Jamaah Sholat Gerhana di UMM seperti Sholat Ied

PELAKSANAAN Sholat Gerhana (sholat khusuf) di Masjid AR Fachruddin Kampus 3 dan Masjid Ad-Dakwah Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dipadati jamaah bak Sholat ied, Rabu (9/3). Jamaah nampak sampai meluber di teras hingga di luar Masjid. Usai sholat gerhana serta khotbah, jamaah  nonton bareng (nobar) gerhana matahari yang tengah berlangsung. Melalui teropong khusus dan teknik astrofotografi, peristiwa gerhana matahari yang hanya terjadi di Indonesia ini dapat terekam dan dilihat bersama melalui layar proyektor di dalam masjid. Dari catatan tim rukyat dan astrofotografi Program Studi (Prodi) Ahwal Al-Syakhsyiyah Fakultas Agama Islam (FAI) UMM, gerhana mulai terlihat sekitar pukul 06.21 WIB. Sedangkan Sholat Gerhana tepat dimulai pukul 07.00 WIB. Ketua Prodi Ahwal Al-Syakhsyiyah, Idaul Hasanah SAg MHI menyebut, sholat gerhana ini untuk mensyukuri kuasa Ilahi dan melaksanakan sunah Nabi Muhammad SAW. “Serta nobar ini dilangsungkan agar sarana bagi masyarakat yang ingin menyaksikan peristiwa tersebut,” katanya. Idaul berharap, peristiwa gerhana matahari total ini tidak hanya dinikmati sebagai pemandangan alam yang indah dan langka, namun juga dijadikan sebagai pengembangan ilmu pengetahuan. Senada, Khotib sekaligus Imam sholat gerhana di Masjid AR Fakhruddin UMM, Ustad Ramadhan, mengatakan bahwa gerhana matahari merupakan bukti kekuasaan Ilahi yang nyata, sembari membacakan Surah Ali-Imron ayat 190 dan 191. “Kita patut bersyukur dapat hadir beribadah disini sembari mengagumi keindahan ciptaan Allah SWT,” ujarnya. Sementara, Khotib sekaligus Imam di Masjid Ad-Dakwah UMM, Ustad Sobrun Jamil, menuturkan, peristiwa gerhana matahari ini seharusnya juga dijadikan sebuah peringatan dan pelajaran bagi manusia untuk selalu menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya. Oleh karenanya, lanjut Shobrun, Nabi Muhammad SAW telah memberikan pedoman yang jelas saat terjadi peristiwa gerhana yakni perbanyak berdoa, takbir, sholat dan shodaqoh. “Rasul SAW pada saat terjadi gerhana matahari langsung berangkat menuju masjid dan mengajak para sahabatnya untuk melaksanakan sholat, seakan-akan  besoknya akan kiamat,” jelas Pembantu Dekan (PD) III Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UMM ini. Sebagai penutup, Shobrun berpesan agar peristiwa gerhana selalu dijadikan  sebuah pembelajaran untuk selalu memperbaiki diri. “Sebagai orang beriman kita senantiasa mengisi dan memaknai kejadian ini dengan bertafakur mengagungkan segala kebesaran-Nya,” pungkasnya. Selain Masjid di Kampus II dan III UMM, Sholat gerhana matahari ini juga dilaksanakan lebih dari 90 masjid Muhammadiyah yang ada di Kota Malang. Sebagai informasi, berdasarkan data  Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) ada 12 provinsi di Indonesia yang dilintasi fenomen gerhana matahari ini. 12 provinsi tersebut diantaranya Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Jambi, Kalimantan Tengah, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. (gas/zul/nas)

UMM Ajak Nobar Gerhana Gunakan Astrofotografi

MENYAMBUT gerhana matahari total yang berlangsung pada Rabu (09/03), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar shalat gerhana matahari berjamaah atau sholat khusuf yang dimulai pukul 06.30 pagi. Shalat dilanjutkan dengan nonton bareng gerhana berbasis riset antariksa dengan menggunakan alat khusus, yaitu astrofotografi.       Dengan cara tersebut, masyarakat umum bisa menikmati keindahan serta proses terjadinya gerhana matahari melalui layar proyektor besar yang telah disiapkan di dalam Masjid. Kegiatan ini juga akan dipandu oleh tim rukyat dan astrofotografi dari program studi (Prodi) Ahwal Al-Syakhsyiyah Fakultas Agama Islam (FAI) UMM. Selain itu juga dibantu oleh tim teknis dari Teknik Informatika UMM yang terdiri dari enam orang yang akan menghubungkan kamera pengamat dengan komputer untuk selanjutnya diolah menjadi gambar utuh.       “Kami juga sudah berkoordinasi dengan BPM (Badan Pemakmuran Masjid) untuk mempersiapkan segala sesuatunya agar pelaksanaan sholat gerhana ini bisa bermanfaat bagi jamaah nantinya,” kata ketua Prodi Ahwal Al-Syakhsyiyah, Idaul Hasanah SAg MHI.       Menurut Idaul, shalat gerhana matahari ini diselenggarakan, selain untuk mensyukuri kuasa Ilahi dan melaksanakan sunah Nabi, juga sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin menyaksikan peristiwa tersebut. Idaul berharap, peristiwa gerhana matahari total ini tidak hanya dinikmati sebagai pemandangan alam yang indah dan langka, namun juga dijadikan sebagai pengembangan ilmu pengetahuan.       Sebagai informasi, berdasarkan data dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), ada 12 provinsi di Indonesia yang akan dilintasi oleh fenomena gerhana matahari ini. Ke–12 provinsi tersebut di antarannya Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Jambi, Kalimantan Tengah, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. (gas/han) Shared:

Jalur Reguler Dibuka, Camaba Bisa Daftar via Online

MULAI Senin (7/3) ini, pendaftaran mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk jalur reguler gelombang pertama resmi dibuka. Informasi dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMM, jalur reguler gelombang pertama ini akan dibuka hingga 6 Mei mendatang.       Kepala UPT PMB UMM, Dr Ermanu Azizul Hakim MT mengatakan, pada jalur reguler ini pendaftaran dibuka untuk seluruh program studi (prodi)  baik Diploma 3 (D3) maupun Strata 1 (S1) dan Pascasarjana. “Jalur reguler ini akan dibuka sampai tiga gelombang. Gelombang pertama mulai 7 Maret hingga 6 Mei, gelombang kedua mulai 16 Mei hingga 22 Juli, dan gelombang ketiga mulai 1 hingga 19 Agustus,” ujar Ermanu.       Sama halnya pendaftaran di jalur undangan, calon mahasiswa baru (camaba) UMM juga bisa mendaftar via online melalui laman pmb.umm.ac.id. “Kami anjurkan untuk mendaftar via online di website yang kami sediakan. Isi formulir pendaftaran yang tertera, kemudian mengirim berkas-berkas yang disyaratkan via pos ke kantor UPT PMB UMM,” katanya.       Ermanu menekankan, peluang diterima jauh lebih besar jika camaba mengikuti seleksi di gelombang pertama. Sebenarnya, kuota yang akan diterima di tiap gelombang cenderung sama, namun di setiap gelombangnya jumlah pendaftar terus meningkat. Berdasarkan data penerimaan di tahun-tahun sebelumnya, ungkap Ermanu, jumlah pendaftar gelombang pertama sekitar 3000 orang, sementara gelombang kedua dan ketiga mencapai 9000 hingga 10.000 lebih pendaftar.       Selain itu, tambah Ermanu, gelombang pertama ini sekaligus kesempatan bagi siswa yang tidak memenuhi persyaratan seleksi jalur undangan untuk tetap bisa masuk ke UMM. “Ini juga kesempatan bagi pendaftar yang ingin masuk fakultas kedokteran, lantaran di jalur undangan yang telah dibuka terlebih dahulu tidak membuka kesempatan bagi yang ingin masuk ke fakultas kedokteran,” ujarnya.       Adapun berkas-berkas yang disyaratkan, tutur Ermanu, di antaranya fotokopi ijazah yang dilegalisir atau Surat Keterangan Lulus (SKL) maupun rapor semester 5, pas foto 3×4 berwarna, dan formulir cetak online serta bukti transfer pendaftaran asli. “Khusus Fakultas Kedokteran dan FIKES (Fakultas Ilmu Kesehatan) harus berasal dari tingkatan SMA jurusan IPA serta tidak buta warna,” jelasnya.       Setelah mendaftar, para camaba yang melalui jalur reguler ini diharuskan mengikuti tes tulis yang akan diselenggarakan 9 Mei. Untuk materi tes tulisnya, bagi yang pilihan pertama IPA materinya adalah Tes Potensi Akademik, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Biologi, Fisika, dan Kimia. “Sedangkan untuk yang IPS, materinya Tes Potensi Akademik, Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sosiologi, Ekonomi, Geografi, dan Sejarah,” tutur Ermanu.       “Jika ada pertanyaan lebih lanjut mengenai pendaftaran mahasiswa baru, dapat menghubungi call center UPT PMB UMM di 0341-463513, sms center UPT PMB UMM di 085215219000 dan 085755776373, atau bisa datang langsung ke kantor UPT PMB UMM Jl. Raya Tlogomas no. 246 Malang,” pungkas Ermanu.       Sebelumnya, UMM telah membuka pendaftaran jalur undangan mulai awal Januari lalu. Jalur yang rencananya dibuka hingga 8 April ini menyediakan beasiswa bebas SPP satu semester bagi yang lolos melalui jalur ini. (zul/gas/han)  

Aisyiyah UMM Diminta Perkuat Pengembangan Keilmuan dan Ekonomi

PIMPINAN Cabang Aisyiyah (PCA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) harus memiliki ciri khas dalam pengabdiannya kepada masyarakat. Ciri khas yang perlu dikedepankan adalah pengembangan keilmuan dan ekonomi melalui penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat. Hal inilah diutarakan Rektor UMM Drs Fauzan MPd saat membuka kegiatan Tabligh Akbar Aisyiyah di Aula BAU UMM, Sabtu (05/03). Dalam tabligh akbar yang mengankat tema ‘Gerakan Praksis Aisyiyah untuk Mewujudkan Islam Berkemajuan’ ini Fauzan mengatakan, pengembangan yang diterapkan Aisyiyah harus memiliki standar yang tinggi. Karenanya, ia menegaskan, segala program yang dikeluarkan PCA UMM harus bermanfaat bukan hanya untuk UMM dan masyarakat Muhammadiyah saja, tapi juga masyarakat umum dan negara. “Jadi tidak asal yang penting jalan saja programnya, tapi harus memiliki nilai penerimaan dan kebermanfaatan yang tinggi bagi kemaslahatan umat,” terangnya. Dengan karakter yang kuat di bidang pengembangan keilmuan, Fauzan menuturkan, PCA UMM secara langsung akan berkontribusi menjadikan UMM kampus lebih berkualitas. Fauzan meyakini para anggota Aisiyah dan perempuan-perempuan di UMM telah memiliki pengalaman dan kemampuan yang cukup untuk itu. Namun ia menekankan, PCA UMM harus tetap bersinergi dengan seluruh lapisan struktural Aisiyah dan elemen masyarakat terutama di Malang Raya. Kegiatan Tabligh Akbar ini dihadiri Ketua PP Aisyiyah, Dra. Hj. Siti Noordjanah Djohantini, M.M.,M.Si. Berfokus pada pengembangan ekonomi, dalam kegiatan ini turut hadir Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur dan Dosen Jurusan Perikanan UMM sekaligus wirausahawan, Ganjar Adhy Wirawan, SPi, MP. Dalam pengarahannya, Noordjanah menerangkan, gerakan praksis Aisyiyah untuk mewujudkan Islam berkemajuan memiliki arti seluruh aktivitas Aisyiyah harus mengedepankan pengetahuan dan nilai-nilai luhur. Istri dari ketua umum PP Muhammadiyah, Dr. H. Haedar Nashir, M.Si ini memaparkan empat fokus utama untuk mengembangkan Asyiyah, khususnya di bidang ekonomi. Hal pertama adalah memiliki cita-cita luhur  yang harus bermanfaat bagi kesejahteraan dunia maupun akhirat. “PCA UMM misalnya, memiliki tugas mencari, mendiskusikan, mengkaji persoalan-persoalan keharmonisan rumah tangga, keharmonisan ini nantinya akan berpengaruh pada tingkat kesejahteraan,” terangnya. Selain itu, Noordjanah menambahkan, Aisyiyah juga harus memiliki visi Islam yang berkemajuan. Perempuan menurutya memiliki potensi dan kekuatan untuk memecahkan persoalan-persoalan perekonomian negara. “Kita harus melakukannya dengan penuh keikhlasan dan keyakinan bahwa kita bisa,” tuturnya. Selanjutnya, Noordjanah menegaskan, dalam menjalankan Islam berkemajuan, Aisyiyah haruslah menaati aturan-aturan yang telah ditetapkan perserikatan. “Sistem ini harus terus dijaga, kita perlu berkomitmen untuk kepentingan bersama bukan pribadi,” imbuhnya. Senada dengan Fauzan, Hal terakhir yang perlu diperhatikan demi pengembangan Aisyiyah adalah sikap keterbukaan. Meski Aisyiyah adalah organisasi yang telah berdiri lebih dari satu dekade lamanya, menurut Siti Noordjanah, Aisyiyah harus mau menerima kritikan dari organisasi lain meskipun organisasi yang baru berdiri sekalipun. “Kritikan inilah yang harus kita terima dan kita pelajari untuk membangun Aisyiyah, sekali lagi intinya kita harus tetap bersinergi,” ujarnya. Kegiatan tabligh akbar ini juga dirangkai dengan kegiatan lainya seperti bazar dan juga donor darah. Ketua PCA UMM, Dra. Hj. Romlah, M.Ag mengatakan, kegiatan semacam ini akan diselenggarakan secara berkelanjutan. “Kita akan meneruskan program yang telah ditetapkan oleh majelis PCA UMM di antaranya di bidang ekonomi, pendidikan dan juga kesehatan,” pungkasnya. (gas/han)  

Urus Seni dan Olahraga Perlu Keharmonisan

KEHARMONISAN pengurus dinilai sangat menentukan keberhasilan sebuah program. Apalagi dalam dunia seni dan olahraga, pengurusnya harus menyatukan hati terlebih dahulu untuk bisa mensukseskan program-programnya. Dunia seni dan olahraga adalah dunia yang sulit disatukan. Hal ini dikemukakan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Muhadjir Effendy, MAP, dalam sambutan pembukaan Rapat Kerja Lembaga Seni, Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, di UMM Dome, Jumat (04/02) malam. Menurut Muhadjir, dakwah Muhammadiyah tidak hanya pada bidang pendidikan dan pelayanan kesehatan. “Persyarikatan juga dapat mengambil peran besar di bidang seni dan olahraga sebagai sarana dakwah amar ma’ruf nahi munkar,” kata rektor UMM periode 2012-2016 ini. Raker yang berlangsung selama tiga hari di hotel pendidikan UMM Inn diikuti oleh seluruh pengurus LSBO baik dari kantor Jakarta maupun Jogyakarta. Beberapa nama pengurus LSBO sudah dikenal publik sebagai selebritas, seperti artis El-Manik, sutradara Hanung Bramantyo, dan seniman Linda Purwanti. LSBO berada di bawah bidang diketuai Muhadjir, selain bidang pendidikan dan pondok pesantren. Pada Raker kali ini, LSBO mengangkat tema ‘Mengembangkan Seni Budaya dan Olahraga untuk Membentuk Karakter Bangsa’. Raker akan merancang program untuk lima tahun mendatang. “Yang paling penting programnya bisa menyatukan hati para anggota,” ujar Muhadjir. Ketua Pelaksana Raker, Tatang Ruhiyat, ST menungkapkan, saat ini adalah era nya perang proxy. Menurutnya, dalam perang proxy ini untuk mengalahkan lawan tidak lagi menggunakan senjata, melainkan melalui doktrin-doktrin budaya yang bisa merusak para generasi muda. Ia melihat Indonesia adalah salah satu negara yang sudah menjadi korban kekejaman perang proxy ini. “Makanya perlu adanya penguatan karakter bangsa melalui seni dan olahraga ini,” terangnya. Sementara itu, Ketua LSBO PP Muhammadiyah, Drs. H.M. Sukriyanto AR, M.Hum menerangkan kemajuan suatu bangsa ditentukan bagaimana kualitas pendidikannya. Pendidikan, lanjut Syukri, bisa didapat di sekolah, keluarga dan masyarakat. “Salah satu yang bisa menyatukan masyarakat adalah melalui kesenian dan olahraga ini,” jelasnya. Syukri memaparkan, salah satu program yang akan segera dijalankan adalah pembuatan film pendidikan. Dalam penggarapannya, LSBO PP Muhammadiyah akan bekerjasama dengan para sineas-sineas perfilman di Indonesia. “Nantinya melalui film ini kita gunakan untuk menggalang dana bantuan sosial,” pungkasnya. Pembukaan raker dimeriahkan berbagai kesenian seperti penampilan musikalisasi puisi dari mahasiswa prodi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, stand up commedy, puisi dan mocopat. Acara raker secara resmi dibuka oleh Rektor UMM, Drs. Fauzan, M.Pd dengan lantunan lagu Tuhan milik Bimbo. (gas/nas)

Fakultas Teknik Kembangkan Jurnal Elektronik

PERALIHAN dari jurnal cetak ke jurnal elektronik yang dicanangkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) mengharuskan universitas membentuk jurnal elektronik atau Online Journal System (OJS). Merespon hal itu, Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merespon cepat dengan menggelar workshop pengelolaan jurnal berbasis OJS bagi para dosen FT di Hotel UMM Inn, Jumat-Sabtu (04-05/03). Dekan FT UMM, Ir Sudarman MT mengatakan, peralihan ke jurnal elektronik sangat memudahkan dari sisi pengelolaannya. Menurutnya, biaya untuk penerbitan, dan distribusi jurnal jauh lebih mudah dan murah. “Nantinya juga akan lebih banyak yang dapat mengakses jurnal yang diterbitkan,” katanya. Kemajuan di bidang pengelolaan jurnal ini, kata Sudarman, akan secara otomatis meningkatkan mutu keilmuan di bidang penelitian. “Saat ini semua dosen dan peneliti dituntut mempublikasikan semua hasil penelitiannya baik yang kecil maupun besar,” terangnya. Lebih lanjut, Sudarman menerangkan, untuk menghasilkan jurnal berkualitas, FT akan menggandeng perguruan tinggi nasional dan internasional dalam hal penelitian ilmiah. Sehingga nantinya juurnal-jurnal yang dihasilkan oleh peneliti di UMM bisa terindeks dan terakreditasi tidak hanya secara nasional tapi juga internasional. Sementara Pembantu Rektor I, Prof Dr Bambang Widagdo MM mengatakan, UMM akan menyiapkan fasilitas khusus untuk seluruh fakultas untuk mengelola OJS. Tujuannya, lanjut Bambang, adalah mendorong peningkatan kualitas jurnal. “Secara SDM kami sudah siap,” ujarnya. Bagi Bambang, peningkatan kualitas jurnal harus dilakukan secara terus menerus. Pengembangan ilmu, menurutnya lahir dari hasil riset yang diterbitkan salah satunya melalui jurnal. “Jadi publik harus tau sehingga ada pengembangan berkelanjutan,” imbuhnya. Lebih jauh Bambang mengungkapkan, jurnal yang dimiliki perguruan tinggi akan mempengaruhi kualitas perguruan tinggi tersebut. “Salah satu tugas untuk pengembangan kampus adalah melalui riset,” paparnya. Bambang berharap, dengan adanya kegiatan worksop ini, semakin banyak jurnal berkualitas hasil penelitian yang dimiliki UMM. “Jurnal yang baik akan dilihat banyak orang dan ini menguntungkan dosen, peneliti maupun instansinya,” pungkasnya. Workshop ini menghadirkan, editor- in chief Jurnal Telkomnika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Dr Tole Sutikno MT yang meberikan pengarahan tentang manajemen pengelolaan dan penerbitan jurnal. Selain itu hadir pula pakar jurnal online sekaligus perwakilan dari lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Petra Ir Resmana Lim MEng. (gas/han)  

DPP IMM Galang Kekuatan Wirausaha Muda

DEWAN Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menggelar kegiatan Entrepreneur Youth Camp di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis-Jumat (03-04/02). Bertajuk “Menggalang Kekuatan Wirausaha Muda dalam Menyambut Persaingan Global”, kegiatan ini mendorong generasi muda untuk bisa bersaing di era perdagangan global dan hidup mandiri dengan menjadi seorang entrepreneur.       Direktur Badan Usaha Milik Ikatan (BUMI) DPP IMM Syamsul Bahri Nasution mengatakan, selain membuka wawasan anggota IMM di bidang kewirausahaan, kegiatan ini juga memberikan gambaran kepada masyarakat jika organisasi kemahasiswaan tidak hanya bicara di tataran akademis saja. “Ini adalah cara baru kami untuk mengajak mengeksekusi ide-ide para mahasiswa khususnya di bidang kewirausahaan untuk dijadikan sebuah aksi,” ujarnya.       Syamsul mengungkapkan, BUMI bukan hanya bisa memfasilitasi para anggota organisasi IMM, namun juga bisa semua mahasiswa universitas di bawah naungan Muhammadiyah yang ingin berwirausaha. Ia menjelaskan, IMM tidak ingin anggotanya sama sekali buta dengan dunia bisnis. “Makanya kami akan bina dengan menawarkan peluang bisnis dan kerjasama,” terangnya.       Ia menuturkan, untuk menjalankan bisnis mahasiswa seringkali berpikir dan terjebak kendala pembiayaan. Hal tersebut memang sangat perlu dipertimbangkan, namun menurutnya, terjun langsung dan berani mengambil resiko bisnis jauh lebih penting dikedepankan. “Karena berbisnis itu candu, kalo gagal kita akan penasaran bagaimana bisa memperbaikinya lagi,” paparnya.       Di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) seperti sekarang, Syamsul melihat sebenarnya Indonesia memiliki banyak sekali potensi dan peluang bisnis yang bisa dimaksimalkan. Namun selama ini potensi tersebut justru dimanfaatkan negara lain. Oleh karenanya ia mengajak agar mahasiswa tidak lagi bergantung dengan lapangan pekerjaan yang semakin sempit tapi justru menciptakan lapangan kerja sendiri. “Mulai dari kecil-kecilan tidak masalah, asalkan dijalankan dengan niat dan tekad untuk berkembang,” jelasnya.       Beberapa pembicara yang dihadirkan pada kegiatan ini yaitu Drektur dan Owner Wardah Cosmetics Nurhayati Subakat, Direktur Pandu Logistik Jimmi Krismiardhi, dan Owner Esa Medco Technology Tsalis Rifai, dan trainer SDM nasional yang juga Dosen Fakultas Psikologi UMM Yudi Suharsono. Sementara keynote speech disampaikan oleh Rektor UMM Fauzan. (gas/han)

Alumni D3 Keperawatan Raih Sukses di Jepang

TAK hanya di dalam negeri, alumni UMM juga bisa berprestasi di luar negeri. Empat alumni D3 Keperawatan, misalnya, menjadi perawat yang disegani oleh perawat-perawat dari negara lain. Mereka adalah Micky Herera, Fattahu, Imam Rubangi, dan Sobaruddin Subekti yang bekerja sebagai perawat di Jepang. Micky bahkan sudah memperoleh pengakuan Registered Nurse (RN) di Negara Matahari Terbit itu.       Sekretaris Prodi D3 Keperawatan UMM, Nurlailatul Masruroh, MNS, menerangkan empat alumni itu merupakan sebagian dari cerita sukses alumni-alumni Fikes UMM. Selain mereka juga banyak yang sudah tersebar di berbagai negara lain. “Apalagi yang di dalam negeri, sudah sangat banyak dan cukup membanggakan,” tuturnya.       Pengalaman bekerja di luar negeri bagi mereka sungguh mengesankan. Selain dari sisi pendapatan yang memang tinggi, juga adaptasi budaya yang sangat baik diterapkan di Indonesia. Gaji pertama seorang perawat bisa mencapai Rp 19 Juta, sedangkan biaya hidup berkisar antara Rp 8 hingga 9 Juta saja. Micky yang bekerja di Rumah Sakit Osaka Tokyo malah digaji lebih dari Rp 35 juta karena sudah memperoleh RN.       Bersama ketiga temannya dari UMM, Sobaruddin melewati hidup di Tokyo dengan kesan tersendiri. Ia yang bekerja di Sangenjaya Hospital Tokyo merasa bekal ilmu dan pengalaman dari UMM sudah sangat cukup untuk bekerja secara profesional. “Pengetahuan dan pengalaman kita gak kalah kok sama perawat dari Filipina maupun dari Jepang sendiri,” katanya.       Tak hanya itu, Sobaruddin juga memperoleh pengalaman berharga bagaimana budaya kerja di Jepang yang sangat menghargai waktu. “Jangankan keluar dari tempat kerja, duduk-duduk dengan tidak melakukan apapun di kantor saja sudah merasa sangat bersalah. Di sana tidak ada staf yang bermain HP di waktu kerja,” ungkapnya.       Selain itu orang Jepang sangat gemar berterima kasih dan meminta maaf. Ia merasa malu dengan budaya tersebut karena dalam imajinasinya orang Indonesialah  yang lebih ramah. “Ternyata orang Jepang lebih ramah lagi. Berkali-kali mengucapkan terima kasih jika dibantu, berkali-kali meminta maaf bila merasa bersalah. Saya kira itu sangat baik buat kita melayani tamu atau pasien,” tambah Sobaruddin.       Sobaruddin berpesan agar adik-adik kelasnya di UMM tetap semangat menuntut ilmu dan lebih percaya diri. Ilmu dari UMM sudah lebih dari cukup, yang diperlukan lagi adalah kemauan. “Kemampuan dan kemauan harus dipadu agar meraih sukses,” pesannya. Ia mengaku senang karena rombongan UMM, termasuk Ketua PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, mau bertemu dengannya dan teman-temannya ketika berkunjung ke Jepang beberapa waktu lalu. (gas/nas)

Wisudawan UMM Dilatih Hadapi Dunia Kerja

AGAR siap menghadapi dunia kerja, fresh graduate Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang baru saja diwisuda pada Sabtu (27/2) mendapat kesempatan mengikuti pelatihan dunia kerja. Kegiatan berlangsung dua tahap, yaitu pelatihan strategi menghadapi dunia kerja dan lolos wawancara, Senin (1/3) di Hall UMM Inn serta psikotes di Laboratorium Psikologi UMM, Sabtu (5/3).       Pelatihan menghadirkan dua pemateri yaitu owner Pikopi yang juga alumni Fakultas Hukum (FH) UMM Muh. Zakky dan kepala program Pascasarjana Psikologi UMM, Yudi Suharsono MPsi. Para pemateri membahas tuntas cara membuat lamaran, teknik wawancara, hingga attitude yang harus dimilki seorang profesional.       Yudi menegaskan, salah satu aspek penting yang harus dimiliki seorang wisudawan yaitu kemampuan dalam problem solving. “Ia juga harus memiliki taktik yang membuatnya berbada daripada para pelamar lainnya,” paparnya.       Sementara itu, Zakky berbagi cerita suksesnya, yang diawali dengan jatuh bangun dalam berbisnis minuman Pikopi. “Setelah lulus kuliah saya memiliki empat pilihan, yaitu melanjutkan Master, menikah, bekerja dan berwirausaha. Akhirnya saya memilih berbisnis sekalipun dengan modal yang pas-pasan,” kenangnya.       Cerita suksesnya bermula dari kemana-mana ia membawa catatan kecil, berkeliling ke café-café dan hotel-hotel di Malang hanya untuk menulis menu yang disediakan, tanpa membelinya. Zakky lantas mencoba meracik sendiri minuman kopi yang dicampur dengan cokelat. Karena banyak yang suka, Zakky lantas mengembangkan idenya hingga membuat minuman Cappucino Crispy.       Jika ingin terjun di bidang wirausaha, Zakky berpesan agar tidak terlalu memforsir diri memikirkan usaha orang lain karena itu menghabiskan waktu. “Lebih baik percaya diri dan memikirkan ide usaha sendiri dengan totalitas,” pungkas Zakky. (lil/han)

Mahasiswa Kreatif Miliki Daya Saing Lebih

SEBAGAI ajang kreasi pelajar dan sekolah terbesar di Malang Raya, M-Teens School Competition 2016 yang berlangsung di Graha Cakrawala, Rabu (02/03) memberi ruang yang luas bagi para siswa kreatif unjuk potensi. Pada event tersebut, International Relation Office (IRO) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turut ambil bagian mengenalkan peluang pelajar untuk berkreasi dalam konteks internasional.       Staf IRO UMM, Heru Wibowo mengatakan, UMM memiliki sangat banyak kerjasama internasional yang bisa menjadi motivasi bagi para siswa dalam merancang masa depan pendidikan mereka. “Para siswa kreatif ini pada akhirnya ketika kuliah akan menjadi mahasiswa kreatif. Dalam konteks persaingan internasional, mahasiswa yang kreatif memiliki daya saing lebih,” paparnya.      Heru menjelaskan, UMM membuka peluang bagi mahasiswanya yang memiliki kreativitas atau kemampuan lebih di bidangnya untuk bisa bekerjasama dengan universitas yang ada di luar negeri. “Nanti bisa kita carikan link universitas mana yang bisa diajak kerjasama, misalnya dibidang art (kesenian),” ujarnya.       Apalagi saat ini, lanjut Heru, dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) peluang mengembangkan bisnis di sektor ekonomi kreatif sangat menjanjikan. “Jangan sampai kita menutup diri dengan dunia internasional. Kreatifitas yang kita miliki harus ditunjukan tidak hanya pada level nasional saja, tapi juga internasional.”       Sementara itu, Walikota Malang, Mochamad Anton yang secara resmi membuka acara tersebut mengungkapkan, anak-anak di Indonesia sudah saatnya mampu berbicara banyak di dunia internasional, khususnya bidang kreatif. Melalui ajang ini, ia berharap, lahir anak-anak yang bisa membaca peluang bisnis kreatif dan memunculkan enterpreneur muda yang mampu meningkatkan ekonomi negara.       Oleh karenanya, Abah Anton, sapaan akrabnya menegaskan, pemerintah akan selalu memfasilitasi anak-anak kreatif di Kota Malang. “Pemerintah memiliki kewajiban membuat wadah khusus untuk menyalurkan ide-ide kreatif bagi anak-anak tersebut,” pungkasnya. (gas/han)