UMM Sabet Dua Penghargaan Kampus Terbaik dari Belmawa Dikti

KLIKMU.CO – Keberhasilan sebuah institusi pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari banyaknya mahasiswa berprestasi, tetapi juga dari bagaimana kampus menyiapkan sistem yang menopang lahirnya prestasi tersebut secara konsisten. Prinsip ini tampak jelas di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang pada 2025 berhasil meraih dua penghargaan sekaligus dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Pada November ini, UMM dinobatkan sebagai Perguruan Tinggi dengan Pembinaan Terbaik sekaligus Perguruan Tinggi Terproduktif oleh Belmawa Dikti, menandai kuatnya budaya riset yang dibangun secara berkelanjutan, bukan instan. Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) UMM, Dr Tatag Muttaqin SHut MSc, menilai keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif jangka panjang, bukan capaian sesaat. Ia menegaskan bahwa UMM telah membangun ekosistem riset mahasiswa yang kuat dengan sistem pembinaan terintegrasi antara dosen dan mahasiswa. Capaian tahun ini menjadi refleksi keberhasilan UMM menjaga keseimbangan antara kuantitas proposal dan kualitas gagasan yang dihasilkan. “Sejak lama, UMM menempatkan PKM bukan hanya sebagai ajang lomba, tetapi sebagai ruang pembentukan karakter ilmiah. Kami ingin mahasiswa terbiasa meneliti dan berpikir kritis. Dua penghargaan ini menegaskan bahwa sistem pembinaan kami telah berjalan dengan baik,” ujarnya. UMM berhasil meloloskan 114 judul PKM pada pendanaan 2025, menempatkannya di posisi dua besar Jawa Timur dan sepuluh besar nasional. Angka tersebut menjadi indikator bahwa pembinaan riset di tingkat mahasiswa tidak hanya masif secara jumlah, tetapi juga matang dalam kualitas. Setiap proposal yang diajukan melewati proses seleksi dan penyuntingan berlapis, memastikan penelitian mahasiswa relevan dengan isu sosial, ekonomi, dan teknologi terkini. Lebih lanjut, Tatag menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif para dosen pembimbing yang berkomitmen mendampingi mahasiswa secara intensif. UMM menerapkan pola Training of Trainer (TOT) agar dosen mampu menjadi fasilitator riset yang efektif. Menurutnya, pembimbing yang memahami karakter mahasiswa dapat menciptakan suasana riset yang produktif serta menumbuhkan semangat ilmiah tanpa tekanan berlebihan. “Generasi mahasiswa sekarang cepat jenuh. Karena itu, pembimbing harus tahu cara menjaga ritme semangat mereka. Kami tidak hanya menuntut hasil, tapi juga membangun kesadaran riset sebagai bagian dari proses akademik yang membentuk karakter,” tuturnya. Tema-tema penelitian mahasiswa UMM tahun ini banyak menyentuh isu strategis seperti ketahanan pangan, energi terbarukan, dan teknologi terapan berbasis sosial. Beberapa inovasi bahkan telah diinkubasi menjadi pengembangan industri kreatif mahasiswa, menunjukkan bahwa riset di UMM tidak berhenti di meja laboratorium, melainkan diarahkan pada solusi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. Capaian ini juga membuktikan kemampuan mahasiswa UMM membaca persoalan bangsa dan menjawabnya dengan pendekatan ilmiah yang konkret. Meski demikian, Tatag menekankan bahwa penghargaan ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan tantangan baru bagi UMM untuk terus memperkuat kualitas riset mahasiswa. Masih ada ruang besar untuk perbaikan, terutama dalam hal peningkatan kemampuan publikasi ilmiah dan kolaborasi lintas bidang. Ia berharap sistem pembinaan riset di UMM dapat menjadi model nasional bagi perguruan tinggi lain yang ingin menyeimbangkan antara kreativitas, kompetisi, dan keberlanjutan akademik. “Kami ingin riset mahasiswa UMM tidak berhenti di tingkat pendanaan, tetapi berlanjut ke publikasi, paten, bahkan implementasi sosial. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan kualitas itu dalam jangka panjang,” ujarnya. Melalui dua penghargaan ini, UMM menegaskan posisinya bukan sekadar kampus produktif, tetapi juga kampus yang berhasil menanamkan kultur ilmiah di kalangan mahasiswa. Di tengah derasnya arus pragmatisme pendidikan, UMM memilih jalan yang lebih berat dengan menumbuhkan intelektualitas kritis dan berorientasi pada kemanfaatan sosial. Dengan strategi pembinaan yang terukur dan visi akademik yang jelas, kampus ini sekali lagi menunjukkan bahwa inovasi sejati lahir dari konsistensi dan kesadaran akan tanggung jawab keilmuan.  (Wildan/AS)

PGSD UMM Jalin Kerja Sama Strategis dengan Sekolah Indonesia Jeddah

Malang (beritajatim.com) – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melebarkan sayap internasionalisasinya hingga ke Arab Saudi. Pada bulan November ini, PGSD UMM resmi menjalin kerja sama strategis dengan Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ). Kolaborasi ini difokuskan pada bidang penelitian dan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan mutu pendidikan siswa Indonesia yang berada di Jeddah. Koordinator program, Innany Muhklishina, M.Pd., menjelaskan bahwa kerja sama ini menggabungkan dua agenda utama: penelitian pendidikan dan penandatanganan kontrak kerja sama strategis (MoU) antar lembaga. “Penelitian ini merupakan bentuk kolaborasi akademik untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan pembelajaran berbasis media cerita bergambar,” ujar Innany. Tujuannya, lanjut dia, adalah untuk meningkatkan pemahaman konsep sains sekaligus memperkuat karakter siswa di SIJ. Innany memaparkan, metode yang diusung dalam penelitian ini mengintegrasikan materi sains dengan nilai-nilai luhur dari Profil Pelajar Pancasila. “Misalnya nilai gotong royong, bernalar kritis, mandiri, dan beriman,” tuturnya. Ia menambahkan, berdasarkan hasil awal dari asesmen formatif dan pengamatan, pendekatan ini menunjukkan dampak positif. Terlihat adanya peningkatan antusiasme, pemahaman konsep yang lebih baik, serta keterlibatan aktif siswa selama proses belajar-mengajar. “Pendekatan visual dan naratif dari cerita bergambar ini terbukti mampu menjembatani pemahaman materi sains secara lebih kontekstual dan menyenangkan,” ungkap Innany. Dosen UMM lainnya, Arinta Rezty Wijayaningputri, M.Pd., menambahkan bahwa penandatanganan MoU ini menjadi momentum krusial. Kerja sama tersebut akan mencakup program penelitian, pengabdian bersama, serta berbagai kegiatan akademik lainnya. Menurut Arinta, ini adalah langkah konkret untuk “penguatan sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah luar negeri.” Pihak Sekolah Indonesia Jeddah menyambut hangat inisiatif ini. Kepala SIJ, Mahrani, M.Pd., menyampaikan apresiasinya. Ia menilai program ini tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga esensial untuk memperkuat karakter kebangsaan siswa Indonesia di luar negeri. Kedua institusi berharap kolaborasi ini dapat mendorong inovasi pendidikan yang lebih luas, tidak hanya di lingkungan SIJ, tetapi juga menjadi model yang dapat direplikasi di sekolah-sekolah Indonesia lainnya. “Harapannya, kolaborasi ini dapat memberikan dampak yang baik. Terutama untuk pendidikan anak-anak Indonesia, termasuk anak-anak yang ada di luar negeri,” pungkas Mahrani. (dan/but)

UMM Menangi Dua Penghargaan Kampus Terbaik dari Belmawa Dikti

Keberhasilan institusi pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari banyaknya mahasiswa berprestasi, tetapi dari bagaimana kampus menyiapkan sistem yang menopang prestasi itu lahir secara konsisten. Prinsip ini tampak jelas di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang pada tahun 2025 berhasil meraih dua penghargaan sekaligus dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). November ini. UMM dinobatkan sebagai Perguruan Tinggi dengan Pembinaan Terbaik sekaligus Perguruan Tinggi Terproduktif yang diberikan oleh Belmawa Dikti, menandai kekuatan budaya riset yang tidak dibangun secara instan. Kepala Biro Kemahasiswaan dan alumni (BKA) UMM, Dr. Tatag Muttaqin, S.Hut., M.Sc., menilai bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif yang panjang, bukan capaian sesaat. Ia menegaskan bahwa UMM telah membangun ekosistem riset mahasiswa yang kuat sejak beberapa tahun terakhir, dengan sistem pembinaan yang terintegrasi antara dosen dan mahasiswa. Menurutnya, capaian tahun ini menjadi refleksi dari keberhasilan UMM dalam menjaga keseimbangan antara kuantitas proposal dan kualitas gagasan yang dilahirkan. “Sejak lama, UMM menempatkan PKM bukan hanya sebagai ajang lomba, tapi ruang pembentukan karakter ilmiah. Kita ingin mahasiswa terbiasa meneliti dan berpikir kritis. Dua penghargaan ini menegaskan bahwa sistem pembinaan kita sudah bekerja,” ujar Tatag. UMM berhasil meloloskan 114 judul PKM pada pendanaan 2025, menempatkannya di posisi dua besar Jawa Timur dan sepuluh besar nasional. Angka tersebut menjadi indikator bahwa pembinaan riset di tingkat mahasiswa tidak hanya masif secara jumlah, tetapi juga matang dalam kualitas. Setiap proposal yang diajukan harus melalui proses seleksi dan penyuntingan berlapis, memastikan penelitian mahasiswa memiliki relevansi terhadap isu sosial, ekonomi, maupun teknologi yang aktual. Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa keberhasilan UMM tidak lepas dari peran aktif para dosen pembimbing yang berkomitmen mendampingi mahasiswa secara intensif. Kampus menerapkan pola Training of Trainer (TOT) agar dosen mampu menjadi fasilitator riset yang efektif. Menurutnya, pembimbing yang memiliki pemahaman mendalam terhadap karakter mahasiswa dapat menciptakan suasana riset yang produktif dan menumbuhkan semangat ilmiah tanpa tekanan berlebihan. “Generasi mahasiswa sekarang cepat jenuh. Karena itu, pembimbing harus tahu cara menjaga ritme semangat mereka. Kami tidak hanya menuntut hasil, tapi juga membangun kesadaran riset sebagai bagian dari proses akademik yang membentuk karakter,” ujarnya. Tema-tema penelitian mahasiswa UMM tahun ini banyak menyentuh isu strategis seperti ketahanan pangan, energi terbarukan, dan teknologi terapan berbasis sosial. Beberapa inovasi bahkan telah diinkubasi untuk pengembangan industri kreatif mahasiswa, memperlihatkan bahwa riset di UMM tidak berhenti di meja laboratorium, tetapi diarahkan pada solusi nyata yang berdaya guna. Capaian ini sekaligus menunjukkan kemampuan mahasiswa UMM membaca persoalan bangsa dan menjawabnya dengan pendekatan ilmiah yang konkret. Meski demikian, Tatag menekankan bahwa penghargaan tersebut bukan akhir dari perjalanan, melainkan tantangan baru bagi UMM untuk terus memperkuat kualitas riset mahasiswa. Menurutnya, masih ada ruang besar untuk perbaikan, terutama dalam meningkatkan kemampuan publikasi ilmiah dan kolaborasi lintas bidang. Ia berharap, sistem pembinaan riset di UMM dapat berkembang menjadi model nasional bagi perguruan tinggi lain yang ingin menyeimbangkan antara kreativitas, kompetisi, dan keberlanjutan akademik. “Kita ingin riset mahasiswa UMM tidak hanya berhenti di tingkat pendanaan, tapi bisa berlanjut ke publikasi, paten, bahkan implementasi sosial. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan kualitas itu dalam jangka panjang,” ujarnya. Melalui dua penghargaan ini, UMM menegaskan posisinya bukan sekadar sebagai kampus produktif, tetapi juga kampus yang berhasil menanamkan kultur ilmiah di kalangan mahasiswa. Di tengah derasnya arus pragmatisme pendidikan, UMM memilih jalan yang lebih berat dengan menumbuhkan intelektualitas yang kritis dan berorientasi pada kemanfaatan sosial. Memiliki strategi pembinaan yang terukur dan visi akademik yang jelas, kampus ini sekali lagi menunjukkan bahwa inovasi sejati lahir dari konsistensi dan kesadaran akan tanggung jawab keilmuan. (vin/wil)

Alumnus UMM Sukses Dirikan Platform Psikologi Skala Nasional

Malang (beritajatim.com) – Berawal dari sebuah gagasan sederhana usai menjadi relawan di Kuala Lumpur pada 2017, seorang alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil mendirikan platform psikologi berskala nasional. Jainal Ilmi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mengubah idenya menjadi Catatan Psikologi, yang kini telah berevolusi melayani klien individu hingga korporat. Kisah sukses ini dimulai dari pengalaman yang mengubah pandangan Jainal saat berada di ibu kota Malaysia. Pria yang akrab disapa Kang Jay ini mengungkapkan bahwa ide mendirikan Catatan Psikologi muncul secara tak terduga. Saat mengikuti kegiatan relawan di Kuala Lumpur, ia bertemu dengan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Salah satu pertemuan yang paling berkesan adalah dengan seorang mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) yang memiliki akun dakwah di Instagram. “Waktu itu saya melihat akun tersebut bermanfaat sekali. Dari situ saya berpikir bahwa psikologi juga bisa dibuat seperti itu—menghadirkan edukasi dan manfaat bagi banyak orang,” kenang lulusan S1 Psikologi UMM (2017) dan Magister Profesi Psikologi (2021) ini kepada beritajatim.com, Sabtu (8/11/2025). Sepulang ke Indonesia pada 2017, Jainal tidak membiarkan gagasan itu menguap. Ia langsung merintis Catatan Psikologi dari nol dengan niat sederhana untuk memberi manfaat. Platform ini lahir pada Agustus 2017, awalnya hanya sebagai akun Instagram biasa. Pada masa-masa awal, Jainal mengerjakan semuanya seorang diri—mulai dari membuat konten, mengedit, memposting, hingga berinteraksi dengan pengikut. Namun, kerja keras itu membuahkan hasil. Banyaknya tanggapan positif membuat Jainal semakin serius. Memasuki tahun kedua, ia mulai mengajak mahasiswa Psikologi UMM, terutama adik tingkatnya, untuk bergabung. Dari sinilah Catatan Psikologi tumbuh menjadi komunitas yang aktif mengadakan seminar, talkshow, sesi berbagi, hingga layanan curhat gratis bagi masyarakat. “Sebelum pandemi, kami sempat menggelar kelas daring melalui WhatsApp dengan peserta mencapai 200–250 orang,” ujarnya. Pandemi Covid-19 menjadi titik balik yang krusial. Saat semua kegiatan terpaksa beralih ke ranah daring, Catatan Psikologi justru memanfaatkan momentum tersebut untuk bertransformasi menjadi layanan profesional dengan jangkauan yang semakin luas. Kini, platform tersebut telah resmi berbadan hukum menjadi CV Catatan Psikologi Indonesia. Mengusung nilai inti Kolaboratif, Inovatif, Trust, dan Happiness, layanannya kini mencakup konseling daring dan luring, tes psikologi, speaker agency, expert judgment, konsultasi penyusunan program, hingga penerbitan buku. Kliennya pun tak lagi hanya individu, tetapi juga korporat berskala nasional dari berbagai bidang, termasuk kesehatan dan industri teknik. Meski kini menjabat sebagai Founder, Jainal telah mendelegasikan posisi CEO kepada orang kepercayaannya agar ia bisa fokus pada pekerjaan tetapnya. Namun, ia tetap menjadi sosok sentral di balik arah dan nilai-nilai perusahaan. Ia menekankan kunci keberlangsungan platformnya adalah konsistensi dan inovasi. “Saya melihat banyak platform serupa yang berhenti di tengah jalan. Kuncinya adalah konsisten, tapi juga harus ada progres. Kalau bicara bisnis, ya harus ada hasil juga,” ungkapnya tenang. Menutup perbincangan, Jainal memberikan pesan reflektif bagi generasi muda agar tidak terburu-buru terjebak tren “pengusaha muda” atau “founder muda” yang marak di media sosial. “Ambil banyak pengalaman dulu, karena bisnis itu tidak sesederhana mencantumkan status CEO di bio Instagram. Ketika waktunya tiba, skill dan pengalaman itu akan menjadi bekal kuat untuk membangun usaha sendiri,” pesannya menutup. (dan/kun)

TPS dan UMM Rumuskan Masa Depan Akuntansi Berbasis Keberlanjutan

MAKLUMAT – Kuliah tamu di kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Sabtu (8/11/2025) menjadi ruang yang menunjukkan bagaimana akuntansi bukan urusan debit–kredit. Pergeseran itu untuk mengikuti sekaligus menentukan arah keberlanjutan korporasi. Tema perkuliahan adalah “Peran Akuntansi dan Manajemen Keberlanjutan dalam Rangka ESG.” Kali ini PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mengirim Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risikonya, Sapto Wasono Soebagio, sebagai dosen tamu. Tujuan kuliah tamu ini tegas, mempertemukan praktik ESG dari industri dengan pembelajaran berbasis teori di ruang akademik UMM. Bukan sekadar ceramah, tetapi memperlihatkan bagaimana ESG yang telah masuk ke inti profesi akuntan. Di mana selama ini lebih sering dibayangkan bekerja di balik layar laporan keuangan semata. TPS punya alasan strategis mengirim tim manajemennya mengajar di kampus—dan bahkan memberikan beasiswa S2 untuk tujuh pegawainya di Magister Akuntansi UMM. ESG membutuhkan SDM yang mengerti akuntansi sekaligus memahami risiko keberlanjutan. Dan SDM itu harus terus mendapat pelatihan. “Akuntansi dan manajemen keberlanjutan kini menjadi bagian tak terpisahkan dari tata kelola perusahaan,” kata Sapto. Sustainability risk management menjadi istilah kunci yang ia tekankan. Cakupan Konteks Bisnis Ia menekankan bahwa profesi akuntan tak lagi berhenti pada pelaporan. Laporan itu mampu memengaruhi keputusan strategis perusahaan, termasuk perhitungan risiko iklim, perubahan regulasi, sampai ekspektasi publik pada bisnis yang lebih bertanggung jawab. Baca Juga  TPS Raih Penghargaan ESG dalam Ajang IDEAS 2025 Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, menegaskan bahwa kampus memang memerlukan contoh praktik langsung. “Kolaborasi ini membuka wawasan baru bagi mahasiswa bagaimana teori akuntansi dan manajemen diterapkan dalam konteks keberlanjutan,” ujarnya. Ini juga cara UMM menguji relevansi kurikulum Magister Akuntansi, bahwa kampus tak bisa hanya mengajarkan standar pelaporan IFRS. Peran kampus harus memasukkan konteks bisnis yang terus bergerak menuju agenda net-zero. Termasuk tekanan non-financial reporting yang makin kuat di Asia Tenggara. Saat ini TPS sedang mendorong praktik ESG di seluruh lini bisnisnya. Mulai dari efisiensi energi, pengurangan emisi operasional, sampai keselamatan kerja dan program sosial di sekitar pelabuhan. ESG dan Tanggung Jawab Keberlanjutan Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi, menyebut kegiatan kuliah tamu ini sebagai bagian dari agenda knowledge sharing dan employee engagement. “TPS tidak hanya fokus pada profitabilitas. Kami ingin membangun kesadaran bersama tentang pentingnya praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ucap Erika. Jika di satu sisi, pelabuhan adalah urat nadi logistik nasional, maka keberlanjutan adalah parameter baru daya saing dan tata kelola pelabuhan. Melalui kuliah tamu di UMM, TPS sedang mengirim pesan, masa depan akuntansi di Indonesia tidak lagi netral terhadap isu lingkungan dan sosial.

Kisah Kang Jay, Alumnus UMM yang Bangun Jaringan Psikologi Profesional Se-Indonesia

HALLO MALANG – Berawal dari pengalaman menjadi relawan di Kuala Lumpur pada 2017, Jainal Ilmi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berhasil mengubah ide sederhana menjadi bisnis besar di bidang psikologi. Platform edukasi yang ia rintis, Catatan Psikologi, kini tumbuh menjadi perusahaan berskala nasional yang melayani klien individu hingga korporasi. Jainal Ilmi, atau akrab disapa Kang Jay, menamatkan studi S1 Psikologi di UMM pada 2017 dan melanjutkan Magister Profesi Psikologi hingga lulus pada 2021. Ia mengungkapkan, ide mendirikan Catatan Psikologi muncul setelah mengikuti kegiatan relawan di Kuala Lumpur. Di sana, ia bertemu dengan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia, salah satunya dari Universitas Padjadjaran (Unpad) yang mengelola akun dakwah populer di Instagram. “Waktu itu saya melihat akun tersebut bermanfaat sekali. Dari situ saya berpikir bahwa psikologi juga bisa dibuat seperti itu, menghadirkan edukasi dan manfaat bagi banyak orang,” kenangnya. Sepulang ke Indonesia, Jainal tidak membiarkan ide itu berhenti di kepala. Pada Agustus 2017, ia mulai merintis Catatan Psikologi lewat akun Instagram sederhana. Niat awalnya hanya satu: berbagi manfaat. Namun sambutan positif dari warganet membuatnya semakin serius mengembangkan platform ini. Pada masa awal, semua pekerjaan ia tangani sendiri—mulai dari membuat konten, mengedit, memposting, hingga menanggapi komentar pengikut. Seiring waktu, upayanya mulai berbuah. Memasuki tahun kedua, Jainal mulai mengajak beberapa mahasiswa Psikologi UMM, terutama adik tingkatnya, untuk bergabung. Bersama tim kecil itu, Catatan Psikologi berkembang menjadi komunitas aktif yang mengadakan seminar, talkshow, sesi berbagi, hingga layanan curhat gratis bagi masyarakat. Menjelang pandemi Covid-19, komunitas ini sempat menggelar kelas daring melalui WhatsApp dengan peserta mencapai 200–250 orang. Saat pandemi melanda, seluruh kegiatan beralih ke format online. Namun bukannya surut, Catatan Psikologi justru bertransformasi menjadi layanan profesional dengan jangkauan yang semakin luas. Kini, platform tersebut berkembang menjadi CV Catatan Psikologi Indonesia, mengusung nilai utama Kolaboratif, Inovatif, Trust, dan Happiness. Layanannya mencakup konseling daring maupun luring, tes psikologi, speaker agency, expert judgment, konsultasi program, hingga penerbitan buku. Sejumlah perusahaan berskala nasional dari berbagai sektor—mulai dari kesehatan hingga industri teknik—telah menjadi kliennya. Meski kini lebih dikenal sebagai Founder, Jainal telah mendelegasikan posisi CEO kepada orang kepercayaannya. “Sekarang sudah ada orang kepercayaan yang menjalankan operasionalnya, karena saya juga punya pekerjaan tetap,” tuturnya. Meski tak lagi terlibat langsung, Jainal tetap menjadi sosok penting di balik arah dan nilai-nilai perusahaan. Ia menekankan pentingnya konsistensi dan inovasi dalam menjaga keberlangsungan bisnis berbasis komunitas. “Saya melihat banyak platform serupa yang berhenti di tengah jalan. Kuncinya adalah konsisten, tapi juga harus ada progres. Kalau bicara bisnis, ya harus ada hasil juga,” ujarnya tenang. Menutup perbincangan, Jainal berpesan kepada generasi muda agar tidak terjebak dalam tren semu menjadi “pengusaha muda” atau “founder muda”. “Ambil banyak pengalaman dulu, karena bisnis itu tidak sesederhana mencantumkan status CEO di bio Instagram. Ketika waktunya tiba, skill dan pengalaman itu akan menjadi bekal kuat untuk membangun usaha sendiri,” pesannya.

Alumnus UMM Sukses Kembangkan Catatan Psikologi Jadi Perusahaan Nasional

pwmu.co –Berawal dari gagasan sederhana sepulang menjadi relawan di Kuala Lumpur pada 2017, Jainal Ilmi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berhasil mengembangkan platform edukasi psikologi hingga menjadi perusahaan berskala nasional. Platform yang ia dirikan, Catatan Psikologi, kini melayani berbagai klien, mulai dari individu hingga korporat. Jainal Ilmi, yang akrab disapa Kang Jay, menyelesaikan studi S1 Psikologi di UMM pada 2017 dan Magister Profesi Psikologi pada 2021. Ia menuturkan, ide mendirikan Catatan Psikologi muncul setelah mengikuti kegiatan relawan di Kuala Lumpur. Dalam forum tersebut, Jainal bertemu dengan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia, salah satunya dari Universitas Padjadjaran (Unpad) yang memiliki akun dakwah di Instagram. “Waktu itu saya melihat akun tersebut sangat bermanfaat. Dari situ saya berpikir, psikologi juga bisa dibuat seperti itu—menghadirkan edukasi dan manfaat bagi banyak orang,” kenangnya. Sepulang ke Indonesia, ide itu tidak dibiarkan sekadar menjadi angan. Pada Agustus 2017, Jainal mulai merintis Catatan Psikologi sebagai akun Instagram dengan niat sederhana: memberi manfaat. Tanggapan positif dari para pengikut membuatnya semakin serius mengembangkan platform tersebut hingga akhirnya ia mulai merekrut rekan-rekan kampus untuk bergabung. Pada masa awal, seluruh proses ia kerjakan sendiri—mulai dari membuat konten, mengedit, memposting, hingga membalas komentar pengikut. Perlahan, kerja keras itu membuahkan hasil. Memasuki tahun kedua, Jainal mulai mengajak mahasiswa Psikologi UMM, terutama adik tingkat, untuk bergabung. Dari sinilah Catatan Psikologi tumbuh menjadi komunitas aktif yang rutin mengadakan seminar, talkshow, sesi berbagi, hingga layanan curhat gratis bagi masyarakat. Sebelum pandemi Covid-19, komunitas ini sempat menggelar kelas daring melalui WhatsApp dengan peserta mencapai 200–250 orang. Saat pandemi melanda, seluruh kegiatan beralih ke ranah daring. Namun, alih-alih berhenti, Catatan Psikologi justru bertransformasi menjadi layanan profesional dengan jangkauan yang semakin luas. Mengusung nilai inti Kolaboratif, Inovatif, Trust, dan Happiness, kini Catatan Psikologi resmi menjadi CV Catatan Psikologi Indonesia. Perusahaan ini memiliki klien korporat berskala nasional dari berbagai sektor, termasuk kesehatan dan industri teknik. Layanannya mencakup konseling daring dan luring, tes psikologi, speaker agency, expert judgment, konsultasi penyusunan program, hingga penerbitan buku. Meski kini menjabat sebagai Founder, Jainal telah mendelegasikan posisi CEO kepada orang kepercayaannya. “Sekarang sudah ada orang kepercayaan yang menjalankan operasional, karena saya juga memiliki pekerjaan tetap,” ujarnya. Walau tidak lagi terlibat penuh, Jainal tetap menjadi sosok sentral dalam menentukan arah dan nilai-nilai perusahaan. Ia menekankan pentingnya konsistensi dan inovasi dalam menjaga keberlangsungan Catatan Psikologi. “Saya melihat banyak platform serupa yang berhenti di tengah jalan. Kuncinya adalah konsisten, tapi juga harus ada progres. Kalau bicara bisnis, ya harus ada hasil juga,” ungkapnya tenang. Menutup perbincangan, Jainal berpesan kepada generasi muda agar tidak terjebak dengan tren ‘pengusaha muda’ atau ‘founder muda’. “Kumpulkan banyak pengalaman dulu, karena bisnis itu tidak sesederhana mencantumkan status CEO di bio Instagram. Ketika waktunya tiba, skill dan pengalaman itu akan menjadi bekal kuat untuk membangun usaha sendiri,” pesannya. (*)

Mendikdasmen RI Pidato Bahasa Indonesia di UNESCO, Begini Kata Dosen UMM

Jum”at, 7 November 2025 Malangpariwara.com – Hal menarik terjadi di Sidang Umum UNESCO di Samarkand, Uzbekistan, beberapa waktu lalu. Dalam forum internasional itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti menyampaikan pidato perdananya menggunakan Bahasa Indonesia. Peristiwa bersejarah ini menjadi bukti bahwa bahasa nasional Indonesia kini diakui secara resmi di panggung dunia, sekaligus menandai babak baru diplomasi kebahasaan Indonesia di tingkat global. Terkait hal itu, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM, Dr. M. Isnaini, M.Pd. menjelaskan, pengakuan UNESCO terhadap Bahasa Indonesia merupakan tindak lanjut dari Resolusi 42 C/28 yang menetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ke-10 UNESCO sejak tahun 2023. Langkah tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai bangsa yang aktif memperjuangkan keberagaman bahasa dan budaya dunia. Maka dari itu, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM juga terus berkomitmen mencetak lulusan yang kompeten dalam bidang pendidikan bahasa serta memiliki kesiapan menjadi tenaga profesional pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Upaya ini sejalan dengan visi UMM untuk mengantarkan bahasa nasional tampil di kancah global sebagai bahasa diplomasi, budaya, dan ilmu pengetahuan. Lebih lanjut, Krisna, sapaannya, menilai bahwa keputusan UNESCO menjadi bukti keberhasilan diplomasi budaya Indonesia. Ia menegaskan bahwa UMM memandang peristiwa ini bukan hanya sebagai bentuk pengakuan, tetapi juga peluang besar bagi lembaga pendidikan bahasa untuk berperan dalam internasionalisasi bahasa nasional. Ini adalah langkah dan upaya yang sangat baik karena menjadi bagian dari penguatan diplomasi bangsa melalui bahasa dan budaya Indonesia. “Diplomasi bahasa merupakan instrumen penting dalam memperkuat citra bangsa di dunia internasional. Penyebaran Bahasa Indonesia di berbagai negara dapat menumbuhkan pemahaman lintas budaya sekaligus membangun hubungan antarbangsa yang lebih harmonis,” katanya. Ia juga menyebut bahwa langkah UNESCO tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Dalam Pasal 44, undang-undang itu menegaskan pentingnya peningkatan fungsi Bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional secara bertahap, sistematis, dan berkelanjutan. Ia menilai bahwa implementasi konkret dari kebijakan ini salah satunya diwujudkan melalui pengembangan program BIPA oleh lembaga pendidikan tinggi, termasuk UMM. Melalui program BIPA, pengajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran, tetapi juga media diplomasi budaya. UMM sendiri terus mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kemampuan pedagogis, linguistik, dan interkultural yang mumpuni untuk menjadi pengajar bahasa di luar negeri. “Kami ingin lulusan UMM menjadi bagian dari tenaga profesional yang dapat mengajar Bahasa Indonesia di luar negeri, baik melalui program pemerintah maupun kerja sama internasional,” ujarnya. Lebih lanjut, pengakuan UNESCO terhadap Bahasa Indonesia juga mencerminkan meningkatnya minat dunia terhadap pembelajaran bahasa ini. Banyak universitas asing dan komunitas diaspora Indonesia kini membuka kelas Bahasa Indonesia sebagai bagian dari studi budaya Asia Tenggara. Selain menjadi kebanggaan nasional, penggunaan Bahasa Indonesia di forum UNESCO juga menjadi simbol keberhasilan bangsa dalam menjaga identitas kebahasaan di tengah arus globalisasi. Menurutnya, internasionalisasi bahasa tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada peran aktif perguruan tinggi dalam mencetak tenaga pengajar yang berkualitas. “Kami melihat peluang besar bagi para lulusan fresh graduate untuk menjadi tutor dan pengajar Bahasa Indonesia bagi penutur asing di berbagai belahan dunia. Melalui kegiatan akademik, penelitian, dan pelatihan pengajaran BIPA, UMM bertekad menjadi pusat pengembangan pendidikan Bahasa Indonesia yang berdaya saing global,” ujarnya. Dengan optimisme bahwa Bahasa Indonesia akan terus memperluas pengaruhnya di dunia internasional. Ia menilai bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi, lembaga bahasa, dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan diplomasi kebahasaan di masa depan. Harapannya, Bahasa Indonesia terus mendapatkan ruang yang lebih luas di dunia internasional. (Djoko W)

Dari Kelas ke Komunitas: Praktikum Hukum UMM Hadirkan Sosialisasi SPP-IRT Langsung ke Pelaku UMKM

MALANG, JurnalPost.com – Dalam sebuah langkah nyata menjembatani teori hukum dengan aplikasinya di masyarakat, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah (UMM) kembali menunjukkan dedikasinya melalui kegiatan sosialisasi. Pada Rabu, 5 November 2025, sebuah tim yang terdiri dari lima mahasiswa berkesempatan melaksanakan sosialisasi Sertifikat Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) secara langsung di kediaman Ibu Enik Ermawati, seorang pelaku usaha di Jl. Gadang Gg. 21C No.60, Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian integral dari mata kuliah Praktikum Pendidikan Latihan Kemahiran Hukum 1 (PLKH 1), yang dirancang untuk mengasah kompetensi praktis calon advokat dan konsultan hukum masa depan. Di bawah bimbingan langsung Moh. Risqi Fadjar Romadhani, S.H., selaku Instruktur Laboratorium Hukum FH UM Malang, kelima mahasiswa Fikri Anam (Koordinator), Almanshurin, M. Muchtar Pradika, M. Ihamsyah Maulana, dan Dipta Choir Robbani menjalankan peran sebagai konsultan hukum muda. Sosialisasi dirancang untuk menjawab langsung kendala yang sering dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam hal legalitas produk. Materi yang disampaikan sangat komprehensif, mencakup: Dasar Hukum yang Mendasari SPP-IRT, memberikan pemahaman tentang urgensi dan kepatuhan terhadap regulasi. Kriteria Lengkap IRT-P yang dapat mendaftar, termasuk penjelasan detail mengenai standar sarana dan prasarana produksi yang harus Klasifikasi Jelas Kategori Pangan, memaparkan produk pangan olahan apa saja yang eligible didaftarkan dan yang tidak, menghindari kesalahan aplikasi. Tahapan atau Alur Pendaftaran SPP-IRT yang dijelaskan secara runtut, mulai dari pengajuan hingga penerbitan sertifikat. Dokumen yang Harus Disiapkan, meliputi syarat label produk, prosedur memperoleh sertifikat penyuluhan, dan dokumen pendukung Demo Langsung dan Tutorial Aplikasi, memandu peserta langkah demi langkah dalam menggunakan sistem OSS (Online Single Submission) ORBA dan aplikasi khusus SPP-IRT, yang sering menjadi titik kesulitan. Lebih dari Sekedar Penyuluhan, Ini adalah Transfer Pengetahuan yang Berdampak. Menurut tim pelaksana, keberhasilan acara ini diukur dari peningkatan pemahaman dan kapasitas Ibu Enik sebagai peserta. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa: Pemahaman yang Klir: Materi yang disampaikan secara tatap muka dan dialogis membuat penjelasan kompleks mengenai SPP-IRT menjadi mudah dicerna. Kesadaran Hukum yang Meningkat: Sosialisasi berhasil menegaskan pentingnya dasar hukum dan legalitas produk sebagai bagian dari jaminan keamanan pangan bagi konsumen dan nilai jual produk. Manfaat Praktis Langsung: Ibu Enik tidak hanya paham teori, tetapi juga mendapat panduan konkret untuk segera mengajukan sertifikat Dampak Sosial yang Berkelanjutan: Dengan mematuhi peraturan, pelaku usaha turut serta dalam membangun ekosistem pangan olahan yang aman, halal, dan bertanggung jawab, sehingga memberikan dampak baik yang lebih luas bagi masyarakat. Enik Ermawati, selaku pemilik usaha, menyampaikan apresiasi dan kepuasannya. “Alhamdulillah, sosialisasi tentang SPP-IRT ini dijelaskan dengan sangat baik dan mudah dipahami. Saya yang awalnya bingung dengan proses dan syarat-syaratnya, sekarang menjadi lebih jelas dan percaya diri untuk mengurusnya. Terima kasih banyak kepada tim mahasiswa dan Universitas Muhammadiyah Malang yang sudah turun langsung membantu kami, pelaku UMKM,” ujarnya dengan semangat. Kegiatan ini merupakan bukti nyata komitmen Fakultas Hukum UMM dalam mencetak lulusan yang problem solver dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui pendekatan clinical legal education seperti dalam mata kuliah PLKH 1, mahasiswa tidak hanya belajar menjadi ahli hukum, tetapi juga agen perubahan yang peduli dan mampu memberdayakan masyarakat di sekitarnya.

Terminal Petikemas Surabaya berbagi pengalaman di UMM

JATIM ANTARA NEWS– Terminal Petikemas Surabaya berbagi pengalaman melalui kuliah umum yang disampaikan Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia dan Manajemen Risiko Sapto Wasono Sobagio kepada mahasiswa Program Magister Akuntansi  Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). “Akuntansi berperan penting dalam memastikan implementasi prinsip environmental, social & governance di lingkungan perusahaan,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima di Surabaya, Jawa Timur, Minggu. Sapto mengungkapkan peran akuntan kini tidak lagi terbatas pada pencatatan transaksi keuangan tetapi juga dalam pengelolaan risiko, pengambilan keputusan dan penerapan tata kelola yang berkelanjutan. “Melalui pendekatan berbasis data dan transparansi, akuntan berperan dalam membantu manajemen mengambil keputusan yang tidak hanya menguntungkan secara finansial tetapi juga berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan,” tuturnya. Pewarta: Hanif Nashrullah