Pelajar Lamongan Didorong Manfaatkan AI untuk Tumbuhkan Minat Menulis

jatimnow.com – Upaya memperkuat literasi digital terus digencarkan kepada kalangan pelajar, seperti yang tampak di MAN 1 Lamongan. Program pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang digelar oleh Mahasiswa Program Doktoral S3 Pendidikan Agama Islam UMM, Ali Zulfikar mendapat sambutan antusias. Dalam kegiatan tersebut, para siswa didorong menjadi pribadi yang bisa memanfaatkan berbagai kecanggihan teknologi termasuk penggunaan Artifisial Intelegen (AI) dengan tepat. “Indonesia masih berada di peringkat bawah dalam survei literasi. Ini pekerjaan rumah bersama. Pelajar harus diperkuat kemampuan literasinya agar siap menghadapi era kecerdasan artifisial,” ujarnya, Jumat (12/12/2025). Menurutnya, literasi tidak hanya berdampak pada capaian akademik, tetapi juga menjadi fondasi karakter dan kompetensi kerja. Karena itu, siswa diberi stimulus melalui latihan menulis esai ilmiah maupun esai keseharian yang dekat dengan kehidupan mereka. “Banyak siswa yang memilih tema menarik seperti pentingnya konsumsi makanan sehat dan literasi keuangan bagi pelajar. Tema-tema ini relevan dengan rutinitas mereka,” tuturnya. Selain teknik penulisan, Ali juga mengenalkan pemanfaatan AI seperti ChatGPT untuk membantu menyusun outline esai. Ia menegaskan bahwa AI bukan untuk menggantikan kemampuan menulis, melainkan menjadi alat bantu agar siswa mampu menyusun struktur dan alur pemikiran yang lebih runtut. Output dari kegiatan ini direncanakan akan dikompilasi menjadi sebuah buku sebagai bentuk kontribusi nyata pelajar MAN 1 Lamongan dalam mendukung program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi terkait penguatan literasi. “Dengan menghasilkan buku, siswa diharapkan memiliki kemandirian dan kepercayaan diri dalam mengembangkan kemampuan literasi mereka. Tidak ada bangsa yang maju tanpa literasi yang kuat,” kata Ali. Salah satu siswa MAN 1 Lamongan yang mengikuti kegiatan, Ahmad Al Ghany Wardani, menyampaikan bahwa pelatihan penulisan esai dan literasi digital yang diberikan sangat memberikan pemahaman baru, terutama terkait pentingnya literasi di era teknologi. “Dari kegiatan tadi saya dapat banyak hal. Mulai dari pengertian literasi itu apa, cara membuat esai seperti apa, dan contoh-contoh tema yang dekat dengan kehidupan kami,” ungkapnya.
Siswa Lamongan Diajarkan Penulisan Esai Berbasis AI

Lamongan, (afederasi.com) – Upaya meningkatkan budaya literasi di kalangan pelajar terus digencarkan. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ali Zulfikar, melaksanakan program pengabdian masyarakat di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lamongan dengan memberikan pelatihan menulis esai ilmiah berbasis pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), Jumat (12/12/2025). Pelatihan ini bertujuan memperkuat kemampuan literasi siswa di tengah derasnya arus digitalisasi. Ali menegaskan bahwa literasi menjadi salah satu indikator penting kualitas sumber daya manusia. “Indonesia masih berada di peringkat bawah dalam survei literasi. Ini pekerjaan rumah bersama. Pelajar harus diperkuat kemampuan literasinya agar siap menghadapi era kecerdasan artifisial,” ujarnya. Menurutnya, literasi tidak hanya berdampak pada capaian akademik, tetapi juga menjadi fondasi karakter dan kompetensi kerja. Karena itu, siswa diberi stimulus melalui latihan menulis esai ilmiah maupun esai keseharian yang dekat dengan kehidupan mereka. “Banyak siswa yang memilih tema menarik seperti pentingnya konsumsi makanan sehat dan literasi keuangan bagi pelajar. Tema-tema ini relevan dengan rutinitas mereka,” tuturnya. Selain teknik penulisan, Ali juga mengenalkan pemanfaatan AI seperti ChatGPT untuk membantu menyusun outline esai. Ia menegaskan bahwa AI bukan untuk menggantikan kemampuan menulis, melainkan menjadi alat bantu agar siswa mampu menyusun struktur dan alur pemikiran yang lebih runtut. Output dari kegiatan ini direncanakan akan dikompilasi menjadi sebuah buku sebagai bentuk kontribusi nyata pelajar MAN 1 Lamongan dalam mendukung program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi terkait penguatan literasi. “Dengan menghasilkan buku, siswa diharapkan memiliki kemandirian dan kepercayaan diri dalam mengembangkan kemampuan literasi mereka. Tidak ada bangsa yang maju tanpa literasi yang kuat,” kata Ali. Ia menambahkan, penguatan literasi di kalangan pelajar merupakan bagian dari ikhtiar mempersiapkan Indonesia Emas 2045. Bonus demografi hanya akan menjadi keuntungan jika generasi muda dibekali kemampuan literasi dan pemanfaatan teknologi sejak dini. Salah satu siswa MAN 1 Lamongan yang mengikuti kegiatan, Ahmad Al Ghany Wardani, menyampaikan bahwa pelatihan penulisan esai dan literasi digital yang diberikan sangat memberikan pemahaman baru, terutama terkait pentingnya literasi di era teknologi. Menurutnya, materi yang disampaikan mulai dari pemahaman dasar tentang apa itu literasi, langkah-langkah membuat esai, hingga contoh konkret topik keseharian seperti pentingnya makanan sehat bagi pelajar, membuat siswa semakin mudah memahami proses penulisan. “Dari kegiatan tadi saya dapat banyak hal. Mulai dari pengertian literasi itu apa, cara membuat esai seperti apa, dan contoh-contoh tema yang dekat dengan kehidupan kami,” ungkapnya. Ia menilai pemanfaatan AI dalam membuat outline esai juga sangat membantu siswa memulai tulisan. “Tadi juga diajari cara memakai AI seperti ChatGPT untuk membuat kerangka esai. Itu mempermudah kami menyusun alur tulisan sebelum benar-benar menulis,” tambahnya. (yan)
Siswa SMA Muhammadiyah 3 Batu Rencanakan Karier dengan Metode Ikigai

radarmalang, BATU – SMA Muhammadiyah 3 Batu menggelar workshop bertajuk Know Yourself, Know Your Future bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Senin lalu (8/12). Kegiatan itu berlangsung di Musala SMA Muhammadiyah 3 Batu mulai pukul 07.30 WIB hingga 10.30 WIB. Diikuti siswa kelas X, XI, dan XII. Workshop itu merupakan rangkaian lanjutan dari kegiatan asesmen yang telah dilaksanakan pada 27 Oktober 2025. Pada kegiatan tersebut, siswa memperoleh materi edukasi mengenai pengenalan dan eksplorasi diri, orientasi studi lanjutan, serta perencanaan karier masa depan. Materi disampaikan mahasiswa Program Studi Psikologi UMM yang berperan sebagai fasilitator kegiatan. Salah satu fokus utama dalam workshop ini adalah pengenalan konsep Ikigai. Konsep ini diperkenalkan kepada siswa sebagai pendekatan untuk memahami diri secara lebih mendalam dan terarah. Setelah pemaparan materi, siswa diminta melakukan metode Ikigai untuk menggali potensi, minat, bakat, dan cita-cita pribadi. Lalu, beberapa siswa diberi kesempatan menyampaikan hasil pemikirannya. ”Melalui kegiatan ini saya jadi lebih mengenal diri sendiri. Sekarang saya semakin yakin dan termotivasi untuk menjadi pengusaha sukses di masa depan,” ujar Siswa kelas XII Nabil Giovani. Kepala SMA Muhammadiyah 3 Batu Aris Sahruli SPd menyampaikan, kegiatan itu sangat penting bagi siswa. ”Pengenalan diri menjadi fondasi utama bagi siswa dalam menentukan pilihan studi dan karier. Harapannya siswa lebih bersemangat belajar, memiliki tujuan yang jelas, mampu merencanakan masa depan sesuai potensi yang dimiliki,” tuturnya. (gp)
Fenomena Self-Diagnose Kesehatan Mental di TikTok

Oleh: Zahira Rachmawati, Mahasiswi Jurusan Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Malang DALAM beberapa tahun terakhir, isu tentang kesehatan mental sedang sangat naik dan menjadi topik yang sering muncul di berbagai media sosial termasuk TikTok. Berbagai konten tentang stres, depresi, kecemasan, serta kepribadian bermunculan setiap hari. Konten-konten ini sering muncul dalam bentuk video singkat, kutipan motivasi, infografik, hingga cerita pengalaman pribadi mulai dari pengguna biasa sampai influencer. Fenomena ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental semakin meningkat, terutama pada generasi muda. Namun, fenomena ini juga dapat menimbulkan gejala baru yang cukup serius dan memprihatinkan, yaitu mengdiagnosis diri sendiri hanya berdasarkan konten yang dilihat di sosial media tanpa adanya bantuan profesional. Self-diagnose dapat diartikan sebagai tindakan seseorang dalam menilai, menafsirkan, dan menyimpulkan suatu gangguan mental dalam dirinya tanpa adanya bantuan profesional dan tanpa melalui proses evaluasi klinis. Proses diagnostik membutuhkan serangkaian prosedur yang panjang dan mendalam sebenarnya, prosesnya meliputi wawancara klinis, observasi perilaku, mengisi tes psikologi, serta interpretasi profesional berdasarkan standar. Namun, media sosial sangat sering menyederhanakan serangkaian proses ini menjadi daftar gejala singkat. Misalnya, “Tanda kamu memiliki perilaku avoidant attachment” atau “Ciri-ciri kamu memilki OCD”. Konten-konten di media sosial yang terutama sering muncul di TikTok ini sangat mudah diakses dan dicerna serta menarik bagi para remaja dan sering kali banyak yang jadi merasa cocok dengan gejala yang disebutkan dalam konten-konten tersebut. Hasilnya, banyak yang langsung mengambil kesimpulan bahwa mereka mengalami gangguan tersebut. Fenomena self-diagnose sendiri sebenarnya bukanlah hal yang baru. Jauh sebelum itu, masyarakat Indonesia sudah mengenal bentuk self-diagnose tradisional melalui aturan adat, suku, dan kepercayaan turun-temurun. Misal saat seseorang mudah takut, sering melamun, atau merasa gelisah tanpa sebab, orang tua zaman dulu sering mengaitkan hal tersebut dengan mistis dan mengatakan bahwa mereka sedang ketempelan, pamali, kurang berdoa, atau terkena angin malam, padahal bisa saja mereka sedang mengalami gejala depresi ringan, burnout, atau cemas berlebihan karena faktor lainnya.
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Gelar Pelatihan Penulisan Esai di Lamongan

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN – Upaya meningkatkan budaya literasi di kalangan pelajar terus digencarkan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Lamongan. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ali Zulfikar, yang sedang melaksanakan program pengabdian masyarakat di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lamongan, memberikan pelatihan menulis esai ilmiah berbasis pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), Jumat (12/12/2025). “Pelatihan ini bertujuan memperkuat kemampuan literasi siswa di tengah derasnya arus digitalisasi,” kata Ali kepada SURYAMALANG.COM. Ia mengatakan, bahwa literasi menjadi salah satu indikator penting kualitas sumber daya manusia. “Indonesia masih berada di peringkat bawah dalam survei literasi.” “Ini pekerjaan rumah bersama. Pelajar harus diperkuat kemampuan literasinya agar siap menghadapi era kecerdasan artifisial,” ujar Ali. Menurutnya, literasi tidak hanya berdampak pada capaian akademik, tetapi juga menjadi fondasi karakter dan kompetensi kerja. Karena itu, siswa diberi stimulus melalui latihan menulis esai ilmiah maupun esai keseharian yang dekat dengan kehidupan mereka. “Banyak siswa yang memilih tema menarik seperti pentingnya konsumsi makanan sehat dan literasi keuangan bagi pelajar. Tema-tema ini relevan dengan rutinitas mereka,” tuturnya. Selain teknik penulisan, Ali juga mengenalkan pemanfaatan AI seperti ChatGPT untuk membantu menyusun outline esai. AI bukan untuk menggantikan kemampuan menulis, melainkan menjadi alat bantu agar siswa mampu menyusun struktur dan alur pemikiran yang lebih runtut. Output dari kegiatan ini direncanakan akan dikompilasi menjadi sebuah buku sebagai bentuk kontribusi nyata pelajar MAN 1 Lamongan dalam mendukung program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi terkait penguatan literasi. “Dengan menghasilkan buku, siswa diharapkan memiliki kemandirian dan kepercayaan diri dalam mengembangkan kemampuan literasi mereka.” “Tidak ada bangsa yang maju tanpa literasi yang kuat,” kata Ali. Ia menambahkan, penguatan literasi di kalangan pelajar merupakan bagian dari ikhtiar mempersiapkan Indonesia Emas 2045.
Siswa SMA Muhammadiyah 3 Batu Rencanakan Karier dengan Metode Ikigai

radarmalang, BATU – SMA Muhammadiyah 3 Batu menggelar workshop bertajuk Know Yourself, Know Your Future bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Senin lalu (8/12). Kegiatan itu berlangsung di Musala SMA Muhammadiyah 3 Batu mulai pukul 07.30 WIB hingga 10.30 WIB. Diikuti siswa kelas X, XI, dan XII. Workshop itu merupakan rangkaian lanjutan dari kegiatan asesmen yang telah dilaksanakan pada 27 Oktober 2025. Pada kegiatan tersebut, siswa memperoleh materi edukasi mengenai pengenalan dan eksplorasi diri, orientasi studi lanjutan, serta perencanaan karier masa depan. Materi disampaikan mahasiswa Program Studi Psikologi UMM yang berperan sebagai fasilitator kegiatan. Salah satu fokus utama dalam workshop ini adalah pengenalan konsep Ikigai. Konsep ini diperkenalkan kepada siswa sebagai pendekatan untuk memahami diri secara lebih mendalam dan terarah. Setelah pemaparan materi, siswa diminta melakukan metode Ikigai untuk menggali potensi, minat, bakat, dan cita-cita pribadi. Lalu, beberapa siswa diberi kesempatan menyampaikan hasil pemikirannya. ”Melalui kegiatan ini saya jadi lebih mengenal diri sendiri. Sekarang saya semakin yakin dan termotivasi untuk menjadi pengusaha sukses di masa depan,” ujar Siswa kelas XII Nabil Giovani. Kepala SMA Muhammadiyah 3 Batu Aris Sahruli SPd menyampaikan, kegiatan itu sangat penting bagi siswa. ”Pengenalan diri menjadi fondasi utama bagi siswa dalam menentukan pilihan studi dan karier. Harapannya siswa lebih bersemangat belajar, memiliki tujuan yang jelas, mampu merencanakan masa depan sesuai potensi yang dimiliki,” tuturnya. (gp)
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Gelar Pelatihan Penulisan Esai di Lamongan

pwmu.co – Sebagai upaya meningkatkan budaya literasi di kalangan pelajar. Mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar pengabdian masyarakat di MAN 1 Lamongan, Jumat (12/12/2025). M. Nur Ali Zulfikar, mahasiswa Program Doktor Pendidikan Agama Islam UMM, melaksanakan pelatihan penulisan esai ilmiah berbasis pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI). Dalam keterangannya, pria yang akrab disapa Ali Zulfikar ini menjelaskan bahwa, pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan literasi siswa di tengah derasnya arus digitalisasi. lebih jauh, Ali menegaskan bahwa literasi menjadi salah satu indikator penting kualitas sumber daya manusia. “Indonesia masih berada di peringkat bawah dalam survei literasi. Ini pekerjaan rumah bersama. Pelajar harus diperkuat kemampuan literasinya agar siap menghadapi era kecerdasan artifisial,” ujarnya. Lliterasi, kata Ali, tidak hanya berdampak pada capaian akademik, tetapi juga menjadi fondasi karakter dan kompetensi kerja. Oleh karena itu, siswa diberi stimulus melalui latihan menulis esai ilmiah, maupun esai keseharian yang dekat dengan kehidupan mereka. “Banyak siswa yang memilih tema menarik seperti pentingnya konsumsi makanan sehat dan literasi keuangan bagi pelajar. Tema-tema ini relevan dengan rutinitas mereka,” katanya. Selain teknik penulisan, Ali juga mengenalkan pemanfaatan AI seperti ChatGPT untuk membantu menyusun outline esai. Ia menegaskan bahwa AI bukan untuk menggantikan kemampuan menulis, melainkan menjadi alat bantu agar siswa mampu menyusun struktur dan alur pemikiran yang lebih runtut. Output dari kegiatan ini direncanakan akan dikompilasi menjadi sebuah buku, sebagai bentuk kontribusi nyata pelajar MAN 1 Lamongan dalam mendukung program Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, Sains dan Teknologi (Diktisaintek Berdampak). “Dengan menghasilkan buku, siswa diharapkan memiliki kemandirian dan kepercayaan diri, serta semangat mengembangkan kemampuan literasi mereka. Tidak ada bangsa yang maju tanpa literasi yang kuat,” tegasnya. Tidak hanya itu, penguatan literasi di kalangan pelajar merupakan bagian dari ikhtiar mempersiapkan Indonesia Emas 2045. Bonus demografi hanya akan menjadi keuntungan jika generasi muda dibekali kemampuan literasi dan pemanfaatan teknologi sejak dini. Salah satu siswa MAN 1 Lamongan yang mengikuti kegiatan, Ahmad Al Ghany Wardani, menyampaikan bahwa pelatihan penulisan esai dan literasi era AI yang diberikan sangat memberikan pemahaman baru, terutama terkait pentingnya literasi di era teknologi. Menurutnya, materi yang disampaikan mulai dari pemahaman dasar tentang apa itu literasi, langkah-langkah membuat esai, hingga contoh konkret topik keseharian seperti pentingnya makanan sehat bagi pelajar, membuat siswa semakin mudah memahami proses penulisan. “Dari kegiatan tadi saya dapat banyak hal. Mulai dari pengertian literasi itu apa, cara membuat esai seperti apa, dan contoh-contoh tema yang dekat dengan kehidupan kami,” ungkapnya. Ia menilai pemanfaatan AI dalam membuat outline esai juga sangat membantu siswa memulai tulisan. “Tadi juga diajari cara memakai AI seperti ChatGPT untuk membuat kerangka esai. Itu mempermudah kami menyusun alur tulisan sebelum benar-benar menulis,” tambahnya. Pihak MAN 1 Lamongan menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap pelatihan serupa dapat berkelanjutan guna menumbuhkan budaya menulis serta kecakapan digital di lingkungan madrasah. (*)
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Gelar Pelatihan Penulisan Esai di Lamongan

suryamalang.com – Bonus demografi hanya akan menjadi keuntungan jika generasi muda dibekali kemampuan literasi dan pemanfaatan teknologi sejak dini. Salah satu siswa MAN 1 Lamongan yang mengikuti kegiatan, Ahmad Al Ghany Wardani, menyampaikan bahwa pelatihan penulisan esai dan literasi digital yang diberikan sangat memberikan pemahaman baru, terutama terkait pentingnya literasi di era teknologi. Menurutnya, materi yang disampaikan mulai dari pemahaman dasar tentang apa itu literasi, langkah-langkah membuat esai, hingga contoh konkret topik keseharian seperti pentingnya makanan sehat bagi pelajar, membuat siswa semakin mudah memahami proses penulisan. “Dari kegiatan tadi saya dapat banyak hal. Mulai dari pengertian literasi itu apa, cara membuat esai seperti apa, dan contoh-contoh tema yang dekat dengan kehidupan kami,” ungkapnya. Ia menilai pemanfaatan AI dalam membuat outline esai juga sangat membantu siswa memulai tulisan. “Tadi juga diajari cara memakai AI seperti ChatGPT untuk membuat kerangka esai.” “Itu mempermudah kami menyusun alur tulisan sebelum benar-benar menulis,” tambahnya. MAN 1 Lamongan menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap pelatihan serupa dapat berkelanjutan guna menumbuhkan budaya menulis serta kecakapan digital di lingkungan madrasah
Tingkatkan Literasi Siswa, Mahasiswa UMM Gelar Pelatihan Penulisan Esai Berbasis AI di MAN 1 Lamongan

BERITASIBER.COM | LAMONGAN — Upaya peningkatan literasi di kalangan pelajar kembali digencarkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pada Jumat (12/12/2025), M Nur Ali Zulfikar, mahasiswa UMM, memberikan pelatihan penulisan esai ilmiah berbasis kecerdasan artifisial (AI) kepada siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lamongan. Kegiatan ini disusun sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan literasi nasional, sekaligus menyiapkan pelajar menghadapi tantangan era digital. Ali menyampaikan bahwa kemampuan literasi sangat menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. “Literasi berkaitan erat dengan kemampuan berpikir kritis dan kesiapan menghadapi perkembangan teknologi. Pelajar harus diperkuat sejak dini agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya secara bijak dan produktif,” tegasnya. Dalam pelatihan tersebut, para siswa dibimbing untuk memahami struktur esai ilmiah, menentukan ide pokok, menyusun argumen, hingga mengembangkan paragraf secara sistematis. Peserta juga diajak menulis esai bertema keseharian, seperti kesehatan pelajar, pentingnya literasi keuangan, hingga konsumsi makanan bergizi. Selain membahas teknik penulisan, Ali juga mengenalkan penggunaan alat bantu berbasis AI seperti ChatGPT untuk membantu menyusun kerangka tulisan. Menurutnya, pemanfaatan AI dapat meningkatkan efisiensi dan kreativitas, namun tetap harus dibarengi kemampuan menulis yang baik.
UMM Gelar Pelatihan Menulis Esai Berbasis AI di MAN 1 Lamongan, Dorong Penguatan Literasi Pelajar

SURYA.CO.ID, LAMONGAN – Upaya meningkatkan budaya literasi di kalangan pelajar terus diperkuat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Seorang mahasiswa UMM, Ali Zulfikar, menggelar pelatihan menulis esai ilmiah berbasis kecerdasan artifisial (AI) untuk siswa MAN 1 Lamongan, Jawa Timur (Jatim), Jumat (12/12/2025). Dorong Literasi Pelajar di Era Digital Pelatihan ini, menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat yang dilakukan Ali Zulfikar, mahasiswa UMM yang juga kandidat doktor. Ia menyebut, kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan menulis dan literasi siswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi. “Pelatihan ini bertujuan memperkuat kemampuan literasi siswa di tengah derasnya arus digitalisasi,” kata Ali. Menurutnya, literasi merupakan indikator penting kualitas sumber daya manusia. “Indonesia masih berada di peringkat bawah dalam survei literasi. Pelajar harus diperkuat kemampuan literasinya agar siap menghadapi era kecerdasan artifisial,” ujar Ali. Latihan Esai Keseharian hingga Pemanfaatan AI Dalam pelatihan ini, para siswa diberi materi dasar penulisan esai ilmiah dan esai populer yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. “Banyak siswa yang memilih tema menarik, seperti pentingnya konsumsi makanan sehat dan literasi keuangan bagi pelajar. Tema-tema ini relevan dengan rutinitas mereka,” jelas Ali. Ia juga mengenalkan pemanfaatan AI seperti ChatGPT untuk membantu menyusun outline esai. Menurut Ali, AI bukan pengganti, tetapi alat bantu untuk merapikan alur berpikir siswa. Hasil Pelatihan Akan Dibukukan Ali menyebut, output kegiatan akan dikompilasi menjadi sebuah buku, sebagai kontribusi nyata siswa dalam mendukung program literasi nasional. “Tidak ada bangsa yang maju tanpa literasi yang kuat. Dengan menghasilkan buku, siswa diharapkan memiliki kemandirian dan kepercayaan diri dalam mengembangkan kemampuan literasi mereka,” katanya. Ali menambahkan, penguatan literasi merupakan langkah penting menuju Indonesia Emas 2045. Generasi muda harus dibekali kemampuan literasi dan pemanfaatan teknologi sejak dini. Respons Positif dari Siswa MAN 1 Lamongan Salah satu peserta, Ahmad Al Ghany Wardani, merasakan manfaat besar dari pelatihan tersebut.