Sekda Malang di UMM: Kita Harus Mampu Memberikan Inovasi

“Kita tahu bahwa di kota Malang memiliki banyak sekali kampung tematik, yang bermula dari Kampung warna-warni dan mengispirasi lahirnya kampung-kampung tematik yang ada di kota Malang. Saya kira kita sebagai warga, masyarakat maupun mahasiswa harus mampu untuk membaca kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan serta memberikan inovasi yang berdampak baik di lingkungan kita,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Drs. Wasto, SH, MH. Wasto melanjutkan, bahwa Inovasi pemerintah dan kemampuan beradaptasi dengan dukungan seluruh elemen masyarakat menjadi sebuah keharusan, bukan pilihan bagi organisasi pemerintah agar lebih responsif terhadap perubahan. “Pelaksanaan E-Government harus dilaksanakan secara masif dengan menyiapkan infrastruktur data dan jaringan yang mumpuni. Dan menyiapkan infrastruktur sumber daya manusia yang terampil serta memiliki information technology literacy yang tinggi,” jelas Dr. Nuryanti Mustari, M.Si dari Universitas Muhammadiyah Makassar. Selain itu, menurut Nuryati ada juga lima dimensi yang dibutuhkan dalam Learnig Oganization yakni dimulai dari System Thinking (Sistem berfikir), Personal Mastery (penguasaan diri), Mental Model, shared vision (visi bersama), serta membuat kelompok pembelajaran atau Team Learning. Sedangkan di acara yang sama yakni pada Simposium Nasional dengan tema Tantangan Penyelenggaraan Pemerintahan di Era Revolusi Industri 4.0, Dr. Ria Angin, M.Si dari Universitas Muhammadiyah Jember menjelaskan tentang pengaruh kesenjangan Gender yang masih menjadi masalah. Berdasarkan data dari Indeks Kesenjangan Gender tahun 2017, Indonesia berada pada urutan 9 sedangkan di dunia berada di urutan ke 84. Agenda ini diadakan Asosiasi Ilmu Pemerintahan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (AIPPTM), Asosiasi Dosen Ilmu Pemerintahan Seluruh Indonesia (ADIPSI) dan Program studi (Prodi) Ilmu Pemerintahan UMM. Serta diikuti oleh 18 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. “Kegiatan Simposium ini sebenarnya berbarengan dengan empat kegiatan yakni, Simposium nasional, persentasi hasil karya ilmiah mahasiswa yang berkaitan dengan Ilmu Pemerintahan, Seminar Nasional, serta pelatihan penelitian berbasis data. Saya rasa kegiatan ini menjadi jujukan bagi mahasiswa dalam mempublikasi makalahnya,” pungkas Ach. Apriyanto Ramadhon selaku ketua pelaksana. Senin (9/12). (riz/can)
Smart Tongkang Karya Mahasiswa UMM Raih Silver Medal di Jepang

Inovasi teknologi peningkat kualitas dan mempercepat produksi garam Smart Tongkang (Smart Barge) karya mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menang di ajang inovasi tingkat dunia Advance Innovation Jam (AI-JAM) di Tokyo, Jepang, Minggu (8/12). Mereka menang dengan raihan sangat memuaskan. Adalah Zehandana Khatami Rasyid, Haryo Widya Darmawan, dan Annisa Widya Nurmalitasari, mahasiswa Kampus Putih yang berhasil kembali mengharumkan nama Indonesia dengan menyabet silver medal. Melalui Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA), UMM maju dengan 17 tim dari Indonesia lainnya. “Kan masalahnya ingin meningkatkan kapasitas produksi. Sedangkan masalah utamanya adalah lahan. Jadi kami turunkan dulu penyebab-penyebab garam terbentuk. Lalu dari jalur masalahnya bisa dimodifikasi secara engineering,” ungkap Haryo. Mereka mengaku mendapat pujian dari juri. “Juri bilang, keren,” sambungnya. Menurut mahasiswa yang kerap mengikuti ajang internasional ini, diperlukan solusi berupa pernambahan lahan yang fleksibel namun membantu percepatan produksi garam yang sesuai standar layak. Sehingga bisa dipindah-pindah dan didekatkan menuju pabrik, sehingga mengurangi biaya transport dan operasional truk. “Solusi berupa penambahan lahan terapung menjadi masuk akal, karena bisa dipindah-pindah atau didekatkan menuju pabrik. Serta disematkan teknologi tambahan berupa control device android untuk mengetahui posisi, kadar air, temperatur, dan pengaktifan fitur mekatronika otomatisnya,” terang Haryo yang dihubungi via WhatsApp (9/12). Karena dilengkapi atap, cermin, generator kincir, sekop yang bisa dikendalikan otomatis, tongkang anti karat, tow hook, dan anchor membuatnya mudah dipindahkan. Sehingga pembuatan tambak garam hybrid ini diharapkan jadi solusi untuk membantu petani mempercepat pembuatan garam yang sesuai standar keperluan industri. Dengan rancangan tongkang garam ini diharapkan dapat menjawab berbagai masalah seperti keterbatasan lahan karena proses kristalisasi dilakukan di atas laut, kualitas garam meningkat seperti kebersihan, warna, penurunan kadar air, dan percepatan produksi yang semula 15 hari menjadi 8-10 hari karena rekayasa mekatronika. “Itu artinya, produksi panen garam akan lebih cepat dengan kualitas yang lebih baik dan akan meningkatkan harga jual panen yang lebih tinggi. Harapannya solusi teknologi ini akan menjadi penyebab berhentinya impor garam pemerintah. Kami sedang menyusun dokumen paten untuk produk ini,” pungkas Haryo, perihal rencana selanjutnya. (can)
Angkat Isu Pendidikan Inklusif, Psikologi UMM Undang Pembicara dari India

Model pendidikan yang tidak membeda-bedakan golongan menjadi mimpi bagi semua orang. Hal inilah yang jadi fokus isu yang diangkat dalam Seminar Pendidikan Inklusif yang digelar Fakultas Psikologi UMM dan Laboratorium Psikologi Terapan Psikologi Individu Berkebutuhan Khusus (LPT PIBK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (7/12). Menghadirkan chairman the Mind Research Foundation, Rtn. MPHF. Ayyapparaj M. “Sebenarnya ada beberapa strategi pengajaran dan perangkat pendukung compensatory yang sudah dilakukan untuk penyandang disabilitas di India. Di antaranya furniture yang disesuaikan, kursi roda, menghilangkan penghalang struktur bangunan, serta penyediaan standing frame,” ujar Rtn. MPHF. Ayyapparaj M., saat menjelaskan Seminar bertajuk Pendidikan Inklusi bagi Pelajar dengan Disabilitas. Adapun bagi penyandang tunanetra, sambung Ayyapparaj, disediakan buku yang menerapkan huruf Braille, tongkat mobilitas (tongkat yang biasa digunakan untuk tunanetra), penyediaan alat bantu audio dan rekaman. “Tak kalah penting, mereka juga diajarkan bentuk, ukuran, ketebalan, berat, dan lainnya. Yang dekat dengan pengalaman nyata melalui sentuhan, indra penciuman dan pedengaran pada sebuah objek,” katanya. “Tak hanya itu saja, guru biasanya lebih menggunakan pendekatan verbal. Buku dilengkapi dengan alat bantu bicara dan kalkulator. Membuat mereka terbiasa dengan arah, misalkan berhitung tentang berapa langkah kaki dari tempat tidur ke jendela, berapa langkah kaki menuju pintu, dan lainnya. Serta memberikan isyarat pendengaran saat melakukan permainan dan olahraga,” ujarnya di hadapan para tenaga pendidik. “Sedangkan kita di sini tahu bahwa di Indonesia ada beberapa sistem pendidikan yakni Segregasi, Inklusi dan Integrasi. Kalau pendidikan Segregasi, sekolah memisahkan antara anak berkebutuhan khusus dengan anak reguler, dan kalau di Inklusi kita bisa memaknai pendidikan bahwa setiap anak bisa masuk ke dalamnya,” jelas M. Salis Yuniardi, S.Psi., M.Psi., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Psikologi UMM. Untuk pendidikan Intergrasi, lanjut Salis, anak-anak berkebutuhan khusus dengan anak biasa digabung. Tetapi, dikelompokkan pada unit atau kelas khusus. Hal ini telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Melalui Seminar Pendidikan Inklusi ini menjadi penambah wawasan, bagi peserta yang datang. Karena mayoritas peserta kita dari sekolah-sekolah,” ungkap Salis. (riz/can)
Prodi Akuakultur UMM Gelar Pelatihan Teknik Perikanan
Sektor perikanan merupakan kekayaan sumberdaya alam yang penting di indonesia. Tentu saja sektor ini dapat berimbas pada ketahanan pangan Indonesia. Namun fenomena yang terjadi saat ini, kurangnya minat generasi muda terjun dalam dunia perikanan menjadi sesuatu yang perlu diperhatikan. Kekhawatiran terhadap generasi muda tersebut, membuat program studi (Prodi) Akuakultur Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuat pelatihan bertajuk “Fisheries Training for Youth Aquaqulturist 2019” di Fish Edupark UMM (7/12). Dengan 54 peserta dari SMA/SMK sederajat di berbagai daerah Jawa Timur, harapannya generasi muda saat ini dapat mengerti mengenai teknik-teknik aquakultur. “Peran pemuda dalam perikanan diharapkan dapat menciptakan konsep-konsep baru untuk dimasa mendatang,” sebut Soni Andriawan S.Pi, M.P, M.Sc, yang merupakan Ketua Pelaksana dalam kegiatan tersebut. Terdapat 4 materi yang disampaikan, yaitu Aquaponic atau integrasi budidaya ikan dan tanaman, cara pembenihan ikan yang baik, Genogenesis atau teknik menghasilkan anakan ikan betina semua dan Sex Reversal atau teknik merubah jenis kelamin ikan. Keempat materi tersebut disampaikan oleh dosen-dosen akuakultur, yaitu Ganjar Adhy Wirawan, SPi. MP., Riza Rahman Hakim, SPi. MSi., Anis Zubaidah, SPi. MSi., dan Dony Prasetyo, SPi. MSi. “Setiap materi akan diberikan materi dan juga praktek di akhirnya. Sehingga peserta dapat belajar langsung dengan teknologi-teknologi yang ada di fishedupark. Jadi transfer ilmunya dilakukan dengan menyenangkan, yaitu belajar sambil rekreasi,” sebut Soni. Dalam pelatihan tersebut, peserta diajak untuk mengetahui bagaimana cara budidaya ikan lele, mulai dari pengenalan jenis ikan lele, pembenihan, pemijahan, perawatan, pemanenan, hingga pengemasan benih. Dalam materi sex reversal dan genogenesis, peserta dpaat mempelajari seksualitas hingga pemberian hormon pada ikan cupang. (bel/can)
Perpustakaan UMM Pertahankan Akreditasi A

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 18 November lalu, perpustakaan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil mempertahankan predikat akreditasi dengan nilai sangat baik (A). Perpustakaan UMM sendiri telah mendapat akreditasi A sejak 2015. Ketua Perpustakaan UMM Dr. Asep Nurjaman, M.Si. menyebut, perpustakaan UMM berfokus pada pelayanan mahasiswa. Hal ini demi menjalankan prioritas dan tujuan utama dalam mendukung penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi. Yakni penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian. “Berkat komitmen para staf dengan didukung oleh jajaran pimpinan dalam rangka mengembangkan institusi perpustakaan, baik dari sisi religiusitas, edukasi dan peningkatan minat membaca, Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Malang dapat mempertahankan akreditasi A,” kata Asep ditemui Kamis (5/11). Tak dipungkiri, masuknya era Revolusi Industri 4.0 menuntut perpustakaan untuk menyesuaikan diri. Di situlah, Perpustakaan UMM melengkapi segala instrumen, baik infrastruktur maupun sumberdaya manusia untuk bisa unggul. Yakni dengan hadirnya digital library yang lebih merujuk pada institutional repository UMM. Fasilitas yang diberikan oleh perpustakan ini bisa dibilang sangat lengkap. Yakni sebagai pusat literasi pendukung pembuatan skripsi dan penelitian yang ada di kampus dalam bentuk e-journal dan e-book. Disediakan pula ruangan tambahan seperti American Corner, Aussie Corner, dan corner lainnya hasil kerjasama. Selain berbagai corner-corner dari lembaga dan negara yang telah bekerjasama dengan Kampus Putih, juga terdapat Pojok Rekreasi yang berfungsi untuk refreshing. “Sehingga suasana yang kami berikan tetap membuat mahasiswa maupun staff tetap enjoy untuk datang ke wilayah perpustakaan,” tambah Asep. Disamping itu, guna tetap menjaga privasi dan keamanan pengunjung, perpustakaan rutin menyelenggarakan program Bimbingan Teknis (BIMTEK) yang meliputi program peminjaman buku dengan sistem library automatic service (laser), aktivasi PIN dan PIC untuk mengakses internet dengan jaringan internal kampus. Perpustakaan UMM memiliki 4 lantai yang dilengkapi ribuan buku dengan 10 kategori yakni karya umum, Filsafat dan Psikologi, Agama, Ilmu Sosial, Bahasa, Sains, Teknologi, Seni dan Rekreasi, Kesusasteraan, Sejarah serta Ilmu Bumi. Bukan tanpa sebab, kategori buku yang ada sudah melewati penyiangan dan data riset. Dilanjutkan Asep, dengan segala ketersediaan fasilitas dan sumberdaya manusia (SDM) yang kompeten, raihan akreditasi yang didapat Perpustakaan UMM terbilang tidaklah sulit. “Cintailah perpustakaan. Dengan itu kalian bisa melihat indahnya khatulistiwa dengan membuka jendela dunia,” pesan Asep di ruangannya. (yas/can)
Ciptakan Helm Pintar, Mahasiswa UMM Sabet Bronze Medal di Korea Selatan

Bermula dari keprihatinan atas banyaknya kecelakaan lalu lintas yang tidak segera tertangani pada pengguna kendaraan roda dua atau sepeda motor, Tito Setyawal Putra dan Dwi Puji Laksono, mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini membuat helm pintar yang secara otomatis mengirim koordinat Global Positioning System (GPS) saat pengendara mengalami kecelakaan lalu lintas. Inovasi garapan mahasiswa Fakultas Teknik ini meraih bronze medal di ajang inovasi tingkat dunia Seoul International Invention Fair (SIIF) 2019. Lewat helm pintar yang dinamakan IOSHEL (Iot Smart Helmet), mereka berjaya di ajang yang diselenggarakan oleh Korea Invention Promotion Association (KIPA) dan didukung International Federation of Inventors’ Association (IFIA), 30 November 2019 di Korea Selatan. Menurut data Global Status Report on Road Safety (WHO, 2015) setiap tahun di seluruh dunia, lebih dari 1,25 juta korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas dan 50 juta orang luka berat. Dari jumlah ini, 90% kecelakaan terjadi di negara berkembang, di mana sebanyak 54%-nya merupakan jumlah kendaraan yang terdaftar di dunia. Kecelakaan lalu lintas ini menjadi pembunuh terbesar kedua di dunia. “Jumlah pengguna sepeda motor sangat banyak. Sementara menurut data WHO, transportasi roda dua inilah yang paling sering terjadi kecelakaan. Sering kali terjadi kecelakaan yang tidak diketahui sehingga tidak bisa tertolong dengan cepat. Berangkat dari situ, tercetuslah ide ini. Para petugas pun bisa segera menemukan dan melakukan penanganan segera,” ungkap Tito Setyawal Putra diwawancarai Kamis (5/11). Helm ini dilengkapi dengan sollarcell sebagai pengisian daya dan dapat juga diisi dayanya (charging) dengan menggunakan pengisi daya handphone. Kapasitas baterai nya 1100 MAh yang bisa bertahan sekitar 24 jam ketika digunakan dalam berkendara. Mereka berharap IOSHEL ini dapat diproduksi masal oleh perusahaan di Indonesia. Temuannya bersama rekannya ini dibimbing oleh dosen Dr. Lailis Syafa’ah MT. Cara kerjanya, helm tersebut akan secara otomatis mengirimkan koordinat GPS ke aplikasi Telegram dan SMS biasa ke nomor yang telah di daftarkan (bisa ke polisi, keluarga, ataupun rumah sakit) secara otomatis ketika terjadi kecelakaan. Helm ini akan mengirim data berupa koordinat lokasi kecelakaan dengan 3 indikator yang ada yakni getaran, kemiringan, dan percepatan. Lokasi kendaraan akan segera diketahui. Di ajang ini, para penemu dan peneliti memamerkan ide dan produk baru kepada produsen, investor, distributor, perusahaan lisensi dan masyarakat umum. “Kendala kita selama perakitan alat inipun banyak. Selain harus belajar lagi tentang elektronika dan pemrogaman, karena kita jurusan Teknik Mesin, kendala kami juga dari beberapa komponen yang tidak ada di Indonesia sehingga kita harus pesan di luar,” tandasnya. Kemenangan ini menyusul raihan mahasiswa UMM tahun sebelumnya. Adalah Haryo Widya Damawan yang mendapat raihan bronze medal untuk inovasi alat penurun temperatur ban pengangkut barang yang diberi nama Tyrender. Inovasi ini lantas makin disempurnakan sehingga menang di ajang iENA International Trade Fair Ideas Inventions New Products 2019 pada 3 November di Messe Nürnberg, Jerman. (riz/can)
Teknologi Smart Tongkang Karya Mahasiswa UMM Siap Unjuk Gigi di Jepang

GARAM termasuk mineral yang dapat diperbaharui dan jumlahnya tidak terbatas. Indonesia dengan iklimnya yang tropis dan garis pantai yang panjang menjadi negara dengan potensi produksi yang menjanjikan. Di sisi lain, penggunaan garam domestik dan dunia terus meningkat. Untuk menutupi kekurangan itu maka dilakukan impor. Pada tahun 2018 impor garam Indonesia mencapai 3,7 juta ton dengan nilai 83,6 juta USD, dan 2019 impor garam dialokasikan 2,7 juta ton. Alasan yang disampaikan Pemerintah karena produksi dan kualitas garam lokal Indonesia tidak mencukupi kebutuhan industri domestik, baik untuk kepentingan industri ataupun pangan. “Artinya negara mengeluarkan Rp1,34 Triliun untuk impor garam. Dengan biaya impor sebesar itu, sementara petani garam jauh dari kata sejahtera,” ungkap Zehandana Khatami Rasyid, mahasiswa Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerangkan proposalnya yang bakal diperlombakan di ajang inovasi di Jepang. Inovasi ini bakal unjuk gigi di ajang inovasi tingkat dunia Advance Innovation Jam (AI-JAM) di Tokyo, Jepang pada 8 Desember mendatang. Smart Tongkang akan disesuaikan namanya menjadi Smart Barge. Diharapkan karya ini dapat mendulang kesuksesan seperti halnya karya lainnya di Korea Selatan dan Jerman baru-baru ini. Peserta yang ikut yakni siswa setingkat SMA hingga perusahaan yang merupakan penemu teknologi, termasuk artificial intellegent, big data, robotika dan lainnya. Melalui INNOPA (Assosiasi Promosi Penemuan dan Inovasi Indonesia) UMM maju dengan 17 tim dari Indonesia lainnya setelah membuat deskripsi dan abstrak terkait karya tersebut. “Kurangnya pendampingan dari ahli dan eksploitasi tradisional yang kurang maksimal punya beberapa kekurangan. Seperti kepemilikan lahan terbatas, sangat tergantung pada cuaca dan efisiensi produksi yang rendah, menjadikan kualitas garam lokal kurang diminati industri,” dilanjutkan Zehandana saat ditemui Selasa (3/12) siang. Menurut mahasiswa yang baru pertama kali ikut ajang internasional ini, diperlukan solusi berupa pernambahan lahan yang fleksibel namun membantu percepatan produksi garam yang sesuai standar layak. Sehingga bisa dipindah-pindah dan didekatkan menuju pabrik, sehingga mengurangi biaya transport dan operasional truk. “Solusi berupa penambahan lahan terapung menjadi masuk akal, karena bisa dipindah-pindah atau didekatkan menuju pabrik. Serta disematkan teknologi tambahan berupa control device android untuk mengetahui posisi, kadar air, temperatur, dan pengaktifan fitur mekatronika otomatisnya,” terangnya saat menjelaskan apa itu Tongkang Garam. Karena dilengkapi atap, cermin, generator kincir, sekop yang bisa dikendalikan otomatis, tongkang anti karat, tow hook, dan anchor membuatnya mudah dipindahkan. Sehingga pembuatan tambak garam hybrid diharapkan jadi solusi untuk membantu petani mempercepat pembuatan garam yang sesuai standar keperluan industri. Dengan rancangan tongkang ini diharapkan dapat menjawab masalah seperti keterbatasan lahan karena proses kristalisasi dilakukan di atas laut, kualitas garam yang bisa ditingkatkan seperti kebersihan, warna, penurunan kadar air, dan percepatan produksi yang semula 15 hari menjadi 8-10 hari karena rekayasa mekatronika. “Yang artinya produksi panen akan lebih cepat dengan kualitas yang lebih baik dan akan meningkatkan harga jual panen yang lebih tinggi. Harapannya solusi ini akan menjadi penyebab berhentinya impor garam yang dilakukan pemerintah. Kami sedang menyusun dokumen paten untuk produk ini,” pungkas Zehandana, anggota tim ini. Zehandana tak berjuang sendirian. Ia bersama kedua temannya satu jurusannya di Teknik Mesin. Yakni mahasiswa UMM yang pernah memenangkan kompetisi di Korea Selatan dan Jerman Haryo Widya Darmawan (angkatan 2015), dan sang adik kandung Haryo, Annisa Widya Nurmalitasari (angkatan 2017). Mereka optimis menang. Inovasi ini pernah menang di ajang teknologi Nasional seperti Juara II karya tulis ilmiah yang diadakan APSTM-PTM (Asosiasi Program Studi Teknik Mesin Perguruan Tinggi Muhamadiyah), LNTRBM ( Lomba Nasional Tahunan Rancang Bangun Mesin) yang diadakan oleh BKSTM (Badan Kerja Sama Teknik Mesin) dan masih banyak lainnya. Prototype yang dibuat dan dipersiapkan selama satu bulan lamanya ini menggunakan fasilitas yang terdapat di Lembaga Semi Otonom Mekatronik UMM. Dibimbing oleh Dra. Rr. Heni Hendaryati, MT, diharapkan selain diikutkan di ajang perlombaan nasional maupun internasional, karya ini akan benar-benar bermanfaat bagi petani garam. (mir/can)
Semnas FEB UMM: Bahas Masa Depan Fintech di Indonesia

Di era di mana segalanya terhubung melalui internet, seluruh aspek kehidupan manusia mulai bertransformasi. Termasuk sistem perbankan. Henry Wahyu selaku Manager Jawa Timur PT Finarya yang mengembangkan financial technology (fintech) Link Aja mengatakan bahwa meskipun fintech belum menyentuh seluruh warga negara Indonesia, namun perkembangannya merupakan keniscayaan. Disampaikan dalam Seminar Nasional (Semnas) “Menyiapkan Sumber Daya Manusia Perbankan yang Adaptif terhadap Financial Technology”, Rabu (4/12), Henry mengajak seluruh mahasiswa Perbankan menyiapkan diri. Seminar yang digelar oleh Asosiasi Prodi D-III Keuangan dan Perbankan Indonesia (ADIKPI) dan Himpunan Mahasiswa Keuangan dan Perbankan Indonesia (HMKPI) itu fokus membahas masa depan fintech. “Meskipun dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 150 juta masih sepuluh juta orang saja yang menggunakan fintech, namun perkembangan fintech begitu signifikan,” jelas Henry. Henry mengatakan bahwa sampai saat ini hampir separuh total penduduk Indonesia belum mempunyai kartu kredit. Namun dengan mudahnya mengakses internet melalui smartphone, seluruh penduduk Indonesia lambat laun bisa didekati. Pada tahun 2030 Indonesia akan mendapat bonus demografi yaitu jumlah penduduk usia produktif lebih tinggi daripada yang tidak. Pada saat itu diperkirakan mayoritas penduduk Indonesia sudah melek teknologi. Maka perkembangan fintech akan semakin mulus. “Maka dari itu kalian harus siap-siap mulai sekarang untuk menyambut perubahan yang akan mengubah sistem perbankan konvensional,” tegas Henry. Pada kesempatan tersebut Wakil Rektor III Dr. Sidiq Sunaryo, mengajak selutuh civitas akademika UMM untuk mulai membuka wawasan dan ikut bergabung dalam perubahan zaman. Terjun ke masyarakat untuk ikut membawa mereka bisa menghadapi zaman yang tidak akan pernah berhenti berubah. “Banyak sekali masyarakat yang masih asing terhadap perubahan zaman yang terjadi sekarang,” tandasnya dalam sambutan. (usa/can)
Dosen UMM Terpilih Jadi Ketua 2 Organisasi Kesehatan

Dr. dr. Febri Endra Budi S, MKes, dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terpilih sebagai ketua umum Badan Kerja Sama Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Ilmu Kedokteran Pencegahan Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Se Indonesia (BKS IKMIKKIKP) dan Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI). Febri terpilih pada perhelatan Musyawarah Nasional VI BKS IKM/IKK/IKP-Kongres Nasional V PDK3MI dan Simposium Nasional Kesehatan Masyarakat 2019 yang berlangsung selama dua hari (26-27/11) di Hotel Atria Malang. “Jadi BKS IKMKKIKP dan PDK3MI adalah dua organisasi besar di bidang Kedokteran yang pada acara ini akhirnya dipersatukan. Setelah dilantik oleh Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), kita akan menyatukan visi dari dua organisasi ini. Setelah itu baru kita tingkatkan fungsi organisasi agar keberadaan kami lebih bermanfaat di bidang kesehatan, khususnya di Indonesia,” ujar dr. Febri saat ditemui sela-sela kesibukan acara. Selain itu, menurut dr. Febri, sebagai bagian dari tulang punggung Kementerian Kesehatan, peran Promotif (Promosi Kesehatan/Penyuluhan) dan Preventif kesehatan (Pencegahan dalam masalah kesehatan) harus lebih dikembangkan tanpa meninggalkan peran Kuratif (Pengobatan/Pelayanan) dan Rehabilitatif (Pengendalian/Pengembalian). Munas dan Kongres dihadiri oleh ketua umum BKS IKMIKKIKP yakni Dr. dr. Herqutanto, MPH., MARS., Sp.DLP. dan Sekjen PDK3MI Dr. Arif Alamsyah , MARS. Tercatat ada 54 Fakultas Kedokteran se-Indonesia, baik negeri maupun swasta yang hadir. Di antaranya Universitas Islam Sumatera Utara, Universitas Lampung, Universitas YARSI Jakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Hasanuddin hingga Universitas Nusa Cendana Kupang. “Mudah-mudahan Simposium Nasional ini memberikan pencerahan dan wawasan kepada kita. Karena mau tidak mau itu harus kita laksanakan. Sehingga tidak perlu tumpang tindih fungsi Puskesmas maupun Rumah Sakit yang bermuara untuk kesehatan masyarakat,” tandas Dr. dr. Meddy Setiawan, Sp.PD Dekan FK UMM dalam sambutannya. (Riz/Can)
Napak Tilas Sejarah UMM Sambil Mancing dan Uklam Santuy

SEMARAK prosesi Milad ke-55 tahun Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) semakin meriah. Setelah penyelenggaraan Turnamen Golf di bulan Oktober lalu, kali ini diselenggarakan mancing dan jalan santai (Uklam Santuy), Minggu (1/12). Uniknya, kedua event ini dijadikan momen khusus untuk menapak tilas sejarah UMM dari masa ke masa. Termasuk berbagai raihan, kiprah, dan kontribusi kampus yang dikenal dengan sebutan Kampus Putih ini untuk memajukan umat dan Bangsa. Agenda mancing sendiri diadakan di danau depan Gedung Kuliah Bersama kampus III UMM. Saat acara berlangsung, sisi kolam dipenuhi warga sekitar Kampus III UMM, civitas akademika UMM, dan awak media. Mereka saling berlomba untuk memperebutkan berbagai hadiah menarik. Termasuk penyelenggaraan Uklam Santuy atau jalan santai yang diikuti ribuan peserta. Peserta diajak ke rute tak biasa, yakni ke rute-rute yang bahkan jarang dilalui civitas akademika UMM sendiri. Selaku koordinator acara Uklam Santuy, Jamroji, S.Sos., M.Comms, menjelaskan bahwa rangkaian acara ini sekaligus ingin memanfaatkan fasilitas sarana dan prasarana yang UMM miliki. “Seperti rute gerak jalan yang melewati Goa Satwa Taman Rekreasi Sengkaling UMM dan memancing di danau depan GKB I,” jelas Jamroji. Uklam Santuy dimulai dari depan GKB IV Kampus III UMM pada pukul 06.00 WIB, dibuka oleh Dr. H. Fauzan selaku Rektor UMM. Menariknya, para peserta diwajibkan membawa tumbler (botol minum) sendiri untuk mengurangi sampah plastic. Aksi ini juga untuk mengkampanyekan diet sampah plastik. Makan sarapan juga dibungkus dengan daun pisang, sehingga tidak menyisakan bungkus plastik. Disediakan pula kupon untuk diundi hadiah berupa perabot rumah tangga, rekening tabungan berisikan nominal tertentu, kupon menginap di Kapal Garden Hotel UMM, hingga pamungkasnya adalah sepeda bebek berjenis matic. “Luar biasa, acara kali ini saya rasa lebih ditujukan untuk kebersamaan. Selain acaranya berlangsung santai, juga tidak bikin banyak mikir. Kita juga bisa merayakannya sembari olahraga. Selaras dengan tagline nya, dari Muhammadiyah untuk Bangsa, semoga UMM terus mencerdaskan kehidupan bangsa,” ungkap Ermanu Azizul Hakim, salah-satu peserta Uklam Santuy saat ditemui di sela-sela acara. Selain untuk merekatkan persaudaraan sekaligus silaturahmi para civitas akademika UMM dan warga sekitar kampus III UMM, acara ini terbersit doa yang mewakili seluruh keluarga di lingkungan Kampus Putih. “Semoga tetap dapat membagikan ilmu yang barokah, tetap istiqomah, dan terus maju untuk kemaslahatan bersama,” tambah Musaffak S.Pd, salah satu peserta kegiatan Uklam Santuy. Tak sampai di sini, semarak peringatan Milad juga bakal dilanjut dengan kegiatan lainnya. Di antaranya sayembara karya masterpiece, sayembara business plan, sayembara karya kreatif video, sayembara karya kreatif Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), sayembara menulis surat untuk rektor dan banyak lainnya. Puncaknya, prosesi akan ditutup dengan agenda malam resepsi UMM Award dan Music Orchestra. (can)