Haris Azhar dan Rocky Gerung Ajak Mahasiswa UMM Lantang Suarakan Kebenaran

HARIS Azhar, Direktur Lokataru Foundation juga Rocky Gerung, Peneliti Perhimpunan Pendidikan Demokrasi hadir dalam Seminar Nasional Hak Asasi Manusia yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM-U) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (17/12) pagi. Haris yang dikenal sebagai Aktivis HAM ini menyentak kesadaran mahasiswa yang hadir, tentang kondisi penuntasan terhadap pelanggaran HAM di Indonesia. “Coba lihat sekitar anda. Berapa banyak orang yang memperjuangkan lingkungan dan berakhir dengan kriminalisasi ataupun dipenjara? Inilah faktanya,” kata Haris. Berderet pelanggaran Hak Asasi Manusia di Indonesia hingga hari ini belum tuntas seluruhnya. “Karena tidak selesai menuntaskan masalah HAM, kita lihat saja sekarang, para pelanggarnya masih bebas melakukan segala kegiatannya dengan aman,” katanya di Aula Gedung Kuliah Bersama (GKB) IV Kampus III UMM. Bagi Haris, menjadi seorang yang sadar adalah pilihan dan tidak selalu harus memiliki materi. Namun bisa juga melalui permberdayaan dan aktif berpartisipasi. Bukan menjadi orang yang ikut-ikutan. “Kita mesti membangun partisipasi yang substansial,” ujar pria yang kerap menjad pembicara di berbagai stasiun televisi ini. Menurut speaker kondang Rocky Gerung, Hak Asasi Manusia sudah dicontohkan sejak zaman Nabi SAW. Hak juga yang menjadi salah satu keresahan Ahmad Dahlan dahulu. Baginya, keberadaan Muhammadiyah, dinilai turut banyak berkontribusi mewujudkan keadilan di masyarakat sejak pertama kali berdiri. “Seandainya saja KH. Ahmad Dahlan tak mau menjadi orang yang sadar tentang perubahan, dan lebih memilih sibuk berpolitik, maka tak akan ada (sekitar) 180an Universitas Muhammadiyah di seluruh Indonesia,” katanya dengan disambut tepuk tangan meriah ratusan peserta seminar sehari ini. Rocky ingin sejenak “mengusik” pikiran generasi millennial untuk berpikir tentang mimpi dan harapan Indonesia. “Bilamana dikontekskan dengan era industrial 4.0, maka coba kita berpikir sebentar. Di tahun 2035 nanti yang menjadi penggerak Indonesia ya kalian. Tentu harus dipersiapkan sejak dini,” ajaknya. (nis/mir/can)

Ternyata Nasionalisme yang Buat Samsung Jadi Perusahaan Elektronik Nomor 1 Dunia

“Mau sampai kapan mengandalkan sumber daya alam dan property?” tanya Vice President PT. Samsung Electronics Indonesia, Kang Hyun Lee, Kamis (13/12). Menurutnya, orang Indonesia terlalu suka mengambil jalan mudah untuk mendapatkan uang. Yakni cukup dengan mengolah Sumber Daya Alam (SDA) dan membangun property, manusia Indonesia sudah merasa cukup. Kang Hyun Lee menceritakan bagaimana Samsung dibangun berawal dari toko sembako, hingga menjadi perusahaan elektronik nomor satu dunia. Dikatakannya, bahwa kunci Samsung menjadi nomor satu adalah penghargaannya terhadap Nasionalisme. Perusahaan yang berdiri di Korea ini merupakan kebanggaan orang Korea, sehingga semua orang Korea mendukung tumbuh kembang Samsung. “Selain nasionalisme, kita juga harus banyak-banyak riset dan terus melakukan pengembangan,” tegas Hyun Lee. Setiap harinya, Samsung menghabiskan 40.7 Miliyar USD untuk riset dan pengembangan. Saat awal pendiriannya, Samsung banyak meniru perusahaan internet Jepang. Juga, banyak mengirim karyawannya ke Jerman dan Amerika untuk belajar dan mengembangkan produk. Dihelat di Ruang Sidang Senat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), kuliah tamu ini membahas kesiapan Indonesia mengahadapi Industry 4.0. Kuliah tamu dihadiri mahasiswa Teknik Informatika. Kang Hyun Lee menganjurkan Mahasiswa Teknik Informatika UMM untuk mulai memajukan Industri Elektronik di Indonesia. Salah satunya melalui spirit nasionalisme seperti yang Samsung usung. Saat ini Samsung memiliki Research and Development Center sebanyak 34 buah di dunia, khusus untuk riset dan mengembangkan produk. “Dalam hal ini, Indonesia sangat tertinggal, sekarang sudah era Industry 4.0, harus mulai berpikir untuk memajukan Industri Elektronik. Adik-adik nanti harus mulai membangun Industri Elektronik di Indonesia agar tidak semakin ketinggalan,” ucap Hyun Lee. Merespon hal ini, Dr. Tulus Winarsunu, M.Si selaku Koordinator Asisten Khusus Rektor mengatakan, UMM sudah mulai berkemas untuk menyongsong Industry 4.0 dengan merancang pendirian Institut Pendidikan Vokasi (IPV). Di antaranya membuka 5 sekolah bidang keahlian. Yakni Desain dan Media, TIK dan Elektronika, Bisnis dan Manajemen, Kesehatan dan Hospitality, serta Agribisnis. “Sebagai Perguruan Tinggi yang berkemajuan, Universitas Muhammadiyah Malang harus mengambil peran kepeloporan untuk memastikan bahwa hadirnya Industry 4.0 benar-benar akan mensejahterakan masyarakat. Salah satunya melalui pendirian Institut Pendidikan Vokasi ini,” pungkasnya. IPV akan dibangunkan gedung seluas sekitar 20 hektar di wilayah Karang Ploso, Kabupaten Malang. (usa/can)

Bahas Digitalisasi UMKM, Dosen FEB UMM Raih Best Paper AFEB-PTM 2018

DUA dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMM, M Sri Wahyudi., SE, ME dan Mocahamad Rofik., S.Pd, M.Pd berhasil mendapatkan Peringkat Pertama Best Paper dalam Seminar dan Call for Paper Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah (AFEB PTM) se-Indonesia, Kamis (13/12). Wahyudi dan Rofik berhasil mendapatkan Best Paper untuk kategori penelitian bidang ekonomi pembangunan setelah melakukan penelitian di bidang digitaliasi UMKM Jawa Timur. Wahyudi berujar bahwa penelitian yang dilakukan bertujuan untuk memetakan potensi dan kesiapan UMKM di Jawa Timur dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. “Penelitian ini dimaksudkan untuk melakukan pemetaan potensi serta melihat sejauh mana kesiapan UMKM di Jawa Timur dalam menghadapi Revolusi Indusitri 4.0,” ungkap Wahyudi yang juga menjabat sebagai Sekretaris Program Studi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP). Sementara itu, ditemui secara terpisah, Rofik berharap bahwa capaian yang telah ditorehkan dapat semakin memacu semangatnya untuk terus berkontribusi bagi pembangunan ekonomi khususnya di Jawa Timur. “Kita ketahui bahwa 50% lebih PDRB Jawa Timur ditopang oleh UMKM,” terangnya. Sehingga sangat penting untuk memastikan UMKM di Jawa Timur dapat bersaing di era Internet of Things seperti sekarang,” ujar dosen yang mengampu mata kuliah Matematika Ekonomi tersebut. Paper Wahyudi dan Rofik berhasil menyisihkan setidaknya 107 paper dari 54 PTM se-Indonesia. (*/can)

Rancang Institut Pendidikan Vokasi, UMM Siap Songsong Tantangan Industry 4.0

INDUSTRY 4.0 yang bertumpu pada cyber physical system telah hadir dan sedang mengubah secara radikal cara manusia berkehidupan, bekerja dan berkomunikasi. Robot, mesin cerdas dan Internet of Things (IoT) sudah mulai mengambil alih pekerjaan rutin dan manual yang dikerjakan manusia. Diperkirakan 35% keterampilan dasar akan hilang pada sepuluh tahun ke depan, digantikan oleh jenis-jenis pekerjaan baru yang belum ada sebelumnya. Agar selalu relevan dengan tuntutan perubahan zaman, Perguruan Tinggi harus memformat ulang dan melakukan transformasi mendasar Visi layanan pendidikannya. Perannya tidak lagi menyiapkan lulusan yang pekerjaannya telah digantingan robot dan mesin pintar, namun Perguruan Tinggi harus membekali lulusannya dengan kecakapan dan literasi multidisiplin yang dibutuhkan untuk menciptakan peluangkerja baru dengan memanfaatkan hadirnya Industri 4.0. “Sebagai Perguruan Tinggi yang berkemajuan, Universitas Muhammadiyah Malang harus mengambil peran kepeloporan untuk memastikan bahwa hadirnya Industry 4.0 benar-benar akan mensejahterakan masyarakat,” sebut Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd. saat ditanya berkaitan dengan kesiapan UMM menghadapi industry 4.0. Berdasarkan survey yang dilakukan, ada sebanyak 20 CEO Top Indonesia mengaku tidak mendapatkan lulusan Perguruan Tinggi sesuai dengan apa yang dikehendaki perusahaan miliknya. Ini sangat disayangkan, karena berarti hanya sedikit dari lulusan yang bekerja sesuai dengan bidangnya. Ini menjadi pengantar UMM mendirikan Institut Pendidikan Vokasi (IPV) UMM dengan tagline creating moment, progressing talent. IPV ini nantinya memiliki visi pelopor dalam pemajuan talenta. IPV akan melayani mulai dari masyarakat umum dewasa, anak-anak lulusan SMA/SMK dan juga civitas akademika UMM sendiri. “Memberi kesempatan kapan saja dan kepada siapa saja untuk menambah dan meningkatkan keterampilan, pengetahuan dan sikap sesuai talenta dan minatnya. Sehingga mampu mengambil peluang menjadi pelaku utama dalam Making Indonesia 4.0, seperti yang dicanangkan Presiden Joko Widodo,” terang Fauzan. Untuk mengawali IPV ini, UMM akan membuka 5 sekolah bidang keahlian. Yakni Desain dan Media, TIK dan Elektronika, Bisnis dan Manajemen, Kesehatan dan Hospitality, serta Agribisnis. Kelima sekolah keahlian ini akan dibangunkan gedung seluas 20 hektar di wilayah Karang Ploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. “Selanjutnya, jika kelima IPV ini sudah terlihat kemajuannya, UMM tentu akan terus mengembangkan juga menambah sekolah bidang keahlian lainnya yang memang benar-benar dibutuhkan dan sesuai dengan keinginan atmosfer pasar kerja,” pungkasnya. (*/can)

Pendirian Institut Pendidikan Vokasi UMM Bantu Program Pembangunan Pemerintah Indonesia

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Darmin Nasution menghadiri kuliah tamu yang dihelat  Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah (AFEB PTM) seluruh Indonesia, Kamis (13/12). “Saat ini, usaha yang dilakukan Pemerintah Indonesia terfokus pada pembangunan infrastruktur. Misalnya, pemerintah gencar mengembangkan insfrastruktur fisik seperti pelabuhan laut, udara, irigasi, dan sarana teknologi komunikasi,” kata Darmin Dibuktikan dengan rampungnya pembangunan di Indonesia Bagian Barat tahun lalu, Indonesia Bagian Tengah akhir tahun ini, dan Indonesia Bagian Timur pada tahun depan. Sehingga, kesempatan mengembangkan usaha jauh lebih besar. “Pemerintah Indonesia dalam mengembangan kebijakan usaha harus terlebih dahulu memahami konsep apa yang akan dilakukan hari ini, dan dikemudian hari. ” katanya ke ribuan mahasiswa dan peserta AFEB-PTM di Hall Dome UMM. Darmin menegaskan, pihak pemerintah harus siap menyediakan kawasan infrastruktur industri. Mengingat bahwa di Indonesia, perkembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) mengalami pertumbuhan yang pesat. Pemerintah juga harus mengadakan penyederhanaan izin untuk para UKM guna membantu perekonomian Indonesia. Sumber Daya Manusia juga menjadi aspek penting sehingga pemerintah mengembangkan pendidikan vokasi. Darmin menambahkan, wujud dari pendidikan vokasi di berbagai bidang, bisa dilihat dari perkembangan kurikulum, juga mengikutsertakan industri- industri kecil agar lebih maju. Paling penting, bisa merubahan konsep menjadi praktik. Disampaikan Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd, dalam sambutannya, mengamini gagasan Menko Perekonomian Darmin dengan kesesuaian rencana pendirian Institut Pendidikan Vokasi (IPV) UMM dalam waktu dekat. Fauzan menegaskan, UMM akan berkontribusi penuh dalam menyukseskan perkembangan industri di masa sekarang. Usaha yang akan dilakukan UMM ini pun mendapat dukungan penuh dari Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. Untuk mengawali IPV ini, UMM merencanakan bakal membuka 5 sekolah bidang keahlian. Yakni sekolah Desain dan Media, TIK dan Elektronika, Bisnis dan Manajemen, Kesehatan dan Hospitality, serta Agribisnis. Kelima sekolah keahlian ini akan dibangunkan gedung seluas 20 hektar di wilayah Karang Ploso, Kabupaten Malang. “Selanjutnya, jika kelima IPV ini sudah terlihat kemajuannya, UMM tentu akan terus menambah sekolah bidang keahlian lainnya. (avc/can)

Buka-Bukaan Resep Dapur, Begini Cara Bukalapak Bantu Kurangi Angka Pengangguran di Indonesia

INDONESIA memiliki pondasi ekonomi digital yang besar dan kuat. Dikatakan AVP Public Policy & Government Relation Bukalapak, Bima Laga, hal ini terbukti dengan angka pengguna internet sebanyak 132,7 juta orang. “Internet Indonesia sangat potensial bagi bisnis online. Hal ini menjadi kekuatan baru dalam ekonomi. Juga dalam menekan angka pengangguran,” jelas Bima, Rabu (13/12) siang. Namun, tak dipungkiri, dalam menekan angka pengangguran masih terdapat beberapa kendala. Salah satunya datang dari diri sendiri. “Terbukanya peluang berjualan di Bukalapak secara gratis, seharusnya dapat mengurangi angka pengangguran. Tetapi, tetap saja ada yang mengurungkan diri untuk memanfaatkan itu (berjualan online),” paparnya. Padahal, lanjut Bima saat menjadi salah satu panelis gelaran Kolokium Doktoral Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM), berjualan secara online punya kelebihan tersendiri. Di antaranya tanpa modal buka toko fisik, modal promosi, dan banyak hal lagi. Selain juga, selalu tersedia 24 jam dan pasar yang tentu lebih luas serta tak terbatas. Melihat peluang ini, Bima mengatakan, Bukalapak memiliki beberapa resep untuk para penjual online pemula. Satu di antaranya resep customer driven mindset, yakni cara berjualan dengan menawarkan yang target market butuhkan, bukan yang bisa penjual produksi. Selanjutnya, tinggal mengembangkan produk dengan inovasi yang tiada henti dan berkelanjutan. Sebagai salah satu e-commerce terbesar di Indonesia, Bukalapak di tahun kedua berdirinya hanya memiliki lima karyawan untuk mengurusi 10.000 UKM yang tergabung di Bukalapak.com. Bukalapak melihat pangsa minat dan kredibelitas orang Indonesia terhadap belanja online terus meningkat. Hingga pada tahun ke tujuh, Bukalapak memiliki 2.500 karyawan dan 3,5 juta Pelapak (penjual di Bukalapak). (mir/can)

Membanggakan! Alat Tyrender Karya Mahasiswa UMM Sabet Bronze Medal di Seoul International Invention Fair 2018

HARYO Widya Darmawan, mahasiswa Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih bronze medal dan Special Award of Association Polish Inventors and Rationalizers di Seoul International Invention Fair (SIIF) 2018. Tyrender, alat penurun temperatur ban mobil pengangkut barang karya mahasiswa semester 7 ini, memenangi ajang inovasi bergengsi tingkat dunia. “Saya senang dan bahagia bisa mendapat apresiasi di ajang Internasional. Juga membanggakan orang tua dan kampus,” ujar Haryo. Haryo mengikuti SIIF pada 6-9 Desember lalu di Seoul, Korea Selatan. Ada 600 lebih Inovasi baru dari 30 lebih negara yang mengikuti ajang itu. Inovasi Haryo dilirik oleh hampir 40 ribuan pasang mata yang terdiri dari peserta, pembeli, dan investor seluruh dunia. Haryo menerangkan, alat Tyrender buatannya merupakan sebuah alat penurun temperatur gesekan pada ban. “Alat ini untuk menurunkan temperatur berlebih yang timbul akibat gesekan ban dengan permukaan jalan. Fungsi finalnya, untuk memperpanjang usia ban,” ujarnya saat dihubungi via WhatsApp, Selasa (11/12). Haryo masih tengah berada di Seoul, Korea Selatan. Lebih dalam, mahasiswa kelahiran Ujung Pandang, Kota Makassar ini menguraikan, ada beberapa kondisi yang membuat ban mengalami pengikisan. Yakni kondisi permukaan jalan, kecepatan kendaraan dan beban yang diterima. Selain itu, suhu berlebih yang terjadi akibat gesekan yang dialami ban juga menjadi salah satu faktor pemicu cepatnya ban mengalami penipisan. Alat yang ia desain ini akan meminimalisir hal tersebut. Terdiri dari rangkaian tangki air, controller, pompa dan nozzle yang didesain sedemikian rupa, Tyrender secara otomatis menyemprotkan air saat temperatur ban melebihi ambang batas. Dengan demikian, usia ban dapat lebih lama. Temuannya ini diklaim Haryo belum pernah dibuat inovator lain di kategori mechanical controller yang diikutinya. Setelah suhu kembali ke batas angka normal, sambung Haryo, alat ini akan berhenti menyemprotkan air secara otomatis. Haryo mencontohkan, jika pada awal berjalan ban akan memiliki temperatur 30 derajat, lalu saat berjalan naik menjadi 35 derajat, dan saat melaju kencang menjadi 40 derajat. Alat ini akan secara otomatis mengembalikan suhu ban ke 35 derajat. Tahun 2017 lalu, di ajang yang sama, kontingen Indonesia berhasil membawa pulang 3 medali emas, 5 medali perak, dan 6 medali perunggu. Di tahun 2018 ini, Indonesia mengirim 41 produk dan mendapat 1 perolehan grand prize, 10 emas, 6 perak dan 20 perunggu. Haryo turut membukukan daftar prestasi gemilang bagi UMM juga Indonesia di kancah internasional. Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd., menyebut, raihan Haryo sebagai bukti komitmen UMM mencerdaskan generasi terbaik bangsa melalui teknologi dan ilmu pengetahuan. “Inilah bentuk dari implementasi tagline UMM, Dari Muhammadiyah untuk Bangsa. Yakni, sebagai bukti kontribusi UMM untuk kemajuan ummat di masa mendatang,” pungkasnya. (usa/can)

Tutup Tahun, FEB UMM Gelar Munas AFEB-PTM Ke-2 dan Kolokium 7 Doktor Baru

MENUTUP akhir tahun 2018, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) punya 2 gawe besar sekaligus. Yakni Kolokium Doktoral dan Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (AFEB) Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) Ke-2. Munas AFEB sendiri diikuti 54 PTM seluruh Indonesia. Ketua AFEB-PTM Dr. Mukhaer Pakkanna, SE., MM., menyebut bahwa Munas yang mengangkat tema kesiapan FEB menghadapi revolusi industry 4.0 itu membahas sejumlah hal. Di antaranya merumuskan langkah-langkah PTM dalam merespon dinamika ekonomi. “Khususnya memberikan solusi ekonomi terhadap bangsa dan menyusun konsep ekonomi bagi kepemimpinan bangsa ke depan. Terutama bagi presiden terpilih pada Pilpres 2019 mendatang,” terangnya. Acara dihelat bersamaan sejak Selasa (11/12) hingga Kamis (13/12) mendatang. Sementara itu, Kolokium Doktoral digelar lantaran ada tujuh dosen FEB UMM yang telah menyelesaikan studi S3-nya. Kolokium menjadi agenda penting lantaran dinilai bakal mendorong elaborasi dalam penelitian. Kolokium Doktoral menghadirkan dua panelis. Yakni ketua OJK Malang dan Kepala Badan Perencanaan Kota Batu. (nda/mir/can)

Bentuk Kolaborasi untuk Tingkatkan Dunia Pariwisata di Era Industri 4.0

SAAT ini Indonesia telah memasuki industri 4.0 yang ditandai dengan serba digitalisasi. Dunia pariwisata pun terkena imbasnya. Menghadapi hal tersebut,  dibutuhkan kerjasama oleh semua pihak yakni pemerintah, perguruan tinggi,  serta pihak swasta. Hal itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan Kota Batu, M. Chori, salah satu panleis dalam gelaran Kolokium Doktoral 7 Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (11/12). Peran penting yang dimiliki oleh Pemerintah, yakni sebagai pemandu yang dapat memberikan kemudahan bagi pihak swasta, harus mampu memilah-milah sektor mana yang bisa berpeluang untuk menjadi tempat wisata. “Daerah-daerah yang memiliki peluang wisata menjadi harapan pada dunia pariwisata di era industri 4.0 ini. Kota Batu merupakan salah satu wilayah yang memiliki peluang usaha di sektor pariwisata,” katanya. M. Chori menyebut, Kota Batu merupakan kawasan yang dikembangkan untuk jasa pariwisata, pertanian, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Melihat potensi yang dimiliki, Pemerintah mendahulukan untuk mengembangkan sektor pariwisata terlebih dahulu, sebelum meningkatkan sektor pertanian. Pasalnya, disebut M.Chori, sektor pertanian akan mengikuti sektor pariwisata. Sehingga tidak heran, jika di Kota Batu banyak wisata-wisata yang berbasis pertanian. Seperti wisata petik apel dan perkebunan jeruk. Selain dapat membangun sektor wisata, Sambung M. Chori, hal itu merupakan salah satu peran Pemerintah dalam menyejahterakan masyarakat. Serta, meningkatkan geliat perekonomian masyarakat. “Karena jika kita mengembangkan sektor pariwisata. Dengan itu, kita dapat mengurangi angka pengangguran. Serta meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat,” ucap M. Chori. Kolokium ini, sebutnya, menjadi agenda penting lantaran dinilai bakal mendorong elaborasi dalam penelitian. Pengembangan industri 4.0 dibutuhkan kreatifitas dan potensi yang dimiliki oleh setiap daerah. Selain itu, Warsono, kolaborasi dalam mengelola pariwisata pun harus dilakukan. Selain dapat meningkatkan jumlah wisatawan, juga membantu mem-branding daerah-daerah itu sendiri. Sedianya tuan rumah Munas adalah Universitas Muhammadiyah Palu (UMP). “Namun, kondisi di Palu masih tidak memungkinkan, sehingga UMM bersedia menjadi pengganti tuan rumah AFEB-PTM Ke-2 ini,” kata Ketua Panitia Kolokium Doktoral dan Munas AFEB-PTM Ke-2 Warsono. Rabu (12/12), sambung Warsono , akan digelar seminar nasional. Hadir di antaranya Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Achmad Zaky (CEO Bukalapak), dan Djoko Sigit Sayogo, M.Acc., Ph.D. (dosen UMM). Sementara Kamis (13/12), diagendakan hadir Menko Perekonomian RI Darmin Nasution, M.Sc., Ph.D. (nda/mir/can)

Rektor UMM: Jadilah Guru yang Kehadirannya Selalu Dinanti

REKTOR Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Fauzan, M.Pd, saat melepas kelulusan 56 Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) berpesan, agar kehadiran guru seharusnya sentiasa dinantikan anak muridnya. “Guru haruslah mampu menciptakan suasana yang menyenangkan. Jika di dalam kelas, kehadirannya selalu di nanti. Murid-muridnya harus selalu senang, bukan sebaliknya,” kata Fauzan di hadapan lulusan PPG UMM serta sejumlah guru dan kepala sekolah Kota Malang, Dalam sambutannya itu, ia lantas menjelaskan peran guru yang teramat penting. Baginya, sejatinya tugas utama guru ialah bertanggungjawab dalam investasi sumber daya manusia di masa depan. Ia mengatakan, guru juga harus jadi tempat muridnya bertanya. Baik seputar ilmu pengetahuan, juga tentang kehidupan. Dilanjutkan Fauzan, orang yang masuk Surga terlebih dahulu adalah orang yang mau mengamalkan ilmunya, dalam hal ini guru. Begitupun, dikutip Fauzan, yang telah dijelaskan oleh hadist, “Barang siapa yang tidak mengamalkan ilmu, seperti pohon rindang yang tak berbuah,” ujarnya. Tentunya, kembali ditegaskan Fauzan, pemaknaan guru tidak hanya memberikan ilmu semata, akan tetapi sebuah figur yang mampu diteladani. Oleh karena itu pembentukan karakter dapat dilakukan tidak hanya melalui transfer pengetahuan, akan tetapi nilai untuk masa depan. (nda/can)