Jadi yang Terbanyak se-Indonesia, UMM Loloskan 19 Proposal di P2MW

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menduduki posisi pertama capaian proposal yang lolos pendanaan terbanyak di ajang Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Sebanyak 19 dari 20 proposal yang diajukan mendapatkan pendanaan dari kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud-Ristek) pada akhri April lalu dan bersanding dengan beberapa kampus ternama lainnya. Hal ini menjadi salah satu kabar baik yang diterima UMM untuk terus mencetak generasi unggul di masa depan. Dr. Nur Subeki, ST,. MT selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni turut merasa bangga atas capaian mahasiswa UMM. Menurutnya, program seperti ini mendorong kemandirian mahasiswa dengan wirausaha. Terkait P2MW, Eki, sapaan akrabnya mengatakan bahwa mahasiswa dapat mengembangkan skill kepemimpinan dalam memanajemen sebuah kegiatan atau usaha. Program besutan Kemdikbud-Ristek ini memang bertujuan untuk mengembangkan usaha mahasiswa yang telah dijalankan dengan bantuan dana pengembangan dan pembinaan. Luarannya, bagi mahasiswa yang telah lolos seleksi akan melanjutkan perlombaan di kancah KMI Expo. Sebagai informasi, Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo merupakan ajang berkumpulnya wirausahawan mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk saling berkompetisi dan memperkenalkan produknya. Tahun ini, KMI Expo akan direncanakan diselenggarakan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. “Nantinya, proposal yang sudah didanai akan kami dibina oleh tenaga ahli yang mumpuni. Hal ini agar mereka tak hanya dapat merealisasikannya namun juga menjadi benar-benar menjadi sebuah ladang usaha dan tentunya berharap agar dapat melaju ke KMI Expo,” tambahnya. “Banyaknya proposal yang diterima tak lepas dari upaya yang sudah kami lakukan sejak lama. UMM telah mengembangkan dan menjalankan program wirausaha yang tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa ekonomi namun juga semua mahasiswa,” jelasnya. Program kewirausahaan UMM mendorong mahasiswa untuk menciptakan lapangan kerja secara mandiri dan mendorong pengembangan inovasi. Tak hanya bagi mahasiswa ekonomi, program ini dijalankan di setiap fakultas dengan mengandalkan setiap keahlian mereka. Misalnya seperti mahasiswa teknik yang memiliki program technopreneur atau mahasiswa pertanian yang memiliki program agropreneur. Bahkan, program unggulan UMM ini sudah masuk menjadi mata kuliah di berbagai fakultas. Mahasiswa juga diwadahi dengan seringnya bazar yang disediakan di berbagai event seperti wisuda. Eki menegaskan bahwa UMM tak hanya memberikan dukungan dalam bentuk akademik, namun juga memberi dukungan agar mahasiswa mengeksplor bakat minatnya, termasuk di dunia wirausaha. Jadi kampus tak hanya sebagai wadah untuk belajar akademik saja, namun juga menjadi ladang untuk menjalin relasi dan belajar berbagai hal Terakhir, berbagai usaha mahasiswa yang berhasil didanai diharapkan tidak hanya berhenti di KMI Expo saja. Tapi benar-benar dilanjutkan sehingga bisa membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Untuk itu, UMM juga tengah merancang pengembangan marketplace yang dapat digunakan oleh mahasiswa untuk menjual produk-produknya. Nantinya, marketplace ini akan dikelola secara khusus oleh UMM dan dapat diakses oleh mahasiswa yang memiliki usaha. Dengan hal ini, semoga usaha mahasiswa tak hanya mandek sampai di tingkat lokal saja, namun juga menyebar hingga pasar ekspor. “Kita bisa belajar dari rasulullah yang memulai perjalanan dari seorang pedagang menjadi khalifah. Ke depannya mahasiswa UMM juga tak hanya menjadi pemimpin, namun juga pemimpin yang memiliki usaha,” tandasnya mengakhiri. (tri/wil)
Gelar Seleksi Sivitas Akademika Terbaik, UMM Perkuat Kualitas SDM

Untuk mengukuhkan kualitas sivitas akademikanya, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelar seleksi dosen, tenaga pendidik, dan mahasiswa terbaik. Adapun seleksi tersebut dilaksanakan pada 30 April lalu di Rayz Hotel UMM. Turut hadir beberapa juri yang memiliki keahlian dan kemampuan mumpuni untuk menilai para kandidat. Wakil Rektor V UMM bidang AIK dan pengembangan SDM, Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si. menjelaskan bahwa tujuan sebenarnya yang ingin dicapai adalah membangun kinerja dosen maupun tendik secara berkelanjutan. Selain itu juga mengkhidmatkan diri untuk meningkatkan kompetensi dan pelayanan secara berkesinambungan. Ada beberapa penilaian yang diberikan dalam seleksi tersebut. Untuk dosen berprestasi, penilaiannya meliputi tri dharma, yakni penelitian, pengaaran, dan pengabdian. Karya-karya internasional dan pengabdian yang memberikan kemanfaat pada masyarakat sesuai dengan bidang keilmuan juga menjadi penilaian khusus. “Bagaimana dosen tersebut mampu menghasilkan inovasi yang benar-benar bisa dirasakan dan dimanfaatkan masyarakat. Selain itu keaktifan di persyarikatan Muhammadiyah juga memberikan nilai plus. Baik itu aktif di kepengurusan maupun menggerakan pengambangan Muhammadiyah,” tambah Tri, sapaan akrabnya. Penilaian serupa juga diberikan pada tenaga pendidik atau pegawai. Bagaimana mereka bisa memaksimalkan kinerja utama, kinerja bulanan, dan lainnya. Begitupun dengan inovasi serta bagaimana mereka bisa melaksanakan pekerjaan dengan efisien. “Harapannya, tentu agar sivitas akademika UMM bisa terus meningkatkan kualitas. Berlomba-lomba dalam kebaikan dan mampu berpartisipasi aktif dalam Muhammadiyah,” katanya. Di sisi lain, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. mengatakan, ada dua hal yang mempengaruhi pengembangan sumber daya manusia (SDM). Pertama, yakni bagaimana upaya institusi untuk mendorong SDM melalui sistem agar mampu meningkatkan skill, kompetensi, dan pengetahuannya. Selain itu perlu adanya capaian-capaian yang mudah diidentifikasi, ada indikatornya dan terukur. Kedua, yakni peningkatan skill dan kompetensi kerja melalui diklat maupun pelatihan. “Sebagai pembelajara di bidang strategi SDM, saya meyakini bahwa membangun ekosistem dan sistem yang mendorong orang untuk bekerja sebaik-baiknya adalah hal yang bagus. Mari kita lahirkan keunikan-keunikan UMM dengan mempraktekkan pergaulan yang Islami. Mudah-mudahanini menjadi langkah baik yang diridai oleh Allah SWT. Selamat semuanya, panitia, penguji, penilai, dan kandidat,” katanya mengakhiri. (wil)
Upacara Hardiknas di UMM

Terlihat ribuan sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memenuhi Helipad Kampus Putih. Mereka melaksanakan upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2024 ini. Selain untuk menguatkan spirit pendidikan, agenda itu memberikan sederet penghargaan untuk dosen terbaik, pegawai terbaik, mahasiswa terbaik, dan tim hubungan masyarakat (Humas) prodi dan fakultas. Menjadi inspektur upacara, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. menjelaskan bahwa peringatan ini meneguhkan bahwa pendidikan menjadi penyangga utama kemajuan peradaban bangsa. Momentun refleksi dan muhasabah harus dijadikan sebagai cara berpikir yang multiaspek. Terutama untuk memahami sejauh mana pendidikan menjadi energi penggerak kemajuan Indonesia. Menurutnya, bagi insan yang mengabdi dalam dunia pendidikan, sikap luwes dan komitmen untuk mengelola institusi dengan baik harus diutamakan di atas kepentingan lainnya. begitupun dengan penyedian solusi atas persoalan-persoalan pendidikan. “Ekonomi memang harus dijaga stabilitasnya, namun pendidikan juga harus diinvestasikan secara lebih masih. Terutama dalam pemerataan partisipasi dan kualitas masing-masing pendidikan,” kata Nazar, sapaannya. Maka dari itu, Nazar menegaskan bahwa sivitas akademika harus mampu memerkuat tekad-tekad dalam memajukan proses pendidikan melalui tugas dan peran masing-masing. “Semoga dengan peringatan ini, kita diberi energi tambahan untuk mengabdi. Memajukan pendidikan danmelahirkan generasi penerus yang unggul demi memajukan dan memakmurkan Indonesia,” tegasnya mengakhiri. Dalam upacara itu, turut hadir tim marching band yang memberikan menampilkan beberapa lagu. Mereka memberikan suntikan semangat bagi para tenaga pendidik, dosen, dan pegawai. Bahkan adapula tim paduan suara yang menampilkan lagu-lagu nasional serta daerah-daerah. (wil)
Kontribusi Riset dan Inovasi, UMM Raih 9 Paten HaKI

Sebagai pusat pengetahuan dan teknologi yang berkembang, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memiliki sejumlah temuan yang signifikan dari beragam kegiatan riset, pengembangan, rekayasa, dan inovasi. Terbaru, sederet dosen UMM bertemu dengan pemeriksa Direktorat Jenderal Kekayaan Indonesia (DJKI), pada 24 April lalu. Menariknya, para dosen itu berhasil mendapatkan 9 sertifikat paten yang dapat menunjang akreditasi kampus. Sofyan Arief, S.H. M.Kn. selaku ketua Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) UMM mengatakan bahwa dengan sertifikasi yang telah didapatkan menunjukkan eksistensi UMM yang siap bersaing di dunia industri. Produk paten yang dipresentasikan telah diajukan kurang lebih awal bulan Maret 2024 lalu. “Produk yang ditawarkan murni dari hasil temuan dosen UMM. Dengan begitu baik kampus dan para dosen yang berhasil meraih sertifikat paten memperoleh benefit yang istimewa. Salah satunya naiknya golongan jabatan para dosen,” jelasnya. Lebih lanjut, Sofyan menjelaskan, salah satu temuan yang sukses dipatenkan adalah Metode Pembuatan Belokan Pipa Model Irisan dengan Optimalisasi Koefisien garapan Dr. Ir. Moh. Abduh, S.T., M.T.,IPM.,ACPE.,ASEAN Eng. Metode yang diciptakan Abduh sungguh canggih dan rapi. Apalagi saat ini, proses memotong pipa model irisan diperlukan waktu dan tenaga yang besar tetapi hasilnya tidak maksimal. Maka, melalui temuan dosen UMM, hasil dari pemotongan didapatkan dengan sempurna. Sofyan, juga menyampaikan bahwa saat ini metode pembelokan pipa model irisan tersebut masih menjadi konsumsi kampus saja. Namun baik HaKI UMM dan Abduh selaku pencipta metode tersebut tengah mempersiapkan penawaran dengan cakupan yang lebih luas, seperti ke industri dan perusahan. Keberhasilan mendapatkan sembialn sertifikat paten tidak lepas dari monitoring yang dilakukan oleh HaKI UMM. Sofyan menyatakan, tiap bulannya tim HaKI UMM selalu memastikan proses dan hasil produk karya para dosen. Meski begitu, tidak jarang beberapa penelitian gagal. “Biasanya penelitian yang tidak tidak berhasil karena faktor eksternal. Misalnya saja karena bakteri yang ada di dalam penelitian bidang bioteknologi atau alat yang kurang lengkap dalam penelitian bidang evaluatif,” katanya. Adapun saat ini, HaKI UMM terus meningkatkan jumlah dosen yang mendapatkan sertifikasi paten. Selain itu juga mendorong dosen UMM untuk selalu berkarya dan mendapatkan apresiasi. Menurutnya, UMM tidak boleh puas dengan banyaknya paten yang sudah didapat. Namun harus mampu mencetuskan ide, inovasi, dan solusi lain. “Saat ini kami telah mempersiapkan para dosen untuk sertifikasi paten kembali dan masih dalam proses penelitian. Semoga setelah ini UMM mendapatkan lebih banyak sertifikat paten karena dapat menunjang akreditasi kampus dan prestasi dosen,” pungkasnya. (ri/wil)
Sarung Bukan Asli Indonesia? Begini Sejarahnya

Sarung merupakan sepotong kain lebar yang dijahit pada kedua ujungnya sehingga berbentuk seperti pipa atau tabung yang juga terlihat seperti berbentuk kotak. Kini sarung umumnya dilengkapi dengan berbagai ragam, corak, dan bahan yang berbeda di setiap daerah di Indonesia. Sarung bukanlah pakaian asli orang Indonesia, sarung masuk ke Indonesia sekitar abad ke-14 seiring dengan masuknya Islam ke Indonesia. Salah satu teori masuknya Islam ke Indonesia berasal dari Arab, termasuk Yaman (Hadramaut). Sarung diperkenalkan oleh orang-orang Hadramaut (Yaman) ketika mereka datang ke Indonesia. Dr. H. M. Nurul Humaidi, M.Ag. selaku dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam (FAI) mengungkapkan bahwa akibat interaksi, masyarakat Indonesia meniru kaum pendatang dari Yaman. Namun, di balik itu, orang Hadramaut menggunakan sarung bukan sebagai pakaian resmi, tetapi sebagai pakaian tidur atau pakaian santai. Dalam pandangan Islam, sarung memiliki manfaat yang sama dengan pakaian-pakaian yang lain yaitu sebagai penutup aurat dan sebagai ekspresi dari sopan santun dalam masyarakat. Karena awalnya dikenakan oleh pendatang dari Yaman yang beragama Islam, oleh karena itu penganut Agama Islam di Indonesia juga mengikuti cara muslim pendatang tersebut dalam berpakaian. Terlebih ketika penjajah Belanda datang ke Indonesia dengan pakaian model Eropa, bangsa Indonesia yang menganut agama Islam semakin memperkuat jati diri melalui pakaian sarung. Ini seraya menjadi upaya menolak orang-orang Eropa beserta atribut yang dikenakan, yakni pakaian ala Eropa. Karenanya, bisa dikatakan bahwa sarung merupakan salah satu bentuk perlawanan masyarakat muslim Indonesia terhadap Belanda. “Bahkan ketika itu, sampai ada fatwa yang mengharamkan model pakaian seperti Belanda (penjajah.red). Sehingga, sarung kemudian menjadi atribut yang mengandung identitas keagamaan Islam,” ujarnya. Tidak banyak negara yang mengenal pakaian sarung sebagai pakaian resmi. Namun selain di Indonesia, sarung juga dikenal masyarakat muslim di Malaysia dan Brunei. Dua negara tersebut masih serumpun dengan Indonesia yang disebut bangsa Melayu. “Jadi ini menjadi kebiasaan kaum muslim yang menggunakan sarung untuk berpakaian, tidak ada dalil yang secara tegas menganjurkan atau mengharuskan memakai memakai sarung untuk berpakaian atau beribadah. Dalil yang ada hanyalah menutup aurat dan menghiasi tubuh,” tambah Nurul. Di akhir ia menjelaskan bahwa sarung merupakan produk budaya Indonesia yang diadopsi dari kaum pendatang dari Yaman. Maka, sarung boleh digunakan atau tidak digunakan, sama seperti model pakaian yang lain. Masyarakat boleh memakai pakaian apapun, selama fungsinya untuk melindungi tubuh, menutup aurat, dan berdasarkan asas kepantasan. (dit/wil)
Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana UMM dengan Simulasi Terjun dari Gedung

Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2024, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adakan pelatihan penanganan pertama bagi korban bencana, 26 April 2024 lalu. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh mahasiswa relawan siaga bencana (Maharesigana) UMM bekerjasama dengan Muhammadiyah Disaster Medical Center (MDMC) Wilayah Jawa Timur, Puska-pb UMM, MDMC Batu, Vertical Rescue Indonesia (Regional Malang), YEPE, Malang High Rope dan DIMPA. Kegiatan yang bertajuk Peringatan HKB di UMM ini menjadi salah satu upaya untuk membentuk kesadaran masyarakat untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi bencana. Apalagi, Indonesia menjadi salah satu negara rawan bencana, sehingga pendidikan seperti ini sangat perlu bagi masyarakat. “Seperti slogannya ‘siap untuk selamat’. Adanya simulasi danpelatihan ini juga ditujukan agar tak hanya tim peyelamat saja yang mengetahui teknik penyelamatan, namun juga para masyarakat luas,” ujar Naibul Umam Eko Sakti, S.Ag., M.Si. selaku Wakil Ketua MDMC Wilayah Jawa TImur. Umam, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa simulasi yang dilakukan merupakan perwujudan kesiapsiagaan terhadap bencana sekaligus melatih keterampilan rescue mahasiswa. Diharapkan dengan adanya generasi yang sigap dapat menjadi tangan-tangan untuk memberi pendidikan dan menjadi tim penyelamat bagi masyarakat saat terjadi bencana. Sebagai informasi tambahan, PP Muhammadiyah memiliki program tangguh bencana, satuan pendidikan rawan bencana, dan tim siaga bencana di tingkat desa sebagai bentuk upaya membentuk sikap sigap masyarakat terhadap bencana. “Simulasi ini juga menjadi salah satu perwujudan kami dalam membangun kesiapsiagaan generasi mendatang terhadap bencana yang suwaktu-waktu dapat terjadi,” tambah Zakarija Achmat, S.Psi., M.Si selaku Ketua Bidang Diklat MDMC Jawa Timur. Zakarija menambahkan, salah satu simulasi yang dilakukan berupa teknik penyelamatan bagi korban bencana di tebing atau gedung-gedung tinggi. Urgensinya adalah menyelamatkan korban yang sedang terluka dan tidak dapat menyelamatkan diri. Dalam prosesnya, mereka menggunakan berbagai macam teknik, salah satunya teknik HART (High Angle Rescue Technique). Adapula teknik ascending yaitu naik menggunakan akses tali, descending atau turun menggunakan akses tali, vertical rescue double rope evakuasi korban di tali secara vertikal, juga diagonal tension yaitu evakuasi korban dari ketinggian secara diagonal. Terakhir, Dr. Nur Subeki, M.T. selaku Wakil Rektor III UMM memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada tim Maharesigana yang bekerjasama dengan MDMC PP Muhammadiyah dalam melakukan simulasi tanggap bencana di UMM. Adanya agenda ini diharapkan dapat memenuhi cita-cita muhammadiyah untuk menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan umat. Dibalik banyaknya kasus bencana di Indonesia, pelatihan serupa dapat menciptakan generasi tangguh dan sigap terhadap bencana. Apalagi, melihat topografi UMM yang memiliki banyak gedung tinggi, sehingga pelatihan seperti ini sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya hal yang fatal. “Jika tidak ada generasi tangguh, maka bagaimana cara untuk meyakinkan masyarakat bahwa anak muda bisa menjadi penolong yang mumpuni di masa depan?” pungkasnya. (tri/wil)
Nobar Semifinal AFC Timnas di Helipad UMM, Ramai dan Penuh Doorprize

Helipad Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dipenuhi para pendukung tim nasional Indonesia U-23, 29 April ini. Hal itu tak lepas dari tim UMM yang menyediakan agenda nonton bareng gratis pertandingan semifinal Asian Cup U-23 antara Indonesia dengan Uzbekistan. Menariknya, layar videotron sebesar 8×4 meter dihadirkan demi memanjakan para supporter. Tidak hanya nobar, para penonton juga berkesempatan mendapatkan hadiah-hadiah menarik yang sudah disiapkan panitia nobar. Terkait kegiatan itu, Kepala Humas UMM M. Isnaini, M.Pd. mengatakan, ini menjadi cara Kampus Putih dalam memfasilitasi sivitas akademika dan mahasiswa yang ingin mendukung timnas di semifinal Asian Cup U-23. Adapun Helipad dipilih sebagai lokasi karena melihat tingginya animo masyarakat Indonesia dalam mendukung timnas di kejuaraan tersebut. “Agenda ini kami laksanakan tanpa dipungut biaya. Para siviats akademika bahkan masyarakat bisa turut serta datang dan nonton bersama,” tegasnya. Lebih lanjut, ia juga menilai bahwa dukungan masyarakat merupakan salah satu cara warga negara dalam hal cinta tanah air. Tak jarang, dukungan itu menjadi energi tambahan bagi para pemain saat pertandingan, sekalipun tidak melihat di stadion. Terlebih lagi, sepakbola merupakan olahraga primadona bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. “Salah satu yang membuat banyak orang semakin mendukung timnas dalam kejuaraan AFC ini adalah adanya kesempatan melangkah ke Olimpiade Paris 2024. Jika berada menduduki juara pertama, kedua, atau ketiga, Indonesia berhak melaju ke Olimpiade. Adapun jika berada di posisi keempat, Kita mau tak mau harus bertanding di babak play-off dengan wakil benua lain,” jelas Krisna. Nobar seru tersebut juga menarik perhatian salah satu menonton, Devi Widiastuti. Meski jarang ikut nobar, namun ia merasa bahwa nobar pertandingan sepakbola memiliki keseruan tersendiri, apalagi pertandingan timnas Indonesia. Devi mengapresiasi pihak UMM yang sudah menyediakan wadah untuk menikmati pertandingan melalui layar yang lebar. Bahkan ada games-games berhadiah yang menarik. Menurutnya, sepakbola tidak hanya dimonopoli oleh laki-laki saja, perempuan juga bisa turut meramaikan, baik sebagai penonton maupun pemain. “Banyak juga yang bilang bahwa perempuan tertarik menonton sepakbola hanya karena wajah pemainnya yang tampan. Padahal sebenarnya, kami juga mendukung dengan tulus perjuangan timnas Indonesia di berbagai kejuaraan. Semoga Indonesia bisa mendapatkan hasil terbaik dan mampu melaju ke Olimpiade Paris. Menang atau kalah, kami akan selalu mendukung timnas Indonesia,” pungkasnya. (wil)
Pewaris Koruptor Meninggal, Siapa yang Bertanggungjawab? Begini Penjelasan Dosen FH UMM

Harta waris adalah wujud kekayaan yang ditinggalkan oleh pewaris kepada ahli warisnya. Bagaimanakah jika pewaris merupakan tersangka atau terdakwa tindak pidana korupsi? Radhityas Kharisma Nuryasinta, S.H., M.Kn. selaku dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberikan penjelasannya. Perlu diketahui bahwasa hukum pewarisan yang berlaku di Indonesia ada tiga jenis, yaitu hukum waris barat, hukum waris Islam dan hukum waris adat. Ketiga jenis ini masih berlaku dikarenakan faktor masyarakat Indonesia yang multikultural. Sehingga dengan adanya pluralisme masyarakat Indonesia, hukum waris ini adalah pilihan hukum. Tyas menjelaskan bahwa masyarakat boleh memilih ingin menggunakan hukum waris adat, hukum waris islam atau hukum waris barat. Hukum pewarisan ini tidak seperti Undang-Undang Dasar (UUD), serta Undang-Undang tindak pidana korupsi (UU Tipikor) yang memiliki hukum yang jelas. Sumber hukum waris barat adalah Burgerlijk Wetboek (BW) atau Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Kalau hukum waris Islam jelas bersumber dari Alquran. Sedangkan hukum waris adat, sesuai dengan tempat adat tersebut masih berlaku, seperti adat Minang, adat Batak, Bali, Jawa, dan lainnya. Unsur dari pada hukum waris ada tiga, yaitu pewaris atau pihak yang meninggalkan warisan, ahli waris yang menerima warisan dan objek. Pewarisan akan terbuka ketika pewaris meninggal. Selain aktiva seperti pendapatan berupa tanah, rumah dan aset lainnya, ada juga peninggalan pasiva seperti hutang, tanggungan biaya rumah sakit, biaya pemakaman yang juga merupakan harta waris. “Jadi tidak hanya mendapatkan aset, ahli waris juga bisa diwariskan hutang oleh pewaris termasuk mengembalikan aset negara jika pewaris dinyatakan sebagai koruptor,” katanya. Namun, ahli waris yang ditinggalkan tidak akan tiba-tiba dimintai pertanggungjawaban terkait aset negara yang belum memiliki putusan pengadilan. Pewaris harus dipastikan betul-betul bahwa ia merupakan terpidana koruptor dan aset yang dimiliki adalah aset negara. Setelah putusan pengadilannya jelas, barulah kemudian dicari aset-aset negara yang memang wajib dikembalikan. Ketika meninggal, kewajiban seorang koruptor tidak akan terhapus. Kewajibannya ini akan turun atau diwariskan ke ahli warisnya. Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan melakukan gugatan terhadap ahli warisnya terkait jumlah aset yang harus dikembalikan oleh ahli waris. Inilah alasan mengapa tindak korupsi disebut sebagai extraordinary crime atau kejahatan yang luar biasa. “Selain merugikan negara, korupsi juga merusak moralitas bangsa. Sehingga harus ada sanksi yang tegas sekalipun pelaku yang menjadi pewaris sudah meninggal,” jelasnya. (dev/wil)
Mahasiswa UMM Ini Raih Lima Terbaik Pilmapres, Siap Wakili Jatim di Nasional

Setelah sering kali menyabet prestasi, kini salah satu mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses mendapat predikat terbaik lima pada ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) 2024 LLDikti wilayah 7 Jawa Timur pada 24 April 2024. Mahasiswa tersebut tak lain ialah Evita Leninda Fahriza Ayuni yang kini tengah belajar di Program Studi Teknik Mesin UMM. Menariknya, Evita juga berhak untuk mewakili Jatim di tingkat nasional dalam kompetisi serupa. Ia mengaku sangat senang dan tidak menyangka dapat mewakili UMM ke ajang nasional mewakili Jawa Timur untuk pemilihan mahasiswa berprestasi. Adapun ia juga bersanding dengan mahasswa terbaik dari berbagai universitas lain seperti UB, Unair, Universitas Kristen Petra, dan lain sebagainya. “Namun hal itu tak membuat saya minder. Saya tetap berusaha semaksimal mungkin dengan mengumpulkan berbagai prestasi dan skoring capaian unggulan serta membuat gagasan futuristik,” ujarnya. Di balik hal itu, Evita memang memiliki segudang prestasi yang ia maksimalkan untuk melaju ke jaang pilmapres ini. Mulai dari prestasi tingkat nasional seperti juara lomba mobil hemat energi 2022, memenangkan emas dan perak di ajang internasional Korea Selatan berkat inovasi alat pengukur kekasaran jalan, medali bronze di Thailand dan lain-lain. Hal ini membuat dirinya yakin dan berusaha sebaik mungkin serta percaya diri bersaing dengan mahasiswa-mahasiswa terbaik dari universitas lain. Adapun gagasan yang ia sampaikan dalam ajang pilmapres juga menarik. Evita membangun gagasan futuristik dengan mengangkat kembali aspek produksi garam lokal di pulau madura dengan menerapkan sistem teknologi demi meningkatkan kuantitas dan kualitas garam di selat madura. Beberapa teknologinya adalah monitoring parameter suhu, ketinggian air, kepekatan, penggunaan tunnel atau terowongan dan geomembran. “Adapun tunnel ini berfungsi agar proses kristalisasi tetap berlangsung meski turun hujan. Sementara geomembran bermanfaat agar warna hasil garamnya jadi lebih putih. Nanti di tingkata nasional, saya tentu akan menambah berbagai ide futuristik yang bisa memberikan manfaat lebih dan memberi nilai terbaik. Harapannya, gagasan futuristik ini dapat menjadi ide untuk pengembangan tambak garam di selat madura agar tidak kalah dengan produk impor,” jelasnya. Terakhir, ia berpesan kepada seluruh mahasiswa UMM untuk berani mengambil setiap kesempatan yang ada. Karena, menurut dia, kesempatan tidak akan datang kedua kali. Tidak hanya menunggu informasi, tapi mencari tahu berbagai kompetisi yang tersedia. “Tentunya hal tersebut juga tergantung niat dan upaya pantang menyerah dari individu. Untuk itu, kita harus bisa gunakan masa mahasiswa sebaik mungkin. Maksimalkan tenaga dan ide yang kita punya untuk mengharumkan nama kampus,” pungkasnya. (tri/wil)
Punya Tata Kelola SDM Bagus, UMM Jadi Referensi Kampus PTNBH

Baru-baru ini, Universitas Muhammadiyah malang (UMM) menerima kunjungan dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada 24 April 2024 kemarin. Kunjungan itu bertujuan untuk saling belajar dan diskusi terkait sistem dan tata kelola sumber daya manusia (SDM). Acara yang bertajuk benchmarking Unesa di UMM itu juga dimaksudkan agar terjalin silaturahmi sekaligus merencanakan kolaborasi di bidang tata kelola SDM di masa depan. Mohamad Sulton Arifin selaku Direktur SDM Unesa mengatakan bahwa dirinya dan tim ingin belajar bagaimana cara mengelola karyawan, dosen, ataupun mahasiswa dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Tak hanya di bidang kelola SDM, pihaknya juga berencana bekerjasama dengan UMM di bidang lain untuk menyukseskan pendidikan anak bangsa. Arifin menambahkan, pemilihan UMM sebagai salah referensi belajar tak lain karena UMM merupakan PTS yang memiliki sistem tata kelola SDM yang mumpuni dan bagus. Ia juga sempat melakukan studi banding ke beberapa Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) untuk mengetahui bagaimana cara mengelola SDM yang dimilikinya. Sebagai informasi, Unesa ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah RI Nomor 37 Tahun 2022 menjadi PTN BH per Oktober 2022 lalu. PTNBH memiliki kewenangan otonom untuk mengelola sumber daya dan keuangan mereka, termasuk dosen dan tenaga pendidik. Maka pengelolaan SDM menjadi penting dalam perjalanannya. Adapun dalam tata kelola SDM, UMM memiliki berbagai sistem yang terintegrasi dengan teknologi untuk memantau secara langsung aktivitas dosen maupun karyawan. Contohnya seperti SIM-SDM UMM yang digunakan untuk memantau aktivitas. UMM juga memiliki SIM PMM yang dapat digunakan oleh dosen untuk melakukan penelitian atau pengabdian. Sementara itu, untuk mahasiswa, UMM memiliki website Info KHS yang dapat diakses oleh mahasiswa untuk melakukan berbagai aktivitas terkait pembayaran, ujian akhir, permintaan surat kuliah, dan lain sebagainya. Orang tua juga bisa memantau pembayaran kuliah, nilai mata kuliah, dan segala informasi mengenai perkuliahan anak melalui aplikasi MyUMM Parents. “Semua sudah kami desain agar bisa dilakukan secara mandiri dan tentunya sangat efisien,” ujar Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si selaku Wakil Rektor V Bidang Pengembangan SDM & Al-Islam Kemuhammadiyaan. Terakhir, Tri, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa SDM menjadi unsur utama dalam pendidikan. Keberadaan SDM seperti dosen atau karyawan dapat menciptakan generasi bangsa yang siap dan mumpuni. Maka dari itu, adanya benchmarking Unesa ke UMM ini juga menjadi salah satu wadah untuk saling belajar dan berkolaborasi untuk menyukseskan pendidikan bagi generasi bangsa. “Mudah-mudahan setelah ini kami bisa saling berkolaborasi untuk mengembangkan perguruan tinggi masing-masing sesuai perkembangan zaman. Tak lupa juga, adanya kunjungan ini juga sebagai bentuk awal kami saling mengenal dan merancang program kolaborasi di bidang SDM,” ucapnya mengakhiri. (tri/wil)