Tak Sekadar Nilai Akademik, UMM Dorong Mahasiswa Kuasai Personal Branding dan Literasi Keuangan

Sukses masa depan tak hanya bergantung pada deretan nilai akademik, melainkan kepiawaian membaca peluang karier dan mengelola literasi finansial. Menjawab urgensi tersebut, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkolaborasi dengan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Paragon menggelar kuliah umum bertajuk “Langkah Emas Generasi Emas”. Acara yang dilangsungkan di Gedung Kuliah Bersama (GKB) IV UMM pada Senin (8/6) ini secara tajam membedah kesiapan mahasiswa dalam menghadapi persaingan industri, termasuk urgensi manajemen keuangan strategis seperti tabungan haji hingga investasi emas. Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A., menegaskan bahwa puncak bonus demografi Indonesia pada 2045 tidak akan memberikan manfaat riil jika tidak diimbangi dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Ia menilai tantangan pembangunan ke depan kian kompleks, sehingga perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk mencetak mahasiswa sebagai agen perubahan yang berintegritas. Pembangunan kapasitas diri, menurutnya, mutlak dilakukan sejak di bangku perkuliahan. “Indonesia Emas bukan sesuatu yang hadir secara otomatis. Generasi muda harus mempersiapkan diri sejak hari ini melalui pendidikan, karakter yang kuat, dan kemauan untuk terus belajar. Jika kesempatan besar itu tidak dipersiapkan dengan baik, maka bonus demografi justru bisa berubah menjadi tantangan,” tegas Juanda. Sejalan dengan hal tersebut, Area Manager Malang PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, Waskito Vergino, S.T., MBA., M.Sc., menjabarkan bahwa sinergi antara institusi pendidikan dan sektor industri merupakan katalisator pencetak generasi tangkas. Ia menyebutkan bahwa BSI sangat membutuhkan pasokan SDM yang adaptif terhadap dinamika bisnis. Mahasiswa saat ini memegang peranan krusial sebagai pelaku utama roda perekonomian dan pembangunan nasional di masa depan. “Indonesia Emas 2045 tidak mungkin tercapai tanpa generasi yang memiliki keterampilan, karakter, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan. Karena itu, kami ingin hadir bersama kampus untuk memberikan wawasan serta pengalaman yang dapat menjadi bekal mahasiswa menghadapi dunia kerja,” tuturnya. Dari perspektif pengembangan karier, Vice President Islamic Education & Halal Solution BSI, Hikmah Rizka Maslahatin, S.Si., S.I.Kom., M.Si., mengajak mahasiswa memaksimalkan masa studi sebagai arena transformasi pribadi. Merespons disrupsi teknologi yang melesat cepat, ia mengingatkan bahwa kemampuan akademik semata tidak lagi cukup. Mahasiswa dituntut ekstra dalam membangun komunikasi dan rekam jejak diri yang solid. “Skill dan pengetahuan itu penting, tetapi saat ini belum cukup. Mahasiswa juga harus memiliki personal branding, kemampuan berkolaborasi, serta kemauan untuk terus belajar karena perubahan terjadi sangat cepat. Dunia kerja membutuhkan individu yang siap berkembang, bukan hanya siap bekerja,” jelas Hikmah. Pada akhirnya, keberhasilan menghadapi persaingan global tidak lagi berpusat pada seberapa kuat seseorang berkompetisi, melainkan seberapa cakap ia membangun jejaring dan berkolaborasi. Melalui agenda ini, mahasiswa UMM didorong untuk segera merumuskan langkah konkret pascakampus. Harapannya, mereka lulus tidak hanya dengan predikat akademik memuaskan, tetapi juga matang secara finansial, berkarakter tangguh, dan memiliki kepekaan sosial tinggi untuk mewujudkan visi Indonesia Emas yang sesungguhnya.(vin/faq)   Penulis: Vivin Dwi Oktavia | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Gebyar Fun Tahes Tandai Dibukanya Rector Cup UMM 2026

Lebih dari 6.000 sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengikuti giat Fun Tahes Rector Cup 2026, Minggu (7/6). Mengambil garis start di Helipad Kampus III, kegiatan lari sejauh lima kilometer ini digelar untuk mengampanyekan gaya hidup sehat. Antusiasme ribuan peserta ini tidak hanya dari giat Fun Tahes saja, tetapi juga deretan doorprize mulai dari tablet, smartphone, hingga hadiah utama berupa sepeda motor listrik siap dibawa pulang oleh peserta yang beruntung. Serta berbagai hiburan menarik mulai dari senam sehat hingga musik yang menghadirkan Band SemalamSuntuk. Hadir menyapa para peserta, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi suntikan energi positif bagi seluruh elemen kampus. Ia berpesan agar para mahasiswa tetap konsisten menjaga keseimbangan antara fisik yang bugar dan semangat menimba ilmu. “Mudah-mudahan kebahagiaan yang kita rasakan pagi ini menjadi awal yang baik untuk perjalanan kalian selama di UMM. Tetap jaga kesehatan, terus semangat belajar, dan jangan pernah berhenti mengejar cita-cita yang ingin diwujudkan,” jelasnya. Lebih lanjut, kemeriahan giat ini juga dirangkai dengan penutupan Student Day bagi mahasiswa baru angkatan 2025. Kegiatan studentday telah dilaksanakan selama satu semester untuk membekali mahasiswa baru dengan berbagai pengalaman sosial dan kemasyarakatan. “Melalui garis start ini, kompetisi bergengsi tingkat universitas resmi dimulai, sekaligus menutup kegiatan Student Day angkatan 2025. Selamat berlari dan junjung tinggi sportivitas,” ungkapnya. Disisi lain, Ketua Panitia Rektorcup sekaligus Kepala Bagian Minat Bakat Kemahasiswaan UMM, Ir. Ary Bakhtiar, M.Si., IPM., ASEAN Eng., menegaskan bahwa Kampus Putih selalu siap dan berkomitmen penuh dalam mewadahi berbagai potensi mahasiswanya. Ia menjelaskan bahwa ajang Rector Cup ini dirancang secara khusus sebagai langkah strategis universitas dalam melakukan penjaringan bibit-bibit unggul, guna mempersiapkan delegasi mahasiswa untuk bersaing di kompetisi bergengsi tingkat nasional hingga internasional. “Sebagai bentuk keseriusan dan dukungan nyata, UMM juga telah menyiapkan dana pembinaan dengan total mencapai ratusan juta rupiah bagi para pemenang Rector Cup. Kami ingin memastikan bahwa setiap minat dan bakat yang dimiliki mahasiswa tidak hanya difasilitasi, tetapi juga diapresiasi serta dibina secara berkelanjutan agar mereka siap menorehkan prestasi di kancah yang lebih luas,” tegasnya. Kemeriahan acara ini diakui langsung oleh para peserta. Nayla Auvara Izzetiyya, salah satu mahasiswa, mengungkapkan rasa antusiasmenya karena bisa berbaur dengan ribuan sivitas akademika. Ia merasa kegiatan semacam ini sangat efektif untuk menghilangkan penat setelah menjalani rutinitas perkuliahan. “Acaranya benar-benar seru. Selain bisa olahraga bareng teman-teman dari berbagai jurusan, ada hiburan musik dan doorprize-nya sangat menggiurkan. Harapannya UMM bisa terus rutin mengadakan event sebesar dan semeriah ini,” pungkasnya.(ali/faq)   Penulis: Alban Hogantara | Editor; Faqih Ahmad Wafir Rahman

Inovasi Visual Flora Fauna bagi Tunarungu Antarkan Mahasiswa UMM Juara Nasional

Akses pendidikan inklusif yang merata di era digitalisasi masih menjadi pekerjaan rumah bagi Indonesia, khususnya bagi anak berkebutuhan khusus. Menjawab tantangan tersebut, tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menciptakan inovasi media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) khusus anak tunarungu. Gagasan bertajuk “Inovasi Media Pembelajaran IPA Berbasis AR dan VR untuk Pengenalan Flora dan Fauna” ini sukses mengantarkan mereka meraih Gold Medal sekaligus Juara 3 Nasional kategori Pendidikan dalam ajang Mandalika Essay Competition 2026 di Mataram, Nusa Tenggara Barat. ​Tim yang terdiri dari Reynald Dimas Saputra (Prodi Hukum) dan Devi Putri Susilo (Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia) ini sukses menyingkirkan ratusan pesaingnya. Dalam kompetisi yang diselenggarakan Universitas Mataram bersama Lembaga Nusantara Muda pada 16–18 Mei 2026 lalu, inovasi mereka masuk 100 besar dari 400 peserta se-Indonesia, hingga akhirnya menyabet gelar karya terbaik di subtema pendidikan dan menjuarai babak final. ​Inovasi ini lahir dari kepedulian mereka terhadap kesenjangan fasilitas belajar bagi anak berkebutuhan khusus yang dinilai masih minim mengakomodasi potensi visual. Reynald menjelaskan bahwa anak tunarungu memiliki ketajaman visual yang sangat baik, sehingga teknologi AR dan VR adalah jawaban yang tepat untuk menggantikan metode konvensional. ​“Kami melihat masih banyak media pembelajaran yang belum cukup mengakomodasi kebutuhan anak tunarungu. Padahal mereka memiliki kemampuan visual yang sangat baik. Dari situ, kami mencoba menghadirkan solusi dengan memanfaatkan teknologi AR dan VR sebagai media pembelajaran,” ungkap Reynald. ​Gagasan tersebut dirancang secara spesifik untuk membedah mata pelajaran IPA dalam wujud tiga dimensi agar mudah dipahami. Guna memastikan ide ini tidak berhenti di atas kertas, ia menjelaskan bahwa timnya telah menggandeng mahasiswa Teknik Informatika UMM guna merancang prototipe awal aplikasi agar siap diimplementasikan. ​“Harapan kami tentu inovasi ini bisa diwujudkan menjadi aplikasi nyata, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh anak-anak tunarungu di Indonesia,” ujarnya. ​Keberhasilan ini tak lepas dari peran Kepala Bagian Penalaran Kemahasiswaan UMM, Ali Multazam, S.Ft., Physio., M.Sc. Ia menilai capaian gemilang anak didiknya adalah buah dari proses riset, diskusi panjang, serta konsistensi mereka sejak awal penyusunan esai hingga tahap final. ​“Prestasi ini bukan sesuatu yang didapatkan secara instan. Mereka telah mempersiapkan semuanya sejak awal, mulai dari pengembangan ide, diskusi, hingga penyempurnaan gagasan. Saya sangat mengapresiasi kerja keras dan dedikasi yang telah mereka tunjukkan selama mengikuti kompetisi ini,“ tegasnya. ​Pada akhirnya, raihan prestasi di tingkat nasional ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial yang dipadukan dengan kemajuan teknologi mampu melahirkan solusi aplikatif. Semoga inovasi dari mahasiswa UMM ini dapat menjadi pionir dalam mewujudkan ekosistem pendidikan inklusif yang lebih setara, serta memacu mahasiswa lain untuk terus berkarya meretas batas-batas keterbatasan.(*rik/faq)   Penulis: Roudhotul Mufarikha | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Dari Kine Club UMM Menuju Negeri Ginseng, Kisah Distya Taklukkan Kerasnya Industri Hiburan Korea

Demam Hallyu atau ekspansi budaya pop Korea Selatan terus menggurita dan digandrungi oleh anak muda Indonesia. Menariknya, Distya Putri Handayani memilih jalan yang jauh lebih menantang. Alih-alih sekadar menjadi penggemar penikmat karya, alumnus Program Studi Hukum Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini sukses menembus ketatnya persaingan dan berkarier langsung di industri kreatif Korea Selatan. Kini, ia tidak hanya bekerja di perusahaan hiburan di sana, tetapi juga terlibat penuh dalam memproduksi berbagai program televisi yang menggandeng jajaran idol K-Pop ternama. Distya sapaan akrabnya menjelaskan bahwa peluang emas tersebut bermula ketika ia memutuskan terbang ke Korea Selatan untuk mendalami bahasa di Yonsei University pasca lulus dari UMM. Di tengah kesibukannya sebagai pelajar, ia menerima tawaran kerja paruh waktu di sebuah perusahaan kreatif. Berkat dedikasi dan kinerjanya yang tajam, ia diberi kepercayaan untuk menginisiasi dan mengeksekusi program memasak hidangan khas Nusantara bersama para bintang K-Pop, yang sukses tayang hingga dua musim berturut-turut. Kini, ia menempati posisi strategis di divisi pemasaran perusahaan tersebut. “Karena bosku suka dengan kinerjaku, akhirnya dibuatlah satu program dari ideku, yaitu masak-masak masakan Indonesia bersama idol-idol Korea,” jelas perempuan asal Jakarta tersebut. Keberhasilannya menembus industri hiburan internasional tentu tidak diraih secara instan. Distya menceritakan bahwa minat dan fondasi kompetensinya di dunia kreatif murni dipupuk semenjak ia menjadi mahasiswa baru di Kampus Putih. Kala itu, ia memutuskan bergabung dengan Kine Club UMM. Di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) inilah ia ditempa memegang peran vital, mulai dari asisten manajer yang mengurus manajerial jadwal hingga menjadi produser untuk berbagai produksi karya audiovisual. Selain itu ia juga aktif menjadi partimer di Humas UMM yang bertanggung jawab dalam bagian fotografi dan videografi. “Aku ikut UKM Kine Club sejak jadi mahasiswa baru. Di sana awal mula aku belajar tentang dunia kreatif. Selain itu aku juga menjadi salah satu bagian tim ciptavisual di humas UMM. Ilmu yang aku dapat salam di UKM Kine dan partimer humas UMM juga terpakai banget,” ujarnya. Sebelum menjejakkan kaki di Negeri Ginseng, Distya telah mematangkan pengalamannya di industri hiburan Tanah Air. Ia sempat bekerja di agensi artis di Jakarta dengan menangani hingga 16 selebritas, menjadi personal assistant manager figur publik, hingga bergabung memproduksi film pendek bersama rumah produksi Frame Ritz pada 2020. Meski memiliki portofolio mentereng, langkah awalnya di Korea sempat dihantam krisis finansial yang memaksanya membuka bisnis jasa titip (jastip) lintas negara demi menyambung hidup. “Waktu awal di Korea aku sempat bingung karena habis tertimpa musibah dan rugi besar secara finansial. Sempat mau nyerah karena biaya hidup di sana mahal,” ungkapnya. Bertahan dan bekerja di episentrum industri K-Pop pada akhirnya memberikan wawasan baru bagi Distya, terutama terkait dinamika komunikasi profesional di lapangan. Ia menyoroti tingginya standar kerja serta ketatnya batasan privasi bagi para idol Korea yang harus dihormati oleh seluruh kru produksi. “Kita nggak bisa sembarangan berinteraksi walaupun sebagai kru. Jadi harus benar-benar menjaga sopan santun dan attitude,” katanya menekankan pentingnya etika kerja. Merangkum perjalanan panjangnya yang sarat akan dinamika, Distya menitipkan pesan inspiratif kepada seluruh mahasiswa UMM agar tidak takut menggantungkan cita-cita di panggung global. Baginya, konsistensi dan keberanian untuk terus berproses adalah kunci utama mendobrak segala keterbatasan. “Tidak ada yang nggak mungkin selama kita tekuni apa yang kita mau. Capek boleh, tapi nyerah jangan,” pungkasnya.(*rik/faq)   Penulis: Roudhotul Mufarikha | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Jawab Tantangan Kebutuhan SDM Unggul, CoE Sawit UMM Gandeng PT Bumitama Gunajaya Agro

Sebagai salah satu produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia, Indonesia memegang peranan vital dalam rantai pasok ekonomi dan energi global. Namun, ironisnya, industri raksasa ini masih kerap dihadapkan pada tantangan pelik terkait ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang benar-benar siap pakai dan adaptif terhadap kemajuan agribisnis modern. Merespons isu kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan riil industri tersebut, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Center of Excellence (CoE) Sawit resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Bumitama Gunajaya Agro pada Jumat (29/5) lalu di Aula BAU UMM. Selain penandatanganan kerja sama, langkah strategis ini juga dirangkaikan dengan agenda kuliah tamu bertajuk “Level Up Your Career: Peluang Kerja dan Masa Depan Industri Sawit”. Kerja sama ini secara khusus menyasar mahasiswa Program Studi Agroteknologi dan Teknik Industri UMM. Tujuannya adalah merancang program kolaboratif yang komprehensif, mulai dari fasilitasi magang, rekrutmen langsung, hingga penyesuaian kurikulum pendidikan tinggi yang selaras dengan tantangan sektor perkebunan masa kini. Wakil Rektor IV UMM, M. Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa sinergi lintas sektor ini merupakan langkah konkret universitas untuk memastikan mahasiswa tidak hanya unggul secara landasan teori, tetapi juga memiliki taktis dan kepekaan yang relevan dengan dinamika industri saat ini. “Kerja sama ini adalah bukti nyata komitmen Kampus Putih dalam mendekatkan mahasiswa dengan dunia profesional. Kami ingin lulusan UMM, khususnya jebolan dari CoE Sawit, tidak lagi canggung saat memasuki dunia kerja, melainkan langsung bisa diserap dan memberikan kontribusi riil bagi industri perkebunan nasional,” tegasnya. Sementara itu, Agus Sutrisno, S.P., M.M. selaku HC & OSM Director PT Bumitama Gunajaya Agro menjelaskan bahwa industri kelapa sawit saat ini bergerak sangat cepat, sehingga membutuhkan tenaga kerja muda yang adaptif terhadap teknologi cerdas serta memiliki daya inovasi tinggi, bukan sekadar pekerja yang mengandalkan metode konvensional di lapangan. “Industri kelapa sawit masa depan sangat bergantung pada efisiensi manajerial dan pembaruan teknologi. Oleh karena itu, kami di dunia industri membutuhkan talenta-talenta unggul dari perguruan tinggi seperti UMM yang siap menghadapi tantangan global dan mampu memberikan solusi teknis yang akurat,” ungkapnya. Inisiatif taktis melalui CoE Sawit ini diharapkan terus berlanjut dan menjadi jembatan emas yang menghubungkan dunia akademik dan industri. Melalui pembekalan kompetensi dan pengalaman belajar berbasis praktik ini, mahasiswa UMM tidak hanya disiapkan sekadar untuk mencari kerja setelah lulus, tetapi didorong menjadi inovator penggerak yang akan meningkatkan daya saing sektor pertanian dan perkebunan Indonesia di kancah global.(*faq)   Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Perkuat Jejaring Global, FIKES UMM Sambut Mahasiswa Exchange dari Mahidol University Thailand

Program Studi Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat jejaring internasionalnya dengan menerima kedatangan dua mahasiswa student exchange dari Faculty of Physical Therapy, Mahidol University, Thailand. Pertukaran mahasiswa ini berlangsung selama tiga pekan, mulai 16 Mei hingga 7 Juni mendatang. Kedatangan mahasiswa asal Negeri Gajah Putih tersebut disambut langsung oleh Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS.. Ia menjelaskan bahwa program pertukaran ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa asing untuk melakukan studi komparatif terkait sistem pendidikan maupun tata laksana pelayanan kesehatan antarnegara. “Silakan ambil banyak pelajaran selama berada di Indonesia, khususnya di UMM. Thailand dan Indonesia tentu memiliki sistem pelayanan kesehatan yang berbeda, sehingga pengalaman ini dapat menjadi ruang belajar yang sangat baik untuk memahami berbagai pendekatan dalam dunia kesehatan dan fisioterapi,” urainya. Sebagai catatan, kemitraan strategis antara Prodi Fisioterapi UMM dan Mahidol University telah terjalin kuat selama tiga tahun terakhir. Kedatangan mahasiswa pada pertengahan tahun 2026 ini menandai batch kelima dari keberlanjutan kerja sama antarkedua institusi pendidikan tersebut. Pada kesempatan yang sama, Siwat Matro mahasiswa asal Mahidol University, Thailand mengungkapkan bahwa belajar di kampus putih telah memberikannya perspektif baru, khususnya terkait pendekatan keilmuan fisioterapi dan pelayanan kesehatan masyarakat. Ia menambahkan, kesempatan berpraktik langsung di Puskesmas membuatnya lebih memahami sistem penanganan kesehatan tingkat dasar dan pendekatan preventif di Indonesia. Menurutnya, hal ini menjadi pengalaman komparatif yang sangat berharga untuk dibawa kembali ke Mahidol University. Selain berfokus pada esensi keilmuan, program mobilitas ini juga dirancang sebagai medium akulturasi dan pemahaman budaya. Wakil Dekan II FIKES UMM, Henik Tri Rahayu, S.Kep., Ns., MS., Ph.D., menegaskan bahwa penguatan relasi internasional dan pemahaman kultural memiliki urgensi yang sama pentingnya dengan pencapaian target akademik di dalam kelas. Ia juga berharap eskalasi program internasionalisasi semacam ini dapat terus ditingkatkan. Melalui sinergi lintas negara, diharapkan lahir tenaga kesehatan profesional yang tidak hanya mahir secara klinis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kecakapan komunikasi lintas budaya, serta mampu beradaptasi dengan berbagai dinamika kesehatan di tingkat global.(*faq)   Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman

​Dari Pelosok NTT Hingga Tiongkok, Kiprah Nyata UMM Hadirkan Dampak Luas bagi Masyarakat

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuktikan dengan menjawab isu krusial nasional seperti tingginya angka stunting, kemiskinan ekstrem, hingga tantangan persaingan di era digital, Kampus Putih secara masif menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat lokal hingga kancah global. ​Wakil Rektor IV UMM, Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D. menyatakan bahwa seluruh riset dan inovasi kampus putih difokuskan secara tajam untuk menyelesaikan permasalahan riil yang dihadapi masyarakat dan industri, bukan lagi sekadar mengisi kekosongan literatur akademis semata. ​”Kita sekarang mengarahkan agar persoalan yang diangkat itu berangkat dari persoalan riil masyarakat atau industri, bukan sekadar gap dari literatur saja,” tegasnya 30 Mei lalu pada Humas UMM. ​Dampak nyata dari arahan ini terwujud dalam berbagai kolaborasi strategis. Di tingkat nasional, UMM menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengkaji pengelolaan tambang berkelanjutan serta merumuskan standar bahasa isyarat bagi penyandang disabilitas. Di kancah global, ekspansi UMM menembus Tiongkok melalui pendirian Halal Center di Fuzhou University, yang dirancang untuk membuka peluang bagi alumni UMM dalam memimpin ekosistem sertifikasi halal internasional. ​Langkah solutif ini juga diimbangi dengan strategi pengabdian yang terukur. Kepala Biro Riset, Pengabdian, dan Kerja Sama UMM, Dr. Salahudin, M.Si., MPA., menjelaskan bahwa program pengabdian kampus selalu didahului dengan pemetaan kondisi krisis di lapangan agar intervensi yang diberikan benar-benar tepat sasaran, seperti inisiatif penurunan angka stunting dan kemiskinan ekstrem di Nusa Tenggara Timur (NTT). ​”Program pengabdian kepada masyarakat itu tidak berangkat dari ide universitas, tetapi berangkat dari permasalahan masyarakat. Karena itu, sebelumnya kami melakukan mapping problem sosial,” jelasnya. ​Intervensi berkelanjutan UMM tidak berhenti di NTT. Kampus ini juga sukses menghidupkan perekonomian desa lewat Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Sumber Maron, transformasi wisata Jodipan, hingga sistem green farming di lahan terasering Tabanan, Bali, yang berujung pada pengakuan resmi sebagai mitra UNESCO. Untuk memastikan keberlanjutan dampak ini, mahasiswa UMM diterjunkan langsung dan dibekali dengan penguasaan tiga bahasa utama, yakni bahasa Indonesia, bahasa asing, dan bahasa pemrograman (coding). (*faq)   Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Beri Ruang Berekspresi Mahasiswa, Rektor Cup UMM Siapakan Total Hadiah Ratusan Juta

Bukan sekadar euforia kompetisi biasa, Rektor Cup Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali hadir menjadi panggung pembuktian bagi kreativitas dan energi mahasiswa masa kini. Di tengah dinamisnya gaya hidup Gen Z, Kampus Putih menjadikan ajang ini sebagai ruang bebas berekspresi sekaligus inkubator untuk mencetak bibit-bibit atlet dan seniman berprestasi. Ketua Panitia Rektor Cup UMM, Ir. Ary Bakhtiar, SP., M.Si., IPM., ASEAN Eng., menjelaskan bahwa rangkaian kompetisi yang akan bergulir secara intensif sejak Mei hingga awal bulan Juli mendatang ini mempertandingkan 25 cabang olahraga (cabor) dan seni. Pihak kampus juga telah menyiapkan total hadiah yang fantastis sebagai bentuk dukungan finansial nyata bagi pengembangan prestasi para peserta. “Kami sediakan apresiasi berupa dana pembinaan. Total nominal keseluruhan hadiah yang kami siapkan mencapai ratusan juta rupiah demi mengapresiasi kerja keras dan keringat para mahasiswa,” terangnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa upacara pembukaan tahun ini dikemas dengan konsep yang jauh lebih inovatif dan spektakuler dibandingkan edisi sebelumnya. Kemegahan seremoni tersebut sengaja dirancang untuk membangkitkan semangat sportivitas sejak hari pertama pelaksanaan. “Konsep pembukaan kali ini sangat berbeda dan jauh lebih meriah. Kami melibatkan sekitar 6.000 mahasiswa baru UMM, beserta jajaran dosen, karyawan, hingga alumni untuk ikut serta memeriahkan pada 7 Juni mendatang”ujarnya. Terkait kualifikasi peserta, ia menegaskan bahwa ajang bergengsi ini terbuka lebar bagi seluruh mahasiswa berstatus aktif. Ajang ini difungsikan secara khusus sebagai wadah penjaringan bakat untuk mewakili kampus di berbagai kejuaraan eksternal bergengsi pada kalender kompetisi mendatang. “Event ini terbuka untuk seluruh mahasiswa, tujuan utamanya adalah penjaringan bakat, di mana sebagian pemenang dari Rektor Cup ini nantinya akan kami kirim ke ajang luar kampus tahun depan, seperti Peksimida, kompetisi seni daerah, olahraga, hingga Pomprov,” imbuhnya. Antusiasme yang membara turut dirasakan oleh para mahasiswa yang siap berlaga, salah satunya adalah Anissa Fitriani Harsari. Mahasiswi yang berpartisipasi sebagai peserta di cabang olahraga bulu tangkis ini memberikan apresiasi penuh terhadap fasilitas dan wadah kompetisi luar biasa yang disediakan oleh pihak universitas. “Acara Rektor Cup tahun ini benar-benar disajikan dengan sangat menarik dan terkonsep dengan matang. Sebagai mahasiswa, saya merasa bangga dan sangat diapresiasi karena kampus tidak hanya menuntut kami fokus pada akademik, tapi juga mendukung penuh pengembangan minat bakat kami. Saya sendiri sudah berlatih keras untuk bisa merebut gelar juara dan membawa nama baik fakultas,” ungkap Cece sapaan akrabnya. Rektor Cup UMM bukan sekadar ajang perebutan medali dan euforia semata, melainkan sebuah kawah candradimuka bagi para mahasiswa untuk mengasah sportivitas, kreativitas, dan daya juang. Melalui iklim kompetisi yang sehat ini, Kampus Putih berharap dapat terus melahirkan generasi juara yang tak hanya unggul di tingkat lokal, tetapi juga mampu mengharumkan nama almamater di kancah yang lebih luas.(*faq)   Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Kalahkan Jutaan Peneliti, Profesor Teknik Industri UMM Tembus Top 5% Ilmuwan Berpengaruh Dunia

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembalimembawa kabar yang membanggakan. Kualitas dan kedalaman karya ilmiah akademisi Kampus Putih kembali diakui dunia dan menjadi perhatian dunia. Hal itu dibuktikan secara mutlak oleh Dosen Program Studi Teknik Industri UMM, Prof. Ir. Ilyas Masudin, MLogSCM., Ph.D., yang sukses menembus jajaran prestisius World Top 5% Scientist versi SciRank Global Registry 2025. Pemeringkatan bergengsi yang menyeleksi jutaan ilmuwan tersebut resmi diumumkan pada awal tahun ini. Pemeringkatan ini menyeleksi lebih dari sepuluh juta ilmuwan aktif di seluruh dunia menggunakan pangkalan data OpenAlex, tanpa membedakan bidang keilmuan. Penilaian didasarkan murni pada Normalized Composite Score yang mengukur keseimbangan antara tingginya produktivitas publikasi dan besarnya dampak sitasi. Mengetahui namanya masuk dalam jajaran elit tersebut, Prof. Ilyas mengaku sangat terkejut sekaligus bangga karena penilaian dilakukan secara sangat objektif terhadap jutaan peneliti lintas negara. “Saya cukup kaget karena informasi ini justru saya ketahui dari kolega. Apalagi, lembaga tersebut melakukan penilaian terhadap lebih dari sepuluh juta peneliti di seluruh dunia secara objektif tanpa membedakan bidang keilmuan,” ungkanya. Kepakaran Ilyas berfokus pada peminatan Logistik, Rantai Pasok, dan Optimisasi. Rekam jejaknya tercatat sangat impresif dengan 126 dokumen terindeks Scopus, H-index 24, dan dikutip lebih dari 1.500 kali. Secara keseluruhan, ia mencatatkan 195 artikel dengan total sitasi Google Scholar menembus 3.540 kali dan membuahkan dua paten unggulan. Ia menegaskan bahwa risetnya selalu diarahkan pada isu mutakhir, khususnya yang berkaitan dengan rantai pasok energi terbarukan, agar dapat memberikan dampak dan manfaat yang luas. “Saya selalu mengedepankan riset yang mutakhir, yaitu memfokuskan diri pada rantai pasok energi terbarukan agar hasil penelitian kita punya dampak yang luas dan masif di tengah masyarakat,” jelasnya. Pencapaian gemilang ini tentu didukung penuh oleh ekosistem keilmuan UMM melalui skema pendanaan riset berkelanjutan serta Supply Chain Research and Innovation Center yang ia koordinatori. Terkait dengan inovasi riset, ia mengingatkan pentingnya kepekaan para peneliti terhadap isu-isu terkini agar ide yang dihasilkan mampu berkontribusi secara langsung dalam menjawab kebutuhan zaman. “Kita harus bisa membaca tanda zaman dan isu terbaru, karena dari situlah sebenarnya peluang kita untuk memunculkan ide riset yang bisa berkontribusi langsung pada masyarakat,” pesannya. Keberhasilan menembus jajaran elit dunia ini diharapkan tidak hanya menjadi puncak pencapaian personal, tetapi juga pelecut semangat bagi sivitas akademika UMM lainnya. Dedikasi ini menjadi bukti nyata bahwa integritas riset yang dibarengi dengan inovasi yang konsisten akan selalu mendapat pengakuan global. Ke depan, langkah strategis melalui kolaborasi riset internasional harus terus diperluas untuk mengukuhkan posisi Kampus Putih sebagai institusi unggul yang tiada henti melahirkan riset berdampak nyata bagi kemajuan peradaban.(*ali/faq)   Penulis: Alban Hogantara | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Sukses Reboisasi Pujon Hill, UMM Hidupkan Kembali Mata Air hingga Aliri 4 Dusun

Di tengah ancaman krisis air bersih dan pemanasan global yang memicu kekeringan ekstrem di berbagai belahan dunia, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) hadir memberikan solusi ekologis yang nyata. Melalui program rehabilitasi dan reboisasi berkelanjutan di kawasan Pujon Hill yang diinisiasi sejak tahun 2019, Kampus Putih sukses mengembalikan fungsi resapan hutan dan meningkatkan debit air secara signifikan. Langkah pelestarian ini bahkan berhasil menghidupkan kembali sejumlah sumber mata air yang sebelumnya sempat mengering. Keberhasilan ini tidak lepas dari proses panjang inventarisasi sumber daya alam yang digarap serius oleh pihak kampus. Staf Ahli Pujon Hill, Dr. Tatag Muttaqin, S.Hut., M.Sc., menjelaskan bahwa setelah memetakan potensi alam dan melakukan perbaikan ekosistem hutan secara masif, timnya mendapati volume air melonjak drastis yang ditandai dengan munculnya sumber-sumber air baru. “Kita rehab, kita perbaiki hutannya, nah akhirnya debitnya bertambah besar, dan muncul beberapa mata air baru. Mata air-mata air yang dulu mati itu sekarang udah mulai hidup lagi,” tegasnya. Langkah strategis yang diambil UMM dalam rehabilitasi ini adalah pemanfaatan bambu dan tanaman keras di area buffer zone (zona penyangga) yang dilakukan secara kolaboratif bersama pihak eksternal. Penanaman difokuskan pada lahan seluas 15 hektare dari total 80 hektare luasan hutan, di mana lereng dan pinggiran sungai menjadi area prioritas. Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pemilihan bambu didasarkan pada kemampuan alami tanaman tersebut dalam mengikat dan menyimpan cadangan air tanah dengan sangat baik. “Jadi kita emang niat ya, kalau dengan bambu itu insyaallah potensial kita bisa menghadirkan air, karena bambu punya kemampuan untuk menyimpan air,” jelasnya. Kini, derasnya aliran air bersih dari Pujon Hill telah menjadi urat nadi kehidupan bagi masyarakat yang sangat rentan terhadap krisis kelangkaan air. Saat ini, limpahan air bersih tersebut mengalir dan dimanfaatkan secara langsung oleh warga di empat wilayah dusun yang tersebar di dua desa. Keempat wilayah penerima manfaat tersebut mencakup Dusun Ngepreh dan Dusun Tretes yang berada di wilayah Desa Bendosari, serta Dusun Talesan dan Dusun Kedungrejo yang masuk ke dalam wilayah administratif Desa Sukomulyo. “Dan misalkan mereka nggak ada air, dapat air dari kita ya pastikan mereka akan kesusahan, kesulitan mencari air,” tambahnya. Sebagai tindak lanjut ke depan, tim UMM akan melakukan kalkulasi teknis untuk mengukur secara pasti total volume debit air yang berhasil diselamatkan dan dihasilkan. Kisah sukses konservasi di Pujon Hill ini menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak langsung pada hajat hidup orang banyak. Harapannya, dedikasi nyata Kampus Putih ini tidak hanya berhenti di satu titik, melainkan mampu memantik kesadaran kolektif dan menjadi model percontohan pelestarian ekosistem bagi institusi lain, agar kita terus konsisten merawat bumi demi menjaga kedaulatan air bersih bagi generasi mendatang.(faq)   Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman