Halal Bihalal UMM, Menghilangkan Luka Hati melalui Silaturahmi

Idul fitri menjadi momentum perayaan untuk menyambung silaturahmi antar sesama. Idul fitri diartikan sebagai momen mensucikan diri dengan saling memaafkan antar saudara umat muslim. Untuk itu, keluarga besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar halal bi halal dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi antar civitas akademika, 16 April 2024 lalu. Turut hadir juga KH. Nur Cholis Huda, M.Si selaku Penasihat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur yang menyampaikan tausiahnya. Ia mengatakan bahwa inti dari halal bi halal idul fitri ini adalah memperbanyak kawat atau tali silaturahmi. Tujuannya adalah untuk menghapuskan setiap dosa yang diperbuat, utamanya hubungan dengan sesama manusia. “Karena menyembuhkan luka itu sulit. Ibarat menancapkan paku di kayu dan mencabutnya. Lubang tersebut tidak akan mudah tertutup kembali,” ucapnya. Ia mengajarkan, ketika sedang merasa marah itu seperti menancapkan paku pada sebuah kayu. Jika hal tersebut diulang terus menerus dapat menjadi sebuah bekas yang sangat banyak dan tidak dapat dihilangkan. Hal ini juga sama seperti sebuah luka fisik maupun hati yang tak akan mudah hilang. Cholis juga menyampaikan ada dua tujuan utama dari halal bi halal. Yakni menyambung silaturahmi dan kedua untuk menyembuhkan luka di hati.  Menyambung silaturahmi dalam hal ini ialah dengan berteman dengan siapa saja dan tidak memandang status atau kasta. Sementara menyembuhkan luka hati dengan saling memaafkan atas kesalahan yang diperbuat sebelumnya. Karena, jika luka tidak dimaafkan akan mengendap dalam hati dan membentuk kebencian dengan sesamanya. Sementara itu, Dr. dr. Sukadiono, MM selaku Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur juga mengatakan, dalam memaafkan ada tiga level berbeda. Pertama yaitu ta’fu atau menghapus kesalahan yang diperbuat orang walau tidak bisa melupakannya. Level yang kedua yaitu tashfahu atau memaafkan dengan lapang dada namun tidak bisa berbuat baik kepada orang tersebut. Level ketiga atau tertinggi yaitu taghfiru atau mengampuni kesalahan orang yang menyakiti kita dan tetap berbuat baik kepadanya. “Kalau bisa, di idul fitri ini kita menjadi manusia dengan level memaafkan tertinggi atau At-taghfiru. Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mencapai tingkatan maaf tertinggi yaitu dengan mengingat dan melupakan,” tambahnya. Maka dari itu, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP selaku Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) sekaligus Badan pembina Harian (BPH) UMM menyampaikan keterkaitan halal bi halal yang diselenggarakan UMM. Yakni dapat menjadi ajang membersihkan diri untuk melakukan evaluasi terhadap apa yang dilakukan. Idul fitri juga menjadi tanda dari proses penyucian jiwa kita dan membuka lembaran baru untuk menjalankan kehidupan. Terakhir, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si selaku Rektor UMM berpendapat bahwa halal bi halal memberikan cermin adat kemanusiaan yang dijunjung tinggi di atas segala perbedaan dan kepentingan. Silaturahmi atau menyambung hubungan dengan istilah halal memberikan inspirasi mengatasi persoalan dan membuat suasana hangat. Hal itu juga menjadi kunci membuka pintu rezeki halal dan thayyib. Sementara idul fitri atau fitrah sendiri memiliki makna penting yaitu atau al khair (baik dan benar dalam keilmuan) yang digunakan untuk menjalankan tugas maupun kehidupan kemanusiaan kita dihadapan Allah. “Hal Ini juga mencerminkan cara kita menyikapi tantangan dan dinamika menjalankan misi kemanusiaan. Membawa UMM menjadi bermartabat serta bermaslahat bagi seluruh umat,” tegasnya mengakiri. (tri/wil)

Dirjen Haji Sampaikan Khutbah Ied di UMM

Kita perlu memupuk hati dan pikiran untuk bisa berjuang mendaki kebajikan. Pada Surat Al-Balad ayat 11-20 menceritakan dan menjelaskan satu konsep atau prinsip yang patut direnungkan, utamanya untuk mengisi hari-hari selepas Hari Raya Iedul Fitri ini dengan kebajikan-kebajikan. Termasuk terlibat secara sosial untuk mendorong kemanusiaan. Hal tersebut dijelaskan oleh Prof. Hilman Latief, MA, Ph.D. selaku Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam khutbah idul fitri di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 10 April 2024. Menurutnya, terdapat “jalan sukar” yang harus didaki atau ditempuh, atau “jalan terjal nan panas”. Jalan yang tidak semua orang mampu untuk menaklukannya. “Jalan tersebut mencakup beberapa hal, pertama melepaskan budak dari perbudakan, kedua memberi makan pada hari kelaparan, ketiga membantu anak yatim yang ada hubungan kerabat dekat, terakhir adalah membantu orang miskin yang sangat fakir,” ucap Dirjen Haji dan Umroh itu. Pertama, melepas budak dari perbudakan. Dari dulu, perbudakan dan kemampuan eksploitatif ini adalah salah satu yang menunjukkan kekuatan dan kekuasan seseorang. Al-Qur’an meminta orang-orang yang beriman untuk mulai membuka mata, menegakkan keadilan, menjunjung persamaan, mengangkat harkat dan martabat manusia. Maka dari itu, perlu membebaskan lingkungan sekitar dari sistem yang eksploitatif yang mendekati perbudakan. Kedua, memberi makan pada hari kelaparan. Zakat atau shadaqah sebagai bentuk ekspresi kedermawanan harus dipelihara secara profesional, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Pasalnya, krisis bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Sebagai orang beriman, kita harus senantiasa siap untuk menyumbangkan sebagian yang kita miliki agar orang lain terbantu sehingga bisa menjalani kehidupan secara layak. “Salah satu entitas yang harus mendapatkan perhatian kita adalah membantu dan memberikan makan anak-anak yatim yang memiliki hubungan kekerabatan,” jelasnya. Anak yatim umum diartikan sebagai anak yang ayahnya telah meninggal dunia. Namun, secara sosiologis juga dapat berarti sebagai anak yang tidak memiliki sandaran kehidupan ekonomi, walaupun secara fisik orang tuanya masih ada. Bantulah anak-anak yatim khususnya kerabat dekat kita, karena sesungguhnya harta yang paling berharga adalah keluarga. Terakhir, Tidak semua mendapatkan keberuntungan dan kesempatan yang sama untuk mendapatkan kelayakan hidup. Maka, bantulah orang miskin yang sangat fakir baik di masa bulan Ramadhan dan terutama sesudahnya. Sementara, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si. mengatakan bahwa kehidupan rohani yang baik akan menjadi energi untuk terus memberikan kemajuan dan pencerahan bagi kehidupan umat manusia yang bermartabat. “Idul Fitri, selepas puasa Ramadhan sebulan penuh, mestinya mampu membentuk kita menjadi lebih baik. Mampu memanjatkan dan merasakan rasa syukur yang mendalam di dalam batin kita,” pungkasnya.

Lumajang Disambangi Baksos UMM, Tes Kesehatan Gratis hingga Perpus Keliling

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak bosan-bosan menebar keceriaan dan kebahagiaan selama bulan Ramadhan. Kali ini, UMM hadir di Desa Sumberejo, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang pada 05 April lalu. Kehadiran tim UMM itu tidak lain sebagai giat bakti sosial dengan membagikan 200 paket sembako kepada yang membutuhkan. Selain itu, juga terdapat pemeriksaan kesehatan gratis, penyuluhan kesehatan oleh dokter dari Rumah Sakit Umum (RSU) UMM. Hadir pula Mobil Perpustakaan Kamis Membaca (KaCa) dan Mobil Bakti Terhadap Bangsa (Terbang). Muhammad Luthfi, S.H., S.Sy., M.H. selaku ketua pelaksana bakti sosial menyatakan bahwa pemilihan lokasi di desa sumberejo tersebut juga merupakan hasil kolaborasi dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) setempat. Selain itu, juga untuk membumikan syiar Muhammadiyah di desa Sumberejo. “Di sini Muhammadiyah menjadi minoritas dan perlu didukung untuk menyebar dakwah Muhammadiyah. Baksos ini juga menjadi media dakwah persyarikatan yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar,” jelasnya. Selain itu, Luthfi menegaskan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan oleh UMM selama bulan Ramadhan. iIni juga menjadi salah satu bukti komitmen UMM untuk melakukan pengabdian kepada bangsa secara masif. Di sisi lain, Mukhlason selaku perwakilan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang mengapresiasi kegiatan baksos ini. Menurutnya, baksos tersebut memberikan sisi edukasi kepada masyarakat. Mulai dari anak kecil hingga lansia. “Alhamdulillah ada kegiatan seperti ini. Para orang tua ada tes kesehatan gratis serta penyuluhan Kesehatan seputar indikasi penyakit ringan seperti sakit punggung yang sering dialami. Yang anak-anak kecil juga ada perpustakaan keliling yang meningkatkan literasi dan game-game seru dengan berbagai hadiah yang diberikan,” ungkapnya. Terakhir, dia berharap seluruh masyarakat khususnya umat muslim untuk memiliki spirit kuat untuk memberikan manfaat kepada sesama. Apalagi mengingat bahwa Indonesia merupakan negara yang luas dan memiliki banyak lapisan masyarakat. “Sangat keren, harapannya acara seperti ini dapat dilakukan seserung mungkin. Tidak hanya dari UMM, tapi juga oleh teman-teman lain. Menebar manfaat seperti ini juga tidak harus dilakukan saat Ramadhan saja, namun juga bisa diluar Ramadhan. Ini juga sebagai upaya memberikan pandangan juga pada masyarakat bahwa dakwah Muhammadiyah itu dilakukan secara nyata dan tidak pilih-pilih,” pesannya. (*)

Bakti Sosial UMM di Lamongan: Pemeriksaan Kesehatan Gratis hingga Mobil KaCa

Masih dalam rangkaian Ramadan Ceria, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) langsungkan bakti sosial di Desa Medalem, Modo, Lamongan pada 3 April lalu. Tidak hanya menyalurkan bantuan bahan pokok, tim UMM juga menyediakan pemeriksaan dan pengobatan gratis, serta penyuluhan kesehatan. Bahkan juga mengajak puluhan anak untuk bermain dan belajar bersama Mobil Kamis Membaca (KaCa) dan menyediakan beragam hadiah. Ketua pelaksana bakti sosial, Muhammad Luthfi M.H. menjelaskan bahwa kegiatan serupa selalu dilaksanakan Kampus Putih di setiap Ramadan. Tidak hanya di Malang, tapi juga di berbagai daerah sperti Lamongan, Lumajang, Batu, dan lain sebagainya. Timnya sengaja memberikan penyuluhan dan pengobatan kesehatan gratis agar warga desa tidak perlu jauh-jauh periksa ke dokter, terutama untuk penyakit yang ringan. Tim UMM juga didukung oleh para dokter dan perawat yang tergabung dalam grup kesehatan dari Rumah Sakit Umum UMM. Puluhan warga datang dan memeriksakan kondisinya agar nantinya bisa diberi arahan dan diperiksa. Turut hadir, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan Dr. Piet Hizbullah Khaidir, MA. Ia mewakili PDM dan warga Muhammadiyah setempat mengapresiasi kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan UMM. Menurutnya, kolaborasi seperti ini menjadi hal yang penting dan bermanfaat. Bagaimana kiprah dari lembaga pendidikan yang dilakukan bersama warga Muhammadiyah di daerah-daerah. “Membantu dan memebrikan kebaikan kepada saudara sendiri juga merupakan anjuran yang tertera dalam ajaran agama Islam. Apalagi kegiatan ini memang terlaksana dengan tepat sasaran,” tambahnya. Rangkaian bakti sosial tersebut dimulai dengan penyuluhan terkait car amenjaga kesehatan, terutama saat mengalami nyeri di beberapa lokasi seperti pinggng, punggung dan lainnya. Para warga diajari bagaimana postur yang baik agar tidak mengakibatkan nyeri di kemudian hari. Kemudian mereka juga mendapatkan pengobatan dan pemeriksaan kesehtaan gratis. Sementara itu, anak-anak diajak bermain sederet permainan yang seru. Mulai dari permainan memindahkan tali, pohon dan serigala, tebak kata, hingga lampu hijau merah. Tak lupa, masing-masing anak juga mendapatakan hadiah yang sudah disiapkan tim UMM. Anak-anak juga berkesempatan membaca ratusan buku cerita yang ada di mobil KaCa sembari menunggu adzan magrib. (*)

Baru Dilantik, Ini Nama-nama Lima Wakil Rektor UMM

Lima wakil rektor dan sekretaris universitas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses dilantik pada 5 April 2024 ini. Mereka akan mendukung dan mendampingi rektor baru Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. dalam memimpin Kampus Putih dan melanjutkan pengembangan pendidikan selama lima tahun ke depan. Adapun wakil rektor I UMM bidang pendidikan, pengajaran dan teknologi digital UMM diemban Prof. Akhsanul In’am, Ph.D. dan wakil rektor II dipercayakan pada Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., CA. yang bertanggungjawab di bidang bidang umum dan keuangan. Sementara itu, Dr. Nur Subeki, M.T. tetap dipercaya untuk melanjutkan kiprah sebagai wakil rektor III bidang kemahasiswaan dan alumni. Di bidang riset, pengabdian, dan kerjasama UMM ada nama Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi, PhD. Sebagai wakil rektor IV. Sementara itu, yang menjabat sebagai wakil rektor V ialah Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si. yang bertanggungjawab pada aspek pembinaan AIK dan pengembangan SDM. Terakhir, jabatan sekretaris Kampus Putih kini dipercayakan pada Prof. Dr. Sidik Sunaryo, M.Si., M.Hum. Dalam sambutannya, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc. menjelaskan bahwa ada 95 perguruan tinggi unggul di Indonesia dan 11 di antaranya adalah Muhammadiyah. Jika dilihat lebih teliti, ormas keagamaan yang memiliki universitas unggul adalah Muhammadiyah dan juga dari katolik kristen. Hal itu dikarenakan keduanya telah matang secara kelembagaan. “Hal menarik lainnya adalah bahwa banyak perguruan tinggi Muhammadiyah yang didirikan oleh daerah-daerah tapi pengelolaannya dari pusat. Dari pusat tidak memberikan uang, tapi mengontrol. Sementara rektor di tiap perguruan tinggi juga tidak protes dan ihklas. Etos inilah yang seringkali dianggap aneh oleh teman-teman dari luar negeri,” katanya. Nurmandi menambahkan, dari 11 PTMA yang unggul itu hanya ada empat yang masuk di ranking Asia. Di antaranya UMM, UMY, UAD, dan UMS. Hal ini penting sebagai rekognisi internasional terhadap Muhammadiyah dalam mengelola pendidikan tinggi. Terkait wakil rektor, ia menjelaskan bahwa warek memang teknokratis atau menguasai bidangnya. “Meski begitu, juga ada sisi poltiisnya, yakni bagaimana menjadi opinion leader. Semoga UMM bisa semakin berprestasi di masa yang akan datang,” katanya. Di sisi lain, Rektor UMM Nazaruddin mengatakan bahwa UMM tidak akan kekurangan orang-orang cerdas. Apalagi meamng Kampus Putih dibentuk dari berbagai macam aspek sumber daya manusia yang unggul. Maka dari itu, kerjasama antar SDM menjadi kunci dan mendorong generasi menuju kemajuan. “Tanpa adanya kita semua, organisasi pendidikan UMM ini tidak akan pernah berjalan. Adapun sebagai lembaga pendidikan, UMM harus mampu memberi sinar, energi, dan kekuatan untuk mencetak generasi emas masa depan. Semoga kita semua mampu memperkuat komitmen Muhammadiyah untuk mengembangkan pandangan dan misi Islam berkemajuan,” pungkasnya. (*)

Dosen UMM Beberkan Sederet Manfaat Puasa untuk Mental

Puasa tidak hanya sekedar menahan nafsu haus dan lapar, namun puasa juga berkaitan dengan kesehatan fisik dan mental seseorang. Tak hanya berguna untuk kesehatan fisik, ternyata puasa juga memiliki manfaat untuk kesehatan mental. Dosen program studi  Psikologi Dr. Zainul Anwar, S.Psi., M.Psi., Psikolog Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjelaskan beberapa manfaat puasa untuk kesehatan mental. Pertama, puasa membuat emosi menjadi lebih stabil. Orang yang berpuasa terbiasa untuk menahan atau mengelola emosi. Mulai dari mengelola hal yang sifatnya biologis sampai mengelola hal yang sifatnya psikologis. Sehingga ketika berpuasa, emosi akan lebih terkontrol dan stabil. Kedua, lebih memiliki empati. Ketika berpuasa, sebenarnya kita juga diajarkan untuk berempati. Dengan berempati, mental kita akan berkembang lebih positif dan sehat. “Sebab dengan membantu atau menolong orang lain, otomatis akan membuat psikis kita menjadi lebih bersemangat,” ucapnya. Ketiga, membuat mental menjadi lebih sehat khususnya terkait dengan berbagai tekanan dalam hidup. Contohnya, tekanan stress. Stress akan lebih mudah dikelola dengan berpuasa. Ada pantangan yang harus kita hindari saat berpuasa. Contohnya menggibah, yang secara psikologis itu sifatnya dapat menimbulkan stress. Dengan berpuasa, hal-hal tersebut sebisa mungkin kita hindari yang juga membuat kita terhindar dari stress. Keempat, berpuasa dapat menjadikan kita lebih produktif. Kelima, berpuasa dapat membuat hidup menjadi lebih teratur. Tidak ada dampak negatif yang dihasilkan puasa bagi kesehatan mental seseorang. Dengan catatan, puasanya dijalankan dengan serius. Jika kita hanya sekedar puasa untuk menjalankan kewajiban, pasti kita akan lebih banyak mengeluh. Misalnya mengeluhkan hal yang sifatnya biologis, seperti lapar dan haus. Kemudian menjadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan. “Padahal seharusnya saat berpuasa, kita jadi lebih produktif dan semangat. Tentunya dalam hal-hal yang bersifat positif,” jelasnya. Jika kita menjadikan puasa itu sebagai beban, mungkin dapat membuat kita semakin tertekan dan stress. Namun jika mengikuti aturan puasa yang ada, maka tidak akan menimbulkan efek negatif apapun secara psikologis. Saat merasa stress saat berpuasa, maka cobalah untuk mengubah pola pikir kita. “Cobalah menjalani puasa dengan perasaan yang lebih santai dan bahagia. Puasa Ramadan hanya ada sebulan dalam setahun, maka sambut dan jalankanlah perintah dari Yang Maha Kuasa ini dengan ikhlas. Insyaallah akan ada dampak dan balasan yang indah untuk kita saat atau setelah menjalankannya,” pungkasnya. (*)

Di UMM, Sekretaris PP Muhammadiyah Beberkan Kunci Risalah Islam Berkemajuan

Kunci utama untuk mewujudkan risalah islam berkemajuan dalam sebuah organisasi adalah dengan banyak bersyukur dan ikhlas. Hal itu ditegaskan Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Muhammad Sayuti, S.Pd., M.Pd., M.Ed., Ph.D. dalam Semarak Ramadan Pengajian PP di Universitas Muhammadiyah malang (UMM), 25 Maret lalu. Menurutnya, sikap bersyukur inilah yang akan menjadi energi dan semangat untuk mewujudkan Islam berkemajuan. Ketika manusia bersyukur, maka Allah akan menambah nikmatnya dalam berbagai kondisi. Sayuti mengatakan contoh mudah untuk melihat keberhasilan risalah islam berkemajuan ialah bercermin ke UMM. “Coba dilihat bagaimana kiprah Kampus Putih UMM. Pada tahun 2021 saja pernah menjadi kampus Islam terbaik di dunia dan sering kali mendapat penghargaan,” ucapnya. Sayuti melanjutkan, bahwa organisasi Muhammadiyah yang telah berdiri kurang lebih 115 tahun ini merupakan salah satu organisasi yang berhasil melaksanakan islamisasi dan modernisasi pendidikan. Namun, dibalik hal ini tentu banyak tantangan internal maupun eksternal yang dirasakan. Mulai dari kualitas SDM, kesenjangan pendidikan, kasus korupsi, penegakan hukum, oligarki, dan lain-lain. Cara mengatasinya adalah dengan banyak belajar dan memaknai isi Alquran. Belajar tak harus mengenai agama saja, namun juga dibarengi dengan ilmu sains agar dapat masuk ke ranah global. Kemudian hal yang dapat dilakukan adalah dengan beramal tanpa lelah, mempelajari perubahan zaman dan cara mengatasinya, serta menjadikan Muhammadiyah sebagai patokan untuk berjihad dan berijtihad. “Hal ini perlu diterapkan, khususnya di instansi pendidikan dalam upaya mencetak pendidikan unggul kelas dunia. Para dosen harus banyak belajar dan melakukan riset agar pendidikan dapat semakin maju dan dilihat oleh dunia,” tambahnya. Adapun organisasi Muhammadiyah telah memiliki banyak instansi pendidikan. Mulai dari 440 pesantren, 5.436 sekolah berbasis madrasah sederajat, dan 171 perguruan tinggi. Tak hanya itu, Muhammadiyah juga melakukan ekspansinya dengan mendirikan 31 Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di luar negeri seperti Jepang, USA, Jerman, dan Australia. Belum lagi dengan klinik, unit bisnis, rumah sakit dan lainnya yang merupakan bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Semua hal ini bertujuan untuk mewujudkan penegakan dan menjunjung tinggi nilai keislaman dengan sebenar-benarnya. Di sisi lain, Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UMM Drs. H. Wakidi mengatakan bahwa semarak ramadhan UMM ini merupakan upaya untuk membentuk umat islam yang sebenar-benarnya. Apalagi melihat dan memahami bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Muhammadiyah harus berlandaskan berkemajuan. “Salah satu cirinya seperti yang disebutkan oleh Pak Sayuti yaitu memang harus bertauhid secara murni. Karena bertauhid murni merupakan salah satu ciri risalah Islam berkemajuan,” tegasnya mengakhiri. (tri/wil)

Seberapa Jauh Kewenangan Debt Collector? Begini Penjelasan Dosen UMM

Beberapa waktu lalu, viral seorang polisi yang berseteru dengan dua debt collector. Bahkan hingga terjadi penembakan kepada debt collector yang ingin menagih hutang. Dari kejadian itu, banyak pertanyaan muncul tentang  debt collector, salah satunya terkait seberapa jauh kewenangannya dalam menagih hutang? Hal itu juga menarik perhatian dosen hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dwi Ratna Indri Hapsari, SH., MH. Menurutnya, istilah debt collector sebenarnya mengambil dari bahasa asing yang artinya penagih hutang atau pengumpul hutang. Adapun kegiatan ini biasanya berhubungan dengan perusahaan pembiayaan. Di dalamnya tentu ada konsumen yang meminjam dan harus membayar pinjamannya. Begitupun dalam kegiatan pinjaman online maupun pembiayaan dengan kartu kredit. Sebenarnya, tidak ada peraturan yang menuliskan terkait kewajiban bank untuk memiliki penagih hutang, baik di peraturan OJK No. 35/POJK.05/2018 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan maupun Peraturan OJK No. 10/POJK.05/2022 Tentang Layanan Pendanaan Berbasis Teknologi. Meski begitu, bank bisa menggunakan penyedia jasa penagihan yang bukan dari bagian bank. Indri menjelaskan bahwa debt collector merupakan kegiatan yang legal. Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Diawali dengan keharusan berada di bawah payung badan hukum seperti PT, koperasi, dan lainnya. Kemudian juga memiliki izin usaha serta sumber daya manusianya juga harus berlisensi. “Jadi debt collector tidak hanya berpostur besar dan berparas garang, tapi yang elbih penting adalah sudah memenuhi syarat sebagai penagih hutang,” tambahnya. Tak hanya itu, dalam proses penagihan, debt collector harus memperhatikan etika. Apalagi permasalahan yang sering terjadi terkait penagih hutang adalah aspek etika. Dalam Surat Edaran OJK No. 19/2023 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi, disebutkan bahwa penagih harus menggunakan kartu identitas resmi dilengkapi dengan foto diri. Kemudian mereka tidak diperkenankan menggunakan cara ancaman, kekerasan atau tindakan yang bersifat mempermalukan peminjam. “Penagihan tidak boleh menggunakan tekanan secara fisik maupun verbal. Hindari penggunaan kata atau tindakan yang mengintimidasi dan merendahkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), harkat, martabat, dan harga diri. Baik itu ketika berada di dunia fisik maupun di dunia maya (cyber bullying) kepada peminjam atau kerabat. Penagihan juga tidak dilakukan secara terus menerus yang bersifat mengganggu. Hanya dapat dilakukan melalui jalur pribadi, di tempat alamat penagihan, atau domisili peminjam,” katanya. Melihat peraturan tersebut, maka seorang penagih atau debt collector harus mampu mematuhi berbagai peraturan. Dengan begitu, tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat preoses penagihan.Adapun bagi jasa penagih yang melanggar aturan penagihan pastinya akan mendapat ditindak pidana. “Menjadi seorang penagih hutang adalah pekerjaan yang legal selagi mematuhi koridor yang telah diatur. Jangan sampai bertentangan dengan etika yang sudah ditentukan. Di sisi lain, sebagai debitur, harusnya bisa mengukur kemampuan diri, apakah mampu membayar utang di kemudian hari. Jika merasa tidak mampu, maka lebih baik tidak melakukan pinjaman daripada harus berurusan dengan penagih hutang atau jasa pembiayaan,” tutupnya. (dit/wil)

UMM Sahur on The Road Gandeng Kesenian Bantengan Jabung

Hal menarik kembali digelar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selama Ramadan. Kali ini, bersama My Dormy Hostel UMM dan komunitas Republik Gubuk, mereka melangsungkan Sahur on The Road (SOTR) bersama warga Dusun Busu, Desa Slamparejo, Jabung, Malang pada 28 Maret 2024. Menariknya, kegiatan yang diinisiasi UMM itu juga berkeliling dusun menggunakan pertunjukan bantengan serta gamelan untuk membangunkan sahur para warga. Meski pertunjukkan ini dilakukan pada dini hari, namun teman-teman Kesenian Bantengan Ki Mangku Jati tetap menampilkannya dengan penuh semangat. Muhammad Ainul Yakin selaku koordinator mengatakan, bantengan ini merupakan salah satu budaya Malang dan wujud dari kerjasama. Ini juga menjadi cara mereka untuk melestarikan budaya dan mencegah kepunahan Kesenian Bantengan yang sudah turun temurun dijaga. “Biasanya kami tampil saat ada anggota yang ulang tahun, hajatan, atau juga ketika diundang oleh kampung lain. Tapi kami selalu senang saat bisa menampilkan kesenian bantengan ini,” kata Akin, sapaan akrabnya. Adapun bulan Ramadan menjadi rezeki bagi tim bantengan karena banyak acara yang digelar seperti Gebyak Bantengan yang dilaksanakan sesaat sebelum masuk ke bulan puasa. Termasuk acara SOTR ini yang diinisiasi oleh UMM dan mengajak mereka untuk bekerja sama. Menurut Akin, para warga dan teman-teman merasa senang karena UMM datang dan mengajak kerjasama. Apalagi kedatangan UMM memang selalu dinanti warga dusun karena agendanya yang menyenangkan dan menarik. Hadir pula Fachrul Alamsyah selaku presiden Republik Gubuk yang menjelaskan bahwa Dusun Busu telah mereka konsep sebagai kampung adat. Baginya, dusun ini menjadi salah satu tempat yang harus dilestarikan kearifan lokalnya. Ia berharap semoga Republik Gubuk dapat membuat Gubuk Baca di Desa Slamparejo ini. Ia juga sangat senang karena setiap bulan Ramadhan, Tim dari Kampus Putih selalu datang ke Dusun Busu. “Biasanya UMM mengadakan kegiatan buka bersama, kalau sekarang sahur bersama dan Alhamdulillah masyarakat sangat senang. Sebelumnya, kita juga sudah sering berkolaborasi dengan kampus UMM. Mulai dari berkolaborasi dengan mahasiswa praktikum, KKN, PMM, hingga Kampus Mengajar. Smeoga hubungan baik ini bisa terus berlanjut,” ucapnya. Di sisi lain, koordinator tim UMM Hassanalwildan Ahmad Zain mengatakan, kegiatan SOTR maupun buka bersama memang rutin dilaksanakan Kampus Putih setiap minggu selama Ramadan di beberapa lokasi. Sebelumnya, mereka sudah menyambangi Kampung Warna-Warni Jodipan, bersilaturahmi dengan teman-teman difabel di Gerkatin Malang, dan lainnya. Ini menjadi salah satu cara UMM untuk berbagi manfaat dan turun langsung ke masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi implementasi dari apa yang selalu disampaikan rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si tentang kesalehan sosial. Apalagi di bulan Ramadan yang penuhu berkah, yang mana manusia memang harus bisa memasuki ruang publik dan menebarkan manfaat dan kebaikan. (dev/wil)

Undang Kerabat Media, UMM Ingin Bangun Hubungan Pers di Luar Alam Sadar

Para pimpinan media dan wartawan dari berbagai media lokal maupun nasional hadir dalam silaturahmi dan buka bersama kerabat media yang dilaksanakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Agenda yang digelar 27 Maret itu menjadi momen strategis untuk membangun hubungan dengan pers di luar alam sadar dan secara ikhlas. Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. mengatakan bahwa hubungan antara UMM dan media harus di luar alam sadar, bukan by design atau dibuat-buat. Adapun tradisi kumpur bersama UMM dengan media sudah berlangsung lama, yakni sejak tahun 1997 saat Menko PMK Ri saat ini Muhadjir Effendy menjadi rektor. “Interaksi dan kohesi sosial seperti ini tentu akan menarik bila berjalan di luar alam sadar karena banyak berkaitan denan kehidupan kemanusiaan. Maka, tradisi baik seperti ini memang perlu kita lanjutkan bersama,” tambahnya. Menurutnya, UMM dan awak media juga sudah terasa dekat dan menjalankan hubungan secara ikhlas dan tidak disetting. Artinya, keduanya telah melaksanakan aktivitas jurnalistik yang berimbang, check and balance. Ketika UMM kurang balance, maka perlu upaya untuk kembali membuatnya balance. Begitupun dengan berita dari media yang harus selaku dilakukan check agar lebih lengkap. Nazar menegaskan bahwa hal penting lain yang perlu ditekankan adalah bagaimana cara menyerap berbagai informasi yang diproduksi mediam terutama media mainstream yang masih eksis. UMM harus bisa mendorong kebiasaan untuk tekun membaca. Khususnya media cetak dan mainstream. Bahkan sampaai saat ini UMM masih berlangganan koran yang cukup lengkap. “Setiap pagi, di meja kami ada enam hingga tujuh media. Hampir seluruh terbitan yang masih eksis di Indonesia kami baca,” jelasnya. Ia juga sempat menjelaskan tentang John Naisbitt, penulis buku best seller Mindset dan Megatrends. Bagaimana Naisbitt mampu melihat dan memproyeksikan keadaan dunia dalam lima, sepuluh, bahkan 20 tahun yang akan datang. Maka, UMM juga berupaya untuk membangun ekosistem yang mampu membawa masa depan menjadi lebih baik. Beberapa di antaranya adalah ekosistem media jurnalsitik, pers, perbukuan, keuangan dan bisnis, serta lainnya. “Dengan begitu, kita bisa melihat lebih jelas apa yang akan dihadapi oleh manusia di masa depan. Kita bisa menata langkah dan memberikan solusi untuk masyarakat. Dengan ‘gizi’ yang diberikan oleh media dan pers, kita bisa mencari tahu bagaimana masa depan itu harus dibuat dan diddesain,” ungkapnya. Di sisi lain, salah satu wartawan senior Taufik mengatakan bahwa buka bersama ini juga momen silaturahmi yang strategis dengan UMM. Apalagi selama ini, tim UMM rutin menyediakan dua hingga tiga rilis berita menarik setiap hari yang memberikan informasi baru bagi awak media. “Kualitas tulisan-tulisan dari UMM, baik rilis berita maupun opini, jadi salah satu yang paling bagus dan mudah dinaikkan. Tidak perlu banyak diedit dan bagus,” pungkasnya. (wil)