Mengapa Perlu Sertifikasi Halal? Pakar UMM Jelaskan Alasannya

Malang (beritajatim.com) – Pertanyaan mengenai urgensi sertifikasi halal di Indonesia kerap menjadi perdebatan. Salah satu keraguan yang sering muncul di kalangan pengusaha adalah, Mengapa harus repot mengurus sertifikasi halal, bukan sertifikasi haram saja? Menjawab kebingungan publik ini, seorang pakar dan asesor halal dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, M.P., memberikan penjelasan mendalam. Menurut Elfi, alasan utamanya adalah masalah kepatuhan. Ia menjelaskan bahwa Indonesia sebenarnya telah memiliki undang-undang sejak tahun 90-an yang mewajibkan produsen mencantumkan label khusus jika produknya menggunakan babi. Namun, implementasinya di lapangan jauh dari harapan. “Tapi kira-kira (aturan itu) dipatuhi tidak? Hanya kurang dari satu persen (yang patuh). Karena itulah masyarakat muslim bingung dan galau,” jelas Elfi pada Selasa (4/11/2025). Karena kegagalan sistem pelabelan non-halal tersebut, sertifikasi halal hadir sebagai solusi untuk memberikan ketenangan dan jaminan bagi konsumen Muslim. Lebih jauh, Elfi menegaskan bahwa esensi dari sertifikasi halal jauh melampaui sekadar pemenuhan aspek legal dan syariat. Menurutnya, mutu tertinggi produk halal justru terletak pada aspek intrinsik yang tidak terlihat, yaitu niat dan kejujuran dari produsen. Ia menekankan bahwa produk halal tidak hanya harus terbebas dari bahan haram, tetapi juga wajib thayyib atau baik. “Maksudnya adalah mencakup gizi holistik. Proses pengolahan yang diiringi dengan niat baik akan menghasilkan produk yang membawa keberkahan dan bahkan menjadi makanan penyembuh,” tambahnya. Fakta menarik diungkap Elfi. Kepercayaan terhadap label halal ternyata tidak hanya datang dari kalangan Muslim. Saat ini, label halal telah dianggap sebagai standar global. “Kepercayaan ini bahkan meluas ke konsumen non-muslim yang menganggap label halal sebagai jaminan mutu, kebersihan, dan kualitas tertinggi,” ungkapnya. Sebagai seorang praktisi, yang produk olahan mawarnya pernah meraih penghargaan halal dunia di Malaysia, Elfi juga mendorong para pelaku usaha untuk berinovasi dan memaksimalkan bahan baku lokal. Ia mencontohkan bagaimana sumber daya alam di Kota Batu bisa diolah menjadi produk bernilai tambah. “Misalnya bunga mawar yang berhasil ia olah jadi antioksidan. Ada juga bubuk bayam merah yang bisa digunakan sebagai suplemen zat besi atau juga kulit buah naga sebagai pewarna alami,” paparnya. Menurutnya, pemanfaatan sumber daya terdekat ini tidak hanya lebih efisien secara biaya, tetapi juga sejalan dengan anjuran Rasulullah dan dapat memperkuat kemandirian pangan nasional. (dan/but)

Structura Karya Mahasiswa UMM: Platform Market Place Khsusus Material Konstruksi

MALANG POST – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berlomba menciptakan inovasi yang berdampak untuk masyarakat serta mendorong digitalisasi pada dunia e-commerce. Structura “Bangun Bersama Kami” adalah platform yang menjadi market place khusus bahan material konstruksi. Ide pembuatan marketplace khusus untuk bahan material konstruksi ini, terbilang sangat unik karena muncul secara tidak sengaja. Diramu agar dapat meningkatkan penjualan bahan material dan Structura ini dapat diakses di www.structuraofficial.id dan Instagram @structura_id. Bisnis ini bahkan berhasil lolos dalam Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVI tahun 2025. Afta Gita Muhammad, sebagai ketua tim Structura, mengatakan melalui platform ini pihaknya ingin menonjolkan UI/UX dengan tampilan yang lebih sederhana. Desain logo dan website juga disesuaikan dengan representasi toko bangunan. Adapun platform yang mulai dikembangkan sejak bulan Juli ini bukan sekadar marketplace biasa, melainkan sebagai representasi rumah untuk kenyamanan bersama. “Ide awal structura ini karena kebetulan salah satu anggota kami mempunyai usaha toko bangunan dan sudah memiliki banyak cabang di Malang dan Pasuruan. Dari situlah kami mempunyai ide untuk digitalisasi toko bahan bangunan,” katanya. Lebih lanjut, Afta dan tim Structura dibimbing langsung oleh Immanuel Mu’ammal S.E., M.M yang memberikan banyak masukan. Adapun Tim Structura mengalokasikan dana sekitar 8 juta lebih untuk pengembangan website dan sukses meraih omset 10-12 juta lebih per bulan. Apalagi melihat toko yang dituju juga sudah mempunyai langganan. Selain itu merek ajuga menjadi supplier untuk toko bangunan kecil. Afta mengatakan, branding dari Structura dan yang membuat berbeda dari kompetitor lain adalah pendekatan desain yang benar-benar disesuaikan dengan zaman. Kehadiran Structura di pasar digital menunjukkan peluang baru dalam segmen e-commerce niche. Desain-deisan ala Gen Z ini juga memiliki peran penting, apalagi saat ini Gen Z juga sudah mulai mandiri secara finansial. Mereka juga memiliki ketertarikan pada pembenahan rumah atau proyek-proyek kreatif. Platform ini menjawab kebutuhan akan sebuah marketplace yang tidak hanya fungsional, tetapi juga sesuai dengan nilai estetika dan kemudahan akses yang diharapkan oleh generasi digital native. Mengakhiri kalimatnya, Afta berpesan Lebih baik mencoba dari pada tidak sama sekali. Selain itu ia berharap semua lini dimasyarakat dapat berkembang bersama, termasuk secara ekonomi. Upaya mereka ini juga bisa jadi salah satu contoh bagaimana pemuda bisa membangun daerah. Ia juga berharap proses digitalisasi juga bisa berkembang dengan lebih bagus lagi, baik itu di sektor swasta maupun sektor pemerintahan. (*/M. Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)

Jadi Pembicara di MUI, Pakar UMM Tekankan Nilai Kejujuran di Balik Sertifikasi Halal

KLIKMU.CO – Tak ada waktu tanpa berbagi ilmu menjadi bahan bakar sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk mengabdi bagi negeri. Salah satunya dilakukan oleh pakar sekaligus asesor halal UMM, Prof Dr Ir Elfi Anis Saati MP. Ia didapuk menjadi pembicara utama dalam acara bertajuk “Sosialisasi dan Akselerasi Sertifikasi Halal untuk Hotel dan Rumah Makan” yang dilaksanakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batu, akhir Oktober lalu. Elfi, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa esensi dari sertifikasi halal melampaui sekadar pemenuhan aspek legal dan syariat. Mutu tertinggi produk halal justru terletak pada aspek intrinsik yang tidak terlihat, yakni niat dan kejujuran dari produsen. Menurutnya, produk halal tidak hanya harus terbebas dari bahan haram, tetapi juga harus thayyib atau baik. Hal itu mencakup gizi holistik, di mana proses pengolahan yang diiringi dengan niat baik akan menghasilkan produk yang membawa keberkahan dan bahkan menjadi makanan penyembuh. Elfi juga menjawab sederet keraguan yang dirasakan oleh para pengusaha terkait pentingnya sertifikasi halal. Salah satunya adalah pertanyaan mengapa harus mengurus sertifikasi halal, bukan sertifikasi haram. “Di Indonesia sudah ada undang-undang sejak tahun 90-an yang mewajibkan produsen mencantumkan label jika menggunakan babi. Tapi kira-kira dipatuhi tidak? Hanya kurang dari satu persen. Karena itulah masyarakat muslim bingung dan galau,” jelasnya. Menurutnya, sertifikasi halal hadir memberikan ketenangan. Menariknya, kepercayaan ini bahkan meluas ke konsumen nonmuslim yang menganggap label halal sebagai jaminan mutu, kebersihan, dan kualitas tertinggi. Ia juga mendorong para pelaku usaha untuk memaksimalkan penggunaan bahan baku lokal, sesuai dengan anjuran Rasulullah untuk memanfaatkan sumber daya terdekat. Langkah ini dinilai tidak hanya lebih efisien secara biaya, tetapi juga dapat memperkuat kemandirian pangan nasional. Sebagai praktisi yang produk olahan mawarnya pernah meraih penghargaan halal dunia di Malaysia, Elfi mengajak para pengusaha untuk menciptakan keunikan dan nilai tambah pada produk mereka. Misalnya dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di Batu, seperti bunga mawar yang berhasil ia olah menjadi antioksidan, bubuk bayam merah yang bisa digunakan sebagai suplemen zat besi, hingga kulit buah naga sebagai pewarna alami.

Prodi Kesejahteraan Sosial UMM Perkuat Kerjasama Internasional

Malang-harianjatim.com. Prodi Kesejahteraan Sosial FISIP UMM menjalinan kerjasama dengan Program Kerja Sosial Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan Universiti Kebangsaan Malaysia (FSSK UKM). Itu sebagai bentuk akselerasi untuk meningkatkan kualitas dalam berbagai program internasionalisasi. “Rapat koordinasi untuk kelanjutan kerjasama internasional antara UMM dan UKM dilakukan di di rooftop Rayz Hotel UMM, Senin, 3 November 2025,” kata Hutri Agustino selaku Kaprodi Kesejahteraan Sosial FISIP UMM pada media ini sebagaimana keterangan tertulis. Kerjasama itu kali ini merupakan periode ke dua sejak tahun 2020-2025. Karena dianggap baik dari pihak UMM maupun UKM merasa bahwa luaran dan aktivitas yang telah dijalankan selama lima tahun pertama sangat produktif dan memberikan manfaat bagi kedua pihak, sehingga kedua universitas yang telah memiliki reputasi internasional tersebut bersepakat untuk melanjutkan jalinan kerjasama pada periode kedua tahun 2025-2030. Salah satu jalinan kerjasama internasional yang dilaksanakan adalah dengan Program Kerja Sosial Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan Universiti Kebangsaan Malaysia (FSSK UKM). Kerjasama yang telah dirintis sejak tahun 2018 lalu, telah menghasilkan berbagai luaran sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam dokumen MoU. Mulai dari kerjasama dalam penelitian yang telah menghasilkan luaran berupa publikasi artikel dalam jurnal bereputasi, teaching collaboration dalam beberapa mata kuliah, guest lecture tematik, kerjasama dalam pelaksanaan praktikum mahasiswa yang telah menghasilkan beberapa book chapter serta kerjasama dalam penyelenggaraan international conference. Sebagai program studi yang telah mendapatkan akreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA) pada tahun 2025 dan raihan Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) sejak tahun 2023 lalu, maka Prodi Kesejahteraan Sosial FISIP UMM terus melakukan akselerasi untuk meningkatkan kualitas dalam berbagai program internasionalisasi. Hutri Agustino mengaku pola kerjasama yang telah dilakukan selama ini telah memberikan banyak manfaat, tidak hanya bagi dosen termasuk juga bagi mahasiswa. Ia mencontohkan dalam dua tahun terakhir, prodi telah mengirimkan sebanyak sepuluh mahasiswa untuk melaksanakan praktikum Pekerja Sosial Medis di Hospital Canselor Tuanku Muhriz (HCTM) UKM serta di NGO Adab Youth Garage (AYG) dalam praktik pelayanan sosial kepada anak dan remaja. Sedangkan dari pihak Program Kerja Sosial UKM dalam tiga tahun berturut-turut telah mengirimkan sebanyak tujuh belas pelajarnya untuk melaksanakan Latihan Industri di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN), UPT Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) serta di Muhammadiyah Children Center (MCC) Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Dalam implementasi kerjasama pada periode kedua ini, terdapat pengembangan dalam aktivitas pengajaran yakni dengan program visiting professor. “Dari pihak Program Kerja Sosial UKM akan mendelegasikan dosen untuk mengajar di Prodi Kesejahteraan Sosial UMM secara offline selama dua minggu, demikian juga sebaliknya,” jelas dia. Pada periode kedua ini kata Hutri Agustino pihaknya akan dimulai program student mobility selama satu semester sebagai kelanjutan dari kegiatan student exchange yang telah sukses dilaksanakan sebelumnya. Harapannya berbagai kegiatan kerjasama dan kolaborasi internasional ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan keilmuan dan praktik pekerjaan sosial di kedua negara. “Serta memperkaya pengalaman lintas budaya bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan kesejahteraan sosial global, khususnya di kawasan Asia Tenggara,” tegasnya.

Senyum Bahlil Diteriaki “Hoaks”saat Bahas E10 di UMM, Jawab dengan Data

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Suasana aula Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendadak memanas ketika Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia diteriaki “hoaks” oleh sejumlah mahasiswa. Momen itu terjadi saat Bahlil membahas program bahan bakar minyak (BBM) campur etanol atau E10 dalam sambutannya pada pembukaan Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Rabu (29/10/2025). Pidato yang semula berjalan lancar itu berubah riuh ketika Bahlil menyinggung rencana pemerintah mendorong penggunaan etanol sebagai energi bersih. Beberapa mahasiswa terdengar memprotes pernyataan tersebut dan meneriakkan kata “hoaks” dari barisan belakang. Menanggapi teriakan itu, Bahlil tidak menunjukkan amarah. Ia justru tersenyum dan menanggapi dengan tenang. Dengan nada tegas, mantan Menteri Investasi itu menjelaskan bahwa etanol merupakan bahan bakar ramah lingkungan yang dihasilkan dari bahan alami seperti tebu, jagung, dan singkong. “Etanol ini energi bersih yang bisa membantu menurunkan emisi karbon. Jangan percaya dengan isu-isu yang bilang etanol bisa merusak mesin kendaraan,” ujar Bahlil, yang disambut sorakan campur antara tawa dan tepuk tangan mahasiswa. Bahlil menegaskan bahwa narasi yang menyebut campuran etanol dapat merusak mesin merupakan informasi keliru yang disebarkan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak ingin program kemandirian energi nasional berjalan. “Yang mengatakan hoaks ini adalah orang-orang yang tidak ingin kuota impornya dipangkas untuk menuju kedaulatan negara,” katanya, disambut riuh audiens. Menteri asal Maluku itu kemudian menambahkan, program E10 merupakan langkah konkret pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak mentah sekaligus mendorong ekonomi berbasis sumber daya lokal. Menurutnya, dengan mengembangkan bioetanol dari hasil pertanian, Indonesia bisa membuka lapangan kerja baru bagi petani serta menekan defisit neraca perdagangan energi. “Pemerintah tidak asal bicara. Uji coba etanol sebagai campuran BBM sudah dilakukan di sejumlah negara dan terbukti aman untuk mesin kendaraan. Kita hanya perlu menyiapkan pasokan bahan baku yang cukup,” tutur Bahlil. Meski sempat diwarnai interupsi, Bahlil tetap melanjutkan pidatonya dengan gaya khas yang santai dan komunikatif. Ia bahkan sempat menantang mahasiswa untuk turun langsung ke lapangan agar melihat data dan bukti ilmiah terkait keberhasilan program serupa di negara lain. “Mahasiswa harus berpikir dengan data, bukan emosi. Kalau kalian punya data yang berbeda, mari kita diskusikan. Tapi jangan asal teriak ‘hoaks’,” ucapnya, yang langsung mengundang tawa di tengah suasana tegang. Program E10 yang disebut Bahlil merupakan kebijakan pemerintah untuk mencampur 10 persen etanol ke dalam bensin.

Mahasiswa UMM Bikin Structura, Platform Khusus Jual-Beli Bahan Bangunan

Jnews.KabupatenMalang – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berlomba menciptakan inovasi yang berdampak untuk masyarakat serta mendorong digitalisasi pada dunia e-commerce. Structura “Bangun Bersama Kami” adalah platform yang menjadi market place khusus bahan material konstruksi. Ide pembuatan marketplace khusus untuk bahan material konstruksi ini terbilang sangat unik karena muncul secara tidak sengaja. Diramu agar dapat meningkatkan penjualan bahan material dan Structura ini dapat diakses di www.structuraofficial.id dan Instagram @structura_id. Bisnis ini bahkan berhasil lolos dalma Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVI tahun 2025. Afta Gita Muhammad, sebagai ketua tim Structura, mengatakan melalui platform ini pihaknya ingin menonjolkan UI/UX dengan tampilan yang lebih sederhana. Desain logo dan website juga disesuaikan dengan representasi toko bangunan. Adapun platform yang mulai dikembangkan sejak bulan Juli ini bukan sekadar marketplace biasa, melainkan sebagai representasi rumah untuk kenyamanan bersama. “Ide awal structura ini karena kebetulan salah satu anggota kami mempunyai usaha toko bangunan dan sudah memiliki banyak cabang di Malang dan Pasuruan. Dari situlah kami mempunyai ide untuk digitalisasi toko bahan bangunan,” katanya. Structura “Bangun Bersama Kami” adalah platform yang menjadi market place khusus bahan material konstruksi, inovasi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). (03/11/25) Lebih lanjut, Afta dan tim Structura dibimbing langsungoleh Immanuel Mu’ammal S.E., M.M. yang memberikan banyak masukan. Adapun Tim Structura mengalokasikan dana sekitar 8 juta lebih untuk pengembangan website dan sukses meraih omset 10-12 juta lebih perbulan. Apalagi melihat toko yang dituju juga sudah mempunyai langganan. Selain itu merek ajuga menjadi supplier untuk toko bangunan kecil. Afta mengatakan, branding dari Structura dan yang membuat berbeda dari kompetitor lain adalah pendekatan desain yang benar-benar disesuaikan dengan zaman. Kehadiran Structura di pasar digital menunjukkan peluang baru dalam segmen e-commerce niche. Desain-deisan ala Gen Z ini juga memiliki peran penting, apalagi saat ini Gen Z juga sudah mulai mandiri secara finansial. Mereka juga memiliki ketertarikan pada pembenahan rumah atau proyek-proyek kreatif. Platform ini menjawab kebutuhan akan sebuah marketplace yang tidak hanya fungsional, tetapi juga sesuai dengan nilai estetika dan kemudahan akses yang diharapkan oleh generasi digital native. Mengakhiri kalimatnya, Afta berpesan Lebih baik mencoba dari pada tidak sama sekali. Selain itu ia berharap semua lini dimasyarakat dapat berkembang bersama, termasuk secara ekonomi. Upaya mereka ini juga bisa jadi salah satu contoh bagaimana pemuda bisa membangun daerah. Ia juga berharap proses digitalisasi juga bisa berkembang dengan lebih bagus lagi, baik itu di sektor swasta maupun sektor pemerintahan. (*/ARM)

Mahasiswa UMM Ciptakan Platform Structura, Belanja Bahan Bangunan Kini Semakin Praktis

KLIKMU.CO – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat sekaligus mendorong digitalisasi di dunia e-commerce. Lewat karya bertajuk Structura “Bangun Bersama Kami”, mereka menghadirkan marketplace khusus bahan material konstruksi yang dapat diakses melalui situs www.structuraofficial.id dan Instagram @structura_id. Ide pembuatan marketplace ini muncul secara tidak sengaja, namun berhasil diramu menjadi solusi untuk meningkatkan penjualan bahan bangunan secara digital. Inovasi tersebut bahkan berhasil lolos dalam ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVI Tahun 2025. Ketua tim Structura, Afta Gita Muhammad, menjelaskan bahwa platform ini menonjolkan desain UI/UX yang sederhana dengan tampilan yang menyerupai toko bangunan. Menurutnya, Structura bukan sekadar marketplace, melainkan representasi “rumah digital” yang memberikan kenyamanan bagi pengguna. “Ide awal Structura ini muncul karena salah satu anggota kami memiliki usaha toko bangunan yang sudah memiliki beberapa cabang di Malang dan Pasuruan. Dari situlah kami berpikir untuk melakukan digitalisasi toko bahan bangunan,” ujar Afta. Dalam pengembangannya, tim Structura dibimbing oleh Immanuel Mu’ammal SE MM yang banyak memberikan masukan terkait strategi bisnis dan pengembangan produk. Tim ini mengalokasikan dana sekitar Rp8 juta untuk pembuatan website dan berhasil meraih omzet sekitar Rp10–12 juta per bulan. Selain melayani pembelian langsung, Structura juga menjadi supplier bagi toko-toko bangunan kecil di sekitar Malang dan Pasuruan. Afta menambahkan, keunggulan Structura dibanding kompetitor lain terletak pada desain branding yang kekinian dan relevan dengan gaya hidup generasi muda. Pendekatan visual yang menyesuaikan karakter Gen Z menjadi daya tarik tersendiri, apalagi generasi ini kini mulai mandiri secara finansial dan memiliki minat besar terhadap renovasi rumah serta proyek kreatif. “Kehadiran Structura di pasar digital membuka peluang baru di segmen e-commerce niche. Kami ingin menunjukkan bahwa marketplace juga bisa tampil menarik, mudah digunakan, dan sesuai kebutuhan generasi digital native,” jelasnya. Menutup pernyataannya, Afta berpesan bahwa keberanian untuk mencoba adalah langkah awal menuju kemajuan. “Lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali. Kami berharap upaya ini bisa menjadi contoh bagi anak muda untuk ikut membangun daerah dan mendorong digitalisasi di berbagai sektor, baik swasta maupun pemerintahan,” tuturnya. (Wildan/AS)

Gonjang Ganjing: Bahlil Lahadalia Bantah Isu Etanol Merusak Mesin, Sebut Ada Kepentingan di Balik Isu Negatif

Radar Jember – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa penggunaan etanol sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM) tidak menimbulkan kerusakan pada mesin kendaraan. Ia menilai, isu yang menyebut sebaliknya berasal dari kelompok yang merasa dirugikan oleh kebijakan transisi energi pemerintah. Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat memberikan kuliah umum dalam acara Pembukaan Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10/2025). Dalam kesempatan itu, Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah tengah mendorong penggunaan bahan bakar E10, yaitu bensin dengan campuran 10 persen etanol. Campuran ini, kata dia, merupakan bagian dari upaya menekan emisi karbon sekaligus mengembangkan energi ramah lingkungan. “Etanol ini berasal dari tebu, jagung, dan singkong. Tujuannya untuk mencampur bensin agar emisi turun. Ini energi yang bersih,” jelasnya. Bahlil juga membantah keras berbagai tudingan negatif yang menyebut dirinya menyebarkan informasi palsu terkait kebijakan tersebut. Ia menilai, pihak yang menyebarkan tudingan itu adalah mereka yang tidak ingin kehilangan keuntungan dari impor bahan bakar. “Yang menyebut pernyataan saya hoaks itu adalah orang-orang yang tidak ingin kuota impornya dikurangi. Mereka tidak ingin Indonesia berdaulat energi,” tegas Bahlil. Lebih lanjut, Bahlil menuturkan bahwa penggunaan etanol bukan hal baru dan sudah menjadi kebijakan wajib di banyak negara. “Amerika sudah menerapkan mandatori E20, Brasil dan India juga sudah lama menjalankannya. Bahkan Thailand sudah memiliki kebijakan B20,” paparnya. Ia menjelaskan, penerapan etanol akan berdampak langsung pada berkurangnya impor bensin yang selama ini menjadi sumber keuntungan para importir. Setiap tahun, nilai impor energi Indonesia mencapai sekitar Rp520 triliun. Karena itu, menurutnya, sebagian pihak merasa terancam oleh langkah pemerintah yang ingin mengurangi ketergantungan impor tersebut. “Kalau impor kita kurangi, tentu ruang kerja importir juga menyempit. Itu sebabnya mereka tidak ingin kebijakan ini berjalan,” katanya. Sebagai mantan aktivis, Bahlil mengaku siap menghadapi kritik publik atas kebijakan energi bersih ini. Ia bahkan menantang mahasiswa untuk menggelar forum terbuka guna membahas manfaat etanol secara ilmiah. “Silakan Mahasiswa Cipayung Plus bikin diskusi. Saya siap datang dan berdebat dari jam tujuh pagi sampai tujuh pagi lagi, asalkan semua punya data,” ucapnya. Bahlil menegaskan, kebijakan pengembangan etanol merupakan bagian dari program hilirisasi dan transisi energi nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai kedaulatan energi Indonesia. “Demi kedaulatan ibu pertiwi, saya tidak akan mundur sejengkal pun menghadapi tantangan ini,” tutupnya.

Bahlil Lahadalia Diteriaki Hoaxs Oleh Mahasiswa UMM Saat Singgung Soal Bensin Campur Etanol

KlikFakta.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjadi pusat perhatian mahasiswa saat menghadiri Pembukaan Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bertema ‘Energi Kolektif untuk Negeri’, Rabu (29/10/2025). Meskipun ada sejumlah pejabat yang turut hadir, di antaranya ialah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar parawansa, ketua DPD RI Sultan Bachtiar hingga Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Prof Dr Muhadjir Effendy dan Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik MSi. Bahlil tampaknya menjadi magnet tersendiri bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Suasana pecah saat Bahlil menyinggung soal bensin yang dicampur dengan etanol. Banyak dari mahasiswa UMM yang kemudian meneriaki Bahlil dengan perkataan “Hoaxs”. Merespon hal tersebut, Bahlil menyebut bahwa pihak-pihak yang mengatakan bioetanol hoaxs adalah orang-orang yang tidak ingin kuota impornya dipangkas untuk kedaulatan negara. “Yang mengatakan hoaxs ini adalah orang-orang yang tidak pingin untuk kuota impornya dipangkas untuk menuju kedaulatan negara”, kata Bahlil dikutip dari kanal YouTube UMMTV (29/10). Selain itu, Bahlil tidak akan gentar untuk melakukan perdebatan-perdebatan ilmiah kepada pihak-pihak yang menentang etanol sebagai bentuk bahan bakar bioenergi yang tengah dikembangkan dibawah kementerian ESDM yang dipimpinnya. “Saya sengaja membawa ini dalam ruang publik sebagai ruang diskursus. Saya mantan aktivis, dan tidak akan pernah mundur untuk melakukan perdebatan-perdebatan intelektual yang konstruktif”, tegasnya. Ahmat Saiful

Senyum Bahlil Diteriaki “Hoaks”saat Bahas E10 di UMM, Jawab dengan Data Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Senyum Bahlil Diteriaki “Hoaks”saat Bahas E10 di UMM, Jawab dengan Data, https://wartakota.tribunnews.com/nasional/872912/senyum-bahlil-diteriaki-hoakssaat-bahas-e10-di-umm-jawab-dengan-data.

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Suasana aula Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendadak memanas ketika Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia diteriaki “hoaks” oleh sejumlah mahasiswa. Momen itu terjadi saat Bahlil membahas program bahan bakar minyak (BBM) campur etanol atau E10 dalam sambutannya pada pembukaan Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Rabu (29/10/2025). Pidato yang semula berjalan lancar itu berubah riuh ketika Bahlil menyinggung rencana pemerintah mendorong penggunaan etanol sebagai energi bersih. Beberapa mahasiswa terdengar memprotes pernyataan tersebut dan meneriakkan kata “hoaks” dari barisan belakang. Menanggapi teriakan itu, Bahlil tidak menunjukkan amarah. Ia justru tersenyum dan menanggapi dengan tenang. Dengan nada tegas, mantan Menteri Investasi itu menjelaskan bahwa etanol merupakan bahan bakar ramah lingkungan yang dihasilkan dari bahan alami seperti tebu, jagung, dan singkong. “Etanol ini energi bersih yang bisa membantu menurunkan emisi karbon. Jangan percaya dengan isu-isu yang bilang etanol bisa merusak mesin kendaraan,” ujar Bahlil, yang disambut sorakan campur antara tawa dan tepuk tangan mahasiswa. Bahlil menegaskan bahwa narasi yang menyebut campuran etanol dapat merusak mesin merupakan informasi keliru yang disebarkan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak ingin program kemandirian energi nasional berjalan. “Yang mengatakan hoaks ini adalah orang-orang yang tidak ingin kuota impornya dipangkas untuk menuju kedaulatan negara,” katanya, disambut riuh audiens. Menteri asal Maluku itu kemudian menambahkan, program E10 merupakan langkah konkret pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak mentah sekaligus mendorong ekonomi berbasis sumber daya lokal. Menurutnya, dengan mengembangkan bioetanol dari hasil pertanian, Indonesia bisa membuka lapangan kerja baru bagi petani serta menekan defisit neraca perdagangan energi. “Pemerintah tidak asal bicara. Uji coba etanol sebagai campuran BBM sudah dilakukan di sejumlah negara dan terbukti aman untuk mesin kendaraan. Kita hanya perlu menyiapkan pasokan bahan baku yang cukup,” tutur Bahlil. Meski sempat diwarnai interupsi, Bahlil tetap melanjutkan pidatonya dengan gaya khas yang santai dan komunikatif. Ia bahkan sempat menantang mahasiswa untuk turun langsung ke lapangan agar melihat data dan bukti ilmiah terkait keberhasilan program serupa di negara lain. “Mahasiswa harus berpikir dengan data, bukan emosi. Kalau kalian punya data yang berbeda, mari kita diskusikan. Tapi jangan asal teriak ‘hoaks’,” ucapnya, yang langsung mengundang tawa di tengah suasana tegang. Program E10 yang disebut Bahlil merupakan kebijakan pemerintah untuk mencampur 10 persen etanol ke dalam bensin.