Puska2PB UMM Sebar 300 Relawan dalam Hitung Cepat Pilkada Kota Batu

MELALUI Pusat Studi Kewilayahan, Kependudukan dan Penanggulangan Bencana (Puska2PB), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali terlibat dalam penghitungan cepat (Quick Count) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk Walikota Kota Batu 2017, Rabu (15/2). Sebanyak 300 relawan dikerahkan untuk memantau jalannya penghitungan suara di tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dengan penyebaranrelawanyang hampir merata,kata Yana,hitung cepat kali ini diusahakan dapat dilakukan sebaik mungkin. “Margin eror hanya 5 persen saja. Masyarakat umum juga bisa terus memantau langsung perkembangan perolehan suara mulai jam 13.05 WIB melalui laman umm.ac.id atau pilkada-batu.umm.ac.id,” jelasKetua Pelaksana hitung cepat, Yana Syafriyana Hijri, M. Ip, Rabu (15/2). Terdapat420 TPS yang tersebar di 3 Kecamatan di Kota Batu, yaitu Kecataman Batu, Kecamatan Bumiaji dan Kecamatan Junrejo. “Kami menjadikan 300 TPS sebagai sampelyang dianggap bisa mewakili dari keseluruhan TPS yang ada. Itu sama dengan 71,43 persen dari keseluruhan TPS,” terang Yana. Berbeda dengan penyelenggaraan Quick Count sebelumnya, sistem pelaporan Quick Count Pilkada kali ini memanfaatkan perangkat lunak berbasis web (Web Base). Perangkat garapan Lembaga Informasi dan Komunikasi (Infokom) UMM ini membekali tiap relawan dengan aplikasi yang diunduhnya melalui ponsel pintar berbasis Android. Dengan demikian data perolehan relawan di masing-masing TPS selanjutnya dikirim langsung ke server. “Hasil perhitungan suara melalui Quick Count  mulai dapat dipantau sejak pukul 13.05 dan hasil final penghitungan suara bisa dilihat pukul 16.00 WIB. Semua hasil yang muncul bisa dikatakan mendekati hasil sebenarnya,” imbuh Yana. Yana melanjutkan,keterlibatan UMM dalam hitung cepat merupakan salah satu cara untuk memberikan pembelajaran kepada mahasiswa. “Semua relawan berasal dari mahasiswa dan ini merupakan bentuk pembelajaran yang nyata kepada mahasiswanya tentang berdemokrasi yang benar,” jelas Yana. (jal/can)

UMM Buat Aplikasi Quick Count Berbasis Web untuk PILKADA Kota Batu

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang melalui Pusat Studi Kewilayahan, Kependudukan, dan Penanggulangan Bencana (Puska2PB-UMM) menyelenggarakan Quick Count atau perhitungan cepat perolehan suara dalam perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Batu, Rabu (15/2). Untuk memastikan data dari relawan yang disebar ke sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) terjamin keabsahannya, UMM membuat perangkat lunak aplikasi khusus Quick Count berbasis web (Web Base). Perangkat garapan Lembaga Informasi  dan Komunikasi (Infokom) UMM ini setidaknya mengerahkan 10 tenaga ahli yang selama masa perhitungan siap siaga mengamati setiap data yang masuk ke server. “Data ini diperoleh dari relawan yang mengamati langsung di lapangan,” kata Kepala Lembaga Infokom Ir. Suyatno, M.Si saat ditemui Rabu (15/2). Sistem kerjanya, diterangkan Suyatno, masing-masing relawan dibekali ID User untuk aplikasi yang diunduhnya lewat ponsel pintar berbasis Android. “Jadi relawan tidak harus menunggu selesai perhitungan. Setiap saat perolehan suara bisa diinputkan ke aplikasi tersebut.” terangnya. Dari 420 TPS, sebanyak 71.43 persen atau 300 TPS yang dijadikan sampel pemungutan suara. Dari jumlah TPS yang jadi sampel Quick Count tersebut, sebanyak 107.144 orang pemilih yang datanya masuk ke server.  “Tingkat partisipasi dari sampel yang kami data juga akan terekam,” ungkapnya. Data yang masuk nantinya akan disajikan dalam 3 format tampilan, yakni diagram batang, diagram pie serta tabel. Masyarakat juga bisa turut memantau langsung setiap perkembangan perolehan suara melalui laman umm.ac.id atau pilkada-batu.umm.ac.id.  “Masyarakat sendiri yang memilih tampilan perolehan suara berdasarkan 3 format tampilan tadi,” imbuh Suyatno. “Pada Pilkada sebelumnya juga kami sudah diminta membuatkan aplikasi serupa, hanya saja metodenya masih klasik, yakni masih menggunakan media bantu berupa pesan singkat atau SMS. Selain biayanya mahal, tidak bisa update setiap saat,” jelas Suyatno. Namun demikian, dari seluruh perolehan data tersebut baru berupa prediksi dan masih bersifat sementara. Selain itu, perolehan tersebut bukan merupakan hasil resmi dari KPU (Komisi Pemilihan Umum, Red.) Kota Batu. (can)

Kopertis Wilayah VII Jawa Timur Dorong UMM Jadi Konsultan Akreditasi

BAIKNYA mutu pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadikan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah VII Jawa Timur mempercayakan UMM menjadi konsultan akreditasi bagi universitas swasta lainnya. Hal tersebut disampaikan Koordinator Kopertis Wilayah VII, Prof. Dr. Suprato, DEA dalam penutupan workshop penilaian kinerja dosen UMM, Sabtu(11/2). Dalam pidato penutupannya, Suprapto menyatakan masih banyak Perguruan Tingggi Swasta (PTS) yang belum terakreditasi A. berangkat dari permasalahan tersebut, Kopertis melakukan berbagai usaha untuk meningkatkan akreditasi PTS di Jawa Timur, salah satunya dengan diadakannya Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi PTS yang belum mendapat akreditasi A. “UMM juga bisa melakukan bimtek untuk PTS yang belum mendapatkan predikat nilai A. Kan UMM sudah A,jadi diharapkan bisa menjadi konsultan akreditasi bagi PTS lainnya yang belum mendapatkan predikat tersebut,” papar Suprapto dihadapan 50 asesor UMM yang juga peserta workshop. UMM sebagai PTS terakreditasi A sejak 2013 lalu, Kopertis wilayah VII Jawa Timur telahmempercayakan perbaikan mutu pendidikan tanpaperluadanyapengawasan yang ketat. “Mutu pendidikan di UMM sudah baik, maka dari itu untuk peningkatakan mutu kedepannya bisa dilakukan secara mandiri,” jelasnya. Tidak hanya menjadi konsultan terkait peningkatan mutu akreditasi, UMM juga dapat menjadi pembicara di PTS yang masih berakreditasi B atau C. “Bisa nanti menjadi narasumber untuk peningkatan akreditasi di PTS lainnya di Wilayah Jawa Timur,” lanjutnya. Diantara penilaian akreditasi yakni jumlah penelitian yang telah dilakukan PTS. Di tahun 2016 lalu, sebanyak 1406 penelitian yang ditelurkan PTS se-Jawa TImur. Angka tersebut terus mengalami peningkatan pada paruh awal 2017 ini. Tercatat hingga Februari 2017, sebanyak 1739 penelitian yang dilakukan PTS sudah masuk data Kopertis Wilayah VII. “Dari sekian banyak penelitian, saya lihat penyumbang terbesarnya adalah UMM,” jelasnya. Peningkatan secara kuantitatif tersebut, lanjut Suprapto,menuntut PTS di Jawa Timur untuk terus berbenah. “Kualitas yang sudah baik harus dibarengi dengan kualitas dosen dan fasilitas dari setiap PTS. Dalam rangka mengefesienkan sistem akreditasi jurusan dan evaluasi dosenseluruh PTS untuk mengembangkan sistem Informasi dan Tekhnologi,” tandasnya. (jal/can)

UMM Siap Terapkan E-Learning dan Presensi Online

MENJELANG perkuliahan semester genap yang akan dimulai pada 13 Februari mendatang, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) semakin mematangkan sistem akademik. Hal ini dilakukan dengan diadakannya pelatihan E-Learning (Google Classroom) dan Presensi Online bagi Dosen Fakultas Hukum (FH) dan Fakultas Agama Islam (FAI) selama dua hari, Kamis-Jumat (9-10/2). Pelatihan ini menyongsong akan diberlakukannya sistem presensi dan pembelajaran dalam jaringan (daring) di UMM. FH dan FAI menjadi dua fakultas yang dikenai proyek percontohan sebelum program ini diaplikasikan di semua fakultas. Dari semua perguruan tinggi di Malang, UMM menjadi kampus pertama yang akan menerapkan teknologi ini. Kepala Lembaga Informasi dan Komunikasi (Infokom) UMM, Ir Suyatno, MSi mengatakan, e-learning dan presensi daring ini akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi sistem akademik, serta mengurangi penggunaan kertas yang berlebihan. l “Dulu UMM sudah mengaktifkan e-learning, lalu terhenti karena ada beberapa kendala. Kini, teknologi sudah semakin maju, sehingga penting untuk mengaktifkan dan mengembangkan e-learning kembali. Ini akan memudahkan dosen dan mahasiswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran sehari-hari,” ujar Suyatno. Nantinya, presensi tak lagi dilakukan dengan dosen yang memanggil nama mahasiswa atau mahasiswa yang membubuhkan tanda-tangan. Presensi cukup dilakukan dengan memindai Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) menggunakan mesin pemindai kode bar (barcode scanner) yang akan terhubung dengan aplikasi pada Chromebook, sejenis komputer jinjing (laptop) khusus untuk  pembelajaran. Menariknya, kehadiran dan durasi pembelajaran yang dilakukan dosen dan mahasiswa akan tercatat secara otomatis melalui chromebook.Mahasiswa tercatat ketika mahasiswa memindai KTM-nya. Sementara durasi pembelajaran dosen terekam sejak log in hingga log out pada akun email UMM yang dimiliki tiap dosen. “Ini adalah program yang revolusioner. Semua akan tercatat akurat dan tak perlu bekerja secara manual. Data akan otomatis tersimpan dan monitoring dari pimpinan ke dosen atau dosen ke mahasiswa akan lebih cepat,” imbuh Suyatno. Di samping urusan presensi, program ini juga memanfaatkan teknologi dari google classroom, yakni membuat ‘kelas’ daring. Dosen bisa memberikan tugas pada mahasiswa melalui aplikasi tersebut dan mahasiswa juga bisa langsung mengunggah tugasnya, Mahasiswa yang mengumpulkan tugas akan langsung tampak begitu pula yang belum. Dosen juga saat itu bisa memberikan komentar pada tugas yang dikumpulkan mahasiswa, serta memberinya nilai. “Untuk itu, tiap kelas akan diberi fasilitas penunjang Chromebook yang akan dialokasian dan dikelola oleh bagian tata usaha. Setiap akan memulai kelas,  mahasiswa bisa mengambil Chromebook. Begitu juga setelahnya, Chromebook akan dikembalikan lagi ke bagian tata usaha,” imbuh Suyatno. (ich/han)

Raker FIKES UMM Genjot Penguatan KPT dan Publikasi Internasional

MERESPON program rektor dalam rangka penguatan lembaga dan Sumber Daya Manusia (SDM), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) diimplementasikan dalam penyelenggaraan Rapat Kerja (Raker) yang kemudian diterjemahkan dalam sebuah tema besar, “Sinergisitas Civitas Akademika Universitas dan Aktualisasi Mahasiswa Menjawab Perkembangan Teknologi Kesehatan secara Global” di Convention Hall Sengkaling UMM, Rabu (9/2). Dekan FIKES, Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep. Sp. Kom saat ditemui di sela cara menerangkan, dari tema yang diusung tersebut, setidaknya memuat sejumlah bahasan. Antara lain, penguatan Kurikulum berbasis Kurikulum Perguruan Tinggi (KPT). “Diharapkan dalam 2 hari pelaksanaan Raker ini akan menghasilkan di masing-masing program studi kurikulum yang berbasis KPT. Jadi di situ ada capaian pembelajaran, dan ada mata kuliah yang mendukung capaian pembelajarannya itu, ” jelasnya. Selain itu, dilanjutkan Yoyok, ekspansi kerjasama FIKES, khususnya ke luar negeri jadi perhatian rapat kerja tahunan ini. “Kita ingin agar masing-masing program studi ini bisa mendesain ekspansi kerjasama luar negerinya. Selama tahun 2017 ini mana yang mungkin untuk dilakukan. Selama ini kan sudah ada beberapa dosen FIKES yang sudah di luar negeri. Seperti di Taiwan, Thailand juga ada yang baru pulang dari Polandia,” ungkapnya. Salah satunya bentuk realisasi rumusan tersebut yakni bakal diselenggarakannya Health Sciense International Conference pada 4 Oktober 2017 mendatang. Konferensi tersebut mempunyai daya ungkit karena prosiding yang bakal dibuat nantinya bakal terindex internasional dari Thomson Reuters dan Direktori Open Access Jurnal (DOAJ). Selain itu, FIKES juga bekerjama dengan penerbitan Antlantis Publisher. “Para pemateri yang bakal dihadirkan nantinya merupakan relasi dosen-dosen yang telah kuliah di luar negeri sebelumnya,” jelas Yoyok. Terakhir, Rapat Kerja ini juga guna meningkatkan aktualiasi mahasiswa dalam bingkai Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). “Beberapa tahun lalu mahasiswa FIKES sudah ada yang masuk PIMNAS, kami juga ingin meningkatkan itu. Ke depan kalau perlu diterbitkan SK Dekan terkait wajibnya mahasiswa FIKES membuat PKM,” terangnya. Rektor UMM, Fauzan dalam sambutannya berpesan, meski sebagai fakultas termuda, jangan sampai FIKES tidak memiliki arah gerak yang jelas. Sebaliknya, FIKES harus mampu menginisiasi manejemen mutakhir dengan prinsip simpel dan produktif. Fauzan juga menekankan bagi dosen FIKES untuk segera menyelesaikan studi dalam rangka mengejar ketertinggalannya. Selain itu, mendorong dosen FIKES untuk harus punya jabatan fungsional. Gelaran tersebut sekaligus merilis prosiding hasil penelitian 28 dosen FIKES dengan judul “Kontribusi Penelitian Kesehatan dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat”. (can/han)

PWM dan UMM Bermitra Dorong Internasionalisasi Sekolah Muhammadiyah

BERMITRA dengan Lembaga Kerjasama (LK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, UMM menghadirkan Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Serikat (AS) Christine Getzler Vaughan dan perwakilan Huaqiao University di Tiongkok, Henoch Pradana pada kegiatan Workshop Kerjasama Internasional Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) Jawa Timur, Kamis (9/2) di Auditorium UMM. Pada kesempatan ini, mereka memaparkan peluang kerjasama AS dan Tiongkok untuk sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM). Kegiatan dihadiri sejumlah PTM serta Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah (SMAM), Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah (SMKM), dan Sekolah Dasar Muhammadiyah (SDM) dipandang sudah berkelas internasional. Asisten Rektor UMM Bidang Kerjasama Luar Negeri Soeparto menjelaskan, forum ini bisa menjadi kesempatan bagi seluruh sekolah Muhammadiyah se-Jawa Timur. “Saat ini UMM memiliki 23 dosen asing internship dari 29 negara. Secara insidental, sekolah Muhammadiyah se-Jawa Timur dapat mengundang dosen asing tersebut untuk menjadi narasumber seminar di sekolah masing-masing,” jelas Soeparto dalam sambutannya. Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Nadjib Hamid menyatakan, workshop kerjasama internasional diselenggarakan untuk memfasilitasi amal usaha Muhammadiyah dan memperluas kerjasama dengan dunia internasional. “Workshop ini harus menghasilkan aksi nyata dan memberikan dampak lebih bagi masyarakat,” jelas Nadjib. “Pada jangka panjang, semua sekolah Muhammadiyah se-Jawa Timur dapat melakukan kerjasama internasional. Sedangkan dalam jangka pendek, sekolah Muhammadiyah se-Jawa Timur dapat membangun suasana internasional di internal sekolah masing-masing,” paparnya. Menurut Nadjib, semua sekolah Muhammadiyah harus bersinergi agar mendapatkan hasil yang lebih baik. Harapan ke depannya, lanjut Nadjib, sekolah Muhammadiyah dapat  saling bersinergi dan membangun gerakan pendidikan yang bergairah. (jal/han)

China Corner UMM Sediakan Beasiswa Summer Camp Hingga Master dan Doktor

BELUM genap setahun berdiri, tepatnya pada Mei 2016, China Corner UMM telah menunjukkan kiprah pentingnya. Lembaga ini menjadi wadah bagi mahasiswa UMM yang ingin belajar tentang budaya Tiongkok maupun melanjutkan pendidikan ke Negeri Tirai Bambu tersebut. Kepala Kantor Hubungan Luar Negeri (KHLN) UMM Dr Abdul Haris MA mengungkapkan, program inti China Corner ialah memberi beasiswa pada mahasiswa melalui summer camp hingga program studi lanjut, master dan doktor. Syaratnya pun tak rumit, yaitu terdaftar sebagai mahasiswa Confusius Institute, dengan ikut belajar bahasa Mandarin di China Corner sampai mengantongi sertifikasi pada level tertentu. Untuk summer camp, target yang harus dicapai yaitu level 2, percakapan sehari-hari. Sedangkan untuk program master atau doktor, targetnya level 4, meliputi percakapan akademik. Terkait summer camp, mahasiswa UMM diberi kesempatan belajar bahasa dan kebudayaan Tiongkok secara langsung di negaranya selama satu bulan. “Mahasiswa semester 1 sampai 4 bisa mengikuti kursus hingga level 2 untuk bisa ikut summer camp. Tapi, untuk mahasiswa di atas semester 6 tidak ada salahnya mengikuti kursus hingga level 4, sehingga begitu skripsi selesai dan lulus sarjana, bisa langsung berangkat ke Tiongkok untuk program master,” urai Haris. Sementara itu koordinator China Corner Karina Sari menuturkan, pertengahan tahun ini China Corner akan memberangkatkan sekitar 50 mahasiswa ke Tiongkok dalam program Summer Camp. “Ini luar biasa. Belum ada setahun China Corner berdiri, sudah mampu menyiapkan 50 mahasiswa untuk berangkat di Cina. Sebelum berangkat, pada Maret nanti mereka akan menjalani tes akhir dari kursus yang mereka ikuti,” imbuh Karina. Kursus bahasa Mandarin ini dibimbing secara langsung oleh pengajar dari Confusius Institute yang merupakan yayasan milik pemerintah yang diketuai langsung oleh wakil presiden Republik Rakyat Tiongkok. “Seminggu dua kali pertemuan. China Corner menyiapkan jadwal, mahasiswa bisa menyesuaikan jadwalnya,” imbuh Karina. (ich/han)

UMM Segera Gelar Kompetisi Pengetahuan Tiongkok

DALAM waktu dekat, China Corner UMM akan menggelar The First Chinese Bridge Competition, yakni lomba pengetahuan umum Tiongkok untuk pelajar SMA sederajat se-Indonesia. Sama halnya dengan lomba pengetahuan umum Tiongkok yang digelar November 2016 lalu, sistem lomba ini pun melalui jalur online.  Rencananya, menurut koordinator China Corner Karina Sari, kompetisi ini akan diadakan dua bulan, mulai Februari hingga April 2017. Hadiahnya tak tanggung-tanggung, 20 peserta dengan skor tertinggi akan mendapatkan kesempatan mengunjungi Tiongkok selama sepuluh hari. Sebelumnya, pada kompetisi serupa yang digelar Konsulat Jenderal China di Surabaya akhir tahun lalu, tiga mahasiswa UMM berhasil meraih juara pertama dan ketiga. Bahkan, UMM juga meraih juara untuk kategori perguruan tinggi dengan peserta lomba terbanyak, yakni 332 mahasiwa. Lantaran sejumlah gelar tersebut, UMM berhasil menjadi juara umum pada kompetisi yang diikuti 20 universitas terpilih se-Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali dan NTT. Dalam hal ini peran China Corner UMM sangat signifikan, karena telah membangun atmoster positif bagi mahasiswa untuk mengenal khazanah kebudayaan China. Dijelaskan Karina, China Corner memang didirikan sebagai jembatan mahasiswa UMM untuk belajar ke Tiongkok dan sebaliknya, bagi mahasiswa Tiongkok yang ingin menimba ilmu di UMM. Beruntungnya, ruang lingkup China Corner lebih luas dibandingkan corner-corner lain yang telah terbentuk lebih dulu di UMM. Hal ini lantaran China Corner berada langsung di bawah Confusius Institute, pengawasan kedutaan, dan boleh mengadakan perjanjian kerjasama dengan kampus-kampus di China secara langsung. Di samping itu, China Corner juga diberi keleluasaan untuk mengembangkan sayap. “China Corner hadir sebagai pintu yang siapa saja bisa menggunakannya. Manfaatkan, ambil ilmunya, dan tuntutlah ilmu sampai ke negeri China. Semuanya gratis karena beasiswa,” tukas Karina. (ich/han)

Jelang Semester Genap, Mahasiswa Asing UMM Ikuti Orientasi

SEBANYAK 23 mahasiswa asing program Learn and Teach mengikuti Orientation Day di auditorium Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (8/2). Mereka berasal dari 11 negara, yakni Polandia, Portugal, Ukraina, Turki, Spanyol, Slovakia, Tiongkok, dan Rumania. Berbeda dengan program lainnya yang sebagian besar dimulai pada semester ganjil, program Learn and Teach kali ini dimulai pada semester genap. Mereka akan menjadi bagian dari UMM selama 6 hingga 12 bulan. Di sini, selain mendalami bahasa Indonesia di unit Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) UMM, mereka juga berkesempatan membagi ilmunya dengan mahasiswa UMM mengingat kebanyakan mereka berkualifikasi master. Asisten Rektor UMM Bidang Kerjasama, Soeparto, menyambut gembira kedatangan para mahasiswa tersebut. “Selamat datang di Indonesia, selamat datang di UMM,” ujarnya. Selain diperkenalkan dengan UMM dan prestasi-prestasinya, para mahasiswa ini juga dibekali sistem pembelajaran di UMM, informasi perihal keimigrasian, dan yang terpenting, yaitu budaya hidup masyarakat Indonesia, khususnya Malang. Mengenai hal ini, Soeparto mengapresiasi cara berpenampilan mereka. “Dulu saya pernah memberikan teguran pada mahasiswa asing belum beradaptasi dengan cara berpakaian di Indonesia. Terima kasih, hari ini teman-teman memakai pakaian yang rapi dan menyesuaikan dengan budaya UMM sebagai kampus Islam,” terang Soeparto diiringi senyum mahasiswa. Disebut Soeparto, ini merupakan salah satu upaya mempercepat rekognisi internasional UMM, yakni memperbanyak mahasiswa asing yang fasih berbahasa Indonesia. Selain itu, meningkatnya jumlah mahasiswa asing yang menempuh studi di Indonesia juga menjadi salah satu indikator internasionalisasi kampus. (ich/han)

Raker FKIP: Mantapkan Pelaksanaan KPT, Dorong Internasionalisasi

SELAMA tiga hari (5-7/2) di Kawasan Wisata Pantai Senggigi Lombok, sebanyak 80 dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan Rapat Kerja (Raker) Tahunan. Raker difokuskan pada Penyusunan Capaian Pembelajaran (CPL) dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT). Pada kesempatan ini, juga dilakukan sosialisasi block grant penelitian dan pengabdian masyarakat tahun 2017-2018. Wakil Rektor I UMM Prof Dr Syamsul Arifin MSi yang turut hadir pada kegiatan ini menegaskan, penyusunan CPL dan RPS yang dilakukan FKIP ini harus terus didorong sebagai upaya internasionalisasi fakultas dan universitas. “Sumber Daya Manusia (SDM) harus menjadi fokus penting, agar rasio dosen-mahasiswa ideal. Harus juga diperhatikan peningkatan kualitas dosen dengan kualifikasi doktor dan guru besar, dan bertambahnya publikasi internasional yang terindex scopus,” jelas Syamsul. Sementara itu Dekan FKIP UMM Dr Poncojari Wahyono MKes menjelaskan, perubahan penerapan kurikulum ini tentu menjadi langkah strategis FKIP sebagai pelopor pelaksanaan KPT di UMM. Dengan adanya CPL, maka standarisasi bahan kajian, proses pembelajaran, dan evaluasi menjadi lebih terukur. Poncojari menambahkan, dengan terlaksananya KPT tahun ini, berarti mahasiswa dapat menyelesaikan perkuliahannya pada semester 7. “Beberapa mata kuliah dilebur menjadi mata kuliah baru, sehingga jumlah SKS yang ditempuh semakin singkat,” ungkap doktor di bidang Biokimia ini. Pada sesi pemaparan RPS masing-masing prodi, semua prodi menyatakan siap memgimplementasikan KPT dengan jumlah SKS antara 140-146. Untuk pengembangan fakultas, pengelolaan dibagi menjadi tiga bidang, yaitu bidang 1 (akademik), bidang 2 (manajemen dan infrastruktur) dan bidang 3 (kemahasiswaan). Di bidang akademik, selain pendidikan dan pengajaran, FKIP tengah memperkuat kerjasama, percepatan akreditasi prodi, publikasi ilmiah dosen, pengembangan laboratorium, optimalisasi penelitian dan pengabdian masyarakat, hingga credit transfer lintas perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Sedangkan dalam hal manajemen, FKIP akan terus meningkatkan profesionalisme dosen dan karyawan, termasuk mengikutkan karyawan dalam pelatihan. Adapun bidang kemahasiswan, FKIP akan terus meningkatkan prestasi mahasiswa serta mencanangkan penulisan PKM dengan memasukkannya dalam format tugas mata kuliah. Diharapkan, bidang ini juga mampu menjadi pusat informasi beasiswa bagi mahasiswa, baik dalam maupun luar negeri. Pada kegiatan Raker ini, juga dilakukan sosialisasi block grant penelitian dan  pengabdian masyarakat, yang di antaranya memuat; program pengiriman dosen ke sekolah, penelitian dan pengabdian masyarakat, lesson study, dan seminar. Termasuk penelitian dan pengabdian masyarakat berbasis institusi yang berorientasi pada Standar Nasional Kompetensi Guru (SNKG). Selanjutnya, FKIP akan menjalin kerjasama dengan peserta SNKG seluruh Malang Raya untuk peningkatan kualitas guru seluruh bidang studi di FKIP. Raker ditutup dengan launching RPS yang secara simbolis diserahkan oleh dekan FKIP kepada Wakil Rektor I, sebagai bukti kesiapan FKIP UMM menyongsong berlakunya KPT. (rin/han)