Rekor 6.250 Peserta: Fun Run UMM Tutup Student Day, Buka Rektor Cup 2026

Rekor 6.250 Peserta: Fun Run UMM Tutup Student Day, Buka Rektor Cup 2026, Minggu (7/6/2026). MALANG (SurabayaPost.id) – Suasana halaman depan Kampus Universitas Muhammadiyah Malang pecah, Minggu (7/6/2026). Sebanyak 6.250 mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga alumni tumpah ruah mengikuti Fun Run akbar. Kegiatan ini sekaligus menandai penutupan Student Day dan pembukaan Rektor Cup UMM 2026. Massa peserta memulai lari pagi dengan rute mengelilingi kawasan kampus. Mayoritas peserta berasal dari mahasiswa angkatan 2025. Sisanya merupakan dosen, tendik, dan alumni dari berbagai fakultas. Antusiasme ribuan peserta menegaskan kuatnya budaya kebersamaan di UMM. Rektor UMM, Nazaruddin Malik, mengatakan Fun Run bukan sekadar ajang olahraga. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana membangun karakter, kesehatan, serta kemampuan sosial mahasiswa. “Melalui Student Day, mahasiswa ditempa untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan sosial yang sesungguhnya. Mereka belajar berinteraksi, bekerja sama, dan memahami dinamika masyarakat sejak awal masa studinya,” ujar Nazaruddin di sela kegiatan. Rektor UMM, Nazaruddin Malik, memberikan keterangan kepada wartawan. Nazaruddin menyebut penyelenggaraan tahun ini istimewa. Untuk pertama kalinya, penutupan Student Day dan pembukaan Rektor Cup dikemas dalam satu kegiatan yang melibatkan ribuan orang. “Rektor Cup dan Student Day merupakan forum penting bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan berinteraksi sosial, baik dengan sesama mahasiswa maupun dengan sivitas akademika lainnya. Dari proses itu tumbuh kedewasaan yang akan menjadi bekal ketika mereka hidup dan berkarya di tengah masyarakat,” jelasnya. Ia menambahkan, Student Day adalah tradisi akademik khas UMM yang berlangsung satu semester penuh sejak mahasiswa baru masuk kuliah. Program ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman sosial dan kemasyarakatan agar lebih siap beradaptasi. Sebanyak 6.250 mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga alumni tumpah ruah mengikuti Fun Run akbar. Menurutnya, Tradisi Student Day dan Rektor Cup bukan agenda baru. Keduanya sudah berlangsung sejak era kepemimpinan mantan Rektor UMM, Muhadjir Effendy, dan terus dipertahankan sebagai budaya akademik kampus. ​”Ini tradisi yang sudah berlangsung sejak zaman Pak Muhadjir sebagai rektor, baik Rektor Cup maupun Student Day. Jadi ini bukan hal yang baru,” jelasnya. Tak hanya olahraga, Fun Run juga diramaikan puluhan stan UMKM. Sebagian besar pelaku usaha adalah mahasiswa UMM yang mengembangkan bisnis mandiri, didukung partisipasi warga sekitar kampus. Kehadiran UMKM memberi ruang bagi mahasiswa mengasah jiwa kewirausahaan. Produk-produk kreatif mereka langsung dikenalkan ke ribuan peserta dan pengunjung yang hadir. Melalui penyelenggaraan Fun Run dan Rektor Cup 2026, UMM menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan pendidikan yang unggul secara akademik sekaligus membentuk mahasiswa yang sehat, adaptif, berjiwa sosial, dan siap menghadapi tantangan zaman. (lil).

Fun Tahes Tandai Dibukanya Rector Cup UMM 2026 di Malang

MALANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Sekitar 6.000 sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengikuti Fun Tahes Rector Cup 2026 di lingkungan kampus sebagai pembuka kompetisi tingkat universitas, Minggu 7 Juni 2026. Kegiatan diawali dari Helipad Kampus III dengan menempuh rute lari sejauh lima kilometer sambil mengampanyekan gaya hidup sehat. Sejumlah doorprize mulai dari tablet, smartphone, hingga hadiah utama berupa sepeda motor listrik disiapkan bagi peserta yang beruntung. Rektor UMM, Prof Dr Nazaruddin Malik, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan menjadi energi positif bagi seluruh elemen kampus.

Fun Run Rektor Cup UMM 2026, Libatkan Ribuan Massa di Helipad Kampus

JAVASATU.COM– Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) secara resmi membuka gelaran akbar Rektor Cup UMM 2026 yang diawali dengan seremonial Fun Run dan Uklam Tahes di area Helipad Kampus III UMM, Minggu (07/06/2026) pagi. Momentum ini terasa semakin istimewa karena diselenggarakan bersamaan dengan upacara penutupan tradisi akademik Student Day. Ribuan peserta telah memadati lokasi sejak pukul 05.30 WIB untuk melakukan registrasi dan mengikuti senam sehat pembuka. Acara seremonial kemudian dilanjutkan dengan sambutan langsung oleh Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si. Dalam wawancaranya, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si menegaskan pentingnya kedua forum besar ini bagi mahasiswa. Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si (pegang bendera pemberangkatan) melepas para peserta Fun Run di Helipad UMM 2026. (Foto: Julian Sukrisna/Javasatu.com) “Kegiatan hari ini menandai diawali Rektor Cup Tahun 2026 sebagai salah satu tradisi di UMM untuk memberikan tempat bagi minat dan bakat mahasiswa baik di bidang seni, olahraga, dan kreativitas lainnya. Sekaligus juga menandai berakhirnya sebuah tradisi akademik yang lain di UMM. Yaitu Student day yang dilaksanakan selama satu semester penuh. Sejak mahasiswa baru masuk untuk menempa mereka, mempersiapkan diri dengan pengalaman-pengalaman hidup kemasyarakatan agar mudah beradaptasi di masyarakat kelak. Saya kira itu yang paling penting,” ujar Prof. Nazaruddin Malik. Lebih lanjut, Rektor memaparkan rincian jumlah massa dan keterlibatan berbagai elemen sivitas akademika serta alumni yang ikut membanjiri area Helipad kampus pagi hari ini. “Ini yang ikut sekitar 5 ribuan, hampir 6.250 adalah sebagian besar mahasiswa angkatan tahun 2025. Dan tentu sisanya adalah sivitas akademika yang lain, baik dosen, tendik, dan juga alumni dari beberapa fakultas ikut meramaikan pada hari ini,” jelasnya.

Mahasiswa UMM Raih Juara Nasional Lewat Teknologi AR dan VR untuk Pendidikan Inklusif

pwmu.co –Akses pendidikan inklusif yang merata di era digital masih menjadi tantangan di Indonesia, khususnya bagi anak berkebutuhan khusus. Menjawab persoalan tersebut, dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menciptakan inovasi media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) untuk anak tunarungu.Inovasi bertajuk “Media Pembelajaran IPA Berbasis AR dan VR untuk Pengenalan Flora dan Fauna” tersebut sukses mengantarkan tim mahasiswa UMM meraih Gold Medal sekaligus Juara 3 Nasional Kategori Pendidikan dalam ajang Mandalika Essay Competition 2026 yang digelar di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Tim tersebut terdiri atas Reynald Dimas Saputra dari Program Studi Hukum dan Devi Putri Susilo dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Dalam kompetisi yang diselenggarakan Universitas Mataram bersama Lembaga Nusantara Muda pada 16–18 Mei 2026 itu, karya mereka berhasil menembus 100 besar dari sekitar 400 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Setelah melalui serangkaian seleksi dan presentasi final, inovasi tersebut dinobatkan sebagai salah satu karya terbaik pada subtema pendidikan sekaligus meraih posisi ketiga tingkat nasional. Reynald menjelaskan bahwa ide tersebut lahir dari kepedulian terhadap masih terbatasnya media pembelajaran yang mampu mengakomodasi kebutuhan anak tunarungu. Menurutnya, anak tunarungu memiliki kemampuan visual yang sangat baik sehingga pendekatan pembelajaran berbasis teknologi visual menjadi solusi yang relevan. “Kami melihat masih banyak media pembelajaran yang belum cukup mengakomodasi kebutuhan anak tunarungu. Padahal mereka memiliki kemampuan visual yang sangat baik. Dari situ, kami mencoba menghadirkan solusi dengan memanfaatkan teknologi AR dan VR sebagai media pembelajaran,” ungkap Reynald. Melalui teknologi tersebut, materi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), khususnya pengenalan flora dan fauna, disajikan dalam bentuk visual tiga dimensi sehingga lebih mudah dipahami oleh peserta didik. Agar gagasan tersebut tidak berhenti pada konsep semata, tim mahasiswa UMM juga menggandeng mahasiswa Teknik Informatika untuk mengembangkan prototipe awal aplikasi. Langkah ini dilakukan agar inovasi yang dirancang memiliki peluang lebih besar untuk diterapkan secara nyata di dunia pendidikan. “Harapan kami tentu inovasi ini bisa diwujudkan menjadi aplikasi nyata, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh anak-anak tunarungu di Indonesia,” ujarnya. Dengan pengembangan tersebut, media pembelajaran berbasis AR dan VR diharapkan dapat menjadi alternatif pembelajaran yang lebih interaktif dan inklusif. Keberhasilan tim mahasiswa UMM ini mendapat apresiasi dari Kepala Bagian Penalaran Kemahasiswaan UMM, Ali Multazam, S.Ft., Physio., M.Sc. Ia menilai prestasi tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani mahasiswa, mulai dari riset, diskusi, penyusunan ide, hingga penyempurnaan gagasan sebelum kompetisi berlangsung. “Prestasi ini bukan sesuatu yang didapatkan secara instan. Mereka telah mempersiapkan semuanya sejak awal, mulai dari pengembangan ide, diskusi, hingga penyempurnaan gagasan. Saya sangat mengapresiasi kerja keras dan dedikasi yang telah mereka tunjukkan selama mengikuti kompetisi ini,” tegasnya. Prestasi yang diraih mahasiswa UMM menjadi bukti bahwa kepedulian sosial yang dipadukan dengan kemajuan teknologi mampu melahirkan solusi yang inovatif dan aplikatif. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah menuju terwujudnya ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan setara bagi anak berkebutuhan khusus di Indonesia. Selain itu, capaian tersebut juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus menghadirkan karya-karya yang mampu menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat melalui pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penulis : Humas UMM | Editor : Satria

Dosen UMM Masuk Top 5 Persen Ilmuwan Berpengaruh, Sisihkan Jutaan Peneliti dari Seluruh Dunia

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Dosen Program Studi Teknik Industri UMM, Prof Ir Ilyas Masudin MLogSCM PhD, berhasil menembus jajaran World Top 5% Scientist versi SciRank Global Registry 2025. Pemeringkatan bergengsi yang diumumkan pada awal tahun ini tersebut menyeleksi lebih dari 10 juta ilmuwan aktif di seluruh dunia menggunakan basis data OpenAlex tanpa membedakan bidang keilmuan. Penilaian dilakukan berdasarkan Normalized Composite Score yang mengukur keseimbangan antara produktivitas publikasi dan dampak sitasi. Berkat capaian tersebut, Prof Ilyas masuk dalam kelompok lima persen ilmuwan paling berpengaruh di dunia. Mengetahui namanya masuk dalam daftar prestisius tersebut, Prof Ilyas mengaku terkejut sekaligus bangga. Menurutnya, penilaian dilakukan secara objektif terhadap jutaan peneliti dari berbagai negara dan disiplin ilmu. “Saya cukup kaget karena informasi ini justru saya ketahui dari kolega. Apalagi, lembaga tersebut melakukan penilaian terhadap lebih dari 10 juta peneliti di seluruh dunia secara objektif tanpa membedakan bidang keilmuan,” ungkapnya. Kepakaran Prof Ilyas berfokus pada bidang logistik, rantai pasok, dan optimisasi. Rekam jejak akademiknya juga sangat impresif dengan 126 dokumen terindeks Scopus, H-index 24, serta lebih dari 1.500 sitasi. Secara keseluruhan, ia telah menghasilkan 195 artikel ilmiah dengan total sitasi di Google Scholar mencapai 3.540 kali serta dua paten unggulan. Menurutnya, riset yang dilakukan selama ini selalu diarahkan pada isu-isu mutakhir, khususnya yang berkaitan dengan rantai pasok energi terbarukan agar dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. “Saya selalu mengedepankan riset yang mutakhir, yaitu memfokuskan diri pada rantai pasok energi terbarukan agar hasil penelitian kita punya dampak yang luas dan masif di tengah masyarakat,” jelasnya. Pencapaian tersebut juga didukung ekosistem keilmuan UMM melalui berbagai skema pendanaan riset berkelanjutan serta keberadaan Supply Chain Research and Innovation Center yang dikoordinasikannya. Terkait pengembangan riset, Prof Ilyas menekankan pentingnya kepekaan peneliti terhadap isu-isu terkini agar ide yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan zaman. “Kita harus bisa membaca tanda zaman dan isu terbaru, karena dari situlah sebenarnya peluang kita untuk memunculkan ide riset yang bisa berkontribusi langsung pada masyarakat,” pesannya. Keberhasilan menembus jajaran ilmuwan berpengaruh dunia ini diharapkan tidak hanya menjadi pencapaian personal, tetapi juga memacu semangat sivitas akademika UMM untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang berdampak. Dedikasi tersebut menjadi bukti bahwa integritas riset yang dibarengi inovasi dan konsistensi akan memperoleh pengakuan global. Ke depan, kolaborasi riset internasional akan terus diperluas guna mengukuhkan posisi UMM sebagai perguruan tinggi unggul yang melahirkan riset berdampak bagi kemajuan peradaban. (Faqih/AS)

Berkat Reboisasi Pujon Hill, UMM Selamatkan Empat Dusun dari Krisis Air Bersih

KLIKMU.CO – Di tengah ancaman krisis air bersih dan pemanasan global yang memicu kekeringan ekstrem di berbagai wilayah, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan solusi ekologis yang nyata. Melalui program rehabilitasi dan reboisasi berkelanjutan di kawasan Pujon Hill yang dimulai sejak 2019, Kampus Putih berhasil mengembalikan fungsi resapan hutan dan meningkatkan debit air secara signifikan. Langkah pelestarian tersebut bahkan mampu menghidupkan kembali sejumlah mata air yang sebelumnya sempat mengering. Keberhasilan ini tidak lepas dari proses inventarisasi sumber daya alam yang dilakukan secara serius oleh UMM. Staf Ahli Pujon Hill Dr Tatag Muttaqin SHut MSc menjelaskan, setelah dilakukan pemetaan potensi alam dan perbaikan ekosistem hutan secara bertahap, volume air mengalami peningkatan yang ditandai dengan munculnya sejumlah sumber mata air baru. “Kita rehab, kita perbaiki hutannya, akhirnya debitnya bertambah besar dan muncul beberapa mata air baru. Mata air-mata air yang dulu mati sekarang sudah mulai hidup lagi,” ujarnya. Salah satu strategi utama yang dilakukan UMM adalah pemanfaatan bambu dan tanaman keras di area buffer zone atau zona penyangga. Program ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama berbagai pihak eksternal. Penanaman difokuskan pada lahan seluas 15 hektare dari total 80 hektare kawasan hutan, terutama di wilayah lereng dan sempadan sungai yang menjadi area prioritas konservasi. Menurut Tatag, pemilihan bambu didasarkan pada kemampuannya dalam menyimpan dan menjaga cadangan air tanah. “Kalau dengan bambu itu insyaallah potensial menghadirkan air karena bambu memiliki kemampuan menyimpan air,” jelasnya. Kini, aliran air bersih dari kawasan Pujon Hill telah menjadi penopang kebutuhan masyarakat yang selama ini rentan mengalami krisis air. Air tersebut dimanfaatkan oleh warga di empat dusun yang tersebar di dua desa. Keempat wilayah penerima manfaat tersebut meliputi Dusun Ngepreh dan Dusun Tretes di Desa Bendosari, serta Dusun Talesan dan Dusun Kedungrejo di Desa Sukomulyo. “Kalau mereka tidak mendapatkan air dari sini, tentu akan kesulitan mencari sumber air bersih,” tambahnya. Ke depan, tim UMM akan melakukan perhitungan teknis untuk mengukur secara pasti volume debit air yang berhasil diselamatkan dan dihasilkan melalui program konservasi tersebut. Kisah sukses reboisasi di Pujon Hill menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. UMM berharap upaya ini dapat menjadi inspirasi dan model pelestarian lingkungan bagi berbagai institusi lain, sekaligus memperkuat kesadaran bersama untuk menjaga ekosistem dan kedaulatan air bersih bagi generasi mendatang. (Faqih/AS)

Dari Kine Club UMM Menuju Negeri Ginseng: Kisah Distya Taklukkan Kerasnya Industri Hiburan Korea

pwmu.co –Demam Hallyu atau ekspansi budaya pop Korea Selatan terus menggurita dan digandrungi oleh anak muda Indonesia.Menariknya, Distya Putri Handayani memilih jalan yang jauh lebih menantang. Alih-alih sekadar menjadi penggemar penikmat karya, alumnus Program Studi Hukum Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini sukses menembus ketatnya persaingan dan berkarier langsung di industri kreatif Korea Selatan. Kini, ia tidak hanya bekerja di perusahaan hiburan di sana, tetapi juga terlibat penuh dalam memproduksi berbagai program televisi yang menggandeng jajaran idol K-Pop ternama. Dalami Bahasa di Yonsei University Distya, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa peluang emas tersebut bermula ketika ia memutuskan terbang ke Korea Selatan untuk mendalami bahasa di Yonsei University pasca lulus dari UMM. Di tengah kesibukannya sebagai pelajar, ia menerima tawaran kerja paruh waktu di sebuah perusahaan kreatif. Berkat dedikasi dan kinerjanya, ia diberi kepercayaan untuk menginisiasi dan mengeksekusi program memasak hidangan khas Nusantara bersama para bintang K-Pop, yang sukses tayang hingga dua musim berturut-turut. Kini, ia menempati posisi strategis di divisi pemasaran perusahaan tersebut. “Karena bosku suka dengan kinerjaku, akhirnya dibuatlah satu program dari ideku, yaitu masak-masak masakan Indonesia bersama idol-idol Korea” jelas perempuan asal Jakarta tersebut. Keberhasilannya menembus industri hiburan internasional tentu tidak diraih secara instan. Distya menceritakan bahwa minat dan fondasi kompetensinya di dunia kreatif murni dipupuk semenjak ia menjadi mahasiswa baru di Kampus Putih. Kala itu, ia memutuskan bergabung dengan Kine Club UMM. Di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) inilah ia ditempa memegang peran vital, mulai dari asisten manajer yang mengurus manajerial jadwal hingga menjadi produser untuk berbagai produksi karya audiovisual. Selain itu ia juga aktif menjadi partimer di Humas UMM yang bertanggung jawab dalam bagian fotografi dan videografi. “Aku ikut UKM Kine Club sejak jadi mahasiswa baru. Di sana awal mula aku belajar tentang dunia kreatif. Selain itu aku juga menjadi salah satu bagian tim ciptavisual di humas UMM. Ilmu yang aku dapat salam di UKM Kine dan partimer humas UMM juga terpakai banget” ujarnya. Krisis FinansiaL Sebelum menjejakkan kaki di Negeri Ginseng, Distya telah mematangkan pengalamannya di industri hiburan Tanah Air. Ia sempat bekerja di agensi artis di Jakarta dengan menangani hingga 16 selebritas, menjadi personal assistant manager figur publik, hingga bergabung memproduksi film pendek bersama rumah produksi Frame Ritz pada 2020. Meski memiliki portofolio mentereng, langkah awalnya di Korea sempat dihantam krisis finansial yang memaksanya membuka bisnis jasa titip (jastip) lintas negara demi menyambung hidup. “Waktu awal di Korea aku sempat bingung karena habis tertimpa musibah dan rugi besar secara finansial. Sempat mau nyerah karena biaya hidup di sana mahal” ungkapnya. Bertahan dan bekerja di episentrum industri K-Pop pada akhirnya memberikan wawasan baru bagi Distya, terutama terkait dinamika komunikasi profesional di lapangan. Ia menyoroti tingginya standar kerja serta ketatnya batasan privasi bagi para idol Korea yang harus dihormati oleh seluruh kru produksi. “Kita nggak bisa sembarangan berinteraksi walaupun sebagai kru. Jadi harus benar-benar menjaga sopan santun dan attitude” katanya menekankan pentingnya etika kerja. Merangkum perjalanan panjangnya yang sarat akan dinamika, Distya menitipkan pesan inspiratif kepada seluruh mahasiswa UMM agar tidak takut menggantungkan cita-cita di panggung global. Baginya, konsistensi dan keberanian untuk terus berproses adalah kunci utama mendobrak segala keterbatasan. “Tidak ada yang nggak mungkin selama kita tekuni apa yang kita mau. Capek boleh, tapi nyerah jangan” pungkasnya.  Penulis : Humas UMM | Editor : Danar Trivasya Fikri

Sempat Awali Pekerjaan sebagai Petugas Kebersihan Gudang

KOTA MALANG, RADAR MALANG – JARUM jam menunjukkan pukul 18.00 di Kota Gdynia, Polandia. Sore itu, satu per satu pelanggan mulai berdatangan ke Tera Thai Salon Day Spa. Sebagian besar sudah melakukan reservasi sejak beberapa hari sebelumnya. Di tengah ramainya aktivitas, Galang tak hanya memantau operasional usaha yang dirintisnya. Sesekali dia turut membantu resepsionis melayani pelanggan yang datang. Pemandangan itu jauh berbeda dibanding lima tahun lalu saat pertama kali menginjakkan kaki di Polandia. Kala itu, pria alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut datang sebagai perantau yang belum memiliki pekerjaan tetap. Kini, dia justru menjadi pemilik usaha spa dengan omzet mencapai Rp 500 juta hingga Rp 600 juta per bulan. Perjalanan itu dimulai pada Mei 2021, ketika pandemi Covid-19 masih membatasi mobilitas masyarakat di berbagai negara. Saat banyak orang memilih bertahan di rumah, Galang justru nekat merantau ke Eropa. ”Keinginan ke luar negeri sebenarnya sejak 2020. Karena pembatasan di Indonesia lebih ketat, sehingga 2021 saya paksa pergi,” ujarnya. Polandia bukanlah tujuan utama. Impian awalnya adalah Australia. Namun, empat kali pengajuan visa negara tersebut selalu berujung penolakan. Kesempatan juga belum berpihak ketika mencoba jalur ke Selandia Baru dan Kanada. Hingga akhirnya seorang teman memberinya informasi bahwa Polandia membuka peluang bagi pekerja asing. Kesempatan itu langsung dicoba. Dalam pengajuan pertama, visanya disetujui. Setelah menjalani tes Covid-19 dan karantina setibanya di Polandia, Galang mulai mencari pekerjaan. Lulusan prodi Agribisnis itu sebenarnya berharap bekerja sesuai latar belakang pendidikannya di bidang peternakan. Namun kenyataan berkata lain. Agensi yang menyalurkannya justru menempatkan dia sebagai petugas kebersihan gudang. Setiap hari, pekerjaannya membersihkan area produksi, mengangkut kardus, hingga membereskan limbah sisa kegiatan industri. Pekerjaan fisik itu menjadi pintu masuk yang umum bagi pekerja migran karena tidak membutuhkan kemampuan bahasa Polandia yang tinggi. Namun, pekerjaan tersebut hanya bertahan dua bulan akibat kecelakaan kerja yang di alaminya. Setelah itu, Galang beralih menjadi penjual kebab.

Mahasiswa UMM Juara Nasional Berkat Inovasi Visual Flora Fauna bagi Tunarungu

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjawab tantangan terhadap akses pendidikan inklusif yang merata di era digitalisasi. Kampus Putih menyadari bahwa akses pendidikan inklusif yang merata pada era digitalisasi masih menjadi pekerjaan rumah bagi Indonesia, khususnya bagi anak berkebutuhan khusus. Maka, tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menciptakan inovasi media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) khusus anak tunarungu. Gagasan bertajuk ‘Inovasi Media Pembelajaran IPA Berbasis AR dan VR untuk Pengenalan Flora dan Fauna’ ini sukses mengantarkan mereka meraih Gold Medal sekaligus Juara 3 Nasional kategori Pendidikan dalam ajang Mandalika Essay Competition 2026 di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Tim yang terdiri dari Reynald Dimas Saputra (Prodi Hukum) dan Devi Putri Susilo (Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia) ini sukses menyingkirkan ratusan pesaingnya. Pada kompetisi yang diselenggarakan Universitas Mataram bersama Lembaga Nusantara Muda pada 16–18 Mei 2026 lalu, inovasi mereka masuk 100 besar dari 400 peserta se-Indonesia, hingga akhirnya menyabet gelar karya terbaik di subtema pendidikan dan menjuarai babak final. Inovasi ini lahir dari kepedulian mereka terhadap kesenjangan fasilitas belajar bagi anak berkebutuhan khusus yang dinilai masih minim mengakomodasi potensi visual. Reynald menjelaskan bahwa anak tunarungu memiliki ketajaman visual yang sangat baik, sehingga teknologi AR dan VR adalah jawaban yang tepat untuk menggantikan metode konvensional. “Kami melihat masih banyak media pembelajaran yang belum cukup mengakomodasi kebutuhan anak tunarungu. Padahal mereka memiliki kemampuan visual yang sangat baik. Dari situ, kami mencoba menghadirkan solusi dengan memanfaatkan teknologi AR dan VR sebagai media pembelajaran,” ungkap Reynald pada rilis UMM Jumat (5/6). Gagasan tersebut dirancang secara spesifik untuk membedah mata pelajaran IPA dalam wujud tiga dimensi agar mudah dipahami. Guna memastikan ide ini tidak berhenti di atas kertas, ia menjelaskan bahwa timnya telah menggandeng mahasiswa Teknik Informatika UMM guna merancang prototipe awal aplikasi agar siap diimplementasikan. “Harapan kami tentu inovasi ini bisa diwujudkan menjadi aplikasi nyata, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh anak-anak tunarungu di Indonesia,” ujarnya lagi. Keberhasilan ini tak lepas dari peran Kepala Bagian Penalaran Kemahasiswaan UMM, Ali Multazam, S.Ft., Physio., M.Sc. Ia menilai capaian gemilang anak didiknya adalah buah dari proses riset, diskusi panjang, serta konsistensi mereka sejak awal penyusunan esai hingga tahap final. “Prestasi ini bukan sesuatu yang didapatkan secara instan. Mereka telah mempersiapkan semuanya sejak awal, mulai dari pengembangan ide, diskusi, hingga penyempurnaan gagasan. Saya sangat mengapresiasi kerja keras dan dedikasi yang telah mereka tunjukkan selama mengikuti kompetisi ini,” tegasnya. Raihan prestasi di tingkat nasional ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial yang dipadukan dengan kemajuan teknologi mampu melahirkan solusi aplikatif. Pihak kampus berharap inovasi dari mahasiswa UMM ini dapat menjadi pionir dalam mewujudkan ekosistem pendidikan inklusif yang lebih setara, serta memacu mahasiswa lain untuk terus berkarya meretas batas-batas keterbatasan. Editor: YAN

Menyoroti Kondisi Hutan Papua di Hari Lingkungan Hidup Dunia

timesindonesia.co.idMALANG – Kondisi hutan di Inaadonesia, khususnya yang berada di Papua mendapat sorotan di Hari Lingkungan Hidup Dunia. Pakar kehutanan dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Tatag Muttaqin menjelaskan bahwa hutan Papua sebagai salah satu paru-paru global telah menyumbangkan lebih dari dua juta hektare lahan (deforestasi) dengan alasan ketahanan pangan. Menurut Tatag, hutan Papua merupakan pertahanan terakhir hutan Indonesia. Akan tetapi, fakta yang terjadi ternyata Papua tidak dapat menghadapi tekanan politik terkait “ketahanan pangan” tersebut. “2-3 tahun lalu saya masih berani bicara bahwa hutan Papua kita the last frontier, tapi mendengar informasi dari teman-teman pemerhati lingkungan, ternyata Papua tidak bisa menghadapi tekanan politik itu,” ujarnya pada TIMES Indonesia, Jumat (5/6/2026). Lebih lanjut, Tatag menambahkan bahwa sebenarnya masih banyak lahan yang lebih luas dan ideal untuk dimanfaatkan guna mendukung program ketahanan pangan tersebut tanpa harus membabat hutan Papua. Contohnya seperti hutan bekas HPH atau HTI yang berada di Kalimantan, Sulawesi, dan daerah lainnya. “Saya kira hutan bekas HPH atau yang lahan yang sudah terbuka lainnya dapat dimanfaatkan untuk proyek ketahanan pangan, bukan malah membuka lahan baru,” ujarnya. Pakar Kehutanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Tatag Muttaqin, S.Hut., M.Sc., IPM., (FOTO: Tatag for TIMES Indonesia) Ia juga menyinggung gelar Indonesia sebagai “paru-paru dunia”, menurutnya, apabila melihat kondisi saat ini, prestasi tersebut memiliki banyak tantangan untuk dipertahankan. Apalagi saat ini, lanjutnya, intervensi terkait hutan cukup masif untuk membuka open lock area. Apabila kondisi ini terus berlanjut dan tidak ada alternatif atau solusi lainnya, maka julukan “paru-paru dunia” menurut Tatag sudah tidak pantas lagi. “Kalau dalam waktu dekat masih seperti ini, saya kira kita sudah bukan paru-paru dunia,” tuturnya. Tatag menilai persoalan utama kehutanan di Indonesia terletak pada aspek tata kelola hutan yang masih lemah. Menurutnya, berbagai permasalahan telah muncul sejak tahap perencanaan, termasuk dalam pengelolaan dan pengambilan kebijakan oleh pihak yang bertanggung jawab terhadap kawasan hutan. Ia pun menyarankan kepada para pengelola kawasan hutan untuk dapat mengelola dengan baik. Terkadang, lanjutnya, orientasi saat ini adalah tertuju pada sektor ekonomi hingga kepentingan politik. “Pengelola kawasan hutan kita masih lemah, terkadang orientasi sekarang lebih ke arah ekonomi atau kepentingan politik, wah ya sudah selesai,” kata dia. Tatag menambahkan, dengan perencanaan yang matang, transparansi kepada masyarakat, konsultasi publik, maka faktor-faktor yang dinilai dapat merusak kawasan hutan dapat diminimalisasi.