Bina Talenta Indonesia 2026 Digelar di UMM, Puspresnas Taruh Kepercayaan Dua Tahun Beruntun

MAKLUMAT – Bina Talenta Indonesia 2026 kembali digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ini merupakan tahun kedua secara berturut-turut kepercayaan yang diberikan kepada Kampus Putih. Kepercayaan itu diberikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) sebagai mitra penyelenggara ajang pembinaan talenta nasional di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Kegiatan yang berlangsung pada 1–7 Juli 2026 ini menjadi bukti kepercayaan pemerintah terhadap kapasitas UMM dalam mencetak generasi muda unggul. Bukan sekadar fasilitas pendidikan yang memadai. UMM juga dinilai sukses menghadirkan ekosistem kampus hijau melalui pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT). Misalnya, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) hingga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Ketua Pelaksana Bina Talenta Indonesia 2026 di UMM, Dr. Dyah Worowirastri Ekowati, M.Pd., mengatakan, penunjukan tersebut diraih setelah proposal UMM mampu bersaing dengan ratusan perguruan tinggi di Indonesia. Kepercayaan itu juga dibuktikan dengan pemberian kuota istimewa. UMM membina 40 peserta terbaik dari sekitar 1.000 peserta tingkat nasional atau dua kali lipat lebih banyak dibanding rata-rata kampus mitra lainnya. “Selama satu pekan karantina, para peserta akan menyelesaikan sepuluh modul proyek yang dirancang untuk mengasah kemampuan inovasi, kreativitas, dan pemecahan masalah,” ujar Dyah. Tak hanya itu, UMM memberikan nilai tambah yang jarang ditemui di kampus lain. Seluruh karya inovatif peserta akan difasilitasi untuk memperoleh perlindungan Hak Cipta sehingga memiliki kepastian hukum atas kekayaan intelektual yang dihasilkan. “Karya inovatif buatan adik-adik tidak sekadar diapresiasi dengan selembar sertifikat, tetapi langsung kami fasilitasi agar memperoleh Hak Cipta resmi,” tegasnya. Sementara itu, Wakil Rektor I UMM, Prof. Akhsanul In’am, Ph.D., menuturkan bahwa pembinaan Bina Talenta Indonesia 2026 tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepemimpinan. Mayoritas peserta merupakan pelajar yang dipersiapkan menghadapi Olimpiade Sains Nasional (OSN). Karena itu, mereka diajak melihat secara langsung implementasi ilmu pengetahuan melalui teknologi ramah lingkungan yang diterapkan di lingkungan kampus. Peserta memperoleh pengalaman lapangan dengan mengunjungi fasilitas energi terbarukan UMM, seperti PLTMH dan instalasi panel surya yang menjadi bagian dari pengembangan kampus hijau. “Berbagai teori sains yang dipelajari di sekolah kini dapat disaksikan langsung penerapannya melalui inovasi energi terbarukan milik Direktorat Saintek UMM,” ujar In’am. Selama mengikuti pembinaan, peserta juga akan menghadapi berbagai tantangan, termasuk kompetisi hackathon dan pameran inovasi teknologi yang digelar pada 6 Juli 2026. Ajang tersebut menjadi ruang pembuktian kreativitas sekaligus kemampuan menyelesaikan persoalan melalui pendekatan sains dan teknologi. Sebagai bentuk apresiasi, UMM juga menyiapkan jalur beasiswa prestasi bagi peserta Bina Talenta Indonesia 2026 yang ingin melanjutkan pendidikan di Kampus Putih.
Regulasi Anti-Pornografi di Media: Menjaga Etika Publik di Tengah Arus Digital

Kliktimes.com-Perkembangan media massa dan media digital telah mengubah cara masyarakat menerima, memproduksi, dan menyebarkan informasi. Perubahan tersebut membuat konten pornografi tidak lagi hanya beredar melalui media konvensional, tetapi juga melalui media sosial, platform video, situs web, dan aplikasi percakapan. Persoalan ini penting dibahas karena berkaitan langsung dengan perlindungan anak, martabat manusia, etika penyiaran, dan keamanan ruang digital. Pembahasan ini berpijak pada kajian mengenai regulasi anti-pornografi di media yang menempatkan perlindungan publik sebagai isu utama. Regulasi anti-pornografi perlu diposisikan sebagai instrumen perlindungan masyarakat, bukan semata-mata sebagai alat pelarangan. Negara memiliki tanggung jawab untuk mencegah beredarnya konten yang mengeksploitasi tubuh, merendahkan martabat manusia, atau membahayakan kelompok rentan. Namun, penerapan regulasi juga harus tetap mempertimbangkan kebebasan berekspresi, karya seni, edukasi kesehatan, dan kerja jurnalistik yang sah. Dengan demikian, regulasi yang ideal adalah regulasi yang tegas terhadap eksploitasi seksual, tetapi tetap proporsional dalam membedakan pornografi dengan konten edukatif dan informatif. Indonesia telah memiliki dasar hukum yang cukup kuat untuk mengatur peredaran konten pornografi di media. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi menjadi dasar utama dalam melarang produksi, distribusi, penyiaran, dan penyediaan produk pornografi. Di ruang digital, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik mengatur penyebaran informasi elektronik yang memuat pelanggaran kesusilaan. Selain itu, KUHP Nasional, regulasi penyiaran KPI, aturan perlindungan anak, dan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual juga memiliki keterkaitan dalam penanganan kasus pornografi dan eksploitasi seksual. Media penyiaran memiliki tanggung jawab besar karena tayangan televisi dan radio dapat menjangkau masyarakat secara luas. Pengawasan terhadap media penyiaran dilakukan melalui standar program siaran, klasifikasi usia, jam tayang, dan batas kepatutan isi siaran. Masalah dalam penyiaran tidak hanya muncul pada adegan seksual eksplisit, tetapi juga pada eksploitasi tubuh, percakapan cabul, dan penyajian sensualitas yang berlebihan. Oleh karena itu, lembaga penyiaran harus memiliki mekanisme pengawasan internal agar isi siaran tidak merugikan anak, remaja, dan masyarakat umum. Media digital menghadirkan tantangan yang lebih kompleks dibandingkan media penyiaran konvensional. Konten pornografi di internet dapat diproduksi, diunggah, disalin, dan disebarkan kembali dalam waktu yang sangat cepat. Persoalan semakin serius ketika konten tersebut berupa konten intim tanpa persetujuan, konten seksual yang melibatkan anak, pemerasan seksual, atau manipulasi visual berbasis kecerdasan buatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan pornografi digital bukan hanya masalah moral, tetapi juga berkaitan dengan keamanan data, perlindungan korban, dan kekerasan berbasis elektronik. Implementasi regulasi anti-pornografi masih menghadapi persoalan pada batas definisi dan kecepatan penindakan. Tidak semua konten yang membahas tubuh, seksualitas, atau kesehatan reproduksi dapat langsung dikategorikan sebagai pornografi. Jika definisi diterapkan terlalu luas, regulasi dapat menghambat pendidikan, seni, jurnalistik, dan diskusi ilmiah. Sebaliknya, jika regulasi diterapkan terlalu longgar, konten eksploitasi seksual akan tetap beredar dan merugikan masyarakat. Rendahnya literasi digital masyarakat menjadi salah satu penyebab lemahnya pencegahan penyebaran konten pornografi. Banyak pengguna internet belum memahami bahwa menyimpan atau menyebarkan ulang konten intim orang lain dapat menimbulkan konsekuensi hukum. Sebagian masyarakat masih menganggap tindakan membagikan konten semacam itu sebagai hiburan, padahal tindakan tersebut dapat memperluas kerugian korban. Karena itu, literasi digital harus ditempatkan sebagai bagian penting dari strategi pengendalian konten pornografi di media. Pemerintah perlu memperkuat pendidikan literasi digital secara lebih sistematis. Literasi digital harus menjelaskan batas konten yang dilarang, risiko hukum penyebaran konten pornografi, dan bahaya menyebarkan konten intim tanpa persetujuan. Pendidikan ini perlu diberikan kepada anak, remaja, orang tua, guru, komunitas, dan pengguna media digital secara umum. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat menjadi pengguna media yang lebih kritis, etis, dan bertanggung jawab. Platform digital perlu memperkuat sistem moderasi konten secara cepat, transparan, dan berpihak kepada korban. Mekanisme pelaporan harus mudah digunakan oleh masyarakat yang menemukan konten pornografi atau konten intim tanpa persetujuan. Proses penghapusan konten harus dilakukan secara responsif agar penyebaran tidak semakin luas. Platform juga perlu bekerja sama dengan aparat penegak hukum dalam menangani akun penyebar, jaringan distribusi, dan konten yang melibatkan anak. Lembaga penyiaran perlu memperketat standar produksi dan penyuntingan isi siaran. Program hiburan, iklan, sinetron, video musik, dan tayangan realitas harus menghindari penggunaan sensualitas sebagai strategi menarik perhatian publik. Klasifikasi usia dan jam tayang harus diterapkan secara konsisten agar anak dan remaja tidak terpapar konten yang tidak sesuai. Pengawasan internal redaksi dan produser menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas etika penyiaran. Perlindungan korban harus menjadi prioritas dalam setiap kasus penyebaran konten pornografi tanpa persetujuan. Korban tidak boleh dipersalahkan atas penyebaran konten yang dilakukan oleh pihak lain. Negara, media, dan platform perlu menyediakan akses bantuan hukum, pemulihan psikologis, perlindungan identitas, dan penghapusan konten secara cepat. Pendekatan ini penting agar regulasi tidak hanya menghukum pelaku, tetapi juga memulihkan hak dan martabat korban. Regulasi anti-pornografi di media merupakan kebutuhan penting dalam menjaga ruang publik yang sehat, aman, dan bermartabat. Keberadaan aturan hukum di Indonesia sudah cukup luas, tetapi efektivitasnya sangat bergantung pada implementasi, pengawasan, literasi masyarakat, dan tanggung jawab platform digital. Di era digital, pornografi tidak lagi hanya berkaitan dengan kesusilaan, tetapi juga menyangkut perlindungan anak, kekerasan seksual, privasi, dan keamanan data. Oleh karena itu, regulasi yang dibutuhkan adalah regulasi yang melarang, mencegah, mendidik, melindungi korban, serta menjaga keseimbangan antara etika publik dan kebebasan berekspresi.
UMM Hadirkan Kids English Camp Edukatif Saat Liburan Sekolah

Tagar.co – Momen liburan sekolah kerap menjadi tantangan bagi orang tua untuk memilih kegiatan yang menghibur sekaligus mendidik anak. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris English Language Education Department (ELED) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan School Holiday Program: Kids English Camp. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai Senin (29/6/2026) hingga Kamis (2/7/2026). Panitia memusatkan kegiatan di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 1 dan area Perpustakaan Pusat UMM. Program tersebut berhasil menarik antusiasme lebih dari 110 siswa sekolah dasar. Melalui kegiatan ini, UMM menyediakan ruang bagi anak-anak untuk tetap belajar, bereksplorasi, dan menikmati masa liburan secara produktif. Perkaya Kemampuan Bahasa Inggris Anak Dosen ELED sekaligus penyelenggara kegiatan, Khoiriyah, S.Pd., M.A., menjelaskan, tim menyusun program sebagai sarana pengayaan bahasa Inggris. Tim menyesuaikan materi dengan jenjang kelas peserta. Selain itu, ELED mengintegrasikan kegiatan ini dengan kelas profesional Center of Excellence (CoE) English for Young Learners. Baca Juga: Inovasi NutriTrack MBG, Mahasiswa UMM Sabet Tiga Penghargaan Internasional Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa UMM memperoleh kesempatan mempraktikkan kemampuan mengajar secara langsung kepada anak-anak. Anak-anak antusias mengikuti School Holiday Program: Kids English Camp. Foto: Humas UMM Selanjutnya, panitia menghadirkan beragam aktivitas yang mendorong peserta belajar secara aktif. Anak-anak mengikuti pembelajaran berbasis gim digital melalui sesi Fun English with Digital Game-Based Learning. Mereka juga memadukan pembelajaran bahasa dengan sains pada sesi English and Science. Tidak hanya itu, peserta menikmati berbagai aktivitas luar ruangan yang melatih kerja sama dan keberanian. Sebagai penutup, panitia menghadirkan sesi Be Global – Learn English with Foreigner. Pada sesi tersebut, peserta berinteraksi langsung dengan salah seorang warga negara asing. Khoiriyah menjelaskan, program ini mengadaptasi budaya summer camp dari luar negeri. Selanjutnya, tim memadukannya dengan nilai-nilai keislaman melalui konsep English for Muslim Kids. Dengan demikian, anak-anak dapat merasakan suasana belajar yang menyenangkan di lingkungan kampus sekaligus memperkuat karakter mereka. Dukung Pendidikan Nasional Lebih lanjut, program ini juga mendukung arah kebijakan pendidikan nasional. Khoiriyah menegaskan, UMM siap mendukung rencana pemerintah yang akan kembali menetapkan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar mulai 2027. Untuk mendukung tujuan tersebut, UMM memanfaatkan laboratorium bahasa yang modern. Selain itu, panitia menghadirkan mahasiswa internasional pada acara penutupan. Kehadiran mereka mendorong anak-anak berlatih berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris secara alami. Menurut Khoiriyah, program ini bertujuan mengubah anggapan bahasa asing merupakan pelajaran yang sulit. Sebaliknya, tim ingin menunjukkan bahwa bahasa Inggris dapat dipelajari dengan cara yang menyenangkan. Karena itu, panitia mengemas pembelajaran melalui permainan digital, lagu, dan kegiatan membuat karya seni yang kreatif. Sementara itu, para orang tua memberikan apresiasi terhadap metode pembelajaran yang diterapkan UMM. Mereka menilai program ini membantu mengembangkan kemampuan kognitif anak melalui pendekatan yang interaktif. Salah seorang wali peserta, Iin Nur Aini, menyebut Kids English Camp sebagai wadah yang tepat untuk mengoptimalkan potensi anak di luar kegiatan belajar di sekolah. Menurutnya, konsep belajar sambil bermain membuat anak-anak tetap bersemangat dan tidak mudah bosan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pada akhirnya, Iin mengaku sengaja mendaftarkan anaknya agar masa liburan terisi dengan kegiatan yang bermanfaat. Ia berharap program tersebut dapat meningkatkan kemampuan sekaligus menumbuhkan kecintaan anak terhadap bahasa Inggris.
Program Epilog Creative UMM, RBR Jadi Ruang singgah Anak Muda Malang Lewat Singgah Sore

INDOZONE.ID – Rumah Budaya Ratna kembali menjadi ruang anak muda Malang melalui kegiatan Singgah Sore yang menghadirkan pengalaman singgah, berbincang, dan hadir secara lebih personal di tengah kehidupan yang serba cepat. Kegiatan Singgah Sore di Rumah Ratna digelar pada Kamis (25/6/2026) di Rumah Budaya Ratna. Acara ini dirancang oleh Epilog Creative, tim mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang, sebagai bagian dari praktik mata kuliah Public Relations 3 bertema brand activation. Singgah Sore dirancang sebagai ruang budaya santai yang memberi kesempatan bagi anak muda untuk berhenti sejenak dari rutinitas harian dan paparan digital. Tanpa konsep yang kaku, peserta diajak hadir, berbincang, dan menikmati suasana sore dengan pendekatan yang sederhana dan akrab. Pemilihan Rumah Budaya Ratna sebagai lokasi kegiatan menjadi bagian penting dari pesan yang ingin disampaikan. Rumah budaya ini dikenal sebagai ruang literasi dan kemanusiaan yang terbuka, berangkat dari nilai-nilai yang diwariskan oleh Ratna Indraswari Ibrahim, sastrawan disabilitas asal Malang. Nilai inklusivitas dan keberanian bersuara yang melekat pada sosok tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. Kehadiran Singgah Sore juga menunjukkan bahwa Rumah Budaya Ratna tidak hanya berfungsi sebagai ruang arsip budaya, tetapi tetap hidup sebagai ruang pertemuan dan interaksi lintas generasi. Anak muda diberi ruang untuk mengenal literasi dan budaya melalui pengalaman yang lebih personal dan kontekstual. Selain menjadi ruang temu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang. Mahasiswa terlibat dalam perencanaan konsep, pengelolaan kegiatan, serta penyampaian pesan kepada audiens di ruang publik. Melalui Singgah Sore, Epilog Creative berharap Rumah Budaya Ratna semakin dikenal sebagai ruang budaya yang terbuka dan relevan bagi anak muda Malang. Dengan pendekatan yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, literasi dan ruang budaya diharapkan tetap memiliki tempat di tengah perubahan gaya hidup perkotaan.
Tim Peneliti Hibah RISPRO LPDP Invitasi UMM-Majelis Dikdasmen PWM Jatim MoU, Lanjut FGD Analisis Kebutuhan Sistem Layanan Literasi Inklusi Berbasis Ekosistem Muhammadiyah Terpadu (SILLA MUTU)
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Tim Peneliti Hibah Riset RISPRO LPDP Invitasi yang diketuai oleh Assoc. Prof. Ni’matuzahroh, S.Psi, M.Si, Ph.D menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Analisis Kebutuhan sistem inovasi Layanan Literasi Inklusi digital berbasis ekosistem Muhammadiyah terpadu di GKB 4 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tanggal 23 Mei 2026 lalu. Menurut Ni’matuzahroh, FGD menjadi upaya implementasi hasil penelitian dalam mendukung penguatan layanan pendidikan inklusif di sekolah. Dijelaskan Ni’matuzahroh, opening FGD membahas pengembangan layanan pendidikan inklusif dan pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung ekosistem pendidikan yang ramah bagi seluruh peserta didik. Materi yang disampaikan merupakan bagian dari diseminasi hasil penelitian yang telah dikembangkan melalui Hibah Riset RISPRO LPDP Invitasi. Selain pemaparan hasil riset, kata Ni’matuzahroh, diskusi sebagai momentum penguatan kerja sama antara perguruan tinggi dan pemangku kepentingan pendidikan. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Pemanfaatan Hasil Riset antara tim peneliti Hibah RISPRO LPDP Invitasi UMM dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Dalam hal ini Direktorat Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Malang yang diwakili oleh Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi, Ph.D bersama perwakilan Dikdasmen PWM Jawa Timur. Kerja sama ini bertujuan memperluas pemanfaatan hasil penelitian dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan inklusif di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Melalui kolaborasi tersebut, berbagai inovasi dan rekomendasi yang dihasilkan dari penelitian diharapkan dapat diimplementasikan secara nyata sehingga memberikan manfaat langsung bagi sekolah, guru, peserta didik, dan orang tua. Usai tanda tangan MoU, tandas Ni’matuzahroh, dilanjutkan FGD Analisis Kebutuhan Layanan Inklusi di Sekolah yang melibatkan akademisi, guru, kepala sekolah, serta berbagai pemangku kepentingan pendidikan. Fokus diskusi pada identifikasi kebutuhan layanan inklusi, tantangan implementasi di lapangan, serta pemertaan sistem layanan inklusi berbasis digital (SILLA MUTU) yang didesain untuk membangun sesuai kondisi dan kebutuhan sekolah. Hasil diskusi membuktikan bahwa sekolah sangat membutuhkan sistem inklusi digital yang berisi tentang berbagai informasi akan digunakan sebagai dasar penyempurnaan produk dan rekomendasi hasil penelitian sehingga dapat diterapkan secara lebih efektif dalam mendukung pendidikan inklusif. Ni’matuzahroh mengungkapkan melalui kegiatan ini tim peneliti berharap hasil riset yang telah dikembangkan tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan layanan pendidikan inklusif yang ramah, adaptif, dan berkelanjutan di Indonesia.
Demo Bayaran
Rumah Tahfidz Ibnu Katsir Gandeng UMM Perkuat Kompetensi Pengajar
Singgah Berkarya, Epilog Creative UMM Ajak Gen Z Tuangkan Cerita Pribadi di Rumah Budaya Ratna

INDOZONE.ID – Rumah budaya tak lagi sekadar tempat membaca atau diskusi serius. Lewat kegiatan Singgah Berkarya, Rumah Budaya Ratna berubah menjadi ruang ekspresi yang hidup, penuh cerita, dan dekat dengan dunia anak muda. Kegiatan bertajuk “Singgah Berkarya: Zine Making Workshop” ini digagas oleh Epilog Creative Universitas Muhammadiyah Malang dan berkolaborasi dengan Mind Daze. Workshop ini mengajak peserta mayoritas generasi muda untuk menuangkan perasaan, pengalaman, dan sudut pandang personal mereka ke dalam bentuk zine. Sejak awal kegiatan, peserta diperkenalkan dengan konsep dasar zine oleh fasilitator dari Mind Daze. Zine dijelaskan sebagai media ekspresi independen yang bebas, personal, dan tidak terikat aturan baku. Peserta diajak memahami bahwa zine bukan soal bagus atau tidaknya karya, melainkan soal kejujuran dan keberanian bercerita. Setelah sesi pengantar, peserta mulai masuk ke proses berkarya. Mereka menyusun konsep zine berdasarkan apa yang sedang dirasakan mulai dari keresahan, pengalaman personal, hingga hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Suasana workshop terasa santai, penuh diskusi, dan kolaboratif, membuat peserta bebas berekspresi tanpa tekanan. Proses pembuatan zine ini menjadi inti dari pengalaman Singgah Berkarya. Buku, yang selama ini identik dengan sesuatu yang formal, dihadirkan dalam bentuk zine yang lebih cair dan dekat dengan dunia Gen Z. Setiap karya menjadi refleksi unik dari masing-masing peserta, menunjukkan bahwa literasi bisa hadir dalam banyak bentuk. Melalui Singgah Berkarya, Epilog Creative ingin menghadirkan pengalaman berkesenian yang relevan dengan generasi muda, sekaligus memperkenalkan Rumah Budaya Ratna sebagai ruang kreatif yang terbuka dan inklusif. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari praktik nyata mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang dalam mata kuliah Public Relations 3 dengan tema brand activation. Workshop ditutup dengan sesi foto bersama, menandai berakhirnya proses berkarya sekaligus merayakan keberagaman ekspresi yang tercipta. Singgah Berkarya membuktikan bahwa ruang budaya masih sangat relevan selama mampu beradaptasi dan memberi ruang bagi suara anak muda.
Dinamika Sosial Sentra Industri di Wilayah Sukun, Kota Malang

memorandum – SENTRA industri sanitair di Kecamatan Sukun, Kota Malang, merupakan salah satu sektor industri kecil yang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membentuk kehidupan sosial masyarakat. Salah satu pelaku usaha yang menjadi bagian dari perkembangan tersebut adalah UD Darmo Putro yang berlokasi di Kelurahan Karangbesuki. Didirikan pada 1961, UD Darmo Putro mampu bertahan lebih dari enam dekade berkat kemampuannya beradaptasi terhadap perubahan kondisi ekonomi, perkembangan teknologi, serta persaingan pasar yang semakin kompetitif. Pada masa awal berdiri, proses produksi masih dilakukan secara sederhana dengan peralatan yang terbatas. Pemasaran pun hanya menjangkau wilayah Malang dan sekitarnya. Seiring perkembangan zaman, perusahaan terus melakukan pembaruan melalui peningkatan kapasitas produksi, pemanfaatan teknologi yang lebih efisien, serta strategi pemasaran yang semakin modern sehingga mampu memperluas jangkauan pasar. Upaya tersebut tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjaga kualitas produk agar tetap mampu bersaing. Keberadaan UD Darmo Putro memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, terutama melalui penyediaan lapangan kerja bagi warga lokal. Kesempatan kerja tersebut membantu mengurangi angka pengangguran, meningkatkan pendapatan keluarga, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain memberikan dampak ekonomi, industri ini turut membangun hubungan sosial yang harmonis antara pemilik usaha, pekerja, dan masyarakat. Interaksi yang berlangsung setiap hari melahirkan kerja sama, solidaritas, rasa saling percaya, serta hubungan kekeluargaan yang memperkuat kohesi sosial di lingkungan sekitar. Meski telah berkembang selama puluhan tahun, UD Darmo Putro tetap menghadapi berbagai tantangan. Kenaikan harga bahan baku, meningkatnya biaya operasional, persaingan dengan produk impor maupun perusahaan berskala besar, serta perubahan kebutuhan konsumen menjadi hambatan yang harus dihadapi. Di sisi lain, perkembangan teknologi dan digitalisasi pemasaran menuntut perusahaan untuk terus berinovasi agar tetap relevan di tengah dinamika industri yang semakin cepat. Oleh karena itu, pengelolaan usaha yang profesional, peningkatan kualitas produk, serta pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha. Dari perspektif sosiologi industri, UD Darmo Putro tidak hanya berfungsi sebagai unit produksi, tetapi juga sebagai institusi sosial yang membentuk hubungan kerja, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, serta mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi di sekitarnya. Keberadaan industri ini juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) melalui meningkatnya permintaan terhadap jasa transportasi, pemasok bahan baku, hingga berbagai usaha pendukung lainnya. Kondisi tersebut memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar. Ke depan, UD Darmo Putro masih akan menghadapi tantangan berupa perkembangan teknologi, perubahan perilaku konsumen, persaingan pasar yang semakin luas, kebutuhan tenaga kerja yang lebih kompeten, serta pentingnya regenerasi dalam pengelolaan usaha. Namun demikian, pengalaman panjang, kualitas produk yang tetap terjaga, serta kepercayaan pelanggan menjadi modal utama bagi perusahaan untuk terus berkembang. UD Darmo Putro menunjukkan bahwa industri kecil mampu menjadi penggerak pembangunan ekonomi sekaligus memperkuat kehidupan sosial masyarakat apabila mampu beradaptasi terhadap perubahan dan terus melakukan inovasi secara berkelanjutan.
Eksistensi Usaha Kuliner Favorit Masyarakat Kota Malang

memorandum – INDUSTRI kuliner di Kota Malang berkembang pesat seiring tingginya populasi mahasiswa, khususnya di kawasan Tlogomas. Di tengah persaingan yang semakin ketat, usaha kuliner tradisional tetap mampu bertahan dan diminati oleh masyarakat lintas generasi. Salah satu contohnya adalah Lalapan Cak Qodir yang berdiri sejak 2003 dan hingga kini masih menjadi salah satu destinasi kuliner favorit masyarakat. Eksistensi Lalapan Cak Qodir selama lebih dari dua dekade bukan merupakan hasil keberuntungan semata, melainkan buah dari strategi adaptasi yang konsisten serta kemampuan membangun modal sosial yang kuat di tengah komunitas mahasiswa Tlogomas. Perjalanan usaha ini menunjukkan bahwa kepercayaan dan loyalitas pelanggan yang tumbuh secara organik melalui pengalaman konsumsi berulang menjadi fondasi yang jauh lebih kokoh dibandingkan sekadar mengandalkan promosi konvensional. Hubungan yang terbangun antara pemilik usaha dan pelanggan menciptakan ikatan sosial yang memperkuat keberlangsungan bisnis. Dalam perspektif sosiologi industri, keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh aspek ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan membangun relasi sosial yang berkelanjutan dengan lingkungan sekitarnya. Modal sosial tersebut menjadi salah satu kekuatan utama Lalapan Cak Qodir dalam mempertahankan eksistensinya. Menghadapi persaingan terbuka dengan sesama usaha kuliner, Lalapan Cak Qodir mengandalkan tiga keunggulan utama, yaitu kecepatan pelayanan melalui sistem penyajian yang efisien, harga yang terjangkau dengan porsi besar, serta loyalitas pelanggan lintas angkatan yang terus diperbarui melalui jaringan sosial mahasiswa dan media sosial. Di sisi lain, persaingan tertutup datang dari kafe-kafe modern yang menawarkan pengalaman konsumsi berbeda, seperti tempat yang nyaman, fasilitas WiFi, hingga konsep visual yang menarik untuk media sosial. Meski sebagian mahasiswa mulai beralih ke tempat-tempat tersebut, segmen utama Lalapan Cak Qodir tetap bertahan. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari strategi usaha yang memilih tetap berada pada identitasnya sendiri. Lalapan Cak Qodir tidak berupaya mengikuti seluruh tren kuliner kekinian, tetapi mempertahankan nilai utama yang selama ini menjadi daya tariknya, yakni harga terjangkau, porsi besar, pelayanan cepat, dan operasional selama 24 jam. Sementara itu, tantangan digitalisasi direspons secara pragmatis dengan memanfaatkan berbagai platform digital sebagai saluran distribusi tambahan tanpa mengubah fondasi bisnis yang telah terbukti mampu bertahan selama lebih dari dua puluh tahun. Fenomena ini memberikan pelajaran bahwa ketahanan usaha kuliner informal di kawasan perkotaan tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya modal maupun skala produksi, melainkan juga oleh kedalaman relasi sosial yang berhasil dibangun bersama komunitas konsumennya. Ke depan, kajian mengenai usaha kuliner lokal seperti Lalapan Cak Qodir masih dapat dikembangkan dengan melibatkan perspektif karyawan maupun pelanggan secara langsung. Selain itu, penelitian komparatif dengan usaha kuliner serupa di kawasan mahasiswa lain di Indonesia juga penting dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai pola ketahanan usaha kuliner informal dalam menghadapi modernisasi dan digitalisasi. Pada akhirnya, pengalaman Lalapan Cak Qodir menunjukkan bahwa konsistensi menjaga kualitas, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, serta kedekatan dengan komunitas pelanggan merupakan modal utama dalam mempertahankan eksistensi usaha kuliner lokal di tengah persaingan yang semakin kompetitif.