HI UMM Kampanye Pelucutan Senjata Nuklir

UNTUK meningkatkan kesadaran mengenai bahaya senjata nuklir serta meminimalisir senjata nuklir di Indonesia, Hubungan Internasional (HI) UMM mengadakan rangkaian kegiatan public lecture, launching dan aksi damai dalam rangka Kampanye Global Pelucutan Senjata Nuklir. Rangkaian kegiatan pertama, yaitu public lecture berlangsung Jumat (20/5) di Auditorium UMM. Mengangkat tema “Menuju Dunia Bebas Senjata Nuklir”, Guru Besar HI Universitas Gadjah Mada, Muhadi Sugiono memaparkan ironi senjata nuklir dalam politik global. Dikatakan Muhadi, dunia bebas nuklir adalah aspirasi PBB sejak awal didirikan pada 1945. Saat itu, lebih dari 16.000 buah senjata nuklir di dunia berstatus legal. Namun, kata Muhadi, dalam konteks global terjadi berbagai hal yang membuat upaya pelucutan senjata nuklir gagal, di antaranya kegagalan perundingan bilateral antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Soviet (saat itu bernama Rusia). Menurut Muhadi, penyelenggaraan pelucutan senjata nyatanya menganggap nuklir sebagai senjata bagi perdamaian. Pembahasan tentang senjata nuklir, kata Muhadi, hanya dalam kerangka keamanan negara-negara pemilik senjata nuklir. Selain itu, kebijakan negara tentang perlucutan senjata pun dinilai tidak konsisten. “Perubahan wacana tentang perlucutan senjata tidak hanya menjadi inisiatif kemanusiaan. Diplomasi pelucutan senjata berpusat pada diplomasi antar negara dan memiliki target yang sangat jelas, yaitu perjanjian legal melarang senjata nuklir,” papar Muhadi. Dalam rangkaian acara tersebut, Muhadi Sugiono menampilkan video kampanye anti-nuklir yang dilakukan oleh Internasional Campaign to Abolish Nuclear Weapons (ICAN). Video berisi kegiatan kampanye, forum kuliah umum dan berbagai kegiatan untuk mendukung kampanye pelucutan senjata nuklir di Indonesia. Setelah acara ini, Muhadi berharap, masyarakat khususnya mahasiswa turut berperan dan berkontribusi melakukan transformasi kemanusiaan. “Saya mengajak masyarakat khususnya mahasiswa melakukan dan meningkatkan peran dan kontribusinya untuk Indonesia dalam menolak senjata nuklir.” Selain kuliah umum, wakil ketua panitia Alhamdu Ramadhan mengatakan, pada hari yang sama juga diadakan teatrikal nuklirman serta penandatanganan keikutsertaan dalam kegiatan pelucutan senjata. “Tidak hanya kuliah umum saja, nanti di sesi akhir juga ada pertunjukan teatrikal dari nuklirman serta tanda tangan seluruh peserta yang hadir untuk memberi bukti telah berpartisipasi dalam kampanye global pelucutan senjata nuklir di UMM”, ungkapnya saat acara berlangsung. (roh/han)

UMM Buka China Corner

KEMITRAAN antara Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Confucius Institute Tiongkok semakin kuat dengan didirikannya China Corner. Tempat yang berfungsi sebagai pusat informasi budaya, bahasa, dan pendidikan Tiongkok ini diresmikan oleh Asisten Rektor Bidang Kerjasama UMM, Soeparto dan perwakilan dari Confucius Institute, Rabu (18/5). Pembukaan China Corner ini, menurut Soeparto sangat penting karena Tiongkok diperkirakan akan menggantikan dominasi Amerika dan Eropa dalam pergaulan global. “Kita lihat sendiri bahwa Tiongkok sudah mulai memperlihatkan tajinya. Maka, sangat penting jika UMM mendekati mereka melalui budaya, bahasa, dan pendidikannya,” ujar Soeparto. Di dalam China Corner yang terletak di lantai 3 Perpustakaan Pusat UMM, ada tiga hal penting yang disajikan, yakni pembelajaran bahasa mandarin, budaya, dan informasi pendidikan di Tiongkok. Untuk pembelajaran bahasa mandarin, tambah Soeparto, terbuka untuk mahasiswa dan dosen. “Dalam pembelajaran ini, bagi mahasiswa yang sudah mencapai level 2 akan punya peluang mendapatkan summer course ke Tiongkok,” katanya. Sedangkan untuk informasi budaya dan pendidikan di Tiongkok, berbagai informasi tersebut tersedia secara lengkap di China Corner. “Baik mahasiswa maupun dosen bisa mempelajari budaya Tiongkok itu seperti apa, dan tentunya bagi yang berminat summer course ataupun mencari beasiswa di Tiongkok, di China Corner akan difasilitasi pencarian informasinya,” tandas Soeparto. Setelah China Corner didirikan di UMM, Soeparto berharap ke depan Indonesian Corner segera akan didirikan di Tiongkok. “Kami masih mencari perguruan tinggi yang bisa kami dirikan Indonesian Corner di sana,” pungkasnya. Pembukaan China Corner melengkapi corner-corner yang sudah berdiri sebelumnya di UMM, yakni American Corner dan Saudi Arabian Corner. Direncanakan, pada 24 Mei mendatang UMM juga akan membuka Thailand Corner di lokasi yang sama. (zul/han)

Dosen dan Alumni UMM Diminta Manfaatkan Beasiswa LPDP

WAKIL Rektor I Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Syamsul Arifin MSi mengajak segenap civitas akademika UMM untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Salah satu peluang beasiswa yang bisa dimanfaatkan, kata Syamsul, yaitu beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). “Ada banyak dana untuk memanfaatkan peluang pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga ke luar negeri. Manfaatkan betul LPDP”, papar Syamsul ketika menyambut kegiatan “Scholarship Show” Presentasi Beasiswa LPDP yang diadakan oleh International Relations Office (IRO) UMM dan LPDP RI, Kamis (19/5). Direktur Dana Kegiatan Pendidikan Kementrian RI Dr Abdul Kahar MPd yang hadir dalam kegiatan ini mengatakan, tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah kesenjangan SDM terdidik, sehinga Indonesia harus menyiapkan ratusan juta tenaga terampil pendidik. “Indonesia memiliki potensi sumberdaya manusia yang luar biasa, namun kita harus menyiapkan tenaga pendidik sejumlah 113 pendidik,” kata Abdul Kahar. Beasiswa LPDP, jelas Kahar, adalah program beasiswa yang dibiayai oleh pemerintah melalui pemanfaatan Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) yang dikelola oleh LPDP dan Kementrian Keuangan RI. LPDP tidak boleh disamakan dengan lembaga beasiswa yang berbasis pendidikan. LPDP memiliki komponen yang begitu lengkap dari berbagai aspek, salah satunya yaitu aspek regulasi keuangan. Lebih lanjut, Kahar mengatakan, LPDP menyediakan beasiswa melalui program tersebut yaitu, beasiswa magister dan doktor, beasiswa tesis dan disertasi, beasiswa afirmasi, beasiswa pendidikan dokter spesialis dan presidential scholarship. Salah satu keunggulan beasiswa LPDP adalah pendaftarannya dibuka sepanjang tahun yang terbagi dalam beberapa peridode. Periode  di 2016 ini pada bulan Februari,  Mei, Agustus, dan November. Jika ingin mendaftar dan mendapatkan beasiswa LPDP persyaratan yang harus dipenuhi, antara lain; (1) WNI dengan batas usia program magister 35 tahun dan program doktor 40 tahun, (2) Telah memperoleh Letter of Acceptance (LoA) unconditional atau memiliki Batas IPK Minimal pada jenjang studi sebelumnya, dan kemampuan bahasa, (3) Mempunyai karakter kepemimpinan, nasionalisme, profesionalisme dan integritas, (4) Memperoleh surat rekomendasi dari tokoh masyarakat, memperoleh surat SKCK dan SKS dari RS Pemerintah. Juga bisa daftar online melalui www.lpdp.kemenkeu.go.id. (roh/han)

DIMPA Juara 2 Lomba Lintas Medan Nasional

UNIT Kegiatan Mahasiswa (UKM) Divisi Mahasiswa Pencinta Alam (Dimpa) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengharumkan nama kampus. Dalam Lomba Lintas Medan di Semarang, tiga mahasiswi UMM anggota DIMPA berhasil menyabet juara dua untuk kategori mahasisiwi. Keberhasilan ini terbilang hebat, mengingat mereka harus berhadapan dengan sejumlah pesaing yang beberapa di antaranya merupakan atlet profesional. Ketiga mahasiswi tersebut yakni Anis Jatnika, Melia Regina, dan Siti Aisah. Mereka adalah mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMM. Anis dan Aisah bercerita, dalam perlombaan itu mereka harus bersaing dengan 10 tim dari berbagai daerah yang berbeda, di antaranya Jakarta, Jogja, Bandung, dan Salatiga. “Perlombaan ini ada empat kategori, yang pertama kategori mahasiswa putra, kedua kategori umum putra, ketiga kategori mahasiswa putri, dan keempat kategori umum putri,” kata Aisah. Medan yang dilintasi dalam perlombaan itu juga beragam. Mereka harus menyusuri jalan raya, perbukitan, hingga masuk ke dalam perumahan warga. Selain medan yang beragam, mereka juga harus melawan cuaca panas yang katanya lebih panas dari Surabaya. “Yang paling berat saat menyusuri bukit, karena medannya naik turun dan cukup sulit untuk dilewati,” ujar Anis. Total, mereka harus berlari sejauh 20 kilometer. Sebelum menuju perlombaan yang diadakan 14-15 Mei lalu, ketiganya berlatih terlebih dahulu seminggu sebelum keberangkatan. “Kami tiap hari hampir berlatih berlari dari kampus sampai Batu, bahkan sampai Coban Putri. Latihannya kami upayakan semirip mungkin medannya dengan perlombaan nanti,” tutur Anis. Berkat latihan yang keras itu, ketiganya berhasil mengharumkan nama baik UMM dengan meraih juara kedua. Mereka juga berhak membawa piala dan dana pendidikan. “Dari berbagai saingan yang kami hadapi, kontingen dari Salatiga adalah yang paling berat karena kami dengar kampusnya sudah banyak melahirkan atlet-atlet. Mereka pulalah yang menjadi juara pertama dan ketiga,” tambah Aisah. Raihan ini merupakan yang pertama kalinya setelah sekian lama Dimpa di berbagai perlombaan hanya sukses sampai di tahap sepuluh besar. Baik Anis maupun Aisah berpesan kepada sesama mahasiswa agar jangan takut untuk memulai mengikuti berbagai perlombaan. “Semoga dengan ini dapat memotivasi teman-teman yang lain untuk mulai menjadi mahasiswa yang berprestasi,” pungkas mereka. Lomba Lintas Medan merupakan even yang diadakan Mapala Universitas Semarang (USM) dalam rangka Hari Jadi ke 469 Kota Semarang. Kini, mereka tengah menatap mengikuti lomba-lomba berikutnya. Yang terdekat, Dimpa akan mengikuti Lomba Kebut Gunung di Gunung Merbabu, 6-7 Agustus mendatang. (zul/han)

Dua Kemenangan Debat Konstitusi Mahasiswa FH UMM

SATU lagi prestasi terukir dari mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Maulana Malik Ibrohim, Fitriani Kasiani, Gurnita Ning Kusumawati dan Febriansyah Ramadhan berhasil menjadi juara pertama di dua kompetisi debat bergengsi dalam waktu nyaris bersamaan. Prestasi ini mengulang perolehan yang sama beberapa waktu lalu. Kompetisi pertama yang berhasil mereka juarai adalah kompetisi debat konstitusi antar mahasiswa FH Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Indonesia yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), 2-5 Mei lalu. Dalam komptesi ini delegasi dari FH UMM berhasil mengalahkan 10 delegasi PTM lainnya dan merebut piala bergilir ‘Ki Bagus Hadikusumo’. Selang waktu beberapa hari kemudian, tepatnya 10-12 Mei mereka harus kembali mengikuti kompetisi debat konstitusi mahasiswa antar perguruan tinggi baik negeri maupun swasta se-Indonesia tingkat regional Timur yang diselenggarakan di Universitas Mataram. Dalam kompetisi yang diikuti 24 perguruan tinggi di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua, UMM juga berhasil meraih juara pertama. Ketua tim debat FH UMM, Fitriani Kasiani mengatakan merasa sangat bersyukur bisa merebut juara pertama di kompetisi-kompetisi tersebut. Menurutnya banyak kompetitor dari perguruan tinggi ternama lainnya yang terlihat sangat siap. “Sebenarnya target kami itu hanya masuk delapan besar saja, karena sampai situ saja kita sudah berhak melaju ke tingkat nasional, tapi ternyata malah kita bisa juara pertama dan mengalahkan saingan yang kami anggap berat seperti Universitas Airlangga,” ujar mahasiswa yang kini duduk di semester delapan ini. Mahasiswi yang akrab disapa Fitri ini mengungkapkan banyak tantangan yang harus dihadapi tim selama masa persiapan sejak Maret lalu. Mulai dari materi lomba, fisik hingga mental. Namun karena komunikasi yang baik ia dan timnya bisa melewati semua tantangan itu. “Kami terus saling memberi motivasi dan semangat satu sama lain agar tetap kuat,” imbuhnya. Sementara itu, Febriansyah Ramadhan salah satu anggota tim yang bertugas mencari materi yang akan dibawakan oleh para debator mengungkapkan strategi untuk menghadapi kompetisi. Di balik performa apik dari para debator peran tim riset sangat penting. “Kami mencari rujukan materi tidak hanya dari buku bacaan anak-anak S1, tapi S2 hingga S3 juga kami telaah,” jelasnya. Selain itu, Febriansyah menambahkan, kesuksesan timnya juga karena pembagian materi yang telah diriset sebelumnya benar-benar diperhatikan. “Kami olah materi sedetail dan sejelas mungkin kemudian dibagi sesuai peran dan kapasitas anggota tim,” paparnya. Gurnita Ning Kusumawati, sebagai anggota termuda di tim memberikan motivasi kepada mahasiswa FH UMM yang ingin mengikuti kompetisi serupa. Menurutnya banyak mahasiswa FH UMM yang memiliki kualitas untuk bisa mengikuti berbagai jenis kejuaraan bidang hukum namun tidak memiliki keberanian untuk mencoba. “Justru dengan ikut kompetisi itulah mental kita akan terlatih,” kata mahasiswa semester empat ini. Di sisi lain, Dekan FH UMM, Dr. Sulardi , SH, M.Si mengatakan FH UMM akan terus mendorong mahasiswanya untuk siap berkompetisi. Caranya dengan membentuk kelompok-kelompok studi. “Kita akan terus latih agar para mahasiswa agar tradisi juara bisa kita teruskan,” ungkapnya. Selain dari universitas, lanjut Sulardi, FH UMM juga akan memberikan apresiasi bagi mahasiswanya yang berhasil meraih prestasi salah satunya ketika proses pembuatan skripsi “Bisa saja proses skripsinya akan dipermudah, karena sangat memungkinkan materi yang mereka garap bisa dijadikan makalah skripsi yang sangat bagus,” pungkasnya. (gas/nas)

Kunjungi LUT Polandia, UMM Mantapkan Kemitraan Akademik

Rombongan tim Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang terdiri dari 15 orang Doktor dan Peneliti Utama dari berbagai bidang keahlian melakukan lawatan akademik sepekan ke beberapa negara Eropa mulai Senin (16/5). Empat negara di Eropa yang dikunjungi adalah Polandia, Belanda, Belgia dan Perancis. Ketua rombongan, Ilyas Masudin, ST, MSc, PhD, mengatakan kunjungan pertama dilakukan di Lublin University of Technology (LUT), Polandia. Di kampus ini UMM menjajaki berbagai kerjasama yang bisa dilakukan antara kedua pihak. “Komunikasi awal sudah kami lakukan sehingga hari ini tinggal mengkongkritkan saja,” katanya. Deputy Rector  for Scientific Affairs LUT, Marzenna Dudzinska, PhD, D.Sc dan direktur International student exchange and project possibilities LUT, Dr. Julia Kubai MA, menyambut hangat rombongan UMM. Dalam sebuah forum santai dan terbuka kedua pihak membicarakan langkah-langkah ke depan yang bisa diambil segera. “Kedua belah pihak bertukar informasi penting terkait posisi dan keunggulan masing-masing. LUT menawarkan sebuah project student exchange untuk all degree dan staff mobility baik admin maupun academics internship yang rencananya akan dibuka mulai tahun depan,” papar Ilyas. Di LUT, rombongan UMM juga diajak berkunjung ke School of Engineering untuk mendiskusikan peluang research collaboration. Ilyas menambahkan, untuk penelitian ini yang bisa dilakukan bersama adalah bidang-bidang mechanical, electrical and industrial & production engineering. “UMM dengan potensi sumber daya peneliti yang cukup mumpuni saya rasa sangat siap  untuk  melakukan kerja sama dalam joint reseach dan visiting lecturer,” tegas Kepala Prodi Teknik Industri UMM ini yakin. Acara ini  diakhiri dengan farewell party dan makan bersama dengan Rektor LUT Prof. Piotr Kacejko, PhD. D.Sc (ily/nas)

Roadshow Eagle Award Metro TV dan Technopreneur Kaskus Warnai Tiga Dekade Komunikasi

  DUA gawe besar sedang dipersiapkan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyambut ulang tahunnya yang ke-30. Ultah yang diberi tajuk “Tiga Dekade Tiga Dedikasi” itu melibatkan media besar, yakni televisi berita Metro TV dan media forum online Kaskus. Dengan Metro TV, Komunikasi menggelar Roadshow Eagle Award 2016, Rabu (18/5). Sedangkan dengan Kaskus, juga roadshow Technopreneur Clasroom, Meet and Great Kaskus Story – “Sundul Gan”, Senin (23/5). Keduanya akan melengkapi rangkaian acara Tiga Dekade Komunikasi, selain acara lain seperti gelar karya mahasiswa dan kompetisi komunikasi dalam puncak acara Awarding Night Kommaksi, Selasa (24/5). Ketua Prodi Komunikasi, Sugeng Winarno, MA, menerangkan itu adalah bagian dari acara yang bersifat kreatif dan rekreatif. Masih ada acara lain yang bersifat ilmiah seperti seminar nasional, serta kerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat untuk sosialisasi penyiaran publik. “Semuanya dirangkai untuk lebih menguatkan branding Komunikasi UMM sebagai prodi yang kreatif dan peduli terhadap literasi media,” ungkap Sugeng. Untuk Roadshow Eagle Award, pihak Metro TV membawa artis Ria Irawan untuk menjadi salah satu nara sumber untuk menggugah kreatifitas calon-calon sineas tentang tema kesehatan yang diangkat tahun ini. Saat ini Ria adalah duta kanker dan BPJS. Acara yang juga berisi workshop ini bertujuan untuk menjaring peserta kompetsisi film dokumenter tingkat nasional. Direncanakan rektor, Fauzan, akan memberi sambutan dalam acara ini. “Mahasiswa UMM sudah sering memperoleh kemenangan di Eagle Award, jadi mungkin itu yang menyebabkan Metro TV selalu menggandeng UMM. Dan ini sangat positif buat mahasiswa agar terus berkarya dan berkreasi sesuai dengan idealisme masing-masing,” komentar rektor tentang acara ini. Seperti diketahui mahasiswa UMM yang pernah mengukir nama di Eagle Award antara lain Tedika Puri Ananda dan Kukuh Martha Afni, Abdul Malik dan Taufan Agustiyan, serta Jamaluddin Pona dan Azhari. Kini, Tedi bahkan dipercaya Metro TV sebagai salah satu punggawa Eagle Institute.  Sementara itu, di acara Kaskus, juga tak mau kalah. Media online yang sedang digandrungi anak muda ini selain menampilkan foundernya, Andrew Darwis, CEO Ken Dean Lawadinata, juga  mengusung beberapa artis seperti Albert Halim, Dion Wiyoko, serta sutradara Naya Anindita. Ketua Pelaksana Tiga Dekade Komunikasi, Himawan Sutanto, mengaku senang digandeng oleh media yang sedang digandrungi anak muda. “Komunikasi itu khas dengan kreativitas dan anak muda banget,” tuturnya. Pihaknya yakin seluruh acara sukses karena telah disiapkan dengan sebaik-baiknya. Buktinya, antusiasme peserta yang daftar secara online sudah melebihi kapasitas ruangan sehingga terpaksa harus ditutup lebih awal. Tak hanya dari UMM, peserta juga dari kampus lain, bahkan luar kota. (nas)

Tiga Ribu Camaba Lolos Gelombang Pertama

SEBANYAK 3.177 calon mahasiswa baru (camaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dinyatakan lulus. Seluruhnya merupakan camaba yang mengikuti tes tulis reguler gelombang pertama maupun yang menggunakan jalur undangan. Wakil Rektor I UMM, Prof Dr Syamsul Arifin MSi mengatakan, lebih dari tiga ribu camaba ini sebelumnya bersaing dengan lebih dari sepuluh ribu peminat sebelum akhirnya dinyatakan menjadi peserta tes dan lolos tes. Syamsul merinci, dari 10.702 peminat yang mendaftar via online, sekitar 5.900 mengikuti jalur undangan, sementara sisanya tes reguler gelombang pertama. “Dari berbagai pertimbangan dan tes yang dilakukan, akhirnya didapatkan sekitar 1.944 camaba diterima dari jalur undangan, dan 1.233 camaba diterima dari jalur tes gelombang pertama,” ujarnya. Jumlah ini, menurut Syamsul masih stabil dibandingkan dengan tahun lalu. Namun, terjadi penurunan jumlah kuota penerimaan tahun ini. “Tahun lalu kami ambil sekitar 6900, tahun ini kami hanya ambil 6500 mahasiswa,” katanya. Penurunan ini didasarkan beberapa pertimbangan. Menurut Syamsul, adalah rasio dosen mahasiswa, fasilitas penunjang, dan kualitas camaba. “Di UMM sendiri, rata-rata sudah 1:50 untuk rasio dosen dan mahasiswa dengan ketersediaan ruang kelas yang memadai. Sedangkan tes tulis yang kami lakukan standarnya sangat tinggi, sehingga kami yakin para camaba ini punya kualitas yang baik,” ucap Syamsul. Apalagi di Fakultas Kedokteran (FK), tambah Syamsul, yang berminat lebih dari seribu orang sementara yang diterima di bawah seratus camaba. “Meskipun standar kami sangat tinggi, namun peminat kami selalu naik,” katanya. Hal ini diperkuat pernyataan dari Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMM, Dr Ermanu Azizul Hakim MT. Ia berkata, melihat tren di gelombang pertama dan data di tahun sebelumnya, ia optimis akan ada peningkatan jumlah peminat yang mendaftar ke UMM. “Untuk gelombang kedua yang dibuka mulai hari ini (16/5), kami target sekitar sepuluh ribu peminat. Tahun lalu sudah menyentuh angka sembilan ribu peminat,” ungkap Ermanu. Baik Syamsul maupun Ermanu sama-sama berharap, dari sekitar tiga ribu camaba yang dinyatakan diterima di UMM di gelombang pertama ini, minimal 70 persen dari mereka mendaftar ulang kembali. “Heregistrasi atau daftar ulang sudah dibuka mulai hari ini hingga Sabtu (21/5) mendatang. Informasi lebih lanjut mengenai PMB bisa klik di http://pmb.umm.ac.id,” pungkas Ermanu. (zul/han)

Dies Natalis, FPP Pamerkan Produk Mahasiswa

MENYAMBUT Dies Natalis Fakultas Pertanian Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ke-36, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FPP memamerkan berbagai produk hasil karya mahasiswa FPP di pelataran Heliped UMM, Senin (16/5). Agenda yang rutin diselenggarakan tiap tahunnya ini diisi dengan stand pameran seluruh jurusan di FPP, yaitu Agronomi, Agribisnis, Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP), Kehutanan, Perikanan, dan Peternakan. Selain dari mahasiswa, pameran juga dibuka bagi masyarakat umum yang memiliki produk kewirausahaan di bidang pertanian. Ketua Pelaksana Pameran, Aditya Wira mengatakan, pameran ini digelar untuk memfasilitasi segala bentuk produk karya mahasiswa agar semakin dikenal oleh mahasiswa UMM maupun masyarakat umum. “Mengapresiasi kreativitas mereka sekaligus membantu pemasaran produk-produk yang mereka hasilkan agar mampu bersaing dengan produk-produk lainnya,” jelas mahasiswa Jurusan Perikanan ini. Selain itu, lanjut Adit, pameran ini juga untuk memberikan motivasi dan gambaran kepada mahasiswa UMM khususnya mahasiswa FPP agar tidak lagi bergantung pada lapangan pekerjaan yang ada. “Kita harus bisa menjadi seorang wirausaha, menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain,” ujar mahasiswa semester enam tersebut. Di antara produk yang dipamerkan dalam kegiatan ini yaitu Agropower. Salah satu penggagas produk ini, Gean Ghofario mengatakan, Agropower merupakan salah satu brand yang memasarkan produk-produk unggulan bidang pertanian yang ada di Indonesia seperti aneka jenis beras, madu hingga makanan tanpa pengawet. “Ini semua kita dapatkan dari petani-petani lokal yang bermitra dengan kita,” jelasnya. Gean menerangkan, ide untuk membuat label Agropower datang dari keprihatinannya terhadap produk-produk pertanian unggul yang dihasilkan para petani. Menurutnya, Indonesia yang terkenal sebagai negeri agraris banyak sekali produk unggulan pertanian yang dihasilkan oleh para petani namun belum ada perhatian pemerintah untuk memasarkan produk-produk tersebut. “Selama ini pemerintah lebih banyak fokus pada bagaimana bisa menghasilkan panen yang banyak tapi tidak dilanjutkan dengan program pasca panennya seperti apa,” terang mahasiswa jurusan pertanian ini. Ia berharap dengan adanya pameran ini semakin banyak mahasiswa pertanian maupun peternakan yang terdorong untuk memajukan produk hasil pertanian di Indonesia. “Dengan kekayaan alam Indonesia yang begitu besar, dengan ilmu yang kita miliki, ini merupakan peluang kita untuk bisa mengambil keuntungan,” pungkasnya. Acara yang rencananya akan berlangsung hingga besok ini juga dimeriahkan berbagai penampilan seru mulai dari band hingga tari-tarian. (gas/han)

Majelis Tarjih, Rujukan Ideologis Warga Muhammadiyah

MAJELIS Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (MTT PWM) Jawa Timur mengadakan rapat kerja wilayah (Rakerwil) yang berlangsung di Ruang Sidang Senat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ahad (15/5). Rakerwil mengangkat tema “Penguatan Ideologi Muhammadiyah dan MTT yang Responsif Menuju Jawa Timur Berkemajuan”. Ketua MTT PWM Jatim Dr Mohammad Nurhakim MA mengatakan, dalam lingkup persyarikatan, Majelis Tarjih mempunyai kedudukan yang istimewa. Majelis ini, menurut Nurhakim, menjadi rujukan ideologis, serta memberikan bimbingan dan arahan terkait masalah-masalah keagamaan yang dihadapi umat, khususnya warga persyarikatan Muhammadiyah. Lebih dari itu, bagi Nurhakim, Majelis Tarjih akan menjadi garda depan dalam penguatan ideologi Muhammadiyah, sekaligus sebagai jawaban atas kekhawatiran dan kerisauan sebagian besar warga Muhammadiyah terhadap gerusan ideologi yang datang dari luar. “Saat ini kita memiliki tantangan internal dan eksternal. Tantangan eksternal yaitu implikasi ideologi global bagi Muhammadiyah, sementara tantangan internal yaitu dinamika warga Muhammadiyah dalam merespon tarik-menarik faham, aliran dan pemikiran.” Terkait Rakerwil, kata Nurhakim, kegiatan ini merupakan arena konsolidasi Majelis Tarjih se-Jawa Timur, sekaligus merumuskan strategi Majelis Tarjih PWM Jatim untuk periode 2016-2020. “Majelis Tarjih se-Jawa Timur sengaja diundang agar ada kolaborasi dan koordinasi program kerja antara Majelis Tarjih PWM dengan Majelis Tarjih PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) se-Jawa Timur,” jelas Nurhakim. Rektor UMM, Fauzan, saat pembukaan Rakerwil mengatakan, UMM siap memfasilitasi setiap pikiran positif dari para tokoh Muhammadiyah.  Fauzan menegaskan, jangan sampai pikiran-pikiran besar Muhammadiyah mandek karena katerbatasan teknis, seperti jarak dan fasilitas. Sementara itu, ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Syafiq Mughni MA saat keynote speech mengatakan, Majelis Tarjih memiliki wewenang mengarahkan ideologi Muhammadiyah. Baginya, ideologi merupakan cita-cita, landasan bergerak, pendekatan, yang menentukan cara berpikir Muhammadiyah. Senada, Ketua PWM Jatim yang membidangi Majelis Tarjih, Dr Syamsuddin MA, mengatakan Majelis Tarjih merupakan jiwa atau ruh persyarikatan Muhammadiyah. Syamsudin menganalogikan persyarikatan tanpan Majelis Tarjih ibarat raga tanpa jiwa. “Majelis inilah yang mengawal persyarikatan Muhammadiyah,” tegasnya. Namun, ia mengakui, ada beberapa kendala yang perlu diatasi agar Majelis Tarjih bisa berjalan maksimal, di antaranya yaitu kaderisasi warga Muhammadiyah yang tafaqquh fi ad-din, yang benar-benar mendalami agama. Selain itu, Syamsudin juga mengevaluasi respon Majelis Tarjih yang kerap terlambat dalam menyoal masalah-masalah aktual. Selepas keynote speech, Rakerwil dilanjutkan dengan sidang komisi yang membagi peserta menjadi empat divisi, yaitu Divisi Tarjih dan Fatwa, Divisi Hisab dan Falak, Divisi Kajian dan Publikasi, serta Divisi Kaderisasi Ulama. “Saya berharap, kegiatan ini bisa menghasilkan strategi dan program yang bermanfaat bagi persyarikatan,” kata Nurhakim. (nov/han)