Antusias, 1.616 Siswa Daftar Jalur Prestasi Periode I UMM

Pada tahun ini tercatat jumlah pendaftar Jalur Prestasi UMM  mengalami peningkatan. Jika pada tahun 2017 total pendaftar jalur prestasi berjumlah sekitar 1.400 orang, pada Periode I tahun 2018 tercatat ada 1.616 orang pendaftar. Setelah Jalur Prestasi Periode I usai, akan dibuka Jalur Prestasi Periode II pada 26 Februari hingga 20 April 2018. Kepala Unit Pelaksana Teknis Penerimaan Mahasiswa Baru (UPT PMB) Saiman memaparkan bahwa pembagian periode pendaftaran pada jalur prestasi tahun ini bukan tanpa alasan. Hal tersebut dilakukan untuk mempercepat proses dari setiap tahapan penerimaan mahasiswa baru pada jalur prestasi. “Saat proses penerimaan dilakukan lebih cepat maka akan memberikan efek tenang terhadap calon mahasiswa baru, karena sebelum lulus ia sudah diterima di universitas”, ujarnya. Selain adanya dua periode pada Jalur Prestasi, ada hal baru yang menarik dari penerimaan mahasiswa baru UMM tahun ini yaitu pelaksanaan tes wawancara untuk semua jalur yang dilakukan secara online. Rektor UMM Fauzan menegaskan hal tersebut merupakan salah satu bentuk penerapan teknologi informasi oleh pihak kampus agar proses pendaftaran lebih efektif dan efisien. “Tes wawancara online tersebut memudahkan calon mahasiswa baru, mengingat pendaftar calon mahasiswa baru UMM tidak hanya dari Jawa Timur saja namun juga dari seluruh provinsi di Indonesia. Selain itu, pada jalur prestasi ini siswa SMA juga sedang dalam hari efektif sekolah untuk mempersiapkan UN,” tandas Fauzan. Jalur Prestasi merupakan salah satu pilihan pendaftaran masuk UMM yang sengaja dibuka lebih awal agar memperoleh bibit-bibit mahasiswa unggul yang memilih UMM sebagai pilihan utama dan pertamanya. Selain Jalur Prestasi, dibuka juga Jalur Reguler Gelombang I pada 5 Maret-4 Mei, Gelombang II 21 Mei-13 Juli dan Gelombang III 23 Juli-16 Agustus.(iel/sil)

Kementrian ESDM Ajak Mahasiswa FH UMM Berinovasi pada Energi Alternatif

Pemerintah melalui Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus gencar melakukan sosialisasi tentang optimalisasi pemanfaatan energi alternatif sebagai upaya pencegahan peningkatan panas bumi. Hal tersebut dilakukan salah satunya dengan merangkul Perguruan Tinggi untuk mensosialisasikan lebih dalam tentang Konservasi Energi. Utamanya yang saat ini tengah dikerjakan oleh pemerintah dengan membangun pembangkit listrik tenaga energi terbarukan. Selaras dengan upaya pemerintah, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai kampus eco energy juga membangun Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hidro (PLTMH). Kesesuaian tersebut menjadi latar belakang Fakultas Hukum (FH) UMM menghadirkan Direktur Konservasi Energi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan  Konservasi Energi Sugeng Mujiyanto pada Kuliah Perdana Kebijakan Konservasi Energi Fakultas Hukum pada Sabtu (3/3). Pada sesi pembukaan, Sugeng menyampaikan bahwa Indonesia dengan sumber daya alam yang berlimpah harus ada pemanfaatannya. “Indonesia ini kan kaya, punya banyak sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan sebagai energi alternatif,” jelasnya. Meski demikia Sugeng mengingatkan ada hal yang perlu dan wajib diingat, yakni perawatan dan pengendalian penggunaan energi tersebut harus diperhatikan. “Energi yang kita miliki jangan sampai habis dan pengunaannya tanpa ada kontrol,” imbuh Sugeng. Pada kegiatan yang dilaksanakan di Hall Teathre Dome UMM ini, Sugeng juga menyampaikan bahwa Energi sangat dibutuhkan untuk  meningkatkan kualitas kehidupan sosial masyarakat secara luas. “Jadi energi ini tidak hanya melulu soal bagaimana dimanfaatkan,  namun juga bagaimanna perekonomiam dan kesejahteraan masyarakat dapat terjamin,” jelasnya. Untuk memaksimalkam hal-hal tersebut, diperlukan keterlibatan para akademisi muda terutama dalam menciptakan energi alternatif. “Semua yang ada disini sangat diharapkan dapat menciptakan terobosan-terobosan baru dalam memanfaatkan energi alternatif,” pungkasnya.

UMM Siapkan Insinyur Abad 21

TANTANGAN profesi Insinyur di Indonesia kian kompleks memasuki abad 21. Tantangan terbesar di era banjir informasi ini adalah pelayanan yang penuh integritas. Guna menjawab hal tersebut, Program Studi (Prodi) Pendidikan Profesi Insinyur (PSPPI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kuliah perdana, Sabtu (3/3) di Ruang Sidang GKB 4 UMM. Hadir sebagai pembicara Wakil Ketua III Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Jawa Timur Prof. Ir. Daniel M. Rosyid, Ph.D. yang memaparkan tentang Pertimbangan Energi : Hemat, Bersih dan Terbarukan. Daniel menyebut, banyak faktor yang menjadi tantangan insinyur khususnya di abad 21 ini, salah satunya perubahan iklim dan pemanasan global. “Energi menjadi pertimbangan yang sangat penting untuk para insinyur dimanapun. Kita dengar istilah savety, coba sekarang kita tambahkan dengan energy savety, bagaimana kita bijak menggunakan energi,” tutur Daniel. Selain itu Dekan Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tersebut menyampaikan, keberadaan profesi insinyur harus dapat memberikan solusi yang etis atas permasalahan-permasalahan pembangunan Indonesia, sehingga dapat memberikan manfaat yang baik untuk publik. “Bermanfaat bagi masyarakat itu dengan cara birokratnya bersih, aparaturnya dalam hal ini kita, juga harus kompeten. Ini yang saya usulkan. Saya yakin mahasiswa PSPPI UMM lebih peka karena lebih mempertimbangkan dari sisi moral dan spiritual,” tukasnya. Kuliah perdana ini merupakan kuliah pertama untuk mahasiswa PSPPI UMM. Selain dihadiri mahasiswa PSPPI UMM, kuliah juga dihadiri oleh dosen-dosen Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) UMM yang nantinya akan menjadi pengajar untuk mahasiswa PSPPI. Ketua Tim Persiapan Program Studi Pendidikan Profesi Insiyur UMM, Annisa Kesy Garside ST., MT menilai bahwa kuliah perdana ini penting adanya karena dapat menjadi bekal pengetahuan yang lebih luas tentang profesi insinyur. “Ini dapat memberikan gambaran akan tantangan-tantangan dan tugas yang mereka lakukan nanti setelah mendapat gelar profesi insinyur,” pungkas Annisa.

Jadi Favorit Remaja, Novel Mahasiswa UMM Diangkat Multivision ke Layar Lebar

Misi cinta literasi tidak hanya digiatkan oleh pihak kampus. Semangat menghidupkan literasi juga tumbuh di diri para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), salah satunya Hidayatul Fajriyah. Jika mendengar namanya, mungkin tidak akan banyak orang yang kenal. Namun ketika disebutkan Luluk HF, hampir semua remaja penggemar novel bergenre Teenage Romance merasa akrab. Ya! Hidayatul Fajriyah atau yang biasa kita kenal sebagai Luluk HF adalah salah satu penulis novel muda muda bertalenta yang karyanya menjadi favorit remaja. Gadis asal Lamongan ini sudah menghasilkan empat karya novel berjudul Delov, Devil Enlovqer, Genpro dan EL. Yang membanggakan, novelnya yang berjudul EL baru saja mendapat kesempatan untuk diangkat ke film layar lebar dengan judul yang sama oleh production house ternama yakni Multivision. Tidak tanggung-tanggung, film yang diproduseri oleh Amrit Punjabi dan disutradarai oleh Findo Purwono HW tersebut menggaet aktor dan aktris papan atas seperti Achmad Megantara dan Aurelie Moeremans. “Sulit untuk percaya jika novel saya akan difilmkan. Namun saya tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan ini. Rencananya film EL akan gala premier di bioskop pada tahun ini,” ungkap mahasiswi Jurusan Manajemen, Fakultas Ilmu Ekonomi dan Bisnis UMM tersebut. Luluk HF mengaku, hobi menulisnya sudah berkembang sejak masih duduk di bangku SMA. Sayangnya saat itu ia hanya bisa menpublish karyanya pada blog dan facebook.  Sampai pada suatu hari, ada penerbit nasional melihat kekuatan cerita pada bakat menulisnya. Delov, novel pertama Luluk pun diterbitkan. Tidak disangka, respon yang didapat luar biasa. Setelah terbitnya Delov, novel-novel lain satu persatu juga menyusul naik cetak. “Awal masuk kuliah pada tahun 2013, saya menadapatkan tawaran kontrak untuk menerbitkan tulisan yang ada di blog menjadi novel. Akhirnya saya setuju dan pada tahun 2014 terbitlah novel pertama saya yang berjudul Delov,” ujar Luluk. Meski namanya makin terkenal dan karyanya disukai banyak orang,  Luluk tidak ingin berhenti. Ia terus mengasah ide dan mencari gagasan cerita baru. Pada tahun 2018, sebuah novel berjudul Mariposa karyanya juga akan segera dibukukan. Mengajak anak muda lain untuk semangat berkarya, Luluk berbagi tips menulis. Menurutnya, dengan usaha yang sungguh-sungguh maka kemampuan menulis akan terasah. “Menulis memang tidak mudah, namun ada 4 kunci untuk bisa menulis dengan baik yakni niat, usaha, doa dan konsisten. Jika keempat poin tersebut dapat kita pegang dengan kuat maka kita akan bisa menulis dengan baik dan tidak mudah menyerah,” pungkas gadis alumni SMAN Kebomas Gresik tersebut. (iel/sil)

Confusius Institute China Siap Sertifikasi Ketrampilan Bahasa Mandarin Mahasiswa UMM

Sebagai upaya peningkatan program kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Confusius Institute China melalui China Corner kembali menggelar kegiatan sharing session di Hall BCA UMM pada Selasa (27/02). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa UMM tentang pengalaman belajar dan kebudayaan di Tiongkok. Pada kesempatan tersebut, ketua Confusius Institute China Liao Guirong (Anna) menyampaikan rasa bangganya dapat berada di tengah-tengah mahasiswa UMM. Ia juga menyampaikan bahwa pihak UMM sangat terbuka dalam bekerjasama, termasuk untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang dapat menambah wawasan mahasiswa tentang Tiongkok. “UMM sangat baik dan terbuka dengan kami dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan seperti ini,” jelas Anna. Selain berbagi pengalaman kepada 600 mahasiswa UMM yang berasal dari jurusan D3 Perbankan dan Manajemen, Anna juga memberikan gambaran tentang bentuk beasiswa yang dapat diperoleh dari Tiongkok. “Dari kegiatan ini saya berpikir bahwa mahasiswa UMM akan bisa mendapatkan beasiswa yang kami sediakan,” ungkapnya. Saat ini UMM mulai mengingtegrasikan Bahasa Mandarin sebagai mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh mahasiswa. Sejak tahun 2017, D3 Perbankan dan Majemen dipilih menjadi jurusan percontohan. “Mungkin tahun depan akan ada satu atau dua jurusan baru yang mewajibkan Bahasa Mandarin,” jelas Anna. Kedepannya ketrampilan Bahasa Mandarin pada mahasiswa UMM ini akan dilengkapi dengan sertifikasi. Confosisius Institute akan membuat sebuat tes khusus agar ketrampilan bahasa mandarin mahasiswa UMM mendapatkan pengakuan secara resmi dari pihak Tiongkok. “Kalau mahasiswa disini sudah baik dan banyak yang bisa menguasai, maka akan kita buatkan tes bahasa dari kami langsung,” pungkasnya (nis/sil)

Mengupas Tentang Smart City, Prodi IP UMM Datangkan Pemateri Asal Thailand

Program studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berupaya  meningkatkan wawasan keilmuan mahasiswanya. Kali ini, mendatangkan pemateri dari Khon Koen University Thailand Dr Narin Jaroensappayanon  Prodi IP UMM mengadakan kuliah perdana mahasiswa semester 6 dengan tema Development Smart City as a Concept For The Sustainable di Aula Teknik GKB 3, Kamis (1/3). Kepala Prodi Ilmu Pemerintahan, Salahudin, SIP, MSi, MPA menyampaikan hadirnya pemateri dari Thailand tersebut diharapkan dapat memberikan berbagai pamdangan baru tentang smart city bagi mahasiswa. “Karena perkembangan ilmu luar biasa cepatnya, karena itu kita mengundang tamu dari luar negeri untuk berbagi,”ujarnya. Pada kesempatan tersebut, ada beberapa hal yang disampaikan Narin, salah satunya tentang praktis Smart City di negara-negara tetangga seperti Thailand, Singapura dan Malaysia. Salahudin menyampaikan, tidak sekedar kuliah tamu, ada target khusus yang ingin dicapai usai diselenggarakannya acara ini yaitu agar mahasiswa punya semangat untuk “sign in” dalam program pertukaran di Thailand, khususnya di Khon Koen University selama satu semester atau satu bulan. “Kalau exchange sekitar satu sampai dua minggu, sedangkan sign in itu kita bisa satu bulan, satu semester dan nanti ada regulasi jurusan dan universitas untuk transfer kredit dengan mata kuliah yang ada disini,”tandas Salahudin. Selain itu, Salahudin menjelaskan pada tahun lalu, saat ia berada di Thailand, telah dilaksanakan MoU Jurusan Ilmu Pemerintahan UMM dengan Khon Kaen University. Ke depannya, kerja sama  juga akan dikembangkan dengan beberapa negara di Eropa, Amerika, dan RRT. “Semester genap ini saya akan mengirim mahasiswa dibeberapa negara tersebut,” pungkas Salahudin.(nas/sil)

Mobil Listrik Genetro Suryo UMM Melenggang ke Shell Eco-Marathon Asia

Perkembangan industri mobil listrik dalam kurun waktu satu dekade terakhir terus mengalami peningkatan. Hal tersebut melatarbelakangi beberapa perguruan tinggi untuk berlomba dalam menciptakan mobil listrik. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai kampus eco-energy juga turut andil dalam perkembangan industri transportasi modern tersebut. Setelah berhasil menduduki peringkat empat besar nasional tahun 2017 dalam gelaran Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE) yang digelar oleh Kementrian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Sang Surya Eco Energy Team UMM siap melenggang pada ajang Shell Eco-Marathon Asia di Singapura 8-11 Maret 2018 mendatang. Pada pertandingan ini, Sang Surya Eco Energy Team yang terdiri dari delapan mahasiswa Fakultas Teknik (FT) telah menyiapkan tim khusus untuk melakukan riset dalam bidang kelistrikan sebagai salah satu strategi untuk menghasilkan performa yang sempurna. “Kemarin tim kelistrikan benar-benar disiapkan untuk mempelajari tentang hambatan-hambatan pada mobil,” jelas Ketua Tim Renggi Ahmad Rimeldi. Didesain istimewa, mobil listrik Gentro Suryo ini memiliki keunggulan pada kapasitas berkendara selama 2,5 hingga 3 jam dalam satu kali pengisian baterai. Hal tersebut menjadikan mobil ini termasuk pada mobil yang sangat hemat energi bahan bakar listrik. “Mobil ini sekarang sudah kami sempurnakan dengan menambahkan kapasitas baterai untuk perjalanan mobil yang lebih lama,” pungkas anggota divisi Kelistrikan Syarul Surur. Menurut Pembina LSO Mecatron Jufri pada kompetisi ini Gentro Suryo sudah memiliki kesiapan yang cukup. Ia menyatakan bahwa mobil ini akan menjadi mobil listrik kebanggaan UMM. “Kekompakan dan mental juara yang dimiliki timlah yang membuat performa mobil ini menjadi luar biasa,” tuturnya. Pada kesempatan Grand Launching Sang Surya Energy Team, Rektor UMM Fauzan berpesan kepada anggota tim untuk tidak berhenti dalam berinovasi terutama untuk pengembangan mobil listrik ini. “Jangan pernah berhenti berinovasi untuk kelanjutan mobil listrik ini,” jelas Fauzan, di Aula BAU Rabu (28/2). Shell Eco-Marathon Asia merupakan acara tahunan yang disponsori oleh Shell dimana seluruh peserta berkompetisi untuk membuat kendaraan khusus yang bisa melakukan efisiensi bahan bakar. (nis/sil/)

Mobil Listrik Genetro Suryo UMM Melenggang ke Shell Eco-Marathon Asia

Perkembangan industri mobil listrik dalam kurun waktu satu dekade terakhir terus mengalami peningkatan. Hal tersebut melatarbelakangi beberapa perguruan tinggi untuk berlomba dalam menciptakan mobil listrik. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai kampus eco-energy juga turut andil dalam perkembangan industri transportasi modern tersebut. Setelah berhasil menduduki peringkat empat besar nasional tahun 2017 dalam gelaran Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE) yang digelar oleh Kementrian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Sang Surya Eco Energy Team UMM siap melenggang pada ajang Shell Eco-Marathon Asia di Singapura 8-11 Maret 2018 mendatang. Pada pertandingan ini, Sang Surya Eco Energy Team yang terdiri dari delapan mahasiswa Fakultas Teknik (FT) telah menyiapkan tim khusus untuk melakukan riset dalam bidang kelistrikan sebagai salah satu strategi untuk menghasilkan performa yang sempurna. “Kemarin tim kelistrikan benar-benar disiapkan untuk mempelajari tentang hambatan-hambatan pada mobil,” jelas Ketua Tim Renggi Ahmad Rimeldi. Didesain istimewa, mobil listrik Gentro Suryo ini memiliki keunggulan pada kapasitas berkendara selama 2,5 hingga 3 jam dalam satu kali pengisian baterai. Hal tersebut menjadikan mobil ini termasuk pada mobil yang sangat hemat energi bahan bakar listrik. “Mobil ini sekarang sudah kami sempurnakan dengan menambahkan kapasitas baterai untuk perjalanan mobil yang lebih lama,” pungkas anggota divisi Kelistrikan Syarul Surur. Menurut Pembina LSO Mecatron Jufri pada kompetisi ini Gentro Suryo sudah memiliki kesiapan yang cukup. Ia menyatakan bahwa mobil ini akan menjadi mobil listrik kebanggaan UMM. “Kekompakan dan mental juara yang dimiliki timlah yang membuat performa mobil ini menjadi luar biasa,” tuturnya. Pada kesempatan Grand Launching Sang Surya Energy Team, Rektor UMM Fauzan berpesan kepada anggota tim untuk tidak berhenti dalam berinovasi terutama untuk pengembangan mobil listrik ini. “Jangan pernah berhenti berinovasi untuk kelanjutan mobil listrik ini,” jelas Fauzan, di Aula BAU Rabu (28/2). Shell Eco-Marathon Asia merupakan acara tahunan yang disponsori oleh Shell dimana seluruh peserta berkompetisi untuk membuat kendaraan khusus yang bisa melakukan efisiensi bahan bakar. (nis/sil/)

Gelar Pra MAFI, KINE Klub UMM Hadirkan Marketer Amazon Studios Amerika

Malang Film Festival 2018 (MAFI Fest 2018) sebagai program kerja tahunan Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UKM UMM) Kine Klub UMM, selalu memberikan inovasi setiap tahunnya. Setelah sukses menggelar program pra MAFI Fest 2018 yang bertajuk Malang Sinau Dokumenter pada 7 – 15 Februari silam, kini festival film tertua yang diprakarsai mahasiswa di Indonesia tersebut menggelar program pra MAFI Fest 2018 terakhir, yakni Film Marketing and Impact Campaign Workshop yang bekerja sama dengan United States of America Consulat Surabaya dan American Film Showcase. Acara digelar interaktif pada (26/2) di Mini Theater Laboratorium Ilmu Komunikasi UMM hingga Selasa (27/2) di American Corner UMM. Tidak tanggung-tanggung, acara ini menghadirkan Ashley Hasz yang merupakan film marketer dari Amazon Studios Amerika. Programmer Non Kompetisi MAFI Fest 2018 Sestria Herdianti memaparkan tujuan diadakannya program ini adalah untuk mengedukasi filmmaker di Kota Malang tentang seluk beluk marketing film. “Kami ingin para filmmaker terutama di Kota Malang menyadari bahwa untuk mendistribusikan film tidak hanya dapat dilakukan melalui festival film semata. Ada banyak jalan lain untuk mendistribusikan film,” ujar mahasiswi Ilmu Komunikasi UMM angkatan 2015 ini. Pada hari pertama workshop, peserta diputarkan empat film dari filmmaker Kota Malang yakni Film Tilaran (Produksi Bersama Kine Klub UMM ke 14), Film Mokel (AV Ilmu Komunikasi UMM 2014), Film Anderpati serta Film Umbul Gemulo. Setelah memutar film-flm ini Ashley selaku pemateri workshop membantu para filmmaker dari keempat film tersebut untuk menemukan sisi dimana para filmmaker bisa menjual filmnya. Pada hari kedua, Ashley memutarkan film Sriracha, film dari Amerika yang pernah ia garap marketingnya. Setelah memutarkan film yang bercerita tentang saus sambal tersebut, Ashley kemudian mulai membahas apa saja strategi marketing yang dilakukan pada filmnya. Selain ini tidak dihadiri oleh mahasiswa UMM, acara ini juga menarik komunitas-komunitas film di Malang seperti Societo UB, ACE UM, Cinedex dan lain sebagainya. (Humas UMM)

UMM Datangkan Dua Profesor Asal FilipinaUlas Cara Belajar Abad 21

Nampaknya, pendidikan menjadi salah satu faktor utama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk meningkatkan kualitas mahasiswa magisternya. Oleh karena itu, UMM mengadakan kuliah tamu bagi mahasiswa magister antara lain magister pendidikan bahasa inggris, magister pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, magister kebijakan dan pengembangan pendidikan, dan magister pendidikan matematika dengan mendatangkan dua profesor asal Filipina  yaitu Prof. Dr. Henry Gabriel Magat dan Prof. Dr. Virgilio Umangay Manzano. Acara yang dilaksanakan (24/2) di Aula GKB 4 ini mengusung tema A Place-based Curriculum Design for A Holistic Education in ASEAN Educational Institutions. Secara khusus kedua pembicara yang hadir membahas kurikulum secara terperinci,termasuk strategi dalam pengembangan kurikulum yang baik. Manzano menyampaikan, dalam ranah pendidikan setiap orang bisa menjadi guru karena di setiap profesi masing-masing individu mempunyai kesempatan untuk mengajar orang lain. Khusus untuk guru, kesempatan untuk membentuk lingkungan belajarlebih luas. Mereka jugamemiliki keluluasaan untukmendorong kreativitas siswa melalui beberapa cara. Pertama, modelling (pemberian suri taulandan). Dalam konteks ini, guru bisa menjelaskan bagaimana cara menciptakan ide-ide. Kedua, mengkomunikasikan harapan, guru memberitahu siswa bahwa ide kreatif perlu diutarakan. Ketiga yaitu reinforcement (penguatan). “Siswa sering patah semangat bukan karena merasa sulit di pembelajaran melainkan kurang diberi motivasi dan diberi penghargaan. Penghargaan tidak hanyaperludiberikan kepada siswa yang sukses,tetapi juga kepada siswa yang gagal dalam belajar,”ujar Prof. Dr. Henry Gabriel Magat. Selain itu, dalam mencapai strategi yang menyeluruh di dalam kelas, peran guru untukmemvariasikan strategi sangat diperlukan.Menurut Magat, guru yang hebat adalah guru yang multi strategi dan multi metode. “Dengan demikian, guru bisa memahami berbagai karateristik siswa karena cara belajar siswa dalam satu kelas pasti berbeda satu sama lain,” jelasnya.             Dalam kegiatan ini, juga dipaparkan pendekatan dalam pembelajaran dan praktik pembelajaran abad 21.Terdapat tiga pendekatan yang dapat digunakan, yakni pembelajaran berbasis masalah, penelitian/pengamatan, dan proyek/tugas. Magat juga menjelaskan sepuluhpraktik yang sebaiknya dilakukan guruuntuk mendukung pembelajaran abad 21 ini yaituketerampilan komunikasi, pelibatan siswa dalam pembelajaran, penggunaan humor, bertindak, pemberian perintah yang benar, pemberian ruang belajar individual, pemberian positif feedback, pelibatan siswa dalam pengambilan keputusan, pemanfaatan pembelajaran kooperatif, dan mencintai pelajaran.Dengan adanya praktik tersebut, siswa dituntut untuk memiliki pola pikir yang sangat kritis agar dapat memecahkan masalah yang ia hadapi. “Untuk membelajarkan siswa agar memiliki pikiran yang kritis, juga dilibatkan pola pikir mulai dari tingkat sederhana (mengetahui) sampai tingkat sulit (evaluasi),” tukas Magat. (wrd/sil)