Perkuat Program SMK Go Global, Kemenko Pemberdayaan Masyarakat Dorong Peran Serta Perguruan Tinggi

MEDIA INDONESIA – DEPUTI Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Abdul Haris mengapresiasi inisiatif Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam penyelenggaraan pusat pelatihan dan pendidikan untuk persiapan kerja ke luar negeri. “Banyak sekali praktek-praktek baik yang sudah dilakukan di UMM ini, terutama dalam memberdayakan lulusan-lulusan SMK dan perguruan tinggi untuk dapat bersaing di pasar global,” ujar Deputi Haris di UMM, Malang, Jawa Timur, Sabtu (15/11/2025) melalui keterangan yang diterima hari ini. Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Fauzan, Wakil Rektor IV UMM Salis Yuniardi, Dekan Vokasi UMM, serta Guru Besar Bidang Psikologi Industri dan Organisasi UMM. Wakil Menteri Diktisaintek, Fauzan mengutarakan program Career Boost untuk meningkatkan kompetensi dan peluang global ini telah dimulai sejak Tahun 2019. Peserta pelatihan tenaga kerja luar negeri UMM yang telah diberangkatkan ke Jepang sebanyak 519 orang. Sementara, peserta yang siap diberangkat ada sebanyak 261 orang dan peserta yang masih dalam tahap pelatihan online sebesar 279 orang. Program yang ditawarkan oleh UMM ini berupa pelatihan kembali bagi para siswa lulusan SMK sederajat dan perguruan tinggi. Peserta yang dapat diterima dalam program ini dimungkinkan hingga usia 28 tahun. Ada 15 skema pekerjaan yang ditawarkan oleh program pelatihan pekerja luar negeri UMM ini. Beberapa di antaranya yaitu teknik konstruksi, hospitality, pemrosesan makanan, caregiver, dan perawat. Skema penempatan tenaga kerja yang dilakukan oleh UMM terbagi dalam beberapa tahap. Peserta akan mendapatkan pelatihan secara online, dan selanjutnya dilakukan pelatihan berbasis asrama di gedung yang disediakan oleh Fakultas Vokasi UMM. Terdapat dua sertifikat yang dibekali pada peserta pelatihan, yaitu sertifikat Bahasa Jepang dan Sertifikat Ketrampilan sesuai kebutuhan pasar kerja di Jepang. Saat ini, pusat pelatihan kerja luar negeri UMM berfokus pada penempatan kerja ke Jepang. Dengan kerja sama dengan Brexa Academy, UMM telah memperluas lokasi penempatan pada seluruh prefektur di Jepang. Ke depannya, UMM berencana akan memperluas jangkauan pada sekitar 38 negara penempatan. Hal ini tentunya dapat didukung dengan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. “Pemerintah berencana memulai pelaksanaan SMK Go Global pada akhir 2025 dan akan memperluas target penerima manfaatnya sebanyak 500.000 orang pada 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Praktik baik dalam penyelenggaraan program pelatihan tenaga kerja luar negeri UMM akan disinergikan dengan program SMK Go Global yang diinisiasi oleh Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, “pungkas Haris. (H-2)

Etanol Bahan Bakar Dari Tebu, Akademisi UMM: Octane 100+ Cocok Untuk Mesin Modern

MALANG POST – Di tengah gencarnya transisi energi menuju zero carbon emission, bahan bakar alternatif mulai ramai diperbincangkan. Salah satunya adalah etanol (C2H5OH), senyawa kimia yang kini digadang-gadang mampu menjadi pengganti bensin di masa depan. Menariknya, belakangan ini banyak pro kontra yang lahir dari masyarakat mengenai penggunaan campuran etanol. Terkait hal ini, Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ir. Iis Siti Aisyah, S.T., M.T., Ph.D, turut memberikan pandangannya terkait penggunaan etanol dalam bahan bakar kendaraan di Indonesia. Iis, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa etanol merupakan bentuk biofuel yang menjanjikan karena memiliki sifat pembakaran yang lebih bersih dibandingkan bensin murni. Secara teoritis, emisi karbonnya bisa ditekan secara signifikan jika digunakan dalam proporsi yang tepat. “Etanol itu energi alternatif yang dikembangkan berbasis bio, yaitu tanaman yang diproses. Etanol bagus untuk meningkatkan angka oktan. Jika digunakan dalam jangka pendek, akan baik.” “Namun jika digunakan dalam jangka panjang, etanol dapat merusak komponen combustion chamber seperti karet, serta menimbulkan korosi pada logam yang tidak tahan air, dan hal-hal lainnya,” katanya. Di balik keunggulannya, etanol juga menyimpan sejumlah tantangan teknis dan ekonomis. Secara ilmiah, etanol memiliki densitas energi lebih rendah (26.8 MJ/kg) dibanding bensin (46 MJ/kg). Sehingga, menambahkan etanol ke Pertalite akan menurunkan nilai energi per liter campuran dibandingkan Pertalite murni. Adapun kelebihan penggunaan etanol adalah sebagai sumber energi terbaharukan, tingkat komersialisasi yang tinggi, serta kemampuannya diproduksi secara massal dari tanaman tebu yang telah banyak dibudidayakan di Indonesia. Meski begitu, etanol memiliki octane number tinggi (100+) dibanding Pertalite (92), membuatnya lebih tahan terhadap knocking dan cocok untuk mesin modern berkompresi tinggi. Namun, campuran etanol dan Pertalite tidak disarankan bagi mesin lama dengan karburator karena memerlukan penyetelan ulang dan berisiko menyebabkan overheating dalam jangka panjang. Tantangan lain muncul dari sifat etanol yang higroskopis, yaitu mudah menyerap air. Proses pemurnian agar etanol benar-benar bebas air memerlukan teknologi mahal, yang berdampak pada harga jualnya. Harga etanol tipe anhidrat saat ini memang masih sedikit di atas Pertalite atau Pertamax, sehingga perlu insentif agar tetap kompetitif. Dari sisi mesin, etanol sebenarnya tidak menimbulkan kerusakan serius. Pada mesin modern yang telah dilengkapi Electronic Control Unit (ECU), sistem dapat menyesuaikan pembakaran secara otomatis. Untuk mesin lawas, pengguna perlu memperhatikan potensi overheat. “Meskipun ada kekhawatiran tersebut, berdasarkan penelitian, campuran hingga 10% etanol tidak terlalu mempengaruhi mesin lama meskipun memakai karburator. Modifikasi terhadap engine hanya diperlukan jika memakai 100 % etanol,” ungkapnya. Ke depan, Iis optimistis bahwa masa depan etanol di Indonesia cukup cerah. Sumber energi lain seperti biobutanol yang diproduksi dari tanaman belum se-masif industri etanol. “Harapan terhadap penggunaan etanol ke depan adalah kita bisa lebih mandiri secara energi, asalkan etanol yang digunakan berasal dari sumber-sumber yang ada di dalam negeri. Penggunaan bahan bakar yang sangat besar akan memerlukan pasokan etanol yang besar juga, sehingga industri di Indonesia yang selama ini memasok etanol untuk bidang lain (kesehatan) perlu memperbesar kapasitas produksinya,” tutupnya. (M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)

Perkuat Program SMK Go Global, KemPerkuat Program SMK Go Global, Kemenko PM Dorong Peran Perguruan Tinggi

Detik Jatim – Kota Malang – Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Daerah Tertinggal dan Daerah Tertentu Abdul Haris mengapresiasi inisiatif Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam penyelenggaraan pusat pelatihan dan pendidikan untuk persiapan kerja ke luar negeri. “Banyak sekali praktik-praktik baik yang sudah dilakukan di UMM, terutama dalam memberdayakan lulusan-lulusan SMK dan perguruan tinggi untuk dapat bersaing di pasar global,” ujar Deputi Haris di UMM, Jawa Timur, Minggu (16/11/2025). Wakil Menteri Diktisaintek Fauzan menyampaikan program Career Boost untuk meningkatkan kompetensi dan peluang global ini telah dimulai sejak tahun 2019. Peserta pelatihan tenaga kerja luar negeri UMM yang telah diberangkatkan ke Jepang sebanyak 519 orang. Sementara, peserta yang siap diberangkatkan ada sebanyak 261 orang, dan peserta yang masih dalam tahap pelatihan online sebesar 279 orang. Program yang ditawarkan UMM berupa pelatihan kembali bagi para siswa lulusan SMK sederajat dan perguruan tinggi. Peserta yang dapat diterima dalam program ini dimungkinkan hingga usia 28 tahun. Ada 15 skema pekerjaan yang ditawarkan program pelatihan pekerja luar negeri UMM. Beberapa di antaranya yaitu teknik konstruksi, hospitality, pemrosesan makanan, caregiver, dan perawat. Skema penempatan tenaga kerja yang dilakukan UMM terbagi dalam beberapa tahap. Peserta akan mendapatkan pelatihan secara online, dan selanjutnya dilakukan pelatihan berbasis asrama di gedung yang disediakan Fakultas Vokasi UMM. Terdapat dua sertifikat yang dibekali pada peserta pelatihan, yaitu sertifikat Bahasa Jepang dan Sertifikat Keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja di Jepang. Saat ini, pusat pelatihan kerja luar negeri UMM berfokus pada penempatan kerja ke Jepang. Dengan kerja sama dengan Brexa Academy, UMM telah memperluas lokasi penempatan pada seluruh prefektur di Jepang. Ke depannya, UMM berencana akan memperluas jangkauan pada sekitar 38 negara penempatan. Hal ini tentunya dapat didukung dengan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Pemerintah berencana memulai pelaksanaan SMK Go Global pada akhir 2025, dan akan memperluas target penerima manfaatnya sebanyak 500.000 orang pada 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. “Praktik baik dalam penyelenggaraan program pelatihan tenaga kerja luar negeri UMM akan disinergikan dengan program SMK Go Global yang diinisiasi Kemenko Pemberdayaan Masyarakat,” pungkas Haris. Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Fauzan, Wakil Rektor IV UMM Salis Yuniardi, Dekan Vokasi UMM, serta Guru Besar Bidang Psikologi Industri dan Organisasi UMM.

UMM Day Diserbu Ribuan Siswa se-Malang

pwmu.co – Ribuan siswa SMA dari berbagai daerah memenuhi kawasan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Kamis (13/11/2025). Mereka datang bukan sekadar mengikuti kegiatan edukatif, tetapi juga untuk menikmati satu hari penuh keseruan UMM Day, yang digelar bersamaan dengan pameran Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Jawa Timur. Meski kegiatan MGBK menjadi agenda utama, perhatian para siswa juga terpusat pada berbagai stand dan hiburan yang tersebar di seluruh area kampus. Panggung utama menjadi pusat karena terdapat penampilan dari Sansekerta membuka acara dengan tarian tradisional yang semangatnya mampu menghidupkan suasana. Adapula aktivitas bebek-bebek menarik dan rafting seru. Dilanjutkan olehIkatan Aktivitas Band Mahasiswa (Ikabama) yang membawakan lagu-lagu populer sehingga para siswa ikut bernyanyi bersama. Tak kalah menarik, UKM Gita Surya menghadirkan harmoni paduan suara yang megah, dan Putra Putri Kampus UMM tampil dengan parade penuh percaya diri yang menggambarkan semangat mahasiswa UMM. Setiap penampilan menunjukkan bahwa kampus ini tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kreatif dan penuh energi. Keseruan tidak berhenti di panggung. Para siswa tampak antusias mengunjungi berbagai stand interaktif yang disiapkan fakultas dan unit kegiatan mahasiswa. Di sana mereka bisa mencoba DARI VR (Virtual Reality) karya mahasiswa UMM, mengikuti permainan Golf Mini, hingga berbelanja di MentariMart dengan voucher Rp25 ribu yang mereka dapatkan dari mengikuti rangkaian keseruan di UMM Day. Selain itu, aroma roti hangat dari UMM Bakery dan sajian khas nusantara dari Sengkaling Kuliner juga menambah semarak suasana. Siswa terlihat berkeliling sambil mencoba berbagai wahana dan mencatat pengalaman baru mereka di setiap stand. Antusiasme peserta semakin terasa ketika mereka diajak senam bersama di depan panggung. Siswa dari berbagai daerah tampak akrab satu sama lain, bernyanyi dan tertawa bersama diiringi musik kampus. Salah satu siswa, M. Ryan Galih Nugroho dari SMAN 1 Pagak, mengaku senang bisa ikut serta. “Kesan saya di UMM ini seru sekali. Banyak kegiatan seru dan siswa dari sekolah lain, jadi saya bisa dapat teman baru. Tadi juga ikut senam bareng dan dapat voucher belanja di MentariMart. Suasananya ramai banget, semua orang kelihatan senang dan panitianya juga ramah, jadi makin betah di sini,” ujarnya. Keseruan juga dirasakan oleh Cindai Legit Batari dari SMAN 1 Kepanjen. Ia menuturkan bahwa UMM Day memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan edufair lainnya. Tak hanya berkeliling mencoba berbagai stand menarik, Cindai juga ikut menyumbangkan lagu di atas panggung UMM Day. “Seru banget karena banyak stand menarik dari mahasiswa UMM, terus ada tes darah juga. Aku juga nyobain UMM Golf dan dapet jajan karena berhasil masukin bolanya. Pokoknya rame dan seru! Acaranya bikin penasaran karena setiap stand punya hal menarik sendiri, jadi pengin keliling terus,” ujarnya. Selain hiburan, pengunjung juga mendapat kesempatan untuk belajar hal baru. Di stand Fakultas Kedokteran, siswa bisa melakukan tes darah gratis dan melihat contoh organ tubuh seperti tumor dan kanker. Sementara di stand Fakultas Pertanian dan Peternakan, siswa diajak mengenal mikroskop penelitian serta belajar mengenali struktur jaringan tanaman. Dengan cara yang ringan, mereka diperkenalkan pada dunia ilmiah dan teknologi kampus. Menutup hari, suasana UMM Day tetap ramai oleh siswa yang berkeliling, berfoto, dan mencoba wahana bebek-bebekan serta rafting mini di Danau UMM. Acara ini memperlihatkan bahwa UMM bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan ruang besar bagi kreativitas dan semangat muda. Lewat UMM Day, para siswa dapat merasakan langsung pengalaman menjadi bagian dari kehidupan kampus yang aktif, menyenangkan, dan penuh inspirasi. (*) *) Penulis : Hassan Al Wildan *) Editor : Zahrah Khairani Karim

Ribuan Siswa Kunjungi Edufair 2025 yang Digelar Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling SMA Kabupaten Malang

radarmalang.jawapos – INOVATIF: Plt. Kepala Cabdindik wilayah Kabupaten Malang Dr Indiyah Nurhayati MPd (tengah) menghadiri Edufair 2025 yang digelar oleh Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMA di Kabupaten Malang, Kamis (13/11). MALANG KOTA – Sebanyak 4.715 siswa kunjungi Edufair 2025 yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMA Kabupaten Malang. Edufair dilaksanakan pada Kamis (13/11) di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Acara diikuti oleh 67 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Jawa dan Bali. Tujuan kegiatan ini adalah sebagai wujud nyata peran dan komitmen MGBK untuk membantu siswa mengenal lebih dekat dunia pendidikan lanjutan, seperti perguruan tinggi dan lembaga vokasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa bisa memperoleh informasi yang akurat, relevan, dan inspiratif sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan arah masa depan mereka.   Hadir dalam acara tersebut Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) wilayah Kabupaten Malang Dr Indiyah Nurhayati MPd, Koordinator MGBK SMA Kabupaten Malang Syarifatur Rofiah MPd, Pengawas BK SMA Cabdindik Kabupaten Malang Inta Elok Youarti MPd, dan Wakil Rektor 1 UMM Prof Ahsanul In’am PhD. Lalu, adapula Kepala SMA dan SMK Negeri Swasta se-Kabupetan Malang, guru Bimbingan dan Konseling (BK), serta seluruh siswa kelas XII se-Kabupaten Malang turut hadir memeriahkan acara tersebut.   Acara dibuka dengan Tari Topeng Patih dari SMAN 1 Sumberpucung dan Tari Pembuka SMAN 1 Tumpang. Lalu, sambutan Ketua MGBK SMA Kabupaten Malang Indira Ratnafuri MPd dan Pembina MGBK SMA Kabupaten Malang Syarifatur Rofiah MPd. Dilanjutkan, pemotongan pita dan pembukaan Edufair 2025 oleh Plt. Kepala Cabdindik Wilayah Kabupaten Malang Dr Indiyah Nurhayati MPd. Para tamu undangan juga diajak berkeliling ke Stand Edufair dan berinteraksi dengan para siswa. Dalam acara tersebut juga ditampilkan penyanyi solo dari SMAI NU Pujon Ellen Safaringga, Azkia Lathifa dari MAN 1 Malang, dan Ahmad Zen Al Bahar dari MAN 2 Malang. Serta, Allan Adi C. dari SMAN 1 Sumberpucung, duo singer dari SMAN 1 Dampit, trio singer dari SMAN 1 Lawang dan solois dari SMAN 1 Singosari. Adapula, penampilan Tari Nadyantara dan dance dari SMAN 1 Tumpang, serta Pencak Silat Pagar Nusa dari SMA Islam NU Pujon. Thelogoks Band dari SMAN 1 Sumberpucung, Band SMAN 1 Turen, dan Tapak Suci dari SMA ‘Aisyiyah Boarding School Malang. Acara ditutup dengan pembagian dooprize untuk seluruh peserta yang hadir. Plt Kepala Cabdindik wilayah Kabupaten Malang Dr Indiyah Nurhayati MPd sangat berterima kasih atas support yang luar biasa dari semua pihak untuk mensukseskan acara Edufair kali ini. “Dengan kegiatan ini, siswa tidak hanya diberikan informasi perguruan tinggi. Tapi, juga memberi kesempatan bakat-bakat non akademik dari para siswa di Kabupaten Malang untuk bisa tampil dan menghibur seluruh pengunjung,” tutupnya. (bes)

Dosen UMM Jelaskan Pro Kontra Penggunaan BBM Etanol sebagai Alternatif

Malang, Tugumalang.id-Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ir. Iis Siti Aisyah, memberikan pandangannya terkait pro dan kontra rencana penggunaan BBM berbasis etanol yang diusulkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk tahun-tahun mendatang. Rencana tersebut diklaim sebagai langkah lanjutan pemerintah dalam mendorong transisi energi menuju zero carbon emission melalui penggunaan bahan bakar alternatif. Salah satunya adalah etanol (C2H5OH), senyawa kimia yang dinilai berpotensi menjadi substitusi bensin di masa depan. Menurut Iis, etanol merupakan bentuk biofuel yang menjanjikan karena memiliki sifat pembakaran lebih bersih dibandingkan bensin murni. Secara teoritis, emisi karbon dapat ditekan signifikan apabila digunakan dalam proporsi yang tepat. “Etanol itu energi alternatif yang dikembangkan dari tanaman yang diproses. Etanol bagus untuk meningkatkan angka oktan. Jadi, jika digunakan dalam jangka yang relatif pendek akan baik. Namun jika digunakan dalam jangka lama dapat merusak komponen combustion chamber seperti karet dan menimbulkan korosi pada logam yang tidak tahan air,” jelasnya. Di balik keunggulannya, etanol juga menyimpan tantangan teknis dan ekonomis. Secara ilmiah, etanol memiliki densitas energi lebih rendah (26,8 MJ/kg) dibandingkan bensin (46 MJ/kg). Akibatnya, penambahan etanol ke Pertalite akan menurunkan nilai energi per liter campuran dibandingkan Pertalite murni. Adapun kelebihan etanol antara lain bersumber dari energi terbarukan, tingkat komersialisasi tinggi, dan dapat diproduksi massal di Indonesia melalui tanaman tebu yang sudah banyak dibudidayakan. Meski demikian, etanol memiliki angka oktan tinggi (100+) dibanding Pertalite (92), sehingga lebih tahan terhadap knocking dan cocok untuk mesin modern berkompresi tinggi. Namun, campuran etanol–Pertalite tidak disarankan untuk mesin lama berkarburator karena membutuhkan penyetelan ulang dan berisiko menimbulkan overheating dalam penggunaan jangka panjang. Tantangan lain muncul dari sifat etanol yang higroskopis atau mudah menyerap air. Proses pemurnian agar etanol benar-benar bebas air membutuhkan teknologi mahal dan berpengaruh pada harga jual. Saat ini, harga etanol tipe anhidrat masih sedikit lebih tinggi dari Pertalite atau Pertamax sehingga diperlukan insentif agar tetap kompetitif. Dari sisi teknis, etanol tidak menimbulkan kerusakan serius pada mesin. Pada mesin modern yang dilengkapi Electronic Control Unit (ECU), sistem dapat menyesuaikan pembakaran secara otomatis. Untuk mesin lama, pengguna tetap perlu memperhatikan potensi overheating. “Meski ada kekhawatiran, berdasarkan penelitian, campuran hingga 10 persen etanol tidak terlalu mempengaruhi mesin lama meskipun memakai karburator. Modifikasi mesin hanya diperlukan jika menggunakan 100 persen etanol,” ungkapnya. Ke depan, Iis optimistis masa depan etanol di Indonesia cukup cerah. Sumber energi alternatif lain seperti biobutanol masih belum berkembang semasif industri etanol. “Harapan penggunaan etanol ke depan adalah agar kita memiliki kemandirian energi, dengan syarat etanol berasal dari sumber dalam negeri. Kebutuhan bahan bakar yang besar memerlukan pasokan etanol yang besar pula sehingga industri di Indonesia yang selama ini memasok etanol untuk sektor lain dapat meningkatkan kapasitas produksinya,” ujarnya.

Mahasiswa UMM Antusias Wujudkan Guru SD Motivatif dan Inspiratif

pwmu.co – Puluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) hadir dengan antusias dalam kuliah perdana yang mendorong calon guru agar menjadi guru penggerak bagi siswa-siswi. Agenda yang dilangsungkan pada 10 November ini bertajuk ‘Menyambut Perjalanan menjadi Guru SD yang Menggerakkan Siswa’. Turut hadir dua pemateri, yakni Dr. Kuncahyono, M.Pd. dan Dr. Duhwi Indartiningsih, M.Pd. Dalam materinya berjudul Growth Mindset: Burnout vs Atomic Habits, Kuncahyono membuka paparan melalui kutipan ‘A Good Beginning is a Half Done’. Maksudnya adalah ketika kita memulai sesuatu dengan baik itu artinya kita sudah menyelesaikan setengah perjalanan. Menurutnya, growth mindset merupakan keyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan dapat berkembang melalui usaha, latihan, dan proses belajar. Konsep yang diperkenalkan oleh Carol Dweck ini ditekankan sebagai fondasi penting bagi mahasiswa dalam menghadapi perjalanan akademik. Ia juga mengajak mahasiswa membedakan antara growth mindset dan fixed mindset. Dalam hal ini mahasiswa diajak memahami bahwa individu dengan fixed mindset cenderung lebih mudah mengalami burnout karena melihat kegagalan sebagai bukti kekurangan diri, bukan sebagai peluang belajar. Data menunjukkan, sekitar 80 persen individu dengan fixed mindset mengalami tingkat kelelahan akademik lebih tinggi, terutama karena tekanan untuk selalu tampil sempurna dan enggan meminta bantuan. “Sedangkan burnout dalam dunia akademik adalah gejala, penyebab, serta dampaknya terhadap proses belajar mahasiswa. Oleh sebab itu mahasiswa perlu mengenali batas diri, mengelola stres, dan membangun pola pikir positif agar dapat mempertahankan kesehatan mental dan motivasi belajar,” katanya. Kuncahyono menutup materinya dengan penjelasan konsep Atomic Habits James Clear. Mahasiswa diperkenalkan prinsip perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten sebagai langkah efektif menciptakan transformasi besar dalam kehidupan. Mahasiswa sejak awal harus menghentikan kebiasaan buruk, membangun kebiasaan baru yang produktif, serta menjaga keberlanjutan melalui disiplin dan komitmen. Nah, motivator terbaik Atomic Habits adalah diri sendiri. Di sisi lain, Duhwi menyampaikan materi terkait guru inspiratif. Sebelum pembahasan materi peserta terlebih dulu ice breaking agar semangat mengikuti kuliah perdana. Ada empat model kompetensi guru, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Kompetensi pedagogik adalah kemampuan guru dalam memahami karakteristik peserta didik, merancang dan melaksanakan pembelajaran, serta melakukan evaluasi secara tepat. Kompetensi kepribadian ditekankan sebagai fondasi moral dan karakter yang mencerminkan keteladanan dan integritas seorang pendidik. Berikutnya, kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan kurikulum dan materi pelajaran secara luas dan mendalam, termasuk pemahaman terhadap karakteristik peserta didik di berbagai jenjang. Kompetensi ini mengarah pada ciri-ciri guru Inspiratif yang meliputi pembelajar aktif, kreatif, disiplin, dan memiliki totalitas dalam menjalankan tugas. Sedangkan kompetensi sosial berkaitan dengan kemampuan guru berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan berbagai pihak. “Mahasiswa harus terus berproses, memperkaya pengalaman, dan meraih kesuksesan sebagai guru yang baik dan dicintai. Be good teacher, Be a beloved teacher. Guru yang baik adalah guru yang dicintai,” katanya. (*) *) Penulis : Hassan Al Wildan *) Editor : Zahrah Khairani Karim

Mahasiswa FH UMM Dorong Pelaku Usaha di Kota Batu Segera Urus SPP-IRT

pwmu.co – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendorong pelaku usaha rumahan untuk segera mengurus Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT). Ajakan ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi yang berlangsung di tempat usaha keripik pisang milik Juwariah, warga Junrejo, Kota Batu. Kegiatan ini digelar oleh lima mahasiswa PLKH 1 FH UMM, yakni Gabrela Putri, Satria Bhakti R., M. Raffi Ust, Nur’Aini Regita I., dan Rafid Baridwan pada Rabu (12/11/2025). Mereka hadir untuk memberi pemahaman tentang pentingnya legalitas produk pangan, termasuk NPWP, Nomor Induk Berusaha (NIB), dan SPP-IRT. Legalitas Jadi Kunci Perluasan Pasar Dalam penyampaian materi, mahasiswa menjelaskan bahwa SPP-IRT bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi syarat penting agar produk pangan bisa diterima pasar, terutama di platform e-commerce yang kini mewajibkan izin tersebut. “SPP-IRT membangun kepercayaan konsumen dan memberi perlindungan hukum bagi pelaku usaha,” ujar salah satu pemateri. Juwariah mengakui selama ini ia bingung mengurus perizinan. “Saya sering lihat nomor PIRT di produk di toko-toko, tapi tidak tahu harus daftar ke mana. Saya ini hanya menggoreng pisang saja,” tuturnya. Menghapus Anggapan ‘Ribet’ dalam Administrasi Usaha Tim mahasiswa menilai anggapan bahwa pengurusan izin itu rumit menjadi salah satu penyebab pelaku usaha ragu memulai proses legalisasi. Padahal, pendaftaran NPWP, NIB, dan SPP-IRT kini relatif mudah dan sebagian besar dapat dilakukan secara daring. Regita menambahkan, banyak pelaku usaha belum memiliki dokumen usaha dasar seperti NPWP dan NIB karena kurangnya informasi. “Padahal dokumen-dokumen itu penting sebagai fondasi legalitas usaha,” jelasnya. Para mahasiswa juga menyinggung dasar hukum kewajiban tersebut, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu, dan Gizi Pangan Pasal 43 yang mewajibkan industri rumah tangga pangan memiliki sertifikat produksi. Dengan memahami aturan dan manfaatnya, mahasiswa berharap pelaku usaha semakin sadar pentingnya mengurus izin sebelum memasarkan produk. Legalitas diyakini dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas pasar, serta mendorong kenaikan omzet. Setelah mendapat penjelasan, Juwariah menyampaikan ketertarikannya untuk segera mengurus izin produknya. Ia merasa lebih percaya diri karena memahami langkah-langkah dan dokumen yang dibutuhkan. “Dengan adanya pendampingan ini, saya jadi paham dan ingin segera daftar,” katanya. (*) *) Penulis : Raffi Ustadziansyah *) Editor : Wildan Nanda Rahmatullah

Embik Farm, Inovasi Ini Bikin Mahasiswa UMM Lolos KMI Expo

  pwmu.co – Bayangkan jika susu kambing yang kerap dihindari karena baunya, justru disulap menjadi produk bernilai tinggi, bahkan sukses menarik perhatian pasar internasional.Inilah kisah inspiratif dari Luqman Hakim Arifin, mahasiswa Agribisnis angkatan 2023 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Bersama timnya, Luqman berhasil mengubah peternakan tradisional menjadi bisnis terintegrasi berkelas nasional. Mereka tidak hanya berternak, tetapi juga merangkai ekosistem wirausaha yang menghasilkan produk bernilai tambah, sekaligus membawa dampak sosial. Keberhasilan tersebut, teruji sejak mendapat pendanaan P2MW pada tahun 2024 dan kembali berlanjut di P2MW 2025, membawa Luqman dan timnya yang beranggotakan lima orang terpilih sebagai delegasi UMM. Mereka kini siap berkompetisi di panggung bergengsi Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVI 2025 yang akan diselenggarakan di Universitas Tidar, Magelang, pada 19-21 November 2025. Unit usaha yang mereka kembangkan bernama Embik Eco Green Farm an Integrated Disability Friendly Business with Impactful Product Innovation. Bisnis ini berawal dari latar belakang keluarga Luqman sebagai peternak kambing pedaging. Namun, Luqman jeli melihat celah pasar. “Latar belakangnya itu dari peternak kambing biasa, yang di mana fokusnya itu di pedaging saja, jualnya per ekor per ekor. Hal ini pula yang mengarahkan fokus kamu pada kambing perah jenis Savera dan Etawa,” ujar Luqman. Lukman dan tim mengembangkan tiga lini produk unggulan yang berorientasi pada kesehatan dan lingkungan. Bintang utamanya adalah Susu Kambing Tinggi Omega 3. Inovasi ini adalah hasil riset pakan khusus untuk kambing perah Savera, memberikan nilai fungsional sebagai produk kesehatan premium. “Kandungan dari susu kambing itu empat kali lipat dari susu sapi,” tegas Luqman. Kandungan premium ini membuat susu mereka direkomendasikan dokter untuk terapi penyakit organ dalam, seperti paru-paru dan jantung. Mereka juga berhasil menghilangkan bau prengus melalui proses khusus, bahkan mengembangkannya menjadi es krim susu. Produk kedua Embik Eco Green Farm adalah kambing unggul jenis Senduro, Kaligesing, Jawa dan Boer, hasil pembibitan berkualitas dengan genetik terbaik. Keempat ras ini dikenal memiliki postur besar, produktivitas tinggi, dan daya tahan kuat, menjadikannya pilihan ideal untuk pengembangan peternakan dalam bagian penggemukan dan peranakan. Sementara produk ketiga, pupuk organik padat dan cair, memanfaatkan kotoran kambing yang diolah dan diperkaya kalium dari serabut kelapa, efektif untuk urban farming. Secara bisnis, Embik Farm menunjukkan pertumbuhan. Omzet kotor tiga lini produk mereka kini mencapai angka hampir dua digit per bulan, didukung enam titik reseller di Kabupaten Malang. Sejalan dengan nama usahanya, aspek sosial menjadi prioritas. Mereka menjalankan program Disability Friendly secara konsisten. Mereka mengalokasikan kelebihan produksi susu untuk lansia dan keluarga disabilitas di desa, serta memberdayakan warga setempat, termasuk yang memiliki keterbatasan mental, untuk membantu operasional kandang. Lebih jauh, tim ini telah memulai langkah awal untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke pasar internasional melalui pengembangan website bisnis mereka. Menurut Luqman, dosen pembimbing yakni Dr. Akhis Soleh Ismail, S.Pt., memiliki peran penting dalam memberikan mentoring bulanan. Termasuk UMM yang terus menyediakan fasilitas terbaik agar mahasiswanya bisa mengembangkan potensi. Luqman juga menyoroti bagaimana Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) menjadi katalis dan berpesan. “P2MW ini sangat-sangat berpeluang, kita didanai, diberi hadiah uang jutaan, belasan juta, puluhan juta hanya diberi untuk meningkatkan bisnis individu mahasiswa, tanpa risiko, jadi jangan pernah takut mencoba” ujarnya. (*) *) Penulis : Hassan Al Wildan *) Editor : Zahrah Khairani Karim

Pro-Kontra Etanol sebagai Bahan Bakar Alternatif, Dosen UMM Beri Penjelasan Ilmiah

MAKLUMAT – Di tengah dorongan global menuju zero carbon emission, wacana pemakaian bahan bakar alternatif terus mencuat. Salah satu yang paling ramai dibicarakan adalah etanol, senyawa biofuel yang digadang-gadang menjadi pengganti bensin di masa depan. Namun di balik peluangnya, muncul pula pro-kontra dari masyarakat terkait keamanan serta dampaknya terhadap kendaraan. Menanggapi isu tersebut, Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ir. Iis Siti Aisyah, S.T., M.T., Ph.D, memberikan penjelasan teknisnya. Menurutnya potensi dan risiko etanol sebagai campuran bahan bakar tetap ada. Iis, sapaannya, menjelaskan bahwa etanol merupakan energi alternatif berbasis tanaman dengan karakter pembakaran lebih bersih daripada bensin. Angka oktan yang tinggi menjadi nilai tambah bagi performa mesin modern. “Secara teoritis, etanol mampu menekan emisi karbon jika digunakan dalam proporsi tepat,” terangnya. Perlunya Mitigasi Risiko Namun, ia mengingatkan bahwa penggunaan dalam jangka panjang tidak selalu tanpa risiko. Etanol bersifat korosif dan dapat merusak beberapa komponen ruang bakar, terutama bahan karet dan logam tertentu yang tidak tahan air. “Baik untuk jangka pendek, tetapi penggunaan jangka panjang harus memperhatikan karakteristik komponennya,” ujarnya. Dari sisi energi, etanol memiliki densitas energi 26,8 MJ/kg, jauh lebih rendah dari bensin murni yang mencapai 46 MJ/kg. Kondisi ini menyebabkan nilai energi per liter campuran etanol dan pertalite ikut menurun. Dengan kata lain, efisiensi konsumsi bisa berkurang. Meski begitu, etanol tetap unggul sebagai energi terbarukan. Sebab, senyawa ini memiliki tingkat komersialisasi tinggi, dan dapat diproduksi massal di Indonesia—terutama dari tebu. Salah satu daya tarik etanol adalah angka oktannya yang mencapai 100+, jauh di atas pertalite yang berada pada level 92. Mesin modern berkompresi tinggi akan diuntungkan karena bahan bakar tidak mudah knocking. Namun, mesin lama berkarburator justru berpotensi mengalami overheating bila tidak dilakukan penyetelan ulang. Tantangan lain adalah sifat etanol yang higroskopis, mudah menyerap air. Untuk membuat etanol anhidrat (bebas air) dibutuhkan teknologi pemurnian mahal. Tidak mengherankan, harga etanol saat ini masih sedikit lebih tinggi dibanding pertalite atau pertamax. Meski demikian, Iis menegaskan bahwa mesin modern dengan electronic control unit (ECU) relatif aman menggunakan campuran etanol, karena sistem dapat menyesuaikan durasi pembakaran secara otomatis. “Untuk mesin lama, campuran hingga 10 persen etanol masih aman. Modifikasi baru diperlukan jika memakai etanol 100 persen,” tegasnya menambahkan. Potensi Kembangkan Energi Terbarukan Ke depan, Iis optimistis prospek etanol di Indonesia cukup kuat. Industri dalam negeri dinilai siap meningkatkan kapasitas produksi jika permintaan meningkat. “Penggunaan etanol bisa menjadi jalan menuju kemandirian energi, asalkan bahan bakunya berasal dari sumber domestik,” tandasnya. Di tengah pro-kontra yang terus bergulir, kajian dan penjelasan ilmiah seperti yang disampaikan UMM menjadi penting untuk memastikan arah pemanfaatan etanol sebagai bahan bakar alternatif berjalan realistis dan terukur.