UMM Teken Kerja Sama Program 1000 Sarjana, Dukung SDM Kota Batu

MALANGRAYA.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Tunjukkan komitmen strategisnya dalam percepatan pembangunan sumber daya manusia di Kota Batu melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) guna pelaksanaan Program 1000 Sarjana. Kerja sama ini ditandatangani di GOR Gajah Mada, Kota Batu, pada (9/12/2025) lalu. Program 1000 Sarjana merupakan inisiatif Pemerintah Kota Batu guna memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda setempat, khususnya pada bidang yang mendukung potensi lokal seperti pertanian dan pariwisata. Terkait hal ini UMM ditunjuk sebagai mitra strategis dalam implementasi program ini. Nurochman, Wali Kota Batu, menegaskan komitmennya dalam mendanai pendidikan. “Pendanaan beasiswa menjadi prioritas untuk melahirkan SDM yang lebih kompetitif,” katanya, pada Kamis (18/12/2025). Menanggapi hal ini, Kepala Bagian Kerja Sama UMM Bidang IV, Muhammad Fath Mashuri, menyatakan bahwa UMM tak hanya andalkan anggaran dari pemerintah daerah. Menurutnya, Universitas juga akan memberikan subsidi tambahan berupa potongan biaya studi bagi mahasiswa asal Kota Batu. “UMM tidak semata mengandalkan anggaran dari Pemerintah Kota Batu, tetapi juga memberikan subsidi tambahan,” jelas Fath. Penerima beasiswa dipilih dari mahasiswa aktif berkartu tanda penduduk (KTP) Kota Batu dengan sejumlah kriteria ketat, seperti batas minimal Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan batas masa studi. “Untuk mekanisme program melibatkan proses seleksi bersama antara UMM dan Pemerintah Kota Batu,” imbuhnya. Baca Juga: Profesor UIN Malang Jadi Penguji Disertasi Doktor di Universitas Belanda, Prestasi Internasional..! Di samping dukungan finansial, UMM juga integrasikan pengembangan soft skill dan karakter mahasiswa melalui Program Pengembangan Kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK) serta pembekalan keterampilan teknis seperti bimbingan bahasa pemrograman Python. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya mumpuni secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi kepemimpinan dan digital yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. “Kita akan mengajak generasi muda Kota Batu untuk memanfaatkan peluang ini dengan kesungguhan belajar dan berproses di perguruan tinggi,” pungkasnya. Dengan adanya program ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan siap berkontribusi langsung dalam program unggulan daerah, di sektor pertanian dan ketahanan pangan.(gus)***

Bahas Pemanfaatan AI, Maba FH UMM Raih Juara LKTI Nasional

pwmu.co –Gelombang digitalisasi dan isu pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) yang kian menguat di ranah global direspons tuntas oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).Holista Ana Maria, mahasiswi Fakultas Hukum (FH) angkatan 2025, bersama timnya, berhasil meraih Juara II dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Biometrik yang diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret pada September lalu. Prestasi ini menegaskan peran aktif UMM dalam mendorong generasi muda untuk menjadi solusi berbasis teknologi. Holista sapaannya, menulis karya bersama Gina dan Febri dikenal sebagai tim BRIGITA. Menjelaskan bahwa latar belakang keikutsertaan mereka didorong oleh kesadaran akan urgensi isu teknologi dan digitalisasi di Indonesia. Di bawah bimbingan dosen Diah Budiarti, S.Pd., M.Pd., mereka memutuskan memanfaatkan waktu luang pasca-PESMABA untuk menuangkan gagasan inovatif mereka ke dalam LKTI. Fokus utama tulisan mereka adalah bagaimana generasi muda Indonesia memanfaatkan teknologi AI sebagai wujud inovasi dan kreativitas di era tren #KaburAjaDulu. Arah pemikiran ini selaras dengan tema besar dari panitia, yakni Tren #KaburAjaDulu yang menekankan potensi generasi muda dalam memaksimalkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Tim BRIGITA meyakini bahwa topik AI ini sangat relevan dibahas karena AI tidak hanya menunjukkan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan global. Tetapi juga mencerminkan kebutuhan akan kecepatan dan efisiensi di zaman modern. “Pembahasan pemanfaatan AI menjadi keunggulan utama kami. Karena hampir setiap orang mulai mengandalkan AI untuk menyelesaikan berbagai masalah, dan kami hadir untuk memaksimalkan potensi itu secara lebih efektif dan inovatif,” jelasnya. Dalam karya ilmiahnya, tim BRIGITA tidak hanya mengkritik, tetapi menawarkan solusi nyata. Mereka mengusulkan tiga langkah strategis. Bagi konten kreator, AI harus dioptimalkan untuk mengembangkan ide kreatif. Untuk generasi muda, AI menjadi sarana konstruktif untuk menyalurkan ide dan aspirasi. Terakhir bagi pemerintah, perlu adanya dukungan berupa pelatihan dan kebijakan untuk ekosistem AI. Konsep inilah yang menjadikan gagasan mereka unggul dalam kompetisi. Holista berharap, pengalaman ini dapat memotivasi mahasiswa UMM lainnya untuk tidak takut mencoba kompetisi ilmiah. “Mengikuti suatu lomba bukan hanya karena menang dan kalah saja, tetapi dapat menambahkan pengalaman baru, apalagi saat kita sudah masuk di era perkuliahan,” pesannya. Melalui karya ini, UMM kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya berwawasan hukum, tetapi juga inovatif dan tanggap terhadap perkembangan teknologi global.(*) *) Penulis : Faqih *) Editor : Zahrah Khairani Karim

PSIB UMM dan FKAUB Malang Raya Perkuat Dialog Lintas Iman

MALANG, Suara Muhammadiyah – Pusat Studi Islam Berkemajuan (PSIB) Universitas Muhammadiyah Malang bersama Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB) Malang Raya menggelar kegiatan dialog dan refleksi bersama melalui acara bedah buku yang mengangkat tema “Perjuangan Forum Komunikasi Antar Umat Beragama FKAUB Malang Raya dalam Mewujudkan Moderasi Beragama”. Acara yang diselenggarakan pada Selasa, 6 Desember 2025 ini bertempat di Auditorium Masjid Lantai 2 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Acara dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si., selaku Wakil Rektor V UMM yang membidangi pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dan pengembangan SUmberd Daya Manusia (SDM). Dalam sambutannya, Prof. Tri menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif dan konsistensi FKAUB Malang Raya dalam merawat kerukunan. Ia juga menegaskan komitmen panjang Muhammadiyah dalam menjunjung nilai-nilai inklusivitas dan moderasi beragama. “Muhammadiyah, sejak kelahirannya, telah menanamkan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin, inklusif, dan menjunjung tinggi kehidupan berbangsa yang harmonis. Kegiatan seperti ini adalah bentuk nyata dari implementasi nilai-nilai tersebut, sekaligus wadah untuk memperkuat persaudaraan sesama anak bangsa,” ujar Prof. Tri. Bedah buku tersebut menghadirkan dua narasumber kompeten, yaitu Pdt. David Tobing, ST., S.Th., M.Pd. dan Prof. Gonda Yumitro, S.IP., MA., Ph.D. Keduanya  mengupas tuntas peran, tantangan, dan capaian FKAUB Malang Raya sebagai salah satu forum dialog lintas iman yang aktif di wilayah Malang Raya. Buku yang dibedah menjadi dokumentasi penting sekaligus refleksi kritis atas perjalanan kolektif dalam mewujudkan moderasi beragama di tingkat akar rumput. Dalam penyampaiannya David Tobing Selaku Sekretaris Jendral FKAUB memaparkan bahwa FKAUB lahir pada era reformasi, dimana FKAUB Malang Raya menjadi cikal bakal lahirnya FKAUB di seluruh Indonesia. “Selama ini FKAUB telah banyak melakukan kegiatan yang berkaitan dengan kesatuan antar umat beragama, kami berharap kedepannya banyak karya yang dilahirkan oleh FKAUB,” ujarnya. David Tobing menambahkan bahwa bedah buku ini merupakan kali kedua yang dilaksanakan, selain itu David juga mengucapkan apresiasi kepada Pusat Studi Islam Berkemajuan (PSIB) UMM yang telah bersedia memfasiltasi  bedah buku ini. “Kedepannya PSIB UMM dan FKAUB bisa melakukan kolaborasi terutama dalam aspek riset kerukunan antar umat beragama di Malang Raya,” tuturnya. Sementara kepala Pusat Studi Islam Berkemajuan (PSIB) UMM Prof. Gonda Yumitro, S.IP., MA., Ph.D memaparkan bahwa banyak perspektif yang bisa kita lihat dalam buku tersebut, terutama toleransi antar umat beragama dalam berbagai pandangan agama. “saya mengapresiasi tulisan buku ini, lebih khusus bagaimana perjuangan FKAUB dalam membangun sikap toleransi di Malang Raya,” tuturnya. Gonda juga menyoriti kurangnya pandangan agama Islam dalam buku tersebut, “dalam buku pandangan toleransi sangat kompleks, akan tetapi ada satu hal yang masih kurang. Yaitu, tidak adanya pandangan Islam yang mendalam mengenai sikap tolerani. Seharusnya dalam buku ini bisa mencerikan sikap toleransi Nabi Muhammad, seperti lahirnya piagam madina yang memberi ruang yang setara bagi umat Yahudi dan warga Madinah lainnya, selain itu Nabi Muhammad Juga sangat menghargai menghormati jenazah umat lain. Nabi Muhammad tetap memandangnya sebagai manusia,” ujarnya. Gonda berharap kekurangan tersebut bisa diperbaiki kedepannya, “kekurangan ini kedepannya harus diperbaiki, hal ini dilakukan agar tidak terjadi ketimpangan pandangan dalam kehidupan bertoleransi. “Muhammadiyah seperti yang dijelaskan oleh Wakil Rektor Lima sebelumnya telah menerapkan sikap toleransi sejak lahir, dalam hal social Muhammadiyah tidak memandang agama tertentu. Akan tetapi sikap toleransi Muhammadiyah kepada agama lain terletak pada aspek ibadah mahdhah yang tidak bisa diganggu gugat”, tutupnya. Acara yang di moderator langsung oleh sekretaris PSIB UMM Diki Wahyudi, S.Sos., M.IP dihadiri oleh berbagai elemen, terutama umat dari berbagai agama yang ada di Malang Raya. Selain dihadiri oleh umat lintas agama kegiatan tersebut juga dihadiri oleh mahasiwa UMM dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sebagai salah satu Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah, Diki Wahyudi diakhir sesi menutup dengan memaparkan kirpah toleransi Muhammadiyah di Indonesia. “Muhammadiyah seperti yang telah disampaikan sebelumnya sudah menerapkan toleransi yang cukup tinggi, bahkan ada istilah bagi teman-teman Kristen yang memiliki kedekatan dengan Muhammadiyah disebut KrisMu (Kristen Muhammadiyah), istilah ini tidak  asing bagi teman-teman Kristen yang memiliki kedekatan dengan Muhammadiyah terutama teman-teman yang mengenyam Pendidikan di kampus-kampus Muhammadiyah, seperti di Papua, NTT dan lainnya. Jadi kita tidak perlu lagi mempertanyakan sikap toleransi Muhammadiyah,” tutupnya.

Website Karya Praktikum Komunikasi UMM Pukau Praktisi Media Online

SUARA MUHAMMADIYAH, Surabaya – Empat website karya Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil memukau praktisi media online. Portal-portal tersebut merupakan hasil praktikum Creative Journalism Production di Lab Komunikasi. Empat website dan kelompok yang berhasil menyelesaikan portal adalah soravista.id (Sahwahita), zheltymedia.id/ (sraddhasatya), clickbites.id (Prabharasa) dan natera.id (Narativa Force). Menandai berakhirnya praktikum, karya mahasiswa dipresentasikan di depan praktisi media online. Mereka berkunjung ke kantor redaksi Tribun Jatim dan Jawa Pos di Surabaya, Kamis (18/12). Pemimpin redaksi tribunjatim.com Trimulyono menyambut baik karya-karya mahasiswa ini. “Bagus sekali mahasiswa langsung diajarkan tidak hanya menjadi jurnalis tapi juga publisher,” ujar Ono, sapaan akrab Trimulyono. Lebih jauh, pengembang konten kreatif dan digital Tribun Jatim Adrianus Ardi menekankan pentingnya memahami ideologi platform media. Media online, katanya, harus nyaman dibaca versi desktop maupun mobile. “Sesuaikan saja formatnya. Jangan nulis terlalu panjang untuk versi mobile, tapi perbanyak unsur visual,” saran Ardi. Sementara kunjungan di Jawa Pos diisi dengan diakusi dan observasi newsroom di Graha Pena Surabaya. Dalam sesi diskusi dengan Wapemred Firzan Syahroni. Berbeda dengan media online, koran Jawa Pos memiliki kesempatan lebih besar menjaga kepercayaan publik karena memiliki banyak waktu untuk mengecek berita. “Saat berita online makin banyak, publik justru akan menyandarkan trust nya pada media cetak,” ungkap Wapred yang biasa disapa Oni ini. Itulah sebabnya Oni optimis media cetak akan terus ada. Kunjungan media diikuti 30 mahasiswa didampingi kepala lab Komunikasi Widya Yutanti dan dosen pengampu Nasrullah. “Banyak input positif dari media visit kali ini, semoga bisa menambah pengalaman dan pengetahuan mahasiswa jurnalistik,” harap Widya yang optimis lulusan Komunikasi lebih siap bekerja di dunia media massa maupun media sosial karena bekal di praktikum cukup kuat. Nasrullah menambahkan dalam.praktikum mahasiswa dilatih untuk memproduksi berita dengan cepat tapintetap.akurat. Cara ini mengacu pada kinerja media online yang harus cepat. “Makanya saya melibatkan praktisi untuk memberi penilaian karya mahasiswa agar lebih obyektif. Selain itu mahasiswa juga memperoleh banyak masukan dari ahlinya,” pungkas Nasrullah. (nas)

Website Karya Praktikum Komunikasi UMM Pukau Praktisi Media Online

pwmu.co – Empat website karya Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil memukau praktisi media online. Portal- portal tersebut merupakan hasil praktikum Creative Journalism Production di Lab Komunikasi.Empat kelompok dan website yang berhasil dipresentasikan adalah portal soravista.id oleh kelompok Sahwahita, zheltymedia.id oleh Sraddhasatya, clickbites.id oleh Prabharasa dan natera.id oleh Narativa Force. Untuk menguji kelayakan website ini, pengajar mata kuliah praktikum Nasrullah, mengajak mahasiswa berkunjung ke dua kantor media Tribun Jatim dan koran Jawa Pos di Surabaya, Kamis (18/12/2025). Tak hanya berkunjung, mahasiswa juga ditantang mempresentasikan hasil karyanya di depan Pemimpin Redaksi Tribun Jatim, Tri Mulyono. Ikut mereview karya mahasiswa, pengembang konten kreative dan digital Adrianus Ardi. Trimulyono menyambut baik karya-karya mahasiswa ini. “Bagus sekali mahasiswa langsung diajarkan tidak hanya menjadi jurnalis tapi juga publisher,” ujar Ono, sapaan akrab Trimulyono. Diminta mereview portal berita karya mahasiswa, Ono memberi apresiasi dan berbagai kritik. Salah satunya terhadap pencantuman narasumber. “Bedanya karya jurnalistik dengan konten kreatif ya pada kekayaan informasi dari sumber yang terpercaya,” kritiknya. Ono menyarankan agar mahasiswa lebih berani menulis dengan kutipan-kutipan yang akurat. Pengalaman menemui narasumber, katanya, akan menjadi bekal menjalin jejaring yang bermanfaat di suatu hari nanti. “Jurnalis itu punya privilege, bisa menemui siapapun,” tutur Ono. Lebih jauh, Adri menekankan pentingnya memahami ideologi platform media. Media online, katanya, harus nyaman dibaca versi desktop maupun mobile. “Sesuaikan saja formatnya. Jangan nulis terlalu panjang untuk versi mobile, tapi perbanyak unsur visual,” saran Ardi. Diskusi berlangsung seru karena antusias mahasiwa memamerkan karya sekaligus mendapatkan insight dari praktisi. Rika, salah satu mahasiswa, ingin melanjutkan pengembangan websitenya walau sudah selesai praktikum nanti. Dia minta saran bagaimana agar media online bisa bertahan. “Semakin segmented semakin baik. Tidak perlu terlalu bernafsu pada page view, yang penting punya segmen loyal,” kata Ono. Dia menyontohkan website Total Politik yang sangat spesifik pada isu politik dan kuat. Sementara itu kunjungan di Jawa Pos diisi dengan diakusi dan observasi newsroom di Graha Pena Surabaya. Sesi diskusi berlangsung dengan Wapemred Firzan Syahroni. Berbeda dengan media online, koran Jawa Pos memiliki kesempatan lebih besar menjaga kepercayaan publik karena memiliki banyak waktu untuk mengecek berita. Oleh karenanya, media cetak dinilainya lebih mudah menjaga kredibilitas berita. “Saat berita online makin banyak, publik justru akan menyandarkan trust nya pada media cetak,” ungkap Wapemred yang biasa disapa Oni ini. Itulah sebabnya Oni optimis media cetak akan terus ada. Kunjungan media diikuti 30 mahasiswa. Selain didampingi dosen pengampu, hadir juga kepala lab Komunikasi Widya Yutanti. “Banyak input positif dari media visit kali ini, semoga makin bisa menambah pengalaman dan pengetahuan mahasiswa jurnalistik,” harap Widya yang optimis lulusan Komunikasi lebih siap bekerja di dunia media massa maupun media sosial karena bekal di praktikum cukup kuat. Nasrullah menambahkan dalam.praktikum mahasiswa dilatih untuk memproduksi berita dengan cepat tapintetap.akurat. Cara ini mengacu pada kinerja media online yang harus cepat. “Makanya saya melibatkan praktisi untuk memberi penilaian karya mahasiswa agar lebih obyektif. Selain itu mahasiswa juga memperoleh banyak masukan dari ahlinya,” pungkas Nasrullah. (*) *) Penulis : Humas UMM *) Editor : Azrohal Hasan

LSO Mekatronik UMM Sabet Juara 2 KMHE Nasional 2025

Malang, JATIMSATUNEWS.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Lembaga Semi Otonom (LSO) Mekatronik Fakultas Teknik UMM berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2025 yang diselenggarakan di Universitas Jember pada 23–26 Oktober 2025. Kompetisi ini diikuti puluhan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Manajer Tim Mekatronik UMM, Farelian Izzata Anantara, menjelaskan bahwa partisipasi UMM dalam KMHE merupakan bagian dari komitmen tim untuk terus mengembangkan riset dan inovasi di bidang teknologi transportasi ramah lingkungan. Menurutnya, kompetisi nasional menjadi ruang pembelajaran strategis bagi mahasiswa sekaligus kontribusi nyata terhadap isu efisiensi energi. Kategori lomba yang diikuti adalah mobil hemat energi, yang menuntut ketelitian tinggi dalam perancangan sistem kendaraan. Mulai dari desain bodi, sistem pembakaran, hingga manajemen energi harus dirancang seefisien mungkin. Tantangan tersebut menjadikan KMHE sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga sarat nilai inovasi dan keberlanjutan. Dalam proses persiapan, tim Mekatronik UMM menghadapi sejumlah kendala teknis, terutama pada stabilitas prototipe berbahan bakar etanol, integrasi sistem, serta pengujian performa kendaraan. “Kami menghadapi tantangan pada stabilitas prototipe etanol, integrasi sistem, dan manajemen waktu. Namun hal itu dapat diatasi melalui pembagian tugas yang terstruktur, pengujian berkala, serta koordinasi intensif antara tim dan dosen pembina,” ujar Farel. Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan penuh pihak kampus, mulai dari pendanaan, fasilitas penunjang, hingga dukungan moral. Dukungan tersebut dinilai mampu menciptakan ekosistem prestasi yang berkelanjutan bagi mahasiswa. Pembina LSO Mekatronik UMM, Andi Nusa, menilai capaian Juara 2 KMHE 2025 sebagai hasil yang patut diapresiasi, namun tetap menyisakan ruang evaluasi. Ia menegaskan bahwa prestasi ini harus menjadi pijakan awal untuk riset yang lebih mendalam dalam pengembangan kendaraan hemat energi. Ia juga mendorong tim untuk terus melakukan penelitian di luar musim lomba. Mengingat KMHE umumnya berlangsung pada Oktober hingga Desember, periode di luar itu dinilai krusial untuk memperkuat riset teknis, meningkatkan efisiensi energi, serta memaksimalkan performa kendaraan. “Capaian ini jangan membuat cepat berpuas diri. Keseimbangan antara peningkatan kemampuan teknis dan pembinaan sumber daya manusia menjadi kunci agar tim Mekatronik UMM bisa terus konsisten berprestasi dan bersaing di level yang lebih tinggi,” pungkasnya. (raf)

UMM Kukuhkan Diri sebagai Kampus Paling Berkelanjutan di Malang Raya

Malang (beritajatim.com) – Isu krisis air dan energi global bukan sekadar bahan diskusi di ruang kelas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kampus Putih ini membuktikan komitmen dengan mengamankan posisi sebagai perguruan tinggi paling berkelanjutan di Malang Raya dan lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) tingkat nasional berdasarkan pemeringkatan UI GreenMetric 2025. Dalam rilis terbaru, UMM berhasil menduduki peringkat 19 nasional, naik satu peringkat dari tahun sebelumnya, serta menempati posisi 102 dunia. Capaian ini mengukuhkan dominasi UMM dalam pengelolaan kampus hijau yang terintegrasi dan berkelanjutan. Keberhasilan UMM menembus jajaran elit kampus hijau dunia didasarkan pada enam indikator utama UI GreenMetric: Setting and Infrastructure, Energy and Climate Change, Waste, Water, Transportation, hingga Education and Research. Ketua Tim GreenMetric UMM, Sandi Wahyudiono, S.T., M.T., menegaskan bahwa pencapaian ini bukanlah hasil instan. UMM membangun ekosistem keberlanjutan secara menyeluruh, di mana aspek konservasi air dan pendidikan menjadi pilar yang paling menonjol. “Nilai kami cukup menonjol pada aspek Water, salah satunya berkat keberadaan danau kampus sebagai bagian dari konservasi air. Selain itu, aspek Education and Research terus diperkuat secara sistemik melalui riset dan kurikulum,” ujar Sandi. Salah satu pembeda UMM dengan kampus lain adalah implementasi teknologi ramah lingkungan yang berdampak langsung. Beberapa program unggulan yang menjadi motor penilaian meliputi pemanfaatan energi terbarukan melalui penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Kemudian dari segi transportasi ramah lingkungan, pengoperasian mobil listrik kampus dan sistem transportasi internal yang rendah emisi, serta pengelolaan limbah terpadu dan kurikulum berkelanjutan melalui integrasi mata kuliah wajib Wawasan Berkelanjutan bagi seluruh mahasiswa. Wakil Rektor IV UMM, M. Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., mengungkapkan rasa bangganya atas konsistensi kampus dalam menjaga kelestarian bumi. Ia berharap prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus peduli pada lingkungan. “Harapannya ini bisa menambah kepedulian untuk menjaga keberlangsungan bumi, mulai dari hal kecil seperti menjaga kebersihan hingga semangat menanam pohon,” ungkap Salis Senada dengan hal tersebut, Sandi Wahyudiono menekankan bahwa target UMM ke depan adalah menembus 15 besar nasional. Namun, ia menggarisbawahi bahwa fokus utama tetap pada pembentukan budaya. “Harapannya, keberlanjutan dijaga sebagai budaya kampus, bukan sekadar tuntutan penilaian. Di situlah kekuatan UMM yang sesungguhnya,” pungkasnya. (dan/kun)

Mobil Hemat Energi Antarkan Tim Mekatronik UMM Sabet Juara Nasional

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional melalui Lembaga Semi Otonom (LSO) Mekatronik Fakultas Teknik. Dalam ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2025 yang diselenggarakan di Universitas Jember pada 23–26 Oktober lalu, tim Mekatronik UMM berhasil meraih Juara 2, bersaing dengan puluhan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Manager Tim Mekatronik UMM, Farelian Izzata Anantara, menerangkan bahwa keikutsertaan UMM dalam KMHE merupakan bagian dari komitmen tim untuk terus mengembangkan riset dan inovasi di bidang teknologi transportasi ramah lingkungan. Ia menjelaskan bahwa tim Mekatronik secara konsisten mengikuti kompetisi nasional sebagai sarana pembelajaran, penguatan riset mahasiswa, sekaligus kontribusi nyata terhadap isu efisiensi energi. Farel, sapaan akrabnya, melanjutkan bahwa kategori lomba yang diikuti tim UMM adalah mobil hemat energi, yang menuntut ketelitian tinggi dalam perancangan sistem kendaraan. Mobil yang dilombakan menggunakan bahan bakar hemat energi, sehingga setiap aspek—mulai dari desain bodi, sistem pembakaran, hingga manajemen energi—harus dirancang seefisien mungkin. ”Tantangan ini menjadikan KMHE sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga sarat nilai inovasi dan keberlanjutan,” katanya, Kamis (18/12/2025). Dalam proses persiapan, tim Mekatronik UMM sempat mengalami sejumlah kendala, khususnya pada aspek teknis dan pengujian performa kendaraan. Farel mengungkapkan bahwa kendala tersebut menuntut tim untuk melakukan evaluasi berulang dan perbaikan menyeluruh. Meski demikian, seluruh tantangan berhasil diatasi melalui kerja kolektif, riset berkelanjutan, serta disiplin tinggi selama masa persiapan. “Kami menghadapi tantangan pada stabilitas prototipe etanol, integrasi sistem, dan manajemen waktu. Namun, hal tersebut dapat diatasi melalui pembagian tugas yang terstruktur, pengujian berkala, serta koordinasi intensif antara tim dan dosen pembina,” ujar Farel. Tim Mekatronik UMM juga mendapatkan dukungan penuh dari pihak kampus, baik dalam bentuk pendanaan, fasilitas penunjang, maupun dukungan moral. Dukungan ini menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi dan semangat tim selama mengikuti rangkaian kompetisi. Kehadiran UMM sebagai institusi pendukung dinilai mampu menciptakan ekosistem prestasi yang sehat dan berkelanjutan bagi mahasiswa. Sementara itu, pembina LSO Mekatronik UMM, Andi Nusa, menilai capaian Juara 2 KMHE 2025 sebagai hasil yang baik, namun masih menyisakan ruang evaluasi dan peningkatan. Ia menegaskan bahwa prestasi tersebut harus dipandang sebagai pijakan awal untuk mendorong riset yang lebih mendalam, khususnya dalam pengembangan kendaraan hemat energi agar mampu bersaing lebih optimal pada kompetisi berikutnya. Andi, sapaan akrabnya, juga mendorong tim untuk terus melakukan penelitian dan pengembangan di luar musim lomba, mengingat periode kompetisi biasanya berlangsung pada Oktober hingga Desember. Di luar rentang tersebut, mahasiswa diharapkan fokus pada riset teknis, peningkatan efisiensi energi, serta penguatan performa kendaraan agar hasil yang dicapai semakin maksimal. Terakhir, ia berpesan agar capaian ini tidak membuat mahasiswa cepat berpuas diri. Menurutnya, keseimbangan antara peningkatan kemampuan teknis dan pembinaan sumber daya manusia menjadi kunci agar tim Mekatronik UMM mampu melangkah lebih jauh dan konsisten mengharumkan nama Universitas Muhammadiyah Malang di ajang nasional maupun internasional. (Faqih/AS)

Website Karya Mahasiswa Komunikasi UMM Pukau Praktisi Media Online

pwmu.co – Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil memukau praktisi media online lewat website karya mereka. Portal- portal tersebut merupakan hasil praktikum Creative Journalism Production di Lab Komunikasi.Empat website dan kelompok yang berhasil menyelesaikan portal adalah soravista.id (Sahwahita), zheltymedia.id (sraddhasatya), clickbites.id (Prabharasa), dan natera.id (Narativa Force). Menandai berakhirnya praktikum, karya mahasiswa dipresentasikan di depan praktisi media online. Mereka berkunjung ke kantor redaksi Tribun Jatim dan Jawa Pos di Surabaya, Kamis (18/12/2025). Pemimpin redaksi tribunjatim.com Trimulyono menyambut baik karya-karya mahasiswa ini. “Bagus sekali mahasiswa langsung diajarkan tidak hanya menjadi jurnalis tapi juga publisher,” ujar Ono, sapaan akrab Trimulyono. Diminta mereview portal berita karya mahasiswa, Ono memberi apresiasi dan berbagai kritik. Salah satunya terhadap pencantuman narasumber. “Bedanya karya jurnalistik dengan konten kreatif ya pada kekayaan informasi dari sumber yang terpercaya,” kritiknya. Ono menyarankan agar mahasiswa lebih berani menulis dengan kutipan-kutipan yang akurat. Pengalaman menemui narasumber, katanya, akan menjadi bekal menjalin jejaring yang bermanfaat di suatu hari nanti. “Jurnalis itu punya previlege, bisa menemui siapapun,” tutur Ono. Lebih jauh, pengembang konten kreatif dan digital Tribun Jatim Adrianur Ardi menekankan pentingnya memahami ideologi platform media. Media online, katanya, harus nyaman dibaca versi desktop maupun mobile. “Sesuaikan saja formatnya. Jangan nulis terlalu panjang untuk versi mobile, tapi perbanyak unsur visual,” saran Ardi. Diskusi berlangsung seru karena antusias mahasiwa memamerkan karya sekaligus mendapatkan insight dari praktisi. Rika, salah satu mahasiswa ingin melanjutkan pengembangan websitenya walau sudah selesai praktikum nanti. Dia minta saran bagaimana agar media online bisa bertahan. “Semakin segmented semakin baik. Tidak perlu terlalu bernafsu pada page view, yang penting punya segmen loyal,” kata Ono. Sementara kunjungan di Jawa Pos diisi dengan diakusi dan observasi newsroom di Graha Pena Surabaya. Dalam sesi diskusi dengan Wapemred Firzan Syahroni. Berbeda dengan media online, koran Jawa Pos memiliki kesempatan lebih besar menjaga kepercayaan publik karena memiliki banyak waktu untuk mengecek berita. “Saat berita online makin banyak, publik justru akan menyandarkan trust nya pada media cetak,” ungkap Wapred yang biasa disapa Oni ini. Itulah sebabnya Oni optimis media cetak akan terus ada. Kunjungan media diikuti 30 mahasiswa didampingi kepala lab Komunikasi Widya Yutanti dan dosen pengampu Nasrullah. “Banyak input positif dari media visit kali ini, semoga bisa menambah pengalaman dan pengetahuan mahasiswa jurnalistik,” harap Widya yang optimis lulusan Komunikasi lebih siap bekerja di dunia media massa maupun media sosial karena bekal di praktikum cukup kuat. *) Penulis : Nasrullah *) Editor : Aalimah Qurrata Ayun

Bedah Buku Moderasi Beragama, PSIB UMM dan FKAUB Malang Raya Gelar Dialog Lintas Iman

pwmu.co – Pusat Studi Islam Berkemajuan (PSIB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB) Malang Raya menggelar dialog dan refleksi lintas iman melalui kegiatan bedah buku bertema “Perjuangan Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB) Malang Raya dalam Mewujudkan Moderasi Beragama”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (6/12/2025) di Auditorium Masjid Lantai 2 UMM.Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor V UMM Bidang Pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) serta Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan konsistensi FKAUB Malang Raya dalam merawat kerukunan umat beragama. Prof. Tri menegaskan bahwa Muhammadiyah sejak awal berdirinya telah menanamkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, inklusif, dan menjunjung tinggi kehidupan berbangsa yang harmonis. “Kegiatan seperti ini merupakan wujud nyata implementasi nilai-nilai tersebut, sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan sesama anak bangsa,” ujarnya. Kegiatan bedah buku menghadirkan dua narasumber, yakni Sekretaris Jenderal FKAUB Malang Raya Pdt. David Tobing, ST., S.Th., M.Pd., serta Kepala PSIB UMM Prof. Gonda Yumitro, S.IP., MA., Ph.D. Keduanya mengulas peran, tantangan, dan capaian FKAUB Malang Raya sebagai salah satu forum dialog lintas iman yang aktif di wilayah Malang Raya. Dalam pemaparannya, David Tobing menjelaskan bahwa FKAUB lahir pada era reformasi dan FKAUB Malang Raya menjadi cikal bakal terbentuknya forum-forum serupa di berbagai daerah di Indonesia. “Selama ini FKAUB telah banyak melakukan kegiatan yang berkaitan dengan penguatan persatuan dan kerukunan antarumat beragama. Ke depan, kami berharap semakin banyak karya yang dapat dihasilkan oleh FKAUB,” ujarnya. David juga menambahkan bahwa kegiatan bedah buku ini merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan. Ia menyampaikan apresiasi kepada PSIB UMM yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut. “Ke depan, PSIB UMM dan FKAUB diharapkan dapat terus berkolaborasi, khususnya dalam riset tentang kerukunan antarumat beragama di Malang Raya,” tuturnya. Sementara itu, Prof. Gonda Yumitro mengungkapkan bahwa buku yang dibedah memuat beragam perspektif mengenai toleransi antarumat beragama dari berbagai sudut pandang keagamaan. Ia mengapresiasi upaya FKAUB dalam membangun sikap toleransi di Malang Raya. Namun demikian, Gonda juga menyoroti masih minimnya pembahasan mendalam mengenai perspektif Islam dalam buku tersebut. “Pandangan toleransi yang disajikan sangat komprehensif, tetapi masih kurang dalam menghadirkan perspektif Islam secara mendalam. Padahal, sejarah Islam menunjukkan teladan kuat tentang toleransi, seperti Piagam Madinah yang memberikan ruang setara bagi seluruh warga, termasuk umat Yahudi, serta sikap Nabi Muhammad SAW yang menghormati jenazah umat lain karena memandangnya sebagai sesama manusia,” jelasnya. Ia berharap kekurangan tersebut dapat dilengkapi pada edisi atau karya berikutnya agar tidak terjadi ketimpangan perspektif dalam memahami praktik toleransi beragama. Gonda juga menegaskan bahwa Muhammadiyah sejak awal berdiri telah menerapkan sikap toleransi dalam kehidupan sosial tanpa memandang latar belakang agama, dengan tetap menjaga prinsip ibadah mahdhah yang tidak dapat dicampuradukkan. Kegiatan yang dimoderatori oleh Sekretaris PSIB UMM, Diki Wahyudi, S.Sos., M.IP., ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat lintas agama, mahasiswa UMM, serta kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sebagai salah satu organisasi otonom Muhammadiyah. Menutup kegiatan, Diki Wahyudi menegaskan kembali kiprah Muhammadiyah dalam merawat toleransi di Indonesia. “Muhammadiyah telah lama mempraktikkan toleransi yang tinggi. Bahkan, terdapat istilah KrisMu atau Kristen Muhammadiyah bagi saudara-saudara Kristen yang memiliki kedekatan dengan Muhammadiyah, khususnya di wilayah seperti Papua dan NTT. Ini menunjukkan bahwa sikap toleransi Muhammadiyah tidak perlu diragukan lagi,” pungkasnya. (*) *) Penulis : Wildan Nanda Rahmatullah | Editor : Agus Wahyudi