MAM 11 Paciran Kunjungi UMM
UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan dari Madrasah Aliyah Muhammadiyah (MAM) 11 Tahfidzul Quran, Paciran, Lamongan, Rabu (12/4). Rombongan yang terdiri dari 50 orang siswa dan guru tersebut diterima Sekretaris Humas UMM, Rina Wahyu Setyaningrum, di Ruang Mini Theater Laboratorium Ilmu Komunikasi UMM. Kepala Rombongan, Muhammad Taufiq mengatakan, sekolah ingin memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. “Agar siswa memiliki wawasan dan motivasi lebih untuk bisa melanjutkan studinya ke perguruan tinggi,” ujarnya. Selain itu, lanjut Taufiq, sekolah juga sedang mencari rujukan perguruan tinggi mana saja yang berkualitas sehingga nanti anak didik mereka tidak salah memilih kampus. Menurutnya, UMM adalah salah satu kampus terbaik di Jawa Timur bahkan di Indonesia. “UMM sudah terkenal baik di mana-dimana, akreditasi perguruan tingginya A, fakultas dan jurusannya juga banyak yang A. Selain itu banyak beasiswa yang tersedia di UMM,” jelasnya. Ia berharap, dengan kunjungan ke UMM siswanya bisa mendapatkan banyak informasi sehingga semakin termotivasi untuk bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. “Tentunya di perguruan yang baik seperti UMM ini,” harapnya. Sementara itu, Muhammad Niam Agustia, salah satu siswa yang ikut dalam kunjungan tersebut mengatakan, setelah berkeliling dan mendapatkan penjelasan tentang UMM secara rinci, dirinya mengaku ingin sekali masuk ke universitas berjuluk ‘Kampus Putih’ ini. “Sejak kecil saya memang ingin masuk ke UMM,” katanya. Selain kampusnya bagus, lanjut Niam, UMM juga telah terbukti memiliki kualitas yang baik. “Di UMM juga banyak beasiswanya,” ungkap siswa yang ingin masuk ke Prodi Pendidikan Biologi, FKIP UMM ini. Setelah dari UMM, rombongan juga diajak berkunjung ke salah satu unit bisnis milik UMM yakni Taman Sengkaling UMM. (gas/han)
Ini Lima Alasan Memilih UMM

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) kini semakin memantapkan diri sebagai pilihan pertama dan utama calon mahasiswa. Hal ini tak lepas dari pandangan masyarakat yang mulai berubah untuk melihat kualitas daripada status negeri atau swasta. Terbukti, pendaftar Jalur Undangan yang dibuka Januari hingga saat ini, UMM mencatatkan lebih 2.300 calon yang dipastikan memilih UMM. Sedangkan pada jalur reguler gelombang I, yang dibuka sejak awal Maret mulai dibanjiri ratusan peminat yang menyatakan diri mendaftar. Sementara ini telah tercatat, lebih dari 1.510 melakukan registrasi secara on-line di pmb.umm.ac.id. Ada setidaknya lima alasan calon mahasiswa memilih UMM. Berdasarkan penelurusan tim wawancara Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), masyarakat kini cenderung memilih kualitas sebuah universitas. Inilah lima alasan yang terangkum. Pertama, pengakuan akreditasi baik institusi maupun program studi. Saat ini UMM menyandang nilai A untuk akreditasi institusi dari BAN-PT. Sedangkan semua prodi, kecuali yang baru dibuka, semua terakreditasi, sebagian besar A, sebagian lainnya B. Akreditasi adalah ukuran standar, untuk PTN dan PTS, jadi dapat dijadikan rujukan kualitas sebuah perguruan tinggi. Selain itu, UMM juga memperoleh pengakuan Bintang Dua dari QS Stars University Ranking dari sebuah lembaga pemeringkatan internasional bermarkas di London. Hal ini diperkuat juga dengan pengakuan Kopertis VII yang menempatkan UMM sebagai universitas paling unggul sejak tahun 2008 hingga 2015 sehingga memperoleh Anugerah Kampus Unggul (AKU) Kartika. Kedua, UMM adalah kampus multikultural, memiliki mahasiswa yang sangat beragam, baik dari dalam maupun luar negeri. Hampir seluruh daerah di Indonesia dan 22 negara ada di sini. Ini membuat mahasiswa dapat bertukar budaya secara baik dalam membentuk karakteristik dan pergaulan global. Ketiga, kampus UMM memiliki suasana yang sejuk dengan panorama yang sangat indah. Letaknya dikelilingi pegunungan dan dibelah sungai Brantas membuat kampus ini nampak sangat elok. Suasana ini ditunjang dengan bentuk lanscape bangunan yang tertata, membuat suasana belajar dan diskusi sangat kondusif. Apalagi, di area kampus diberlakukan area bebas asap kendaraan bermotor dan rokok. Sebaliknya kampus menyediakan ratusan sepeda pancal untuk mobilitas di dalam kampus. Keempat, kuliah di UMM dapat menikmati fasilitas jauh lebih besar daripada jumlah yang dibayarkan. Fasilitasnya lengkap, namun tidak harus membayar mahal. Walau kampus swasta, uang kuliah di UMM dapat ditekan karena telah berhasil mengembangkan unit bisnis yang dapat mensubsidi biaya mahasiswa. Selain itu unit bisnis tersebut dapat menjadi laboratorium bisnis dan iklim kewirausahaan yang kondusif yang dikelola dengan penuh amanah. Kelima, UMM selalu membuat inovasi baru, selalu ada yang baru dan tidak mudah ditiru kampus lain. Inovasi tersebut memacu iklim kompetisi di kalangan mahasiswa dan dosen, dan menjadikan motivasi belajar dan aktivitas di sini dipacu untuk menjadi yang terbaik. Meski demikian, toleransi dan rasa humanis tetap terjaga dengan baik karena UMM memiliki aturan yang tegas bagi siapa saja yang melanggar aturan, serta reward yang cukup baik bagi siapa saja yang berprestasi. Tentu saja masih banyak alasan lainnya. Tetapi lima alasan itulah yang paling banyak ditemukan baik dari pendapat alumni, mahasiswa maupun calon mahasiswa. (nas)
Drone Karya Wahono Petakan Pertanian di Medan Sulit

DOSEN Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Wahono, melakukan terobosan spektakuler terkait pemetaan lahan dan penyebaran bibit di daerah yang sulit dijangkau manusia. Ia menciptakan pesawat tanpa awak (drone) yang diberi nama Farm Mapper dengan daya jangkau luas dan visual dengan resolusi tinggi. Kandidat Doktor Universitas Gajah Mada (UGM) ini merancang sendiri alat-alat tersebut untuk menyelesaikan disertasinya dengan fokus pada inovasi yang mendukung kebutuhan pupuk untuk tanaman di area yang sangat luas. Awalnya ia hanya ingin membeli pesawat sejenis untuk mendukung disertasinya. Namun karena harganya sangat tinggi,lebih dari Rp 700 juta, muncullah ide untuk menciptakan drone sendiri. “Untuk membuat pesawat ini, saya harus menguji coba ulang dengan memodifikasi dari model pesawat tanpa awak sejenis yang sudah ada sebelumnya,” ungkapnya. Dengan background keahlian di bidang teknologi informasi, drone yang dikembangkan Wahono diyakini memiliki teknologi high resolution real time. Pesawat ini mampu memetakan (mapping) wilayah hingga luas 800 sampai 900 meter sekali terbang dalam waktu dua jam. “Hal ini tentu membuat proses pemetaan lahan jadi jauh lebih efektif dan efisen.Kalau harus mengukur satu persatu ke lapangan membutuhkan waktu lama dan mengeluarkan biaya yang sangat tinggi,” kata mantan kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Komputer UMM ini. Farm Mapper menggunakan sensor canggih yang mampu memetakan area seluas itu tanpa menggunakan remote control. “Kita tinggal program pesawat ini mau terbang ke area mana yang akan kita mapping, sambil melihat proses pemetaan di front station pada layar komputer, sampai dia kembali lagi,” terangnya. Hasil pemetaan yang diperoleh tadi langsung terunggah di komputer yang telah dipasang aplikasi khusus. Data tersebut bisa direkonstruksi dalam model 2D dan 3D. Selain untuk bidang pertanian, Wahono menuturkan, Farm Mapper juga bisa digunakan untuk pemetaan terumbu karang dibawah permukaan laut pada pulau-pulau kecil, juga di wilayah pertambangan juga bisa. Banyak kendala yang ia hadapi saat proses uji coba, mulai dari hal teknis sampai hilang saat pesawat jatuh. Seperti saat hujan deras, pesawat yang ia terbangkan terjebak dan hanya bisa berdiam di udara hingga baterainya hampir habis. Saat hujan reda, pesawat memang bisa kembali terbang normal, namun karena baterai hampir habis pesawat tidak sampai kembali ke orbit awal dan akhirnya pesawat yang ia buat dengan biaya sekitar 20 juta itu pun jatuh. “Waktu itu tempat jatuhnya berjarak sekitar 2 km, saat saya mau ambil ternyata sudah hilang,” tuturnya. Kedepan, Wahono berencana mempercanggih drone ciptaannya. Ia akan menambahkan sensor collision avoidence dan route alternative yang mampu menghindari tabrakan pesawat dari objek tak terduga didepannya hingga pesawat mampu mengubah arah secara otomatis. (gas/han/nas)
Tenis Kian Diminati, Ditantang Raih Prestasi Nasional

SALAH satu cabang olahraga yang kian diminati mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adalah tenis lapangan. Terbukti, pada Rector Cup kali ini jumlah pendaftar di cabang ini meningkat tajam. Lebih dari 90 mahasiswa lintas fakultas telah menjadi anggota aktif klub tenis dan siap bertanding memperebutkan trofi piala Rektor UMM 2016. Diharapkan, kesuksesan ajang ini dapat berdampak pada pada prestasi nasional. “Kita sudah punya lapangan tenis berstandar nasional, sudah seharusnya prestasi klub tenis UMM ini juga setingkat nasional,” kata kepala bagian Minat Bakat UMM, Harry Wijaya, pada pembukaan Rector Cup cabang tenis, Sabtu (9/4) di lapangan tenis UMM yang diikuti anggota dan pengurus Klub Tenis Lapangan (KTL). Untuk itu, kata Harry, hanya kerja keras, kekompakan dan semangat latihan yang tinggi yang bisa meningkatkan kemampuan atlit bersaing di level yang lebih tinggi. “Semoga rector cup ini tidak hanya menjadi ajang gengsi antar fakultas, tapi sebagai sarana untuk mencetak atlit-atlit handal yang berprestasi”, ujar Harry. Di cabang ini, ada lima kategori yang dipertandingkan yaitu single putra dan putri, double putra dan putri, serta ganda campuran. Setiap fakultas wajib mengikuti semua kategori dengan menggunakan sistem gugur. Acara ini akan digelar pada pagi pukul 07.00-15.00 dan malam pukul 18.30-22.00 WIB pada tanggal 9-24 April 2016 di dua lapangan yang berjenis flexy milik UMM. Mengawali dan menyemarakkan acara pembukaan, digelar pertandingan eksibisi antara ganda terbaik putra klub tenis dosen-karyawan UMM diwakili Ridlo Setyono dan Ahyar Muslimin melawan ganda terbaik dari mahasiswa, Radit dan Biondi. Pertandingan bak “bapak” vs “anak” tersebut berjalan sangat seru dan menegangkan karena susul-menyusul poin yang sengat ketat sehingga penonton merasa terhibur dan bersemangat mengikuti jalannya pertandingan. Dengan hasil selisih poin yang sangat tipis 8-7 membuat seluruh penonton bersorak ria memberikan selamat kepada kedua tim yang telah mengeluarkan penampilan terbaiknya. Acara kemudian dilanjutkan dengan pertandingan kategori single putra, double dan ganda campuran yang diikuti oleh perwakilan semua fakultas. “Semoga pertandingan ini berjalan dengan semangat sportivitas dalam meraih prestasi, baik dalam lokal kampus maupun di luar. Selamat bertanding,” kata Harry. (rid/han)
UMM-APPBIPA Perkuat Internasionalisasi Bahasa Indonesia

BERLAKUNYA Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah membuka ruang yang luas bagi tenaga kerja asing berkerja di Indonesia. Jika tidak dijaga, hal itu akan berdampak pada berkurangnya penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik. Hal tersebut menjadi salah satu isu penting yang dibahas dalam pertemuan nasional Asosiasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (APPBIPA) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (9/4). Pertemuan dilakukan untuk memaparkan program kerja sekaligus menyusun kepengurusan APPBIPA Jawa Timur. Hadir pada pertemuan ini Dewan Pembina APPBIPA Pusat, Dr Widodo HS, Kepala APBIPA Pusat, Dr Liliana Muliastuti MPd serta pimpinan Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) dari perguruan tinggi se-Jawa Timur. Menanggapi persaingan tenaga kerja yang begitu ketat di era MEA, Liliana menegaskan, BIPA akan memperjuangkan agar peraturan menteri ketenagakerjaan tentang tenaga kerja asing harus bisa berbahasa Indonesia diberlakukan kembali. “Peraturan ini penting untuk melindungi bahasa Indonesia dan SDM bangsa kita sebagai tuan rumah,” tegasnya. Untuk itu, kata Liliana, di era globalisasi saat ini peran BIPA dalam mewujudkan internasionalisasi Bahasa Indonesia sangatlah penting. Menurutnya, BIPA merupakan ujung tombak agar bangsa Indonesia khususnya bahasa Indonesia bisa dikenal masyarakat internasional. “Karena ini juga merupakan amanah dari Undang-Undang Dasar,” terangnya. Untuk mewujudkannya, Liliana memaparkan dalam pertemuan kali ini juga akan dibahas mengenai sertifikasi pengajar BIPA. Dengan adanya sertifikasi tersebut nantinya akan ada standarisasi bagi pengajar BIPA. “Ini salah satu yang menjadi pekerjaan rumah kita,” jelasnya. Meski saat ini belum ada sertifikasi bagi pengajar BIPA, Liliana menjelaskan, untuk meningkatkan kualitas para pengajarnya APPBIPA selalu bekerjasama dengan badan bahasa dan perguruan tinggi untuk melakukan pelatihan metodologi pembelajaran bagi pengajar BIPA. “Mereka tetap harus memiliki kompetensi mengajar yang layak,” imbuhnya. Sementara itu, Kepala BIPA UMM, Arif Budi Wuriyanto mengatakan, BIPA UMM selalu mengembangkan program internasionalisasi Bahasa Indonesia. Terbukti dengan dibukanya Indonesian Corner di Thailand dan rencananya di negara ASEAN lainnya. “Harapannya akan ada pengajar bahasa Indonesia yang berasal dari negara tersebut,” kata Arif. Arif menambahkan pembelajaran BIPA harus dikembangkan secara integratif melalui bahasa dan kebudayaan. “Cara ini dapat membantu internasionalisasi universitas sekaligus mendidik mahasiswa untuk belajar tentang Indonesia,” terang Arif yang juga ketua APPBIPA Jawa Timur ini. Program integratif yang dikembangkan antara lain pembelajaran bahasa Indonesia, bahasa Indonesia untuk tujuan riset, pengetahuan budaya Indonesia, keterampilan menulis riset dalam bahasa Indonesia. Lebih jauh, Widodo HS berharap, anggota APPBIPA mampu mewujudkan internasionalisasi Bahasa Indonesia melalui aksi nyata dan kinerja yang terancang. “Diperlukan kesadaran dan tanggung jawab yang tulus untuk memajukan BIPA, bahasa dan bangsa Indonesia di mata dunia,” pungkasnya. (gas/han)
Wakil Rektor Baru UMM Resmi Dilantik

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) baru saja melakukan pergantian wakil rektor. Pelantikan dilakukan oleh Rektor UMM, Fauzan, Kamis (07/04) di Auditorium UMM, dihadiri ketua Badan Pembina UMM Prof Dr HA Malik Fadjar, ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr Muhadjir Effendy, dan Ketua Majelis Dikti PP Muhammadiyah, Prof Dr Lyncolin Arsyad. Berdasarkan surat keputusan Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Dikti Litbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, tiga nama yang dinyatakan menduduki posisi Wakil Rektor I, II dan III masing-masing adalah Prof Dr Syamsul Arifin MSi, Dr Nazaruddin Malik MM dan Dr Sidik Sunaryo MSi. Mereka akan mengemban tugasnya untuk periode 2016 hingga 2020. Rektor UMM, Fauzan, memaparkan UMM telah memiliki fondasi yang kuat sehingga banyak masyarakat menaruh kepercayaan sekaligus menjadikan UMM sebagai contoh dan harapan. Selain itu, lanjut Fauzan, UMM selalu berusaha untuk menjadikan keislaman dan keilmuan sebagai nilai dasar budaya untuk mewujudkan kampus yang berkemajuan. “Seluruh warga kampus harus selalu menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut, masing-masing unit kerja harus saling melakukan konsolidasi untuk memilih program yang memiliki kadar inovasi yang tinggi,” ujarnya. Fauzan mengatakan, UMM saat ini telah melakukan internasionalisasi dengan mengembangkan SDM, sarana prasarana dan kerjasama luar negeri. Karena itu, Fauzan berharap wakil rektor yang terpilih bisa mendorong perwujudan cita-cita tersebut. “Selamat mengemban amanah, pekerjaan telah menunggu,” kata Fauzan menutup pidatonya. Senada dengan Fauzan, Lyncolin Arsyad mengatakan, sudah saatnya UMM melakukan proses internasionalisasi dan meraih akreditasi secara internasional. Ia mendorong UMM memperkuat basis center of excellent yang kuat, berkemajuan dan mampu berdaya saing. “UMM selalu menjadi nomor satu di Jawa Timur, saatnya menjadi nomor satu di Indonesia. Untuk itu UMM harus punya distingsi agar bisa berbicara lebih dalam kancah nasional dan internasional,” ujarnya. Sementara itu, Muhadjir Effendy menegaskan, wakil rektor yang terpilih memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan UMM menjadi lebih baik. Oleh karenanya, Muhadjir menghimbau agar para wakil rektor baru bisa saling bekerjasama dengan baik. “Satu sama lain harus saling mengisi kekurangan,” ujar rektor UMM pada 2000 hingga 2016 tersebut. Malik Fadjar menambahkan, dalam mengembangkan perguruan tinggi, ada dua hal yang penting diperhatikan, yakni komitmen dan kerjasama tim. Komitmen lahir dan batin yang kuat akan melahirkan integritas, sementara kerjasama tim akan memberikan pelayanan yang baik pada mahasiswa. “Dua hal ini akan menjadikan UMM sebagai kampus masa depan yang berkemajuan,” pungkas Malik yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini. Pelantikan dihadiri seluruh pejabat struktural, dosen dan karyawan UMM. Selain itu, hadir pula Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Prof Dr Saad Ibrahim, ketua dan perwakilan PDM dan Aisyiyah se-Malang Raya, pimpinan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Senat Mahasiswa UMM. (gas/han)
FPP Optimalisasi Potensi Mahasiswa Lewat Coaching Technique

FAKULTAS Pertanian Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar seminar Coaching Technique bertajuk “Optimalisasi Potensi Mahasiswa dalam Rangka Melahirkan Pemimpin yang Berintegritas Tinggi” di Ruang Sidang Senat (RSS) UMM, Rabu (06/04). Seminar pelatihan yang diperuntukan bagi dosen, karyawan, dan laboran FPP UMM ini menghadirkan pemateri dari Holistic Coaching yakni Itje Soerjono, Nico Kanter, dan Gatot Widyanto. Dekan FPP, Dr Ir Damat MP mengatakan, seminar ini merupakan langkah yang dilakukan FPP untuk menghadapi persaingan dengan perguruan tinggi lain, khususnya di bidang teknik coaching. Menurutnya, perguruan tinggi saat ini merupakan industri jasa yang harus terus dikembangkan untuk bisa bersaing satu dengan lainnya. “Faktor penentu berkembangnya industri jasa dalam hal ini perguruan tinggi adalah SDM–nya,” ujarnya. SDM tersebut, papar Damat, bisa dilihat dari kemampuan para dosen, karyawan maupun laboran yang ada di sebuah perguruan tinggi dalam menangani proses perkuliahan. Ia menambahkan, faktor selanjutnya yang perlu diperhatikan barulah sarana dan prasarana. “Jika kita tidak menyadari peran ini, maka sebuah perguruan tinggi akan menjadi statis,” Jelas Damat. Oleh karenanya, Damat berharap dosen, karyawan dan laboran yang ada di FPP mampu mengerti dan mengaplikasikan ilmu dari apa yang disampaikan para pemateri ke sistem pengajaran di perkuliahan. Nico Kanter yang memberikan pemahaman mengenai makna coaching mengatakan, coaching merupakan sebuah makna universal yang tidak hanya bisa diterapkan di dunia pendidikan saja, tapi juga bisa diterapkan di berbagai bidang. “Intinya coaching itu menciptakan sebuah perubahan untuk menggali dan membantu seseorang agar mencapai kemamampuan maksimalnya dengan terus belajar,” jelasnya. Sementara Itje Soerjono memaparkan, mahasiswa memiliki kemapuan yang berbeda dan beragam. Ia menjelaskan seorang dosen harus bisa mengetahui dan memahami agar mampu menyikapinya dengan bijak. “Kita harus bisa menerima mahasiswa kita apa adanya, mahasiswa ada yang baik secara akademik ada juga yang baik secara non akademik, kita harus sama-sama tau cara menggali potensi mereka agar maksimal,” terang Itje. Gatot Widyanto pun memberikan empat langkah yang ditetapkan International Coach Federation (ICF) dalam mengembangkan teknik pembinaan terhadap mahasiswa. Pertama adalah mengatur fondasi dengan memenuhi etika dan standar profesional yang telah ditetapkan serta menetapkan persetujuan coaching. Kedua, dengan secara bersama menciptakan hubungan dengan membangun kepercayaan dan keintiman klien serta keberadaan coaching. Ketiga berkomunikasi efektif dengan cara mendengarkan secara aktif permasalahan yang disampaikan mahasiswa, bertanya pertanyaan yang menantang dan berkomunikasi secara langsung. “Terakhir, memfasilitasi pembelajaran dan hasil yang diperoleh mahasiswa dengan membangun kesadaran, merancang tindakan yang tepat, perncanaan dan menetapkan tujuan coaching, dan mengelola perkembangan dan akuntabilitas hasil pembelajaran yang diperoleh mahasiswa,” pungkasnya. (gas/han)
Walikota Malang: MAFI Fest Perkaya Kreativitas Kota Malang

WALIKOTA Malang, Mochamad Anton resmi membuka gelaran Malang Film Festival (MAFI Fest) ke-12, Rabu (6/4). Festival film garapan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) pecinta sinematografi Kine Klub Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini diadakan di Theater UMM Dome, Rabu hingga Sabtu (6-9/4). Dalam sambutannya, walikota yang akrab disapa Abah Anton ini menyebut MAFI Fest sebagai ajang bergengsi bagi insan perfilman, sekaligus memperkuat Malang sebagai kota kreatif. “Saya bangga UMM memiliki Kine Klub yang bisa menjadi wadah bagi anak-anak kreatif di bidang perfilman. Ini akan semakin memperkaya dan memperkuat Malang sebagai kota yang kreatif,” ujarnya di hadapan ratusan mahasiswa yang hadir dalam pembukaan tersebut. Kota Malang saat ini memang tengah mengukuhkan diri sebagai Kota Kreatif. Terbukti, dengan dibentuknya Malang Creative Fusion (MCF) dan digelarnya Indonesia Creative Cities Conference (ICCC) 2016 di Kota Malang beberapa waktu lalu. Abah Anton memaparkan, kreativitas yang muncul tidak lepas dari sinergi dengan akademisi. “Sebagai kota pendidikan yang memiliki kampus, tidak sulit bagi Malang melahirkan insan-insan kreatif,” paparnya. Selain dengan akademisi, lanjut Abah Anton, sinergi juga harus terjalin dengan birokrasi, pebisnis dan juga media massa. Birokrasi dalam hal ini pemerintah, mempunyai kewajiban memberikan wadah bagi insan-insan kreatif. “Perkembangan industri kreatif tentunya akan membantu perekonomian negara ini, sebagaimana yang dilakukan di negara-negara maju,” tuturnya. Oleh karena itu, Abah Anton berharap, Kine Klub UMM dapat terus bersinergi dengan MCF untuk meningkatkan dan mengembangkan kreativitas khususnya di bidang perfilman. “Semoga semakin banyak anak-anak kreatif perfiman Kota Malang yang bisa melanglang buana di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya. Sementara itu, Rektor UMM, Fauzan, mengatakan UMM sangat mengapresiasi gelaran MAFI Fest. Menurutnya, kegiatan merupakan wujud kreativitas mahasiswa di dunia perfilman. “MAFI Fest merupakan ajang untuk menumbuhkembangkan minat dan bakat serta mencurahkan ide-ide kritisnya dalam bentuk film,” jelasnya. Fauzan menambahkan, alumni dari Kine Klub UMM juga banyak yang menjadi sineas-sineas di perfilman baik tingkat regional maupun nasional. Oleh karenanya, Fauzan berharap gelaran MAFI Fest bisa terus terlaksana setiap tahunnya. Direktur MAFI Fest, M Abdul Chafidz, mengatakan, akan ada 43 film pendek pelajar dan mahasiswa dari seluruh Indonesia yang akan diputar dalam MAFI Fest kali ini. Ia menambahkan, akan ada empat kategori film yakni film fiksi pendek pelajar, film fiksi pendek mahasiswa, film dokumenter pendek pelajar dan film dokumenter pendek mahasiswa. “Nantinya akan dipilih oleh juri-juri yang berkompeten empat film terbaik dari masing-masing kategori tersebut,” ungkapnya. (gas/zul/han)
MAFI Fest, 12 Tahun Apresiasi Film Pendek Indonesia
FESTIVAL film garapan mahasiswa pertama di Indonesia, Malang Film Festival (MAFI Fest) kembali hadir. Ajang apresiasi film pendek yang digagas mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini akan menghadirkan 43 film pendek pelajar dan mahasiswa yang telah terseleksi dari 278 film yang masuk dari seluruh Indonesia. Menurut Direktur MAFI Fest, M Abdul Chafidz, dari festival yang digelar pada 6-9 April ini akan dipilih empat film terbaik dari masing-masing kategori. “Di festival ini kami punya dua macam program, yaitu program kompetisi dan program non kompetisi. Program kompetisi dibagi menjadi empat kategori yaitu film fiksi pendek pelajar, film fiksi pendek mahasiswa, film dokumenter pendek pelajar dan film dokumenter pendek mahasiswa. Sedangkan untuk program non kompetisi, kami memiliki program Klinik Kritik, Kelas Publisis Film, Nawak Ngalam serta program Malang Sinau dokumeter,” ujar mahasiswa Manajemen UMM ini. Dalam program kompetisi, MAFI Fest menghadirkan beberapa juri yang berkompeten dalam bidangnya masing-masing, seperti Adrian Jonathan, Astu Prasidia, dan Jason Iskandar yang diundang sebagai juri Film Fiksi. “Sedangkan Budi Irawan, Akbar Yumni, dan Taufan Agustyan Prakoso diundang sebagai juri Dokumenter,” ungkap Chafidz. Di program non kompetisi, Malang Sinau Dokumenter menjadi salahsatu program unggulan MAFI Fest. Menurut Chafidz, program berbentu workshop dokumenter ini sebenarnya merupakan program yang masih dipertahankan di festival karena semangat dalam memproduksi film dokumenter di Indonesia, terutama di Malang dirasa masih kurang dibandingkan film Fiksi. “Dalam kemasan Malang Sinau Dokumenter ini, kami mendatangi sekolah-sekolah untuk dapat menerima workshop secara mendalam. Output dari workshop ini adalah pembuatan film dokumenter pendek yang akan di screeningkan di Malang Film Festival,” tambah Yuli, Programer MAFI Fest 2016. Di tahunnya yang ke-12 ini, Chafidz berharap MAFI Fest sebagai festival yang cukup tua di Indonesia akan terus mencoba hadir untuk mengapreasiasi karya film pendek pelajar dan mahasiswa. “Meskipun pemerintah tidak sepenuhnya mensupport secara materi dalam festival ini, semangat keindependensian dalam berfestival akan terus digalakkan,” pungkasnya. (nov/zul/han)
UMM Dorong Mahasiswa Raih Beasiswa Studi Lanjut

DORONGAN Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kepada mahasiswanya untuk melanjutkan studi lanjut terus dilakukan. Berbagai program beasiswa studi lanjut dari dalam maupun luar negeri terus disosialisasikan. Salah satunya dengan menggelar kuliah tamu bersama Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Selasa (5/4). Pembantu Rektor (PR) III UMM, Dr Diah Karmiyati Psi, mengatakan UMM telah menyediakan begitu banyak beasiswa bagi mahasiwa yang ingin melanjutkan studinya. Ia menjelaskan, UMM melalui kantor bagian kemahasiswaan dan kerjasama luar negeri akan terus mengagendakan sosialisasi mengenai beasiswa yang tersedia. “Dengan berbagai beasiswa yang disediakan UMM, dari segi kuantitas juga harus semakin banyak mahasiswa yang bisa memperoleh itu dan harus bisa dijadikan pemacu untuk meningkatkan indeks prestasi serta kegiatan ekstra kurikulernya,” ujarnya di hadapan ratusan mahasiswa yang hadir di Theater UMM Dome. Sementara itu, Deputi dan Direktur Student Affair Kemenristek Dikti, Dr Widyo Winarso memaparkan tiga sumber beasiswa yang bisa diperoleh untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 dan S3. “Bisa yang disediakan pemerintah dari APBN maupun APBD, dari BUMN maupun pihak swasta, bisa juga beasiswa yang disediakan negara lain baik pemerintah negara tersebut maupun NGO (Non-Government Organization/Lembaga Swadaya Masyarakat),” terangnya. Selain melihat beasiswa yang tersedia, Widyo menjelaskan, mahasiswa yang ingin melanjutkan studi juga harus mempertimbangkan perguruan tinggi yang dipilihnya beserta lingkungannya. Seperti ketersediaan program studi yang dituju, sistem studi, reputasi dan akreditasi, negara serta lokasi. “Cuaca, biaya studi dan biaya hidup, akses beasiswa, koneksi atau supervisor dengan perguruan tinggi tersebut, fasilitas penunjang pendidikan, metode program, kalender akademik dan peluang lain seperti bisa kerja sambilan juga harus diperhatikan,” pungkasnya. (gas/zul/han)