UMM Raih Penghargaan Anugerah Kemahasiswaan Kemenristekdikti 2017

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengukir prestasi. Kali ini pada gelaran Anugerah Kemahasiswaan Tahun 2017 Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), UMM meraih penghargaan Prestasi Kegiatan Kemahasiswaan Internasional, atas kemenangannya sebagai Juara Umum Robot Tingkat Internasional di Trinity College di Amerika Serikat Tahun 2017. Wakil Rektor III Dr. Sidik Sunaryo.,SH.,M.Si., M.Hum menyampaikan untuk mempertahankan prestasi, pihaknya selalu melakukan berbagai inovasi dan penguatan sistem pengembangan potensi serta keunggulan mahasiswa. Hal tersebut bahkan selalu menjadi prioritas utama. “Di UMM semua program pembinaan dan pengembangan karya-karya kreatif mahasiswa menjadi prioritas. Kami punya prinsip dalam pembinaan kemahasiswaan yakni dari partisipasi menuju prestasi,” jelasnya pada Jumat (8/12). Lebih lanjut Sidik menjabarkan, pihaknya secara serius juga melakukan pembinaan berjenjang untuk mempersiapkan mahasiswanya mengikuti berbagai kompetisi. “Jadi kami punya profil minat bakat kreatifitas mahasiswa. Kami melakukan identifikasi potensi dari mulai pemula sampai yang unggul,”tambahnya. Tidak berhenti sampai disitu, pihak kampus selanjutnya akan mewadahi kemudian memberi pendampingan agar mahasiswa mampu berkarya dengan maksimal. Misalnya untuk robot. Dalam menunjang minat di bidang ini, UMM memiliki Lembaga Semi Otonom (LSO) Robotika di Fakultas Teknik. “Di LSO tersebut ada pembina khusus dari dosen yang kegiatan utamanya berkaitan dengan robot. Kita bentuk tim-tim dari mahasiswa, mulai tim litbang sampai dengan tim kreatif yang tugasnya membuat robot. Setelah robot jadi, ada tim monev untuk melakukan uji coba sampai robot siap mengikuti kompetisi,”tandasnya. Malam Anugerah Kemahasiswaan Tahun 2017 digelar sebagai bentuk apresiasi dan motivasi atas berbagai kegiatan Bidang Kemahasiswaan di lingkungan Kemenristekdikti. Event tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat mahasiswa untuk terus berkarya dalam penalaran, kreativitas, minat, bakat, serta mental spiritual. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyampaikan, peningkatan kualitas mahasiswa tidak hanya dapat dilakukan melalui kegiatan akademik atau pembelajaran di kelas. Kegiatan lain seperti pembentukan kemampuan ‘soft skills’ yang dikemas melalui kegiatan kemahasiswaan juga perlu dijalankan. “Ini yang menjadikan kegiatan kemahasiswaan memiliki posisi strategis dalam pembentukan SDM Indonesia di masa mendatang. Kemampuan intelektual yang baik, harus didukung oleh kemampuan soft skills yang baik juga. Bekali mahasiswa untuk menghadapi era milenial seperti sekarang ini,” pesan Nasir dalam siaran pers Kemenristekdikti Nasir, Rabu (6/12). Mengamini Nasir, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Intan Ahmad juga mengatakan betapa pentingnya kegiatan kemahasiswaan dalam menghadapi problematik di abad 21 ini. Terutama untuk membentuk kemampuan mahasiswa dalam menguasai sains dan humaniora. “Kita memang telah mempunyai inovasi, sains, dan teknologi, tetapi tanpa dibarengi dengan kegiatan kemahasiswaan yang baik, kita kurang siap untuk memenangkan persaingan di era milenial ini. Mahasiswa harus terus terlatih dan melakukan kolaborasi dengan kegiatan kemahasiswaan yang ada,” tutur Dirjen Intan.
Di UMM, Siswa SD Unjuk Gigi di Hadapan Dubes Arab Saudi

Sebanyak lima ribu peserta hadir pada gelaran Apresiasi Anak Islam #CerdasBerkarakter di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan ini dihadiri oleh siswa sekolah dasar dan guru pendamping dari berbagai daerah diantaranya Malang Raya, Sidoarjo, dan Nganjuk. Pada pembukaan acara, Rektor UMM Fauzan menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin Kantor Hubungan Luar Negeri (KHLN) dengan pemerintah Arab Saudi. “Semoga acara ini tidak berhenti dihari ini saja dan dapat berlangsung pada tahun-tahun selanjutnya, agar semua siswa memiliki memori kesan tersendiri terhadap kegiatan seperti ini,” ungkap Fauzan. Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada Kamis (07/12) dibuka dengan penampilan drum band persembahan SD Muhammadiyah 8 Dau. Kegiatan ini dilanjutkan dengan pidato Bahasa Arab oleh Fio,siswa SD Muhammadiyah 4 Kota Malang. Sementara itu ditengah acara, Ketua Program Balagtus Sabi’ah wa Badaktu Ushalli Syeikh Dr. Muhammad Mahmud Assayid menyampaikan bahwa gelaran ini adalah momen spesial dan penting sebagai bentuk apreasiasi ibadah anak yang dapat meningkatkan semangat anak dalam beribadah. “Hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi kita semua, terutama pada anak-anak yang hadir pada kegiatan ini. Mereka yang sudah memulai sholat sejak usia tujuh tahun adalah pahlawan dan pejuang untuk agama serta masa depan bangsa,” tutur Assayid. Sementara itu, Duta Besar Saudi Arabia Osama bin Mohammed Abdullah Al Suhaibi mengingatkan bahwa ibadah sholat yang telah dilaksanakan oleh anak-anak itu harus dijaga oleh orang tua dan guru. “Pada saat anak-anak diusia tujuh tahun sudah mulai sholat, maka sebagai guru dan orang tua kita harus bersama menjaga dan meningkatkan,” tutupnya.(nis/sil)
5000 Siswa SD Siap Ikuti Gelaran Apresiasi Anak Islam di UMM

SETELAH mengadakan banyak kegiatan bertemakan keagamaan, kini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) siap menggelar kegiatan Apresiasi Anak Islam pada Kamis (07/12) bertempat di Hall Dome UMM. Agenda ini digagas oleh Robithoh Alamiyah Li Ta’lim wa Da’wah, sebuah organisasi yang berafiliasi dengan Kedutaan Besar Arab Saudi. Keduanya kemudian menunjuk langsung UMM sebagai perwakilan Indonesia untuk bersama-sama menghelat kegiatan apreasiasi ibadah anak-anak usia sekolah dasar. “Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi kepada anak-anak yang sudah belajar sholat dan ibadah-ibadah lainnya,” ungkap Abdul Haris selaku pengarah panitia kegiatan. Pada kegiatan ini akan berlangsung beberapa perlombaan, di antaranya lomba mendongeng, lomba tartil qur’an, dan hafidz qur’an. Hingga saat ini, tercatat sekitar 5000 siswa dari seluruh Malang Raya dan Jawa Timur akan hadir dalam kegiatan tersebut. “Sampai hari ini peserta yang sudah mendaftar kurang lebih 5000 siswa dari berbagai sekolah di Malang Raya dan juga luar Malang seperti Nganjuk,” ungkap Jarum, ketua pelaksana kegiatan tersebut. Dihelatnya kegiatan ini merupakan sebuah kebanggaan bagi UMM karena organisasi tersebut telah melaksanakan berbagai kegiatan serupa di beberapa negara Timur Tengah. (nis/sil)
KKN Internasional UMM, Kenalkan Budaya Indonesia di Taiwan

Mengabdi tak harus di dalam negeri. Terus berupaya meraih rekognisi Internasional, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berinovasi. Kali ini melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM), UMM memberangkatkan mahasiswanya ke luar negeri untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional. Sebanyak 17 mahasiswa program studi Hubungan Internasional (HI) diterbangkan ke Taiwan untuk menjalankan berbagai program pengabdian masyarakat di distrik Meinong. Sejak diberangkatkan Kamis, (30/11) hingga dua minggu ke depan para peserta tersebut menjalankan berbagai kegiatan yang telah dirancang selama satu bulan sebelum keberangkatan. Melalui berbagai kegiatan, para mahasiswa tersebut akan memperkenalkan budaya Indonesia pada masyarakat di Meinong. Berdasarkan pengamatan DPPM, ternyata banyak banyak orang Taiwan yang menikah dengan orang Indonesia. Sayangnya, anak cucunya mereka tidak mengerti budaya Indonesia. “Maka dengan ini kita kenalkan budaya Indonesia melalui KKN UMM disana, juga program pemberdayaan masyarakat yang lain seperti belajar membatik,” ujar Wakil Direktur II DPPM, Drs. Masduki M.Si. Lebih lanjut Masduki menyampaikan, peserta program KKN International ini merupakan para mahasiswa terpilih. Mereka sebelumnya telah melalui beberapa seleksi meliputi seleksi kesehatan, kesiapan mental, kebulatan tekad dan kesungguhan dalam melaksanakan program pengabdian masyarakat. “Kami memberi persiapan yang matang kepada calon mahasiswa KKN berupa pembekalan mental dan penyusunan program-program kerja sejak satu bulan sebelum keberangkatan,”tambahnya. Disebut Masduki, Taiwan menjadi wilayah jujukan KKN Internasional UMM yang pertama. Selanjutnya, program KKN Internasional akan terus dikembangkan ke wilayah-wilayah lain di Asia. Masduki pun berharap, program ini akan menjadi eskalator bagi mahasiswa UMM untuk meningkatkan wawasan internasional. “Melalui KKN Internasional ini, saya berharap mahasiswa UMM tidak lagi berkutat pada wawasan lokal, namun juga lberani meningkatkan wawasan global sesuai visi misi UMM,” pungkasnya. (nim/sil)
Satu-satunya Tim Berkomposisi Perempuan Lengkap, Tim Srikandi UMM Jadi Pemenang Desain-Estetika Terbaik di Ajang KMHE 2018

SIAPA bilang pekerjaan merangkai mobil cuma jadi keterampilannya laki-laki? Tim Srikandi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) justru mendobrak stereotip itu. Buktinya, pada ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2018 di Universitas Negeri Padang beberapa waktu lalu, mobil urban concept Tim Srikandi UMM berhasil memenangi penghargaan dengan kategori desain dan estetika terbaik. Tim Srikandi dengan kendaraan Hrusangkali Evo 01 yang turun di kelas Motor Pembakaran Dalam (MPD) Gasoline, sejak awal sudah jadi pusat perhatian peserta dan tim juri. Tim Srikandi Program Studi (Prodi) Teknik Mesin UMM yang dibimbing Heni Hendaryati, sengaja turun di kelas MPD untuk menunjukkan bahwa perempuan bisa merancang kendaraan. Serta, memodifikasi mesin supaya lebih efisien atau irit. Tak kalah keren, tim yang dipimpin Intan Maharani, membuat tim lain terkagum-kagum. Karena saat uji layak lomba (scruttering), tim ini menunjukkan bahwa pekerjaan yang biasa dilakukan laki-laki, juga bisa dikerjakan perempuan. Mulai angkat-angkat kelengkapan mobil, setting kinerja mesin, gerinda, mengebor bahkan saat pengujian rem, kendaraan diangkat dan didorong oleh mereka sendiri. “Karena anggota tim semuanya perempuan, justru menjadi daya tarik tersendiri. Saat Tim Srikandi keluar menuju scrutt atau race, Tim Srikandi selalu disambut dengan kehebohan. Tim lain menjadi kurang menarik bagi peserta dan pengunjung lomba yang melihat,” kata Intan, menceritakan pengalaman serunya mengikuti ajang tahunan yang diselenggarakan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) ini. Tim srikandi terbentuk atas ide sekretaris jurusan Teknik Mesin, Iis Siti Aisyah, Ph.D. untuk memfasilitasi dan menyalurkan kemampuan para mahasiswi Prodi Teknik Mesin UMM yang mempunyai prestasi akademik di atas rata-rata mahasiswa putra. “Maka untuk menyeimbangkan motoric atau keterampilan para ‘Srikandi’ ini, salah satunya harus diasah lewat Kontes Mobil Hemat Energi,” terang Iis. Oleh karena itu, menyambut event bergengsi ini, Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik UMM sedari awal mempersiapkan angota tim dan pembimbing yang semuanya beranggotakan perempuan. “Ternyata Tim Srikandi mempunyai talenta dan siap berkompetisi yang dibuktikan dengan mendapat predikat desain-estetika terbaik. Raihan ini menunjukkan bahwa perempuan juga bisa,” pungkas Iis. Selain Tim Srikandi yang membukukan prestasinya, Tim Mekatronic UMM juga menyabet gelar Juara 1 dalam Kategori Urban Listrik. Tim yang mengandalkan kendaraan Genetro Suryo U.E.V 06 unggul dengan hasil terbaik, 335,09 km/kwh. Hasil itu memecahkan rekor yang pernah dicapai asia dan dunia. Di mana pada kompetisi yang sama hasil Juara 1 kelas Urban Listrik KMHE 2017 hanya mencapai nilai 154,435 km/kwh. (*/can)
Festival Produk Perikanan UMM, Cetak Wirausaha Muda Kreatif

Berbagai hal menarik yang belum banyak diketahui oleh masyarakat umum dalam dunia perikanan, menjadi salah satu alasan digelarnya Festival Ikan Hias dan Pameran Produk Perikanan. Acara yang diiniasi oleh Jurusan Akuakultur Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini, juga menjadi wadah bagi mahasiswa membuka peluang dan membangun jaringan promosi usaha. Khususnya yang berintegrasi dengan teknologi terbaru dan ramah lingkungan. “Kegiatan ini mendukung peran perikanan untuk mengenalkan produk yang berintegrasi pada teknologi ramah lingkungan,” ungkap Ketua Program Studi Akuakultur, Riza Rahman Hakim, Senin (4/12). Pada festival ini banyak usaha kreatif mahasiswa yang dipamerkan. Diantaranya budidaya ikan kerapu, budidaya aquascape serta produk olahan perikanan seperti Bandeng Bebas Duri, Cumi Crispy, Ricebowl, dan Captain Fish. Yang menyenangkan, sambutan pengunjung stan ternyata luar biasa. Banyak dari produk perikanan yang bahkan laris terjual sebelum pameran resmi dibuka. “Hari ini banyak produk yang sudah habis sebelum festival resmi dibuka. Sejak hari pertama anak-anak sudah kewalahan memenuhi animo mahasiswa dan dosen yang berkunjung,” tambah Riza. Festival yang berawal dari kegiatan mata kuliah Praktik Usaha Perikanan ini diharapkan dapat membuat mahasiswa lebih percaya diri untuk membuka dan meningkatkan peluang usaha kreatif. Selain itu, acara ini juga diharapkan mampu menjadi wadah mahasiswa mengembangkan hasil Praktik Kerja Lapang (PKL) untuk diaplikasikan pada bidang usaha masing-masing. Mendapatkan ruang untuk saling bertukar pikiran serta bimbingan langsung dari dosen dan para ahli pada bidang wirausaha, festival ini juga diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat . “Harapan saya UMM bisa memiliki inkubator bagi para pengusaha muda seperti mahasiswa perikanan yang saat ini mengikuti kegiatan pameran ini. Kegiatan ini bisa jadi ladang untuk menciptakan lahan pekerjaan baru bagi kita,” ungkap M. Andy Afnan Pengusaha Cupy (Cumi Crispy). (nis/sil)
UMM Raih Tujuh Konsorsium Erasmus+
KERJASAMA Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan konsorsium Uni Eropa, Erasmus+ semakin meningkat. Pada 2017 ini, UMM berhasil mendapatkan tujuh kerjasama konsorsium dari tujuh perguruan tinggi di Eropa. Hal ini kian memperkuat kemitraan yang telah berlangsung sejak 2009 itu. Secara rinci ada empat perguruan tinggi Eropa baru yang bekerjasama dengan UMM, yakni Universidade do Minho Portugal, Politehnica University of Timisoara Romania, University of Opole Polandia dan WSB University in Poznan Polandia. Selain itu ada tiga perguruan tinggi yang memperbaharui kerjasama konsorsiumnya yakni University of Murcia Spanyol, University of Latvia dan Lublin University of Technology Polandia. Melalui program-program ini, mahasiswa, dosen maupun staf UMM berkesempatan mengikuti program pertukaran di berbagai kampus di Eropa. Asisten Rektor Bidang Kerjasama Luar Negeri UMM, Soeparto, menegaskan bahwa tujuh kerjasama konsorsium yang diperoleh UMM ini sangat membanggakan. “Ini sudah melampaui target,” ujarnya. Semula, target awal UMM adalah lima proposal yang diterima dari sepuluh proposal yang diajukan, namun nyatanya ada tujuh proposal konsorsium yang diterima. “Kini UMM sudah memiliki total sepuluh konsorsium pada program Erasmus+. Dan untuk tahun depan, kami akan mengirim 15 proposal kerjasama konsorsium Erasmus+ untuk lebih memperluas kerjasama internasional UMM, khususnya di Eropa,” jelasnya. Selain itu, tambah Soeparto, di Jawa Timur UMM bisa disebut sebagai ahlinya. Karena sampai saat ini di wilayah Jawa Timur, jumlah alumni Erasmus Mundus dan Erasmus+ UMM merupakan yang terbanyak dibandingkan seluruh universitas swasta maupun negeri. Secara rinci UMM sudah mengirim 10 orang staf, 19 dosen dan 56 mahasiswa untuk mengikuti pelatihan, mengajar, melakukan penelitian maupun yang berkuliah di berbagai perguruan tinggi di Eropa lewat program ini. (iel/han)
Kekinian, Camaba Bisa Daftar UMM via Android

KINI, calon mahasiswa baru (camaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bisa mendaftar via android. Hal itu bisa dilakukan melalui “UMM E-Brochure” dan “My UMM PMB” yang dapat diunduh di Playstore. Aplikasi “My UMM PMB” menyediakan informasi terkait penerimaan mahasiswa baru UMM. “Pada aplikasi ini, calon mahasiswa baru dapat melakukan pendaftaran secara online dengan login melalui email,” jelas Kepala Biro Administrasi Akademik (BAA) UMM Dr Rahmad Wijaya MM. Sementara UMM E-Brochure memuat informasi biaya perkuliahan, suasana kampus, sarana prasarana, dan program studi di UMM dari jenjang diploma, sarjana, pascasarjana, dan profesi. “Sehingga calon mahasiswa yang berdomisili di luar Jawa misalnya, cukup mendaftar online melalui aplikasi ini, tidak perlu ke Malang dan membuang banyak biaya,” tukas Rahmad. Dua aplikasi ini disebut Wakil Rektor I UMM Prof Dr Syamsul Arifin MSi dibuat agar UMM menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Namun, selain via online, unit Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tetap membuka pendaftaran offline di UMM. (nim/han)
Ardian Syah Ngaba: Jadi Minoritas di Papua, Kenalkan Indonesia di AS

INISIASI dan kuatnya jiwa kepemimpinan membuat Ardian Syah Ngaba memiliki banyak pengalaman berharga selama menjadi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Sejumlah beasiswa dan pengalaman internasional telah mampu diraih mahasiswa asal Kota Sorong, Provinsi Papua Barat ini. Di antara pengalaman berharga tersebut yaitu terlibat dalam program Learning Express (LEx) hasil kerjasama UMM dengan Singapore Polytechnic dan menjadi perwakilan Indonesia pada Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) yang berlangsung di Amerika Serikat (AS). Tak heran, pengalaman multikultural Ngaba memang menarik dicermati. Di Papua, Ngaba tinggal selama 18 tahun sebagai minoritas. Ngaba mengaku sangat sulit baginya untuk membuktikan bahwa minoritas juga memiliki hak yang sama di negeri multikultural seperti Indonesia. Bahkan, keputusannya untuk hijrah ke Jawa selepas SMA ternyata bukan tanpa perjuangan. “Setelah pindah ke Jawa, eh ternyata saya harus struggle dengan stigma bahwa orang Papua harus kasar, keras, dan tidak terlalu pintar di kelas. Walaupun, saya memang tidak terlalu pintar di kelas,” jelas pemuda berusia 23 tahun ini. Belajar memahami dan terus membangun kepercayaan diri atas pengalaman pribadi dengan kehidupan minoritas, Ngaba tergerak untuk membangun wadah untuk memperkenalkan budaya Indonesia. Hal itulah yang ia lakukan pada program YSEALI di AS. “Jadi waktu kemarin presentasi itu, saya membuat plan project yang berhubungan dengan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap budaya dan suku yang ada di Indonesia sendiri. Lebih ke arah mengedukasi masyarakat bahwa Indonesia itu kaya dengan kebudayaannya, namun media kurang mengeksploitasinya,” kata mahasiswa Teknik Sipil UMM ini. Selama menjalani rangkaian kegiatan YSEALI, ia belajar banyak hal tentang politik, masyarakat, feminisme, dan pluralisme. “Waktu kemarin di Amerika itu, saya merasa terintimidasi. Persoalannya bukan karena minortas lagi, tetapi saya merasa bahwa sangat banyak orang di luar sana yang sangat peduli terhadap negaranya, terutama pemuda ASEAN,” jelas Ngaba. (nis/han)
Tim Teknik Sipil UMM Raih Dua Piala Pada Kompetisi KJI-KGBI Nasional

MAHASISWA Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi. Kali ini giliran Lembaga Semi Otonom (LSO) Teknik Sipil Fakultas Teknik, yaitu Tim Surya UMM yang meraih Juara III Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KGBI) dan Juara III Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) kategori canai dingin pada perhelatan lomba KJI & KGBI ke-9 yang digelar Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada 9-12 November 2017 lalu di Politeknik Negeri Malang. Ketua Tim KJI canai dingin Surya UMM, Trihartadi Panggah Santoso, mengungkapkan kegembiraanya atas pencapaian bersama timnya. Selain Trihartadi, mahasiswa Teknik Sipil UMM yang menjadi anggota tim ini yaitu Fendi Widagdo, Riski Anita Hawari dan Mahendra Aziz. Tim berjuluk Pandawa Anderpati ini berhasil membuat jembatan berjenis Deck Type Trust, sepanjang 4,3 meter dan lebar 0,9 meter untuk pejalan kaki yang saat penilaian mendapat predikat terkuat ketiga dan jembatan teringan. “Untuk menyesuaikan dengan tema kompetisi yaitu ringan, kuat, estetis dan berwawasan nusantara, kami mengaplikasikan batik Parang Kusumo di bagian pegangan pejalan kaki. Oleh karena itu jembatan kami ini diberi nama Parang Kusumo Bridge,” jelas Trihartadi. Di sisi lain, gedung rancangan tim KGBI Surya UMM yang berjuluk Arghani Squad ini tak kalah menarik. Tim yang beranggotakan Ashari Eria Filateli, Moh. Irfan Al-Anshori dan Pramesta Armanisag Pangestuti ini berhasil membuat bangunan model dua lantai tahan gempa yang ukurannya enam kali lebih kecil dari bangunan asli. Ketua Arghani Squad, Ashari Eria Filateli, menjelaskan bahwa timnya merancang bangunan yang berbudaya nusantara dan berwawasan lingkungan. “Senada dengan konsep tim KJI, kami mencoba mengaplikasikan budaya-budaya yang ada di Indonesia dengan bangunan modern yang kami buat. Karena itu, kami beri nama bangunan kami Sasana Kresnapaksa,” jelas Eria. Pembina Tim Surya UMM, Khairil Saleh, mengungkapkan sejak aktif mulai 2006, Tim Surya UMM hampir setiap tahunnya selalu mendapatkan juara pada setiap kompetisi yang diikuti. Lebih dari itu, dengan diraihnya prestasi ini, Tim Surya UMM semakin mengukuhkan UMM sebagai universitas yang diperhitungkan dalam kompetisi bergengsi KJI dan KGBI yang digelar setiap tahunnya. “Kami salah satu yang ditakuti, termasuk perguruan tinggi negeri yang sudah terkenal seperti ITB dan ITS,” tegas Khairil. Khairil menambahkan, tidak ada kiat-kiat khusus dari Tim Surya UMM saat mengikuti suatu perlombaan. “Kami hanya berusaha semaksimal mungkin untuk menunjukkan apa yang kami punya. Tentu dengan semangat dan kemauan yang kuat untuk menang,” tegasnya. Khairil juga berpesan pada seluruh anggota Tim Surya UMM agar tetap menjaga kemauan dan semangat untuk menang agar prestasi Tim Surya UMM bisa lebih baik lagi, tidak hanya di tingkat nasional namun juga internasional. Dalam waktu dekat, Tim Surya UMM akan mengikuti lomba gambar desain bangunan kantor, tender pembangunan jeti dan tender jembatan pada Desember ini. (iel/han)