FAI UMM Kaji Spiritualitas Kaum Pramuria

PANDANGAN negatif terhadap kaum pramuria sebagai sampah masyarakat membuat mereka dicap sebagai kalangan yang jauh dari nilai-nilai agama dan ketuhanan. Hal itulah yang coba dikaji lebih dalam oleh Lembaga Semi Otonom Forum Studi Islam (Forsifa) Fakultas Agama Islam UMM melalui bedah buku “Agama Pelacur: Dramaturgi Transendental” karya Prof Dr Nur Syam, Rabu (4/5). Menghadirkan sang penulis, Nur Syam, yang juga Sekjen Kementerian Agama RI, Forsifa berupaya membuka ruang dialog publik untuk mengupas kandungan buku yang merupakan hasil riset tersebut. Sebagai pembanding, Forsifa turut menghadirkan Wakil Rektor I UMM, Prof Dr Syamsul Arifin. Menurut Nur Syam, fenomena pelacuran tidak sekadar menunjukkan adanya pola relasi gender yang timpang, mesin pengeruk uang, atau kelompok sosial yang selalu mendapat cacian dan hujatan. “Lebih dari itu, ia memiliki dimensi kemanusiaan yang perlu diperhatikan,” kata mantan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya ini. Pada kegiatan yang berlangsung di Auditorium UMM ini, Nur Syam mengajak ratusan peserta yang hadir untuk memiliki empati serta tidak terjebak dengan ikut-ikutan mengumpat dan menghujat mereka. “Sebab, pelacur juga manusia, yang memiliki spiritualitas dan bahasa tersendiri dalam mengapresiasi dan berdialog dengan Tuhannya,” kata Nur Syam. Ketua Panitia Bedah Buku, Nur Ali Fathoni, berharap acara ini dapat memberikan wawasan keagamaan berbasis realitas bagi peserta yang hadir, sehingga bisa bersikap bijak dalam menghadapi bebagai fenomena yang terjadi di masyarakat. “Terlepas dari subjektivitas penulis, pesan yang tertuang dalam buku tersebut sangat perlu kita kaji dan kita cermati,” kata Fathoni. (isn/han)

Raih Hibah Terbesar, UMM Pacu Hilirisasi Hasil Riset

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) menegaskan komitmennya untuk terus memberi manfaat bagi masyarakat luas. Temuan-temuan riset yang dikembangkan di kampusnya tidak akan hanya berhenti sebagai laporan yang memenuhi rak-rak perpustakaan. Lebih dari itu, dalam program penelitian dan pengabdian masyarakat, UMM mewajibkan luaran yang berdampak pada perbaikan dan pengembangan masyarakat. Demikian pernyataan rektor UMM, Fauzan, menanggapi tingginya perolehan dana hibah penelitian dan pengabdian masyarakat dari Kementerian Ristek dan Dikti tahun ini. UMM memperoleh dana Rp 12,8 Milyar, tertinggi untuk kalangan perguruan tinggi swasta se-Jawa Timur. Angka ini meningkat lebih 20% dibanding tahun lalu. Perolehan dana hibah ini dipastikan akan menambah produktivitas penelitian dan pengabdian masyarakat karena UMM secara mandiri juga menggelontorkan dana milyaran rupiah untuk dua bidang ini. “Kampus jangan menjadi menara gading yang hanya elok dipandang. Lebih dari itu harus menjadi menara air yang mengalirkan kehidupan bagi peradaban dan kemanusiaan,” kata Fauzan. Untuk itu hasil-hasil riset harus direalisasikan untuk membantu permasalahan bangsa. Dicontohkannya, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), pertanian dan peternakan organik, rancangan bangunan tahan gempa, drone untuk pemetaan lahan, pewarna alami, obat herbal, makanan halal, dan berbagai rancangan rekayasa sosial, telah diterapkan di masyarakat. “Ke depan, melalui kemitraan dengan berbagai pihak, temuan-temuan karya dosen dan mahasiswa UMM akan diimplentasikan dan dipasarkan,” tambah rektor. Kinerja riset dan pengabdian masyarakat UMM melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) merupakan satu-satunyakampus swasta dari 14 kampus di Indonesia yang memperoleh status kluster Mandiri. Status ini diperoleh UMM pada tahun 2014 setelah meloncat dari kluster Madya tanpa melalui kluster Utama. “Karena kinerja penelitian UMM kian menggembirakan, statusnya langsung lompat ke clauster Mandiri dengan tiga bintang emas,” terang Direktur DPPM UMM, Prof Sujono. Tahun ini, kata Sujono, UMM kembali menorehkan prestasinya sebagai kampus yang meloloskan proposal penelitain dan pengabdian masyarakat dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) paling banyak. “Alhamdulillah kita mendapatkan peringkat pertama dalam tiga kategori tersebut mengungguli PTS  lain se-Jawa Timur,” ujar Sujono usai menerima penghargaan dari Kopertis VII di Surabaya, Rabu (27/4). Penerapan hasil riset UMM antara lain dilakukan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa. Sujono menerangkan, setiap daerah yang ditempati KKN selalu dilihat keunggulan programnya sehingga benar-benar memiliki manfaat bagi masyarakat. Misalnya, memecahkan masalah kekurangan energi, pemasaran produk pertanian, pembangunan rumah cepat dan kuat, pengentasan buta aksara, serta usaha kecil menengah. “Bupati Malang Rendra Kresna akhir Maret lalu sempat meresmikan rumah hasil rehabilitasi tim KKN UMM kerjasama dengan Kemensos di Desa Jambesari Kecamatan Poncokusumo. Program ini akan berlangsung secara berkelanjutan dalam KKN, terutama untuk program Kube hingga mereka siap mandiri,” tutur Sujono. (zul/nas)

Keindahan UMM Tak Hanya di Brosur

SEBANYAK 45 siswa-siswi dan 5 guru pendamping dari SMAN 1 Donorejo Jepara melakukan kunjungan ke Universitas Muhammadiyah Malang Muhammadiyah Malang (4/5). Rombongan diterima tim Humas di Aula Masjid AR Fachruddin. Dalam sambutannya, wakil kepala sekolah SMAN 1 Donorejo, Rusmadi, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari agenda sekolah untuk melakukan orientasi kampus. Baginya, para murid harus melihat realitas perguruan tinggi yang sesungguhnya, tidak hanya melalui brosur. “Brosur UMM itu nyata, bukan rekayasa. UMM itu indah, menginspirasi, kreatif dan membanggakan,” ungkapnya mantap. Selepas presentasi kampus serta penayangan film pendek dan profil UMM, salah seorang siswi, Rina, mengaku termotivasi untuk bisa menjadi bagian dari keluarga besar Jas Merah Kampus Putih UMM. “Ini menjadi motivasi bagi siswa-siswi lain untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi ini. Sebelumnya, rombongan telah berwisata ke salah satu unit bisnis UMM, Taman Sengkaling UMM. Selanjutnya, rombongan melakukan studi wisata dengan berjalan dan berfoto di sekitar area kampus UMM. (roh/han)

Rector Cup Berakhir, Rektor Ajak Mahasiswa Tingkatkan Prestasi

RANGKAIAN kegiatan Rector Cup Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 2016 resmi berakhir, Senin (2/5) malam. Rektor UMM, Fauzan menutup agenda yang rutin digelar setiap tahunnya ini. Dalam pidato penutupannya, Fauzan mengucapkan terima kasih pada seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebagai penyelenggara cabang pertandingan, serta para atlet yang mengikuti perlombaan. “Alhamdulillah penyelenggaraan Rector Cup 2016 dapat berjalan tertib, aman dan nyaman hingga berjalan sukses.” Fauzan berharap, agenda Rector Cup bisa memupuk tali silaturahim antar mahasiswa UMM. Selain itu, ia juga berharap agenda tahunan ini bisa menumbuhkan potensi mahasiswa. “Semoga para juara tidak hanya unggul di tingkat universitas, tapi juga di tingkat regional, nasional, bahkan internasional,” harapnya. Dalam seremonial yang digelar di Hall UMM Dome diumumkan fakultas yang kontingennya berhasil memperoleh medali terbanyak dalam ajang Rektor Cup yang digelar sejak 19 Maret lalu. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) berhasil tampil sebagai juara umum. FISIP berhasil mempertahankan gelar yang juga diraih mereka tahun lalu. FISIP berhasil menjadi juara umum dengan raihan total 24 medali, diikuti Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) dengan 15 medali dan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan 13 medali. Selain itu, diumunkan juga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebagai penyelenggara cabang pertandingan terbaik. Di kategori ini, UKM Pusat Informasi dan Konseling (PIK) berhasil menjadi yang terbaik. Sementara kedua dan ketiga terbaik diraih UKM Civitas Bola Basket Muhammadiyah (CIBBM) dan UKM Taekwondo. Tak ketinggalan, kategori suporter fakultas terbaik juga diumumkan. Suporter Fakultas Ekonomi dan Bisnis  (FEB) terpilih sebagai juaranya, diikuti suporter dari Fakultas Agama Islam (FAI) dan Fakultas Teknik (FT). Gelaran Rector Cup tahun ini ditutup dengan pertandingan final basket putra dan putri. Disaksikan ratusan mahasiswa yang memadati UMM Dome, tampil sebagai juara basket di sektor putra Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Di final, FEB berhasil menundukkan Fakultas Hukum (FH) dengan poin akhir 47-35. Sementara di sektor basket putri, tim Fakultas Psikologi berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Tim FPP dengan poin akhir 40-37. (gas/han)

SMAM 25 Pamulang Kunjungi UMM

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan dari SMA Muhammadiyah 25 Pamulang, Banten. Rombongan diterima staf Humas UMM, Subhan Setowara, di Auditorium UMM, Selasa (3/4). Rombongan terdiri dari dewan guru dan murid sebanyak 150 orang. Dalam pemaparannya, kepala SMAM 25 Pamulang, Zesmita Umar, mengatakan kunjungan sekolahnya ini untuk menjalin silaturahmi dengan sesama instansi pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah. “Kami ingin tahu perguruan tinggi di bawah naungan Muhammadiyah yang sudah terkenal kualitasnya, baik secara nasional maupun internasional,” ujarnya. Zesmita menjelaskan, dengan kualitas UMM tersebut, para siswa juga bisa termotivasi untuk melanjutkan studinya ke tingkat perguruan tinggi. Terlebih bisa memupuk siswanya menjadi kader Muhammadiyah. “Jadi kami sangat berharap siswa kami bisa melanjutkan kuliah, khususnya di UMM,” imbuhnya. Puas mendapatkan penjelasan tentang UMM baik secara lisan dari tim Humas maupun berbagai video company profile, rombongan langsung mengunjungi salah satu unit bisnis yang dimiliki kampus ini, yaitu Taman Sengkaling UMM. (gas/han)

Rektor UMM: Pendidik Harus Jadi Teladan

PERINGATAN Hari Pendidikan Nasional di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) diwarnai dengan upacara di lapangan helipad UMM, hari ini (2/5). Rektor, Fauzan, bertindak selaku inspektur upacara yang diikuti sekitar 900 civitas akademika UMM dari kalangan dosen, karyawan dan fungsionaris mahasiswa. Dalam amanahnya, rektor menyebut saat ini dunia pendidikan menghadapi tantangan sangat berat yakni minimnya keteladanan. Untuk itu dia mendorong agar kalangan civitas akademika menjadi pelopor keteladanan tidak hanya bagi anak didik tetapi juga bagi masyarakat luas. “Kami mendorong agar dosen, karyawan, dan mahasiswa fungsionaris menjadi eksemplar atau contoh bagi lingkungan sekitar. Untuk itu harus menampilkan jati diri dan akhlaknya sebaik mungkin,” katanya. Pendidikan, lanjut Fauzan, juga harus dimaknai sebagai komunikasi vertikal dan horizontal. Pendidikan harus mampu mendekatkan manusia kepada Tuhannya, sekaligus menjadikannya sebagai sarana membangun silaturahim dengan sesama manusia. “Makna vertikal dan horizontal ini mirip dengan hikmah Isra’ Mi’raj yang sebentar lagi akan kita peringati,” tambah rektor. Dengan pendekatan kepada Sang Khalik, kata rektor, akan menjadikan manusia dapat melakukan self control sekaligus men-drive diri pada etika dan etos kerja yang optimal. Sedangkan dengan hubungan baik dengan sesama, maka interaksi sesama manusia akan lebih produktif. Usai memberi sambutan, rektor menyerahkan penghargaan bagi mahasiswa, dosen, karyawan dan ketua program studi berprestasi. Selain itu, dia juga memberikan reward kepada pegawai UMM yang telah mengabdi selama 25 tahun atau lebih. Sebanyak 86 pegawai menerima penghargaan ini. Peringatan Hardiknas merupakan salah satu hari nasional yang diperingati secara instimewa di UMM. Selain Hardiknas, UMM juga menyelenggarakan upacara Hari Proklamasi setiap 17 Agustus dengan peringatan yang tak kalah meriah. “Ini merupakan pengejewantahan visi UMM dari Muhammadiyah untuk Bangsa,” kata Wakil Rektor II, Dr Nazaruddin Malik, MSi, tentang proses upacara ini. Peraih mahasiswa berprestasi yakni peringkat pertama diraih oleh Ambika Putri Perdana dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) program studi (prodi) Bahasa Inggris, peringkat kedua yaitu Arlinda Silva Prameswari dari Fakultas Kedokteran, peringkat ketiga yaitu Neva Melinda Maulanasari dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) prodi Farmasi, peringkat keempat diraih Alhamdu Ramadhan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) prodi Hubungan Internasional, dan peringkat kelima yaitu Maria Ulfa dari Fakultas Hukum. Untuk dosen berprestasi tingkat universitas, peringkat pertama diraih oleh Dr. Sugiarti, M.Si. dari prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP, peringkat kedua diraih oleh Ilyas Masudin, ST., M.LogSCM., Ph.D. dari prodi Teknik Industri Fakultas Teknik, dan peringkat ketiga yakni Dr. Ihya’ul Ulum, S.E., M.Si., AK., CA. Dari prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Untuk ketua prodi berprestasi, peringkat pertama diraih Riza Rahman Hakim, S.Pi., M.Sc. dari prodi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP), peringkat kedua diraih Dra. Tuti Kusniarti, M.Si., M.Pd. dari prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP, dan peringkat ketiga yakni Dr. Ir. Asmah Hidayati, M.S. dari prodi Peternakan FPP. Sedangkan untuk karyawan tetap berprestasi, peringkat pertama dicapai Tri Makmun Arifin, S.Pi dari unit kerja Laboratorium Perikanan, peringkat kedua yakni Asykaria Purwaningsih, S.IIP. dari unit kerja Perpustakaan, peringkat ketiga diraih H. Harry Wijaya dari unit kerja Biro Kemahasiswaan, dan peringkat keempat yaitu Santi Ardini Palupi, S.Psi. dari unit kerja Laboratorium Psikologi. (zul/nas)

Dihelat di UMM, ME Awards Diikuti 3500 Siswa Muhammadiyah se-Indonesia

MAJELIS Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menggelar Muhammadiyah Education Awards 2016. Ajang tahunan yang berisi konferensi pendidikan dan olimpiade ini diadakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (30/4).       Beberapa narasumber yang hadir pada kegiatan ini yaitu Chairman Institute of Democratization Through Science and Technology Prof Dr Ing Ilham Habibie, Konsulat Jenderal Amerika Serikat Heather Variava, serta pengamat Muhammadiyah dari National University of Singapore, Dr Azhar Ibrahim Alwee. Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr Haedar Nashir bersama sejumlah tokoh Muhammadiyah lainnya juga turut menjadi pembicara pada kegiatan konferensi.       ME Awards diikuti 3500 peserta dari berbagai sekolah Muhammadiyah se-Indonesia. Untuk olimpiade, mata pelajaran yang dilombakan yaitu bidang studi Sains, Matematika, serta Islam dan Kemuhammadiyahan (Ismu) untuk tingkat SD/MI. Sementara untuk tingkat SMP/MTs dan SMA/MA yang dilombakan yaitu Fisika, Matematika dan Ismu.       Selain mata pelajatan, juga diadakan lomba robotika nasioanl mulai dari jenjang SD/MI hingga SMA/MA. Lomba ini diikuti 81 tim SD/MI kategori robotika Line Tracer, 33 tim SD/MI kategori robotika Maze Solving, 24 tim SMP/MTs kategori robotika Maze Solving dan 20 tim jenjang SMA/SMK kategori robotika Maze Solving.       Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Dr Abdul Mu’ti mengatakan, ME Awards merupakan perhelatan nasional yang sangat inspiratif dan strategis, terlebih untuk membangkitkan pendidikan dan membangun cita-cita generasi muda. “Diharapkan, para peserta ME Awards bisa menjadi generasi unggul yang menasional, bahkan mendunia,” paparnya.       Lebih dari itu, Ketua PWM Jatim Dr Saad Ibrahim menilai, ME Awards merupakan bagian dari upaya Muhammadiyah dalam memproyeksikan peradaban baru bagi terwujudnya kejayaan Islam. Saad mencontohkan the golden age of moslem history dari abad ketiga hingga kedelapan hijriyah yang ditopang oleh akselerasi ilmu pengetahuan integratif-teologis.       Sementara itu pada sesi konferensi, Ilham Habibie menekankan, ekonomi Indonesia di masa depan harus berkembang berdasarkan pengetahuan dan inovasi. “Tidak bisa kita terus mengandalkan hanya pada sektor konsumsi maupun sumber daya alam saja,” ujar putra mantan Presiden RI BJ Habibie ini.       Ilham Habibie menggarisbawahi pentingnya sains dan teknologi, terutama untuk perkembangan ekonomi Indonesia di masa depan. Baginya, ekonomi Indonesia harus berbasis pengetahuan, terpadu secara regional, kompetitif secara global, ekonomi terbuka, tapi tetap berpihak pada rakyat dan berkarakter “hijaubiru”. “Hijau” bermakna sadar ekologis, “Biru” merujuk pada maritim.       Untuk itu, lanjut Ilham, ada empat hal yang perlu diperhatikan oleh negara maupun dunia untuk mencapai potensi maksimal di masa depan. Di antaranya yaitu berinvestasi ke human capital, berinvestasi ke sains dan teknologi, membina dan mendukung inovasi dan kewirausahaan, serta meminimalkan kemiskinan.       Rangkaian kegiatan ini diberitakan secara ekslusif oleh situs resmi PWM Jatim pwmu.co, serta dapat disaksikan secara live via steraming di televisi milik Persyarikatan Muhammadiyah tvMU dan tv.umm.ac.id. (pwmu/han)

Mahasiswa Akuntansi Dibekali Kepakaran Akuntansi Syariah

FAKULTAS Ekonomi dan Bisnis (FEB) bersama Laboratorium Akuntansi  Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan kegiatan short course “Akutansi Syariah” pada di Auditorium UMM (29-30/4). Kegiatan yang memasuki angkatan ke-7 ini diikuti 88 mahasiswa jurusan akuntansi angkatan 2013.       Acara ini dilatari masih awamnya pemahaman masyarakat umum tentang akutansi syariah. Short course “Akuntansi Syariah” ini merupakan salah satu program student’s value added program (SADAP) untuk menambah pengetahuan dan informasi mahasiswa jika lulus nanti.       “Selain akuntansi syariah, beberapa program SADAP yang lain yaitu short course eksport import, short course pertambangan, short course perpajakan, dan short course accounting officer”, Ketua Pelaksana, Fahmi.       Anggota Dewan Standar Akuntansi Syariah, Wiroso, yang menjadi salah satu narasumber kegiatan ini menjelaskan, Ujian Sertifikasi Akutansi Syariah (USAS) memiliki tiga level, yaitu elementary yang mencakup perekonomian syariah dan fatwa syariah, lalu intermediate yaitu transaksi dan advanced yang berkaitan dengan analisis resiko.       Wiroso juga mengkaji praktek syariah di perbankan saat ini serta aplikasinya pada kegiatan akuntansi sesuai dasar-dasar syariah.       Setelah kegiatan ini, diharapkan mahasiswa jurusan akuntansi lebih memahami tentang akuntansi syariah dan mampu mengaplikasikannya sebagai bekal saat nanti terjun ke lapangan. (roh/han)

Inilah Tujuh Proyek LEx UMM untuk Pengembangan UMKM

TUJUH kelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang pernah mengikuti program Learning Express (LEx) mempresentasikan tujuh prototipe proyek mereka di American Corner UMM, Kamis (28/4). Proyek ini merupakan kontribusi peserta LEx UMM untuk membantu mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di masyarakat.       Kelompok pertama mempresentasikan inovasi yang diberikan pada pengusaha industri rumahan abon lele di Desa Sidomulyo, Kota Batu. Tim ini memberikan sentuhan baru dalam hal pengemasan dan pemasaran. Mereka membuatkan desain kemasan yang lebih bagus serta membuatkan akun media sosial untuk memasarkannya.       Kelompok kedua membuat alat pemotong untuk usaha rumahan permen susu di Kecamatan Oro-Oro Ombo, Kota Batu. Alat ini memudahkan para pekerja untuk memotong adonan kue secara lebih cepat dan aman.       Kelompok ketiga mempresentasikan kreasi keranjang plastik yang diujicoba pada salah satu petani di Desa Junrejo, Kota Batu. Keranjang Plastik buatan mereka membantu para petani untuk membawa bibit tumbuhan yang akan mereka tanam secara lebih efektif dan efisien.       Team Vege adalah proyek yang dikerjakan oleh kelompok keempat. Team Vege merupakan sebuah alat yang berfungsi untuk melubangi tanah, memasukan bibit tanaman, dan memberikan pupuk dengan sekali kerja. Alat ini sudah diujicoba di sebuah lahan pertanian di Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.       Prototipe kelima adalah inovasi yang diterapkan di Kampung Wisata Tani (KWT) di Kecamatan Temas, Kota Batu. Alat ini berfungsi untuk mengembangkan sistem pengairan tanaman agar lebih efektif dan efisien. Dengan alat ini, para petani di desa tersebut tidak perlu lagi buang-buang waktu menyirami tanamannya satu-persatu.       Kelompok keenam membuat alat pemotong tahu yang bisa bekerja secara otomatis sehingga jumlah tahu yang dihasilkan akan lebih banyak. Selain itu, mereka juga membuat inovasi dalam hal pengelolaan limbah tahu agar lebih bermanfaat. Alat ini telah diuji coba di sebuah usaha tahu di Desa Temas, Kota Batu.       Sedangkan kelompok terakhir membuat prototipe berupa alat yang bisa mempermudah proses pencabutan bulu ayam agar lebih cepat dan aman. Alat ini telah mereka uji coba di pengusaha pemotongan ayam di Desa Temas, Kota Batu.       Koordinator Program LEx International Relations Office (IRO) UMM, Karina Sari mengatakan, tujuh proyek tersebut merupakan bentuk kontribusi sosial yang dilakukan mahasiswa peserta LEx UMM. Ke depan, Karin berharap semakin banyak inovasi-inovasi alat yang bisa dikembangkan dan direalisasikan. “Agar makin banyak masyarakat yang terbantu dengan adanya program ini,” pungkasnya.       Pameran prototipe ini juga disaksikan oleh peserta LEx dari Singapore Polytechnic (SP). Sebelumnya, keenam mahasiswa SP tersebut menyerahkan alat bagi peternak cacing di Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo Kota Batu. (gas/han)

MAN Model Manado Kagumi UMM

MADRASAH Aliyah Negeri (MAN) Model Manado mengunjungi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (29/4). Rombongan terdiri dari 45 siswi didampingi pimpinan sekolah dan sejumlah guru. Mereka mengaku tertarik dengan UMM yang memiliki pamor sebagai kampus wisata.       “Sebagai kampus wisata di Kota Malang, UMM sudah terkenal di Manado. Apalagi UMM memiliki akreditasi A dan dilengkapi fasilitas yang sangat memadai,” kata guru pendamping MAN Model Manado, Adrian Abdullah.       Bagi Abdullah, memilih perguruan tinggi bukanlah persoalan mudah. Banyak faktor yang harus diperhatikan dan diperhitungkan secara benar. Pemilihan perguruan tinggi sedini mungkin harus mulai dipertimbangkan. “Salah pilih perguruan tinggi bisa jadi bencana dan kerugian besar untuk masa depan,” ujar guru yang anaknya tengah kuliah di Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UMM ini.       Abdullah menambahkan, tiga hal yang harus diperhatikan dalam memilih universitas yaitu akreditasi, fasilitas dan jurusan yang sesuai. “Nah, soal tiga hal itu, saya kira UMM sudah komplit,” paparnya.       Salah satu siswa peserta kunjungan, Winda, berharap bisa menjadi bagian dari UMM. “Saya akan terus belajar dan berusaha agar mampu bersaing bersama mahasiswa berprestasi lainnya”, ujarnya bangga.       Selepas presentasi, para peserta berkeliling melihat kampus dan mengunjungi sejumlah unit bisnis. Peserta didampingi pimpinan Humas beserta sejumlah staf. (roh/han)