Dosen Fisioterapi UMM Jadi yang Pertama di Indonesia Ikuti Course DNS Internasional Turki

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Tahun 2026 dibuka dengan langkah strategis menuju panggung internasional dari Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Konsistensi dalam pengembangan kompetensi dosen kembali ditunjukkan melalui partisipasi aktif Rakhmad Rosadi, SST.Ft., Ftr., M.Sc.PT., Ph.D., yang tercatat sebagai dosen pertama dari Indonesia dalam Course Dynamic Neuromuscular Stabilization (DNS) tingkat internasional di Istanbul, Turki. Course bergengsi ini mengangkat tema “Clinical Evaluation of Patients with Scoliosis” yang berfokus pada pemanfaatan DNS functional tests untuk mengevaluasi pasien dengan Adolescent Idiopathic Scoliosis (AIS) serta berbagai kondisi asimetri postural. Pendekatan yang digunakan menitikberatkan pada evaluasi klinis berbasis neuromuskular guna memahami gangguan stabilisasi postural secara komprehensif dan sistematis. Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mendalam mengenai klasifikasi dan etiologi AIS, skoliosis yang bersifat didapat (acquired scoliosis), hingga berbagai bentuk asimetri postur yang muncul sejak usia anak-anak. Selain itu, dibahas pula prinsip sagittal stabilization pada anak, dewasa, maupun atlet, dengan tujuan mencapai postur optimal sekaligus meningkatkan performa fungsional dan olahraga pada individu dengan skoliosis. “Ini tidak hanya menjadi upaya peningkatan kompetensi profesional sebagai fisioterapis dan akademisi, tetapi juga bagian dari strategi pengembangan pendidikan di Program Studi Fisioterapi UMM. Pengetahuan dan pengalaman internasional yang diperoleh diharapkan dapat diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran, baik pada mata kuliah inti maupun mata kuliah pilihan,” ujarnya Rakhmad. Sebagai bentuk komitmen tersebut, Program Studi S1 Fisioterapi UMM memiliki sejumlah mata kuliah pilihan unggulan yang dirancang sesuai kebutuhan praktik profesional. Salah satunya adalah mata kuliah Dynamic Neuromuscular Stabilization (DNS). Seluruh mata kuliah pilihan dibimbing langsung oleh dosen tersertifikasi, sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga keterampilan klinis aplikatif yang sesuai dengan standar internasional. Mata kuliah DNS sendiri membekali mahasiswa dengan pemahaman tentang kontrol motorik, stabilisasi postural, serta penerapan DNS dalam berbagai kasus muskuloskeletal. Ketua Program Studi S1 Fisioterapi UMM, Dimas Sondang Irawan, Ph.D., menyampaikan bahwa melalui pengembangan kurikulum berbasis keilmuan mutakhir serta keterlibatan aktif dosen dalam forum internasional, Prodi Fisioterapi UMM terus berupaya mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan memiliki daya saing global. “Keikutsertaan dosen dalam course DNS internasional ini merupakan bukti nyata komitmen kami dalam menghadirkan pendidikan fisioterapi yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik klinis terkini. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh akan kami integrasikan langsung ke dalam proses pembelajaran agar mahasiswa siap menghadapi tantangan profesional di tingkat global,” pungkasnya.(*)
UMM Hadirkan Sentra Smart Farming di Desa Sumbergedang Pasuruan melalui Program Profesor Penggerak

Malangpariwara.com – Dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Program Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat (P3M) melakukan transformasi kawasan Desa Sumbergedang, Kabupaten Pasuruan. Melalui pendampingan berkelanjutan, lahan milik desa dikembangkan menjadi sentra agrowisata produktif yang memadukan sektor peternakan, pertanian berbasis teknologi, serta wisata edukatif. Program pendampingan ini telah berlangsung selama empat bulan dan masih terus berjalan hingga saat ini. Desa Sumbergedang yang berada di Kecamatan Pandaan memiliki lahan kas desa seluas enam hektare dengan lokasi yang strategis. Lahan tersebut dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi bersama antara pemerintah desa dan UMM untuk mendorong kemandirian ekonomi warga melalui pengembangan pertanian bernilai tambah yang terintegrasi. Kegiatan pendampingan ini dijalankan dalam skema P3M oleh tim yang diketuai Prof. Dr. Ir. Sujono, M.Kes., IPU bersama Fakultas Pertanian UMM dengan fokus pada pembangunan sistem ekonomi desa yang berkelanjutan. Tahapan Pendampingan kepada Masyarakat Menurut Sujono, pada fase awal pendampingan, tim lebih dahulu menguatkan fondasi ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor peternakan, perikanan, serta UMKM yang memanfaatkan hasil pertanian lokal, seperti produksi keripik pisang dan minuman tradisional. Tahapan ini dinilai penting agar masyarakat memiliki pengalaman usaha sekaligus kesiapan sebelum mengelola agrowisata yang lebih kompleks. Setelah ekosistem ekonomi dasar terbentuk, pengembangan diarahkan pada atraksi utama agrowisata. Salah satu daya tarik unggulan Agrowisata Sumbergedang adalah budidaya melon lavender yang menerapkan teknologi smart farming. Tanaman melon dibudidayakan di dalam greenhouse berukuran 11 x 40 meter dengan kapasitas sekitar 1.450 tanaman. Sistem hidroponik yang digunakan dilengkapi dengan pengaturan irigasi dan nutrisi berbasis digital. Sujono menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital memungkinkan pengelolaan tanaman dilakukan secara lebih presisi. Pengairan dan kebutuhan nutrisi dapat dikendalikan melalui perangkat ponsel, sehingga potensi kesalahan perawatan dapat ditekan. Selain meningkatkan efisiensi, sistem ini juga menjadi media edukasi pertanian modern bagi masyarakat desa. Tidak hanya melon, tim UMM juga mengembangkan kebun pisang di atas lahan seluas 1,5 hektare. Sebanyak 1.500 pohon pisang dari varietas unggulan, seperti raja nangka, raja bulu, dan cavendish, telah ditanam. Perkebunan pisang ini direncanakan menjadi penguat identitas Desa Sumbergedang sebagai sentra pertanian sekaligus penunjang wisata edukasi. Dari sisi ekonomi, hasil budidaya menunjukkan prospek yang menjanjikan. Sujono mengungkapkan bahwa pada usia tanaman sekitar 65 hari, berat rata-rata melon telah mencapai 1,5 kilogram dan ditargetkan meningkat hingga 2 kilogram saat panen. Dengan estimasi produksi lebih dari dua ton dalam satu siklus tanam, agrowisata ini berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan desa. Ke depan, greenhouse melon dirancang agar dapat berproduksi secara berkelanjutan dengan empat siklus tanam setiap tahun. Sujono berharap pengembangan agrowisata terus diperluas melalui penambahan berbagai wahana edukasi lainnya, sehingga Desa Sumbergedang tidak hanya dikenal sebagai desa wisata, tetapi juga menjadi pusat rujukan agrowisata melon dan pisang di Kabupaten Pasuruan. (Djoko W/Ainun)
UMM dan RBC Institute Jalankan SDGs Lewat Program Mobil Pustaka di Poncokusumo

pwmu.co – Dalam upaya meningkatkan minat baca serta memperkuat budaya literasi anak di tingkat komunitas, RBC Institute Abdul Malik Fadjar melaksanakan kegiatan literasi melalui Mobil Pustaka—yang akrab disebut “Mobil Terbang”—di Pondok Anyam, salah satu cabang komunitas literasi Republik Gubuk yang berlokasi di Dusun Paras, Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang (4/1/2026).Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan RBC Institute dalam menghadirkan akses bacaan yang inklusif serta mendekatkan literasi kepada masyarakat secara langsung. Dalam kegiatan di Pondok Anyam, sekitar 75 orang terlibat mengikuti aktivitas membaca dan belajar dengan penuh antusias. Kehadiran Mobil Pustaka yang membawa beragam koleksi buku bacaan anak menarik perhatian peserta. Mobil Pustaka Hani Masudi, Kepala Dusun Paras, Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, menilai kehadiran Mobil Pustaka sangat relevan dengan kondisi anak-anak saat ini, khususnya di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. “Kami sangat antusias dengan kehadiran Mobil Pustaka dari RBC Institute. Program ini sangat membantu kami di kampung untuk meningkatkan minat baca anak-anak. Di era sekarang, teknologi berkembang sangat cepat sehingga minat membaca buku mulai berkurang, dan mobil ini menjadi inovasi baru yang mampu menarik kembali perhatian anak-anak terhadap buku,” ujarnya. Republik Gubuk merupakan komunitas literasi yang menaungi sejumlah ruang belajar berbasis masyarakat, termasuk Pondok Anyam. Komunitas ini dipimpin oleh Fachrul Alamsyah, yang akrab disapa Cak Irul, selaku Presiden Republik Buku. Di bawah kepemimpinannya, Pondok Anyam berperan sebagai ruang belajar alternatif bagi anak-anak di lingkungan Dusun Paras, khususnya dalam menumbuhkan minat baca, kreativitas, dan kebiasaan belajar sejak usia dini. Kehadiran Mobil Pustaka dinilai selaras dan mampu memperkuat ekosistem literasi yang telah dibangun oleh Republik Gubuk. Kegiatan literasi ini juga didampingi oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang turut membersamai anak-anak dalam proses membaca dan belajar. Keterlibatan mahasiswa tersebut sekaligus mempertegas bahwa kegiatan ini selaras dengan komitmen UMM terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang diarusutamakan melalui kurikulum perkuliahan, khususnya dalam mendorong pendidikan berkualitas, pemberdayaan komunitas, dan pengabdian masyarakat berbasis dampak. Kolaborasi antara RBC Institute, komunitas lokal, dan mahasiswa menciptakan suasana literasi yang inklusif serta memperkuat nilai pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, RBC Institute Abdul Malik Fadjar terus berkomitmen menghadirkan literasi secara langsung, kontekstual, dan menyenangkan bagi anak-anak di tingkat komunitas, sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan merawat budaya literasi sejak usia dini. (*)
Mahasiswa Sosiologi UMM Kembali ke Sekolah, Kenalkan Dunia Kampus di SMAN 1 Kutorejo

pwmu.co – Program Mahasiswa Back To School (MBTS) yang digagas oleh Program Studi Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali digelar sebagai agenda rutin tahunan. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (5/1/2026) ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk kembali ke sekolah menengah atas dan berbagi pengalaman akademik sekaligus memperkenalkan dunia perguruan tinggi kepada para siswa. Kali ini, MBTS Prodi Sosiologi UMM menyasar SMAN 1 Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, dengan melibatkan siswa-siswi kelas XII sebagai peserta utama. Sejumlah mahasiswa Sosiologi UMM turut terlibat aktif dalam kegiatan ini, menyampaikan pemaparan seputar perkuliahan, iklim akademik kampus, hingga prospek keilmuan sosiologi di tengah dinamika masyarakat. Kegiatan Mahasiswa Back To School dinilai penting sebagai upaya memberikan gambaran yang utuh mengenai Program Studi Sosiologi, khususnya yang ada di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Melalui pendekatan dialogis dan berbagi pengalaman langsung dari mahasiswa, para siswa diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih konkret tentang kehidupan kampus dan pilihan studi lanjutan setelah lulus SMA. Program ini tidak hanya menjadi sarana sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), tetapi juga menjadi media inspiratif bagi siswa untuk mulai memetakan minat, bakat, serta rencana masa depan akademik mereka. Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Kutorejo, Nur Itwati, S.Pd, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada UMM, khususnya Program Studi Sosiologi, atas terselenggaranya kegiatan MBTS di sekolahnya. “Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Malang, khususnya Program Studi Sosiologi, atas pelaksanaan kegiatan Mahasiswa Back To School di SMAN 1 Kutorejo. Kegiatan ini sangat positif karena mampu memberikan wawasan baru kepada siswa mengenai dunia perguruan tinggi,” ujarnya. Menurutnya, kehadiran mahasiswa UMM di lingkungan sekolah memberikan sudut pandang yang lebih dekat dan realistis bagi siswa dalam memahami kehidupan kampus, dibandingkan sekadar informasi tertulis atau promosi formal. Lebih lanjut, Nur Itwati berharap melalui kegiatan sosialisasi PMB ini, siswa dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang Program Studi Sosiologi UMM, baik dari sisi keilmuan, peluang karier, maupun peran strategis sosiologi dalam membaca dan menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat. “Kami berharap siswa-siswi kelas XII dapat memahami bahwa sosiologi memiliki peran penting dalam kehidupan sosial, serta membuka peluang karier yang luas di berbagai bidang. Semoga kegiatan ini juga memotivasi mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi dan mempersiapkan masa depan akademik dengan lebih matang,” tuturnya. Melalui program MBTS, Prodi Sosiologi UMM menegaskan komitmennya dalam mendekatkan perguruan tinggi dengan sekolah menengah, sekaligus membangun kesadaran akademik sejak dini. Kegiatan ini diharapkan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah, sehingga semakin banyak generasi muda yang terinspirasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan berkontribusi bagi masyarakat melalui keilmuan sosiologi. (*)
Mahasiswa Back To School; Kenalkan Prodi Sosiologi UMM Secara Utuh pada Siswa

Surabaya-harianjatim.com. Mahasiswa Program Studi Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali melaksanakan Program Mahasiswa Back To School (MBTS) di tahun 2026. Kali ini kegiatan itu digelar di SMAN 1 Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin, 5 Januari 2026. Kegiatan rutin tahunan ini digelar untuk memberikan gambaran secara utuh tentang Program Studi Sosiologi khususnya di UMM. Kegiatan MBTS Tahun ini disambut sangat antusias, baik oleh siswa kelas 12 dan juga jajaran akdemik SMAN 1 Kurtorejo. “Kami sangat mengapresiasi dan terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Malang, khususnya Program Studi Sosiologi, atas pelaksanaan kegiatan Mahasiswa Back To School (MBTS) di sekolah kami,” kata Wakil Kepala Sekolah Nur Irawati, Irawati menilai kegiatan MBTS sebagai langkah positif dalam memberikan wawasan kepada siswa mengenai dunia perguruan tinggi serta pilihan program studi yang relevan dengan perkembangan sosial masyarakat. Irawati berharap melalui sosialisasi PMB, siswa dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai Program Studi Sosiologi UMM, baik dari sisi keilmuan, peluang karier, maupun peran sosiologi dalam memahami dan menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat. “Selain itu, kegiatan MBTS diharapkan mampu memotivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi dan mempersiapkan masa depan akademik mereka dengan lebih matang,” tegas dia.
Mahasiswi PAI UMM Raih Prestasi Nasional di Stand Up Comedy dan Bisnis Public Speaking

MALANG, JATIMSATUNEWS.COM— Mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Umi Khabibah, mencatatkan prestasi di bidang industri kreatif dengan meraih Juara Harapan 1 Stand Up Comedy pada ajang KMI Expo 2025. Capaian tersebut diraih Umi yang merupakan mahasiswa angkatan 2023. Melalui stand up comedy, Umi menggabungkan kemampuan public speaking dengan pesan-pesan kritis yang disampaikan secara ringan dan komunikatif. Ia menilai kemampuan berbicara menjadi keterampilan penting, khususnya bagi mahasiswa PAI, agar pesan keagamaan dapat disampaikan secara tepat dan bertanggung jawab di ruang publik. “Kalau lulusan PAI tidak mahir bicara, panggung dakwah bisa diisi oleh sosok yang keliru. Banyak yang pandai bicara, tetapi tidak memiliki kompetensi keilmuan,” ujar Umi. Selama menjalani perkuliahan di UMM, Umi aktif mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri, di antaranya Unit Kegiatan Mahasiswa MTQ, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), serta menjadi Ambassador I’am Women Indonesia 2023. Aktivitas tersebut, menurutnya, menjadi ruang belajar penting dalam membangun kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi. Selain berprestasi di bidang seni, Umi juga menekuni dunia wirausaha. Ia menjabat sebagai CEO Speak Minds Academy, lembaga kursus public speaking dengan sepuluh kelas spesialisasi. Umi juga mengantongi sejumlah sertifikasi nasional, seperti Certified Public Speaker (CPS), neuro linguistic programming (NLP), serta sertifikasi penyiar televisi level 3 KKNI. Bisnis lain yang dirintisnya, Tale Gifts and Co, berhasil memperoleh pendanaan dari Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dan dikonversi menjadi nilai mata kuliah melalui kebijakan akademik UMM. Di luar aktivitas akademik dan bisnis, Umi mendirikan Komunitas Santri Putri Khawla Benazir. Komunitas ini menjadi wadah pemberdayaan santri putri, khususnya dalam meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan menulis serta public speaking. Umi berpesan agar mahasiswa memanfaatkan masa kuliah untuk membangun portofolio dan berani mencoba berbagai peluang yang tersedia. Menurutnya, lingkungan kampus menyediakan ruang aman untuk belajar, bereksperimen, dan gagal sebelum terjun ke dunia profesional. (raf)
Prodi Sosiologi UMM Kembali Gelar Program Back to School’

Mojokerto, (afederasi.com) – Program Studi (Prodi) Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar program rutin tahunan, Mahasiswa Back to School (MBTS). Kegiatan yang bertujuan memberikan gambaran utuh tentang studi sosiologi kepada siswa SMA ini dilaksanakan di SMAN 1 Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, pada Selasa (6/1/2026). Kegiatan sosialisasi dan sharing session ini dihadiri secara antusias oleh para siswa kelas 12, yang sedang mempersiapkan pilihan studi lanjutan. Mahasiswa dari Prodi Sosiologi UMM hadir secara langsung untuk berbagi pengalaman, informasi kurikulum, kehidupan kampus, serta prospek karir lulusan sosiologi. Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Kutorejo Nur Itwati S.Pd, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Universitas Muhammadiyah Malang, khususnya Prodi Sosiologi. Menurutnya, program MBTS UMM ini merupakan langkah positif dan strategis untuk membuka wawasan siswa tentang dunia perguruan tinggi serta pilihan program studi yang relevan dengan dinamika sosial masyarakat. “Kami berterima kasih atas terlaksananya kegiatan ini. Melalui sosialisasi ini, siswa dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai Program Studi Sosiologi UMM, baik dari sisi keilmuan, peluang karier, maupun peran sosiologi dalam memahami dan menyelesaikan persoalan sosial,” ujarnya. Lebih lanjut, Wakasek berharap kegiatan Mahasiswa Back to School ini tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga mampu memotivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi dan mempersiapkan masa depan akademik mereka dengan lebih matang dan terencana. Program MBTS Prodi Sosiologi UMM tidak hanya sekadar promosi, tetapi juga menjadi jembatan antara dunia sekolah dan kampus, memperkenalkan ilmu sosiologi secara aplikatif, serta menginspirasi generasi muda untuk berkontribusi dalam memecahkan masalah sosial di masyarakat. (san)
OSCE Berbasis Mini Hospital Tingkatan Kompetensi Mahasiswa Keperawatan UMM

MALANG POST – Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan kesehatan berkualitas melalui pelaksanaan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) berbasis mini hospital. Ujian keterampilan klinis ini digelar di Gedung Kuliah Bersama (GKB V), fasilitas baru berteknologi tinggi yang dirancang menyerupai lingkungan rumah sakit modern. OSCE menjadi salah satu instrumen utama evaluasi kompetensi mahasiswa keperawatan karena tidak hanya menguji kemampuan teknis, tetapi juga menilai komunikasi terapeutik, berpikir kritis, clinical reasoning, hingga pengambilan keputusan dalam kondisi gawat darurat. Sejak pagi hari, suasana ujian tampak dinamis dengan mahasiswa yang berpindah dari satu station ke station lain sesuai alur skenario klinis yang telah ditetapkan. Pelaksanaan OSCE kali ini memiliki keunggulan pada penerapan konsep mini hospital yang menghadirkan simulasi klinis secara realistis. Berbagai station dirancang mencerminkan kondisi nyata pelayanan kesehatan, mulai dari penanganan kegawatdaruratan, perawatan luka, pemeriksaan fisik komprehensif, penyuluhan kesehatan, hingga pelayanan pasien dengan penyakit kronis dan kasus maternitas serta anak. Kepala Departemen Keperawatan Gawat Darurat (KGD) UMM, Indah Dwi Pratiwi, S.Kep., Ns., M.Ng, menjelaskan bahwa OSCE merupakan metode paling relevan untuk memastikan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja. “OSCE mini hospital di GKB V memberikan gambaran nyata bagaimana mahasiswa menghadapi pasien dalam kondisi kritis, berkomunikasi di bawah tekanan, serta melakukan tindakan klinis berbasis keselamatan pasien. Inilah yang membentuk mereka menjadi perawat profesional di masa depan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa station kegawatdaruratan dirancang menyerupai Instalasi Gawat Darurat (IGD) modern, meliputi simulasi resusitasi jantung paru, penanganan trauma, triase bencana, hingga stabilisasi perdarahan dan koordinasi tim keperawatan. Keberhasilan OSCE juga didukung oleh fasilitas GKB V yang dilengkapi laboratorium keperawatan terintegrasi, manekin digital multiprogram, ruang mini ICU, sistem kamera pemantau tindakan, hingga simulasi rekam medis elektronik. Kaprodi S1 Keperawatan FIKES UMM, Nur Aini, Ph.D, menuturkan bahwa OSCE bukan sekadar ujian praktik, melainkan bagian dari sistem penjaminan mutu pendidikan. “Dengan fasilitas GKB V, kami memastikan mahasiswa tidak hanya lulus secara akademik, tetapi juga siap bersaing di dunia kerja nasional maupun global dengan kompetensi dan empati yang seimbang,” jelasnya. Ia juga mengapresiasi keterlibatan tim penguji lintas bidang keperawatan yang memastikan penilaian dilakukan secara komprehensif dan objektif. Melalui pelaksanaan OSCE mini hospital ini, Prodi Keperawatan UMM menegaskan bahwa transformasi pendidikan kesehatan bukan hanya wacana, tetapi telah diwujudkan secara nyata. UMM tidak sekadar membangun gedung baru, melainkan membangun budaya mutu dan profesionalisme demi menyiapkan tenaga kesehatan masa depan yang andal dan berintegritas.(*/M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)
Mahasiswi PAI UMM Torehkan Prestasi Multitalenta, dari Juara Stand Up Comedy hingga Founder Bisnis

pwmu.co – Latar belakang sebagai mahasiswi Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak menghalangi Umi Khabibah untuk berprestasi di berbagai bidang. Mahasiswi angkatan 2023 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini sukses menorehkan prestasi nasional dengan meraih Juara Harapan 1 Stand Up Comedy pada ajang KMI Expo 2025. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa lingkungan akademik UMM mendorong lahirnya mahasiswa multitalenta yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui dunia komedi tunggal, Umi tidak hanya tampil menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan kritis dengan pendekatan komunikasi yang cerdas dan membumi. Bagi Umi, kemampuan public speaking bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dalam menyampaikan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat. Ia menilai, latar belakang keilmuan PAI justru memberi kekuatan tersendiri dalam membangun komunikasi yang beretika dan berlandaskan ilmu. “Kalau lulusan PAI tidak mahir bicara, panggung dakwah bisa diisi oleh orang yang keliru. Sekarang banyak yang pintar bicara, tetapi tidak memiliki kompetensi keilmuan. Di sinilah pentingnya mahasiswa PAI menguasai komunikasi,” tegasnya. Selama menempuh studi di UMM, Umi aktif mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri. Ia tercatat sebagai anggota UKM MTQ, aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), serta pernah dipercaya menjadi Ambassador I’am Women Indonesia 2023. Berbagai pengalaman tersebut menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan dan komunikasi yang membentuk kepercayaan dirinya. “Justru dari organisasi saya belajar banyak, mulai dari mengelola tim, menyampaikan gagasan, hingga memahami perbedaan karakter,” ujarnya. Ia juga memanfaatkan forum presentasi kelas sebagai sarana melatih kemampuan membaca audiens dan strategi komunikasi yang tepat. Tak berhenti di situ, Umi juga menapaki dunia wirausaha. Ia kini menjabat sebagai CEO Speak Minds Academy, lembaga kursus komunikasi profesional dengan sepuluh kelas spesialisasi. Ia mengantongi sejumlah sertifikasi nasional, seperti Certified Public Speaker (CPS), neuro linguistic programming (NLP), serta sertifikasi penyiar TV level 3 KKNI. Selain itu, bisnis rintisannya, Tale Gifts and Co, berhasil lolos pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dan dikonversi menjadi nilai mata kuliah melalui kebijakan akademik UMM. Di bidang sosial, Umi mendirikan Komunitas Santri Putri Khawla Benazir sebagai wadah pemberdayaan santri putri. Komunitas ini rutin menggelar workshop untuk membangun kepercayaan diri santri, khususnya dalam bidang menulis dan public speaking. “Saya sering melihat santri minder ketika masuk dunia kampus. Padahal potensi mereka besar. Komunitas ini ingin menegaskan bahwa santri juga bisa tampil percaya diri dan berprestasi,” jelasnya. Menutup kisahnya, Umi berpesan agar mahasiswa berani membangun portofolio sejak dini dan memanfaatkan seluruh fasilitas kampus. Menurutnya, masa kuliah adalah fase terbaik untuk belajar, bereksplorasi, dan menempa diri. “Selama masih mahasiswa, kita punya banyak akses dan dukungan. Jangan takut mencoba, karena banyak peluang berharga justru hanya datang saat kita masih kuliah,” pungkasnya. (*) *) Penulis : Hassan Al Wildan *) Editor : Azrohal Hasan
Mahasiswa Back to School Prodi Sosiologi UMM Hadir di SMAN 1 Kutorejo

Kegiatan Mahasiswa Back to School (MBTS) Prodi Sosiologi UMM menjadi ruang temu mahasiswa dan siswa SMAN 1 Kutorejo dalam memperluas wawasan akademik, sosial, dan perencanaan studi lanjut. Tagar.co – Program Mahasiswa Back to School (MBTS) yang digagas Program Studi Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggeliat, Senin (5/1/26). Kegiatan tahunan itu, kali ini menyasar SMAN 1 Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dengan melibatkan mahasiswa Prodi Sosiologi UMM dan diikuti antusias oleh para siswa kelas XII. Ketua Program Studi Sosiologi Awan Setia Dharmawan M.Si menjelaskan, program MBTS dirancang sebagai jembatan informasi antara dunia sekolah menengah dan perguruan tinggi. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa Sosiologi UMM kembali ke sekolah-sekolah untuk berbagi pengalaman, wawasan akademik, serta memperkenalkan secara utuh karakter dan prospek Program Studi Sosiologi, khususnya yang ada di UMM,” ujarnya. Di hadapan ratusan siswa kelas XII SMAN 1 Kutorejo, para mahasiswa menyampaikan gambaran mengenai dunia perkuliahan, dinamika pembelajaran di Prodi Sosiologi, serta peran penting sosiologi dalam membaca dan merespons persoalan sosial yang berkembang di masyarakat. Langkah Strategis Wakil Kepala SMAN 1 Kutorejo, Nur Itwati, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Malang, khususnya Program Studi Sosiologi, atas pelaksanaan kegiatan MBTS di sekolahnya. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas wawasan siswa mengenai pendidikan tinggi dan pilihan program studi yang relevan dengan tantangan sosial masa kini. “Melalui sosialisasi ini, siswa memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang Program Studi Sosiologi UMM, baik dari sisi keilmuan, peluang karier, maupun peran sosiologi dalam memahami dan menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat,” ujarnya. Ia juga berharap kegiatan MBTS mampu menumbuhkan motivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, sekaligus membantu mereka menyiapkan masa depan akademik dengan lebih terarah dan matang. Program MBTS ini tidak hanya menjadi ruang promosi akademik, tetapi juga wadah pembelajaran sosial yang mempertemukan pengalaman mahasiswa dengan kebutuhan informasi siswa sekolah menengah. Kehadirannya menjadi bagian penting dari upaya UMM dalam membangun literasi pendidikan dan memperluas akses pengetahuan tentang dunia kampus kepada generasi muda. (#)