UMM Rilis Rincian Biaya Kuliah Semua Jurusan 2026/2027

viv.co.id – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah mengumumkan rincian biaya kuliah untuk seluruh program studi pada tahun akademik 2026/2027. Informasi ini penting bagi calon mahasiswa baru yang akan melanjutkan studi di kampus swasta tersebut. Sistem pembiayaan di UMM menggunakan skema Biaya Studi Semester (BSS) yang mencakup biaya daftar ulang, SPP, DPP, serta layanan teknologi informasi dan perpustakaan. Bagi calon mahasiswa baru yang masuk melalui jalur reguler atau gelombang II, terdapat penyesuaian berupa kenaikan DPP sekitar 10 persen. DPP wajib dibayarkan satu kali secara penuh saat daftar ulang atau her-registrasi. Pihak kampus memberikan keringanan dengan sistem pembayaran BSS yang dapat diangsur tiga kali dalam satu semester. Angsuran pertama dilakukan saat pengisian KRS, angsuran kedua menjelang UTS, dan angsuran ketiga sebelum UAS. Beberapa komponen pembiayaan tidak termasuk dalam BSS semesteran, seperti biaya KKN, skripsi, yudisium, dan wisuda yang ditarik secara tersendiri. Besaran BSS bervariasi tergantung program studi dan gelombang pendaftaran. Rincian BSS per Jurusan Berikut rincian BSS untuk masing-masing jurusan di UMM tahun akademik 2026/2027: Farmasi: BSS semester 1 reguler I Rp 31,1 juta, reguler II Rp 34,6 juta, semester 2-3 Rp 29,1 juta, semester 4-8 Rp 16,5 juta. Kedokteran: BSS semester 1 reguler I Rp 103,35 juta, reguler II Rp 123,35 juta, semester 2-3 Rp 101,7 juta, semester 4-8 Rp 27,3 juta. Pendidikan Agama Islam dan Hukum Keluarga Islam: BSS semester 1 reguler I Rp 6,6 juta, reguler II Rp 7,6 juta, semester 2-7 Rp 7,2 juta, semester 8 Rp 5,1 juta. Ekonomi Syariah dan Pendidikan Bahasa Arab: BSS semester 1 reguler I Rp 6,95 juta, reguler II Rp 7,95 juta, semester 2-7 Rp 7,2 juta, semester 8 Rp 5,1 juta. Kesejahteraan Sosial dan Sosiologi: BSS semester 1 reguler I Rp 7,2 juta, reguler II Rp 8,7 juta, semester 2-7 Rp 7,8 juta, semester 8 Rp 5,55 juta. Ilmu Komunikasi dan Hubungan Internasional: BSS semester 1 reguler I Rp 10,05 juta, reguler II Rp 13,55 juta, semester 2-7 Rp 10,65 juta, semester 8 Rp 6,3 juta. Ilmu Pemerintahan: BSS semester 1 reguler I Rp 8,25 juta, reguler II Rp 11,2 juta, semester 2-7 Rp 8,85 juta, semester 8 Rp 5,85 juta. Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Kepelatihan Olahraga: BSS semester 1 reguler I Rp 6,75 juta, reguler II Rp 8,25 juta, semester 2-7 Rp 7,35 juta, semester 8 Rp 5,1 juta. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: BSS semester 1 reguler I Rp 6 juta, reguler II Rp 8 juta, semester 2-7 Rp 6,6 juta, semester 8 Rp 5,1 juta. Pendidikan Biologi: BSS semester 1 reguler I Rp 6,75 juta, reguler II Rp 8,75 juta, semester 2-7 Rp 7,35 juta, semester 8 Rp 5,1 juta. Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar: BSS semester 1 reguler I Rp 7,05 juta, reguler II Rp 9,55 juta, semester 2-7 Rp 7,65 juta, semester 8 Rp 5,1 juta. Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Industri: BSS semester 1 reguler I Rp 9,45 juta, reguler II Rp 11,3 juta, semester 2-7 Rp 10,05 juta, semester 8 Rp 5,85 juta. Teknik Sipil: BSS semester 1 reguler I Rp 9,45 juta, reguler II Rp 12,3 juta, semester 2-7 Rp 10,05 juta, semester 8 Rp 5,85 juta. Informatika: BSS semester 1 reguler I Rp 10,5 juta, reguler II Rp 14 juta, semester 2-7 Rp 11,1 juta, semester 8 Rp 6,3 juta. Manajemen: BSS semester 1 reguler I Rp 11,55 juta, reguler II Rp 14,7 juta, semester 2-7 Rp 12,15 juta, semester 8 Rp 7,5 juta. Akuntansi: BSS semester 1 reguler I Rp 9,6 juta, reguler II Rp 11,9 juta, semester 2-7 Rp 10,2 juta, semester 8 Rp 5,85 juta. Ekonomi Pembangunan: BSS semester 1 reguler I Rp 8,7 juta, reguler II Rp 11,3 juta, semester 2-7 Rp 9,3 juta, semester 8 Rp 5,85 juta. Peternakan: BSS semester 1 reguler I Rp 7,8 juta, reguler II Rp 9,2 juta, semester 2-7 Rp 8,4 juta, semester 8 Rp 5,625 juta. Psikologi dan Hukum: BSS semester 1 reguler I Rp 10,05 juta, reguler II Rp 13,2 juta, semester 2-7 Rp 10,65 juta, semester 8 Rp 6,3 juta. Ilmu Keperawatan: BSS semester 1 reguler I Rp 17,35 juta, reguler II Rp 19,6 juta, semester 2-7 Rp 16,05 juta, semester 8 Rp 12,3 juta. Fisioterapi: BSS semester 1 reguler I Rp 15,7 juta, reguler II Rp 17,7 juta, semester 2-7 Rp 14,4 juta, semester 8 Rp 11,1 juta.

UMM Merilis Rincian Biaya Kuliah Semua Jurusan Tahun Akademik 2026/2027

readers. id Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah merilis rincian biaya kuliah untuk seluruh program studi pada tahun akademik 2026/2027. Informasi mengenai pembiayaan ini penting dipahami oleh para calon mahasiswa baru yang berencana melanjutkan studi di kampus swasta tersebut. Seperti dilansir dari Edukasi, komponen utama pembiayaan di UMM menerapkan sistem Biaya Studi Semester (BSS). Komponen BSS ini sudah mencakup beberapa fasilitas, mulai dari biaya daftar ulang, SPP, DPP, serta layanan teknologi informasi (IT) dan perpustakaan. Bagi calon mahasiswa baru yang masuk melalui jalur reguler atau gelombang II, terdapat penyesuaian berupa kenaikan DPP sebesar kurang lebih 10 persen. Skema DPP ini wajib dibayarkan satu kali secara penuh pada saat proses daftar ulang atau her-registrasi. Pihak kampus memberikan keringanan dengan memberlakukan sistem pembayaran BSS yang dapat diangsur sebanyak tiga kali dalam satu semester. Pembayaran angsuran pertama dilakukan saat pengisian KRS, angsuran kedua menjelang UTS, dan angsuran ketiga dibayarkan sebelum pelaksanaan UAS. Meskipun demikian, ada beberapa komponen pembiayaan yang tidak termasuk dalam skema BSS semesteran tersebut. Biaya pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), penyusunan skripsi, pelaksanaan yudisium, hingga prosesi wisuda akan ditarik secara tersendiri di luar BSS. Besaran pembiayaan BSS bervariasi bergantung pada program studi dan gelombang pendaftaran yang dipilih oleh calon mahasiswa baru. Berikut adalah detail rincian BSS untuk masing-masing jurusan di UMM untuk tahun akademik 2026/2027: 1. Farmasi BSS semester 1 reguler I: Rp 31,1 juta BSS semester 1 reguler II: Rp 34,6 juta BSS semester 2-3: Rp 29,1 juta BSS semester 4-8: Rp 16,5 juta 2. Kedokteran BSS semester 1 reguler I: Rp 103.350.000 BSS semester 1 reguler II: Rp 123.350.000 BSS semester 2-3: Rp 101,7 juta BSS semester 4-8: Rp 27,3 juta 3. Pendidikan Agama Islam, Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyah) BSS semester 1 reguler I: Rp 6,6 juta BSS semester 1 reguler II: Rp 7,6 juta BSS semester 2-7: Rp 7,2 juta BSS semester 8: Rp 5,1 juta 4. Ekonomi Syariah, Pendidikan Bahasa Arab BSS semester 1 reguler I: Rp 6,950 juta BSS semester 1 reguler II: Rp 7,950 juta BSS semester 2-7: Rp 7,2 juta BSS semester 8: Rp 5,1 juta 5. Kesejahteraan Sosial, Sosiologi BSS semester 1 reguler I: Rp 7,2 juta BSS semester 1 reguler II: Rp 8,7 juta BSS semester 2-7: Rp 7,8 juta BSS semester 8: Rp 5,550 juta 6. Ilmu Komunikasi, Hubungan Internasional BSS semester 1 reguler I: Rp 10.050.000 BSS semester 1 reguler II: Rp 13,550 juta BSS semester 2-7: Rp 10,650 juta BSS semester 8: Rp 6,3 juta 7. Ilmu Pemerintahan BSS semester 1 reguler I: Rp 8,250 juta BSS semester 1 reguler II: Rp 11,2 juta BSS semester 2-7: Rp 8,850 juta BSS semester 8: Rp 5,850 juta 8. Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Kepelatihan Olahraga BSS semester 1 reguler I: Rp 6,750 juta BSS semester 1 reguler II: Rp 8,250 juta BSS semester 2-7: Rp 7,350 juta BSS semester 8: Rp 5,1 juta 9. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan BSS semester 1 reguler I: Rp 6 juta BSS semester 1 reguler II: Rp 8 juta BSS semester 2-7: Rp 6,6 juta BSS semester 8: Rp 5,1 juta 10. Pendidikan Biologi BSS semester 1 reguler I: Rp 6,750 juta BSS semester 1 reguler II: Rp 8,750 juta BSS semester 2-7: Rp 7,350 juta BSS semester 8: Rp 5,1 juta 11. Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Guru Sekolah Dasar BSS semester 1 reguler I: Rp 7,050 juta BSS semester 1 reguler II: Rp 9,550 juta BSS semester 2-7: Rp 7,650 juta BSS semester 8: Rp 5,1 juta 12. Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Industri BSS semester 1 reguler I: Rp 9,450 juta BSS semester 1 reguler II: Rp 11,3 juta BSS semester 2-7: Rp 10,050 juta BSS semester 8: Rp 5,850 juta 13. Teknik Sipil BSS semester 1 reguler I: Rp 9,450 juta BSS semester 1 reguler II: Rp 12,3 juta BSS semester 2-7: Rp 10,050 juta BSS semester 8: Rp 5,850 juta 14. Informatika BSS semester 1 reguler I: Rp 10,5 juta BSS semester 1 reguler II: Rp 14 juta BSS semester 2-7: Rp 11,1 juta BSS semester 8: Rp 6,3 juta 15. Manajemen BSS semester 1 reguler I: Rp 11,55 juta BSS semester 1 reguler II: Rp 14,7 juta BSS semester 2-7: Rp 12,150 juta BSS semester 8: Rp 7,5 juta 16. Akuntansi BSS semester 1 reguler I: Rp 9,6 juta BSS semester 1 reguler II: Rp 11,9 juta BSS semester 2-7: Rp 10,2 juta BSS semester 8: Rp 5,850 juta 17. Ekonomi Pembangunan BSS semester 1 reguler I: Rp 8,7 juta BSS semester 1 reguler II: Rp 11,3 juta BSS semester 2-7: Rp 9,3 juta BSS semester 8: Rp 5,850 juta 18. Peternakan BSS semester 1 reguler I: Rp 7,8 juta BSS semester 1 reguler II: Rp 9,2 juta BSS semester 2-7: Rp 8,4 juta BSS semester 8: Rp 5,625 juta 19. Psikologi, Hukum BSS semester 1 reguler I: Rp 10,050 juta BSS semester 1 reguler II: Rp 13,2 juta BSS semester 2-7: Rp 10,650 juta BSS semester 8: Rp 6,3 juta 20. Ilmu Keperawatan BSS semester 1 reguler I: Rp 17,350 juta BSS semester 1 reguler II: Rp 19,6 juta BSS semester 2-7: Rp 16,050 juta BSS semester 8: Rp 12,3 juta 21. Fisioterapi BSS semester 1 reguler I: Rp 15,7 juta BSS semester 1 reguler II: Rp 17,7 juta BSS semester 2-7: Rp 14,4 juta BSS semester 8: Rp 11,1 juta

Universitas Muhammadiyah Malang Rilis Rincian Biaya Kuliah Tahun Akademik 2026/2027

mediakompeten – Biaya pendidikan pada perguruan tinggi swasta menjadi instrumen krusial yang wajib dipersiapkan oleh para calon mahasiswa baru. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah merilis rincian dana pendidikan untuk seluruh program studi pada tahun akademik 2026/2027, seperti dilansir dari Edukasi. Komponen pendanaan di kampus ini menerapkan sistem Biaya Studi Semester (BSS) yang mencakup beberapa elemen pendaftaran. Elemen di dalam BSS meliputi biaya untuk daftar ulang, SPP, DPP, serta fasilitas pendukung seperti Layanan IT dan Layanan Perpustakaan. Khusus calon mahasiswa baru jalur reguler atau gelombang II, terdapat penyesuaian berupa kenaikan DPP sekitar 10 persen yang wajib dilunasi sekali saat her-registrasi. Mekanisme pelunasan BSS dapat diangsur sebanyak tiga kali dalam satu semester, yaitu saat pengisian KRS, menjelang UTS, dan menjelang UAS. Pembayaran angsuran pertama BSS semester satu dilakukan bersamaan dengan proses her-registrasi mahasiswa baru. Pengeluaran untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN), penyusunan skripsi, yudisium, hingga prosesi wisuda tidak termasuk dalam BSS dan ditagihkan secara terpisah. Besaran dana pendidikan di UMM bervariasi tergantung pada program studi dan gelombang pendaftaran yang dipilih oleh calon mahasiswa. Jurusan Farmasi menetapkan BSS semester 1 sebesar Rp 31,1 juta untuk reguler I dan Rp 34,6 juta bagi reguler II. Memasuki semester 2-3 biaya menjadi Rp 29,1 juta, kemudian turun menjadi Rp 16,5 juta pada semester 4-8. Program studi Kedokteran memiliki nominal tertinggi dengan BSS semester 1 mencapai Rp 103.350.000 untuk reguler I dan Rp 123.350.000 untuk reguler II. Selanjutnya, beban biaya Kedokteran pada semester 2-3 adalah Rp 101,7 juta dan semester 4-8 sebesar Rp 27,3 juta. Untuk klaster keagamaan seperti Pendidikan Agama Islam dan Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyah), BSS semester 1 dipatok Rp 6,6 juta (reguler I) dan Rp 7,6 juta (reguler II). Mulai semester 2-7 biayanya sebesar Rp 7,2 juta, dan pada semester akhir atau semester 8 disesuaikan menjadi Rp 5,1 juta. Jurusan Ekonomi Syariah serta Pendidikan Bahasa Arab menetapkan BSS semester 1 reguler I senilai Rp 6,950 juta dan reguler II senilai Rp 7,950 juta. Tarif semester 2-7 untuk kedua jurusan tersebut adalah Rp 7,2 juta, yang kemudian berkurang menjadi Rp 5,1 juta pada semester 8. Pada rumpun sosial, Kesejahteraan Sosial dan Sosiologi memberlakukan tarif semester 1 reguler I Rp 7,2 juta serta reguler II Rp 8,7 juta. Beban finansial semester 2-7 berada pada angka Rp 7,8 juta, lalu menyusut menjadi Rp 5,550 juta di semester 8. Program studi Ilmu Komunikasi bersama Hubungan Internasional mematok biaya semester 1 reguler I sebesar Rp 10.050.000 dan reguler II Rp 13,550 juta. Mahasiswa kedua jurusan ini akan membayar Rp 10,650 juta pada semester 2-7, dan Rp 6,3 juta untuk semester 8. Bagi mahasiswa Ilmu Pemerintahan, BSS awal yang harus dibayarkan senilai Rp 8,250 juta untuk reguler I dan Rp 11,2 juta untuk reguler II. Kelanjutan biaya kuliah Ilmu Pemerintahan pada semester 2-7 adalah Rp 8,850 juta, disusul tarif semester 8 sebesar Rp 5,850 juta. Sektor pendidikan seperti Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Pendidikan Kepelatihan Olahraga menetapkan tarif semester 1 sebesar Rp 6,750 juta (reguler I) dan Rp 8,250 juta (reguler II). Fase semester 2-7 dikenakan Rp 7,350 juta, sedangkan semester 8 dipatok rata pada angka Rp 5,1 juta. Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan memiliki rincian semester 1 reguler I Rp 6 juta, reguler II Rp 8 juta, semester 2-7 Rp 6,6 juta, dan semester 8 Rp 5,1 juta. Sementara itu, Pendidikan Biologi menerapkan tarif awal Rp 6,750 juta untuk reguler I serta Rp 8,750 juta bagi reguler II. Lanjutan semester 2-7 untuk Pendidikan Biologi adalah Rp 7,350 juta, dan diakhiri dengan Rp 5,1 juta pada semester 8. Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar mengandalkan skema semester 1 reguler I Rp 7,050 juta dan reguler II Rp 9,550 juta. Masuk ke semester 2-7 biayanya menjadi Rp 7,650 juta, lalu ditetapkan sebesar Rp 5,1 juta untuk semester 8. Fakultas Teknik yang mencakup Teknik Mesin, Teknik Elektro, serta Teknik Industri menetapkan dana semester 1 reguler I Rp 9,450 juta dan reguler II Rp 11,3 juta. Grafik biaya semester 2-7 berada pada nominal Rp 10.050.000, sebelum akhirnya turun menjadi Rp 5,850 juta di semester 8. Teknik Sipil mengusung besaran semester 1 reguler I Rp 9,450 juta, namun untuk reguler II berada di angka Rp 12,3 juta. Ketentuan semester 2-7 bagi Teknik Sipil serupa dengan jurusan teknik lainnya yaitu Rp 10.050.000, serta semester 8 senilai Rp 5,850 juta. Program studi Informatika mewajibkan pembayaran semester 1 reguler I Rp 10,5 juta dan reguler II Rp 14 juta. Tagihan semester 2-7 untuk Informatika menyentuh Rp 11,1 juta, kemudian melandai pada angka Rp 6,3 juta untuk semester 8. Di bidang bisnis, Manajemen memasang biaya semester 1 reguler I sebesar Rp 11,55 juta dan reguler II senilai Rp 14,7 juta. Selanjutnya, operasional semester 2-7 dipatok Rp 12,150 juta, yang disusul biaya semester 8 sebesar Rp 7,5 juta. Akuntansi membebankan dana semester 1 reguler I sebesar Rp 9,6 juta dan reguler II senilai Rp 11,9 juta kepada mahasiswa baru. Untuk periode semester 2-7 biaya Akuntansi adalah Rp 10,2 juta, dan kewajiban semester 8 sebesar Rp 5,850 juta. Ekonomi Pembangunan mengaplikasikan biaya semester 1 reguler I Rp 8,7 juta, reguler II Rp 11,3 juta, semester 2-7 Rp 9,3 juta, serta semester 8 Rp 5,850 juta. Untuk jurusan Psikologi dan Hukum, universitas menetapkan nilai semester 1 reguler I Rp 10.050.000 dan reguler II Rp 13,2 juta. Siklus semester 2-7 bagi kedua jurusan populer ini membutuhkan dana Rp 10,650 juta, dan tersisa Rp 6,3 juta pada semester 8. Terakhir, pada rumpun ilmu kesehatan, Ilmu Keperawatan merilis tarif semester 1 reguler I Rp 17,350 juta dan reguler II Rp 19,6 juta. Pemberlakuan biaya semester 2-7 Ilmu Keperawatan adalah Rp 16,050 juta, serta penyelesaian semester 8 sebesar Rp 12,3 juta. Bagi peminat Fisioterapi, beban semester 1 reguler I sebesar Rp 15,7 juta, disusul reguler II senilai Rp 17,7 juta. Kewajiban finansial untuk semester 2-7 Fisioterapi dipatok pada angka Rp 14,4 juta, dan untuk masa semester 8 adalah Rp 11,1 juta.

Mahasiswa UMM Jadi CEO Cokelat Premium, Produk Kakao Lokal Tembus Pasar Internasional

Mahasiswa UMM Jadi CEO Cokelat Premium, Produk Kakao Lokal Tembus Pasar Internasional pwmu.co –Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Paul Teller, membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk memimpin perusahaan berskala global. Mahasiswa angkatan 2023 tersebut saat ini menjalankan peran sebagai Chief Executive Officer (CEO) PT Aagney Cocoa Persada, perusahaan pengolahan kakao yang berbasis di Tabanan, Bali. Melalui konsep cokelat premium bean to bar, Paul berhasil membawa produk berbahan baku kakao lokal Indonesia menembus pasar internasional dan bersaing di tengah ketatnya industri cokelat global. Perjalanan bisnisnya dimulai sejak usia 17 tahun. Saat itu, ia merasa prihatin melihat banyak merek cokelat ternama dunia menggunakan biji kakao asal Indonesia, namun nilai tambah terbesar justru dinikmati oleh negara lain. Kondisi tersebut mendorongnya untuk mengembangkan produk cokelat premium dengan memanfaatkan potensi kakao lokal secara mandiri. “Kita punya sumber daya alam melimpah. Kalau negara lain bisa mengembangkan bisnis menggunakan biji kakao dari Indonesia, kenapa kita di negeri sendiri tidak bisa memanfaatkannya,” ujarnya. Pada awal pengembangan usaha, Paul menghadapi tantangan dalam mengedukasi konsumen mengenai karakter cokelat asli yang cenderung memiliki rasa pahit. Untuk menjawab tantangan tersebut, ia mengembangkan formulasi khusus dengan memadukan biji kakao fermentasi dan gula aren alami. Strategi tersebut berhasil diterima pasar hingga produknya kini hadir di berbagai supermarket premium dan bandara internasional. Menurut Paul, perkembangan bisnis yang dijalankannya tidak lepas dari dukungan lingkungan akademik UMM yang dinilai memberi ruang bagi mahasiswa untuk berkembang sebagai wirausahawan. Ia mengaku dapat menerapkan berbagai teori yang dipelajari di kelas secara langsung dalam pengelolaan bisnis, termasuk strategi pemasaran dan pemahaman perilaku konsumen. “Dosen muda di UMM sangat suportif dan membuka pola pikir mahasiswa. Ilmu tentang sasaran perilaku konsumen yang saya dapatkan di kelas sangat membantu eksekusi strategi bisnis secara langsung,” ungkapnya. Untuk menyeimbangkan aktivitas akademik dan bisnis, Paul menerapkan manajemen waktu yang ketat dengan memadatkan jadwal kuliah. Dengan cara tersebut, ia masih memiliki waktu untuk mengawasi operasional pabrik sekaligus menjalankan tugas sebagai pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Perguruan Tinggi UMM. Kiprah Paul di dunia usaha juga mengantarkannya meraih berbagai penghargaan dan pengakuan. Beberapa di antaranya adalah Juara 2 Paritrana Award Provinsi Bali, partisipasi dalam ajang internasional Bali Interfood Expo 2025, serta apresiasi dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Tidak hanya fokus pada pengembangan bisnis, Paul juga aktif berbagi pengalaman melalui berbagai kegiatan kewirausahaan bagi generasi muda. Ia menilai lingkungan yang positif dan suportif menjadi faktor penting bagi seseorang yang ingin memulai usaha. “Jika ingin merintis karier sebagai pengusaha, langkah awalnya adalah memilih lingkungan yang positif dan suportif. Komunitas yang tepat akan membuat kita tidak mudah menyerah saat menghadapi kegagalan,” pesannya. Kisah Paul Teller menunjukkan bahwa dunia pendidikan dan kewirausahaan dapat berjalan beriringan. Melalui dukungan lingkungan kampus, pengalaman praktik, dan keberanian mengambil peluang, mahasiswa dapat mengembangkan potensi diri sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian. Perjalanan CEO muda tersebut juga menjadi bukti bahwa pemanfaatan sumber daya lokal yang dikelola secara inovatif mampu menciptakan produk berdaya saing global dan membuka peluang baru bagi generasi muda Indonesia. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria

Mahasiswa UMM Sukses Jadi CEO Cokelat Premium di Bali

Paul Teller, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Jawa Timur yang sukses menjadi CEO cokelat premium di Bali (Tagar.co/Humas UMM) Mahasiswa UMM Paul Teller buktikan mimpi besar bisa menembus pasar global lewat bisnis cokelat premium Bali dari biji kakao lokal. Tagar.co – Tembus pasar internasional, Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Paul Teller, sukses menjadi CEO cokelat premium di Bali. Di samping itu, ia membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk memimpin perusahaan berskala global. Mahasiswa angkatan 2023 ini menyeimbangkan perannya sebagai akademisi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) PT. Aagney Cocoa Persada. Melalui pabrik pengolahan kakao miliknya di Tabanan, Bali, Paul berhasil membawa produk cokelat premium berkonsep bean to bar menembus ketatnya pasar internasional. Bisnis cokelat ini ia rintis sejak usia 17 tahun. Bermula dari keprihatinannya saat melihat produk cokelat ternama di Eropa justru menggunakan biji kakao asal Indonesia. Fakta tersebut memotivasinya untuk mengolah kakao lokal secara mandiri. Rahasia Sukses Paul Teller Awalnya, ia menemui tantangan keras dalam mengedukasi masyarakat. Ia berusaha meyakinkan bahwa cokelat asli yang menyehatkan memiliki cita rasa dominan pahit. Berkat kepiawaiannya, ia berhasil meracik biji fermentasi dan gula aren alami hingga produknya merajai supermarket premium dan bandara internasional. “Kita punya sumber daya alam melimpah. Kalau negara lain bisa mengembangkan bisnis menggunakan biji kakao dari Indonesia, kenapa kita di negeri sendiri tidak bisa memanfaatkannya,” tegasnya. Ekspansi pasar yang pesat ini nyatanya sangat didukung oleh ekosistem akademik Kampus Putih UMM yang adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa wirausaha. Paul menyebutkan, teori dari mata kuliah Perilaku Konsumen langsung ia praktikkan untuk merancang strategi pemasaran produknya. Sementara itu, manajemen waktu juga ia terapkan dengan memadatkan jadwal kuliah. Dengan demikian, sisa waktu sepekan dapat ia gunakan untuk memantau pabrik dan memimpin Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) UMM. “Dosen muda di UMM sangat suportif dan membuka pola pikir mahasiswa. Ilmu tentang sasaran perilaku konsumen yang saya dapatkan di kelas sangat membantu eksekusi strategi bisnis secara langsung,” ungkapnya. Paul Teller berfoto bersama Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2020-2024 (Tagar.co/Humas UMM) Capaian Prestisius Kiprah gemilang Paul di dunia wirausaha mengantarkannya pada berbagai pencapaian prestisius. Ia berhasil menjadi Juara 2 Paritrana Award Provinsi Bali pada tahun 2024, dan pameran internasional Bali Interfood Expo 2025. Tidak berhenti sampai disitu, ia juga mendapatkan apresiasi dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Baca Juga:  Mengapa Siswa Masih Pasif di Kelas? Selain berorientasi pada profit, Paul rutin menebar misi sosial dengan menjadi pembicara kewirausahaan bagi generasi muda. Ia sekaligus mengingatkan pentingnya membangun relasi strategis saat baru memulai bisnis. “Jika ingin merintis karier sebagai pengusaha, langkah awalnya adalah memilih lingkungan yang positif dan suportif. Komunitas yang tepat akan membuat kita tidak mudah menyerah saat menghadapi kegagalan,” pesannya. Perjalanan Paul Teller menegaskan peran strategis UMM sebagai ruang tumbuh yang ideal bagi calon pengusaha muda bukan hanya sekadar membekali mahasiswa dengan keilmuan teoritis di dalam kelas, tetapi membentuk mentalitas dan karakter tangguh yang relevan dengan kebutuhan zaman. Bekal inilah yang memastikan setiap lulusan Kampus Putih siap mandiri, berdaya saing tinggi, bahkan mampu memberikan kontribusi nyata di tengah ketatnya persaingan industri global masa depan. (#) Jurnalis Faqih Ahmad Wafir Rahman Penyunting Nadhirotul Mawaddah

Ketum PP Muhammadiyah: UMM Harus Mampu Menjaga Karakter Dasarnya Melahirkan Tokoh Muhammadiyah dan Bangsa

Malang, kartanusa – Selain melakukan groundbreaking pabrik infus Suryavena, Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., yang berkesempatan hadir dan meresmikan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) setinggi 11 lantai. Kamis (11/06/2026). Hadir sejumlah tokoh penting, baik dari internal Muhammadiyah maupun pemerintahan, yakni; Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM., Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (DiktiSaintek) dalam Kabinet Merah Putih Dalam kesempatan tersebut, Ketum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., mengungkapkan tentang sejarah singkat perjalanan Universitas Muhammadiyah Malang, mulai dari tempat yang angker hingga menjadi kampus yang maju. “Dahulu sebelum adanya kampus I UMM, kawasan ini dikenal angker bahkan disebut-sebut sebagai tempat orang buang ‘anak jin’. Namun berkat ketelatenan para pendahulu Muhammadiyah, daerah ini sekarang menjadi maju.” Tutur Ketum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar. Ketum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., bersama tokoh lainnya meresmikan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) setinggi 11 lantai Lebih lanjut, dalam kesempatan tersebut juga, Prof. Haedar berharap UMM bisa menjaga karakter dasarnya, sehingga mampu melahirkan tokoh-tokoh Muhammadiyah dan Bangsa yang berintegritas dan profesional. “Saya berharap UMM dapat terus menjaga karakter dasarnya sehingga mampu melahirkan tokoh-tokoh Muhammadiyah dan Bangsa yang kuat pada prinsip, menjaga akhlak, integritas, amanah, sekaligus profesional.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

20 Kampus Swasta di Kota Malang Jawa Timur, Pilih Yang Terbaik

news.kk.sains – Sebagaimana diketahui bahwa Kota Malang dikenal sebagai salah satu kota pendidikan terbaik di Indonesia. Selain memiliki kampus negeri ternama, Malang juga mempunyai banyak perguruan tinggi swasta berkualitas dengan beragam fakultas dan program studi unggulan. Berikut daftar 20 kampus swasta di Malang yang dapat menjadi referensi untuk melanjutkan pendidikan tinggi. 1. STIMIK PPKIA PRADYA PARAMITHA Webiste: https://stimata.ac.id Chat WA KLIK DISINI STMIK PPKIA PRADYA PARAMITHA merupakan salah satu penyelenggara kelas karyawan yang cukup dikenal di Malang. Kampus ini menawarkan jadwal kuliah malam dan akhir pekan dengan sistem pembelajaran yang dirancang khusus bagi mahasiswa yang bekerja dengan biaya cukup terjangkau. Program Studi Unggulan Sistem Informasi Teknologi Informasi Teknik Informatika Manajemen Informatika 2. Universitas Muhammadiyah Malang Alamat: Jl. Raya Tlogomas No.246, Malang Website: www.umm.ac.id Fakultas & Program Studi: Kedokteran Teknik Ekonomi dan Bisnis Hukum Pertanian dan Peternakan Psikologi Ilmu Sosial dan Politik Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program studi unggulan: Informatika, Manajemen, Ilmu Komunikasi, Farmasi 3. Universitas Tribhuwana Tunggadewi Alamat: Jl. Telaga Warna, Tlogomas, Lowokwaru, Malang Website: www.unitri.ac.id Fakultas & Program Studi: Pertanian Teknik Ilmu Sosial dan Politik Keguruan dan Ilmu Pendidikan Ekonomi Program studi: Agribisnis, Agroteknologi, Teknik Sipil, Manajemen, Ilmu Komunikasi, Keperawatan 4. Universitas Widyagama Malang Alamat: Jl. Borobudur No.35, Mojolangu, Malang Website: www.widyagama.ac.id Fakultas & Program Studi: Teknik Ekonomi dan Bisnis Hukum Pertanian Program studi: Teknik Informatika, Teknik Sipil, Manajemen, Akuntansi, Hukum 5. Universitas Wisnuwardhana Alamat: Jl. Danau Sentani No.99, Madyopuro, Malang Website: www.wisnuwardhana.ac.id Fakultas & Program Studi: Teknik Ekonomi Hukum Pertanian Psikologi FKIP Program studi: Manajemen, Akuntansi, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Psikologi Baca Juga:  25 WA Lowongan Kerja Di Beberapa Daerah 6. Universitas Islam Malang Alamat: Jl. MT Haryono No.193, Dinoyo, Lowokwaru, Kota Malang Website: www.unisma.ac.id Fakultas & Program Studi: Fakultas Ekonomi dan Bisnis: Manajemen, Akuntansi Fakultas Hukum: Ilmu Hukum Fakultas Pertanian: Agribisnis, Agroteknologi Fakultas Teknik: Teknik Mesin, Teknik Sipil, Teknik Elektro Fakultas Kedokteran Fakultas Agama Islam Fakultas MIPA: Biologi, Farmasi Pascasarjana berbagai program magister 7. Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang Alamat: Jl. Soekarno Hatta – Rembuksari 1A, Malang Website: asia.ac.id Fakultas & Program Studi: Fakultas Teknologi dan Desain Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program studi: Teknik Informatika, DKV, Sistem Komputer, Akuntansi, Manajemen 8. Universitas Merdeka Malang Alamat: Jl. Terusan Dieng No.62-64, Malang Website: www.unmer.ac.id Fakultas & Program Studi: Hukum Teknik Ekonomi dan Bisnis Ilmu Sosial dan Politik Teknologi Informasi Psikologi 9. Universitas Gajayana Alamat: Jl. Mertojoyo Blok L, Malang Website: www.uniga.ac.id Fakultas & Program Studi: Teknik dan Informatika Ekonomi Ilmu Sosial dan Budaya Program studi: Sistem Informasi, Informatika, Manajemen, Akuntansi 10. Universitas Kanjuruhan Malang Alamat: Jl. S. Supriadi No.48, Malang Website: www.unikama.ac.id Fakultas & Program Studi: FKIP Teknik Peternakan Bahasa dan Sastra Ekonomi dan Bisnis 11. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Malang Alamat: Jl. Mega Mendung No.1-9, Pisang Candi, Malang Website: www.stieimlg.ac.id Program Studi: Akuntansi Manajemen Perkantoran 12. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Malang Alamat: Jl. Baiduri Sepah No.27, Malang Website: stia-malang.ac.id Program Studi: Administrasi Negara Administrasi Niaga Administrasi Bisnis 13. STIKI Malang Alamat: Jl. Raya Tidar No.100, Malang Website: www.stiki.ac.id Program Studi: Teknik Informatika Sistem Informasi Desain Komunikasi Visual 14. Institut Teknologi Nasional Malang Alamat: Jl. Bendungan Sigura-gura No.2, Malang Website: www.itn.ac.id Fakultas & Program Studi: Teknik Sipil dan Perencanaan Teknologi Industri Arsitektur Teknik Mesin Teknik Elektro Informatika Baca Juga:  15 Magister S2 Hukum Di Medan Yang Terbaik 15. Politeknik Negeri Malang PSDKU Swasta Mitra Alamat: Kota Malang Website: www.polinema.ac.id Program Studi: Teknik Elektro Akuntansi Teknik Informatika Administrasi Bisnis 16. Politeknik Kota Malang Alamat: Jl. Raya Tlogowaru No.3, Malang Website: www.poltekom.ac.id Program Studi: Teknik Informatika Teknik Telekomunikasi Teknik Mekatronika 17. Sekolah Tinggi Teknik Malang Alamat: Jl. Tumenggung Suryo No.44, Malang Website: www.sttmalang.ac.id Program Studi: Teknik Sipil Teknik Mesin Teknik Elektro 18. Universitas Bhinneka Nusantara Alamat: Jl. Raya Tidar No.100, Karangbesuki, Sukun, Malang Website: ubhinus.ac.id Program Studi: Sistem Informasi Informatika Bisnis Digital Manajemen 19. Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Alamat: Jl. S. Supriadi No.48, Malang Website: www.unikama.ac.id Fakultas & Program Studi: Pendidikan Teknik Ekonomi Peternakan Bahasa dan Sastra Program studi: PGSD, Pendidikan Bahasa Inggris, Teknik Informatika, Manajemen 20. STMIK PPKIA PRADNYA PARAMITA Kampus STIMATA merupakan salah satu Institusi Pendidikan Tinggi di wilayah Malang yang mendapat peringkat Top-40 Sekolah Tinggi dan Top-100 Perguruan Tinggi se-Jawa Timur. Alamat: Jl. Laksda Adi Sucipto No.249a, Pandanwangi, Kec. Blimbing, Kota Malang Website: https://stimata.ac.id Program Studi: D3 – Sistem Infromasi S1 – Teknologi Informasi​ S1 – Sistem Informasi​

Mahasiswa Fakultas Hukum UMM Magang di Kantor Hukum Hidayat & Co, Implementasi Teori-Praktek di Dunia Kerja

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (Fh UMM) melaksanakan magang di kantor Hukum Hidayat & Co periode Februari hingga Juni 2026. Hal ini dijelaskan salah satu mahasiswa anggota kelompok magang  FH UMM Achmad Billy Badruzzaman. Selain dirinya juga ada anggota lain yakni, Zidan Qibran, Muhammad Amru Fillah, dan ⁠Nida Nahwa.  Magang ini menguatkan pendidikan hukum secara teori sekaligus kemampuan praktek ilmu yang diperoleh dalam menghadapi permasalahan hukum di kehidupan nyata. Mahasiswa FH UMM ketika menyerahkan cinderamata kepada kantor Hukum Hidayat & Co. Menurut Achmad Billy Badruzzaman, kelompoknya saat magang ini dibawah bimbingan dosen Yohana Puspitasari Wardoyo, SH, MH. Program magang tersebut wujud pelaksanaan kurikulum mengintegrasikan teori dan praktik, dimana Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang  mewajibkan mahasiswa mengikuti program magang. Dipilihnya kantor Hukum Hidayat & Co sebagai tempat magang karena memiliki reputasi dan kredibilitas dalam menangani berbagai jenis perkara hukum, baik di bidang perdata, pidana, komersial, maupun hukum khusus. Kantor ini juga telah berpengalaman lama dalam membimbing mahasiswa magang dari berbagai perguruan tinggi, sehingga mampu memberikan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung pengembangan kompetensi hukum peserta. Pelaksanaan magang diawali pengenalan lingkungan kerja, struktur organisasi, serta tata tertib di kantor. Pimpinan dan staf memberikan gambaran umum tentang pelayanan hukum yang disediakan, mulai dari konsultasi hukum, penyusunan dokumen, pendampingan hingga penyelesaian sengketa melalui jalur pengadilan maupun di luar pengadilan. Selain itu aspek manajemen kantor, meliputi sistem pengarsipan dokumen, prosedur penerimaan klien, hingga mekanisme pembagian tugas penanganan perkara. Mahasiswa FH UMM saat kunjungan ke Polresta Malang Kota bersama tim dari kantor Hukum Hidayat & Co. Mahasiswa FH UMM juga diajarkan bagaimana menjaga kerahasiaan informasi klien, sikap profesional dalam berkomunikasi, serta standar pelayanan yang wajib diterapkan oleh setiap praktisi hukum. Termasuk peran dan kedudukan organisasi profesi Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI), tugas pokok Sekretariat Nasional PERADI, serta peraturan yang mengatur hak, kewajiban, dan kode etik advokat sesuai UU No 18/2003 tentang Advokat. Hal ini menjadi dasar agar mahasiswa memahami batasan dan tanggung jawab yang melekat pada profesi hukum. Selama masa magang, tandas Achmad Billy Badruzzaman, mahasiswa FH UMM kelompoknya mengikuti serangkaian diskusi dan pembahasan materi hukum secara terstruktur. Mencakup berbagai bidang hukum, antara lain Hukum Acara: Memahami alur dan tahapan persidangan, mulai dari pendaftaran perkara, sidang pendahuluan, pembuktian, hingga pembacaan putusan. Mempelajari perbedaan prosedur antara perkara perdata dan pidana. Hukum Materiil: Mendalami ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, hukum pidana, hukum ketenagakerjaan, hukum pertanahan, hukum perlindungan konsumen, hukum hak kekayaan intelektual, hingga hukum kepailitan dan PKPU. Berikutnya, Persiapan Kompetensi Profesi: mahasiswa FH UMM dibekali materi dan mengikuti pembahasan soal serta simulasi ujian menyerupai Ujian Profesi Advokat (UPA). Kegiatan ini meliputi analisis kasus, penyusunan argumen hukum, hingga teknik menjawab persoalan hukum secara sistematis. Tampak mahasiswa FH UMM ketika melakukan magang di kantor Hukum Hidayat & Co. Menariknya, Achmad Billy Badruzzaman mengungkapkan pembelajaran tidak hanya bersifat teoretis, tetapi dihubungkan dengan permasalahan yang terjadi di masyarakat. Peserta dilatih untuk melakukan analisis kasus nyata, seperti Tragedi Kanjuruhan, sengketa perjanjian bisnis, perkara dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa, peredaran narkotika, sengketa pemutusan hubungan kerja, hingga permasalahan hukum dalam pengelolaan koperasi. Melalui pembahasan ini, mahasiswa FH UMM belajar mengidentifikasi fakta hukum, menemukan dasar hukum yang relevan, serta menyusun strategi penyelesaian sengketa yang tepat. Kegiatan magang, lanjut Achmad Billy Badruzzaman, mahasiswa FH UMM  langsung praktik yang mendukung penanganan perkara, antara lain: Pemeriksaan dan Penyusunan Dokumen Hukum: mahasiswa membantu memeriksa isi surat perjanjian, akta pendirian badan usaha, gugatan, jawaban gugatan, dan dokumen hukum lainnya. Mahasiswa diajarkan cara menilai kekuatan hukum dokumen serta mengidentifikasi risiko hukum yang mungkin timbul. Selanjutnya, mahasiswa FH UMM kunjungan ke Instansi Penegak Hukum: Polresta Malang Kota. Mahasiswa FH UMM mengamati secara langsung proses penanganan perkara pada tahap penyidikan, berkoordinasi dengan penyidik, serta memahami peran advokat dalam mendampingi klien sejak awal proses hukum. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata mengenai kerja sama antarlembaga dalam sistem peradilan. Mengikuti kegiatan resmi organisasi profesi, dimana mahasiswa FH UMM menghadiri pertemuan dan pelatihan PERADI. Sehingga memperluas wawasan peserta tentang perkembangan hukum terbaru serta standar profesionalisme yang harus dijaga oleh setiap anggota profesi. Pada akhir masa pelaksanaan magang, kelompok mahasiswa FH UMM menyerahkan cinderamata kepada pimpinan dan seluruh staf Kantor Hukum Hidayat & Co. Pimpinan kantor menyampaikan apresiasi atas kesungguhan dan semangat yang ditunjukkan oleh peserta dalam menjalani setiap kegiatan. Achmad Billy Badruzzaman menegaskan  bahwa pengalaman magang ini sangat berharga karena mampu menjembatani kesenjangan antara teori yang dipelajari di kampus dengan kenyataan yang ada di lapangan. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis mengenai penanganan perkara, tetapi juga membentuk pola pikir analitis, etika profesi, serta kematangan sikap yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja. Melalui program magang mahasiswa FH UMM ketika lulus memiliki kompetensi, karakter, dan memberikan kontribusi nyata bagi penegakan hukum dan keadilan di Indonesia. (tim mahasiswa fh umm)

20 Universitas Paling Berprestasi di Indonesia Versi SIMT 2026

Ilustrasi UGM.(Dok. UGM) media kompeten – Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), terdapat daftar 20 universitas paling berprestasi di Indonesia pada tahun 2026. Peringkat ini diukur berdasarkan akumulasi jumlah prestasi yang berhasil dikumpulkan oleh masing-masing perguruan tinggi sejak tahun 1998 hingga sekarang. Universitas Gadjah Mada (UGM) — Kampus ini berhasil menduduki peringkat pertama dengan torehan 669 prestasi. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) — Menempati posisi kedua dengan akumulasi sebanyak 666 prestasi. Universitas Brawijaya (UB) — Berada di peringkat ketiga dengan mengumpulkan 606 prestasi yang juga merupakan buah dari strategi klasterisasi minat bakat mahasiswa. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) — Mengamankan posisi keempat dengan total 504 prestasi. Universitas Indonesia (UI) — Menempati urutan kelima dengan catatan 410 prestasi. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) — Meraih peringkat keenam dengan total 349 prestasi. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) — Berada di posisi ketujuh dengan perolehan 335 prestasi. Universitas Diponegoro (Undip) — Menempati peringkat kedelapan dengan koleksi 312 prestasi. Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) — Berada di urutan kesembilan dengan total 310 prestasi. Institut Pertanian Bogor (IPB) — Mengisi peringkat kesepuluh dengan torehan 300 prestasi. Universitas Telkom (Telkom University) — Memiliki jumlah yang sama di peringkat kesebelas dengan 300 prestasi. Universitas Negeri Malang (UM) — Menempati posisi kedua belas dengan raihan 281 prestasi. Universitas Hasanuddin (Unhas) — Berada di peringkat ketiga belas dengan jumlah yang sama yaitu 281 prestasi. Universitas Sebelas Maret (UNS) — Mengamankan urutan keempat belas dengan total 261 prestasi. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) — Berada di posisi kelima belas dengan torehan 250 prestasi. Institut Teknologi Bandung (ITB) — Menempati peringkat keenam belas dengan koleksi 234 prestasi. Universitas Airlangga (Unair) — Berada di urutan ketujuh belas dengan catatan 232 prestasi. Universitas Negeri Semarang (Unnes) — Mengisi posisi kedelapan belas dengan total 215 prestasi. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) — Menempati peringkat kesembilan belas dengan raihan 205 prestasi. Universitas Tanjungpura — Menutup daftar di peringkat kedua puluh dengan total 197 prestasi.

Founder Social Movement Institute Soroti Pudarnya Tradisi Berpikir Kritis di Kalangan Mahasiswa

Founder Social Movement Institute Eko Prasetyo SH menyampaikan materi dalam Kuliah Tamu Nasional Program Studi Sosiologi FISIP UMM. (Humas UMM/Klikmu.co) KLIKMU.CO – Krisis intelektual yang melanda generasi muda saat ini bukanlah soal rendahnya kapasitas kecerdasan, melainkan pudarnya keberanian untuk berpikir kritis dan melawan ketidakadilan yang terjadi di depan mata. Realitas tersebut menjadi sorotan utama Founder Social Movement Institute Eko Prasetyo SH dalam Kuliah Tamu Nasional Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (13/6/2026). Mengusung tema Kaum Cendekiawan dan Krisis Moral Perlawanan, kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk merefleksikan kembali fungsi sejati kampus sebagai rahim lahirnya intelektual pemberani yang mampu mengoreksi realitas sosial. Dalam pemaparannya di Gedung Kuliah Bersama (GKB) I Lantai 6 UMM, Eko menjelaskan bahwa krisis moral perlawanan tidak muncul dari ruang hampa, melainkan merupakan konsekuensi dari perubahan struktural di dunia pendidikan. Orientasi pendidikan yang semakin pragmatis, menjamurnya budaya individualisme, serta dominasi teknologi secara perlahan menggeser marwah kampus. Lembaga pendidikan tinggi dinilai lebih menyerupai pabrik pencetak tenaga kerja dibandingkan ruang pembentukan karakter yang berpihak pada kebenaran. Akibatnya, mahasiswa semakin terasing dari tradisi menyuarakan kepentingan publik. “Kampus adalah dunia yang dinamis, jangan hanya hidup monoton. Mahasiswa perlu memanfaatkan lingkungan akademik sebagai ruang berdiskusi, berorganisasi, dan menguji gagasan, bukan hanya mengejar nilai atau menyelesaikan perkuliahan. Keberanian mempertanyakan persoalan sosial merupakan fondasi utama bagi lahirnya kaum intelektual yang mampu membawa perubahan,” tegasnya. Lebih lanjut, Eko mengkritisi fenomena komersialisasi pendidikan dan disrupsi informasi yang dinilai menggerus daya nalar kritis mahasiswa. Menurutnya, ketika akses pendidikan semakin mahal dan eksklusif, ruang perjumpaan lintas kelas sosial otomatis menyempit sehingga empati sosial turut terkikis. Di sisi lain, banjir informasi akibat penggunaan gawai justru sering melahirkan pemahaman yang dangkal. Mahasiswa mengetahui banyak isu, tetapi gagal memetakan akar persoalan karena mengabaikan budaya literasi, dialog yang komprehensif, serta ketajaman berpikir analitis. “Egoisme dan hasrat kekuasaan kini mengakar kuat karena terus dipelihara oleh berbagai lembaga dalam masyarakat. Kondisi ini berkontribusi terhadap melemahnya keberanian masyarakat untuk mengkritik ketidakadilan. Budaya kepatuhan dibuat lebih dominan daripada budaya berpikir independen. Dalam kondisi seperti itu, kampus memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga tradisi intelektual agar tetap hidup,” urainya. Menutup kuliah tamu nasional tersebut, Eko menyampaikan pesan penting yang perlu direfleksikan bersama oleh seluruh civitas academica. Menurutnya, krisis moral perlawanan hanya dapat diakhiri apabila mahasiswa berani menanggalkan sikap apatis dan mulai terlibat langsung dalam memahami berbagai persoalan masyarakat. Dia menegaskan bahwa esensi seorang intelektual sejati tidak pernah diukur dari tumpukan gelar akademik, melainkan dari keberanian dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan secara nyata. Karena itu, kampus harus kembali ditegakkan sebagai ruang yang subur bagi tumbuhnya gagasan kritis, independen, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas. (Faqih/AS)