35 Kampus Negeri dan Swasta Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2026, Mana Pilihan Kamu?

JAKARTA, KalderaNews.com – Inilah daftar 35 kampus negeri dan swasta terbaik di Indonesia versi Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2026. Bagi kamu yang sedang mencari pilihan kampus, daftar berikut bisa menjadi salah satu pertimbangan sebelum menentukan pilihan. Yuk cek mana saja kampus pilihan kamu! Indikator pemeringkatan THE WUR 2026 Pemeringkatan THE WUR menggunakan 18 indikator kinerja yang dikalibrasi secara cermat untuk memberikan perbandingan yang paling komprehensif dan seimbang, serta dipercaya oleh mahasiswa, akademisi, pemimpin universitas, industri, dan pemerintah. Ada 5 pilar evaluasi utama yang dipakai, yakni: Pengajaran (lingkungan belajar) Lingkungan penelitian (volume, pendapatan, dan reputasi) Kualitas penelitian (dampak sitasi, kekuatan penelitian, keunggulan penelitian, dan pengaruh penelitian) Pandangan internasional (staf, mahasiswa, dan penelitian) Industri (pendapatan dan paten) 35 kampus terbaik di Indonesia Nah, dari hasil studi THE WUR, inilah daftar secara berurutan kampus terbaik di Indonesia yang bisa menjadi pilihan kamu: Universitas Indonesia (UI) Universitas Sebelas Maret Solo Binus University Institut Teknologi Bandung (ITB) Universitas Airlangga Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Universitas Padjadjaran (Unpad) Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta Universitas Diponegoro (Undip) Universitas Halu Oleo Universitas Hasanuddin (Unhas) Institut Teknologi Sepuluh November IPB University Universitas Islam Indonesia (UII) Universitas Jember Universitas Negeri Islam Sunan Gunung Djati Bandung Universitas Negeri Malang Telkom University Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Universitas Andalas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Universitas Negeri Padang Universitas Negeri Semarang Universitas Negeri Surabaya Universitas Negeri Yogyakarta Universitas Pendidikan Indonesia Universitas Sriwijaya Universitas Sumatera Utara (USU) Unviersitas Syiah Kuala Universitas Brawijaya Universitas Lampung Universitas Mataram
Kolaborasi dengan UMM Malang, SMAMUSIX Sukses Gelar Ujian Akhir Prodistik Berbasis IT

SMAMUSIX melaksanakan Ujian Akhir Prodistik Berbasis IT bagi siswa kelas XII program Olympiade di UMM pada Sabtu (31/01/2026). (Jamal Wahyudi/PWMU.CO). pwmu.co – SMA Muhamadiyah 6 Paciran (SMAMUSIX) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi digital peserta didik. Hal itu tercermin melalui pelaksanaan Ujian Akhir Prodistik Berbasis IT bagi siswa kelas XII program Olympiade, Sabtu (31/01/2026).Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan berlangsung dengan lancar serta tertib di lingkungan kampus UMM, Malang. Ujian akhir Prodistik ini menjadi tahap penting bagi siswa kelas XII Olympiade SMAMUSIX sebagai bentuk evaluasi akhir atas pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi yang telah ditempuh selama mengikuti program Prodistik. Materi ujian mencakup berbagai kompetensi berbasis IT. Seperti presentasi cara pembuatan robot, pemanfaatan teknologi digital, hingga pemahaman dasar sistem informasi yang relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan dan kerja saat ini. Langkah Strategis SMAMUSIX Kepala SMAMUSIX, Siswati, menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini dengan baik. Ia menegaskan bahwa kerja sama dengan UMM Malang merupakan langkah strategis sekolah dalam menyiapkan lulusan yang unggul dan berdaya saing di era digital. “Ujian akhir Prodistik ini bukan sekadar penilaian akademik, tetapi juga upaya sekolah dalam membekali siswa dengan keterampilan IT yang aplikatif” tutur Siswati. “Kami sangat berterima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Malang atas kolaborasi dan fasilitas yang diberikan, sehingga siswa dapat merasakan suasana ujian berbasis perguruan tinggi” tambahnya. Lebih lanjut, ia berharap program Prodistik dapat menjadi nilai tambah bagi siswa SMAMUSIX. Baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun untuk menghadapi tantangan di dunia kerja. Menurutnya, penguasaan teknologi informasi menjadi salah satu kunci utama kesuksesan generasi muda di masa depan. Testimoni Peserta Ujian Salah satu peserta ujian, Nawwaf Dzia’ul Haq, turut menyampaikan kesannya terhadap pelaksanaan ujian akhir Prodistik ini. Ia mengaku senang dan termotivasi karena dapat mengikuti ujian langsung di lingkungan kampus UMM Malang. “Ujian Prodistik ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Selain menguji kemampuan IT yang sudah dipelajari, kami juga bisa merasakan suasana akademik di kampus” tegas Nawwaf. “Ini menambah semangat dan kepercayaan diri untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi” ungkap siswa kelas XII Olympiade IT tersebut. Dengan suksesnya pelaksanaan ujian akhir Prodistik berbasis IT ini, SMAMUSIX berharap program Prodistik dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi siswa. Semoga kolaborasi dengan UMM Malang juga dapat terus berlanjut sebagai bentuk sinergi antara sekolah menengah dan perguruan tinggi dalam mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi perkembangan teknologi di masa depan. *) Penulis : Jamal Wahyudi | Editor : Danar Trivasya Fikri
Suicide di Kalangan Mahasiswa, Kepala BK UMM: Tanpa Resiliensi Rentan Terjebak Pola Pikir Sempit

MALANG POST – Rentetan kasus percobaan bunuh diri (suicide) di kalangan mahasiswa kembali mengusik ruang publik. Beberapa di antaranya bahkan terjadi di lokasi yang sama, memunculkan kegelisahan sekaligus keprihatinan mendalam terhadap kondisi psikologis mahasiswa saat ini. Peristiwa tersebut tidak dapat dipandang semata sebagai kejadian individual, melainkan sebagai gambaran persoalan kesehatan mental yang lebih kompleks, khususnya yang dialami mahasiswa rantau. Kepala Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Cahyaning Suryaningrum, M.Si., Psikolog, yang akrab disapa Naning, menjelaskan. Bahwa mahasiswa rantau secara alamiah memiliki kerentanan terkait masalah adaptasi. Perpindahan dari lingkungan rumah ke tanah perantauan menuntut kemampuan adaptasi yang tidak ringan. Jika tidak dibarengi dengan dukungan sosial yang kuat, kerentanan ini dapat memicu berbagai masalah psikologis. “Mahasiswa rantau itu rentan karena mereka tidak tinggal bersama orang tua atau di lingkungan yang biasa mereka tempati. Mereka berisiko mengalami problem psikologis ketika dukungan sosial atau kemampuan adaptasinya rendah,” jelas Naning kepada Tim Humas UMM, 27 Januari 2026. Menariknya, meski tekanan akademik kerap dituding sebagai biang keladi, Naning mengungkapkan fakta lain dari ruang konseling. Banyak kasus yang ditangani justru berakar dari rapuhnya ketahanan keluarga. Masalah pendidikan atau skripsi sering kali hanya menjadi “pemicu” dari tumpukan beban emosional yang telah dibawa mahasiswa dari rumah. Menurutnya, bekal utama seorang mahasiswa bukan hanya kecerdasan intelektual, melainkan mental yang terlatih untuk berjuang dan menghadapi ketidakenakan hidup. Tanpa “senjata” berupa ketahanan mental (resiliensi), mahasiswa cenderung terjebak dalam cara berpikir yang sempit ketika menghadapi persoalan. “Pada dasarnya, tekanan akademik merupakan hal yang wajar dan tidak terpisahkan dari proses pendidikan. Tekanan dalam taraf wajar justru penting agar mahasiswa belajar menjadi lebih fokus.” “Namun, yang menjadi landasan utama adalah sejauh mana seseorang telah dibekali ketahanan mental, memahami makna berjuang, serta terbiasa menghadapi proses jatuh bangun dalam kehidupan,” tambahnya. Fenomena pemilihan lokasi yang sama dalam percobaan bunuh diri juga menjadi perhatian. Menurut Naning, hal tersebut berkaitan dengan kondisi psikologis individu yang sudah berada dalam situasi terdesak dan berpikir sempit. Paparan cerita atau pemberitaan sebelumnya dapat membentuk gambaran tertentu di benak mahasiswa yang rapuh, sehingga lokasi tersebut dianggap sebagai pilihan. Pada titik ini, peran lingkungan menjadi sangat krusial. BK UMM menekankan pendekatan konseling yang berorientasi pada pemberdayaan. Mahasiswa tidak sekadar dibantu memahami masalahnya, tetapi juga diajak mengenali kekuatan diri serta sumber persoalan yang dihadapi. “Kami berharap mahasiswa dapat menyadari bahwa mereka memiliki kapasitas dan potensi untuk menghadapi serta keluar dari permasalahannya. Dengan demikian, pendampingan konselor berfungsi sebagai penguat, bukan sebagai satu-satunya tumpuan,” tegas Naning. Naning juga menekankan pentingnya coping mechanism yang sehat, yakni cara individu melepaskan emosi negatif sebelum menumpuk dan meledak (blow up). Hal-hal sederhana seperti berolahraga, mendengarkan musik, atau melakukan aktivitas yang disukai, misalnya sekadar menikmati makanan favorit dapat menjadi saluran emosi yang efektif jika dilakukan dengan penuh penghayatan. Selain peran profesional, lingkungan terdekat seperti teman kos dan teman sebaya menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan. Mendengarkan tanpa menghakimi, menjaga kerahasiaan, serta menghindari sikap menyepelekan atau menertawakan masalah teman merupakan langkah sederhana, tetapi berdampak besar. Kesalahan kecil seperti membocorkan cerita pribadi justru dapat memperparah kondisi psikologis seseorang. Melalui pendekatan preventif dan promotif, BK UMM berharap mahasiswa mampu mengenali kondisi psikologisnya sejak dini. Sebab, pada akhirnya, setiap masalah selalu memiliki jalan keluar meskipun tidak selalu ideal selama pikiran tidak dibiarkan tertutup oleh kabut keputusasaan.(*/M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)
Inovasi Tak Selalu Lahir dari Lab Canggih: Mahasiswa UMM Ciptakan Steam Press Ecoprint

MALANG POST – Inovasi teknologi tidak selalu lahir dari laboratorium canggih atau proyek berskala besar. Di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), solusi bagi pelaku UMKM justru dirancang dari ruang kelas. Melalui mata kuliah Perancangan dan Pengembangan Produk (P3), mahasiswa Teknik Industri UMM menghadirkan Steam Press Ecoprint, sebuah alat produksi yang menawarkan efisiensi sekaligus peningkatan kualitas pada proses ecoprint. Inovasi tersebut dikembangkan oleh Iqbal Rafif Yuliono, mahasiswa Program Studi Teknik Industri UMM angkatan 2023, bersama timnya. Gagasan ini berangkat dari pengamatan langsung terhadap praktik ecoprint di lapangan yang masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama pada konsistensi hasil dan durasi produksi. Iqbal menuturkan bahwa proses ecoprint yang umum digunakan pelaku usaha masih mengandalkan metode manual atau sistem otomatis sederhana. Keduanya dinilai belum mampu menghasilkan kualitas warna dan detail motif yang optimal. Dari persoalan itulah, ide untuk menggabungkan sistem manual dan otomatis mulai dirumuskan. “Kami melihat ecoprint itu biasanya dilakukan secara manual atau otomatis. Dari situ muncul ide untuk menggabungkan keduanya dengan memanfaatkan mesin press yang dipadukan dengan sistem uap,” ujar Iqbal saat diwawancara Tim Humas UMM, 27 Januari lalu. Steam Press Ecoprint bekerja dengan mengintegrasikan panas, uap, dan tekanan melalui pelat logam pada mesin press. Pendekatan ini berbeda dari metode kukus konvensional yang menggunakan air secara langsung dan kerap menghasilkan warna yang kurang tajam serta motif yang tidak merata. Berdasarkan hasil uji coba, penggunaan uap bertekanan terbukti mampu memunculkan warna kain yang lebih kuat dan detail motif yang lebih jelas. Metode ini juga membantu menjaga konsistensi hasil, terutama pada produksi dalam jumlah lebih banyak. “Ketika kami bandingkan, hasil ecoprint menggunakan uap melalui mesin press warnanya jauh lebih keluar dan motifnya lebih tegas dibandingkan metode kukus biasa,” tambahnya. Alat ini telah diuji coba secara terbatas pada pelaku UMKM, salah satunya Kenikir Natural Ecoprint yang berlokasi di Bululawang, Kabupaten Malang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Steam Press Ecoprint mampu menghasilkan warna yang lebih konsisten, sekaligus meningkatkan kualitas visual kain ecoprint. Dari sisi efisiensi, Steam Press Ecoprint tidak semata-mata mengejar kecepatan produksi. Alat ini justru dirancang untuk menyesuaikan proses dengan tingkat detail motif yang diinginkan. Dengan demikian, pelaku usaha tetap dapat menghasilkan kain ecoprint yang presisi dan memiliki nilai jual lebih tinggi. Steam Press Ecoprint juga dirancang agar ramah bagi UMKM skala kecil. Alat ini fleksibel digunakan pada berbagai jenis kain, bahkan beberapa material dengan tekstur tertentu menunjukkan hasil motif yang lebih maksimal ketika diproses menggunakan sistem uap dan tekanan. Dalam proses perancangannya, Iqbal mengakui peran dosen pembimbing sangat krusial, terutama dalam mendorong mahasiswa agar peka terhadap kebutuhan masyarakat dan mampu menghadirkan inovasi yang aplikatif. Ke depan, ia berharap Steam Press Ecoprint dapat dikembangkan dengan kapasitas yang lebih besar, struktur yang lebih kuat, serta sistem pengoperasian yang semakin sederhana. “Jangan takut mencoba. Mulai saja dulu, karena dari proses itulah kita belajar memahami masalah dan menemukan solusi yang benar-benar dibutuhkan,” pesannya. Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Industri UMM, Dr. Dana Marsetiya Utama, M.T., mengapresiasi karya mahasiswa tersebut sebagai bukti nyata keberhasilan pembelajaran berbasis praktik. Menurutnya, inovasi ini menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam berpikir kritis, mengolah ide, dan menerapkan konsep perkuliahan untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat. Ia berharap karya tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi. Prodi Teknik Industri UMM, lanjutnya, berkomitmen mendorong pengembangan karya mahasiswa agar tidak berhenti sebagai tugas akademik semata, melainkan mampu memberi manfaat luas bagi masyarakat. “Kami ingin mahasiswa berani mencoba, peka terhadap masalah di sekitarnya, dan mampu menghadirkan solusi yang relevan melalui karya-karya inovatif,” tutupnya.(*/M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)
Bahasa Arab Masuk Era Digital, PBA UMM Gelar Festival Skala Nasional

PBA UMM Gelar Festival Skala Nasional, Bahasa Arab Masuk Era Digital.(Ist) Malangpariwara.com – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan perannya sebagai motor penggerak pengembangan bahasa Arab di Indonesia melalui Al Arabiyah Festival Expo (ALEPO) 2026. Ajang kejuaraan nasional yang digelar pada 30–31 Januari 2026 ini menghadirkan lima cabang lomba bahasa Arab yang kompetitif, yakni Kitabah, Ghina Arabi, Qiraatul Kutub, dan Olimpiade Bahasa Arab untuk siswa SMA/MA sederajat, serta debat bahasa Arab untuk kategori mahasiswa, sekaligus menegaskan inovasi pembelajaran bahasa Arab berbasis digital. Ketua Pelaksana ALEPO 2026, Rizki Saputra saat memaparkan materi(ist) Ketua Pelaksana ALEPO 2026, Rizki Saputra, menjelaskan bahwa nama “ALEPO” memiliki filosofi tersendiri. Nama tersebut diambil dari salah satu kota di Suriah yang dikenal sebagai pionir pengembangan peradaban dan teknologi dunia. Filosofi ini kemudian diterjemahkan ke dalam konsep kegiatan yang menggabungkan kekuatan tradisi bahasa Arab dengan pendekatan pembelajaran modern. “Kami ingin membawa branding bahasa Arab yang tidak kaku, tetapi progresif dan dekat dengan dunia digital. Filosofi ALEPO itu kami bawa ke konsep kegiatan, mulai dari jenis lomba, sistem penilaian, hingga pemanfaatan teknologi dalam pelaksanaannya,” jelas Rizki. Ia menambahkan, ALEPO 2026 dirancang bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan eksplorasi bagi generasi muda untuk melihat bahasa Arab dari perspektif yang lebih luas. Menurutnya, bahasa Arab tidak lagi cukup dipahami sebatas bahasa kitab atau kelas formal, melainkan juga sebagai bahasa ilmu pengetahuan, budaya, dan komunikasi global. “Melalui ALEPO, kami ingin menumbuhkan kepercayaan diri peserta bahwa bahasa Arab itu relevan, hidup, dan bisa menjadi bekal masa depan. Apalagi di era digital, peluang pengembangan bahasa Arab justru semakin terbuka,” ujarnya. Rizki juga menekankan bahwa keterlibatan mahasiswa sebagai penggerak utama kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa PBA UMM mampu merespons tantangan zaman secara kreatif. Ia berharap ALEPO dapat terus berkembang dan menjadi agenda nasional yang konsisten dalam mendorong inovasi pembelajaran bahasa Arab di Indonesia. “Kami berharap ALEPO tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi tumbuh menjadi ekosistem yang menghubungkan pelajar, mahasiswa, dan praktisi bahasa Arab di seluruh Indonesia,” pungkasnya. Sementara itu, Ketua Program Studi PBA UMM, Mochammad Firdaus, M.Ed., memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi mahasiswa dalam menyelenggarakan agenda berskala nasional tersebut. Menurutnya, ALEPO tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang aktualisasi dan apresiasi bagi pelajar tingkat menengah untuk menumbuhkan minat terhadap bahasa Arab. “Kegiatan ini sangat positif dan strategis. ALEPO mampu menghadirkan wajah pembelajaran bahasa Arab yang kreatif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Firdaus. Ia menambahkan, pengangkatan tema digitalisasi pada ALEPO 2026 dinilai tepat sebagai respons atas pergeseran ekosistem pembelajaran bahasa Arab ke ranah digital. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki visi jangka panjang. “Mahasiswa mampu membaca tantangan zaman. Digitalisasi ini menjadi bukti bahwa pembelajaran bahasa Arab juga bisa mengikuti perkembangan teknologi,” imbuhnya. Melalui ALEPO 2026, Program Studi PBA UMM semakin mengukuhkan diri sebagai program studi yang progresif dan peduli terhadap pengembangan potensi generasi muda. Kegiatan ini diharapkan terus menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan bahasa Arab di Indonesia.(Djoko W)
Tapak Suci UMM Gelar Ujian Kenaikan Tingkat, Perkuat Ideologi dan Karakter Dosen-Karyawan

UKT Tapak Suci Dosen dan Karyawan Universitas Muhammadiyah Malang. Foto: Mujiono/PWMU.CO. pwmu.co –Tapak Suci Putera Muhammadiyah Dosen-Karyawan Cabang Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) sebagai bagian dari program pembinaan berkelanjutan bagi para anggotanya. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (30/1/2026), mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai, bertempat di Aula BAU UMM, dan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, Ak., MM., CA. UKT ini bukan sekadar agenda teknis bela diri, tetapi memiliki misi yang lebih luas. Salah satu pelatih yang terlibat, Muhammad Taufik, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana penguatan peran dosen dan karyawan dalam organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah. “Tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong dosen dan karyawan untuk aktif dalam ortom. Selain melatih keterampilan bela diri, UKT juga bertujuan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Tidak kalah penting, kegiatan ini juga menanamkan ideologi Muhammadiyah sekaligus menguatkan nilai-nilai keislaman,” ujarnya. Tapak Suci dikenal sebagai perguruan seni bela diri yang berlandaskan ajaran Islam dan nilai-nilai Muhammadiyah. Di lingkungan UMM, pembinaan ini ditujukan kepada dosen dan tenaga kependidikan sehingga UKT menjadi momentum penting untuk menilai kesiapan fisik, mental, maupun spiritual para peserta. Menurut kader Tapak Suci UMM, Mujiono, proses UKT menilai peserta secara menyeluruh. “Penilaian tidak hanya mencakup teknik jurus dan kondisi fisik, tetapi juga sikap, kedisiplinan, serta komitmen terhadap nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa keberadaan Tapak Suci di kampus tidak hanya memperkuat budaya hidup sehat, tetapi juga mempererat silaturahmi antarpegawai lintas unit. Didukung Pelatih dan Kader Pelaksanaan UKT melibatkan jajaran pendekar dan pelatih berpengalaman, antara lain Muhammad Taufik, Robby Harmono, Kusmadiyono, Bintal Yudana, dan Syaful. Kegiatan ini juga didukung oleh kader Tapak Suci UMM, yakni Hasyim, Mujiono, dan Irfan yang membantu proses teknis serta pembinaan peserta selama masa persiapan. Kolaborasi antara pelatih dan kader menunjukkan bahwa pembinaan Tapak Suci di UMM berjalan secara sistematis dan terstruktur. Di tengah padatnya aktivitas akademik dan administrasi kampus, latihan Tapak Suci menjadi sarana menjaga kebugaran jasmani. Lebih dari itu, UKT berfungsi sebagai wahana pembentukan karakter peserta. Taufik juga menjelaskan bahwa Tapak Suci bukan sekadar olahraga, melainkan juga merupakan dakwah melalui pembinaan pribadi “Tapak Suci bukan sekadar olahraga, melainkan juga dakwah melalui pembinaan pribadi. Dosen dan karyawan yang aktif di sini diharapkan menjadi teladan dalam kedisiplinan, etika, dan semangat keislaman,” paparnya. Pembina Tapak Suci Dosen-Karyawan UMM, Ahmad Zakaria, menegaskan bahwa Tapak Suci di kampus bukan hanya wadah latihan fisik, tetapi juga sarana pembinaan karakter. “Kami ingin dosen dan karyawan UMM memiliki ketangguhan jasmani, ketenangan mental, serta komitmen ideologis yang kuat terhadap nilai-nilai Muhammadiyah. Tapak Suci menjadi ruang untuk menempa diri, agar kader persyarikatan tetap sehat, berakhlak mulia, dan siap berdakwah di mana pun berada,” ungkapnya. Dengan demikian, UKT tidak hanya menandai peningkatan kemampuan keilmuan, tetapi juga penguatan komitmen moral dan ideologis peserta terhadap Muhammadiyah. Keberadaan Tapak Suci Dosen-Karyawan UMM dinilai memberikan kontribusi positif terhadap atmosfer kampus karena menciptakan ruang interaksi yang lebih cair di luar rutinitas pekerjaan formal. (*) *) Penulis : Alexs Mac | Editor : Ni’matul Faizah
Bekal Rifqi, Alumnus Manajemen UMM yang Berkarier di BUMN Tak Cuma IPK

Tak Cuma IPK, Ini Bekal Nyata Alumnus Manajemen UMM yang Berkarier di BUMN MALANG| JATIMSATUNEWS.COM: Latar belakang pendidikan Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi fondasi penting bagi perjalanan karier Muhammad Rifqi Fakhar, S.M., alumnus yang kini berkiprah di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia menilai, proses pembelajaran di Program Studi Manajemen UMM tidak hanya menekankan penguasaan teori, tetapi juga membentuk pola pikir manajerial yang sistematis dan relevan dengan dunia kerja yang sarat regulasi, tanggung jawab, serta pengambilan keputusan strategis. Menurut Alumnus angkatan 2018 itu, kekuatan utama yang ia rasakan selama menempuh studi bukan terletak pada satu mata kuliah tertentu, melainkan pada cara berpikir yang dibangun secara berkelanjutan. Mata kuliah seperti Manajemen Sumber Daya Manusia, Perilaku Organisasi, Manajemen Strategik, hingga Studi Kelayakan Bisnis (SKB) membiasakan mahasiswa melihat persoalan secara menyeluruh, mulai dari perumusan tujuan, proses pelaksanaan, analisis risiko, hingga evaluasi hasil. “Kalau flashback waktu masih kuliah dulu, yang paling berpengaruh justru bukan satu mata kuliah tertentu, tapi cara berpikir manajerial yang dibangun. Pola pikir ini sangat membantu ketika harus menghadapi persoalan kompleks di lingkungan kerja profesional,” ujarnya. Dalam praktik kerja, Rifqi sapaan akrabnya merasakan bahwa kemampuan analisis, komunikasi, dan kerja tim menjadi kompetensi yang paling cepat terpakai sejak awal memasuki dunia kerja. Namun, ia juga menyadari ada sejumlah aspek yang baru benar-benar terasa krusial setelah terjun langsung, terutama di organisasi besar seperti BUMN yang menuntut ketelitian tinggi dan kepatuhan terhadap prosedur. Disiplin administrasi, manajemen waktu, serta ketelitian yang di lingkungan kampus kerap dianggap sepele justru menjadi faktor penentu kredibilitas di dunia profesional. Selain aspek akademik, keterlibatan dalam kegiatan nonakademik seperti organisasi kemahasiswaan dan kompetisi juga dinilainya berperan besar dalam membentuk kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Kompetensi tersebut, menurutnya, kerap diuji dalam dunia kerja yang dinamis dan penuh tekanan. “Adaptasi terbesar di awal karier adalah ritme kerja yang cepat dan besarnya tanggung jawab. Pekerjaan di BUMN bukan hanya soal menyelesaikan tugas, tetapi memastikan setiap proses dan keputusan selaras dengan standar operasional prosedur (SOP), regulasi, serta berdampak luas bagi banyak pihak. Di kantor, pekerjaan bukan cuma soal deadline, tapi juga akuntabilitas dan kepatuhan,” katanya. Ia menambahkan, koordinasi lintas unit, penyusunan laporan, analisis data, hingga proses pengambilan keputusan menuntut ketelitian dan kesiapan mental sejak hari pertama bekerja. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa tantangan dunia kerja sering kali baru benar-benar terasa setelah lulusan terjun langsung. Karena itu, Rifqi menekankan pentingnya penguasaan hard skill dasar sejak masih berstatus mahasiswa, seperti kemampuan mengolah data menggunakan spreadsheet, menyusun laporan dan presentasi profesional, serta memahami alur proses bisnis. Meski terlihat sederhana, keterampilan tersebut justru paling sering digunakan dan menjadi penilaian utama pada fase awal karier. “Selain hard skill, sikap kerja adalah faktor penentu keberlanjutan karier. Kemauan belajar, kreativitas, serta kemampuan bekerja dengan berbagai karakter orang menjadi soft skill utama untuk bertahan dan berkembang. Organisasi, magang, dan aktivitas luar kelas sangat berperan dalam membentuk mental kerja nyata, mulai dari menghadapi target, konflik, tanggung jawab, hingga menjaga etika profesional,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa IPK hanyalah tiket masuk, bukan penentu akhir. Bagi perekrut, pengalaman nyata, pemahaman terhadap kontribusi diri, serta sikap rendah hati namun tetap percaya diri menjadi nilai utama. Menurut Rifqi, Manajemen UMM telah membangun kebiasaan profesional sejak dini, karena karier sejatinya dibentuk dari konsistensi menjaga sikap-sikap kecil dalam keseharian.(ANS)
Pelatihan Menulis Biografi di SMAN 1 Kota Malang Hasilkan Buku Keteladanan Kepala Sekolah

KLIKTIMES.COM | KOTA MALANG- SMA Negeri 1 Kota Malang menggelar pelatihan menulis teks biografi secara logis dan kreatif bagi murid kelas X, XI, dan XII pada Selasa (16/9/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula Mitreka Baca SMA Negeri 1 Kota Malang ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (FKIP UMM). Pelatihan tersebut dikoordinatori oleh Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si., dosen Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM, dengan Dr. Erna Yayuk, M.Pd., dosen Pendidikan Profesi Guru FKIP UMM, sebagai anggota tim pelaksana. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan literasi murid, khususnya dalam menulis teks biografi yang tidak hanya akurat secara faktual, tetapi juga memiliki daya narasi yang kuat dan bernilai reflektif. Kepala SMA Negeri 1 Kota Malang, Dr. Basuki Agus Putra Priyana, M.Pd., hadir dan secara resmi membuka kegiatan pelatihan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelatihan menulis biografi memiliki makna strategis bagi penguatan budaya literasi di sekolah, sekaligus menjadi sarana pembelajaran karakter melalui penulisan kisah hidup tokoh yang inspiratif. “Menulis biografi bukan hanya tentang merangkai peristiwa kehidupan seseorang, tetapi juga tentang menangkap nilai-nilai keteladanan, kepemimpinan, dan kemanusiaan yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Basuki Agus Putra Priyana dalam sambutannya. Ia juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan perguruan tinggi dalam mendampingi murid secara langsung. Menurutnya, kolaborasi antara sekolah dan universitas merupakan langkah konkret dalam memperkaya pengalaman belajar siswa, terutama dalam bidang literasi dan kepenulisan. Peserta pelatihan dari SMA Negeri 1 Kota Malang tampak aktif mencoba menulis premis teks biografi secara langsung dalam sesi praktik, dengan pendampingan narasumber pada kegiatan Pelatihan Pengembangan Literasi Menulis Teks Biografi secara Logis dan Kreatif di Aula Mitreka Baca, Selasa (16/9/2025). (HO/KLIKTIMES.COM) “Saya berharap melalui pelatihan ini, murid tidak hanya mampu menulis dengan baik, tetapi juga belajar berpikir kritis, jujur terhadap data, dan peka terhadap nilai-nilai yang ada di sekitar mereka,” tambahnya. Kegiatan pelatihan ini turut dihadiri oleh Moh. Syaiful Hafid, S.Pd., M.H., G.r., Kepala Perpustakaan Mitreka Baca SMA Negeri 1 Kota Malang. Kehadiran pihak perpustakaan menegaskan peran strategis literasi sekolah sebagai pusat pengembangan minat baca dan tulis siswa, sekaligus sebagai ruang pendukung kegiatan akademik dan nonakademik. Dalam sesi pelatihan, Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si. bertindak sebagai pemateri utama yang menyampaikan materi penulisan biografi dari aspek kebahasaan dan tata tulis. Materi yang diberikan mencakup pemahaman struktur teks biografi, prinsip logika penulisan, ketepatan penggunaan bahasa, serta teknik menyusun alur cerita berdasarkan fakta dan kronologi kehidupan tokoh. Menurut Daroe, menulis biografi menuntut keseimbangan antara ketepatan data dan kekuatan narasi. Oleh karena itu, murid perlu dibekali kemampuan untuk mengolah fakta menjadi cerita yang utuh tanpa kehilangan akurasi. “Biografi bukan sekadar laporan kehidupan, tetapi juga narasi yang hidup. Murid perlu belajar bagaimana memilih peristiwa penting, menghubungkannya secara logis, dan menyajikannya dengan bahasa yang efektif serta bermakna,” jelas Daroe saat menyampaikan materi. Ia juga menambahkan bahwa pelatihan ini bertujuan melatih sensitivitas murid dalam membaca realitas sosial dan kemanusiaan melalui tokoh yang ditulis. Kegiatan menulis ini tidak hanya menjadi tugas akademik, tetapi juga sarana refleksi diri. “Harapan kami, adik-adik peserta pelatihan dapat memahami bahwa menulis biografi adalah proses belajar tentang nilai, keteladanan, dan perjalanan hidup manusia. Ini penting untuk membangun karakter dan empati,” ujarnya. Sementara itu, Dr. Erna Yayuk, M.Pd. menyampaikan materi lanjutan yang berfokus pada proses penggalian ide dan strategi menuangkan gagasan ke dalam tulisan biografi. Ia menekankan pentingnya tahapan pramenulis, seperti pengumpulan data, wawancara, dan pengamatan, sebelum murid mulai menyusun teks secara utuh. Menurut Erna, banyak tulisan biografi yang lemah bukan karena kurangnya data, melainkan karena kurang terlatihnya penulis dalam mengolah ide dan menyusun narasi secara sistematis. “Murid perlu memahami bahwa menulis biografi adalah proses. Ada tahap merencanakan, menulis, merevisi, dan menyunting. Semua tahapan itu sama pentingnya,” jelasnya saat memaparkan materi. Pelatihan ini dirancang secara interaktif dengan mengombinasikan pemaparan materi, diskusi, dan latihan menulis. Murid dilibatkan secara aktif untuk bertanya, berdiskusi, serta mencoba menyusun bagian-bagian awal teks biografi berdasarkan panduan yang diberikan oleh pemateri. Kegiatan pelatihan menulis biografi ini merupakan bagian dari program besar penulisan buku kumpulan biografi yang melibatkan guru, tenaga kependidikan, dan murid SMA Negeri 1 Kota Malang. Buku tersebut disiapkan sebagai bentuk penghormatan dan kenang-kenangan bagi Dr. Basuki Agus Putra Priyana, M.Pd., yang akan memasuki masa purna bakti pada Maret 2026 mendatang. Melalui buku ini, murid menuliskan pandangan, pengalaman, dan refleksi mereka terhadap sosok kepala sekolah yang dinilai memiliki peran penting dalam perjalanan pendidikan di SMA Negeri 1 Kota Malang. Buku tersebut diharapkan menjadi dokumentasi sejarah sekaligus sumber inspirasi bagi generasi selanjutnya. Saat ini, proses penulisan buku telah dinyatakan selesai dan memasuki tahap penyuntingan di penerbit. Buku tersebut diberi judul “Di Antara Pagi dan Keteladanan: Jejak Kepemimpinan Basuki Agus Priyana Putra dalam Pandangan Warga SMA Negeri 1 Kota Malang”. Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si. menyampaikan bahwa keterlibatan warga SMA Negeri 1 Kota Malang dalam proyek penulisan buku ini merupakan bentuk pembelajaran autentik yang penting untuk dikembangkan di sekolah. “Ketika murid menulis untuk tujuan nyata dan menghasilkan karya yang dibukukan, mereka belajar bertanggung jawab terhadap tulisannya. Ini pengalaman literasi yang sangat berharga,” ungkapnya dalam penutup pelatihan menulis teks biografi. Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Universitas Muhammadiyah Malang dan SMA Negeri 1 Kota Malang menegaskan komitmen bersama dalam mengembangkan budaya literasi berbasis kolaborasi. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan menulis murid, memperkaya khazanah literasi sekolah, serta melahirkan karya tulis yang memiliki nilai edukatif, historis, dan inspiratif bagi masyarakat luas.
Kisah Melani Rahma Putri, Mahasiswi UMM yang Menyalakan Apotek 24 Jam

MAKLUMAT — Melani Rahma Putri suatu pagi, baru saja menyelesaikan praktikum. Jas laboratorium masih tergantung rapi ketika ponselnya bergetar. Ada pesan dari apotek. Stok obat perlu dicek, seorang pelanggan meminta konsultasi. Bagi Melani, situasi semacam itu sudah jadi keseharian. Mahasiswa semester tujuh Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang angkatan 2022 itu menjalani dua dunia sekaligus. Siang hari ia duduk di bangku kuliah, malam hingga dini hari memastikan apotek miliknya tetap beroperasi 24 jam. Sejak September 2025, usaha itu resmi berjalan. Langkah Melani terbilang tak lazim. Di usia ketika banyak mahasiswa masih fokus menuntaskan skripsi, ia sudah mengelola bisnis layanan kesehatan. Tantangannya jelas: membagi waktu, tenaga, dan pikiran. Namun Melani memilih jalan itu dengan sadar. “Dari awal memang ingin punya apotek,” ujar Melani dikutip dari laman UMM, Jumat (30/1/2026). Keinginan itu bukan muncul mendadak. Melani merupakan lulusan SMK Farmasi. Selepas itu, ia melanjutkan pendidikan S1 Farmasi. Jalur pendidikan yang lurus membuatnya akrab dengan dunia obat sejak usia belia. Pengalaman tersebut menjadi bekal saat ia memutuskan membuka apotek sendiri. Apotek yang dirintis Melani tak sekadar tempat jual beli obat. Konsepnya pelayanan komprehensif dan humanis. Setiap pasien didorong untuk berkonsultasi lebih dulu sebelum menerima obat. Riwayat penyakit ditanyakan, penggunaan obat dijelaskan, hingga cara penyimpanan diterangkan dengan detail. “Supaya tidak terjadi medication error,” katanya. Dalam struktur usaha, Melani berperan sebagai Pemilik Sarana Apotek (PSA). Untuk layanan kefarmasian, ia menggandeng dua apoteker resmi. Pembagian tugas itu dilakukan agar operasional tetap sesuai aturan dan standar profesi. Kesibukan di apotek tak membuat Melani menjauh dari masyarakat. Bersama tim, ia rutin ikut kegiatan warga—mulai tingkat RT hingga desa. Di sana, apoteknya membuka layanan cek kesehatan gratis. Gula darah, asam urat, kolesterol, hingga tekanan darah bisa diperiksa tanpa biaya. “Itu bagian dari edukasi. Banyak orang baru sadar pentingnya kesehatan setelah dicek langsung,” ujarnya. Sebagai generasi Z, Melani juga akrab dengan dunia digital. Media sosial seperti TikTok dan Instagram dimanfaatkan untuk edukasi kesehatan sekaligus promosi. Pemesanan obat dilayani secara daring lewat WhatsApp. Untuk pelanggan dalam radius dua kilometer, tersedia layanan antar gratis. Pegawai dari Gen Z Pengelolaan SDM pun ia sesuaikan dengan zamannya. Pegawai direkrut dari kalangan Gen Z berlatar belakang farmasi. Mereka tak hanya melayani pelanggan, tapi juga aktif membuat konten edukasi kesehatan untuk media sosial apotek. Di tengah padatnya aktivitas, Melani tetap berstatus mahasiswa aktif. Baginya, kuliah dan usaha bukan dua hal yang saling meniadakan. Justru sebaliknya, keduanya saling menguatkan. “Ilmu dari kampus bisa langsung dipraktikkan. Dan pengalaman di lapangan bikin saya lebih paham saat belajar,” katanya. Melani tak mengklaim dirinya istimewa. Ia hanya memulai lebih awal. Namun dari apotek yang lampunya tak pernah padam itu, tersimpan pesan sederhana: ilmu tak harus menunggu wisuda untuk memberi manfaat.***
Kesempatan Kuliah Gratis! Ini 8 Beasiswa UMM 2026 yang Bisa Daftar

BANYUMASEKSPRES.ID, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuka kesempatan beasiswa bagi calon mahasiswa tahun 2026. Program ini bertujuan meringankan biaya pendidikan tinggi bagi pelajar dari berbagai latar belakang. Beasiswa ini ditujukan bagi pelajar berprestasi, yang membutuhkan dukungan finansial, serta yang aktif di organisasi. UMM ingin memastikan setiap anak muda memiliki akses pendidikan tanpa terbebani biaya. Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, menyampaikan bahwa kampus berkomitmen untuk tidak membiarkan masalah biaya menghalangi pendidikan. Program ini juga menegaskan peran UMM dalam mendukung perkembangan generasi muda Indonesia. Beragam skema beasiswa yang ditawarkan menunjukkan bagaimana kampus menggabungkan misi sosial, pendidikan, dan kepemimpinan. Pelajar memiliki kesempatan untuk berkembang secara akademik maupun non-akademik. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang aktif mengikuti kegiatan kampus dan belajar bersama Beasiswa UMM 2026 terdiri dari delapan jenis utama. Setiap skema memiliki fokus, syarat, dan manfaat yang berbeda sesuai target peserta. Pertama, Beasiswa Jalur Prestasi diberikan kepada mahasiswa yang memiliki catatan akademik atau non-akademik menonjol. Potongan Biaya Sumbangan Studi (BSS) bisa mencapai 50 hingga 75 persen pada semester pertama. Kedua, Beasiswa Indonesia Emas menawarkan potongan 50 persen BSS untuk program studi tertentu. Skema ini membuka peluang bagi pelajar dari seluruh Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi berkualitas. Ketiga, Beasiswa Saudara Kandung dan Anak Alumni diberikan kepada keluarga besar UMM. Baik saudara maupun anak alumni berhak mendapatkan keringanan biaya pendidikan. Keempat, Beasiswa Alumni Sekolah Muhammadiyah diperuntukkan bagi lulusan sekolah Muhammadiyah. Peserta bisa mendapatkan potongan BSS 100 persen pada semester pertama. Kelima, Beasiswa Yatim dan Yatim Piatu mendukung pelajar dari keluarga kurang mampu. Bantuan ini memastikan mereka tetap bisa melanjutkan studi tinggi tanpa hambatan finansial. Keenam, Beasiswa KATAMM diperuntukkan bagi mubaligh dan mubalighat Muhammadiyah atau ‘Aisyiyah. Tujuannya adalah mendorong kader persyarikatan untuk mengembangkan kemampuan akademik dan keagamaan. Ketujuh, Beasiswa Golden Ticket menyasar aktivis organisasi kesiswaan dan kepemudaan. Beasiswa ini diberikan bagi pelajar yang memiliki rekam jejak kepemimpinan dan kontribusi sosial yang nyata. Kedelapan, Beasiswa Pengurus Persyarikatan Muhammadiyah diberikan kepada pengurus aktif dan anak pengurus persyarikatan. Skema ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam organisasi dan masyarakat. Setiap skema mencerminkan perhatian UMM terhadap prestasi, sosial, dan kontribusi mahasiswa. Program ini memastikan biaya pendidikan tidak menjadi hambatan bagi calon mahasiswa berpotensi. Beasiswa ini tidak hanya memberikan keringanan finansial. Peserta juga mendapat kesempatan untuk mengembangkan soft skill, mengikuti kegiatan kampus, dan membangun jejaring. Pendaftaran beasiswa biasanya dilakukan bersamaan dengan penerimaan mahasiswa baru. Calon mahasiswa disarankan menyiapkan dokumen dan memahami prosedur pendaftaran agar peluang diterima lebih besar. Persyaratan masing-masing skema berbeda. Dokumen yang dibutuhkan biasanya berupa nilai rapor, surat rekomendasi, dan dokumen identitas yang valid. Beberapa beasiswa menekankan prestasi akademik maupun non-akademik. Sementara beasiswa sosial memberi prioritas bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan finansial. Selain biaya kuliah, beasiswa ini membuka akses pengalaman belajar dan pengembangan diri. Mahasiswa penerima beasiswa bisa mengikuti pelatihan kepemimpinan dan berbagai kegiatan sosial. Program ini juga mendorong semangat kontribusi dan tanggung jawab sosial. Mahasiswa diharapkan aktif berpartisipasi dalam kegiatan kampus maupun masyarakat. UMM menekankan bahwa pendidikan tinggi harus adil dan inklusif. Delapan skema beasiswa ini menjadi bukti nyata komitmen tersebut. Beasiswa tidak hanya mengutamakan akademik, tetapi juga nilai sosial dan keagamaan. Skema ini mencakup aktivis sosial, keluarga persyarikatan, dan calon ulama. Calon mahasiswa dianjurkan mempersiapkan dokumen dan memenuhi syarat sejak awal. Hal ini penting agar proses seleksi beasiswa berjalan lancar dan peluang diterima lebih tinggi. Dengan persiapan matang, banyak pelajar Indonesia bisa mewujudkan kuliah gratis di UMM. Program beasiswa 2026 menjadi pintu emas untuk meraih pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya. Delapan skema ini menegaskan komitmen UMM dalam memperluas akses pendidikan secara adil. Generasi muda memiliki peluang besar untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dan berkembang secara optimal. (mdr)