FPP UMM Kenalkan Kampus Melalui LKTI Nasional

FAKULTAS Pertanian Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional ke-VII (30/7). Kegiatan ini merupakan salah satu kreasi FPP UMM untuk menggaet mahasiswa baru. “Ini merupakan salah satu strategi kami untuk mempromosikan UMM, terlebih khusus FPP,” ujar Sri Winarsih, ketua pelaksana acara tersebut. Dengan adanya kompetisi bertema “Inovasi Produk Pertanian Berdaya Saing Global Berbasis Kelestarian Lingkungan” ini diharapkan semua siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah (MA) dapat kembali lagi ke ranah pertanian dan mencintai bidang ilmu tersebut. Menurut Winarsih, Indonesia pasti ingin memiliki produk pertanian sendiri yang diproduksi oleh orang Indonesia. “Generasi penerus lah yang akan menciptakan ide-ide segar untuk produk pertanian ke depannya,” ujarnya. Sebelas finalis yang hadir di Ruang Sidang Senat UMM ini berasal dari berbagai kota di Indonesia. Tidak hanya dari Pulau Jawa saja yang lolos ke babak final, namun juga dari luar Jawa. “Ada peserta dari Padang, Sulawesi dan Kalimantan,” terang dosen Program Studi Ilmu Teknologi Pangan UMM ini. Acara rutin tahunan yang diadakan sejak 2010 ini merupakan salah satu sarana yang dapat menjadikan siswa mengetahui UMM lebih jauh lagi. Guna memperkenalkan UMM tidak berhenti hingga di perlombaan saja, FPP mengajak seluruh finalis untuk berkeliling kampus. “Semua tempat di UMM kami jelaskan, tidak ketinggalan kami juga memperkenalkan laboratorium FPP yang ada di belakang UMM Dome,” ungkap Winarsih. Lebih lanjut, untuk mengemas kegiatan ini lebih menarik, pihak fakultas juga menyediakan penghargaan berupa piala, plakat serta uang pembinaan bagi para pemenang. “Fasilitas lainnya yang kami berikan yaitu, bagi seluruh finalis yang hadir hari ini dan berminat kuliah di UMM lebih khusus kuliah di FPP, kita dapat istimewakan dengan meloloskan siswa tersebut tanpa melalui tes,” jelas Winarsih. Dalam lomba ini, Juara Harapan 3 akhirnya diraih oleh SMKN 1 Kebon Agung, Harapan 2 SMK Budi Utomo 2 Cilacap, Harapan 1 oleh SMKN 1 Grati. Sedangkan Juara 3 diraih SMAN 1 Bulukumba Sulsel, Juara 2 SMAN 1 Driorejo Gresik, dan Juara 1 dimenangkan oleh SMAN 1 Haruai Tabalong Kalimantan Selatan. Perwakilan SMAN 1 Haruai Tabalong, Febi Nuradina dan Puji Wahyi Zatmiko mengaku bahwa usahanya melakukan penelitian untuk mengikuti lomba ini tidaklah sia-sia. Walhasil, LKTI mereka yang berjudul  “Cairan Hasil Fermentasi Nasi Basi Sebagai Penggumpal Getah Karet” berhasil meraih juara 1. Febi mengaku bahwa ide awal karya ilmiah mereka berasal dari nasi yang menempel di panci yang lama belum dicuci di rumahnya. Bau tak sedap dan rasa lengket membuatnya akhirnya berpikir bahwa itu mengandung asam, dan memungkinkan untuk dijadikan bahan fermentasi getah karet. “Harga getah karet di daerah kami akhir-akhir ini mengalami kemerosotan dua kali lipat, kemungkinan karena kualitas fermentasi yang menggunakan bahan yang kurang tepat. Para petani tak bisa membeli bahan yang bagus karena harganya pun mahal. Setelah dilakukan penelitian ini, sepertinya ini bisa menjadi solusi bagi para petani di sana, karena nasi basi dapat membuat fermentasi lebih bagus dan harganya pun dapat lebih ekonomis,” kata Febi. Pembina tim ini, Amalia Jaina mengungkapkan kebanggaannya karena timnya berhasil meraih juara 1. “Saya sangat kaget. Ini adalah kali pertama siswa-siswi kami mengikuti lomba LKTI. Kami harus menyebrangi pulau terlebih dahulu, saya tidak menyangka bahwa mereka akan mendapatkan juara 1. Ini prestasi yang sangat membanggakan.” (lil/nov/han)

Pendaftaran Gelombang III, UMM Buka Beasiswa Bidikmisi

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali membuka pendaftaran calon mahasiswa baru. Pada gelombang III, kecuali Prodi Kedokteran, semua Prodi masih membuka kesempatan untuk pendaftar baru “Hanya saja kuotanya tidak sebanyak pada gelombang I dan II,” kata Kepala UPT Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), Dr Ir Ermanu Azizul Hakim, MT. Pendaftaran Gelombang III dimulai 1 hingga 19 Agustus 2016. Tak hanya itu, pada gelombang III ini UMM mulai membuka khusus untuk beasiswa Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (Bidikmisi) dari pemerintah. Seperti diketahui, UMM merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang dipercaya pemerintah untuk menyalurkan beasiswa penuh bagi masyarakat kurang mampu itu. Ermanu menjelaskan secara prosedur pendaftaran beasiswa Bidikmisi ini sama dengan pendaftaran reguler. “Bedanya, calon mahasiswa harus melengkapi sejumlah berkas keterangan tidak mampu,” terang Ermanu saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (30/7). Kelengkapan berkas tersebut di antaranya fotokopi kartu keluarga (KK) 1 lembar; fotokopi ijazah pendidikan orang tua maksimal S1 atau Diploma VI 1 lembar; Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari desa atau kelurahan disertai bukti gaji atau penghasilan orang tua 1 lembar; Surat pengantar dari sekolah (ijin Bidikmisi) 1 lembar; bukti pembayaran rekening listrik terbaru 1 lembar, serta; foto terbaru tempat tinggal (rumah tinggal) yang diketahui RT. Sebagai catatan, lanjut Ermanu, tidak semua program studi (Prodi) menerima beasiswa Bidikmisi. Terdapat setidaknya 10 prodi dengan kuota masing-masing 2 orang. “Selain pertimbangan akreditasi, juga untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada calon mahasiswa baru memilih minat jurusannya. Berbeda dengan tahun sebelumnya,” ujarnya. Fakultas yang menerima jalur Bidikmisi diantaranya FISIP (Prodi: 1. Ilmu Kesejahteraan Sosial, 2. Sosiologi); FKIP (Prodi: 1. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2. PPKn (Civic Hukum); FEB (Prodi: 1. Ekonomi Pembangunan). Adapun materi yang akan diujikan diantaranya Tes Potensi Akademik, Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sosiologi, Ekonomi, Geografi dan Sejarah. Sedangkan FT (Prodi; 1. Teknik Elektro, 2. Teknik Industri); FPP (Prodi: 1. Kehutanan, 2. Peternakan, 3. Perikanan) materi yang bakal diujikan yakni Tes Potensi Akademik, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Biologi, Fisika dan Kimia. Pelaksanaan tes akan dilakukan 22 Agustus mendatang. Lebih jauh, Ermanu menerangkan, Pemerintah mensyaratkan yang diterima Bidikmisi untuk lulus tepat waktu. Selain itu, lanjut Ermanu, bagi mahasiswa yang Indeks prestasinya buruk, program Bidikmisi akan dicabut. “Karena yang membiayai pemerintah, jadi jangan sampai uang rakyat ini digunakan dengan tidak amanah. Oleh karena itu, mereka yang diterima harus bersungguh-sungguh,” katanya. Selain melalui jalur Bidikmisi dan jalur reguler gelombang III, UMM tetap membuka jalur pendaftaran lainnya yakni Yatim/Yatim Piatu. “Kebetulan, saya menempatkan pendaftaran jalur Yatim/Yatim Piatu ini di gelombang III. Jadi, calon mahasiswa baru yang sudah mendaftar di Bidikmisi, tidak bisa mendaftar di jalur Yatim/Yatim Piatu juga jalur Reguler, karena ujiannya bersamaan,” ungkapnya. (can/nas)

Webometrik Juli 2016: Aspek Presence Rank, UMM Ranking 4 Indonesia

Lembaga pemeringkatan website perguruan tinggi dunia (Cybermetrics Lab, Spain) kembali merilis peringkat perguruan tinggi seluruh dunia edisi Juli 2016.  Setelah mengalami penurunan pada edisi Januari 2016 (karena adanya pinalti), maka website Universitas Muhammadiyah Malang kembali meningkat ke urutan 35 Indonesia.  Untuk aspek Presence Rank, website UMM menduduki peringkat 4 Indonersia, di bawah UGM, IPB dan UI.  Presence rank merupakan salah satu aspek pengurutan berdasarkan banyaknya halaman website dan banyaknya file yang diupload.  Pada aspek ini, website UMM menduduki ranking 13 untuk level Asia Tenggara dan 197 level dunia.  Ranking ini meningkat tajam dibanding ranking aspek tahun-tahun sebelumnya.   Ranking Webometrik UMM untuk Aspek Presence Rank Level Indonesia Ranking Webometrik UMM untuk Aspek Presence Rank Level Asia Tenggara   Selain peringkat webometrik, lembaga pemeringkatan itu juga merilis peringkat repositori universitas.  Ranking of Web Repositories merupakan pemeringkatan universitas berdasarkan kumpulan bahan digital universitas yang dipublish di website untuk dimanfaatkan oleh masyarakat luas secara online.  Ranking repositori website universitas pada edisi Juli 2016 menempatkan Universitas Muhammadiyah Malang pada urutan 6 Indonesia, di bawah: Undip, IPB, Gunadarma, UMS dan UNY.  Untuk level Asia Tenggara, repository UMM menduduki ranking 10.   Ranking Repositori UMM Level Indonesia Ranking Repositori UMM Level Asia Tenggara Seperti diketahui, aspek penilaian webometrik sekarang berubah metodologinya, tidak lagi: visibility, size, rich files dan scholar.  Sejak tahun 2015, penilaian webometrik berdasarkan 4 aspek, yaitu: Impact,  Presence, Openness, dan Excellence. Impact mempunyai bobot 50%, dan sisanya untuk ketiga aspek tersebut.  Impact merupakan penilaian berdasarkan banyak backlink atau link eksternal (pihak ketiga) yang didapat oleh website universitas.  Penilaian tergantung oleh perhitungan yang dilakukan oleh website Majesticseo dan backlink histori yang diambil dari website ahrefs.  Presence merupakan ranking berdasarkan banyaknya halaman website (site) dan banyaknya file (Rich Files) yang ada di website universitas.  Penilaian dilakukan oleh mesin pencari Google.  Openness, merupakan penilaian ranking berdasarkan banyaknya artikel ilmiah ataupun penelitian yang ada di website dalam PDF.  Excellence, merupakan penilaian website berdasarkan banyaknya penelitian ilmiah yang berlabel internasional dan terdaftar pada Scimago Group, dalam hal ini juga termasuk jurnal internasional yang telah terindeks atau terpublish pada Scopus. (ytn)

Mahasiswa UMM Berdayakan Warga Mojorejo Atasi Problem Sampah

TERUS meningkatnya jumlah sampah di Desa Mojorejo, Kota Batu, memunculkan keresahan bagi tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yaitu Iin Sulis Setyowati, Dona Kurniawan, dan Agung Saifullah, sekaligus menginspirasi mereka membuat Program Kreatif Mahasiswa Pemberdayaan Masyarakat (PKMPM) untuk mengatasi masalah tersebut. Ketiga mahasiswa tersebut menyusun dan mengaplikasikan program daur ulang sampah plastik, yaitu dengan membuat kerajinan tangan (handycraft) berbahan dasar sampah plastik rumah tangga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Program ini, kata Iin, bertujuan untuk mengurangi banyaknya sampah plastik, terutama hasil buangan limbah agar berguna dan memiliki nilai ekonomi. “Dengan begitu, sampah-sampah plastik tak lagi jadi masalah dan akan menjadi ladang bisnis bagi ibu-ibu rumah tangga di sekitar desa Mojorejo tersebut.” Sosialisasi program pemberdayaan dan pelatihan di desa Mojorejo ini memerlukan waktu yang cukup lama. Terhitung sejak April 2016 lalu, beberapa tahapan kegiatan telah dilakulan, yaitu memberikan pelatihan kepada 30 ibu rumah tangga perwakilan dari setiap RT dan RW untuk  mendaur ulang sampah plastik menjadi handicraft di pendopo desa Mojorejo. Dalam pelaksanaannya, tahapan ini melibatkan ketua penggerak PKK sebagai pionir ibu rumah tangga setempat. Tahapan kedua, lanjut Iis, yakni memilah sampah-sampah yg dapat didaur ulang. Ibu rumah tangga membawa sampah plastik yang ada di sekitar rumah dan mengerti sampah mana saja yang dapat didaur ulang dan nantinya memiliiki nilai jual. Selanjutnya, yakni tahapan pelatihan. Pelatihan dilakukan selama tiga kali agar para ibu dapat membuat kerajinan tangan secara mandiri. Pelatihan dilakukan bekerjasama dengan Bank Sampah setempat serta TP PKK Mojosari RW 10. Beberapa produk yang dihasilkan dari daur ulang sampah ini antara lain tas rajut dari kresek bekas, tas dari bungkus kopi dan leher botol gelas minuman, hantaran dari kardus bekas serta masih banyak produk daur ulang lainnya yang memiliki nilai jual tinggi. Pembeda dari produk yang dihasilkan ini yaitu motif yang kreatif berbeda antara satu pembuat dengan pembuat lainnya. “Program ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Tidak langsung berhenti dan masyarakat ditinggal begitu saja,” jelas Iis. Dalam pelaksanaannya, ada banyak kendala yang harus dihadapi ketiga mahasiswa tersebut, di antaranya yaitu; bahan yang sulit didapat seperti sampah bungkus kopi yang sama, desa belum memberikan fasilitas kelompok usaha, dan belum masuk pada proses pemasaran handycraft. Namun, masyarakat sekitar desa Mojorejo sangat terbuka dan mau belajar. Sangat senang dengan adanya kegiatan yang diadakan mahasiswa UMM ini. Hal ini terbukti dengan banyaknya masyarakat yang setelah mengikuti pelatihan, menularkan ilmu dan ketrampilannya kepada masyarakat lain. Mereka merasa bangga bisa melakukan dan memanfaatkan sampah daur ulang yang ada di sekitar. (roh/han)

Mendikbud Muhadjir Effendy, Konseptor Otentik dan Pekerja Keras

Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) periode 2000-2016, Prof Dr Muhadjir Effendy, MAP, dipercaya Presiden Joko Widodo menjabat sebagai salah seorang menteri di Kabinet Kerja. Dalam resuffle kabinet jilid II yang diumumkan presiden di Istana Negara siang ini (27/7), Muhadjir menggantikan posisi Anies Baswedan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Muhadjir dikenal sebagai pejuang pendidikan yang suka bekerja keras. Penguasaan konsep sekaligus lapangannya sangat kuat. Ini terlihat dari sebagian besar waktunya yang didedikasikan untuk mengangkat derajat dan harkat kemanusiaan melalui pendidikan. Kesan ini semakin kuat ketika ia pada posisi sebagai Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang membidangi pendidikan, penelitian, kebudayaan, pemuda dan olahraga. Muhadjir masuk dalam jajaran PP Muhammadiyah hasil Muktamar Muhammadiyah di Makasar setahun lalu. “Beliau sangat rajin ke daerah-daerah untuk membantu sekolah-sekolah kecil yang membutuhkan sentuhan kemajuan,” kata sekretaris Badan Pelaksana UMM, Wakidi. Pengangkatan Muhadjir ini nyaris bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-60. Ia lahir di Madiun, 29 Juli 1956, anak ke-6 dari 9 bersaudara dari seorang ayah Soeroja dan ibu Sri Soebita. Ayah Muhadjir dikenal sebagai seorang guru dan kepala sekolah yang di kemudian hari menekuni dunia kesenian wayang sebagai dalang dan pembuat wayang kulit. Sang ayah juga merupakan aktivis Partai Masyumi yang Sukarnois. Setelah menempuh pendidikan formal mulai SD hingga PGAN 6 tahun di daerah asalnya, Muhadjir kemudian melanjutkan kuliah di IAIN Malang dan memperoleh gelar Sarjana Muda (BA) tahun 1978.  Selanjutnya dia menyelesaikan studi dan memperoleh gelar sarjana di IKIP Negeri Malang (sekarang UM) tahun 1982.  Pendidikan strata 2 diselesaikan di Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada dan memperoleh gelar MagisterAdministrasi Publik (MAP) tahun 1996. Tahun 2008, Muhadjir berhasil menyelesaikan pendidikan strata 3 pada Jurusan Ilmu-ilmu Soaial dan memperoleh gelar doktor bidang sosiologi militer di Program DoktorUniversitas Airlangga.  Selain pendidikan formal, dia juga beberapa kali mengikuti kursus di luar negeri, antara lain di National Defence University, Washington DC (1993) dan di Victoria University, British Columbia, Canada (1991). Semasa kuliah, Muhadjir menekuni profesi sebagai wartawan di beberapa koran, antara lain:  Komunikasi(koran kampus IKIP Malang) sejak tahun 1982, koran Bestari UMM (1986), majalah Semesta Surabaya (1979-1980), koran Warta Mahasiswa (Dirjen Dikti) 1978-1982, koran Mimbar Univ. Brawijaya (1978-1980), dan Mingguan Mahasiswa (Surabaya) pada tahun 1978.  Hingga sekarang, dia masih aktif menulis berbagai artikel di beberapa koran lokal, regional Muhadjir juga sudah menulis banyak buku, antara lain: Dunia Perguruan Tinggi dan Kemahasiswaan bersama Prof. H.A. Malik Fadjar, M.Sc. (1989), Bunga Rampai Pendidikan (1992), Masyarakat Ekuilibrium:Meniti Perubahan dalam Bingkai Keseimbangan (2002), Pedagogi Kemanusiaan: Sebuah Refleksi (2004), Profesionalisme Militer: Profesionalisme TNI (2008), dan lain-lain.  Pada buku terakhirnya ini, Muhadjir menguraikan tentang profesionalisme militer, khususnyaTNI, setelah era reformasi. Muhadjir Effendy yang menikah dengan Suryan Widati, SE.,MSA.,Ak. (dosen Poltek Negeri Malang) kini dikaruniai tiga orang putra Muktam Roya Azidan (Zidan) yang lahir pada 9 Maret 2005, Senoshaumi Hably (lahir 9 Oktober 2006) dan Harbyanto Ken Najjar lahir pada 20 Mei 2012. Rektor UMM, Fauzan, mengaku sudah tau lebih awal perihal ditunjuknya Muhadjir menjadi Menteri. Katanya, isu seperti isu sudah biasa karena sejak lama nama Muhadjir sudah sering disebut sebagai calon menteri sejak era Susilo Bambang Yudoyono dulu. “Beliau orang yang tidak hanya kompeten, tapi juga memiliki etos bekerja keras dan komitmen yang kuat. Kalau berdiskusi dengan beliau, akan banyak ide otentik yang tak terduga. Beliau juga nyentrik dalam bekerja,” kata Fauzan memberi kesan. (nas)

Telkom University Pelajari Tata Kelola dan Kehumasan di UMM

UNIVERSITASMuhammadiyah Malang (UMM) kedatangan tamu dari rombongan Telkom University, Bandung,untuk bersilahturahimdan memperkuat kerjasama antar perguruan tinggi. Studi banding juga dilakukan untuk menambah wawasan dan pengetahuan,khususnya terkait penanganan keluhan pelanggan dan sistem audit internal di Ruang Sidang Wakil Rektor I UMM, Rabu (27/7). Rombongan yang terdiri dari tujuh pimpinan Satuan Audit Internal (SAI)dan Public Relations(PR) Telkom University iniditerima oleh Wakil Rektor IUMM Prof Dr SyamsulArifin MSi, Kepala Badan Pengendali Internal (BPI) UMM Dr Juanda, dan Kepala Humas UMM Nasrullah. Syamsul Arifindalam sambutannya mengemukakan tentang pentingnyaposisi dan peran Humas dalam menyampaikan pesan kepada publik. Baginya, kepercayaan publik dibangun melalui humas. Syamsul tak lupa mengapresiasi keberhasilan Humas UMM dalam menjalankan peran tersebut. “Kita saling belajar, please enjoy with UMM campus”, ujarnya. Status UMM yang telah meraih akreditasi A merupakan pertimbangan utama Telkom University dalam melakukan studi bandingke kampus ini.“Kami ingin sharing tentang sistem audit dan mekanismenyadi UMM. Sudahsejak 2014 berniat ke UMM,alhamdulillahakhirnya berkesembapatan Semoga ilmu dan sharing ini bermanfaat dan Telkom University bisa mengikuti jejak keberhasilan UMM,”ujar Indwi,perwakilan Telkom University. Juanda menjelaskan,sistem penyebaran mutu di UMM secara fungsional  ada empat, yakni Badan Pengendali Internal (BPI),Badan Kendali Mutu Akademik (BKMA), BadanPengelolaSumber Daya Manusia (BPSDM) dan Badan Pelayanan dan Pengendali Keuangan (BP2K). Berbeda dengan istilah audit di TelkomUniversity, UMM menggunakan istilah pengendali. “Semakin besar yg dikendalikan, semakin sulit pula mengendalikannya,” ujarnya. Juanda selanjutnya memjelaskan tentang tugas, fungsi, serta alur kerja berdasarkan standar yang telah ditentukan dari masing-masing unit dan badan tersebut. Sementara itu sekretaris Humas UMM Rina Wahyu Setyaningrum memberikan pemaparan tentang peran dan fungsi Humas UMM. “Ada empat bagian yang menjadi tugas utama Humas di UMM yaitu media relations, cipta visual, protokolerdan kerjasama,”ujar dosen Prodi BahasaInggris ini. (roh/han)

LP3A Revitalisasi Peran Keluarga Melalui Kajian Perempuan dan Anak

PERAN orang tua dalam membangun keluarga sangat krusial. Tak hanya peran pendidikan, peran-peran lain seperti sosial dan ekonomi juga sangat mempengaruhi. Itulah yang diangkat Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LP3A) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Kajian Perempuan dan Anak, Selasa (26/07) di Ruang Sidang Senat UMM. Hadir sebagai pembicara dalam kegiatan ini dosen Fakultas Psikologi UMM Dr. Iswinarti dan dosen Fakultas Agama Islam (FAI) UMM, Saiful Amien. Keduanya berupaya menggali peran orang tua dalam keluarga melalui dua perspektif yang berbeda, di satu sisi melihat aspek psikologisnya, di sisi lain melihat aspek pengembangan akhlaqul-karimah (akhlak mulia). Menurut Iswinarti, ada sepuluh karakter yang perlu dibangun pada anak di antaranya yaitu pengambilan keputusan, mengikuti aturan, ketabahan, kontrol diri dan kasih sayang. “Kontrol diri merupakan hal yang sangat penting karena kebiasaan anak harus dilatih agar tidak mudah meminta berbagai macam hal pada orang tuanya,” paparnya. Menurutnya, peran orang tua yang harus dipahami, yaitu bahwa orang tua tidak harus menjadi yang sempurna untuk mendidik anak, orang tua hanya perlu untuk mencoba untuk terus lebih baik lagi. Metode yang bisa digunakan orang tua dalam membangun karakter di antaranya adalah metode bermain. “Metode bermain merupakan yang paling mudah untuk diaplikasikan orang tua pada anak di rumah,” jelas Iswinarti. Senada, Saiful Amien mengatakan, pendidikan anak terjadi pada tiga area, yaitu pada area keluarga (informal), masyarakat (non formal), dan sekolah (formal). Pada ketiga area tersebut, setiap pelaku pendidik juga menjadi bagian dalam pembentukan akhlak yang mulia bagi anak. “Sejatinya, akhlak yang mulia itu bukan dengan ‘diceramahkan’ tetapi dengan dibiasakan atau dihabituasikan,” jelas Amien. Sementara itu Wakil Rektor I UMM, Prof Dr Syamsul Arifin MSi dalam sambutannya menyatakan, sasaran dalam keluarga adalah seorang anak, yang mana poros dalam pertemuan antara orang tua dan anak adalah dialektikanya. “Di situlah akan diberikan sentuhan kasih sayang, yang akan berpengaruh pada proses tumbuh anak di bidang yang lain,” jelasnya. Kajian LP3A yang rutin diadakan dua bulanan ini dilakukan dengan tujuan agar setiap keluarga bisa mengembalikan fungsi keluarga seutuhnya. Kepala LP3A UMM Thathit Manon Andini menyatakan hubungan orang tua dan anak tidak memiliki waktu yang cukup lantaran orang tua seringkali hanya memikirkan pekerjaan. “Karenanya orang tua perlu strategi bagaimana memaksimalkan waktu untuk bersosialisasi dengan anak. Tidak hanya memberi makan, namun juga kebutuhan emosi juga perlu dipenuhi oleh orang tua.” Ada dua model diskusi yang menjadi program LP3A, yaitu diskusi internal dan diskusi ekternal yang mengundang masyarakat umum. “Lahan garapan LP3A terus ditingkatkan, karena pengasuhan anak yang salah dapat menciptakan anak yang salah dalam mengatur emosi,” jelas dosen FKIP UMM tersebut. (jll/han)

Tim Proliferasi Jurnal UMM Genjot Penulisan Jurnal Terindex Scopus

PENULISAN jurnal bagi dosen merupakan sebuah keharusan untuk meningkatkan mutu akademik universitas. Didasari hal itu, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan Workshop Penulisan Artikel Jurnal Internasional pada Senin (25/07). Ketua Tim Proliferasi Jurnal Terindex Scopus UMM, Akhsanul In’am PhD, menyatakan dengan menulis artikel ilmiah dapat membantu pengembangan kemampuan menulis dan peningkatan profesionalisme dosen. “Jurnal yang diterbitkan lebih baik di jurnal yang sudah terindex Scopus, lantaran Scopus merupakan salah satu entitas yang paling dikenal para peneliti dunia,” jelas dosen Prodi Pendidikan Matematika UMM tersebut. Dalam workshop tersebut sejumlah pembicara menyampaikan tentang tips dan trik penulisan artikel serta cara-cara untuk dapat menerbitkan jurnal di Scopus. “Ada beberapa alamat index jurnal yang dikenalkan dalam workshop ini. Mulai dari index jurnal yang memuat tentang masalah sosial, eksak, maupun teknologi. Berbagai materi pun disampaikan, mulai dari kriteria penulisan hingga cara pengunggahan jurnal dilatih dari awal hingga akhir,” kata In’am. Ada empat tahapan dalam pelaksanaan workshop ini. Tahapan pertama yaitu sosialisasi penulisan jurnal international yang telah dilakukan bulan lalu, kemudian workshop penulisan yang dilakukan hari ini, selanjutnya untuk tahapan ketiga dan keempat akan dilaksanakan bulan Agustus berupa workshop lanjutan dan finishing iurnal Internsional. Rencananya, workshop ini akan menerbitkan 100 lebih jurnal di Scopus. “Ada beberapa kekurangan yang biasanya terjadi dalam penulisan jurnal. Di antaranya yaitu referensi yang digunakan terlalu minim dan tunggal serta di bagian pendahuluan sangat sedikit sekali isi yang menunjang tulisan,” jelas lulusan University of Malaya ini. Tim Proliferasi Jurnal Terindex Scopus UMM yakin, pada tahun ini akan ada 80 jurnal yang akan terpublikasikan. Workshop ini tidak hanya diadakan di FKIP, namun akan diselenggarakan di seluruh fakultas di UMM. “Workshop ini baru dilaksanakan di dua fakultas, yaitu di Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) dan FKIP. Nantinya, akan dilanjutkan ke 10 fakultas yang ada,” ujar In’am. Dengan diadakannya workshop ini, lanjut In’am, diharapkan seluruh dosen dapat mempublikasikan penelitiannya sehingga dapat menunjang akreditasi lembaga. “Sebenarnya banyak dosen yang memiliki penelitian namun tidak dipublikasikan. Ada yang dipublikasikan, namun indeks jurnalnya belum bagus. Dari sinilah upaya yang kami lakukan untuk mengawali niat tadi,” jelasnya. Pembantu Dekan I FKIP, Dr Trisakti Handayani mengungkapkan, dengan adanya workshop, ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dosen untuk membuat jurnal yang dapat terindex Scopus. “Ini adalah salah satu cara agar kampus kita semakin mendapatkan pengakuan di dunia internasional, karena semakin banyak karya dosen yang di-publish di jurnal internasional. Dan semoga ini dapat menjadi sedekah bagi kita,” ungkapnya. (jll/nov/han)

Sering Lihat UMM di TV, Bikin Camaba Asal Papua Ini Ikuti Tes PMB

ZULFIYANI Madjid baru pertama kali ini menginjakkan kakinya di kota Malang. Itupun karena keinginannya yang kuat menjadi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ya, Zulfi, panggilan perempuanasal Sorong Papua ini adalah satu di antara 10.130 peserta tes penerimaan mahasiswa baru UMM yang berlangsung Senin (25/7). Ditemani orang tuanya, Muhammad Madjid, Zulfi mengaku mengetahui UMM dari televisi. “UMM sangat terkenal di Papua. Saya sering lihatnya di tivi-tivi,” aku Zulfi yang dibenarkan ayahnya. Jurusan yang diambil Zulfi adalah Kedokteran. Ia percaya jurusan ini sangat banyak peminatnya, sehingga saingannya tentu sangat ketat. Itulah sebabnya tak ada pilihan lain kecuali belajar keras. “Ya banyak belajar, latihan soal, sampai ikut bimbingan belajar,” ungkap lulusan SMA Negeri 3 Kota Sorong ini. Muhammad Madjid mengakui dirinyalah yang mengarahkan anaknya ke Kedokteran UMM. Menurutnya, UMM sudah punya nama. “Siapapun yang punya anak kuliah di UMM pasti bangga, makanya saya arahkan anak saya ke sini,” katanya. Zulfi dan puluhan ribu calon mahasiswa UMM tentu berharap-harap cemas. Karena harus menunggu hasil kelulusan tes yang akan dirilis Jumat 29 Juli mendatang lewat pmb.umm.ac.id. Itupun masih harus memastikannya lagi karena jika dinyatakan lulus masih harus mengikuti sesi wawancara. Wakil Rektor I UMM, Prof Dr Syamsul Arifin, mengatakan wawancara juga penting. Selain untuk mengetahui motivasi, juga merupakan cara UMM untuk memetakan potensi calon mahasiswa untuk pembinaan lebih lanjut. “Jadi kita memang ingin mahasiswa UMM itu betul-betul punya niat untuk belajar keras, membangun dirinya secara sungguh-sungguh, tidak loyo. Niatnya juga harus lurus,” tegas Syamsul. Sementara itu, ditemui usai mengontrol jalannya ujian tulis Senin (25/7), rektor UMM Drs. Fauzan, M.Pd, menegaskan kembali meski peminatnya naik pihaknya akan menurunkan pagu penerimaan. Hal ini karena UMM ingin fokus pada peningkatan mutu pelayanan pendidikan. “Penambahan dosen, penambahan ruangan kelas, kantor dan laboratorium jalan terus. Insya Allah gedung baru GKB IV itu akhir tahun ini selesai. Tetapi jumlah mahasiswa kita tekan agar bisa lebih lebih maksimal pelayanannya,” tutur Fauzan. Di gelombang II ini yang akan diterima mencapai sekitar 2.400 orang. Jika belum bisa diterima di gelombang III, masyarakat masih bisa mendaftarkan lagi untuk ikut tes di gelombang III, kecuali untuk prodi Kedokteran sudah ditutup. “Tentu saja perlu persiapan tes yang lebih baik lagi ya supaya bisa melampaui passing grade program jurusan yang dituju,” kata rektor. Tes gelombang II berlangsung tertib dan aman. Seperti biasa, selain menerjunkan 610 pengawas, UMM juga melibatkan pihak keamanan untuk memastikan nihilnya praktik perjokian. Hasilnya, sejauh ini pada gelombang II tidak ditemukan kecurangan seperti tahun-tahun lalu. “Kita tetap mewaspadai, jangan sampai yang jujur dikalahkan oleh yang mau curang,” tegas rektor. (can/nas)

Selain Bersih dan Indah, Rektor UMM Harapkan Ekonomi Warga Kampung Warna-warni Jodipan Terdongkrak

REKTOR Unversitas Muhammadiyah Malang (UMM), Fauzan, memberi apresiasi khusus kepada mahasiswa Komunikasi yang berhasil menjadi inisiator kampung warna-warni di Jodipan, Blimbing, Kota Malang. Tak hanya berdampak pada kebersihan dan keindahan lingkungan, dengan kunjungan wisatawan ke kampung itu diharapkan bisa menggerakkan roda ekonomi warga setempat lebih baik lagi. “Ini harus ditindak lanjuti dengan program-program lain. Misalnya, pendampingan kepada masyarakat agar bisa memanfaatkan berkah wisatawan untuk meningkatkan penghasilan,” kata Fauzan. Untuk itu, pihaknya akan mendorong mahasiswa dan dosen untuk melakukan kajian lebih lanjut tentang potensi ekonomi yang mungkin bisa dikembangkan. Dikatakan Fauzan, UMM memiliki kepekaan terhadap persoalan ini dan terbiasa dengan penyelesaian masalah dengan berfikir kreatif. Mahasiswa yang sudah melakukan kreativitas yang memiliki dampak sosial dan ekonomi masyarakat memang menjadi keharusan. Dalam program KKN, misalnya, rektor selalu mendorong agar mahasiswa dapat mengangkat isu-isu pemberdayaan yang berkesinambungan. “Mahasiswa harus bisa menjadi inisiator, inovator, mencetuskan ide dan mengeksekusinya bersama masyatakat. Tak hanya itu, ide tersebut harus dipastikan bisa berjalan terus. Jangan sampai KKN selesai program terhenti,” kata Fauzan. Seperti diketahui, kampung Jodipan yang terletak di bandaran sungai Brantas disulap menjadi kawasan penuh warna yang elok. Sebelumnya, kawasan ini dikenal kumuh karena kesadaran masyarakat yang masih rendah. Sentuhan sekelompok mahasiswa UMM yang melaksanakan praktikum manajemen event untuk public relations berhasil membranding kampung itu menjadi destinasi wisata baru Kota Malang. Meski praktikum kuliah, mahasiswa UMM diharuskan menggandeng klien yang riil. Kelompok Guys Pro UMM berhasil menjalin kerjasama dengan produsen cat PT Indana Paint yang membiayaiseluruh pewarnaan kampung Jodipan. Wakil Rektor III, Dr. Sidik Sunaryo, SH, MSi, mengaku akan mempertimbangkan kreativitas yang riil itu agar dapat dikonversi denganKuliah Kerja Nyata (KKN). “Sebab, justru dengan program semacam inilah efek nyata di masyarakat dapat dirasakan,” ungkap Sidik. Sementara itu, rektor berharap pengecatan di bantaran sungai Brantas bisa berlanjut di kawasan sekitarnya. “Kalau bisa seluruh kawasan itu dapat bersih dan indah sehingga kesadaran menjaga lingkungan juga semakin baik,” kata rektor yang akan meninjau kawasan mirip Rio de Jenero di Brazil, Izamal di Meksiko, Nyhavn di Denmark, St John di Kanada, atau bahkan Cinque Terre di Itali itu. (nas)