Pengamat UMM : Trans Jatim Bisa Jadi Penggerak Ekonomi Baru di Malang Raya

  SURYAMALANG.COM, MALANG – Pengoperasian Bus Trans Jatim di Malang Raya membawa dampak ekonomi yang signifikan, tidak hanya bagi sektor transportasi publik, tetapi juga terhadap pariwisata. Pandangan tersebut disampaikan Pengamat Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr Ratih Juliati MSi, dalam acara Tribun Talks yang digelar di Rayz Hotel UMM, Rabu (17/12/2025). Menurut Ratih Juliati, kehadiran Bus Trans Jatim dapat dipahami melalui dua pendekatan teori utama, yakni manajemen transportasi publik dan manajemen destinasi pariwisata. Keduanya saling berkaitan dan menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Kalau kita melihat secara teoritis, Trans Jatim ini menjadi penghubung antara pemerintah sebagai pengelola dengan masyarakat sebagai pengguna.” “Dalam konteks pariwisata, transportasi publik adalah faktor penting yang menentukan aksesibilitas,” ujarnya. Ratih menilai, aksesibilitas menjadi kekuatan utama Trans Jatim di Malang Raya. Dengan tarif yang terjangkau serta fasilitas yang nyaman, layanan ini mampu menarik antusiasme masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. “Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Bus sering penuh.” “Ini menunjukkan bahwa harga murah dan kenyamanan menjadi daya tarik utama,” katanya. Dari sisi ekonomi, Ratih menegaskan bahwa Trans Jatim berpotensi menciptakan multiplier effect yang positif. Aktivitas ekonomi mulai tumbuh di sepanjang rute yang dilalui, terutama di kawasan terminal dan halte. “Penggerak ekonomi lokal mulai terlihat, khususnya di area terminal dan pemberhentian bus.” “Ini perlu didukung oleh pemerintah daerah, misalnya dengan membuka kios UMKM atau tenda-tenda usaha agar dampaknya semakin terasa,” jelasnya. Tak hanya itu, konektivitas Trans Jatim yang menghubungkan Kota Malang, Kabupaten Malang, hingga Kota Batu dinilai mampu memperkuat sinergi ekonomi kawasan Malang Raya.

Pemulihan Pascabencana Agam, UMM Turunkan Tim Koas Kedokteran

RRI – KBRN, Malang : Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menurunkan tim bantuan kebencanaan ke Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Tim ini menjalankan program bertajuk Optimalisasi Layanan Medis dan Dukungan Psikososial Pascabencana yang dijadwalkan berlangsung hingga 27 Desember 2025 mendatang sebagai bagian dari kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti-Saintek). Dr. Arina Restian, M.Pd., salah seorang koordinator tim mengatakan bahwa tim yang diberangkatkan terdiri atas 10 mahasiswa koas (calon dokter muda) Fakultas Kedokteran serta berbagai elemen kesehatan yang ada di UMM. “Mereka membawa berbagai logistik bantuan berupa alat kesehatan, obat-obatan, teknologi tepat guna, sistem filtrasi air bersih, serta perangkat pemeriksaan darah,” katanya, Rabu (17/12/2025). Menurutnya, program di Agam bertujuan melanjutkan serta memaksimalkan layanan yang telah ada, khususnya di bidang kesehatan. Kebutuhan utama masyarakat meliputi layanan medis, kefarmasian, dan dukungan kedokteran, termasuk pemulihan psikososial bagi warga terdampak bencana. “Sebelumnya pada tanggal 8 Desember lalu sudah ada tim yang datang kesana, ini merupakan lanjutannya dan difokuskan kepada ranah kesehatan,” ujar Dr. Arina. Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., PhD., menyampaikan bahwa kondisi pascabencana di Agam masih membutuhkan perhatian serius. Ribuan penyintas yang terdampak bencana dan proses pemulihan tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. “Sehingga Program ini menjadi semangat bagi kami untuk hadir langsung membantu para penyintas yang terdampak bencana. Ini adalah panggilan kemanusiaan,” ujarnya.

UMM Turunkan Tim Kedokteran Bidang Medis Hingga Psikososial

MALANG POSCO MEDIA, MALANG– Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberangkatkan tim bantuan kebencanaan ke Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Selasa (16/12) kemarin. Upaya ini sebagai respon civitas akademika terhadap kondisi masyarakat pasca bencana. Tim UMM akan menjalankan program bertajuk Optimalisasi Layanan Medis dan Dukungan Psikososial Pascabencana yang dijadwalkan berlangsung hingga 27 Desember 2025 mendatang. Pada agenda besar ini UMM membangun kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti-Saintek). UMM dipercaya menjalankan program secara penuh dengan menangani langsung lokasi terdampak bencana di Kabupaten Agam. Koordinator tim, Dr. Arina Restian, M.Pd., menjelaskan bahwa program di Agam bertujuan melanjutkan serta memaksimalkan layanan yang telah ada, khususnya di bidang kesehatan. Kebutuhan utama masyarakat meliputi layanan medis, kefarmasian, dan dukungan kedokteran, termasuk pemulihan psikososial bagi warga terdampak bencana. “Sebelumnya pada tanggal 8 Desember lalu sudah ada tim yang datang kesana. Nah ini merupakan lanjutannya. Yang sekarang ini kami fokuskan kepada ranah kesehatan,” ungkapnya. Tim yang diberangkatkan terdiri atas 10 mahasiswa koas (calon dokter muda) Fakultas Kedokteran serta berbagai element kesehatan yang ada di UMM. Mereka membawa berbagai logistik bantuan berupa alat kesehatan, obat-obatan, teknologi tepat guna, sistem filtrasi air bersih, serta perangkat pemeriksaan darah. Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., PhD., menyampaikan bahwa kondisi pascabencana di Agam masih membutuhkan perhatian serius. Ribuan penyintas yang terdampak bencana dan proses pemulihan tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. “Program ini menjadi semangat bagi kami untuk hadir langsung membantu para penyintas yang terdampak bencana. Ini adalah panggilan kemanusiaan,” ujarnya. Ia menambahkan, bahwa keterlibatan UMM dalam program ini merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Salis, sapaan akrabnya juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai Muhammadiyah, kode etik, serta nama baik institusi selama menjalankan misi kemanusiaan. “Niatkan seluruh kegiatan sebagai ibadah dan amal jariyah. Fokus pada kebermanfaatan dan hindari segala bentuk kerugian,” pesannya kepada tim. Melalui program yang berlangsung hingga akhir Desember ini, UMM membuktikan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pemulihan masyarakat Agam sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam respons kebencanaan berbasis kemanusiaan dan keilmuan. (imm/udi)

UMM Kirim Tim Koas Kedokteran Bantu Pemulihan Pascabencana di Agam

Agam, JATIMSATUNEWS.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengirim tim bantuan kebencanaan ke Palembayan, Kabupaten Agam, untuk menjalankan program Optimalisasi Layanan Medis dan Dukungan Psikososial Pascabencana. Program ini berlangsung hingga 27 Desember 2025 dan merupakan bagian dari kolaborasi UMM dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti-Saintek). Dr. Arina Restian, M.Pd., salah satu koordinator kegiatan, menjelaskan bahwa program ini bertujuan melanjutkan layanan yang telah ada, terutama di bidang kesehatan. Tim fokus pada layanan medis, kefarmasian, serta dukungan psikososial bagi warga terdampak bencana. “Sebelumnya pada 8 Desember sudah ada tim yang datang ke sana, dan sekarang kami fokus pada ranah kesehatan,” ujarnya. Tim UMM yang diberangkatkan terdiri dari 10 mahasiswa koas Fakultas Kedokteran dan berbagai elemen kesehatan lainnya. Mereka membawa logistik berupa alat kesehatan, obat-obatan, teknologi tepat guna, sistem filtrasi air bersih, serta perangkat pemeriksaan darah. Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., PhD., menekankan bahwa kondisi pascabencana masih memerlukan perhatian serius. Ribuan penyintas membutuhkan proses pemulihan yang tidak bisa dilakukan secara instan. “Program ini menjadi semangat bagi kami untuk hadir langsung membantu para penyintas yang terdampak bencana. Ini adalah panggilan kemanusiaan,” ujarnya. Salis menambahkan, keterlibatan UMM dalam program ini adalah amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab penuh. Ia mengingatkan tim untuk menjaga nilai-nilai Muhammadiyah, kode etik, dan nama baik institusi selama menjalankan misi kemanusiaan. “Niatkan seluruh kegiatan sebagai ibadah dan amal jariyah. Fokus pada kebermanfaatan dan hindari segala bentuk kerugian,” pesannya. Program yang berlangsung hingga akhir Desember ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam respons kebencanaan berbasis kemanusiaan dan keilmuan, serta membuktikan kontribusi nyata UMM bagi pemulihan masyarakat Agam.

Solidaritas untuk Korban Bencana di Sumatera, UMM Kirim Calon Dokter Muda ke Kabupaten Agam

SURYAMALANG.COM, MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) baru saja memberangkatkan tim bantuan kebencanaan ke Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (16/12/2025). Tim tersebut akan menjalankan program bertajuk Optimalisasi Layanan Medis dan Dukungan Psikososial Pascabencana yang dijadwalkan berlangsung hingga 27 Desember 2025. Program ini merupakan bagian dari kolaborasi UMM dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KemendiktiSaintek), di mana UMM dipercaya untuk menangani langsung wilayah terdampak bencana di Kabupaten Agam. Salah satu koordinator kegiatan, Dr Arina Restian MPd, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk melanjutkan sekaligus memaksimalkan layanan yang sebelumnya telah diberikan kepada masyarakat terdampak. “Kami fokus pada ranah kesehatan. Sebelumnya, pada 8 Desember lalu sudah ada tim yang datang ke lokasi, dan keberangkatan kali ini merupakan lanjutan dengan fokus lebih intens pada layanan medis,” ujarnya. Ia menambahkan, kebutuhan utama masyarakat pasca bencana saat ini meliputi layanan medis, kefarmasian, pendampingan kedokteran, hingga pemulihan psikososial bagi para penyintas. Dalam misi kemanusiaan tersebut, UMM menurunkan 10 mahasiswa koas (calon dokter muda) Fakultas Kedokteran, yang didukung oleh berbagai elemen tenaga kesehatan internal kampus. Tim juga membawa sejumlah logistik kesehatan, seperti alat medis, obat-obatan, teknologi tepat guna, sistem filtrasi air bersih, serta perangkat pemeriksaan darah. Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi MPsi PhD, menegaskan bahwa kondisi pasca bencana di Kabupaten Agam masih membutuhkan perhatian serius dan berkelanjutan. “Ribuan penyintas masih terdampak, dan proses pemulihan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.” “Program ini menjadi wujud kehadiran kami untuk membantu secara langsung. Ini adalah panggilan kemanusiaan,” katanya. Salis menambahkan, keterlibatan UMM dalam program tersebut merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia juga mengingatkan seluruh tim untuk senantiasa menjaga kode etik profesi, serta nama baik institusi selama menjalankan misi di lapangan. “Niatkan seluruh kegiatan sebagai ibadah dan amal jariyah.” “Fokus pada kebermanfaatan bagi masyarakat dan hindari segala bentuk kerugian,” tandasnya. Sumber: SuryaMalang  

Universitas Muhammadiyah Malang Kirim Calon Dokter Muda Bantu Penyintas Bencana di Sumatra

TRIBUNJATIM.COM, MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) baru saja memberangkatkan tim bantuan kebencanaan ke Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Selasa (16/12/2025). Tim tersebut akan menjalankan program bertajuk Optimalisasi Layanan Medis dan Dukungan Psikososial Pascabencana yang dijadwalkan berlangsung hingga 27 Desember 2025. Program ini merupakan bagian dari kolaborasi UMM dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KemendiktiSaintek), di mana UMM dipercaya untuk menangani langsung wilayah terdampak bencana di Kabupaten Agam. Salah satu koordinator kegiatan, Dr Arina Restian, M.Pd, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk melanjutkan sekaligus memaksimalkan layanan yang sebelumnya telah diberikan kepada masyarakat terdampak. “Kami fokus pada ranah kesehatan. Sebelumnya, pada 8 Desember lalu sudah ada tim yang datang ke lokasi, dan keberangkatan kali ini merupakan lanjutan dengan fokus lebih intens pada layanan medis,” ujarnya. Ia menambahkan, kebutuhan utama masyarakat pasca bencana saat ini meliputi layanan medis, kefarmasian, pendampingan kedokteran, hingga pemulihan psikososial bagi para penyintas. Dalam misi kemanusiaan tersebut, UMM menurunkan 10 mahasiswa koas (calon dokter muda) Fakultas Kedokteran, yang didukung oleh berbagai elemen tenaga kesehatan internal kampus. Tim juga membawa sejumlah logistik kesehatan, seperti alat medis, obat-obatan, teknologi tepat guna, sistem filtrasi air bersih, serta perangkat pemeriksaan darah. Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., PhD, menegaskan bahwa kondisi pasca bencana di Kabupaten Agam masih membutuhkan perhatian serius dan berkelanjutan. “Ribuan penyintas masih terdampak, dan proses pemulihan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat,” “Program ini menjadi wujud kehadiran kami untuk membantu secara langsung. Ini adalah panggilan kemanusiaan,” katanya. Salis menambahkan, keterlibatan UMM dalam program tersebut merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia juga mengingatkan seluruh tim untuk senantiasa menjaga kode etik profesi, serta nama baik institusi selama menjalankan misi di lapangan. “Niatkan seluruh kegiatan sebagai ibadah dan amal jariyah,” “Fokus pada kebermanfaatan bagi masyarakat dan hindari segala bentuk kerugian,” tandasnya.

UMM Turunkan Tim Koas Kedokteran untuk Pemulihan Pascabencana di Kabupaten Agam

pwmu.co –Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmen kemanusiaannya. Pada Selasa (16/12/2025), UMM memberangkatkan tim bantuan kebencanaan ke Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, untuk mendukung pemulihan pascabencana.Tim tersebut akan menjalankan program bertajuk Optimalisasi Layanan Medis dan Dukungan Psikososial Pascabencana yang dijadwalkan berlangsung hingga 27 Desember 2025. Program ini merupakan bagian dari kolaborasi UMM dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti-Saintek). Dalam kolaborasi tersebut, UMM dipercaya menangani secara penuh wilayah terdampak bencana di Kabupaten Agam. Fokus Layanan Kesehatan dan Psikososial Salah satu Koordinator Kegiatan, Dr. Arina Restian, M.Pd., menjelaskan bahwa kehadiran tim UMM di Agam bertujuan untuk melanjutkan sekaligus mengoptimalkan layanan yang sebelumnya telah berjalan, khususnya pada sektor kesehatan. “Kebutuhan utama masyarakat saat ini meliputi layanan medis, kefarmasian, serta dukungan kedokteran, termasuk pemulihan psikososial bagi warga terdampak bencana,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan kali ini merupakan lanjutan dari tim sebelumnya yang telah lebih dulu terjun ke lokasi. “Sebelumnya pada 8 Desember sudah ada tim yang datang ke sana. Nah, kegiatan kali ini adalah kelanjutannya, dengan fokus utama pada ranah kesehatan,” ungkap Arina. Turunkan Koas Kedokteran dan Lengkapi Logistik Medis Tim bantuan yang diberangkatkan terdiri atas 10 mahasiswa koas (calon dokter muda) Fakultas Kedokteran UMM, didukung oleh berbagai elemen kesehatan internal kampus. Mereka membawa sejumlah logistik penting, mulai dari alat kesehatan, obat-obatan, teknologi tepat guna, sistem filtrasi air bersih, hingga perangkat pemeriksaan darah. Kehadiran tim ini diharapkan mampu membantu percepatan pemulihan kondisi kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat layanan medis di wilayah terdampak. Wakil Rektor IV: Ini Panggilan Kemanusiaan Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., PhD., menegaskan bahwa kondisi pascabencana di Kabupaten Agam masih membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. “Jumlah penyintas cukup besar, dan proses pemulihan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Program ini menjadi semangat bagi kami untuk hadir langsung membantu para penyintas. Ini adalah panggilan kemanusiaan,” tegasnya. Ia juga menekankan bahwa keterlibatan UMM dalam program ini merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Salis—sapaan akrabnya—berpesan agar seluruh tim senantiasa menjaga nilai-nilai Muhammadiyah, kode etik, serta nama baik institusi. “Niatkan seluruh kegiatan sebagai ibadah dan amal jariyah. Fokus pada kebermanfaatan dan hindari segala bentuk kerugian,” pesannya. Peran Kampus dalam Respons Kebencanaan Melalui program yang berlangsung hingga akhir Desember ini, UMM kembali membuktikan peran strategis perguruan tinggi dalam respons kebencanaan berbasis kemanusiaan dan keilmuan. Kehadiran langsung di tengah masyarakat terdampak menjadi wujud nyata kontribusi kampus dalam membantu pemulihan dan membangun harapan baru bagi warga Kabupaten Agam. (*) *) Penulis : Hassan Al Wildan *) Editor : Azrohal Hasan

AI UMM Dorong Guru Masa Depan lewat Magang CoE dan Kolaborasi Pendidikan

pwmu.co –Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat perannya dalam menyiapkan guru masa depan yang adaptif dan profesional. Hal tersebut ditandai dengan penutupan Program Magang Center of Excellence (CoE) sekaligus penandatanganan kerja sama pendidikan, Kamis (11/12/2025).Kegiatan yang digelar di Aula PDM Bojonegoro ini melibatkan Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal (PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro serta empat sekolah Muhammadiyah. Momentum ini menjadi langkah strategis memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan di daerah. Perkuat Sinergi Kampus dan Sekolah Muhammadiyah Penutupan magang CoE PAI UMM dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Prodi PAI UMM dengan Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Bojonegoro serta empat sekolah mitra. Keempat sekolah tersebut yakni SMP Muhammadiyah 2 Bojonegoro, SMP Muhammadiyah 4 Balen Bojonegoro, MTs Muhammadiyah 1 Banjaranyar, dan MI Muhammadiyah 26 Mudung Bojonegoro. Kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi penguatan pelaksanaan pendidikan, pengembangan pembelajaran, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah Muhammadiyah. Kaprodi PAI: Magang Bukan Akhir Pembelajaran Ketua Prodi PAI UMM, Zulfikar Yusuf, M.Pd.I., menegaskan bahwa penutupan magang CoE bukanlah akhir dari proses pembelajaran mahasiswa. Justru, pengalaman langsung di sekolah mitra menjadi bekal penting dalam membentuk karakter calon pendidik yang adaptif dan kontekstual. “Pengalaman lapangan inilah yang akan membentuk mahasiswa menjadi guru yang kreatif, relevan dengan kebutuhan zaman, dan siap menghadapi dinamika dunia pendidikan,” tegasnya. Ia juga menekankan bahwa kerja sama yang terjalin harus berorientasi pada program konkret dan berkelanjutan, bukan sekadar seremoni penandatanganan. Dekan FAI: Kampus Harus Hadir Jadi Solusi Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UMM, Dr. Imamul Hakim, M.Sh., menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata komitmen FAI UMM dalam mengimplementasikan konsep link and match antara dunia akademik dan praktik pendidikan di lapangan. Menurutnya, kampus tidak boleh terjebak pada teori semata, melainkan harus hadir langsung menjawab persoalan riil yang dihadapi sekolah. “Kampus harus turun tangan dan menjadi bagian dari solusi atas tantangan pendidikan yang ada di masyarakat,” ujarnya. PDM Bojonegoro Sambut Positif Kerja Sama Dari pihak mitra, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Bojonegoro, Mustadjid, S.Ag., menyambut positif kerja sama tersebut. Ia berharap kolaborasi ke depan dapat diperluas, tidak hanya dalam bentuk magang mahasiswa, tetapi juga mencakup riset bersama dan inovasi pembelajaran. “Kehadiran mahasiswa PAI UMM membawa semangat baru di sekolah. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut secara berkesinambungan,” tuturnya. Komitmen PAI UMM untuk Pendidikan Islam Berkualitas Melalui penutupan magang CoE dan penandatanganan kerja sama ini, Prodi PAI UMM menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan Islam. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan pendidik yang berlandaskan nilai keislaman dan kemuhammadiyahan, sekaligus responsif terhadap perkembangan zaman. (*) *) Penulis : Hassan Al Wildan *) Editor : Azrohal Hasan

UMM Turunkan Tim Koas Kedokteran, Bantu Pemulihan Pascabencana di Kabupaten Agam

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberangkatkan tim bantuan kebencanaan ke Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Selasa (16/12/2025). Tim ini akan menjalankan program bertajuk Optimalisasi Layanan Medis dan Dukungan Psikososial Pascabencana hingga 27 Desember 2025. Program tersebut merupakan bagian dari kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti-Saintek). Dalam kerja sama ini, UMM dipercaya menjalankan program secara penuh dengan menangani langsung lokasi terdampak bencana di Kabupaten Agam. Salah satu koordinator kegiatan, Dr Arina Restian MPd, menjelaskan bahwa program di Agam bertujuan melanjutkan sekaligus memaksimalkan layanan yang telah berjalan, khususnya di bidang kesehatan. Kebutuhan utama masyarakat terdampak meliputi layanan medis, kefarmasian, serta dukungan kedokteran, termasuk pemulihan psikososial. “Sebelumnya, pada 8 Desember lalu sudah ada tim yang datang ke sana. Kegiatan kali ini merupakan kelanjutannya. Fokus kami sekarang berada pada ranah kesehatan,” ujarnya. Tim yang diberangkatkan terdiri atas 10 mahasiswa koas atau calon dokter muda Fakultas Kedokteran UMM, serta berbagai elemen kesehatan yang ada di lingkungan kampus. Mereka membawa beragam logistik bantuan, mulai dari alat kesehatan, obat-obatan, teknologi tepat guna, sistem filtrasi air bersih, hingga perangkat pemeriksaan darah. Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM Muhamad Salis Yuniardi MPsi PhD menyampaikan bahwa kondisi pascabencana di Kabupaten Agam masih membutuhkan perhatian serius. Menurutnya, ribuan penyintas terdampak bencana dan proses pemulihan tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. “Program ini menjadi semangat bagi kami untuk hadir langsung membantu para penyintas terdampak bencana. Ini adalah panggilan kemanusiaan,” tuturnya. Ia menambahkan, keterlibatan UMM dalam program ini merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Salis juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai Muhammadiyah, kode etik, serta nama baik institusi selama menjalankan misi kemanusiaan. “Niatkan seluruh kegiatan sebagai ibadah dan amal jariyah. Fokus pada kebermanfaatan dan hindari segala bentuk kerugian,” pesannya kepada tim. Melalui program yang berlangsung hingga akhir Desember ini, UMM menunjukkan kontribusi nyata dalam pemulihan masyarakat Kabupaten Agam sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam respons kebencanaan berbasis kemanusiaan dan keilmuan. (Faqih/AS)

UMM Kerahkan Tim Koas Kedokteran untuk Perkuat Pemulihan Pascabencana di Agam

Malangpariwara.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap penanganan bencana dengan memberangkatkan tim bantuan tim koas ke Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Selasa (16/12/2025). Tim ini akan menjalankan program Optimalisasi Layanan Medis dan Dukungan Psikososial Pascabencana yang dijadwalkan berlangsung hingga 27 Desember 2025. Sebagai bagian dari kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti-Saintek). Dalam program ini, UMM dipercaya untuk menangani langsung wilayah terdampak di Kabupaten Agam. Perkuat Layanan Kesehatan Salah satu koordinator kegiatan, Dr. Arina Restian, M.Pd., menjelaskan bahwa program di Agam difokuskan untuk melanjutkan sekaligus memperkuat layanan yang telah berjalan. Khususnya pada sektor kesehatan. Kebutuhan utama masyarakat saat ini mencakup layanan medis, kefarmasian, serta dukungan kedokteran. Termasuk pemulihan psikososial bagi warga terdampak bencana. “Sebelumnya pada tanggal 8 Desember lalu sudah ada tim yang datang kesana, nah ini merupakan lanjutannya. Yang sekarang ini kami fokuskan kepada ranah kesehatan” ungkapnya. Tim yang diberangkatkan terdiri atas 10 mahasiswa koas (calon dokter muda) Fakultas Kedokteran UMM beserta unsur pendukung kesehatan lainnya. Mereka membawa berbagai bantuan logistik. Seperti alat kesehatan, obat-obatan, teknologi tepat guna, sistem filtrasi air bersih, hingga perangkat pemeriksaan darah. Kondisi Agam Pascabencana Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., PhD., menegaskan bahwa kondisi pascabencana di Agam masih memerlukan perhatian berkelanjutan. Ia menyebut ribuan penyintas masih membutuhkan pendampingan, sementara proses pemulihan tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. “Program ini menjadi semangat bagi kami untuk hadir langsung membantu para penyintas yang terdampak bencana. Ini adalah panggilan kemanusiaan,” ujarnya. Salis menambahkan bahwa keterlibatan UMM dalam program ini merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia juga mengingatkan seluruh tim untuk menjaga nilai-nilai Muhammadiyah, kode etik, serta nama baik institusi selama menjalankan misi kemanusiaan. “Niatkan seluruh kegiatan sebagai ibadah dan amal jariyah. Fokus pada kebermanfaatan dan hindari segala bentuk kerugian,” pesannya kepada tim. Melalui program yang berlangsung hingga akhir Desember ini, UMM menegaskan komitmennya untuk berkontribusi nyata dalam pemulihan masyarakat Kabupaten Agam. Sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam respons kebencanaan yang berbasis kemanusiaan dan keilmuan. (Djoko W/Yaya)