UMM Perluas Kerjasama dengan Dua Universitas Swedia

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) memperluas jejaring kemitraan internasionalnya dengan dua universitas ternama di Swedia, Stockholm University dan Uppsala University. Melalui kunjungan selama 7 hari, 10 Oktober-17 Oktober 2016, sebanyak 22 dosen dan pimpinan UMM mendatangi dua kampus tersebut untuk melakukan dialog akademik sekaligus merancang kerjasama. Sebelumnya UMM dan Uppsala University telah memiliki jalinan kerjasama melalui program Erasmus Mundus. Ke depan, menurut  Wakil Rektor II UMM Dr Nazaruddin Malik MSi, kerjasama akan diperluas melalui pertukaran mahasiswa dan dosen. Pada kunjungan yang diketuai oleh Wakil Rektor II dan diikuti seluruh Wakil Dekan II dari semua fakultas se-UMM ini, UMM bersama dua kampus Swedia tersebut melakukan diskusi tentang pengelolaan keuangan dan sumberdaya manusia. Untuk kerjasama, dilakukan kesepakatan tentang kelanjutan kerjasama terkait pertukaran mahasiswa dan dosen dalam lingkup Erasmus Mundus Plus. Ditambah kerjasama di bidang penelitian dan seminar internasional. “Seminar dan diskusi akan dibangun juga dalam tema Islamic studies. Pembahasan tentang Islam tersebut menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini,” jelas perwakilan International Relations UMM, Dr Rinjani Bonavidi MEd. “Kedua universitas tersebut sebenarnya memiliki kompetensi dalam pengelolaan keuangan dan sumber daya di internal universitas. Kedua universitas tersebut banyak memberikan kesejahteraan untuk staf maupun dosen, sehingga dosen dan staf betah terus untuk bekerja untuk universitasnya,” jelas Rinjani lebih lanjut. Sebagai tindak lanjut dari kunjungan tersebut, kata Rinjani, akan diadakan teacher training, staff exchange, dan juga magang dosen. “Dari kedua universitas tersebut akan ada dosen yang mengajar di UMM nanti,” pungkasnya. (jal/han)

Dosen Perancis Beberkan Pengaruh Internasional Bahasa Indonesia

MENGHADIRKAN dosen Institut Asia Pasific dari Universitas De La Rochelle Perancis, Philippe Grangé, Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan kuliah tamu tentang perkembangan bahasa Indonesia di dunia internasional, Selasa (1/11). Menurut Philippe, Perancis menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa yang diajarkan di negara yang menjadi pusat mode dunia tersebut.  Semenjak 1844, bahasa Indonesia sudah diperkenalkan pertama kali di Institut National des Langues et Civilisations Orientales (INALCO) Perancis. Sementara itu, pengajaran bahasa Indonesia di Univertas De La Racholle telah dimulai sejak tahun 1996 dengan jumlah mahasiswa 80 orang. Hal tersebut menjadikan bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa yang dipelajari di beberapa universitas di Perancis. “Bahasa Indonesia adalah bahasa yang dinamis yang mudah untuk dipelajari. Jika sekali sudah belajar bahasa Indonesia maka akan cinta dengan bahasanya,” ujar Philippe. Pada kuliah tamu yang dihadiri oleh mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMM semester 5 tersebut, Philippe menyampaikan bahasa Indonesia meminjam bahasa asing hanya 7636 kata sedangkan 3592 kata berasal dari bahasa daerah yang ada di Indonesia. “Tidak sampai 10 persen Indonesia menyerap bahasa asing,” ujarnya lebih lanjut. Menurut Philippe, bahasa Perancis banyak sekali diserap oleh Belanda yang kemudian digunakan oleh Indonesia. Philippe menjelaskan, hal itu dikarenakan Perancis pernah menjajah Belanda, maka bahasa Perancis banyak diserap oleh Belanda. Demikian pula dengan bahasa Belanda yang banyak digunakan dalam bahasa Indonesia. “Pada abad ke-12 Perancis memberikan banyak sumbangan bahasa ke Portugis dan pada abad ke-16 bahasa tersebut diserap dalam bahasa Indonesia,” ujar Philippe. Paling sedikit sekitar 400 kata bahasa Indonesia berasal dari bahasa Belanda yang diserap juga dari bahasa Perancis. “Bangkrut dalam bahasa Indonesia sama dengan banqueroute dalam bahasa Perancis dan bankroet dalam bahasa Belanda,” jelas Philippe dalam bahasa Indonesia yang fasih. Semua kosa kata yang ada di bahasa Indonesia memang diserap dari bahasa asing. Namun dalam bidang otomotif atau mekanik, bahasa Indonesia sama sekali tidak menyerap dari bahasa apapun. “Karena pada zaman dahulu belum ada kendaraan bermotor jadi belum ada istilah ataupun bahasa Belanda. Indonesia benar-benar mempunyai bahasanya sendiri,” jelas Philippe lebih lanjut. Hanya ada satu kata dalam bahasa Indonesia yang sama persis dengan bahasa Perancis, lanjut Philippe, yaitu kata ‘dong’. Hal tersebut dikarenakan pada abad ke 19 banyak warga Perancis yang berdiam diri di Jakarta sehingga kata ini populer di kalangan masyarakat Indonesia. “Kata ‘dong’ merupakan kata yang langsung diserap tanpa ada pemindahan makna ataupun pemindahan ejaan. Hanya saja penulisan dalam bahasa Perancis ‘donc’,” jelas Philippe. (jal/han)

Bahasa Inggris UMM dan Forum Guru Probolinggo Teken MoU Peningkatan Mutu Pembelajaran

DALAM rangka pengembangan pembelajaran bahasa Inggris di Sekolah Menengah Pertama (SMP) baik swasta maupun negeri, 44 orang rombongan guru Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMP Se-Kota Probolinggo, Senin (31/10), melawat ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kedatangan tersebut bermaksud menyaksikan penandatangan nota kesepemahaman antara Program Studi (Prodi) Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM dan MGMP Bahasa Inggris Se-Kota Probolinggo. Acara diadakan di Aula Lantai 3 Perpustakaan Pusat UMM. Rombongan didampingi Ketua MGMP Bahasa Inggris Kota Probolinggo, dan perwakilan Kepala Sekolah SMP Se-Probolinggo. “Program studi (prodi) Bahasa Inggris yang notabene Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan berkewajiban menerima tawaran tersebut dalam rangka meningkatkan kualitas pembejaran bahasa Inggris di MGMP,” ujar Ketua Prodi Bahasa Inggris UMM Dr. Sudiran, M. Hum. saat ditemui disela acara. Pasca ditandatanganinya nota kesepemahaman Sudiran berharap, kerjasama tersebut akan terus berkesinambungan dalam rangka meningkatakan kualitas guru-guru pelajaran Bahasa Inggris. Ke depan, pihaknya dan MGMP Bahasa Inggris Kota Probolinggo akan merumuskan sejumlah program yang menunjang kerjasama tersebut. “Dosen-dosen kita kan punya pengabdian yang terkait pembelajaran Bahasa Inggris, ini merupakan salah satu upaya kita untuk meningkatkan kualitas kita juga dalam men-training guru-guru Bahasa Inggris yang selama ini sudah kita lakukan melalui Program Pengabdian Masyarakat Internal (PPMI) yang dicangkan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) UMM,” paparnya. Kepala Pengawas Pendidikan Nasional (Diknas) Kota Probolinggo, Fathur Rozi, S.S., M.Pd. menerangkan, sebagai seorang pengawas, dirinya berharap kualitas guru-guru dapat mengajar dengan baik pasca penandatanganan kerjasama ini. “Mudah-mudahan dengan adanya kerjasama ini para guru agar saat memberikan materi dapat dipahami oleh peserta ajarnya. Juga, materi yang disampaikan dapat memberikan rasa simpati dari para siswa. Diharapkan siswa-siswa SMP dapat merasa senang dengan pengajaran yang dilakukan oleh gurunya,” harapnya. Dalam pembelajaran bahasa Inggris, lanjut Agus, jika siswa tidak senang dengan pelajarannya maka siswa akan sulit menyerap pelajaran yang diberikan gurunya. Acara dilanjutkan dengan seminar pembelajaran Bahasa Inggris bertajuk pemanfaatan internet dalam pembelajaran Bahasa Inggris.  Seminar singkat ini melibatkan pemateri dari luar negeri yang tengah internship program di UMM dan bekerja di Internasional Relations Office (IRO) UMM. Yakni Iwona Zaczek dari Silesian University of Technolgy Polandia juga Jose Santos dari Escuela Politecnica Superior Cordoba, Spanyol. (can/han)

Peluang Mahasiswa Akuntansi UMM Kerja di Pertambangan

PROFESI akuntan identik dengan pekerjaan di balik meja dan bergelut dengan pembukuan. Tapi, apa yang terjadi bila profesi akuntansi berkarir di bidang pertambangan? Itulah yang coba dipaparkan pada mahasiswa program studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin-Selasa (31/10-1/11) melalui Short Course Accounting for Specific Purpose. Kursus singkat ini adalah salah satu program dari Student Added Value Program (SADAP) Laboratorium Akuntansi UMM. Alumni Akuntansi UMM, Ilham Nugraha, yang juga corporate finance and controlling senior manager perusahaan tambang emas nasional PT Multi Harapan Utama Coal Mining Company, didapuk sebagai pemateri. Sebagai praktisi, Ilham memaparkan bagaimana seorang akuntans berkiprah di dunia pertambangan. Menurut Ilham, profesi akuntan di pertambangan memiliki beberapa karakter, salah satunya ketidakpastian yang tinggi. Hal ini karena  akuntan juga turut dalam proses penyelidikan sumber tambang. Bisa jadi, penyelidikan yang dilakukan dalam beberapa waktu tapi belum mendapatkan hasil. Selain itu, berbeda dengan perusahaan lainnya di mana semakin lama perusahaan berdiri, akan semakin meningkat produknya, perusahaan tambang sebaliknya. Semakin lama perusahaan berdiri, maka variasi produktivitas makin berkurang karena persediaan barang tambang yang menipis. Oleh karenanya, akuntan sebagai profesi yang akan menempati posisi sebagai finance and credit analystharus kreatif. Ilham juga menjelaskan, tantangan sebagai akuntan di pertambangan terbilang gampang-gampang susah. Profesi ini akan berubah seiring berubahnya akuntan operasional. Akuntan operasional yakni akuntan yang mengetahui seluk beluk operasional pertambangan. Dosen Akuntansi UMM, Lutfirrahman, yang menjadi penanggung jawab short course kali ini mengungkapkan, short course adalah program yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa. “Short course ini memiliki nilai plus bagi mahasiswa akuntansi karena memberikan materi yang tidak diberikan di perkuliahan. Selain ilmu, sertifikat dari perusahaan tambang emas nasional ini akan berguna bagi mahasiswa ketika akan memasuki dunia kerja nanti,” ungkap Lutfi. Melalui SADAP, laboratorium Akuntansi UMM memiliki berbagai program, salah satunya adalah short course. Short coursememiliki 3 tema, yakni kursus private perpajakan, akuntansi syariah, dan akuntansi pertambangan. Ketiga jenis kursus singkat ini dibimbing oleh praktisi di bidangnya. Akuntansi di bidang pertambangan sudah memasuki gelaran ke-6 pada 2016 ini. Di akhir tahun nanti, short course tentang ekspor dan impor akan digelar. (ich/han)

Angkat Isu Peran Publik Perempuan, LP3A Hadirkan Pakar Gender Portugal

PERAN perempuan di ruang publik menjadi isu menarik dewasa ini. Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LP3A) berupaya urun rembug dalam isu itu melalui kajian gender menghadirkan pakar gender dari University of Beira Interior, Covilhã, Portugal Prof Dr Maria Johanna Christina Schouten, di Ruang Sidang Senat UMM, Rabu (26/10). Pada kesempatan ini Maria menjelaskan beberapa indikator yang sangat penting untuk terwujudnya kesetaraan peran wanita. Di antaranya adalah terwujudnya pendidikan bagi semua kalangan, mendapatkan pengakuan di tataran politik dan juga tingkat kerja yang ada di setiap sektor kerja. “Jika indikator tersebut sudah terpenuhi, maka bisa dikatakan negara tersebut sudah ramah terhadap wanita,” jelas guru besar sosiologi Universitas Beira Interior tersebut. Maria mengakui, masalah gender belum menjadi fokus utama dalam urusan kenegaraan. Hal tersebut tertera jelas dalam sampul salah satu buku sekolah pada tahun 1958. Di sampul tersebut tergambarkan secara visual ada banyak lelaki dan hanya satu wanita yang berada di bawah para lelaki itu. “Budaya patriarki atau penonjolan peran pria dalam segala aspek kehidupan sangat jelas dulu,” jelas Maria lebih lanjut. Pada diskusi yang bertemakan Gender in Portugal: Gender Equality, the Changing of Womens Roles and Family Life tersebut dijelaskan masyarakat Portugal berpegang pada tiga aspek utama. Tiga aspek itu adalah agama, negara dan keluarga. Dengan adanya aspek keluarga, akhirnya ada sebuah aturan di Portugal yang mewajibkan wanita harus merawat anak paling tidak 6 minggu sedangkan pria wajib merawat anak selama 10 hari. Dalam aspek yang lain juga mengalami perubahan peraturan entah dalam politik ataupun profesi lainnya. “Sebanyak 65 persen dokter di Portugal adalah wanita dan sebanyak 35 persen kursi di perpolitikan juga telah diduduki oleh wanita. Aturan tersebut menjadi salah satu bukti Portugal mulai peduli pada kesetaraan peran wanita,” jelas wanita kelahiran Amsterdam, Belanda tersebut. Beberapa peraturan dan fasilitas yang ada juga sudah mulai menggambarkan bahwa perempuan memiliki hak yang sama dengan pria. “Ibu hamil di Portugal diberi waktu selama 180 hari untuk mengambil cuti bahkan hingga usia anaknya satu tahun tidak masalah,” terang Maria. Wanita yang fasih berbahasa Indonesia tersebut juga mengakui Portugal dan Indonesia memiliki kesamaan dalam praktek gender . Maria menjelaskan Indonesia dahulu memiliki Kartini yang kemudian disebut sebagai pahlawan emansipasi wanita. Kartini juga mendobrak keyakinan bahwa seorang wanita harus hanya berdiam diri di dapur saja. “Saya banyak mengkaji tentang Kartini juga di Portugal, jadi konteksnya hampir sama dengan kondisi di Portugal dulu,” terang wanita yang pernah meneliti tentang antropologi dan sosial di Indonesia tersebut. (jal/han)

UMM Gazebo Forum: Lewat Puisi, Zawawi Imron Membaca Eropa

KAJIAN multidisipliner bulanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Gazebo Forum kembali diadakan, Rabu (26/10). Tak kalah menarik dengan gelaran sebelumnya, kali ini UMM Gazebo Forum menghadirkan penyair kenamaan Indonesia D. Zawawi Imron yang disandingkan dengan Kepala Pusat Studi Islam dan Filsafat (PSIF) UMM, Pradana Boy ZTF, serta pakar antropologi budaya UMM Arif Budi Wurianto. Diskusi publik kali ini mengulas salah satu buah karya D. Zawawi Imron berjudul‘Refrein di Sudut Dam’ yang diterbitkan oleh UMM Press. Buku berisikan 99 sajak tersebut ditulisnya Zawawi saat ia diundang membaca puisi dalam festival Winternachtem, festival internasional sastra dan seni musim dingin yang bertempat di Den Haag, Belanda. Zawawi memulai diskusinya dengan membacakan sejumlah sajak terkenalnya. Salah satunya sajak ‘Ibu’. Meski tak lagi muda, pria kelahiran  Batang-Batang Laok, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur ini masih tegas dan bertenaga. Penampilannya tak pelak mengundang riuh tepuk tangan peserta yang terdiri dari sejumlah kalangan, antara lain mahasiswa, akademisi juga sastrawan lokal. Menurutnya, sebuah puisi akan indah jika berangkat dari hati yang murni. Hal tersebut yang kemudian Zawawi sebut sebagai ‘Rasa Sastra’. Layaknya sebuah senyuman, puisi harus juga berangkat dari kemurnian hati penulisnya. “Puisi yang berasal dari hati yang bersih, insya Allah tanpa direkayasa pun akan bisa dinikmati oleh orang lain. Berbeda dengan puisi yang sudah dimaksud untuk mendapat keuntungan material, atau mendukung salah satu kelompok, atau mencaci salah satu kelompok. Maka muatan-muatannya bisa mungkin akan mengotori nilai puisi itu sendiri,” tutur pria yang kerap menerima berbagai penghargaan dalam dan luar negeri. Seorang pujangga Pakistan yang hidup sezaman dengan KH. Agus Salim sekitar 1870an, sebut Zawawi, dalam puisinya yang berjudul ‘Apa Katanya’ pun pernah menulis, ‘Dari mana kemerduan seruling terdengar, dari getar hati sang peniup. Bukan dari potongan bambu’. Dengan mengutip salah satu sajak yang jadi bahan penelitiannya, Zawawi kembali bersyair, ‘Bertuturlah kamu dengan hati yang jernih, maka kebaikan akan menyelimuti hatimu’. Kepala PSIF Pradana Boy ZTF  yang diminta UMM Press membubuhkan kata pengantar di buku terbitan UMM Press ini. Kebetulan, pada akhir Mei 2016 Pradana berkesempatan berkunjung ke Amsterdam dan bertekad menyelesaikan permintaan tersebut di mana sajak-sajak tersebut ditulis. Pradana memiliki perspektif lain dalam membaca buku bersampul hitam ini.  Sebagai seorang pakar sosiologi agama, Pradana tidak memposisikan diri sebagai kritikus sastra. Baginya, pendekatan yang harus dilakukan untuk memahami buku ini yakni melalui pendekatan sosiologi pengetahuan. “Sosiologi pengetahuan berbicara tentang apa yang ada di sebalik tulisan, dan apa yang hendak disampaikan puisi-puisi ini kepada khalayak. Karena karya puisi bukan menggunakan bahasa yang lugas, sehingga perlu ditafsirkan,” paparnya. Sementara itu, Arif Budi Wurianto memberi judul puisi-puisi D. Zawawi Imron dengan judul ‘D. Zawawi Imron Melawat ke Barat’. “Ketika ia bercerita tentang Eropa, Pak Zawawi Imron tidak sekalipun tergugah akan keindahan dan kehebatan Belanda. Berarti pak Zawawi Imron itu seorang yang benar-benar post-kolonialis, seorang yang benar-benar anti orientalis. Hal ini bisa dilihat saat interaksinya dengan orang-orang barat yang ditulisnya dalam sejumlah puisi di buku ini,” ulas Arif. Dalam ulasan lanjutannya, menurut Arif, sebenarnya Zawawi ingin memberontak kepada negeri yang selama 350 tahun menjajah Indonesia. “Meski demikian, kemarahan-kemarahan Zawawi Imron dapat ditulisnya dengan sangat lembut dan indah dalam setiap laporan-laporannya (puisi-puisinya, red.) ke luar negeri,” paparnya.  (can/han)

UMM Perkuat Kerjasama dengan Harper Adams University Inggris

KERJASAMA Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan Harper Adams University terus diperkuat. Kali ini, kerjasama tersebut fokus di bidang penelitian. Asisten Rektor Bidang Kerjasama UMM Soeparto menjelaskan, sudah tiga kali UMM menjalin kerjasama dengan kampus yang berpusat di Shropshire, Inggris tersebut. “Salah satu program yang akan segera dijalankan yaitu penelitian bersama dalam bidang probiotik,” jelas Soeparto terkait kunjungan Steve Buckle, perwakilan Harper Adams University, ke UMM, Selasa (25/10). Februari 2017 nanti, lanjut Soeparto, perwakilan Harper Adams akan kembali ke UMM untuk membicarakan tindak lanjut dari kerjasama penelitian tersebut. Tidak hanya itu, UMM juga sedang mengusahakan adanya join degree untuk program magister dan post-doktoral. Soeparto menyatakan, untuk mengawali program join degree tersebut UMM mengadakan program kredit transfer. “Bahkan Harper Adams juga menawarkan adanya sit in yaitu dosen UMM mengikuti perkuliahan di Harper Adams selama dua minggu dengan gratis,” jelasnya. Dosen UMM yang nantinya kuliah di Harper Adams juga turut menyebarkan Islam di Eropa. “Nantinya dosen UMM yang berangkat ke Inggris sekaligus melakukan diskusi dan penyebaran tentang Islam khususnya Islam Indonesia. Tapi yang bagian ini masih dalam masa penjajakan,” pungkas Soeparto. Selain kerjasama, Harper Adams University dalam kunjungannya juga memaparkan kondisi kampus dan juga beasiswa yang akan diberikan untuk UMM dalam beberapa program. Steve Buckle selaku perwakilan Harper Adams University menyatakan, universitas yang berbasis di tengah sawah itu terkenal dalam bidang pertanian, peternakan, tehnik. “Dengan biaya hidup yang lebih murah dari Australia dan Singapura, menjadikan Inggris bisa menjadi salah satu pilihan negara kuliah khususnya bagi yang sedang menempuh program magister dan post-doktoral,” ujar Steven. Beberapa prestasi yang sudah diraih Harper Adams University adalah kualitas pengajaran yang masuk dalam 10 peringkat teratas se-Britania Raya. Tidak hanya itu Harper Adams University, lanjut Steve, juga mendapat peringkat ke-6 dalam pengelolaan fasilitas dan pelayanan. “Beasiswa yang akan diberikan Harper Adams University berupa potongan pembayaran hingga 50%,” jelasnya. Pada presentasi tersebut disebutkan ada 12 jurusan yang bisa diambil oleh dosen UMM yang hendak menempuh program magister. Di antaranya, pertanian, agribisnis, peternakan, ekologi terapan dan entomologi. “Khusus untuk magister dalam bidang tehnik diharuskan mulai dari program sarjana bisa langsung mengambil program magister dengan estimasi waktu selama 4 tahun,” jelas Steve lebih rinci. (jal/han)

Universitas Yapis Papua Pelajari Pengembangan Kampus dari UMM

SETELAH sepuluh tahun sebelumnya mengunjungi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk mempelajari pengembangan fisik dan akademik, Universitas Yapis Papua (Uniyap) kembali datang ke UMM, Selasa (25/10) untuk belajar tentang pengembangan institusi dan sumber daya manusia, termasuk internasionalisasi. Rektor Uniyap Muhdi B Hi IbrahimMM menyatakan, kunjungan ke UMM selalu membawa sesuatu yang berarti bagi kampus yang dipimpinnya. “Kunjungan pertama, yang kami dapatkan dari UMM sudah diterapkan baik dalam pengembangan fisik maupun akademik. Kedua kalinya, kami juga ingin mendapatkan manfaat lain,” ujarnya. Bangunan UMM, menurut Muhdi, memiliki ciri khas tersendiri dibanding kampus lain. Selain itu, ada kesamaan antara Uniyap dan UMM, yakni sungai yang mengalir di dalam area kampus. “UMM dan Uniyap itu sama, sama-sama ada sungainya,” gurau Muhdi. Rektor UMM Fauzan menyambut baik kehadiran Uniyap. Dalam sambutannya, Fauzan memberi pemaparan terkait progress yang ada di UMM. Progress tersebut meliputi sistem pembelajaran, administrasi, serta kemahasiswaan. “Di UMM, dosen tak hanya harus bisa mengajar saja, tapi juga harus bisa manajerial, terlibat dalam proses, dan bersifat sederhana, tidak bermewah-mewahan,” ujarnya. Menurutnya, kemajuan sebuah kampus swasta salah satunya dikarenakan oleh mahasiswanya. Pelayanan yang baik pada mahasiswa, akan meningkatkan kepercayaan dan semangat berproses pada mahasiswa, yang akan berpengaruh pada kualitas institusi. Yapis, lanjut Fauzan, bisa menjadi benteng yang kuat di Papua. Hal ini bisa dimulai dengan mulai menerapkan orientasi pengembangan, memberi penekanan pada penguatan di bidang sumber daya manusia dan institusi. Fauzan mencontohkan, para profesor di UMM akan menjadi pembimbing bagi beberapa doktor demi mencapai gelar guru besar. Pada bidang akademik, hal tersebut bisa dilakukan dengan membuat peta kepakaran dosen. Di UMM, saat ini, Fauzan tengah memotivasi agar para dosen memiliki gambaran akan menjadi ahli di bidang tertentu. Bidang kepakaran dosen itu akan diasah melalui bentuk pengajaran, penulisan, dan penelitian, hingga nantinya akan ada one department one product dan menjadi ikon tiap-tiap program studi. Pada bidang evaluasi, evaluasi mahasiswa untuk dosen menjadi hal yang juga disharingkan oleh Fauzan. Hal ini penting sebagai bentuk masukan dan peningkatan kualitas dosen. Di akhir, Fauzan berjanji suatu saat akan balas berkunjung ke Uniyap. Fauzan yakin, Uniyap memiliki peluang besar untuk menjadi kampus di Papua yang go international.  (ich/han)

Muhammadiyah Itu Gerakan Filantropi yang Bervisi Kemanusiaan

SEKALIPUN status resmi Muhammadiyah di pemerintah adalah organisasi kemasyarakatan (ormas), namun oleh warganya, Muhammadiyah lebih dikenal sebagai gerakan. Pada lagu Mars Muhammadiyah (Sang Surya), salah satu baitnya terdapat kata-kata “Al-Islam agamaku, Muhammadiyah gerakanku”. Penamaan Muhammadiyah sebagai ormas atau yayasan, menurut Ketua Pimpinan Pusat MuhammadiyahHajriyanto Y Thohari, hanya untuk kepentingan formalitas kelembagaan. “Basisnya Muhammadiyah ya gerakan, karena warga Muhammadiyah habitatnya bergerak untuk kemajuan,” kata Hajriyantodihadapan 500an peserta Konsolidasi Organisasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan Pimpinan Daerah (PDM) se-Jawa Timur, di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ahad (23/10). Sejak awal berdirinya, lanjut Hajriyanto, terlebih dalam beberapa dasawarsa masa-masa formasinya, Muhammadiyah lebih menampilkan sebagai gerakan amal (a philanthropical movement), bahkan gerakan amal par excellence. “Kyai Haji Ahmad Dahlan, sang pendiri, dan murid-muridnya adalah pribadi-pribadi yang tidak begitu tertarik dengan polemik-polemik keagamaan atau teologis, melainkan berkecenderungan sangat kuat pada kerja-kerja kemanusiaan, kedermawanan kepada sesama, sangat cinta sesama, dan gandrung pada pekerjaan-pekerjaan amal atau filantropis. Mereka dikenal  sebagai orang-orang yang pemurah, dermawan dan suka menolong pada sesama. Agama itu lebih mementingkan amal dari pada spekulasi-spekulasi teologis,” tutur Wakil Ketua Majelis Permuswaratan Rakyat Republik Indoneisa (MPR RI) 2009-2014ini. Belakangan, Hajriyanto menilai seiring dengan perubahan lingkungan strategis dalam berbagai bidang kehidupan, apa yang disebut Amal Muhammadiyah (AM) berkembang menjadi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Semua kegiatan atau bentuk AUM apapun, apalagi yang mengandung unsur profit yang menjadi kecenderungan baru dalam perkembangan Muhammadiyah dalam beberapa dasawarsa terakhir, pada sejatinya merupakan perluasan atau tambahan dan improvisasi yang datang belakangan. “Itu semua tidaklah otentik Muhammadiyah. Dus, tidak original. Jika pendirian sekolah-sekolah unggulan dan rumah-rumah sakit favorit saja tidak otentik Muhammadiyah, apatah lagi kegiatan politik untuk kekuasaan! Pasalnya, pada sejatinya Muhammadiyah yang otentik adalah gerakan etik dan filantropik. Bukan gerakan AUM yang disengaja untuk memperoleh sisa hasil usaha (SHU),” serunya. Tentu, Hajriyanto menegaskan, dengan mengatakan tidak otentik bukan berarti itu semua dilarang atau tidak diperbolehkan. Boleh saja Muhammadiyah terjun dalam bentuk pengembangan AUM, atau sekalian saja bisnis sekalipun, yang dimaksud untuk mengejar profit mengingat perkembangan dan dinamika kehidupan yang nyatanya telah berkembang sedemikian rupa sehingga perjuangan mewujudkan visi dan misi Muhammadiyah memerlukan  sumber daya ekonomi yang kuat dan besar. Dalam penutup, Hajriyanto berpesan,semangat kerelawanan, cinta kasih dan kedermawanan kepada sesama adalah jati diri gerakan Muhammadiyah yang paling otentik dan orisinal. “Semangat dan atau karakter ini mungkin sangat tidak cocok untuk dibawa ke medan politik Indonesia yang semakin pragmatis, oligarkis, dan plutokratis seperti sekarang ini. Terbukti Muhammadiyah dan orang Muhammadiyah yang cenderung puritanistik itu seringkali kedodoran dan madek mangu dalam lapangan yang kasar ini. Dan dengan roh volunterisme dan filantropisme ini pula Muhammadiyah juga akan kesulitan untuk terjun dalam bisnis yang semakin cenderung kapitalistik ini. Maka jauh lebih mulia bagi Muhammadiyah untuk tetap tabah, kukuh dan setia dengan kerja-kerja mekanusiaan yang ikhlas yang mungkin sunyi sepi ini, kerja-kerja yang jauh dari kekayaan dan ketenaran pencitraan dunia glamour yang sarat dengan tepuk tangan kekaguman yang hingar bingar itu,” tukasnya. Sementara itu, agenda tahunan PWM Jawa Timur ini dihadiri 5 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM). Yakni PDM Kota Batu, PDM Kota Malang, PDM Kabupaten Malang, DPM Kota Blitar, serta PDM Kabupaten Blitar, juga turut dihadiri sejumlah organisasi otonom Muhammadiyah dari masing-masing PDM. (can/han)

UMM Siap Kembangkan Kelas Internasional Berbahasa Indonesia

WAKIL Ketua Badan Pembina Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Muhadjir Effendy MAP mendorong agar UMM dapat mewujudkan kampus kelas dunia melalui internasionalisasi bahasa Indonesia. Hal itu disampaikan Muhadjir yang juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada lawatannya ke UMM, Sabtu (22/10). Muhadjir berharap, UMM mampu mempelopori kelas internasional dengan menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa utamanya. “Tujuannya, agar bahasa Indonesia menjadi bahasa yang dipelajari oleh  mahasiswa asing dan tetap menjadi bahasa utama kita. Wajibkan mahasiswa asing untuk belajar bahasa Indonesia melalui BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing),” ujarnya. Muhadjir juga menghimbau agar para dosen di UMM tak melulu mengirimkan papernya ke jurnal internasional.“Karya Bapak-Ibu, yang dikirim ke jurnal internasional, akan malah membuat bahasa Indonesia tidak laku. Harusnya dorong jurnaldalam negeri agar punya rekognisi internasional, caranya buat jurnal internasional berbahasa Indonesia,” harap mantan Rektor UMM ini. Terlebih, kata Muhadjir, UMM diharapkan dapat menjadi rujukan bagi ratusan Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia.Untuk itu, lanjutnya, program studi yang ada di UMM harus diperkuat. Hal ini merujuk pada empat sektor yang menjadi andalan pemerintah saat ini, salah satunya yaitu industri kreatif. “Prodi ilmu komunikasi di UMM itu salah satu yang siap diusung ke industri kreatif. Saat ini sudah bagus, tapi perlu lebih ditingkatkan, terutama di bidang grafis dan sinematografi,” ungkapnya. Mengamini hal tersebut, Rektor UMM Fauzan mengatakan, internasionalisasi di UMM tidak hanya mengharuskan kampus ini mengembangkan sayap kemitraan ke berbagai negara di dunia. Internasionalisasi juga berarti membuat warga asing lebih familiar dengan budaya Indonesia dan atrmosfer UMM. “Di sini, mahasiswa asing harus bisa berbahasa Indonesia. Mereka juga harus bisa menyatu dengan mahasiswa pribumi,” ujarnya. Terkait industri kreatif, Fauzan menjelaskan, saat ini Wakil Rektor III UMM tengah menyiapkan strategi agar mahasiswa siap merambah wilayah tersebut. Prodi Ilmu Komunikasi UMM yang sukses menyulap kampung kumuh menjadi kampung warna-warni Jodipan adalah salah satu buktinya. UMM, lanjut Fauzan, juga tengah melakukan peningkatan sumber daya manusia. Ada 14 profesor yang melakukan pendampingan intensif pada 74 dari 114 doktor di UMM untuk digurubesarkan. Di lingkup Wakil Rektor I, penataan akademik dan pelayanan administrasi dan pembelajaran kini tengah menjadi fokus. Sedangkan Wakil Rektor II terus melakukan perbaikan tata kelola di bidang keuangan. Silaturrahim dan arahan Muhadjir ini dihadiri oleh dekan, pembantu dekan I, II, dan III dari semua fakultas, kepala program studi, kepala badan,dan kepala lembaga se-UMM. Sebelum bertemu jajaran dekanat dan staf, Muhadjir sempat bertandang ke Student Day Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta menilik perkembangan pembangunan GKB IVUMM. (Humas UMM)