UMM Berangkatkan Tim Bantuan Kebencanaan ke Sumatra, Optimalisasi Layanan Medis

Indonesiandaily.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberangkatkan tim bantuan kebencanaan ke Sumatra Barat, Selasa (16/12/202. Tim ini akan menjalankan program bertajuk Optimalisasi Layanan Medis dan Dukungan Psikososial Pascabencana. Kampus ini dipercayai penuh oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti-Saintek). Terutama dalam menangani langsung lokasi terdampak bencana di Kabupaten Agam. Salah satu koordinator kegiatan, Dr Arina Restian MPd menjelaskan bahwa program di daerah bencana bertujuan melanjutkan serta memaksimalkan layanan, khususnya di bidang kesehatan. Kebutuhan utama masyarakat meliputi layanan medis, kefarmasian, dan dukungan kedokteran, termasuk pemulihan psikososial bagi warga terdampak bencana. “Sebelumnya pada tanggal 8 Desember lalu sudah ada tim yang datang kesana, nah ini merupakan lanjutannya. Sekarang ini kami fokuskan kepada bidang kesehatan” ungkapnya. Tim yang diberangkatkan terdiri atas 10 mahasiswa koas (calon dokter muda) Fakultas Kedokteran serta berbagai element kesehatan yang ada di UMM. Mereka membawa berbagai logistik bantuan berupa alat kesehatan, obat-obatan, teknologi tepat guna, sistem filtrasi air bersih, serta perangkat pemeriksaan darah. Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi MPsi PhD, menyampaikan bahwa kondisi pascabencana di daerah bencana masih membutuhkan perhatian serius. Ribuan penyintas yang terdampak masih dalam proses pemulihan tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. “Program ini menjadi semangat bagi kami untuk hadir langsung membantu para penyintas yang terdampak bencana. Ini adalah panggilan kemanusiaan,” ujarnya. Salis menambahkan bahwa keterlibatan UMM dalam program ini merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai Muhammadiyah, kode etik, serta nama baik institusi selama menjalankan misi kemanusiaan. “Niatkan seluruh kegiatan sebagai ibadah dan amal jariyah. Fokus pada kebermanfaatan dan hindari segala bentuk kerugian,” pesannya kepada tim. Melalui program yang berlangsung hingga akhir Desember ini, UMM membuktikan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pemulihan masyarakat terdampak bencana. Sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam respons kebencanaan berbasis kemanusiaan dan keilmuan.
Dosen Perempuan UMM yang Terjun di Wilayah Bencana, Ungkap Peran Vital Wanita

Indonesiandaily.com – Dosen perempuan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang terjun di wilayah bencana, mengungkapkan peran vital wanita. Adalah dosen Fakultas Teknik UMM bernama Ir Iis Siti Aisyah MT PhD yang terjun langsung di wilayah banjir bandang Sumatera. Bencana ini tak hanya meninggalkan kerusakan secara fisik, namun juga luka sosial yang mendalam. Di tengah situasi yang terus berubah dan kabar kehilangan yang datang setiap jamnya, peran perempuan dalam respons bencana semakin terlihat vitalnya. “Naluri keibuan saya yang membuat tergerak terjun langsung membantu korban bencana,“ ungkap Iis. Dosen UMM ini keinginan kuat untuk melakukan apa pun yang dapat meringankan beban masyarakat terdampak. Keterlibatannya ini merupakan bagian dari kolaborasi resmi UMM dan Universitas Brawijaya (UB) dalam tanggap darurat yang berangkat pada 8 Desember lalu. Tim relawan dua kampus ini fokus membantu di Kabupaten Agam, terutama di Malalak, Palembayan, dan Maninjau. Dari UMM, ada 3 dosen dan 16 mahasiswa Maharesigana yang diterjunkan. Iis sendiri dipercaya menjadi Koordinator Dapur Umum, posisi yang membutuhkan ketelitian, manajemen logistik, serta kepekaan membaca kondisi sosial penyintas. Di dapur umum, relawan perempuan bergerak cepat menyiapkan makanan dan mengatur alur kerja agar semuanya tetap tertib. Kepekaan mereka membuat penyintas merasa lebih diperhatikan, bahkan hanya lewat sapaan singkat saat mengambil makanan. Kehadiran mereka membuat dapur umum terasa lebih teratur dan hangat.“Kadang orang lupa, perempuan itu bukan hanya bantu masak. Tapi kami juga membaca kebutuhan, menenangkan yang gelisah, dan menjaga semuanya tetap berjalan. Di situ letak kekuatan perempuan,” ungkapnya. Iis menegaskan bahwa kontribusi perempuan bukan hanya menjadi pelengkap, tetapi merupakan bagian vital dari kerja kemanusiaan. Ia menjelaskan bahwa perempuan memiliki keunggulan seperti adaptif, teliti, empatik, serta kemampuan membangun bonding yang kuat. Juga semua sifat yang berpengaruh besar terhadap efektivitas tim di lapangan. Sensitivitas perempuan, menurutnya, juga menjadi kekuatan yang dapat mempercepat proses pemulihan sosial. Terutama bagi masyarakat yang sedang berada dalam kondisi trauma. “Kadang masyarakat yang mengalami trauma lebih mudah membuka diri kepada perempuan. Hal ini membuat komunikasi serta penanganan psikososial menjadi lebih optimal,” katanya. Dosen teknik itu juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan di daerah rawan bencana. Menurutnya, masyarakat perlu membangun budaya kesiapsiagaan. Sementara pemerintah harus memperkuat sistem respons awal ketika tanda-tanda bencana muncul. “Kita tidak boleh menunggu sampai terlambat. Begitu ada indikasi bahaya, harus ada langkah cepat, terukur, dan jelas,” ucapnya. Ia berharap agar sistem peringatan dini di Indonesia dapat diperbaiki dan diperkuat. Baginya, teknologi peringatan dini yang lebih akurat akan memberi kesempatan lebih besar bagi masyarakat untuk menyelamatkan diri. “Saya hanya berharap tidak ada lagi korban yang jatuh karena telat mendapat informasi. Empati, dan kemampuan bergerak cepat adalah kunci agar dapat bertahan menghadapi bencana serupa di masa depan,” pungkasnya.
Universitas Muhammadiyah Malang Kembali Dinobatkan sebagai Pojok Statistik Terbaik 3 Nasional

Indonesiandaily.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali meraih prestasi nasional yang membanggakan yakni dinobatkan sebagai Pojok Statistik Terbaik 3 Nasional 2025. Penghargaan yang diberikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ini menjadikan UMM, satu-satunya Perguruan Tinggi yang berhasil mempertahankan gelar selama tiga tahun berturut-turut. Pojok Statistik UMM ini lahir dari kerja sama dengan BPS sejak 14 Desember 2022. Sejak itu, program ini menjadi pusat pembelajaran statistik yang menyediakan akses data. Juga pendampingan riset, dan pelatihan literasi data bagi seluruh mahasiswa. Selain menjadi tempat konsultasi skripsi berbasis statistik, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk mempelajari langsung cara menghasilkan, dan mempublikasikan data sesuai standar lembaga statistik nasional. Menurut Kepala Prodi Ekonomi Pembangunan UMM, Hendra Kusuma SE MSE keberhasilan meraih predikat terbaik tiga tahun berturut-turut berawal dari konsistensi inovasi. Ditopang pula oleh produktivitas mahasiswa, dan pemanfaatan maksimal kerja sama dengan BPS. Salah satu indikatornya adalah jumlah infografis berbasis data yang diproduksi mahasiswa UMM yang dinilai terbanyak di tingkat nasional. Selain itu, program joint research bersama BPS setiap tahun. Juga publikasi internasional di jurnal SINTA oleh mahasiswa juga menjadi faktor utama. UMM juga dinilai unggul berkat kontribusinya dalam program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Tidak hanya aktif menjalankan program, Pojok Statistik UMM bahkan mengembangkan sistem informasi evaluasi kinerja pemerintah desa yang membantu mengolah data untuk penyusunan kebijakan. Inovasi ini menjadi salah satu nilai tambah yang diapresiasi oleh BPS Pusat. Penghargaan ini melalui proses penilaian yang berlangsung selama satu tahun kerja, mulai bulan Agustus hingga bulan Juli. Menurut Hendra, indikator penilaian yang dilakukan oleh BPS mulai dari fasilitas, produk, hingga edukasi. “Penilaian itu, pertama fasilitas yang kita sediakan, kedua produk yang dihasilkan seperti inovasi itu tadi, termasuk infografis, videografis, dan edukasi,” jelasnya. Prestasi beruntun ini semakin mengukuhkan Pojok Statistik UMM sebagai model pengelolaan layanan statistik kampus yang efektif, inovatif, dan berkelanjutan. Kampus ini menargetkan program ini tidak hanya mempertahankan prestasi nasional. Tetapi juga menjadi pusat rujukan literasi data di tingkat yang lebih luas. Hendra berharap prestasi ini semakin memperkuat posisi Pojok Statistik UMM sebagai fasilitas unggulan kampus. “Kita sudah membuktikan kualitas program ini secara nasional. Tinggal mahasiswa memanfaatkannya untuk pengembangan kompetensi data,” ujarnya.
Manfaatan Limbah Kulit Jeruk Menjadi Eco-Gel, Karya Ilmiah Santri PPI AMF Tembus Ajang Internasional, Sabet Dua Medali

Malangpariwara.com – Santri Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Dengan membawakan inovasi eco gel dari limbah kulit jeruk. Dua tim santri PPI AMF berhasil meraih medali emas dan perak dalam ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) yang diselenggarakan oleh Indonesia Young Scientist Association (IYSA). Kompetisi ini diikuti oleh peserta jenjang SD, SMP, dan SMA dari berbagai negara. Pada ajang tersebut, PPI AMF mendelegasikan dua tim dari jenjang SMP dan SMA. Tim SMP PPI AMF Tim SMP yang terdiri atas Luvena Bellvania Az-Zahra, Cira Araceli Wahyudi, Selma Karamy Az Zahra, Syafira Aulia Rahma, dan Tsurayya Kamila Ali sukses meraih medali emas. Melalui penelitian berjudul “Utilization of Orange Peel Waste Based Eco-Gel to Retain Moisture in Dry Soil.” Penelitian ini mengangkat inovasi pemanfaatan limbah kulit jeruk menjadi eco-gel yang berfungsi menjaga kelembapan tanah kering. Perwakilan tim, Luvena Bellvania Az-Zahra, menjelaskan bahwa ide penelitian tersebut berangkat dari banyaknya sampah kulit jeruk yang terbuang di lingkungan sekitar. Melalui riset yang dilakukan, tim menemukan bahwa kulit jeruk mengandung pektin yang mampu menyimpan dan menjaga kelembapan. “Kami melihat tanah di Indonesia mulai banyak yang mengering. Dari situ kami ingin membuat inovasi sederhana yang bisa membantu menjaga kestabilan kelembapan tanah,” ungkapnya di PPI AMF, Sabtu (13/12/2025). Ia menambahkan, pemilihan bentuk gel terinspirasi dari penggunaan silica gel pada sepatu. Eco-gel berbahan dasar kulit jeruk ini cukup diaduk ke dalam tanah kering. Berdasarkan uji coba selama tujuh hari, tanah yang diberi eco-gel terbukti tetap lembap. Tim SMA PPI AMF Sementara itu, tim SMA PPI AMF yang terdiri atas Thaariq El Haq Bahtiar, Muhammad Kuffih Taqiyuddin, Naufal Azka Fathony, Khairunnisa Aqila Nurrahima, Lintang Zhafira Nuha, dan Naila Hana Rosyida berhasil meraih medali perak. Mereka mengusung penelitian berjudul “Revitalization of the Javanese Language in the Modern Era Through a Digital Learning App, Aksara.” Penelitian mereka berfokus pada pelestarian bahasa Jawa melalui pengembangan aplikasi pembelajaran digital. Pembina Kelas Karya Tulis Ilmiah (KTI) PPI AMF, Nabila Almayda, mengaku sangat bangga atas proses dan capaian para santri. Menurutnya, prestasi ini menjadi langkah awal yang sangat baik untuk pengembangan potensi santri ke depan. “Lebih membanggakan lagi, ini merupakan event pertama yang mereka ikuti, tetapi mereka sudah mampu menunjukkan usaha dan potensi terbaiknya,” ujarnya. Dalam proses pembinaan, Nabila mengenalkan penulisan karya tulis ilmiah beserta strukturnya sejak awal pembelajaran. Para santri juga dibekali kemampuan menulis artikel ilmiah, mengingat I2ASPO mewajibkan pengiriman karya dalam bentuk artikel. Untuk tim SMP, pembinaan juga mencakup analisis laboratorium. Mulai dari pembuatan eco-gel hingga pengujian kelembapan, pH, dan intensitas cahaya tanah selama tujuh hari. Sementara tim SMA lebih banyak melakukan konsultasi terkait desain aplikasi serta pengembangan konten dan fitur. Ke depan, Nabila berharap artikel ilmiah yang disusun para santri dapat dipublikasikan di jurnal bereputasi, minimal terindeks Sinta. Ia juga berencana mendorong santri mengikuti berbagai kompetisi lain, baik nasional maupun internasional, agar semakin banyak inovasi yang lahir. Rasa bangga turut dirasakan oleh Khairunnisa Aqila Nurrahima dari tim SMA. Ia mengaku tidak menyangka penelitian yang dikerjakan bersama timnya mampu meraih prestasi di ajang internasional. “Semoga penelitian kami bisa benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat,” pungkasnya. (Djoko W)
Tiga Mahasiswa UMM Lolos Program Internship CoE Kehutanan di Jepang

Malangpriwara.com – Tiga Mahasiswa Program Studi Kehutanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencetak prestasi gemilang dengan lolos pada program internship Center of Excellence (CoE) Forest Industry. Ketiga mahasiswa ini akan menjalani magang profesional di perusahaan Kyushu Bark, Jepang. Mereka adalah Adib Minanur Rohman, Ahmad Hafidh Ramadhan, dan Muhammad Hafidz Alfanani yang merupakan mahasiswa Angkatan 2022. Program magang internasional ini merupakan hasil kolaborasi antara Forest Industry CoE dan NOSUTA Jepang, yang membuka peluang bagi mahasiswa kehutanan Indonesia untuk mempelajari industri hutan secara langsung di Negeri Sakura. Adib Minanur Rohman, salah satu peserta, menjelaskan bahwa dirinya melalui serangkaian seleksi ketat pada batch kedua. “Kami melewati beberapa tahap seleksi, termasuk mensetsu atau wawancara langsung oleh pihak perusahaan menggunakan bahasa Jepang, dibantu penerjemah bahasa Inggris. Untuk batch dua ini juga diutamakan menyertakan tes fisik,” ungkapnya saat diwawancarai Humas UMM pada 10 Desember. Kyushu Bark sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kehutanan, terutama dalam proses pemanenan kayu. Selama magang, peserta akan terjun langsung di lapangan. “Contoh kegiatannya seperti pemanenan menggunakan alat senso, teknik grass cutting atau pembersihan lahan sebelum panen kayu, hingga memahami sistem kehutanan di Jepang”. jelas Adib. Pembekalan dan Persiapan Sebelum Berangkat Sebelum berangkat, mahasiswa yang mengikuti CoE mendapatkan berbagai pembekalan dasar. Tidak hanya materi teknis mengenai kehutanan, tetapi juga pelatihan bahasa Jepang serta pemahaman budaya kerja di lingkungan industri Jepang. “Kami belajar bahasa Jepang, materi kehutanan yang tidak diajarkan di kelas, serta praktik penggunaan alat senso,” tambahnya. Selain kesempatan magang, CoE Forest Industry juga menargetkan para peserta untuk meraih sertifikasi SSW (Specified Skilled Worker). Sertifikasi ini merupakan bukti keterampilan kerja bidang kehutanan yang dapat membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa untuk berkarier di Jepang. “Harapannya semua peserta bisa lolos SSW. Dengan sertifikat itu, peluang kerja di Jepang akan jauh lebih besar,” lanjut Adib. Program internship ini dijadwalkan berlangsung selama enam bulan, mulai Februari hingga Agustus 2026. Saat ini ketiga peserta tengah menyiapkan dokumen administrasi seperti paspor, visa, dan mengikuti tes JFT sebagai syarat keberangkatan. Melalui CoE ini, UMM berharap semakin banyak mahasiswa yang mampu menembus dunia industri global khususnya dalam pengelolaan sumber daya hutan berkelanjutan. Program internship ini tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga menjadi gerbang bagi mahasiswa untuk memulai karier profesional di kancah internasional. (Djoko W/Ainun)
UMM Raih Deretan Penghargaan di KKI: Bukti Ketangguhan Inovasi Mahasiswa

Malangpariwara.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan dominasinya di ajang nasional melalui Tim Mekatronik yang tampil gemilang pada Kontes Kapal Indonesia (KKI), berlangsung 04–06 Desember. Prestasi ini memperlihatkan bahwa mahasiswa UMM tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kompeten dalam menghadirkan inovasi teknologi maritim berkelas nasional. Dalam kompetisi tersebut, Tim Mekatronik sukses membawa pulang berbagai penghargaan bergengsi, seperti Juara 3 race FERC, Juara 1 poster FERC, Best Speed FERC, hingga predikat Tim Favorit. Pencapaian ini semakin menegaskan peran UMM sebagai kampus yang terus melahirkan talenta muda inovatif di bidang teknologi perkapalan dan energi. Tantangan yang harus dihadapi oleh Tim Mekatronik Manager Tim Mekatronik UMM, Dewi Fatmawati, mengungkapkan bahwa perjalanan menuju keberhasilan ini penuh tantangan. Berbulan-bulan latihan, riset intensif, serta proses trial and error menjadi bagian dari perjuangan panjang mereka. “Penggunaan bahan bakar bensin menjadi tantangan besar bagi kami. Perancangan mesin harus benar-benar presisi agar kapal stabil dan cepat di lintasan air. Kami memulai semuanya dari nol, mulai penyusunan proposal, perhitungan teknis, pembuatan bodi kapal, hingga produksi video presentasi untuk YouTube. Semua proses itu menghabiskan waktu sekitar enam bulan, sejak Juni sampai Desember,” jelasnya. Fatma juga menuturkan bahwa tim sempat menghadapi kendala serius, terutama pada performa mesin dan kestabilan kapal saat uji coba. Namun berkat evaluasi berulang, kerja sama tim, serta pendampingan dosen, berbagai masalah tersebut berhasil diselesaikan hingga kapal siap tampil maksimal di kompetisi. Yang menarik, mereka mendapatkan dukungan penuh dari pihak kampus berupa pendanaan, fasilitas, pembinaan, dan dukungan moral. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi penguat motivasi tim dalam melalui proses persiapan yang panjang. UMM dipandang bukan hanya sebagai institusi akademik, tetapi sebagai tempat yang menyediakan ekosistem prestasi bagi mahasiswanya. Di akhir, Fatma berpesan kepada mahasiswa UMM dan generasi penerus Tim Mekatronik untuk tidak hanya mengejar popularitas organisasi. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kemampuan teknis (how to build), pengembangan diri, dan manajemen tim (how to grow). “Jangan hanya mengejar nama besar tim. Kuasailah teknisnya, kembangkan diri kalian, dan bangun manajemen tim yang solid. Semua itu harus berjalan bersama-sama kalau kalian ingin benar-benar berhasil,” pesannya. (Djoko W)
Lewat Kuliah Praktisi, EKOS UMM Kupas Peran SIAPIK untuk Penguatan UMKM

pwmu.co – Program Studi Ekonomi Syariah (Ekos) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Kuliah Praktisi bertema “Peran SIAPIK dalam Menentukan Keputusan Bisnis serta Akses Pembiayaan bagi UMKM”, Selasa (9/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula GKB 4 Lantai 4 Kampus III UMM ini menghadirkan Konsultan PUMKM Bank Indonesia Malang, Elviera Dewiyanti Surya Putri, sebagai narasumber. Kuliah praktisi ini bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa terkait praktik pengelolaan keuangan UMKM yang akuntabel dan berkelanjutan, khususnya dalam perspektif ekonomi syariah. Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa Ekonomi Syariah UMM sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman lapangan (experiential learning) yang mendekatkan teori akademik dengan realitas dunia usaha. Melalui forum ini, mahasiswa diajak menjembatani konsep ekonomi syariah yang dipelajari di ruang kelas dengan praktik pengelolaan usaha mikro dan kecil yang dihadapi pelaku UMKM di lapangan. Pendekatan ini dinilai penting untuk membekali mahasiswa agar lebih adaptif dan solutif terhadap persoalan ekonomi umat. Dalam pemaparannya, Elviera menjelaskan bahwa SIAPIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan) yang dikembangkan Bank Indonesia dirancang untuk membantu UMKM melakukan pencatatan keuangan secara sederhana, sistematis, dan terstruktur. Aplikasi ini memungkinkan pelaku usaha mencatat arus kas, laporan laba rugi, hingga posisi keuangan secara berkala sebagai dasar evaluasi dan perencanaan usaha. “Tanpa pencatatan keuangan yang baik, usaha akan sulit berkembang secara berkelanjutan,” jelasnya. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penggunaan SIAPIK dapat meningkatkan kualitas dan kredibilitas laporan keuangan UMKM. Hal tersebut menjadi salah satu syarat utama dalam mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan, baik perbankan konvensional maupun lembaga keuangan syariah, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan skema pembiayaan berbasis bagi hasil. “Lembaga keuangan membutuhkan data yang valid dan dapat dipercaya sebagai dasar penilaian kelayakan usaha,” tegas Elviera. Kuliah praktisi ini mendapat respons positif dari mahasiswa yang aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar mekanisme pembiayaan UMKM, tantangan literasi keuangan, serta penerapan prinsip syariah dalam pengelolaan usaha. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Prodi Ekonomi Syariah UMM dalam memperkuat kolaborasi dengan lembaga strategis guna mencetak lulusan yang berdaya saing. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori ekonomi syariah, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam mendampingi dan memberdayakan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. “Ekonomi syariah harus hadir sebagai solusi nyata bagi pelaku usaha,” pungkas Elviera. (*) *) Penulis : Hassan Al Wildan *) Editor : Azrohal Hasan
Ekos UMM Hadirkan Konsultan PUMKM BI: Bedah Peran SIAPIK Bagi UMKM

MALANG POST – Program Studi Ekonomi Syariah (Ekos) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Kuliah Praktisi bertajuk “Peran SIAPIK dalam Menentukan Keputusan Bisnis serta Akses Pembiayaan bagi UMKM.” Narasumbernya adalah Elviera Dewiyanti Surya Putri, Konsultan PUMKM Bank Indonesia Malang, yang hadir pada 9 Desember 2025 di Aula GKB 4 Lantai 4 Kampus 3 UMM. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai praktik pengelolaan keuangan UMKM yang akuntabel dan berkelanjutan, khususnya dalam konteks ekonomi syariah. Mahasiswa Ekos pun ikut berpartisipasi dalam pembelajaran berbasis pengalaman lapangan, yang bertujuan menjembatani teori ekonomi syariah yang mereka pelajari di kelas dengan kenyataan dunia usaha. Dengan kuliah praktisi ini, mahasiswa diajak melihat bagaimana teori berhubungan langsung dengan praktik pengelolaan usaha mikro dan kecil yang dihadapi pelaku UMKM di lapangan. Dalam pemaparannya, Elviera menjelaskan bahwa SIAPIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan) yang dikembangkan Bank Indonesia dirancang untuk membantu UMKM mencatat keuangan secara sederhana, sistematis, dan terstruktur. Aplikasi ini memudahkan pelaku usaha mencatat arus kas, laporan laba rugi, hingga posisi keuangan secara berkala. Hasilnya bisa digunakan sebagai dasar evaluasi dan perencanaan usaha. “Tanpa pencatatan yang baik, usaha sulit berkembang secara berkelanjutan,” ujar dia. Elviera menambahkan bahwa penggunaan SIAPIK dapat meningkatkan kualitas dan kredibilitas laporan keuangan UMKM. Hal ini menjadi salah satu syarat utama untuk mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan, baik perbankan konvensional maupun lembaga keuangan syariah, termasuk KUR dan skema pembiayaan berbasis bagi hasil. “Lembaga keuangan membutuhkan data yang valid dan dapat dipercaya,” tegasnya. Kuliah Praktisi ini menerima respons positif dari mahasiswa yang aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar mekanisme pembiayaan UMKM, tantangan literasi keuangan, serta penerapan prinsip syariah dalam pengelolaan usaha. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Prodi Ekonomi Syariah UMM dalam mempererat kerja sama dengan berbagai lembaga strategis, guna mencetak lulusan yang adaptif dan solutif. Melalui acara ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami teori ekonomi syariah, tetapi juga memiliki keterampilan praktis untuk mendampingi dan memberdayakan UMKM—tulang punggung perekonomian nasional. “Ekonomi syariah harus hadir sebagai solusi nyata bagi pelaku usaha,” tutup Elviera. (M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)
Kuliah Praktisi EKOS UMM Bahas SIAPIK sebagai Kunci Akses Pembiayaan UMKM

MALANG, JATIMSATUNEWS.COM — Program Studi Ekonomi Syariah (EKOS) Universitas Muhammadiyah Malang menggelar kuliah praktisi yang membahas peran SIAPIK dalam pengambilan keputusan bisnis dan akses pembiayaan UMKM. Kegiatan ini berlangsung pada 9 Desember 2025 di Aula GKB 4 Lantai 4 Kampus 3 UMM dengan menghadirkan konsultan UMKM dari Bank Indonesia Malang, Elviera Dewiyanti Surya Putri. Kuliah praktisi tersebut diikuti mahasiswa EKOS UMM sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik. Materi difokuskan pada pengelolaan keuangan UMKM yang akuntabel dan berkelanjutan, khususnya dalam perspektif ekonomi syariah. Elviera menjelaskan bahwa SIAPIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan) merupakan aplikasi yang dikembangkan Bank Indonesia untuk membantu pelaku UMKM melakukan pencatatan keuangan secara sederhana dan terstruktur. Melalui SIAPIK, pelaku usaha dapat menyusun arus kas, laporan laba rugi, hingga posisi keuangan secara periodik sebagai dasar evaluasi usaha. “Tanpa pencatatan yang baik, UMKM akan kesulitan berkembang dan mengambil keputusan bisnis yang tepat,” ujarnya. Menurutnya, laporan keuangan yang tersusun rapi juga menjadi syarat penting bagi UMKM untuk mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan, termasuk perbankan syariah dan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). SIAPIK dinilai mampu meningkatkan kredibilitas usaha karena menyajikan data keuangan yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Kuliah ini mendapat respons aktif dari mahasiswa melalui sesi diskusi yang membahas tantangan literasi keuangan, mekanisme pembiayaan UMKM, serta penerapan prinsip syariah dalam pengelolaan usaha. Melalui kegiatan tersebut, Prodi EKOS UMM menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan lembaga strategis sekaligus membekali mahasiswa dengan kompetensi praktis. Diharapkan, lulusan ekonomi syariah tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu berperan langsung dalam pendampingan dan pemberdayaan UMKM sebagai penopang perekonomian nasional. (raf)
PCM Sidayu Jalin Silaturahmi dan Tingkatkan Wawasan Organisasi di UMM

pwmu.co –Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sidayu menggelar pertemuan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Sabtu (13/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula Biro Administrasi Umum (BAU) UMM ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus meningkatkan wawasan keorganisasian. Kegiatan tersebut diikuti oleh PCM Sidayu, 17 Pimpinan Ranting Muhammadiyah, Pimpinan Cabang Aisyiyah, 17 Pimpinan Ranting Aisyiyah, Lazismu, takmir masjid, serta unsur Angkatan Muda Muhammadiyah, di antaranya Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Hizbul Wathan, Tapak Suci, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Total peserta yang hadir berjumlah 140 orang. Ketua PCM Sidayu, H. Ach. Muladzidz, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tradisi silaturahmi yang telah dilakukan setiap kali PCM dan PCA Sidayu menggelar Musyawarah Pimpinan di UMM. Menurutnya, pertemuan ini juga menjadi sarana motivasi bagi pimpinan dan anggota persyarikatan agar terus bergerak aktif dalam organisasi dengan meneladani pengelolaan kelembagaan yang dilakukan UMM. Rombongan PCM dan PCA Sidayu disambut oleh Wakil Rektor II UMM Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A., dan Wakil Rektor V UMM Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih menyampaikan ucapan selamat datang kepada rombongan. Ia juga memperkenalkan program baru UMM berupa beasiswa bagi putra-putri alumni UMM dari berbagai angkatan. Selain itu, ia memberikan pengantar materi tentang keorganisasian. “Apasih inti organisasi itu?” tanya Tri Sulistyaningsih sebagai pemantik diskusi. Pertanyaan tersebut mendapat beragam tanggapan dari peserta. Zainal Abidin, S.Pd., menyampaikan bahwa inti organisasi adalah tertib. Sementara itu, Fitryah Ahmad menambahkan bahwa kerja sama merupakan inti dalam berorganisasi. Menanggapi hal tersebut, Tri Sulistyaningsih menjelaskan bahwa keorganisasian dapat diibaratkan seperti pelaksanaan salat, yang menuntut ketertiban dan kepatuhan terhadap tugas dan aturan. Ia mencontohkan mekanisme musyawarah dalam Muhammadiyah yang berjenjang, mulai dari muktamar hingga musyawarah ranting, dalam proses pemilihan pimpinan. Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, menambahkan bahwa Muhammadiyah memiliki keunggulan dalam sistem pengorganisasian. Ia mengibaratkannya seperti salat berjamaah, ketika imam memulai takbir dan jamaah mengikuti dengan tertib. Saf harus diluruskan dan dirapatkan sebagai bentuk kesempurnaan. “Hati-hati dalam kebaikan, sesuatu kebenaran, misi tentang kebaikan tetapi kalau tidak diorganisir dengan baik akan kalah dengan kebathilan atau tujuan yang jahat tetapi diorganisir dengan baik,” ujar Ahmad Juanda mengutip perkataan Ali bin Abi Thalib. *) Penulis : Lufiyah Diah Radintari | Editor : Tanwirul Huda