UMM Teken MoU Joint Research dengan Taiwan ICDF

KERJASAMA riset kembali dilakukan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan institusi luar negeri. Kali ini kerjasama joint research dosen dengan Taiwan International Coorporation and Development Fund (Taiwan ICDF). Hal itu terekam dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara UMM dan ICDF, Jumat (17/11). Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor UMM Fauzan dan Direktur Taiwan ICDF Arif Misbaghul di Ruang Sidang Senat UMM. Pada kegiatan yang bertajuk “MoU Signing and Seminar on Prospect of Taiwan-Indonesia Coorporation on Research, Higher Education and Community Development in New South Bound Policy Era” ini turut hadir Direktur Press Information Division dari Taipei Economic and Trade Office (TETO), Ismail Mae. Rektor menjelaskan, penandatangan MoU ini untuk memperkuat kerjasama UMM di kancah Internasional khususnya di Taiwan. Selama ini, sambung Fauzan, UMM dan Taiwan hanya bekerjasama di bidang pertukaran mahasiswa dan dosen, namun kali ini adalah dalam bentuk joint research dosen. “Selain itu kegiatan ini juga sebagai bentuk follow up kami atas kunjungan kami ke Taiwan pada November tahun lalu. Saat itu UMM diminta mengirimkan imam masjid untuk komunitas Muslim di Taiwan. Tentu imam-imam yang akan dikirim UMM melewati seleksi ketat, karena selain untuk menjadi imam ia juga harus mengembangkan Islam di sana,” jelasnya. Sementara itu Ismail Mae menyampaikan, kerjasama Indonesia dan Taiwan sudah berkembang sangat baik. Ia juga menyebutkan Indonesia merupakan partner kerjasama terbaik Taiwan urutan ke-14 dalam urusan perdagangan. Terbukti dengan adanya 20.000 pengusaha dari sekitar 2000 perusahaan Taiwan berinvestasi di Indonesia, dengan total jumlah investasi mencapai 15 juta dolar Amerika. “Namun di samping itu semua yang terpenting adalah hubungan bilateral Indonesia dengan Taiwan serta pengembangan Islam di Taiwan,” tutur pria berkebangsaan Taiwan yang sudah dua tahun menetap di Indonesia itu. Sebelum adanya kesepakatan UMM dengan Taiwan dalam bentuk join research dosen ini, UMM lewat Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM UMM) telah bekerjasama dengan komunitas keturunan Indonesia-Taiwan untuk mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Taiwan yang akan diberangkatkan pada 27 November ini. Kegiatan KKN tersebut akan diikuti oleh 17 mahasiswa dari program studi Hubungan Internasional UMM selama dua minggu.
Konferensi AICIC di UMM Bahas Konflik yang Dihadapi Umat Islam

Annual International Conference on Islam Civilization (AICIC) resmi dibuka (17/11) oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Fauzan. Pada kesempatan ini, Rektor menyatakan rasa bangganya atas diselenggarakan kegiatan ini. “Saya sangat mengapresiasi kehadiran anda semua yang ada di ruangan ini. Hal ini merupakan sebuah kehormatan bagi UMM karena dapat menghadirkan orang-orang dari berbagai negara untuk berkontribusi pada peradaban Islam,” jelas Fauzan. Sambutan Rektor UMM dilanjutkan dengan pidato yang disampaikan oleh Direktur Centre for Arab and Islamic Studies, The Australian National University (ANU) Amin Saikal, yang sekaligus bertindak sebagai keynote speaker. Pada pembukaan ini, Amin Saikal menyampaikan pidatonya yang bertajuk How Islamic has ‘Islamic State’ been? Amin Saikal menyatakan, Islamic state mengajak orang-orang untuk mengetahui lebih dalam konsep Islam yang lebih luas. “Islamic states mengajak anda untuk dapat mengetahui konsep Islam yang sesungguhnya dan untuk dapat memahamkan kita tentang Islam yang sebenarnya,” ungkap Amin. Pada sesi tanya jawab, banyak peserta yang mencoba untuk mendiskusikan konflik-konflik yang sedang terjadi di dunia saat ini. Hal senada juga disampaikan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Islam Kementrian Agama, Kamaruddin Amin, yang menyatakan bahwa konflik-konflik sedang terjadi di dunia terutama yang menyangkut umat muslim saat ini merupakan pekerjaan rumah (PR) bagi kita semua. “Akselerasi dalam bidang ilmu pengetahuan, informasi, dan teknologi diberbagai belahan telah mengubah bebagai hal salah satunya juga tatanan hidup manusia. Perubahan ini diharapkan menjadi jalan untuk merubah insan manusia untuk menjadi manusia yang lebih baik,” tutur Kamaruddin. AICIC akan berlangsung selama tiga hari Jum’at-Ahad (17-20/11). Rangkaian kegiatan AICIC di antaranya adalah conference dan panel session untuk mendiskusikan hasil paper yang telah terseleksi dan akan berlangsung selama dua hari. Kegiatan ini akan ditutup dengan rangkaian perjalanan tour area wisata Malang.
UMM Inisiasi Semangat Kebangkitan Islam untuk Peradaban Dunia

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berupaya menjadi inisiator kebangkitan semangat Islam untuk perabadan dunia. Melalui kegiatan Annual International Conference on Islam and Civilization (AICIC), UMM mengajak umat Islam dari berbagai belahan dunia untuk duduk bersama dan memberikan solusi nyata terhadap persoalan-persoalan yang sedang terjadi di dunia saat ini. Konferensi yang digagas Rektor UMM, Fauzan, ini dirancang sebagai acara akademik dan ilmiah untuk menjalin kerja sama lebih lanjut dalam penyelesaian masalah dunia. AICIC akan berlangsung selama tiga hari, Jumat-Ahad (17-19/11) di Auditorium UMM. Kegiatan AICIC dibagi menjadi dua, yaitu presentasi call paper yang diikuti sebelas negara dan dilanjutkan dengan kegiatan konsorsium yang diikuti sejumlah perguruan tinggi di dunia yang mengelola pendidikan Islam. Selain itu, pada konsorsium akan hadir para pakar dari Australia, Amerika, Kamboja, Filipina, Malaysia dan Indonesia. Para peserta yang telah hadir adalah orang-orang terpilih yang memiliki ketertarikan pada isu-isu dan konflik yang terjadi di dunia. Di antara sejumlah pakar tersebut yaitu Prof Moh Zain Musa (Royal Academy of Cambodia), Prof Amin Saikal (Director of the Centre for Arab and Islamic Studies, Australian National University), Asst Prof Nefertari Arsad PhD (Istitute of Islamic Studies, University of Philippines Diliman Quezon City, Philippines), Associate Prof Muhamad Ali (Director of Middle East and Islamic Studies, University of California, Riverside, USA), Prof Mun’im Sirry (Notre Dame University, USA), Prof Dr Amsal Bakhtiar MA dan Prof Dr Abdurrahman Mas’ud (keduanya dari Departemen Agama RI), Prof Dr Syamsul Arifin MSi (Wakil Rektor I UMM) dan Irfan Junaidi (editor in chief Republika). Ketua Pelaksana AICIC, Salis Yuliardi, menyatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk aksi nyata dari Islam yang selama ini banyak terkenal dengan peperangan dan terorisme. “Di sini saya menyampaikan ulang pernyataan inisiator kegiatan ini, di mana menurutnya Islam dianggap kurang memberikan kontribusi pada perdaban dunia,” tutur Salis. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menunjukkan bahwa telah banyak Muslim yang sebenarnya telah menginspirasi dan menjadi bagian dari peradaban dunia. Pada segi tema, kegiatan ini ini benar-benar menekankan pada peran Islam untuk melahirkan pemikiran yang kontributif. Sub-topik pada kegiatan ini adalah pendidikan Islam, teologi-teologi Islam, ekonomi Islam, politik Islam, sosial budaya, dan teknologi. (nis/han)
Tertarik Kampung Warna-warni Jodipan, IAIN Surakarta Kunjungi UMM

TERINSPIRASI oleh Kampung Warna-warni yang digagas kelompok praktikum mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Guyspro, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta memboyong mahasiswanya, khususnya prodi Ilmu Komunikasi berkunjung ke UMM. Berlokasi di Auditorium Masjid AR Fachruddin UMM, Senin (13/11), kunjungan tersebut bertujuan untuk agar mahasiswa IAIN Surakarta memperoleh ilmu Public Relations (PR). “Kami ingin sharing dan memperoleh ilmu dari Komunikasi UMM, yang mahasiswanya pernah menciptakan Kampung Warna-warni Jodipan,” ujar Ahmad Qoyim, dosen PR IAIN Surakarta. Materi disampaikan oleh kepala Laboratorium Ilmu Komunikasi UMM, Jamroji MComm. Di hadapan kurang lebih 100 mahasiswa IAIN Surakarta, Jamroji mengungkapkan bahwa ranah kerja mahasiswa Ilmu Komunikasi nantinya adalah di bidang kreativitas. Sehingga, dalam menciptakan kreativitas dan ide yang baik, mahasiswa dituntut based on research. “Datanya harus real, klien juga harus real mereka mencari sendiri,” ujar Jamroji. Salah satu sarana belajar prodi komunikasi UMM adalah Laboratorium Ilmu Komunikasi (Lab Ikom). Beberapa bagian di dalam Lab Ikom di antaranya adalah Lab Simulasi PR, Lab Fotografi, Lab Mini Teater, Lab Mini Studio, Lab Grafis, Lab Master Control Room (MCR), Lab Recording dan Editing. Prodi Ilmu Komunikasi memfasilitasi mahasiswa mempraktikkan teori melalui lab tersebut. Terbagi dalam tiga konsentrasi penjurusan yaitu Public Relations, Audio Visual dan Jurnalistik, Jamroji menciptakan atmosfir lab yang menyenangkan dan ‘berbeda’ untuk mahasiswa. “Laboratorium Ilmu Komunikasi adalah miniatur dunia kerja. Miniatur dunia kerja Ikom harus kreatif,” ujarnya sembari memutarkan video profil suasana Lab Ikom yang warna-warni. Bagi Jamroji, atmosfir yang dibangun di Lab Ikom UMM telah mampu melahirkan karya-karya luar biasa, salah satunya Kampung Warna-warni Jodipan. (nim/han)
Fakultas Teknik UMM Berkomitmen Hadirkan Teknologi Pro-Lingkungan

FAKULTAS Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkomitmen mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, namun juga pilar sosial dan lingkungan. Hal itu terungkap pada Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa (SENTRA) 2017, Kamis (9/11). Seminar ini dihadiri oleh 145 pemakalah yang terdiri dari para dosen, peneliti dan para mahasiswa program sarjana dan pascasarjana dari berbagai universitas dan lembaga. Dekan Fakultas Teknik UMM Dr Ahmad Mubin MT menilai, pembangunan berkelanjutan telah menjadi tuntutan bersama. “Jika pembangunan nasional hanya difokuskan pada aspek ekonomi, maka akan terjadi kehancuran di muka bumi ini, oleh karena itu harus diubah konsepnya menjadi sustainable development,” ujarnya. Ahmad Mubin menambahkan, generasi saat ini tidak boleh serakah dengan menghabiskan semua sumber daya untuk memenuhi kebutuhan, juga harus memikirkan untuk generasi yang akan datang dimulai dari input-proses-output dalam pembangunan nasional. Dosen Fakultas Teknik UMM Dr Iis Siti Aisyah MT selaku ketua pelaksana mengungkapkan, seminar ini dapat menjalin sinergi dan membangun kolaborasi penelitian di masa yang akan datang. “Sentra ini pula diharapkan dapat menyumbangkan manfaat yang besar dan mampu mewujudkan atmosfir serta budaya riset yang baik, berkelanjutan dan berkualitas sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi rekayasa,” ujar Lis disela-sela acara. Kehadiran teknologi ramah lingkungan dalam pengembangan industri nasional, ungkap Iis Siti Aisyah merupakan sebuah keharusan yang memerlukan dorongan dari berbagai pihak termasuk akademisi, praktisi, pelaku industri serta peneliti. Seminar nasional ini dibuka oleh Prof Syamsul Arifin MSi selaku Wakil Rektor I UMM. Hadir pula sebagai keynote speaker Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Noor Arifin Muhammad ST MSIE dan guest speaker Guru Besar University Teknologi Malaysia Prof Ir Dr Mohd Hanim Osman. (nim/han)
DPPM dan BEM Berkolaborasi Rekrut Relawan Bina Desa

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (BEM UMM) menggelar Seminar dan Talkshow Pembekalan Bina Desa yang bertema “Menuju Masyarakat Cerdas dan Desa Mandiri Melalui Pengembangan Inovasi Teknologi” di Auditorium UMM, Rabu (8/11). Dalam gelaran seminar dan talkshow kali ini, BEM UMM bekerjasama dengan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) UMM, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Jawa Timur. Turut hadir sebagai narasumber talkshow yaitu Komunitas Gerakan Melukis Harapan dan Tim Guys Pro UMM yang merupakan kreator dari Kampung Warna-Warni Jodipan. Kepala Seksi Teknologi Tepat Guna, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Imam Fery Wahyudi, S.H., M.M., menyambut baik kegiatan ini. Ia menjelaskan, ke depan, kegiatan pembangunan di desa akan semakin banyak dan hal tersebut membutuhkan peran serta masyarakat terutama pemikiran dan ide-ide kreatif mahasiswa. “Anggaran dari pemerintah untuk pembangunan sudah siap, namun agar pembangunan tersebut berjalan lancar dibutuhkan ide-ide kreatif terutama dari mahasiswa,” jelasnya. Senada dengan Fery, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Dr. M. Hidayat berpesan kepada mahasiswa agar realistis dan tidak muluk-muluk dalam melakukan perencanaan pembangunan di desa agar semua yang sudah direncanakan cocok dengan masalah-masalah yang ada di desa yang dituju. “Sebelum merencanakan bina desa, baiknya kita harus tahu karakter dan potensi desa melalui analisis SWOT,” pungkasnya. Ketua Pelaksana kegiatan, Riski Khoirunnisa menjelaskan, tindak lanjut dari kegiatan ini akan langsung diaplikasikan pada saat turun lapang. Desa lokasi pembinaan sendiri akan ditentukan setelah riset mendalam dari relawan-relawan Bina Desa. “Kami sudah membuka rekrutmen relawan Bina Desa yang targetnya adalah seluruh mahasiswa aktif UMM. Untuk desa lokasi pembinaan, kami akan lakukan fiksasi setelah ada riset lebih mendalam. Desa yang berpotensi yakni di Kecamantan Ngantang dan Kampung Topeng di Buring,” paparnya. (iel/han)
Onky Cucuk Salencer, Kapten Tim UMM FC yang Juarai Piala Torabika

BERANGKAT dari semangat untuk meningkatkan kemampuan mengolah bola, Onky Cucuk Salencer memutuskan untuk hijrah ke Malang. Pengalaman pertama datang ke Malang ia alami saat mewakili sepak bola Kota Blitar. Hal itu menjadi pengalaman spesial bagi mahasiswa Budidaya Perairan Univesitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini. Cucuk berkeyakinan, dengan melanjutkan pendidikan di Malang akan sangat membantu meningkatkan kemampuannya bermain sepak bola. “Setelah mewakili Kota Blitar dan bertemu banyak pemain di Malang, saya merasa bahwa kalau saya di Malang pasti saya bisa menjadi pemain profesional karena di Malang banyak klub-klub sepak bola,” ungkap Cucuk. Setelah resmi menjadi mahasiswa baru di Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) UMM, Cucuk langsung memutuskan melanjutkan karir sepak bola dengan bergabung bersama unit kegiatan mahasiswa (UKM) UMM FC lantaran motivasi dari senior yang juga alumnus UMM. Pertama kali main bersama UMM FC, ia bukanlah pemain utama. Namun, hal itu memotivasinya untuk terus memperbaiki keterampilannya mengolah si kulit bundar. “Saya terima dan maklum saja menjadi pemain cadangan karena saya waktu itu masih maba dan saya sadar betul bahwa sepak bola Malang itu keras. Ini bagus juga untuk menempa ketahanan diri saya sebagai seorang pemain,” ujar pemuda kelahiran Blitar ini. Pada pertandingan kedua di Laga Internal Kota Malang, Cucuk mendapatkan kesempatan untuk terjun langsung di lapangan walaupun saat itu ia dimulai dari bangku cadangan. “Hal yang sangat mengesankan bagi saya karena pertama kali ini saya bisa bermain di Laga Internal Kota Malang, sekalipun untuk menggantikan senior saya,” jelas Cucuk. Menjadi pemain pengganti bukan hal yang menciutkan hati Cucuk. Pada laga ini Cucuk berhasil menjadi pencetak gol pertama dan hal itu menjadi sangat membanggkan baginya. Namun, rintangan tidak berhenti di situ. Tahun berikutnya, ia tidak bisa ikut bermain karena laga ini mensyaratkan hanya boleh diikuti mahasiswa yang berkartu tanda penduduk Malang Raya. Akhirnya ia mencoba peruntungan lain, setelah berkali-kali mengikuti seleksi untuk menjadi pemain di Persema akhirnya ia dinyatakan lolos dan bisa menjadi pemain di Persema di awal tahun 2017 ini. Setelah beberapa rintangan ia rasakan, sekarang Cucuk merasa karirnya dalam sepak bola mulai lebih baik dan menyenangkan. Saat ditunjuk sebagai Kapten pada Laga Torabika Campus Cup (TCC) ia merasa semakin semangat dan tertantang untuk terus meningkatkkan keterampilannya merumput. “Ada rasa sungkan sama senior tapi senior saya justru memberikan semangat dan motivasi kepada saya,” jelasnya.
Laboratorium Sentral UMM Perkuat Kerjasama dengan BSN dan SNI-Halal
MENINDAKLANJUTI kerjasama yang telah dijalin dengan Badan Standarisasi Nasional (BSN), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Workshop Laboratorium Sentral UMM (4/11). Workshop ini sekaligus sebagai launching akreditasi ISO/IEC 17025:2008 Laboratorium Sentral UMM dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan BSN dan SNI-Halal. “Dengan akreditasi Lab Sentral ini UMM menjadi kampus yang patut diperhitungkan. Ke depan kita akan menata manajemen internal agar terus mendapat rekognisi nasional dan internasional,” ujar Rektor UMM Fauzan. Sementara itu, Dr Elfi Anis Saati MP selaku Kepala Laboratorium Sentral UMM mengungkapkan, persaingan global baik dari SDM maupun bentuk produk menjadi alasan penting adanya standarisasi. “Lab Sentral UMM diarahkan dapat meningkatkan sistem manajemen mutu di UMM. Selain itu kampus ini memiliki 51 lab di antaranya 25 Lab Eksakta dan 17 lab Sosial sehingga diharapkan Lab Sentral ini dapat menjadi pintu untuk mengurus dan mengkoordinir seluruh lab di UMM,” ujarnya. Lab Sentral berhasil memperoleh akreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) ISO 9001 pada empat laboratorium yakni Laboratorium Nutrisi, Bioteknologi, Biologi dan Ilmu Teknologi Pangan (ITP). Sementara itu uji sertifikasi yang meraih ISO 17025 yaitu pengujian proxima dari Lab Nutrisi, uji total gula dan uji protein dari Lab Bioteknologi, uji total plate count (TPC) dari Lab Biologi serta uji antosianin dari Lab ITP Workshop bertema “Peran Perguruan Tinggi dalam Meningkatkan Kompetensi SDM” ini dihadiri pula oleh Kepala BSN Prof Dr Bambang Prasetya MSc, serta Kepala Bagian Pusat Sistem Penerapan Standar Dr Ir Wahyu Purbowasito Setyo Waskito. Pada kesempatan ini, Bambang menyampaikan materi terkait peran standarisasi produk guna mendukung persaingan global. Bambang memaparkan macam-macam standarisasi. “SNI tidak melulu tentang helm. Ada standarisasi manajemen resiko, standarisasi kebijakan, hingga sertifikasi anti-penyuapan,” ujarnya. Kemudian, materi kedua disampaikan Wahyu mengenai peran ipteks perguruan tinggi dan pentingnya peningkatan mutu produk dengan branding SNI dan sertifikasi halal dalam pasar global. (nim/han)
Prodi Perikanan Kembangkan Riset Akuakultur

Program Studi Perikanan, Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan diskusi ilmiah Akuakultur bertema “Potensi Tanaman Lemna sebagai Pakan dalam Usaha Akuakultur”, Selasa (7/11). Dalam diskusi ilmiah kali ini, Program Studi Perikanan mendatangkan Pakar Tanaman Lemna sp. dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran Dr Yuli Andriyani. Ketua Program Studi Perikanan UMM Riza Rahman Hakim SPi MSc menjelaskan, tujuan diadakannya diskusi ilmiah ini adalah untuk membentuk atmosfer akademik di Program Studi Perikanan menjadi lebih baik. “Ke depan, akan kami agendakan antara 2-3 bulan sekali untuk rutin mengadakan kegiatan diskusi seperti ini. Temanya pun akan luas, yakni membahas perkembangan akuakultur atau budidaya perikanan di Indonesia dan dunia,” jelasnya. Selain itu, lanjut Riza, untuk menindaklanjuti diskusi kali ini, pihak jurusan akan mendorong mahasiswa yang mengikuti diskusi untuk melakukan penelitian tentang aplikasi atau bahkan tanaman Lemna itu sendiri. “Untuk penelitian, tanaman Lemna bisa diaplikasikan di ikan yang ada di Jawa Timur seperti gurami, lele, nila, atau ikan-ikan herbivora dan omnivora lainnya,” lanjut Riza. Dalam diskusi ilmiah kali ini Yuli Andriyani memaparkan bahwa dalam pendanaan kegiatan budidaya ikan, dana untuk pakan ikan akan menghabiskan 60% dana yang tersedia. Selain itu, realitanya ikan membutuhkan nutrisi lebih banyak dari hewan terrestrial atau hewan darat, terutama di jumlah konsumsi protein. “Untungnya, selain harganya lebih murah dari pakan ikan komersil, tanaman Lemna atau yang biasa kita sebut rumput bebek ini juga memiliki kandungan protein, mineral dan vitamin yang tinggi. Alhasil selain ikan menjadi sehat, daging ikan juga akan tinggi protein untuk dikonsumsi,” pungkasnya. (iel/han)
Kerjasama dengan KEMENDIKBUD, UMM Gelar Tes Minat Bakat Siswa Papua

Untuk membantu identifikasi minat dan bakat siswa afirmasi dari wilayah Papua, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (FPSI UMM) menyelenggarakan Program Pendampingan Minat dan Potensi Siswa Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) 2017, Sabtu (04/11) di Gedung Kuliah Bersama 1 (GKB 1) UMM. Bekerjasama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMDIKBUD) melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK), FPSI mengadakan Tes Potensi Minat dan Bakat dan Forum Group Discussion (FGD) yang berlangsung selama satu hari penuh. Kegiatan yang digelar setiap tahun ini diikuti oleh 205 siswa dari 35 sekolah yang tersebar di Regional 3 yaitu wilayah Malang Raya, Kota Batu, Kediri, Blitar, dan Pasuruan. Menjadi salah satu dari lima fakultas se-Indonesia yang dipilih oleh KEMDIKBUD melalui PKLK, Ketua Pelaksana Kegiatan, Siti Maimunah, S.Psi., MM., MA mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan. “Fakultas Psikologi UMM ini adalah salah satu fakultas dari lima fakultas se-Indonesia yang dipercaya oleh KEMDIKBUD. Ini merupakan sesuatu yang sangat membanggakan bagi FPSI UMM,” tuturnya. FPSI tidak sebatas melaksanakan tes dan pendampingan pada siswa namun juga pada guru sekolah yang menjadi pendamping siswa ADEM. Kegiatan pendampingan bagi guru ini dilaksanakan secara terpisah dan dipandu oleh dosen-dosen Psikologi UMM. “Kami tidak membiarkan guru pendamping itu terlantar dan menghabiskan waktu tanpa tambahan ilmu, sehingga kita kumpulkan dan pertemukan beliau-beliau ini pada satu grup diskusi sendiri untuk dapat saling bertukar pengalaman,” tambah Siti. Peserta pada kegiatan ini adalah siswa dari Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada pada tingkat 10 dan 12. Pemetaan peserta tes berdasarkan kebutuhan siswa kelas 10 yang akan menghadapi penjurusan pada tingkat SMA dan siswa kelas 12 yang akan menghadapi peminatan pada tingkat universitas. (nis/sil)