dalam menciptakan sebuah karya didominasi oleh pengalaman pribadi dan berdasarkan realita. Sepanjang perjalanan karirnya, perempuan 85 tahun ini tidak pernah menggambar berdasarkan imajinasi. “Semua berdasarkan pengalaman dan kenyataan, melukis tidak bisa dilakukan sekali dua kali melainkan harus terus menerus untuk menghasilkan karya,” ujar Kartika. (riz/can)
FT UMM Teken Kerjasama dengan UTM

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berkomitmen dalam memperkuat kerjasama di kancah internasional. Sejalan dengan hal tersebut, Fakultas Teknik UMM melakukan kerjasama dengan Razak Faculty of Technology and Informatics Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Kamis (5/12). Dekan Fakultas Teknik UMM, Dr. Ahmad Mubin, MT Menjelaskan, penandatanganan MoU ini sekaligus pengenalan pengembangan research yang telah dilaksanakan UTM dalam perencanaan global. “Indonesia yang merupakan satu rumpun dan paling dekat dengan beberapa kesamaan dalam bahasa, budaya, harapannya pengalaman research sustainability yang telah dilakukan UTM bisa ditularkan di UMM, sehingga dapat diterapkan untuk memperkuat internasiolisasi,” sebut Mubin. Prof. Dr. Astuty Bin Amrin, Dekan Razak Faculty of Technology and Informatics dalam paparannya menjelaskan, bagaimana UTM dalam merancang strategi untuk lima tahun ke depan. Berbagai kebijakan dirombak, agar mencapai goal dalam lima tahun ke depan. Menurutnya, sumberdaya manusia harus sejalan dengan perkembangan global. “Dalam revolusi industri 4.0 ini, mahasiswa tidak lagi menjadi pencari pekerjaan. Mahasiswa harus memiliki mindset sebagai pencipta pekerjaan. Oleh sebab itu, mental entrepreneur harus ditanamkan dalam diri mahasiswa,” sebut Astuty. Lebih lanjut, Astuty memperkenalkan berbagai program yang bisa dilaksanakan juga di UMM. Di antaranya program CEO Faculty Program, di mana dosen muda akan diarahkan untuk bekerja dalam perusahaan. Harapannya, agar dosen mendapat pengalaman yang inputnya bisa diaplikasikan dalam pengajaran di kelas. Tidak hanya program untuk dosen, mahasiswa tidak lagi mengarah pada ujian akhir. Mahasiswa harus mampu bersaing dalam kelas berupa presentasi dan diskusi. Hal ini agar mengasah critical thinking dalam diri mahasiswa. “Terdapat strategi lainnya yang juga dapat dilakukan oleh universitas, yaitu global perfomance berupa branding, inovasi dalam ekosistem, finansial yang berkelanjutan seperti yang dilakukan oleh UMM, e-learning yang wajib dilakukan dalam industri 4.0 saat ini,” sebut Astuty. Adapun isi dari MoU tersebut meliputi beberapa kerjasama, di antaranya remote supervision program philosophy of doctor, yaitu program S3 yang berbasis penelitian yang akan segera dilaksanakan, summer program dan student exchange and lecture exchange. (bel/can)