Bahaya Pembangunan di Lereng Gunung Tanpa Kaidah Konservasi

timesindonesia.co.id MALANG – Maraknya pembangunan yang terjadi di kawasan lereng gunung dinilai berpotensi mengancam fungsi ekologis hutan sebagai daerah resapan air dan penyangga kehidupan masyarakat di wilayah hilir. Hal tersebut disampaikan oleh pakar kehutanan dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Tatag Muttaqin, buntut penolakan masyarakat terkait alih fungsi lahan di kawasan lereng Gunung Arjuno-Welirang beberapa waktu lalu. Tatag mengingatkan agar setiap rencana pembangunan di wilayah pegunungan memperhatikan prinsip konservasi dan daya dukung lingkungan. Menurutnya, kawasan dengan kemiringan lebih dari 45 persen umumnya berfungsi sebagai daerah tangkapan dan resapan air yang berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem. “Saya sebagai akademisi sangat prihatin apabila terjadi hal-hal seperti itu, karena secara teori, kawasan dengan kemiringan 45 persen adalah wilayah resapan air dan berfungsi sebagai perlindungan,” jelasnya kepada TIMES Indonesia, Jumat (5/6/2026). Ia juga menjelaskan bahwa kawasan lereng gunung adalah tempat flora dan fauna hidup. Lanjutnya, hilangnya vegetasi di kawasan lereng dapat meningkatkan risiko erosi dan degradasi lingkungan. Selain itu, tanah kehilangan lapisan atas atau topsoil yang selama ini menjadi sumber utama kesuburan lahan. Menurut Tatag, dampak kerusakan tersebut tidak hanya dirasakan lingkungan, tetapi juga masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam di kawasan hulu. Penurunan kualitas tanah berpotensi menurunkan produktivitas pertanian dan mendorong penggunaan pupuk kimia secara berlebihan. “Kesuburan tanah akan menurun, kemudian masyarakat akan menggunakan bahan kimia untuk pertaniannya, dan itu akan berdampak pada manusia apabila berkepanjangan,” imbuhnya. Selain itu, pembukaan lahan di lereng gunung juga berpotensi mengurangi debit mata air yang selama ini menjadi sumber kebutuhan masyarakat. Pohon dan vegetasi yang hilang membuat air hujan tidak terserap optimal ke dalam tanah sehingga cadangan air tanah terus berkurang. “Apalagi kalau di kawasan lereng gunung dibangun hotel atau tempat wisata, saya yakin airnya ambil di arteri mata air, dan masyarakat bawah juga akan terkena imbasnya,” tambahnya. Sebagai akademisi kehutanan, Tatag menegaskan bahwa pembangunan di kawasan lereng gunung harus mengedepankan aturan konservasi. Ia mengingatkan bahwa orientasi ekonomi tidak boleh mengabaikan fungsi perlindungan lingkungan yang selama ini menopang kehidupan masyarakat. Selain menyoroti ancaman alih fungsi lahan di kawasan lereng gunung, ia juga mengajak generasi muda untuk lebih aktif dalam isu-isu lingkungan. Menurutnya, peran generasi muda tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan penanaman pohon, tetapi juga dapat dilakukan dengan menyebarluaskan informasi mengenai kondisi lingkungan melalui media sosial. Ia menilai generasi muda memiliki kekuatan besar dalam membangun kesadaran publik karena dekat dengan teknologi digital dan platform media sosial. Ia juga menekankan bahwa edukasi lingkungan harus diikuti dengan aksi nyata. “Apabila hal ini terus terjadi, masyarakat terutama generasi muda saat ini harus berisik di media sosial atau platform pemberitaan lainnya,” pungkasnya.

Bahaya Pembangunan di Lereng Gunung Tanpa Kaidah Konservasi

jatim.times MALANG – Maraknya pembangunan yang terjadi di kawasan lereng gunung dinilai berpotensi mengancam fungsi ekologis hutan sebagai daerah resapan air dan penyangga kehidupan masyarakat di wilayah hilir. Hal tersebut disampaikan oleh pakar kehutanan dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Tatag Muttaqin, buntut penolakan masyarakat terkait alih fungsi lahan di kawasan lereng Gunung Arjuno-Welirang beberapa waktu lalu. Tatag mengingatkan agar setiap rencana pembangunan di wilayah pegunungan memperhatikan prinsip konservasi dan daya dukung lingkungan. Menurutnya, kawasan dengan kemiringan lebih dari 45 persen umumnya berfungsi sebagai daerah tangkapan dan resapan air yang berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem. “Saya sebagai akademisi sangat prihatin apabila terjadi hal-hal seperti itu, karena secara teori, kawasan dengan kemiringan 45 persen adalah wilayah resapan air dan berfungsi sebagai perlindungan,” jelasnya kepada TIMES Indonesia, Jumat (5/6/2026). Ia juga menjelaskan bahwa kawasan lereng gunung adalah tempat flora dan fauna hidup. Lanjutnya, hilangnya vegetasi di kawasan lereng dapat meningkatkan risiko erosi dan degradasi lingkungan. Selain itu, tanah kehilangan lapisan atas atau topsoil yang selama ini menjadi sumber utama kesuburan lahan. Menurut Tatag, dampak kerusakan tersebut tidak hanya dirasakan lingkungan, tetapi juga masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam di kawasan hulu. Penurunan kualitas tanah berpotensi menurunkan produktivitas pertanian dan mendorong penggunaan pupuk kimia secara berlebihan.

Mahasiswa Negeri Gajah Putih Belajar di Kampus Putih UMM

MALANG POST – Program Studi Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat jejaring internasionalnya dengan menerima kedatangan dua mahasiswa student exchange dari Faculty of Physical Therapy, Mahidol University, Thailand. Pertukaran mahasiswa ini berlangsung selama tiga pekan, mulai 16 Mei hingga 7 Juni mendatang. Kedatangan mahasiswa asal Negeri Gajah Putih tersebut disambut langsung oleh Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS. Ia menjelaskan bahwa program pertukaran ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa asing untuk melakukan studi komparatif terkait sistem pendidikan maupun tata laksana pelayanan kesehatan antarnegara. Panduan & Petunjuk Perjalanan “Silakan ambil banyak pelajaran selama berada di Indonesia, khususnya di UMM. Thailand dan Indonesia tentu memiliki sistem pelayanan kesehatan yang berbeda.” “Sehingga pengalaman ini dapat menjadi ruang belajar yang sangat baik untuk memahami berbagai pendekatan dalam dunia kesehatan dan fisioterapi,” urainya. Sebagai catatan, kemitraan strategis antara Prodi Fisioterapi UMM dan Mahidol University telah terjalin kuat selama tiga tahun terakhir. Kedatangan mahasiswa pada pertengahan tahun 2026 ini menandai batch kelima dari keberlanjutan kerja sama antarkedua institusi pendidikan tersebut. Pada kesempatan yang sama, Siwat Matro mahasiswa asal Mahidol University, Thailand mengungkapkan bahwa belajar di kampus putih telah memberikannya perspektif baru, khususnya terkait pendekatan keilmuan fisioterapi dan pelayanan kesehatan masyarakat. Ia menambahkan, kesempatan berpraktik langsung di Puskesmas membuatnya lebih memahami sistem penanganan kesehatan tingkat dasar dan pendekatan preventif di Indonesia. Menurutnya, hal ini menjadi pengalaman komparatif yang sangat berharga untuk dibawa kembali ke Mahidol University. Selain berfokus pada esensi keilmuan, program mobilitas ini juga dirancang sebagai medium akulturasi dan pemahaman budaya. Wakil Dekan II FIKES UMM, Henik Tri Rahayu, S.Kep., Ns., MS., Ph.D., menegaskan. Bahwa penguatan relasi internasional dan pemahaman kultural memiliki urgensi yang sama pentingnya dengan pencapaian target akademik di dalam kelas. Ia juga berharap eskalasi program internasionalisasi semacam ini dapat terus ditingkatkan. Melalui sinergi lintas negara, diharapkan lahir tenaga kesehatan profesional yang tidak hanya mahir secara klinis saja. Tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kecakapan komunikasi lintas budaya, serta mampu beradaptasi dengan berbagai dinamika kesehatan di tingkat global.

Perkuat Jejaring Global, Fikes UMM Sambut Mahasiswa Exchange dari Mahidol University Thailand

pwmu.co –Program Studi Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat jejaring internasional melalui program pertukaran mahasiswa. Kali ini, FIKES UMM menerima dua mahasiswa student exchange dari Faculty of Physical Therapy, Mahidol University, Thailand. Program pertukaran mahasiswa tersebut berlangsung selama tiga pekan, mulai 16 Mei hingga 7 Juni 2026. Kehadiran mahasiswa asal Thailand ini menjadi bagian dari upaya internasionalisasi pendidikan sekaligus memperluas wawasan akademik dan budaya bagi kedua institusi. Kedatangan mahasiswa dari Negeri Gajah Putih tersebut disambut langsung oleh Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS. Menurutnya, program pertukaran mahasiswa menjadi momentum penting untuk melakukan studi komparatif terkait sistem pendidikan, pelayanan kesehatan, serta praktik fisioterapi yang diterapkan di masing-masing negara. “Silakan ambil banyak pelajaran selama berada di Indonesia, khususnya di UMM. Thailand dan Indonesia tentu memiliki sistem pelayanan kesehatan yang berbeda, sehingga pengalaman ini dapat menjadi ruang belajar yang sangat baik untuk memahami berbagai pendekatan dalam dunia kesehatan dan fisioterapi,” ujarnya. Ia menambahkan, pengalaman lintas negara seperti ini sangat penting untuk membentuk tenaga kesehatan yang memiliki perspektif global dan mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia kesehatan internasional. Kemitraan antara Program Studi Fisioterapi UMM dan Mahidol University telah terjalin selama tiga tahun terakhir. Kedatangan mahasiswa pada tahun 2026 ini menjadi batch kelima dari program kerja sama yang terus berkembang antara kedua perguruan tinggi tersebut. Hal ini menunjukkan komitmen bersama dalam membangun kolaborasi akademik yang berkelanjutan. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman akademik, tetapi juga kesempatan untuk memahami budaya, sistem pendidikan, dan layanan kesehatan di negara mitra. Salah satu mahasiswa Mahidol University, Siwat Matro, mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti program pertukaran di UMM.

Meningkatkan Kewaspadaan Mahasiswa Akuntansi terhadap Penyebaran Paham Terorisme di Era Digital

sorotnesia.com-Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat. Internet dan media sosial memungkinkan informasi beredar secara cepat, luas, dan tanpa batas geografis. Berbagai kemudahan tersebut menghadirkan manfaat besar dalam bidang pendidikan, komunikasi, ekonomi, hingga pengembangan pengetahuan. Mahasiswa, termasuk mahasiswa akuntansi, menjadi kelompok yang paling merasakan dampak positif dari kemajuan teknologi tersebut karena aktivitas akademik mereka semakin bergantung pada akses informasi digital. Di balik berbagai manfaat itu, ruang digital juga menghadirkan tantangan yang tidak bisa diabaikan. Salah satu ancaman yang semakin mendapat perhatian adalah penyebaran paham terorisme dan radikalisme melalui platform digital. Jika pada masa lalu proses penyebaran ideologi ekstrem lebih banyak dilakukan melalui pertemuan langsung dan jaringan tertutup, kini proses tersebut berkembang mengikuti kemajuan teknologi dengan memanfaatkan media sosial, aplikasi pesan instan, situs web, forum daring, hingga berbagai bentuk konten multimedia. Fenomena ini menjadi perhatian serius karena kelompok teroris semakin adaptif dalam memanfaatkan teknologi untuk menjangkau sasaran yang lebih luas. Mahasiswa sebagai kelompok yang aktif berinteraksi di ruang digital memiliki peluang besar untuk terpapar berbagai bentuk propaganda, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh sebab itu, peningkatan kewaspadaan dan kemampuan literasi digital menjadi kebutuhan yang mendesak. Tulisan ini disusun berdasarkan hasil wawancara dengan mahasiswa akuntansi, narasumber dari kepolisian, serta dosen hukum yang memberikan pandangan mengenai tingkat kewaspadaan mahasiswa terhadap penyebaran paham terorisme melalui platform digital. Ancaman Penyebaran Paham Terorisme di Era Digital Perkembangan Teknologi dan Media Digital Transformasi digital telah menjadikan media sosial sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa. Platform seperti Instagram, TikTok, WhatsApp, YouTube, dan berbagai aplikasi lainnya tidak hanya digunakan sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi sumber informasi dan ruang interaksi sosial. Kemudahan akses informasi tersebut memberikan banyak keuntungan bagi proses pembelajaran. Namun, karakteristik media digital yang terbuka juga memungkinkan berbagai pihak menyebarkan informasi tanpa proses verifikasi yang memadai. Dalam situasi seperti ini, konten yang mengandung propaganda, ujaran kebencian, maupun paham ekstrem dapat beredar dengan mudah dan menjangkau pengguna dalam jumlah besar. Berdasarkan hasil wawancara dengan narasumber kepolisian, penyebaran paham terorisme saat ini banyak memanfaatkan media sosial, penyebaran berita bohong secara masif, propaganda digital, hingga berbagai bentuk konten yang dirancang untuk memengaruhi cara berpikir masyarakat. Bahkan, penyebaran tersebut tidak jarang disisipkan melalui permainan daring maupun konten hiburan yang populer di kalangan generasi muda. Kondisi ini menunjukkan bahwa ancaman terorisme tidak lagi hadir dalam bentuk yang mudah dikenali. Sebaliknya, ideologi tersebut sering disamarkan melalui narasi yang tampak biasa sehingga sulit dideteksi oleh pengguna internet yang kurang kritis. Modus Penyebaran Paham Terorisme Melalui Platform Digital Penyebaran paham terorisme di era digital dilakukan melalui berbagai metode yang semakin kompleks. Pelaku umumnya menggunakan akun anonim atau identitas palsu untuk membangun jaringan komunikasi dan menyebarkan pesan-pesan tertentu. Konten yang disebarkan tidak selalu berbentuk ajakan terang-terangan untuk melakukan tindakan kekerasan. Dalam banyak kasus, propaganda disajikan secara bertahap melalui narasi ketidakadilan, ujaran kebencian, hingga pembenaran terhadap tindakan kekerasan atas nama ideologi tertentu. Hasil wawancara dengan mahasiswa akuntansi menunjukkan bahwa sebagian besar responden pernah menemukan konten yang mengandung unsur kekerasan atau pesan yang mengarah pada paham ekstrem. Salah satu narasumber mengungkapkan bahwa terdapat konten yang menggambarkan kekerasan sebagai solusi atas suatu persoalan sosial. Sementara itu, narasumber lain menjelaskan bahwa sebagian konten dikemas secara menarik dan tampak edukatif sehingga berpotensi memengaruhi audiens secara perlahan tanpa disadari. Baca Juga :  Digital Citizenship di Era Media Sosial: Tantangan Baru Kewarganegaraan Modern Strategi semacam ini menjadi berbahaya karena proses radikalisasi tidak selalu berlangsung secara cepat. Paparan informasi yang berulang dapat membentuk persepsi baru yang lambat laun memengaruhi cara seseorang memandang suatu persoalan. Dampak Penyebaran Paham Terorisme bagi Generasi Muda Penyebaran paham terorisme melalui media digital dapat menimbulkan dampak serius terhadap generasi muda. Informasi yang diterima secara terus-menerus tanpa proses verifikasi berpotensi memengaruhi pola pikir, sikap, dan perilaku seseorang. Menurut narasumber dosen hukum, mahasiswa merupakan kelompok yang relatif rentan terhadap penyebaran paham terorisme karena berada pada fase pencarian identitas dan pembentukan karakter. Pada tahap kehidupan ini, mahasiswa cenderung aktif mencari lingkungan yang dapat menerima keberadaan mereka serta memberikan ruang untuk mengekspresikan pandangan dan aspirasi. Situasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk membangun kedekatan emosional sebelum memperkenalkan ideologi yang mengarah pada radikalisme. Apabila tidak diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman yang memadai, mahasiswa dapat menjadi sasaran yang mudah dipengaruhi. Pentingnya Kewaspadaan Mahasiswa Akuntansi dalam Menggunakan Media Digital Karakteristik Mahasiswa sebagai Pengguna Aktif Media Digital Mahasiswa merupakan salah satu kelompok pengguna internet paling aktif di Indonesia. Aktivitas akademik yang semakin terdigitalisasi membuat mereka hampir tidak pernah terlepas dari perangkat digital dan media sosial. Menurut narasumber dosen hukum, hampir seluruh generasi muda saat ini memiliki akses terhadap berbagai platform digital. Intensitas penggunaan yang tinggi membuat mahasiswa terpapar informasi dari beragam sumber dengan tingkat kredibilitas yang berbeda-beda. Di satu sisi, kondisi tersebut membuka peluang untuk memperluas wawasan. Di sisi lain, derasnya arus informasi juga meningkatkan risiko paparan terhadap konten yang mengandung disinformasi, hoaks, maupun propaganda yang berbahaya. Oleh karena itu, kemampuan untuk menyaring informasi menjadi kompetensi yang sangat penting di era digital. Risiko Paparan Konten Bermuatan Paham Terorisme Berdasarkan hasil wawancara, seluruh narasumber mahasiswa menyatakan bahwa kewaspadaan terhadap penyebaran paham terorisme di media digital merupakan hal yang sangat penting. Mereka menyadari bahwa informasi yang beredar di media sosial dapat menyebar dengan cepat dan menjangkau audiens yang luas hanya dalam hitungan detik. Menurut narasumber kepolisian, mahasiswa termasuk salah satu kelompok yang sering menjadi target penyebaran paham radikalisme dan terorisme melalui media sosial. Kelompok ini dinilai memiliki tingkat aktivitas digital yang tinggi serta berada pada fase perkembangan intelektual yang aktif mencari berbagai perspektif baru. Karena itu, mahasiswa perlu memahami karakteristik konten yang mengandung unsur propaganda, provokasi, manipulasi informasi, serta ujaran kebencian. Pemahaman tersebut dapat membantu mereka mengenali indikasi awal penyebaran ideologi yang berbahaya. Peran Sikap Kritis dalam Menyaring Informasi Digital Kemampuan berpikir kritis merupakan benteng utama dalam menghadapi derasnya arus informasi digital. Sikap kritis memungkinkan seseorang untuk mengevaluasi informasi sebelum menerima, mempercayai, atau menyebarkannya kepada orang lain. Berdasarkan hasil wawancara, para narasumber mahasiswa menyatakan bahwa mereka tidak langsung mempercayai informasi yang ditemukan di media sosial. Mereka cenderung melakukan pengecekan ulang melalui sumber yang dianggap lebih kredibel sebelum mengambil kesimpulan. Temuan

Bukan Ajang Biasa, Rektor Cup UMM Berhadiah Total Ratusan Juta

KLIKMU.CO – Bukan sekadar euforia kompetisi biasa, Rektor Cup Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali hadir menjadi panggung pembuktian bagi kreativitas dan energi mahasiswa masa kini. Di tengah dinamisnya gaya hidup Gen Z, Kampus Putih menjadikan ajang ini sebagai ruang bebas berekspresi sekaligus inkubator untuk mencetak bibit-bibit atlet dan seniman berprestasi. Ketua Panitia Rektor Cup UMM Ir Ary Bakhtiar SP MSi IPM ASEAN Eng menjelaskan bahwa rangkaian kompetisi yang akan bergulir secara intensif sejak Mei hingga awal Juli mendatang ini mempertandingkan 25 cabang olahraga (cabor) dan seni. Pihak kampus juga telah menyiapkan total hadiah yang fantastis sebagai bentuk dukungan finansial nyata bagi pengembangan prestasi para peserta. “Kami sediakan apresiasi berupa dana pembinaan. Total nominal keseluruhan hadiah yang kami siapkan mencapai ratusan juta rupiah demi mengapresiasi kerja keras dan keringat para mahasiswa,” terangnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa upacara pembukaan tahun ini dikemas dengan konsep yang jauh lebih inovatif dan spektakuler dibandingkan edisi sebelumnya. Kemegahan seremoni tersebut sengaja dirancang untuk membangkitkan semangat sportivitas sejak hari pertama pelaksanaan. “Konsep pembukaan kali ini sangat berbeda dan jauh lebih meriah. Kami melibatkan sekitar 6.000 mahasiswa baru UMM, beserta jajaran dosen, karyawan, hingga alumni untuk ikut serta memeriahkan pada 7 Juni mendatang,” ujarnya. Terkait kualifikasi peserta, ia menegaskan bahwa ajang bergengsi ini terbuka bagi seluruh mahasiswa berstatus aktif. Ajang ini difungsikan secara khusus sebagai wadah penjaringan bakat untuk mewakili kampus di berbagai kejuaraan eksternal bergengsi pada kalender kompetisi mendatang. “Event ini terbuka untuk seluruh mahasiswa. Tujuan utamanya adalah penjaringan bakat, di mana sebagian pemenang dari Rektor Cup ini nantinya akan kami kirim ke ajang luar kampus tahun depan, seperti Peksimida, kompetisi seni daerah, olahraga, hingga Pomprov,” imbuhnya. Antusiasme yang membara turut dirasakan para mahasiswa yang siap berlaga, salah satunya Anissa Fitriani Harsari. Mahasiswi yang berpartisipasi di cabang olahraga bulu tangkis ini memberikan apresiasi penuh terhadap fasilitas dan wadah kompetisi yang disediakan pihak universitas. “Acara Rektor Cup tahun ini benar-benar disajikan dengan sangat menarik dan terkonsep dengan matang. Sebagai mahasiswa, saya merasa bangga dan sangat diapresiasi karena kampus tidak hanya menuntut kami fokus pada akademik, tetapi juga mendukung penuh pengembangan minat dan bakat kami. Saya sendiri sudah berlatih keras untuk bisa merebut gelar juara dan membawa nama baik fakultas,” ungkap Cece, sapaan akrabnya. Rektor Cup UMM bukan sekadar ajang perebutan medali dan euforia semata, melainkan kawah candradimuka bagi mahasiswa untuk mengasah sportivitas, kreativitas, dan daya juang. Melalui iklim kompetisi yang sehat ini, Kampus Putih berharap dapat terus melahirkan generasi juara yang tak hanya unggul di tingkat lokal, tetapi juga mampu mengharumkan nama almamater di kancah yang lebih luas. (Faqih/AS)

Perkuat Jejaring Global, Fikes UMM Sambut Mahasiswa Exchange dari Mahidol University Thailand

pwmu.co –Program Studi Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat jejaring internasional melalui program pertukaran mahasiswa. Kali ini, FIKES UMM menerima dua mahasiswa student exchange dari Faculty of Physical Therapy, Mahidol University, Thailand.Program pertukaran mahasiswa tersebut berlangsung selama tiga pekan, mulai 16 Mei hingga 7 Juni 2026. Kehadiran mahasiswa asal Thailand ini menjadi bagian dari upaya internasionalisasi pendidikan sekaligus memperluas wawasan akademik dan budaya bagi kedua institusi. Kedatangan mahasiswa dari Negeri Gajah Putih tersebut disambut langsung oleh Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS. Menurutnya, program pertukaran mahasiswa menjadi momentum penting untuk melakukan studi komparatif terkait sistem pendidikan, pelayanan kesehatan, serta praktik fisioterapi yang diterapkan di masing-masing negara. “Silakan ambil banyak pelajaran selama berada di Indonesia, khususnya di UMM. Thailand dan Indonesia tentu memiliki sistem pelayanan kesehatan yang berbeda, sehingga pengalaman ini dapat menjadi ruang belajar yang sangat baik untuk memahami berbagai pendekatan dalam dunia kesehatan dan fisioterapi,” ujarnya. Ia menambahkan, pengalaman lintas negara seperti ini sangat penting untuk membentuk tenaga kesehatan yang memiliki perspektif global dan mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia kesehatan internasional. Kemitraan antara Program Studi Fisioterapi UMM dan Mahidol University telah terjalin selama tiga tahun terakhir. Kedatangan mahasiswa pada tahun 2026 ini menjadi batch kelima dari program kerja sama yang terus berkembang antara kedua perguruan tinggi tersebut. Hal ini menunjukkan komitmen bersama dalam membangun kolaborasi akademik yang berkelanjutan. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman akademik, tetapi juga kesempatan untuk memahami budaya, sistem pendidikan, dan layanan kesehatan di negara mitra. Salah satu mahasiswa Mahidol University, Siwat Matro, mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti program pertukaran di UMM. Menurutnya, pembelajaran di Program Studi Fisioterapi UMM memberikan perspektif berbeda mengenai pendekatan keilmuan fisioterapi dan pelayanan kesehatan masyarakat. Selain mengikuti kegiatan akademik, ia juga berkesempatan melakukan praktik langsung di puskesmas. “Kesempatan berpraktik langsung di Puskesmas membuat saya lebih memahami sistem penanganan kesehatan tingkat dasar dan pendekatan preventif di Indonesia. Pengalaman ini sangat berharga untuk saya bawa kembali ke Mahidol University,” ungkapnya. Sementara itu, Wakil Dekan II FIKES UMM, Henik Tri Rahayu, S.Kep., Ns., MS., Ph.D., menegaskan bahwa program internasionalisasi tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga penguatan kemampuan komunikasi lintas budaya. Menurutnya, interaksi langsung dengan mahasiswa dari berbagai negara dapat memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kepekaan sosial peserta didik. Ia berharap program serupa dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak mahasiswa yang memperoleh pengalaman internasional. Melalui sinergi lintas negara, FIKES UMM berupaya mencetak tenaga kesehatan profesional yang tidak hanya unggul secara klinis, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi global, kepekaan sosial, dan kemampuan beradaptasi terhadap berbagai tantangan kesehatan dunia. *Penulis : Humas UMM | Editor : Satria

Rektor Cup UMM 2026 Digelar Lebih Meriah, Hadiah Ratusan Juta Menanti Mahasiswa Berprestasi

Tagar.co — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menghadirkan Rektor Cup sebagai ajang yang tidak sekadar mempertandingkan olahraga dan seni, tetapi juga menjadi ruang ekspresi bagi mahasiswa untuk menunjukkan bakat, kreativitas, dan semangat kompetitif mereka. Di tengah dinamika kehidupan kampus dan karakter generasi muda yang semakin beragam, Rektor Cup hadir sebagai wadah yang mempertemukan sportivitas, kreativitas, dan semangat berprestasi dalam satu panggung besar. Melalui ajang ini, UMM berupaya menumbuhkan iklim kompetisi yang sehat sekaligus menjaring mahasiswa-mahasiswa potensial yang dapat mengharumkan nama kampus di berbagai kompetisi tingkat regional maupun nasional. Ketua Panitia Rektor Cup UMM, Ir. Ary Bakhtiar, S.P., M.Si., IPM., ASEAN Eng., menjelaskan bahwa kompetisi tahun ini akan berlangsung sejak Mei hingga awal Juli mendatang. Sebanyak 25 cabang olahraga dan seni dipertandingkan dalam ajang tahunan tersebut. Sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja keras para peserta, pihak kampus juga menyiapkan dana pembinaan dengan total nilai yang mencapai ratusan juta rupiah. “Kami sediakan apresiasi berupa dana pembinaan. Total nominal keseluruhan hadiah yang kami siapkan mencapai ratusan juta rupiah demi mengapresiasi kerja keras dan keringat para mahasiswa,” terangnya, dalam siaran pers Humas UMM yang diterima Tagar.co, Kamis (4/6/26) Para peraih juara kategori estafet 4 x 100 meter mix menunjukkan medali dan piagam penghargaan seusai perlombaan Rektor Cup Atletik UMM 2026 di Stadion UMM. Ajang ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan, sportivitas, dan semangat kompetitif. (Foto: Humas UMM) Tak hanya menghadirkan kompetisi yang lebih beragam, Rektor Cup tahun ini juga akan dibuka dengan seremoni yang dikemas lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ribuan sivitas akademika akan dilibatkan untuk menyemarakkan pembukaan yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Juni mendatang. “Konsep pembukaan kali ini sangat berbeda dan jauh lebih meriah. Kami melibatkan sekitar 6.000 mahasiswa baru UMM, beserta jajaran dosen, karyawan, hingga alumni untuk ikut serta memeriahkan pada 7 Juni mendatang,” ujarnya. Ary menegaskan bahwa seluruh mahasiswa aktif UMM memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi. Menurutnya, Rektor Cup bukan hanya kompetisi internal kampus, melainkan juga sarana penjaringan bakat yang nantinya akan diproyeksikan mewakili UMM dalam berbagai ajang bergengsi. “Event ini terbuka untuk seluruh mahasiswa, tujuan utamanya adalah penjaringan bakat, di mana sebagian pemenang dari Rektor Cup ini nantinya akan kami kirim ke ajang luar kampus tahun depan, seperti Peksimida, kompetisi seni daerah, olahraga, hingga Pomprov,” imbuhnya. Semangat pelaksanaan Rektor Cup juga dirasakan langsung oleh para peserta. Salah satunya Anissa Fitriani Harsari yang akan berlaga pada cabang olahraga bulu tangkis. Mahasiswi yang akrab disapa Cece itu mengaku antusias menyambut kompetisi yang menurutnya memberi ruang besar bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi di luar bidang akademik. “Acara Rektor Cup tahun ini benar-benar disajikan dengan sangat menarik dan terkonsep dengan matang. Sebagai mahasiswa, saya merasa bangga dan sangat diapresiasi karena kampus tidak hanya menuntut kami fokus pada akademik, tapi juga mendukung penuh pengembangan minat bakat kami. Saya sendiri sudah berlatih keras untuk bisa merebut gelar juara dan membawa nama baik fakultas,” ungkap Cece.

Ruang Berekspresi Mahasiswa, Rektor Cup UMM Siapkan Hadiah Ratusan Juta

www.majelistabligh.id –Rektor Cup Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali hadir menjadi panggung pembuktian bagi kreativitas dan energi mahasiswa masa kini. Lewat event yang dibuka secara resmi, Ahad (7/6/2026) itu, Kampus Putih menjadikan ajang ini sebagai ruang bebas berekspresi sekaligus inkubator untuk mencetak bibit-bibit atlet dan seniman berprestasi. Ketua Panitia Rektor Cup UMM, Ir. Ary Bakhtiar, SP, MSi, IPM, ASEAN Eng menjelaskan, rangkaian kompetisi yang akan bergulir secara intensif sejak Mei hingga awal bulan Juli mendatang ini mempertandingkan 25 cabang olahraga (cabor) dan seni. Pihak kampus juga telah menyiapkan total hadiah yang fantastis sebagai bentuk dukungan finansial nyata bagi pengembangan prestasi para peserta. “Kami sediakan apresiasi berupa dana pembinaan. Total nominal keseluruhan hadiah yang kami siapkan mencapai ratusan juta rupiah demi mengapresiasi kerja keras dan keringat para mahasiswa,” terangnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa upacara pembukaan tahun ini dikemas dengan konsep yang jauh lebih inovatif dan spektakuler dibandingkan edisi sebelumnya. Kemegahan seremoni tersebut sengaja dirancang untuk membangkitkan semangat sportivitas sejak hari pertama pelaksanaan. “Konsep pembukaan kali ini sangat berbeda dan jauh lebih meriah. Kami melibatkan sekitar 6.000 mahasiswa baru UMM, beserta jajaran dosen, karyawan, hingga alumni untuk ikut serta memeriahkan pada 7 Juni mendatang,”ujarnya. Terkait kualifikasi peserta, ia menegaskan bahwa ajang bergengsi ini terbuka lebar bagi seluruh mahasiswa berstatus aktif. Ajang ini difungsikan secara khusus sebagai wadah penjaringan bakat untuk mewakili kampus di berbagai kejuaraan eksternal bergengsi pada kalender kompetisi mendatang. “Event ini terbuka untuk seluruh mahasiswa, tujuan utamanya adalah penjaringan bakat, di mana sebagian pemenang dari Rektor Cup ini nantinya akan kami kirim ke ajang luar kampus tahun depan, seperti Peksimida, kompetisi seni daerah, olahraga, hingga Pomprov,” imbuhnya. Antusiasme yang membara turut dirasakan oleh para mahasiswa yang siap berlaga, salah satunya adalah Anissa Fitriani Harsari. Mahasiswi yang berpartisipasi sebagai peserta di cabang olahraga bulu tangkis ini memberikan apresiasi penuh terhadap fasilitas dan wadah kompetisi luar biasa yang disediakan oleh pihak universitas. “Acara Rektor Cup tahun ini benar-benar disajikan dengan sangat menarik dan terkonsep dengan matang. Sebagai mahasiswa, saya merasa bangga dan sangat diapresiasi karena kampus tidak hanya menuntut kami fokus pada akademik, tapi juga mendukung penuh pengembangan minat bakat kami. Saya sendiri sudah berlatih keras untuk bisa merebut gelar juara dan membawa nama baik fakultas,” ungkap Cece sapaan akrabnya. Rektor Cup UMM bukan sekadar ajang perebutan medali dan euforia semata, melainkan sebuah kawah candradimuka bagi para mahasiswa untuk mengasah sportivitas, kreativitas, dan daya juang. Melalui iklim kompetisi yang sehat ini, Kampus Putih berharap dapat terus melahirkan generasi juara yang tak hanya unggul di tingkat lokal, tetapi juga mampu mengharumkan nama almamater di kancah yang lebih luas. 

UMM Siapkan Hadiah Ratusan Juta Rupiah di Rektor Cup 2026, Wadah Pengembangan Bakat Mahasiswa

pwmu.co –Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar Rektor Cup sebagai ajang pengembangan minat, bakat, dan kreativitas mahasiswa.Tidak sekadar menjadi kompetisi tahunan, kegiatan ini dirancang sebagai ruang aktualisasi diri sekaligus sarana pembinaan atlet dan seniman muda yang berpotensi mengharumkan nama kampus di berbagai ajang kompetitif. Ketua Panitia Rektor Cup UMM, Ir. Ary Bakhtiar, SP., M.Si., IPM., ASEAN Eng., menjelaskan bahwa kompetisi akan berlangsung mulai Mei hingga awal Juli 2026. Sebanyak 25 cabang olahraga dan seni dipertandingkan dalam ajang tersebut dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas. Sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi peserta, UMM menyiapkan dana pembinaan dengan total nilai mencapai ratusan juta rupiah. “Penghargaan yang diberikan berupa dana pembinaan bagi para pemenang. Total hadiah yang kami siapkan mencapai ratusan juta rupiah sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan prestasi mahasiswa,” jelasnya. Menurut Ary, pelaksanaan Rektor Cup tahun ini juga menghadirkan konsep pembukaan yang lebih megah dan inovatif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Upacara pembukaan dijadwalkan berlangsung pada 7 Juni mendatang dengan melibatkan ribuan sivitas akademika UMM. “Konsep pembukaan kali ini dibuat lebih meriah. Sekitar 6.000 mahasiswa baru, dosen, tenaga kependidikan, hingga alumni akan turut berpartisipasi dalam memeriahkan kegiatan,” ungkapnya. Ia menambahkan, Rektor Cup terbuka bagi seluruh mahasiswa aktif UMM. Selain menjadi sarana kompetisi, kegiatan ini juga berfungsi sebagai proses seleksi dan penjaringan talenta untuk mewakili kampus pada berbagai ajang tingkat regional maupun provinsi. pemenang nantinya akan dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi di luar kampus, seperti Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida), berbagai kejuaraan seni dan olahraga tingkat daerah, hingga Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov),” tambahnya. Cabang olahraga bulu tangkis di Rektor Cup UMM. (Humas UMM/PWMU.CO) Semangat menyambut pelaksanaan Rektor Cup juga dirasakan para peserta. Salah satunya Anissa Fitriani Harsari yang akan bertanding pada cabang olahraga bulu tangkis. Mahasiswi yang akrab disapa Cece itu mengaku bangga dengan perhatian kampus terhadap pengembangan potensi mahasiswa di luar bidang akademik. “Rektor Cup tahun ini disiapkan dengan sangat baik dan menarik. Saya merasa kampus benar-benar memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang sesuai minat dan bakatnya. Saat ini saya terus berlatih untuk memberikan hasil terbaik dan membawa nama baik fakultas,” tuturnya. Melalui Rektor Cup, UMM berharap dapat membangun budaya kompetisi yang sehat sekaligus memperkuat karakter mahasiswa melalui nilai sportivitas, kreativitas, dan semangat berprestasi. Kampus Putih optimistis kegiatan ini akan terus melahirkan generasi muda unggul yang mampu bersaing dan mengharumkan nama almamater di tingkat yang lebih luas.(*) *) Penulis : Faqih Ahmad Wafir Rahman