Rangkaian Yudisium Dikemas Istimewa, FPP Jamin Kemandirian Lulusannya

Layaknya prosesi pelepasan wisudawan di setiap fakultas, Jumat (23/2) Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (FPP UMM) menggelar Yudisium Sarjana untuk wisudawan dan wisudawati FPP periode I tahun 2018. Istimewanya, jika biasanya yudisium fakultas yang notabene merupakan prosesi seremonial pelepasan sarjana hanya dihadiri oleh jajaran dekanat, program studi (prodi) dan calon sarjana kali ini yudisium FPP juga mengundang para orang tua wali mahasiswa. Ketua pelaksana yudisium FPP periode I tahun 2018, Ary Bakhtiar, memaparkan bahwa pada yudisium kali ini FPP tidak hanya merubah konsep pada hari H yudisium, namun juga menambahkan rangkaian kegiatan pada pra yudisium tersebut. “Kami membuat dua sesi kegiatan, pada tanggal 12 yakni sesi foto bersama jajaran dekanat dan dosen FPP beserta sarjan, dilanjutkan dengan pelatihan soft skill. Setelah itu pada tanggal 23 prosesi yudisium yang juga dihadiri oleh orang tua mahasiswa,” papar Ary. Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM, David Hermawan, menjelaskan bahwa alasan dirubahnya konsep yudisium tersebut tidak lain adalah untuk menjaga hubungan baik dengan orang tua dan alumni FPP. “Selain merupakan momen terakhir di fakultas bagi para calon sarjana, kami juga ingin membangun hubungan yang baik dengan para orang tua wali mahasiswa yang juga merupakan stakeholder dari fakultas dan universitas,” jelas David. Selain itu, dalam sambutannya David juga menambahkan bahwa untuk mendukung program UMM Pasti yang dicanangkan Rektor UMM, Fauzan, pada pertengahhan 2017 silam, FPP juga mengadakan pelatihan soft skill untuk para calon sarjana agar mendapatkan bekal mental yang cukup untuk menghadapi dunia kerja nantinya. “Para orang tua wali tidak perlu khawatir, karena dengan adanya program UMM Pasti lulusan dari FPP UMM dijamin pasti mandiri,” terangnya. (iel/sil)
Dikemas Menarik, Wisuda ESP UMM Anugerahkan “The Best Captain”

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Wisuda English for Spesific Purpose (ESP) Graduation di Hall Dome UMM, Minggu (25/2). Acara ini menjadi tanda berakhirnya program Language Center UMM tersebut bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan pembelajaran selama dua semester. Pada gelaran ini, diwisuda 5.780 mahasiswa FAI angkatan 2015 dan mahasiswa non FAI angkatan 2016. “Program ESP ini bertujuan untuk memberikan bekal ketrampilan bahasa inggris kepada mahasiswa untuk menghadapi era globalisasi bahasa pada zaman sekarang,” ujar Wakil Rektor I Syamsul Arifin. Wisuda kali ini dibagi menjadi dua sift, shift I dimulai pada pukul 07.00 WIB dan berakhir pada pukul 09.00 WIB sedangkan untuk shift II dimulai pada pukul 13.00 WIB dan berakhir pada 16.00 WIB. “Ini guna memperlancar wisuda ESP hari ini,” kata Wakil Ketua Pelaksana Wisuda ESP tahun 2018 Alfianti Urfah Kalilah. Melakukan beberapa pembaharuan, ada hal yang berubah pada Wisuda ESP kali ini seperti waktu yang digunakan hanya dua jam per kloter. “Dan kami lebih melibatkan mahasiswa, seperti pada tahun ini ada pemenang the best captain, yaitu bagi ketua tingkat yang aktif maka akan kami apresiasi,”tambah Alfianti. Di sisi lain, Mahasiswa Program Studi Kedokteran Raden Mochammad Kelvin yang menjadi The First Winner of Esp dengan hasil akhir taep 426 menyampaikan bahwa ESP menjadi programbelajar yang menyenangkan untuk belajar Bahasa Inggris. Bmahasiswa UMM baik yang belum bisa, ESP merupakan tempat untuk lebih mengenal dan memperdalam Bahasa Inggris. Sedangkan bagi yang sudah bisa, ESP merupakan wadah untuk me-review kembali dan lebih memperdalam Bahasa Inggris. “ESP itu menyenangkan dan tidak membuat mahasiswa bosan, karena lecturernya friendly, jadi materinya cepat kami fahami” pungkas mahasiswa yang akrab dipanggil Kevin tersebut. Program English for Spesific Purpose (ESP) adalah Program Bahasa Inggris yang dikhususkan untuk masing-masing bidang ilmu di semua jurusan dan fakultas di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang. Program ini setara D1 dan ditujukan kepada seluruh mahasiswa baru semester I sampai semester II dengan tujuan untuk membekali mahasiswa dengan bahasa Inggris sesuai dengan bidang ilmu masing-masing. (mif/sil)
UMM Bekali Dosen Ketrampilan Khusus Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Mahasiswa

Pertumbuhan jumlah rasio kewirausahaan secara nasional menjadi konsentrasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk membangun iklim kewirausahaan bagi mahasiswa. Berangkat dari hal tersebut, pada hari ini digelar Training for Trainer Dosen Karir dan Kewirausahaan UMM di Hall Rusunawa UMM, Senin (26/02). Rektor UMM Fauzan menyampaikan, membangun jiwa kewirausahaan merupakan sejarah baru bagi UMM untuk menghadapi era millenial. Karenanya Fauzan berpesan kepada 149 peserta yang merupakan dosen perwakilan dari seluruh program studi agar mengintergrasikan perkembangan isu-isu terbaru dalam kegiatan belajar mengajar. “Perubahan mindset dalam mengajar harus dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas hasil belajar mahasiswa,” tandasnya. Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang I Syamsul Arifin menyampaikan bahwa, UMM saat ini berada di posisi yang ideal untuk mengembangkan model pembelajaran yang futuristik sebagai upaya pembentukan profil lulusan yang berkualitas dan salah satunya dapat dilakukan dengan pembentukan jiwa kewirausahaan. “Saat ini, perkembangan UMM menuntut kita untuk membentuk profil lulusan yang berkualitas,” jelas Syamsul. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang II Nazaruddin Malik menyampaikan bahwa pengajaran kewirausahaan yang paling sulit adalah menumbuhkan kepekaan pada potensi usaha yang dapat dibangun. “Mengajar kewirausahaan itu yang paling sulit membangun jiwa kewirausahaannya sendiri,” tegas Nazaruddin. Untuk mengasah hal ini, Nazarrudin menyampaikan bahwa UMM terus berupaya untuk membangun lingkungan sosial yang dapat membentuk semangat kewirausahaan bagi semua civitas akademika. “UMM saat ini berusaha membangun lingkungan sosial yang memberikan ruang berekspresi bagi seluruh elemen universitas,” jelas Nazzarudin. Menambahkan Nazaruddin, Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Malang Agus Endra menjelaskan bahwa untuk menjadi seorang entrepreuner dibutuhkan keuletan dan ketelatenan. Kedua hal tersebut sudah menjadi hal yang wajib dimiliki seorang wirausahawan. “Entrepreneur itu cuma butuh dua hal, ulet dan telaten,” jelas Agus. Khusus bagi mahasiswa menurut Agus, bidang usaha yang paling tepat adalah yang berhubungan dengan teknologi karena memiliki peluang yang besar untuk berkembang. “Kewirausahaan yang berhubungan dengan teknologi akan menjadi usaha yang berkelanjutan,”tandas Agus. Dalam gelaran ini, seluruh dosen yang hadir di bekali beberapa materi diantaranya perkembangan bentuk kewirausahaan di era digital, Focus Group Discussion_ (FGD) untuk merancang Bussines Plan, Self Management: Self Assessment, serta Business Capital Access. Usai training dilaksanakan, nantinya akan dibuka Kelas Khusus Karir dan Kewirausahaan bagi mahasiswa semester akhir yang ditempuh dan diselesaikan dalam beberapa pertemuan. Harapannya, semua lulusan UMM siap menjadi wirausahawan.
Dialog Keluarga Kebangsaan: Orang Tua Masa Kini Wajib Update Perkembangan Sosial

Maraknya kasus kekerasan dan degradasi moral khususnya yang melibatkan anak-anak menjadi perhatian khusus beberapa pihak. Salah satunya ialah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga yang secara khusus berkosentrasi pada edukasi keluarga, termasuk tentang kiat mendidik anak sejak janin hingga dewasa. Seperti yang kita ketahui, dewasa ini orang tua dihadapkan dengan berbagai macam pilihan pola asuh anak. Mereka juga dibingungkan dengan tingkah anak yang sangat cepat berubah. Puncaknya, banyak orang tua yang lebih mempercayakan pengembangan karakter anak ke instansi pendidikan. Fenomen tersebut dikritisi oleh Penasehat Dharma Wanita Kemendikbud Suryan Widati Muhadjir Effendy. Ia menyayangkan kepada keluarga yang menyerahkan sepenuhnya bimbingan pendidikan anak kepada instansi pendidikan. “Jika sejak awal kita sudah mengasumsikan bahwa pendidikan itu adalah sekolah maka itu salah,” jelas Suryan Widati pada gelaran Dialog Ketahanan Bangsa Berangkat dari Ketahanan Keluarga pada Sabtu (24/02) bertempat di Ruang Sidang Senat (RSS) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pada kesempatan yang sama, hal tersebut ditegaskan Ketua Umum Dharma Pertiwi Nanny Hadi Tjahjanto yang menyampaikan bahwasanya seorang ibu adalah tiang utama keluarga. “Ibu adalah tiang penegak sebuah keluarga,” jelasnya. Sebagai seorang perempuan dan ibu, Nanny menegaskan, wanita harus menjadi kuat untuk bisa mendidik putra-putri yang akan menjadi generasi penerus bangsa. Selain itu, orang tua khususnya ibu, juga harus berani mengikuti perkembangan zaman. Dengan demikian, pola asuh yang tepat dapat diterapkan dan tidak akan ada perlawanan dari anak. “Orang tua jaman sekarang itu harus dan wajib update dengan perkembangan di lingkungan sosial,” tandasnya.
UMM dan BCA Gelar Kuliah Tamu Digitalisasi Dunia Perbankan

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar perhelatan Wisuda ke-87 Periode 1 tahun 2018 hari ini, Sabtu (24/02). Sejalan dengan semangat UMM Student Today, Leaders Tomorrow hadir Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Pada kesempatan kali ini, Hadi memberikan orasi ilmiah tentang ‘Membangun Kemampuan Deterrence yang Sesungguhnya’. Pria asli Malang tersebut mengungkapkan, bahwa keterlibatan setiap warga negara khususnya akademisi, merupakan elemen penting dalam membangun sumber daya manusia yang berintelektual tinggi serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. “Salah satu pihak yang berperan dalam perkembangan industri pertahanan dalam negeri adalah saudara semua, para wisudawan dan segenap akademisi UMM,” tandasnya. Lebih dalam Hadi menjelaskan, pentingnya seluruh komponen menyelaraskan langkah agar tidak ketinggalan teknologi, salah satunya dengan menggencarkan aktifitas penelitian dan pengembangan. Untuk menunjang hal tersebut, agar lebih optimal dibutuhkan sinergitas antara TNI dengan seluruh unsur Penelitian dan Pengembangan (Litbang) lain seperti perguruan tinggi dan sekolah-sekolah. Melanjutkan paparannya, Hadi mengingatkan kepada para akademisi dan wisudawan UMM bahwa saat ini kita telah memasuki era revolusi industri ke-4. Era ini telah merubah tata kehidupan manusia dalam berinteraksi dan berkomunikasi, memberikan manfaat yang luar biasa, namun juga sering menimbulkan kerawanan yang perlu terus diwaspadai oleh seluruh elemen karena teknologi menjadi serba canggih. Meski demikian Hadi percaya bahwa para akademisi termasuk mahasiswa mampu untuk turut mengambil peran dalam mengakselerasi kemajuan industri pertahanan Indonesia. “Besar harapan saya bahwa wisudawan UMM dapat berkontribusi pada usaha-usaha pertahanan negara khususnya dalam membangun kemampuan deterrence yang sesungguhnya,” tutup Hadi. Dalam setahun, UMM melakukan wisuda sebanyak empat kali. Wisuda kali ini diikuti sebanyak 1.121 lulusan yang terdiri dari 26 lulusan Diploma 3; 1.015 lulusan Sarjana Strata I; 73 lulusan Sarjana Strata 2; 7 lulusan Doktor Strata 3 dan 3 lulusan Program Profesi. (Humas UMM)
UMM dan BCA Gelar Kuliah Tamu Digitalisasi Dunia Perbankan

MENGHADAPI era digital, menjadi penting memberikan pemahaman terhadap mahasiswa terkait digitalisasi dalam dunia bisnis, mengingat peran mahasiswa adalah agent of change. Hal ini yang kemudian mendasari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerjasama dengan Bank Central Asia (BCA) menggelar kuliah umum bertajuk ‘Digitalisasi Perbankan Di Era Transformasi Digital’, Kamis (22/02). Sebanyak 450 mahasiswa program studi Keuangan dan Perbankan memadati Hall Gedung Kuliah Bersama (GKB) 4 Lantai 9. Selain kuliah tamu, gelaran itu juga merupakan momentum penandatangan nota kesepahaman (MoU) serta peresmian Hall GKB 4 yang terletak di lantai 9 ini. Rektor UMM, Fauzan dalam sambutannya mengungkap bahwa efek yang muncul di era digital sudah mendarah daging dan tidak bisa dibendung. Pun demikian dalam bidang bisnis. Adanya ojek online dan taksi online, merupakan salah satu contoh nyata imbas digitalisasi yang serba memudahkan. “Pesan makanan pun bisa dari ojek online. Sebab itu kuliah tamu ini penting untuk mahasiswa,” ujar Fauzan. Mengisi rangkaian acara selanjutnya, Wakil Presiden Direktur BCA Armand W. Hartono menyampaikan materi terkait Digitalisasi dalam Perbankan. Dalam paparannya, Armand menjabarkan sepak terjang perusahaan perbankan dalam menghadapi era digital dimulai sejak tahun 2000an. Mulai tahun tersebut, banyak perubahan yang terjadi begitu cepat. “Mau tidak mau memang semuanya sudah serba digital dan kita tidak boleh ketinggalan,” tutur Armand. Diakhir paparan, Armand berpesan kepada para mahasiswa bahwa dalam menghadapi berbagai perkembangan zaman kecerdasan, kegigihan, keberanian dan merupakan hal utama yang harus dimiliki untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih baik. “Utamanya anak muda itu harus gigih, karena masa depan ada tangan di kalian,” tandas Armand memotivasi peserta. Berlangsung meriah, gelaran ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang II UMM Nazarudin Malik, serta jajaran dekanat UMM. Selepas kuliah tamu, diakhir acara dilakukan pengundian doorprize untuk peserta berupa dua buah sepeda motor, tiga buah sepeda gunung, serta hadiah hiburan lain. Di akhir acara, mahasiswa mendapat kesempatan mengunjungi stand BCA yang menawarkan pembukaan rekening dengan saldo awal yang lebih terjangkau. (nim/sil)
Gelar Pra MAFI, KINE Klub UMM Hadirkan Marketer Amazon Studios Amerika

Malang Film Festival 2018 (MAFI Fest 2018) sebagai program kerja tahunan Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UKM UMM) Kine Klub UMM, selalu memberikan inovasi setiap tahunnya. Setelah sukses menggelar program pra MAFI Fest 2018 yang bertajuk Malang Sinau Dokumenter pada 7 – 15 Februari silam, kini festival film tertua yang diprakarsai mahasiswa di Indonesia tersebut menggelar program pra MAFI Fest 2018 terakhir, yakni Film Marketing and Impact Campaign Workshop yang bekerja sama dengan United States of America Consulat Surabaya dan American Film Showcase. Acara digelar interaktif pada (26/2) di Mini Theater Laboratorium Ilmu Komunikasi UMM hingga Selasa (27/2) di American Corner UMM. Tidak tanggung-tanggung, acara ini menghadirkan Ashley Hasz yang merupakan film marketer dari Amazon Studios Amerika. Programmer Non Kompetisi MAFI Fest 2018 Sestria Herdianti memaparkan tujuan diadakannya program ini adalah untuk mengedukasi filmmaker di Kota Malang tentang seluk beluk marketing film. “Kami ingin para filmmaker terutama di Kota Malang menyadari bahwa untuk mendistribusikan film tidak hanya dapat dilakukan melalui festival film semata. Ada banyak jalan lain untuk mendistribusikan film,” ujar mahasiswi Ilmu Komunikasi UMM angkatan 2015 ini. Pada hari pertama workshop, peserta diputarkan empat film dari filmmaker Kota Malang yakni Film Tilaran (Produksi Bersama Kine Klub UMM ke 14), Film Mokel (AV Ilmu Komunikasi UMM 2014), Film Anderpati serta Film Umbul Gemulo. Setelah memutar film-flm ini Ashley selaku pemateri workshop membantu para filmmaker dari keempat film tersebut untuk menemukan sisi dimana para filmmaker bisa menjual filmnya. Pada hari kedua, Ashley memutarkan film Sriracha, film dari Amerika yang pernah ia garap marketingnya. Setelah memutarkan film yang bercerita tentang saus sambal tersebut, Ashley kemudian mulai membahas apa saja strategi marketing yang dilakukan pada filmnya. Selain ini tidak dihadiri oleh mahasiswa UMM, acara ini juga menarik komunitas-komunitas film di Malang seperti Societo UB, ACE UM, Cinedex dan lain sebagainya. (Humas UMM)
UMM dan Ankara University Siap Laksanakan Program Excange Mahasiswa Magister dan Profesor

Mengawal rekognisi internasional yang sedang digalakkan, Program Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memiliki misi membangun jaringan kerjasama dengan berbagai pihak di luar negeri. Untuk itulah, 11 orang yang terdiri dari Kepala Program Studi (Kaprodi) dan Pimpinan Program Pascasarjana UMM mencoba menjajaki Turki. Gayung bersambut, kunjungan UMM mendapat sambutan baik dari Ankara University yang merupakan peraih The Best Three University di Turki. “Prestasi inilah salah satu alasan kami mendatangi Universitas Ankara,” kata Wakil Dekan III Program Pasca Sarjana UMM, Wahyudi Winarjo, M.Si. Uniknya pada kunjungan ini ternyata ditemukan bahwa 9 prodi di Ankara University dan 10 prodi di UMM relatif sama. “Rencananya bulan depan akan ada penandatanganan kerjasama antar pimpinan universitas atau pimpinan pascasarjana,” ujar Wahyudi. Sementara ini ada tiga skema yang menjadi wacana kerjasama keduanya. Pertama di Ankara University ada Program Studi ASEAN. Terkait Prodi tersebut, Ankara University mencari institusi atau lembaga di Indonesia yang mau memberikan pelajaran Bahasa Indonesia. Kemudian yang kedua, Ankara University ini merupakan salah satu anggota Erasmus+. Mereka pun menyatakan siap, menerima mahasiswa UMM untuk belajar disana. Dan yang ketiga adalah mengenai program student exchange yang biasa mereka sebut dengan incoming student. Ankara University siap menerima mahasiswa pascasarja hingga profesor dari UMM untuk belajar secara gratis. Sebaliknya, mereka juga meminta UMM untuk menerima mahasiswa pascasarjananya. “Ini akan segera kami laksanakan untuk teman-teman mahasiswa yang ingin mengikuti program tersebut,”pungkas Wahyudi. (mif/sil)
Selaraskan Langkah, UMM Perkuat Sinergi HUMAS Fakultas dan Prodi

Sinergi antar civitas akademika merupakan hal yang penting untuk membangun lingkungan akademik yang baik di sebuah perguruan tinggi, tak terkecuali di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Berlatar belakang hal tersebut, Humas UMM, Unit Pelaksana Teknis Penerimaan Mahasiswa Baru (UPT-PMB) serta Lembaga Informasi dan Komunikasi (Infokom) UMM berupaya mempererat sinergi antar Humas di setiap fakultas dan program studi dalam Workshop Sinergitas Branding untuk Fakultas, Prodi & Universitas yang digelar pada Selasa (20/2) di Ruang Sidang Gedung Kuliah Bersama (GKB) IV. Wakil Rektor II UMM, Nazarudin Malik menyambut baik digelarnya workshop ini. Dalam sambutannya, Nazar menegaskan bahwa setiap konten branding yang dibangun oleh Humas program studi, fakultas maupun universitas harus mempunyai sinergi antar satu dengan yang lain serta memuat budaya islami. “Namun disamping itu semua, branding yang dibangun juga harus berbanding lurus dengan perkembangan kualitas sumber daya manusia yang ada, agar tidak terjadi ketimpangan antara kedua hal tersebut,” jelas Nazarudin. Kepala HUMAS UMM, Joko Susilo, memaparkan dalam gelaran workshop kali ini, HUMAS dari setiap fakultas dan program studi juga akan dibekali teknik pengelolaan website. Hal ini dimaksudkan agar para HUMAS fakultas dan program studi lebih aktif dan kreatif dalam mengelola website dari masing-masing fakultas dan program studi. “Selain untuk mengcover informasi yang tidak bisa dimuat di website universitas, hal ini dilakukan karena menurut survey yang dilakukan Humas, lebih dari 40 persen orang mencari informasi terkait UMM melalui website,” ungkap Joko dalam pengantarnya pada workshop tersebut. Pada workshop kali ini jga disampaikan materi tentang dasar pengelolaan website oleh Kepala Lembaga Infokom, Suyatno, serta materi dari Kepala UPT PMB Saiman dalam menyajikan informasi, khususnya terkait mahasiswa baru (iel/sil)
KKN UMM Ajak Masyarakat Branding Potensi Daerah

Menandai semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dituntut untuk terjun langsung di tengah masyarakat. Selain untuk mengidentifikasi masalah, mahasiswa juga diharapkan dapat menciptakan solusi. Hal ini dilakukan salah satunya melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan Januari-Februari 2018. Membawa misi menciptakan pengabdian masyarakat dengan orientasi pengembangan potensi wilayah, KKN Kelompok 3 di Desa Wagir Kidul Kabupaten Ponorogo telah merubah wajah hutan pinus di area tersebut menjadi destinasi wisata kekinian. Bukan hanya itu, proyek ini juga mengusung misi untuk mengajak masyarakat sekitar berperan aktif dalam menjaga lingkungan, terutama area hutan. “Jadi langkah awal kita mengajak masyarakat sekitar, utamanya karang taruna untuk sadar lingkungan dan potensi wisata,” ungkap Koordinator Desa KKN Kelompok 3, Rizqi Muhammad Aziz. Lokasi wisata yang diberi nama Bukit Pelangi ini ditinjau langsung oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bidang Ekonomi dan Keuangan Ponorogo Ribut Riyanto. Pria ini mengacungi jempol untuk kerja cerdas yang dilakukan oleh kelompok 3. “Kita menghadirkan adik-adik KKN UMM ini untuk membantu membranding atau bahkan menciptakan wana wisata baru di kawasan Ponorogo,” jelas Ribut. Selain Kelompok 3, ada juga Kelompok 17 KKN UMM berfokus pada bidang pertanian. Mereka melakukan edukasi kepada petani kopi di Desa Bocek Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Menurut Koordinator Desa Achmad Jawahir Januarestu, edukasi yang dilakukan oleh Kelompok 17 berfokus pada pengolahan hasil produksi kopi. “Kelompok kita, berfokus pada proses pengelolahan kopi hasil petani untuk di produksi sendiri,” urainya. Tidak hanya mengembangkan potensi desa, KKN UMM juga melakukan usaha dalam mensejahterakan sumber daya manusia pada aspek kesehatan. Kelompok 11 Desa Bambang Kecamatan Wajak Kabupaten Malang menggandeng Batalyon Kesehatan 2 Komando Strategis dan Cadangan TNI Angkatan Darat (Yonkes 2 Kostrad) dalam kegiatan edukasi pentingnya kembali memanfaatkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kelompok ini juga mengadakan Home Visit untuk memastikan bahwa setiap anggota keluarga di desa tersebut sudah dapat mengakses pusat layanan kesehatan. Bekerjasama dengan sebuah perusahaan farmasi, mereka juga membagikan vitamin dan obat-obatan secara gratis. “Kimia Farma yang suplai vitamin dan obat-obatannya,” pungkas Koordinator Desa Kelompok 11 Mohammad Afif Dzikra Ramadhan. (nis/ sil)