Belajar Bahasa Inggris Lebih Mudah, Platform Conatus Academy Karya Mahasiswa UMM Tembus KMI Expo

KLIKMU.CO – Penguasaan bahasa Inggris kini menjadi “paspor” vital bagi mahasiswa untuk menembus beasiswa dan jenjang karier internasional. Namun, akses pendidikan berkualitas seringkali terhalang biaya. Di tengah tantangan tersebut, muncul inovasi berani dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tim yang diketuai Aloysius Gonzaga Alnabe, mahasiswa Hubungan Internasional (HI) UMM, menghadirkan Conatus Academy: Belajar Bahasa Inggris Wujudkan Mimpi Internasionalmu, sebuah platform pembelajaran bahasa Inggris yang dapat diakses secara online maupun offline di Malang. Ide ini lahir dari refleksi pribadi Gonza dan kini menjadi representasi UMM yang lolos dan siap tampil di Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVI 2025 di Magelang. Gonza menekankan bahwa transformasi keraguan menjadi solusi membutuhkan ketajaman analisis dan keberanian mengambil keputusan. “Gagasan Conatus muncul sejak semester pertama, namun baru diwujudkan pada semester lima, setelah pengalaman berharga saya melalui program beasiswa IISMA ke Spanyol,” ujarnya. Dalam pengembangan Conatus Academy, Gonza dibimbing oleh dosen pendamping Havidz Ageng Prakoso, M.A., dan didukung tim beranggotakan lima orang. Mereka berkomitmen menghadirkan kursus berkualitas namun tetap terjangkau. “Kami mendirikan Conatus untuk mengakomodasi mereka yang ingin belajar tapi tidak memiliki privilege. Bahkan Conatus menyediakan beasiswa bagi yang benar-benar tidak mampu membayar,” tambah Gonza. Keunggulan Conatus Academy terletak pada metode pembelajaran yang menekankan pengembangan kepercayaan diri siswa, bukan sekadar penguasaan materi. Program ini membangun fondasi kuat, termasuk kemampuan berpikir kritis. “Fokus utama kami adalah membuat siswa percaya diri terlebih dahulu. Kemudian mereka bisa mengadaptasi critical thinking melalui metode tanya-jawab. Evaluasi dilakukan secara holistik, bukan hanya dari tes grammar atau speaking, tetapi juga melalui observasi tutor terhadap peningkatan rasa percaya diri siswa,” jelas Gonza. Untuk KMI Expo XVI 2025, Gonza dan tim menyiapkan strategi matang. Fokus mereka adalah menonjolkan pertumbuhan omzet dan kebaruan model bisnis. Conatus memiliki 12 tutor berpengalaman internasional—mantan mahasiswa di Jepang, Australia, Spanyol, dan Korea—yang mendukung kurikulum berkualitas dengan harga terjangkau. “Kami akan berusaha memperkenalkan usaha ini ke tim-tim lain, agar mereka juga bisa menjadi perpanjangan tangan kami di masa depan,” pungkas Gonza. Conatus Academy menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berinovasi, dan pendidikan berkualitas bisa diakses oleh siapa pun dengan visi, strategi, dan keberanian. (Wildan/AS)
BREAKING NEWS: 150 Mahasiswa Vokasi UMM Dikirim ke Jepang, Kemdiktisaintek Dorong SDM Global dan Energi Hijau Kampus

MELINTAS.ID – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan langkah nyata dalam memperkuat pendidikan vokasi dan inovasi energi hijau di perguruan tinggi. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto melepas 150 mahasiswa vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk menjalani Program Kerja Lapangan (PKL) internasional di Jepang selama lima tahun, sekaligus meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang menjadi model kemandirian energi kampus. Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi pendidikan tinggi vokasi Indonesia untuk memperluas jejaring global sekaligus mendorong penerapan teknologi energi terbarukan yang berkelanjutan di lingkungan akademik. Vokasi Menembus Dunia Industri Jepang Program PKL internasional ke Jepang merupakan inisiatif UMM untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman kerja di industri maju. Melalui kolaborasi dengan berbagai perusahaan Jepang di bidang manufaktur, otomasi, dan sistem energi cerdas, peserta akan mendapatkan pelatihan langsung dengan standar profesional global. Program ini bertujuan menanamkan disiplin, etos kerja, serta kemampuan teknis yang relevan dengan kebutuhan dunia industri. Selain itu, pengalaman lintas budaya dan interaksi profesional di Jepang diharapkan membentuk karakter mahasiswa yang adaptif dan inovatif. Sebelum keberangkatan, para peserta telah melalui tahapan pelatihan intensif, termasuk penguasaan bahasa Jepang, etika industri, dan keterampilan teknis. UMM menilai program ini sebagai bagian dari upaya sistematis membangun SDM vokasi berdaya saing global dan siap berkontribusi pada pembangunan nasional setelah kembali ke tanah air. PLTMH UMM: Inovasi Energi Bersih dari Sungai Brantas Dalam kunjungan yang sama, Menteri Brian Yuliarto meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) UMM yang dibangun memanfaatkan aliran Sungai Brantas. Pembangkit dengan kapasitas 140 kilowatt ini menyuplai sebagian kebutuhan listrik kampus dan mendukung penyediaan air bersih bagi warga sekitar. PLTMH UMM menjadi contoh penerapan energi baru terbarukan (EBT) di lingkungan pendidikan tinggi. Proyek ini memperlihatkan bahwa kampus dapat menjadi pelopor kemandirian energi sekaligus berperan aktif dalam mitigasi perubahan iklim. Selain berfungsi sebagai pembangkit listrik, PLTMH juga dijadikan pusat edukasi dan riset energi terbarukan. Mahasiswa dari berbagai program studi dapat mempelajari langsung proses desain, operasional, hingga aspek sosial dan lingkungan dari teknologi mikrohidro. Keberadaan PLTMH menjadikan UMM sebagai living laboratory bagi pendidikan energi bersih, sekaligus memperkuat peran kampus dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama pada bidang energi terjangkau dan bersih. Kemdiktisaintek Tegaskan Relevansi dan Kemandirian Pendidikan Tinggi Kunjungan Menteri Brian Yuliarto menandai arah baru kebijakan Kemdiktisaintek dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri global dan berwawasan lingkungan. Pendidikan vokasi kini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pada nilai keberlanjutan dan inovasi teknologi hijau. Kemdiktisaintek mendorong perguruan tinggi agar menjadi pusat riset terapan, pengembangan energi terbarukan, serta pelatihan SDM yang mampu bersaing di pasar internasional. Pendekatan kolaboratif antara pemerintah, industri, dan kampus diyakini menjadi kunci transformasi pendidikan tinggi menuju era ekonomi hijau. Program PKL internasional dan keberhasilan PLTMH UMM menjadi contoh sinergi antara global exposure dan kemandirian teknologi nasional. UMM Jadi Role Model Kampus Mandiri Energi dan Berdaya Saing Global Universitas Muhammadiyah Malang menunjukkan transformasi konkret pendidikan tinggi melalui kolaborasi internasional dan inovasi energi bersih. Dua inisiatif besar tersebut, PKL Jepang dan PLTMH, memperlihatkan bagaimana kampus mampu menggabungkan pengembangan SDM global dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan. PLTMH menjadi simbol kemandirian teknologi dan kontribusi langsung kepada masyarakat, sementara program PKL Jepang memperkuat reputasi UMM sebagai perguruan tinggi vokasi dengan visi internasional. Keduanya menegaskan posisi UMM sebagai kampus yang adaptif terhadap perkembangan global sekaligus berakar pada nilai keberlanjutan lokal. Kemdiktisaintek berharap inisiatif serupa dapat diterapkan di kampus-kampus lain di Indonesia. Pendidikan vokasi diharapkan menjadi penggerak utama dalam mencetak tenaga profesional yang kompeten, mandiri, dan mampu memimpin inovasi di berbagai sektor industri. Arah Baru Pendidikan Tinggi Indonesia Pelepasan 150 mahasiswa vokasi UMM ke Jepang dan kunjungan ke PLTMH menjadi tonggak penting bagi pendidikan tinggi nasional. Keduanya mencerminkan arah baru sistem pendidikan yang tidak lagi terbatas pada ruang kelas, melainkan menyatu dengan praktik industri dan teknologi keberlanjutan. Melalui dukungan Kemdiktisaintek, pendidikan vokasi di Indonesia diarahkan menuju paradigma baru yaitu membangun SDM unggul berkelas dunia sekaligus mandiri energi dan berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan visi besar Indonesia untuk memperkuat daya saing global dan mempercepat transisi menuju ekonomi hijau.***
Bahlil Datang Dengan Wibawa Sebelum Maghrib

daulat.co – Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendapatkan pujian dari Riyan Betra Delza. Pujian itu disampaikan Ketum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dalam pidato pembukaan Tanwir XXXIII IMM di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu 29 Oktober 2025 lalu. Dibalut dalam pantun, Ketum DPP IMM Riyan Betra dalam video yang beredar di sosial media, menyebut kedatangan Bahlil ke Tanwir XXXIII IMM penuh wibawa seperti pohon beringin yang solid. “Pak Bahlil datang dengan wibawa; Datangnya sebelum maghrib; Mahasiswa IMM penuh daya; Seperti beringin solid dan positif,” katanya. Tidak hanya sekali, Riyan melanjutkan pantunnya ke Bahlil. Ia menyatakan jika warna kuning yang identik dengan warna Partai Golkar membuat bahagia. “Jalan ke kampus bawa bendera; Warna kuning bikin bahagia; IMM sangat luar biasa; Apalagi Bang Bahlil sudah tertawa,” jelasnya. Masih soal Bahlil, Riyan menyebut sosoknya berbeda dengan politisi lain. Bahlil adalah sosok politisi yang berisi tapi tak meninggi. Meski berisi namun Bahlil menunduk. “Ada yang kosong tapi meninggi. Ada yang berisi tapi menunduk, ya ini Bang Bahlil ini,” ucapnya. Bagaimana tanggapan Bahlil? Ketika tiba kesempatan menyampaikan pidato, Bahlil ‘menyambut’ baik apa yang disampaikan Riyan Betra. “Saya belum naik panggung saja sudah merasa hangus, karena digorong oleh ketua umum” “Luar biasa dinda. Pidatomu tadi memberikan inspirasi bagi saya. Waktu saya masih jadi aktivis, kelakuan saya tiap hari kayak kau begitu” “Kerjanya ngolah aja, ngolah terus begitu. Saya tahu itu sedang adinda olah, tapi seru juga abang dengarnya. Om suka itu,” kata Bahlil. Secara khusus, Bahlil menekankan bahwa masa depan bangsa ini ada di tangan pemuda. Pemuda yang benar-benar menyiapkan diri melanjutkan estafet kepemimpinan. IMM dalam hal ini menjadi salah satunya sebagai sumber pengkaderan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan nasional dimaksud.
Generasi Muda Diajak Aktif Wujudkan Kemandirian Energi Nasional, Diantaranya Melalui Sawit

sawitsetara.co – MALANG – Generasi muda memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional. Di tengah tantangan transisi energi dan kebutuhan untuk menekan ketergantungan terhadap impor, pemuda dituntut tidak hanya memahami isu energi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mendorong inovasi dan efisiensi sumber daya. Pandangan tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat memberikan sambutan pada Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) XXXIII di Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menegaskan bahwa masa depan bangsa, termasuk sektor energi, berada di tangan generasi muda yang berproses dan siap menghadapi perubahan. Ia menilai IMM sebagai salah satu wadah penting dalam melahirkan calon-calon pemimpin bangsa di masa depan. “Masa depan negara ini, masa depan bangsa ini ada di tangan pemuda. Tapi pemuda yang berproses, pemuda yang betul-betul menyiapkan diri. Dan IMM adalah salah satu organisasi sebagai sumber pengadilan bangsa untuk kelar menjadi pemimpin bangsa di tanah ini,” ujar Bahlil. Bahlil menyoroti besarnya tantangan yang dihadapi Indonesia dalam sektor energi, terutama tingginya angka impor bahan bakar. Ia menjelaskan, pemerintah terus mendorong program pengurangan impor melalui pengembangan energi terbarukan dan bahan bakar campuran berbasis sumber daya dalam negeri seperti Crude Palm Oil (CPO) dan etanol. “Konsumsi solar kita itu 34 juta ton per tahun, sekarang kita blending (campuran) antara B10 sampai B40. Import kita sekarang tinggal 4,9 juta barrel per tahun. Di 2025, kita dorong menjadi B50, B50 adalah campuran dari CPO ke etanol. Nah kemudian kita dorong lagi untuk bensin, kita bikin E10, supaya campurannya adalah etanol,” jelasnya. Bahlil menegaskan bahwa langkah menekan impor energi merupakan bagian dari perjuangan menjaga kedaulatan negara dan memperkuat ekonomi nasional. Ia menilai masih ada pihak-pihak yang tidak mendukung kebijakan ini karena terbiasa diuntungkan oleh kuota impor energi. “Pasti banyak pihak yang tidak suka dengan kebijakan ini. Tapi bagi saya demi kedaulatan Ibu Pertiwi jangankan selangkah, sejengkal pun saya tidak mundur untuk menghadapi hal-hal seperti ini,” tegasnya. Lebih lanjut, Bahlil mengajak kalangan mahasiswa dan generasi muda untuk aktif berpartisipasi dalam membangun wacana publik yang konstruktif terkait isu energi. Menurutnya, kritik dan pemikiran dari pemuda merupakan bagian penting dalam memperkuat kebijakan energi nasional. “Jadi adik-adik saya, kalian kritik itu gizi bagi saya. Bukan saya membenci kalian, kalian adalah bagian daripada kebesaran saya semua,” pungkasnya. Melalui forum tersebut, Bahlil menegaskan komitmennya untuk membuka ruang dialog dengan kalangan muda dan mendorong lahirnya inovasi-inovasi energi dari generasi baru. Ia berharap agar pemuda terus mengasah kemampuan dan menjadi bagian dari perjuangan mewujudkan kemandirian energi Indonesia.
Perlu Keterlibatan Pemuda, Mendes Ajak IMM Kolaborasi Bangun Desa

MALANG, NETRALNEWS.COM – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) untuk bekerja sama dan berkolaborasi dalam membangun desa. Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto, bahwa kita ini bukan Superman, tapi super tim. Oleh karena itu, ia menilai IMM sebagai tim yang layak untuk diajak berkolaborasi membangun desa. “Saya datang ke sini bukan untuk ceramah, tapi untuk mengajak kerja sama IMM untuk sama-sama berkolaborasi membangun desa. Saya menganggap IMM adalah tim yang layak saya ajak untuk bersama-sama membangun desa,” ujar Yandri saat memberikan kuliah kebangsaan dalam penutupan Tanwir ke-33 IMM di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (31/10/2025). Dalam forum yang dihadiri oleh ribuan kader IMM dari seluruh Indonesia tersebut, Mendes Yandri juga mengatakan bahwa keterlibatan pemuda di desa menjadi hal yang penting dalam keberhasilan pembangunan. Apalagi, dengan diletakkannya desa di dalam Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, menjadikan desa bukan lagi sebagai objek pembangunan, tapi subjek pembangunan. Untuk menyukseskan Asta Cita ke-6 tersebut, Kemendes PDT kemudian membuat 12 aksi prioritas Bangun Desa Bangun Indonesia. Diharapkan, dengan kolaborasi dari berbagai pihak maka 12 aksi tersebut dapat menyukseskan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Saat ini, Kementerian Desa dan PDT punya program badan usaha milik desa (BUM Desa), kemudian juga ada desa ekspor, desa wisata dan lain sebagainya. Selain itu, program utama pemerintah, yaitu koperasi desa merah putih dan makan bergizi gratis juga berbasis di desa. Dengan banyaknya program dan terbukanya peluang yang ada di desa, Mendes Yandri kemudian mengajak para pemuda atau mahasiswa yang sudah selesai belajar untuk kembali membangun desanya masing-masing. “Saya mengajak, mari kita ciptakan lapangan kerja di Republik ini yang berangkat dari desa. Boleh kita tinggal di desa, tapi pendapatan mengalahkan orang-orang kota,” ujar mantan Wakil Ketua MPR RI ini. Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemendes PDT dengan Universitas Muhammadiyah Malang tentang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat desa dan daerah tertinggal. Hadir dalam kegiatan ini juga yakni, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Wamen P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla, Rektor UMM Nazaruddin Malik, Wakil Wali Kota Malang Ali Muthihirin serta Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib. Turut mendampingi Mendes Yandri dalam kegiatan ini yaitu Staf Khusus Menteri Muhammad Afif Zamroni dan Muhammad Khoirul Huda.
Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Malang Hasilkan 8 Rangkaian Gagasan Strategis Kebangsaan

Malang – Perhelatan Tanwir ke-XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Kota Malang resmi ditutup pada Jum’at (31/10/2025) di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Sebagai manifestasi tema “Energi Kolektif untuk Negeri”, forum tertinggi kedua setelah Muktamar ini secara resmi melahirkan dan menetapkan dokumen 8 Pokok Pemikiran Tanwir XXXIII yang merupakan bentuk refleksi dan respons atas dinamika kebangsaan dan keumatan saat ini. Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM, M. Zaki Mubarak menyatakan bahwa 8 pokok pemikiran ini menjadi arah strategis gerakan IMM ke depan. Menurutnya, gagasan tersebut bukan hanya menjadi panduan gerakan internal IMM, tetapi juga kontribusi moral organisasi terhadap arah pembangunan nasional. “Pokok pemikiran ini merupakan hasil refleksi kami terhadap situasi kebangsaan nasional. Sebagai organisasi mahasiswa yang berciri intelektual, IMM harus mengambil peran signifikan dalam menjawab persoalan-persoalan krusial bangsa,” ujarnya. Dokumen 8 Pokok Pemikiran ini merupakan hasil sintesis dari diskusi-diskusi intensif di sidang pleno dan komisi-komisi, yang melibatkan perwakilan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) IMM dari seluruh Indonesia. Berikut ringkasan 8 pokok pemikiran tersebut: Pertama, Meneguhkan Gerakan Intelektual yang Membela Rakyat. IMM memandang tugas kader bukan hanya bicara gagasan di ruang seminar, tetapi turun ke basis sosial—membela petani, buruh, nelayan, dan masyarakat yang kehilangan hak hidup layak karena ketimpangan ekonomi. IMM menghidupkan kembali semangat ilmu untuk pembebasan, bukan sekadar prestise akademik. Kedua, Mendorong Reformasi Politik dan Regenerasi Kepemimpinan Nasional. IMM mendorong pembatasan usia maksimal bagi calon anggota DPR dan pejabat publik, agar ruang politik tidak dimonopoli generasi lama. Negara perlu memberi tempat bagi generasi muda yang visioner, bebas dari beban kepentingan, dan berani membawa gagasan perubahan. Ketiga, Mengawal DPR dan Kebijakan Publik yang Pro-Rakyat. IMM menegaskan perlunya reformasi kelembagaan DPR, termasuk keterbukaan informasi, transparansi legislasi, dan akuntabilitas politik. DPR tidak boleh menjadi ruang transaksi kepentingan, tetapi wadah memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Keempat, Krisis Iklim, Ekonomi Ekstraktif, dan Keadilan Ekologis. IMM memandang krisis iklim sebagai ancaman nyata terhadap masa depan bangsa. IMM menolak politik tambang yang merusak ruang hidup rakyat dan mendesak pemerintah menjadikan krisis iklim sebagai agenda prioritas nasional. IMM juga mendorong gerakan hijau di internal organisasi dan kampus. Kelima, Keadilan Ekonomi dan Pembelaan terhadap Rakyat Tertinggal. IMM menyerukan redistribusi sumber daya nasional dan penguatan ekonomi rakyat berbasis koperasi, UMKM, serta komunitas mahasiswa produktif. IMM juga mendorong kolaborasi dengan amal usaha Muhammadiyah agar menjadi pusat pemberdayaan, bukan hanya lembaga pendidikan dan kesehatan. Keenam, Independensi Lembaga Negara dan Politik Etika. IMM secara konsisten menyoroti lemahnya independensi lembaga penegak hukum dan institusi publik. IMM menuntut Polri, KPK, dan lembaga yudikatif untuk menjaga profesionalitas, transparansi, dan bebas dari intervensi politik. IMM berdiri di garis depan membela kebebasan berpendapat, akuntabilitas publik, dan etika politik yang berkeadaban. Ketujuh, Literasi Digital, Etika Publik, dan Kedaulatan Informasi. IMM memandang ruang digital sebagai medan baru perjuangan nilai. IMM menyerukan literasi digital di kalangan muda dan mengingatkan pemerintah agar tidak menggunakan kebijakan siber untuk membungkam kritik. IMM menolak praktik pembungkaman di dunia maya dan mendesak perlindungan data pribadi serta kedaulatan informasi publik sebagai bagian dari hak asasi warga negara. Kedelapan, Memperluas Peran Pemuda dan Menyatukan Gerakan Moral Bangsa. IMM meyakini masa depan Indonesia ditentukan oleh keberanian generasi muda hari ini. IMM mengajak seluruh organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan masyarakat sipil untuk membangun koalisi moral kebangsaan—menolak politik transaksional, menuntut keadilan ekonomi, dan memperjuangkan masa depan yang berkelanjutan. IMM menegaskan, Indonesia tidak akan maju tanpa keberanian anak muda merebut ruang-ruang strategis dalam pengambilan kebijakan.
Era Citizen Journalism, Desa Sudah Jadi Subyek: Kapolri dan Menteri PDTT Hadiri Penutupan Tanwir XXXIII IMM

MALANG POST – Penutupan Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) diwarnai pesan kolaboratif dari dua tokoh nasional, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) RI, Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd. Keduanya menekankan pentingnya sinergi antara generasi muda dan pemerintah dalam menghadapi tantangan global dan membangun kemandirian bangsa, khususnya di sektor desa dan ketahanan nasional. Adapun agenda ini dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 31 Oktober 2025 ini. Dalam paparannya, Listyo Sigit menegaskan perlunya kewaspadaan terhadap dinamika geopolitik global yang tengah bergejolak. Ia menyoroti lebih dari 110 konflik bersenjata di berbagai belahan dunia, termasuk perang Rusia-Ukraina dan Israel-Palestina, yang berdampak besar terhadap stabilitas ekonomi, pangan, dan energi dunia. Ia melanjutkan, meski dunia menghadapi inflasi global dan ketidakpastian, Indonesia masih berada dalam kondisi yang cukup baik. Namun, Indonesia tidak boleh lengah. Ia juga menekankan pentingnya swasembada pangan dan energi sebagai kunci menghadapi krisis dunia. Ia menjelaskan bahwa Polri turut berperan aktif, salah satunya melalui program penanaman jagung di lahan seluas satu juta hektare. Maka menurutnya, Polri sangat terbuka kepada IMM untuk bekerja sama dalam hal tersebut. Selain itu, Listyo Sigit menyinggung pentingnya bonus demografi yang harus dimanfaatkan secara produktif agar tidak berubah menjadi bencana demografi. Ia memaparkan berbagai langkah pemerintah, seperti pembangunan sekolah rakyat, peningkatan kesejahteraan guru, program magang vokasi, serta dukungan terhadap UMKM sebagai bagian dari strategi pembangunan manusia unggul. Kapolri juga mengingatkan bahaya penyalahgunaan teknologi digital, terutama fenomena misinformasi, disinformasi dan deepfake yang dapat merusak sendi kehidupan sosial. “Kita memasuki era citizen journalism. Siapapun bisa mengomentari, siapapun bisa menjadi sumber. Maka, saring dulu sebelum sharing,” tegasnya. Isu sosial seperti judi online dan penyalahgunaan narkoba turut menjadi perhatian. Data Polri menunjukkan, pengguna judi daring tertinggi berasal dari kelompok berpendapatan rendah, bahkan melibatkan anak di bawah umur. Hingga kini, Polri telah memusnahkan 288 ton narkoba berbagai jenis yang berpotensi memengaruhi lebih dari 629 juta jiwa. Menutup pesannya, Listyo menegaskan dukungan Polri terhadap IMM sebagai mitra strategis dalam menjaga ketertiban dan menjadi kekuatan moral bangsa. Hal tersebut dikarenakan IMM memiliki peran penting sebagai suara moral dan intelektual yang menyeimbangkan kebijakan pemerintah. Sementara itu, Menteri Yandri Susanto hadir dengan semangat kolaboratif, mengajak IMM menjadi bagian dari gerakan pembangunan desa berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan untuk berceramah, melainkan untuk membangun kemitraan konkret. Ia menukil pesan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ‘Kita bukan superman, tetapi superteam’. Ia menyoroti tantangan urbanisasi ekstrem seperti di Jepang dan Korea Selatan, di mana sebagian besar penduduk meninggalkan desa untuk tinggal di kota. Fenomena ini, katanya, berpotensi menimbulkan krisis sosial dan ekonomi. “Desa telah menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek. Itulah mengapa pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan menjadi fokus utama pemerintah,” jelasnya. Yandri menjelaskan capaian positif Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang mencatatkan pendapatan bersih hingga Rp28 miliar per tahun, serta kemajuan desa ekspor di berbagai daerah seperti Blitar dan Banyumas. Pemerintah, tambahnya, kini mendorong munculnya desa tematik, seperti desa ikan nila, desa ayam petelur, hingga desa jagung dan timun. Saat ini, pihaknya telah bekerjasama dengan Polri melalui program Desa Bersinar (Bersih Narkoba), yang melibatkan 20 satgas anti-narkoba di tiap desa. “Adapun hari ini saya siap menandatangani MoU dengan Univesitas Muhammadiyah Malang (UMM), semoga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” tambahnya. Dengan ditandatanganinya MoU antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi bersama UMM di agenda IMM menandai langkah nyata sinergi. Yakni antara akademisi, pemerintah, dan generasi muda untuk membangun Indonesia dari akar peradaban yaitu desa. Sebagai tuan rumah, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. menekankan pentingnya melahirkan insan paripurna, manusia seutuhnya yang tidak hanya unggul dalam transfer ilmu, tetapi juga spiritualitas, keagamaan, dan kebangsaan. “UMM sebagai amal usaha Muhammadiyah akan terus mendukung kegiatan seperti Tanwir ini,” ujarnya. Penutupan Tanwir XXXIII IMM menjadi titik penting kolaborasi antara pemerintah dan mahasiswa Muhammadiyah. Melalui kehadiran Kapolri dan Menteri Desa, semangat membangun bangsa dari desa hingga kota mendapat makna baru, bahwa perubahan sosial tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan melalui kerja sama, kepemimpinan moral, dan komitmen kolektif. (*/M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)
BSI Gandeng 164 Kampus Muhammadiyah untuk Perkuat Digitalisasi Pendidikan Islam

SEVIMA.COM – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi menjalin kerja sama dengan 164 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia. Penandatanganan perjanjian dilakukan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersamaan dengan Rapat Kerja Nasional Forum Rektor PTMA 2025. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat ekosistem pendidikan Islam melalui percepatan digitalisasi kampus, pengembangan sumber daya manusia unggul, dan hilirisasi riset. BSI akan menyediakan layanan keuangan syariah terintegrasi untuk mendukung kegiatan akademik dan operasional di lingkungan PTMA. Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, menyebut kerja sama ini sebagai wujud komitmen BSI menjadi mitra strategis bagi dunia pendidikan Islam. “Kami ingin hadir sebagai sahabat finansial, spiritual, dan sosial bagi perguruan tinggi Muhammadiyah,” ujarnya. Acara tersebut turut dihadiri oleh Komisaris Utama BSI Muhadjir Effendy, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, serta lebih dari 130 rektor PTMA. Selain penandatanganan kerja sama, kegiatan juga diramaikan dengan seminar nasional, pameran layanan BSI, dan layanan kesehatan gratis dari BSI Maslahat. Langkah ini diharapkan mampu membantu kampus Muhammadiyah menghadapi tantangan era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 melalui transformasi digital yang berkelanjutan.
Menteri ESDM Bahlil Turunkan Tim Khusus Selidiki Kasus BBM Bermasalah di Jatim, Minta Waktu

SURYAMALANG.COM, MALANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah telah menurunkan tim khusus untuk menyelidiki dugaan kasus BBM bermasalah yang menyebabkan sejumlah kendaraan rusak usai mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina di beberapa wilayah Jawa Timur. Kejadian ini terjadi di sejumlah daerah, yakni di Malang, Lamongan, Gresik, Surabaya, Sidoarjo dan sejumlah daerah lainnya di Jatim. Pernyataan itu disampaikan Bahlil usai menghadiri Pembukaan Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10/2025). “Begitu saya mendarat, saya langsung panggil Dirut Pertamina Patra Niaga, BPH Migas, dan Lemigas untuk menerima laporan langsung,” “Sekarang tim saya masih berada di daerah sini, nanti saya akan rapat dengan mereka di bandara,” kata Bahlil. Bahlil menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam apabila ditemukan kesalahan dari pihak Pertamina. Ia memastikan sanksi tegas akan diberikan bila terbukti ada pelanggaran dalam distribusi atau kualitas BBM. “Kalau ditemukan ada pelanggaran yang dilakukan oleh Pertamina, maka pemerintah akan memberikan sanksi tegas,” “Tapi semuanya masih dalam proses. Kita harus cek dulu kebenarannya tentang kualitas minyaknya,” ujarnya. Bahlil menyebut, hasil uji laboratorium Lemigas terkait kualitas BBM yang diduga bermasalah di Jawa Timur akan keluar dalam 1–2 hari ke depan. Ia meminta masyarakat bersabar dan tidak berspekulasi sebelum hasil tersebut diumumkan resmi. “Saya belum bisa menyimpulkan benar atau tidaknya. Kita tunggu hasil kajian dari tim,” “Paling lama saya butuh waktu 1–2 hari, besok saya akan langsung memimpin rapat di Jakarta,” tegasnya. Adapun tim investigasi yang diturunkan terdiri dari perwakilan Ditjen Migas, Lemigas, BPH Migas, dan Pertamina Patra Niaga. Mereka akan memeriksa rantai distribusi BBM, mulai dari sumber hingga ke SPBU, untuk mencari tahu di mana letak persoalan sebenarnya. Sementara itu, ketika ditanya soal skema ganti rugi bagi masyarakat yang kendaraannya terdampak, Bahlil mengatakan hal itu baru bisa dibahas setelah hasil penyelidikan keluar. “Nanti kami akan melakukan pertemuan dengan Pertamina baru akan kami cek,” “Kalau memang benar rusak, nanti saya minta kepada Pertamina untuk membenahi semuanya,” tandasnya.
Kapolri Ajak Mahasiswa UMM Sinergi Hadapi Tantangan Global

Malang, Detikjatim – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya kerja kolektif seluruh elemen bangsa dalam menghadapi tantangan global dan menjaga stabilitas nasional. Mahasiswa juga diajak mendukung program pemerintah. Hal ini disampaikan Kapolri dalam sambutan penutupan Tanwir ke- XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Tahun 2025 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (31/10/2025). Kapolri menegaskan, perlunya kewaspadaan terhadap dinamika geopolitik global yang tengah bergejolak. Ia menyoroti lebih dari 110 konflik bersenjata di dunia, termasuk perang Rusia-Ukraina, konflik Israel-Palestina-Iran, serta perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. “Kondisi geopolitik saat ini tidak baik-baik saja. Konflik global ini berdampak pada ekonomi, pangan, dan energi. Dampaknya bisa menimbulkan masalah sosial yang harus kita hadapi bersama,” ujar Kapolri Listyo Sigit. Meski menghadapi ketidakpastian global, Kapolri menyebut kondisi ekonomi Indonesia masih relatif stabil. Pertumbuhan ekonomi nasional berada pada kisaran 3,3 persen di 2024 dan diproyeksikan tetap kuat pada 2025, berkat kerja sama lintas sektor yang solid. Ia menekankan bahwa pemerintah berupaya memperkuat ketahanan pangan, energi, dan air sebagai pondasi kemandirian nasional. Presiden Prabowo, kata Kapolri, telah menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas utama menghadapi krisis global. Polri sendiri turut mendukung program swasembada pangan melalui penanaman jagung di lahan Polri seluas lebih dari 1 juta hektare di mana saat ini telah terealisasi sekitar 566 ribu hektare. Program ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan impor bahan pokok dan memperkuat ketahanan pangan nasional. “Kami membuka kesempatan bagi masyarakat dan organisasi untuk berkolaborasi. Ini kerja kolektif, bukan kerja Superman,” tegasnya. Kapolri juga menyinggung pentingnya memanfaatkan bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncak pada tahun 2030-2035. Momentum ini, menurutnya, hanya terjadi sekali dan harus dikelola dengan baik agar tidak berubah menjadi bencana demografi. Untuk itu, pemerintah tengah meluncurkan berbagai program strategis, seperti makan bergizi gratis, pembangunan sekolah rakyat dan ekosistem sekolah unggulan termasuk program magang dan vokasi dengan kuota hingga 100 ribu peserta. Program tersebut bertujuan menyiapkan generasi muda yang kompeten dan siap bersaing di pasar kerja nasional maupun global. Selain isu ekonomi, Kapolri menyoroti tantangan serius di bidang sosial, terutama penyalahgunaan teknologi digital dan narkoba. Berdasarkan data global, misinformasi dan disinformasi kini menjadi salah satu ancaman terbesar bagi stabilitas sosial. Ia mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial. “Saring sebelum sharing. Dunia digital bisa membawa kemajuan, tapi juga bisa merusak sendi kehidupan berbangsa,” ujarnya. Kapolri juga menegaskan komitmen Polri dalam memerangi peredaran narkoba yang disebutnya sebagai ancaman nyata terhadap masa depan bangsa. Dalam satu tahun terakhir, Polri telah menggagalkan peredaran 214,88 ton narkotika berbagai jenis yang jika lolos ke pasaran berpotensi dikonsumsi oleh lebih dari 600 juta jiwa. Di akhir sambutannya, Kapolri mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk kader-kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta terus menyuarakan aspirasi dengan cara yang konstruktif. “Kebebasan berekspresi adalah hak yang dijamin konstitusi. Tapi kita juga harus menjaga hak orang lain dan menghindari provokasi. Kita butuh persatuan untuk menjaga Indonesia,” tutup Kapolri.