Rektor Cup UMM Malang Siapkan Dana Pembinaan Hingga Ratusan Juta

Malang (beritajatim.com) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar ajang bergengsi Rektor Cup sebagai ruang bebas berekspresi sekaligus inkubator strategis untuk mencetak bibit atlet dan seniman berprestasi dari kalangan Gen Z. Untuk mengapresiasi kerja keras serta memotivasi semangat kompetisi para mahasiswa, UMM juga menggelontorkan dukungan finansial berupa total dana pembinaan mencapai ratusan juta rupiah. ​Rangkaian kompetisi yang dirancang secara intensif ini dijadwalkan berlangsung sejak Mei hingga awal bulan Juli mendatang. Ajang ini mempertandingkan sebanyak 25 cabang olahraga (cabor) serta cabang seni yang diikuti oleh representasi mahasiswa dari berbagai fakultas. ​Ketua Panitia Rektor Cup UMM, Ir. Ary Bakhtiar, SP., M.Si., IPM., ASEAN Eng., menegaskan bahwa pihak kampus memberikan atensi penuh terhadap kerja keras para peserta. Salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan melalui alokasi dana pembinaan dalam jumlah besar yang disiapkan untuk mengapresiasi pencapaian para jawara kompetisi. ​”Kami sediakan apresiasi berupa dana pembinaan. Total nominal keseluruhan hadiah yang kami siapkan mencapai ratusan juta rupiah demi mengapresiasi kerja keras dan keringat para mahasiswa,” terangnya, Jumat (5/6/2026) ​Ary menerangkan bahwa kemeriahan perhelatan tahun ini akan langsung terasa signifikan sejak upacara pembukaan. Mengusung konsep inovatif dan spektakuler yang jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, seremoni pembukaan dijadwalkan matang untuk membakar semangat sportivitas dan rasa kebersamaan seluruh civitas akademika sejak hari pertama. ​”Konsep pembukaan kali ini sangat berbeda dan jauh lebih meriah. Kami melibatkan sekitar 6.000 mahasiswa baru UMM, beserta jajaran dosen, karyawan, hingga alumni untuk ikut serta memeriahkan pada 7 Juni mendatang,” ujarnya. ​Lebih dari sekadar euforia internal kampus, Rektor Cup UMM pada hakikatnya memegang peranan krusial sebagai sistem penyaringan dini (scouting) talenta-talenta muda. Seluruh mahasiswa aktif diberikan kesempatan setara untuk unjuk gigi. Universitas memproyeksikan para pemenang terbaik dari ajang ini sebagai delegasi resmi Kampus Putih dalam menghadapi kalender kompetisi eksternal yang jauh lebih menantang di tingkat regional maupun nasional. ​”Event ini terbuka untuk seluruh mahasiswa, tujuan utamanya adalah penjaringan bakat, di mana sebagian pemenang dari Rektor Cup ini nantinya akan kami kirim ke ajang luar kampus tahun depan, seperti Peksimida, kompetisi seni daerah, olahraga, hingga Pomprov,” imbuhnya. Langkah ini memberikan dampak jangka panjang yang signifikan, baik bagi mahasiswa maupun bagi industri olahraga dan seni nasional. Di era dinamis saat ini, sektor industri tidak lagi sekadar melihat aspek akademis melainkan juga soft skills seperti kepemimpinan, daya juang, dan kerja sama tim yang ditempa melalui iklim kompetisi sehat. Penyelenggaraan rutin kejuaraan ini turut memperkuat ekosistem prestasi wilayah Jawa Timur dalam menyuplai bibit atlet dan seniman berpendidikan tinggi. ​Besarnya skala penyelenggaraan Rektor Cup tahun ini memicu gelombang antusiasme tinggi di kalangan mahasiswa yang bersiap berlaga. Salah satu bentuk respons positif datang dari Anissa Fitriani Harsari, mahasiswi aktif yang turun bertanding pada cabang olahraga bulu tangkis. Perempuan yang akrab disapa Cece ini mengapresiasi tinggi kebijakan kampus yang proporsional dalam memandang potensi mahasiswa. ​”Acara Rektor Cup tahun ini benar-benar disajikan dengan sangat menarik dan terkonsep dengan matang. Sebagai mahasiswa, saya merasa bangga dan sangat diapresiasi karena kampus tidak hanya menuntut kami fokus pada akademik, tapi juga mendukung penuh pengembangan minat bakat kami. Saya sendiri sudah berlatih keras untuk bisa merebut gelar juara dan membawa nama baik fakultas,” ungkap Cece.(dan/ted)

Profesor UMM Masuk Jajaran Ilmuwan Paling Berpengaruh Dunia, Raih Predikat World Top 5% Scientist 2025 Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul “Profesor UMM Masuk Jajaran Ilmuwan Paling Berpengaruh Dunia, Raih Predikat World Top 5% Scientist 2025” Baca selengkapnya di: https://www.pojoksatu.id/edugov/1087409238/profesor-umm-masuk-jajaran-ilmuwan-paling-berpengaruh-dunia-raih-predikat-world-top-5-scientist-2025

POJOKSATU.id – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan tinggi Indonesia. Dosen Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ilyas Masudin, berhasil masuk dalam jajaran ilmuwan paling berpengaruh di dunia setelah dinobatkan sebagai World Top 5% Scientist 2025 versi SciRank Global Registry. Pencapaian tersebut menempatkan Prof. Ilyas di kelompok elite peneliti dunia yang dinilai memiliki kontribusi ilmiah signifikan berdasarkan produktivitas riset dan dampak akademik yang dihasilkan. Pemeringkatan dilakukan terhadap lebih dari 10 juta peneliti aktif dari berbagai negara dan disiplin ilmu. Menurut Prof. Ilyas, proses penilaian menggunakan basis data OpenAlex dengan indikator utama Normalized Composite Score, yakni ukuran yang menilai keseimbangan antara jumlah publikasi ilmiah dan pengaruhnya melalui sitasi akademik. “Saya cukup kaget karena informasi ini justru saya ketahui dari kolega. Apalagi, lembaga tersebut melakukan penilaian terhadap lebih dari 10 juta peneliti di seluruh dunia secara objektif tanpa membedakan bidang keilmuan,” ujarnya, Selasa (2/6/2026). Bersaing dengan Lebih dari 10 Juta Peneliti Dunia Masuk ke dalam kelompok 5 persen ilmuwan paling berpengaruh dunia bukanlah pencapaian yang mudah. SciRank melakukan evaluasi terhadap jutaan akademisi dari berbagai bidang, mulai dari teknik, kesehatan, sains, pendidikan, ekonomi, hingga ilmu sosial. Keunggulan sistem penilaian ini terletak pada pendekatan yang tidak hanya menghitung jumlah publikasi, tetapi juga memperhatikan dampak penelitian melalui sitasi dan pengaruh ilmiah yang dihasilkan. Karena itu, penghargaan tersebut menjadi pengakuan internasional terhadap kualitas, konsistensi, dan relevansi riset yang dilakukan seorang akademisi. Rekam Jejak Publikasi yang Kuat Sebagai akademisi yang menekuni bidang logistik, manajemen rantai pasok, dan optimisasi sistem, Prof. Ilyas memiliki portofolio penelitian yang sangat produktif. Hingga saat ini, ia tercatat telah menghasilkan: 126 publikasi terindeks Scopus. H-index Scopus sebesar 24.

FIKES UMM Perkuat Jejaring Global, Sambut Mahasiswa Exchange dari Mahidol University Thailand

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Program Studi Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat jejaring internasionalnya dengan menerima kedatangan dua mahasiswa student exchange dari Faculty of Physical Therapy, Mahidol University, Thailand. Pertukaran mahasiswa ini berlangsung selama tiga pekan, mulai 16 Mei hingga 7 Juni mendatang. Kedatangan mahasiswa asal Negeri Gajah Putih tersebut disambut langsung oleh Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS.. Hidajah menjelaskan bahwa program pertukaran ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa asing untuk melakukan studi komparatif terkait sistem pendidikan maupun tata laksana pelayanan kesehatan antarnegara. “Silakan ambil banyak pelajaran selama berada di Indonesia, khususnya di UMM. Thailand dan Indonesia tentu memiliki sistem pelayanan kesehatan yang berbeda, sehingga pengalaman ini dapat menjadi ruang belajar yang sangat baik untuk memahami berbagai pendekatan dalam dunia kesehatan dan fisioterapi,” tutur Dekan FIKES UMM, Hidajah pada Kamis (4/6). Perlu diketahui, kemitraan strategis antara Prodi Fisioterapi UMM dan Mahidol University telah terjalin kuat selama tiga tahun terakhir. Kedatangan mahasiswa pada pertengahan tahun 2026 ini juga menandai batch kelima dari keberlanjutan kerja sama antarkedua institusi pendidikan tersebut. Dua mahasiswa exchange dari Mahidol University Thailand disambut hangat oleh FIKES UMM./dok.UMM Salah satu mahasiswa asal Mahidol University, Thailand, Siwat Matro  mengungkapkan bahwa belajar di kampus putih telah memberikannya perspektif baru, khususnya terkait pendekatan keilmuan fisioterapi dan pelayanan kesehatan masyarakat. Ia menambahkan, kesempatan berpraktik langsung di Puskesmas membuatnya lebih memahami sistem penanganan kesehatan tingkat dasar dan pendekatan preventif di Indonesia. Menurutnya, hal ini menjadi pengalaman komparatif yang sangat berharga untuk dibawa kembali ke Mahidol University. Selain fokus pada esensi keilmuan, program mobilitas ini juga dirancang sebagai medium akulturasi dan pemahaman budaya. Wakil Dekan II FIKES UMM, Henik Tri Rahayu, S.Kep., Ns., MS., Ph.D., menegaskan bahwa penguatan relasi internasional dan pemahaman kultural memiliki urgensi yang sama pentingnya dengan pencapaian target akademik di dalam kelas. Ia juga berharap eskalasi program internasionalisasi semacam ini dapat terus ditingkatkan. Melalui sinergi lintas negara, diharapkan lahir tenaga kesehatan profesional yang tidak hanya mahir secara klinis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kecakapan komunikasi lintas budaya, serta mampu beradaptasi dengan berbagai dinamika kesehatan di tingkat global. *** Editor: YAN

CoE Sawit UMM Gandeng PT Bumitama Gunajaya Agro, Jawab Tantangan Kebutuhan SDM Unggul

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Indonesia merupakan salah satu produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia, status ini memegang peranan vital dalam rantai pasok ekonomi dan energi global. Namun ironisnya, industri raksasa ini masih kerap dihadapkan pada tantangan pelik terkait ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang benar-benar siap pakai dan adaptif terhadap kemajuan agribisnis modern. Merespons isu kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan riil industri tersebut, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Center of Excellence (CoE) Sawit resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Bumitama Gunajaya Agro pada Jumat (29/5) lalu di Aula BAU UMM. Selain penandatanganan kerja sama, langkah strategis ini juga dirangkaikan dengan agenda kuliah tamu bertajuk ‘Level Up Your Career: Peluang Kerja dan Masa Depan Industri Sawit’. Kerja sama ini secara khusus menyasar mahasiswa Program Studi Agroteknologi dan Teknik Industri UMM. Tujuannya adalah merancang program kolaboratif yang komprehensif, mulai dari fasilitasi magang, rekrutmen langsung, hingga penyesuaian kurikulum pendidikan tinggi yang selaras dengan tantangan sektor perkebunan masa kini. Wakil Rektor IV UMM, M. Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa sinergi lintas sektor ini merupakan langkah konkret universitas untuk memastikan mahasiswa tidak hanya unggul secara landasan teori, tetapi juga memiliki taktis dan kepekaan yang relevan dengan dinamika industri saat ini. “Kerja sama ini adalah bukti nyata komitmen Kampus Putih dalam mendekatkan mahasiswa dengan dunia profesional. Kami ingin lulusan UMM, khususnya jebolan dari CoE Sawit, tidak lagi canggung saat memasuki dunia kerja, melainkan langsung bisa diserap dan memberikan kontribusi riil bagi industri perkebunan nasional,” jelas Wakil Rektor IV Salis, Kamis (4/6). Kemudian, Agus Sutrisno, S.P., M.M. selaku HC & OSM Director PT Bumitama Gunajaya Agro menjelaskan bahwa industri kelapa sawit saat ini bergerak sangat cepat. Situasi ini membutuhkan tenaga kerja muda yang adaptif terhadap teknologi cerdas serta memiliki daya inovasi tinggi, bukan sekadar pekerja yang mengandalkan metode konvensional di lapangan. “Industri kelapa sawit masa depan sangat bergantung pada efisiensi manajerial dan pembaruan teknologi. Oleh karena itu, kami di dunia industri membutuhkan talenta-talenta unggul dari perguruan tinggi seperti UMM yang siap menghadapi tantangan global dan mampu memberikan solusi teknis yang akurat,” beber Agus Sutrisno. Inisiatif taktis melalui CoE Sawit ini diharapkan terus berlanjut dan menjadi jembatan emas yang menghubungkan dunia akademis dan industri. Melalui pembekalan kompetensi dan pengalaman belajar berbasis praktik ini, mahasiswa UMM tidak hanya disiapkan sekadar untuk mencari kerja setelah lulus, tetapi didorong menjadi inovator penggerak yang akan meningkatkan daya saing sektor pertanian dan perkebunan Indonesia di kancah global. Editor: YAN

UMM Beri Ruang Berekspresi Mahasiswa, Rektor Cup UMM 2026 Siapkan Total Hadiah Ratusan Juta

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Rektor Cup Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali hadir menjadi panggung pembuktian bagi kreativitas dan energi mahasiswa masa kini. Ajang ini bukan sekadar euforia kompetisi biasa di tengah dinamisnya gaya hidup Gen Z. Kampus Putih menjadikan ajang ini sebagai ruang bebas berekspresi sekaligus inkubator untuk mencetak bibit-bibit atlet dan seniman berprestasi. Ketua Panitia Rektor Cup UMM, Ir. Ary Bakhtiar, SP., M.Si., IPM., ASEAN Eng., menjelaskan bahwa rangkaian kompetisi yang akan bergulir secara intensif sejak Mei hingga awal bulan Juli mendatang ini mempertandingkan 25 cabang olahraga (cabor) dan seni. Pihak kampus juga telah menyiapkan total hadiah yang fantastis sebagai bentuk dukungan finansial nyata bagi pengembangan prestasi para peserta. “Kami sediakan apresiasi berupa dana pembinaan. Total nominal keseluruhan hadiah yang kami siapkan mencapai ratusan juta rupiah demi mengapresiasi kerja keras dan keringat para mahasiswa,” ungkap Ary Bakhtiar pada rilis 3 Juni. Ary menjelaskan, upacara pembukaan tahun ini dikemas dengan konsep yang jauh lebih inovatif dan spektakuler dibandingkan edisi sebelumnya. Kemegahan seremoni tersebut sengaja dirancang untuk membangkitkan semangat sportivitas sejak hari pertama pelaksanaan. “Konsep pembukaan kali ini sangat berbeda dan jauh lebih meriah. Kami melibatkan sekitar 6.000 mahasiswa baru UMM, beserta jajaran dosen, karyawan, hingga alumni untuk ikut serta memeriahkan pada 7 Juni mendatang,” bebernya. Terkait kualifikasi peserta, ia menegaskan bahwa ajang bergengsi ini terbuka lebar bagi seluruh mahasiswa berstatus aktif. Ajang ini difungsikan secara khusus sebagai wadah penjaringan bakat untuk mewakili kampus di berbagai kejuaraan eksternal bergengsi pada kalender kompetisi mendatang. “Event ini terbuka untuk seluruh mahasiswa, tujuan utamanya adalah penjaringan bakat, di mana sebagian pemenang dari Rektor Cup ini nantinya akan kami kirim ke ajang luar kampus tahun depan, seperti Peksimida, kompetisi seni daerah, olahraga, hingga Pomprov,” lanjutnya. Rektor Cup UMM 2026 akan dibuka 7 Juni, dan terbuka untuk semua mahasiswa aktif Kampus Putih./dok.UMM Antusiasme yang membara turut dirasakan para mahasiswa yang siap berlaga, salah satunya adalah Anissa Fitriani Harsari. Mahasiswi yang berpartisipasi sebagai peserta di cabor bulu tangkis ini memberikan apresiasi penuh terhadap fasilitas dan wadah kompetisi luar biasa yang disediakan oleh pihak universitas. “Acara Rektor Cup tahun ini benar-benar disajikan dengan sangat menarik dan terkonsep dengan matang. Sebagai mahasiswa, saya merasa bangga dan sangat diapresiasi karena kampus tidak hanya menuntut kami fokus pada akademik, tapi juga mendukung penuh pengembangan minat bakat kami. Saya sendiri sudah berlatih keras untuk bisa merebut gelar juara dan membawa nama baik fakultas,” ujar Cece sapaan akrabnya. Rektor Cup UMM bukan sekadar ajang perebutan medali dan euforia semata, melainkan sebuah kawah candradimuka bagi para mahasiswa untuk mengasah sportivitas, kreativitas, dan daya juang. Melalui iklim kompetisi yang sehat ini, Kampus Putih berharap dapat terus melahirkan generasi juara yang tak hanya unggul di tingkat lokal, tetapi juga mampu mengharumkan nama almamater di kancah yang lebih luas. *** Editor: YAN

Listrik Air hingga Halal Center di China: UMM Wujudkan Visi Berkelanjutan

MALANG POST – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuktikan dengan menjawab isu krusial nasional seperti tingginya angka stunting, kemiskinan ekstrem, hingga tantangan persaingan di era digital. Kampus Putih secara masif menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat lokal hingga kancah global. ​Wakil Rektor IV UMM, Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D menyatakan. Bahwa seluruh riset dan inovasi kampus putih difokuskan secara tajam. Agar bisa menyelesaikan permasalahan riil yang dihadapi masyarakat dan industri. Bukan lagi sekadar mengisi kekosongan literatur akademis semata. ​”Kita sekarang mengarahkan agar persoalan yang diangkat itu berangkat dari persoalan riil masyarakat atau industri, bukan sekadar gap dari literatur saja,” tegasnya 30 Mei 2026 pada Humas UMM. ​Dampak nyata dari arahan ini terwujud dalam berbagai kolaborasi strategis. Di tingkat nasional, UMM menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengkaji pengelolaan tambang berkelanjutan serta merumuskan standar bahasa isyarat bagi penyandang disabilitas. Di kancah global, ekspansi UMM menembus Tiongkok melalui pendirian Halal Center di Fuzhou University, yang dirancang untuk membuka peluang bagi alumni UMM dalam memimpin ekosistem sertifikasi halal internasional. ​Langkah solutif ini juga diimbangi dengan strategi pengabdian yang terukur. Kepala Biro Riset, Pengabdian, dan Kerja Sama UMM, Dr. Salahudin, M.Si., MPA., menjelaskan. Bahwa program pengabdian kampus selalu didahului dengan pemetaan kondisi krisis di lapangan agar intervensi yang diberikan benar-benar tepat sasaran. Seperti inisiatif penurunan angka stunting dan kemiskinan ekstrem di Nusa Tenggara Timur (NTT). ​”Program pengabdian kepada masyarakat itu tidak berangkat dari ide universitas, tetapi berangkat dari permasalahan masyarakat. Karena itu, sebelumnya kami melakukan mapping problem sosial,” jelasnya. ​Intervensi berkelanjutan UMM tidak berhenti di NTT. Kampus ini juga sukses menghidupkan perekonomian desa lewat Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Sumber Maron, transformasi wisata Jodipan, hingga sistem green farming di lahan terasering Tabanan, Bali, yang berujung pada pengakuan resmi sebagai mitra UNESCO. Untuk memastikan keberlanjutan dampak ini, mahasiswa UMM diterjunkan langsung dan dibekali dengan penguasaan tiga bahasa utama, yakni bahasa Indonesia, bahasa asing, dan bahasa pemrograman (coding).

Kalahkan Jutaan Peneliti, Profesor Teknik Industri UMM Tembus Top 5 Persen Ilmuwan Berpengaruh Dunia

MALANG, SURYAKABAR.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali membawa kabar membanggakan. Kualitas dan kedalaman karya ilmiah akademisi Kampus Putih kembali diakui dunia dan menjadi perhatian dunia. Hal itu dibuktikan secara mutlak oleh Dosen Program Studi Teknik Industri UMM, Prof. Ir. Ilyas Masudin, MLogSCM., Ph.D., yang sukses menembus jajaran prestisius World Top 5% Scientist versi SciRank Global Registry 2025. Pemeringkatan bergengsi yang menyeleksi jutaan ilmuwan tersebut resmi diumumkan pada awal tahun ini. Pemeringkatan ini menyeleksi lebih dari sepuluh juta ilmuwan aktif di seluruh dunia menggunakan pangkalan data OpenAlex, tanpa membedakan bidang keilmuan. Penilaian didasarkan murni pada Normalized Composite Score yang mengukur keseimbangan antara tingginya produktivitas publikasi dan besarnya dampak sitasi. Mengetahui namanya masuk dalam jajaran elit tersebut, Prof. Ilyas mengaku sangat terkejut sekaligus bangga karena penilaian dilakukan secara sangat objektif terhadap jutaan peneliti lintas negara. “Saya cukup kaget karena informasi ini justru saya ketahui dari kolega. Apalagi, lembaga tersebut melakukan penilaian terhadap lebih dari sepuluh juta peneliti di seluruh dunia secara objektif tanpa membedakan bidang keilmuan,” ungkapnya. Kepakaran Ilyas berfokus pada peminatan Logistik, Rantai Pasok, dan Optimisasi. Rekam jejaknya tercatat sangat impresif dengan 126 dokumen terindeks Scopus, H-index 24, dan dikutip lebih dari 1.500 kali. Secara keseluruhan, ia mencatatkan 195 artikel dengan total sitasi Google Scholar menembus 3.540 kali dan membuahkan dua paten unggulan. Ia menegaskan, risetnya selalu diarahkan pada isu mutakhir, khususnya yang berkaitan dengan rantai pasok energi terbarukan, agar dapat memberikan dampak dan manfaat yang luas. “Saya selalu mengedepankan riset yang mutakhir, yaitu memfokuskan diri pada rantai pasok energi terbarukan agar hasil penelitian kita punya dampak yang luas dan masif di tengah masyarakat,” jelasnya. Pencapaian gemilang ini tentu didukung penuh ekosistem keilmuan UMM melalui skema pendanaan riset berkelanjutan serta Supply Chain Research and Innovation Center yang ia koordinatori. Terkait dengan inovasi riset, ia mengingatkan pentingnya kepekaan para peneliti terhadap isu-isu terkini agar ide yang dihasilkan mampu berkontribusi secara langsung dalam menjawab kebutuhan zaman. “Kita harus bisa membaca tanda zaman dan isu terbaru, karena dari situlah sebenarnya peluang kita untuk memunculkan ide riset yang bisa berkontribusi langsung pada masyarakat,” pesannya. Keberhasilan menembus jajaran elit dunia ini diharapkan tidak hanya menjadi puncak pencapaian personal, tetapi juga pelecut semangat bagi sivitas akademika UMM lainnya. Dedikasi ini menjadi bukti nyata, integritas riset yang dibarengi dengan inovasi konsisten akan selalu mendapat pengakuan global. Ke depan, langkah strategis melalui kolaborasi riset internasional harus terus diperluas untuk mengukuhkan posisi Kampus Putih sebagai institusi unggul yang tiada henti melahirkan riset berdampak nyata bagi kemajuan peradaban. (abs)

Kalahkan 10 Juta Peneliti, Profesor Teknik Industri UMM Masuk Top 5% Ilmuwan Paling Berpengaruh Dunia

KETIK, MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi di tingkat global. Dosen Program Studi Teknik Industri UMM, Prof. Ir. Ilyas Masudin, MLogSCM, Ph.D., berhasil menembus jajaran World Top 5% Scientist versi SciRank Global Registry 2025, sebuah pemeringkatan internasional bergengsi yang menyeleksi jutaan ilmuwan aktif dari berbagai negara dan disiplin ilmu. Pencapaian ini menjadi bukti pengakuan dunia terhadap kualitas riset yang dihasilkan akademisi Kampus Putih. Dalam pemeringkatan tersebut, Prof. Ilyas berhasil masuk ke kelompok lima persen ilmuwan paling berpengaruh di dunia setelah melalui proses evaluasi yang melibatkan lebih dari 10 juta peneliti aktif berdasarkan basis data OpenAlex. Penilaian dilakukan menggunakan Normalized Composite Score, yaitu indikator yang mengukur keseimbangan antara produktivitas publikasi ilmiah dan dampak sitasi yang dihasilkan. Menariknya, proses penilaian dilakukan secara objektif tanpa membedakan bidang keilmuan sehingga seluruh ilmuwan bersaing dalam satu pangkalan data global. “Saya cukup kaget karena informasi ini justru saya ketahui dari kolega. Apalagi, lembaga tersebut melakukan penilaian terhadap lebih dari 10 juta peneliti di seluruh dunia secara objektif tanpa membedakan bidang keilmuan,” ungkapnya. Di bidang akademik, Prof. Ilyas dikenal memiliki kepakaran dalam bidang logistik, manajemen rantai pasok, dan optimisasi. Rekam jejak penelitiannya menunjukkan produktivitas yang konsisten dengan 126 dokumen terindeks Scopus, H-index 24, serta lebih dari 1.500 sitasi. Secara keseluruhan, ia telah menghasilkan 195 artikel ilmiah yang memperoleh 3.540 sitasi di Google Scholar dan melahirkan dua paten unggulan. Capaian tersebut tidak lepas dari konsistensinya dalam mengembangkan penelitian pada isu-isu strategis yang memiliki relevansi tinggi dengan tantangan masa depan. Karena itu, fokus kajiannya saat ini diarahkan pada pengembangan rantai pasok energi terbarukan yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. “Saya selalu mengedepankan riset yang mutakhir, yaitu memfokuskan diri pada rantai pasok energi terbarukan agar hasil penelitian kita memiliki dampak yang luas dan masif bagi masyarakat,” jelasnya. Pencapaian tersebut juga didukung oleh ekosistem riset UMM yang terus berkembang melalui skema pendanaan penelitian berkelanjutan serta keberadaan Supply Chain Research and Innovation Center yang dikoordinasikannya. Dukungan tersebut menjadi ruang bagi lahirnya berbagai inovasi dan kolaborasi riset yang mampu menjawab kebutuhan industri maupun masyarakat. Selain dukungan institusi, Prof. Ilyas menilai keberhasilan penelitian juga ditentukan oleh kemampuan peneliti dalam membaca perkembangan zaman dan menangkap isu-isu strategis yang tengah berkembang. Menurutnya, kepekaan terhadap perubahan menjadi modal penting untuk menghasilkan riset yang relevan dan berdampak nyata. “Kita harus bisa membaca tanda zaman dan isu-isu terbaru karena dari situlah sebenarnya peluang untuk memunculkan ide riset yang dapat berkontribusi langsung kepada masyarakat,” pesannya. Keberhasilan menembus jajaran ilmuwan paling berpengaruh di dunia ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika UMM untuk terus menghasilkan karya riset yang inovatif dan berdaya saing global. Prestasi tersebut sekaligus memperkuat posisi UMM sebagai perguruan tinggi yang konsisten mendorong lahirnya penelitian berkualitas melalui kolaborasi internasional yang semakin luas serta kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban. (*)

UMM Hadirkan Solusi Stunting, Kemiskinan, dan Inovasi hingga Tiongkok

pwmu.co – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperluas kontribusinya dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat. Melalui riset, inovasi, dan program pengabdian, Kampus Putih menghadirkan solusi untuk penanganan stunting, kemiskinan ekstrem, pengembangan ekonomi desa, hingga membangun kerja sama internasional melalui pendirian Halal Center di Tiongkok.Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Rektor IV UMM Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D. Menurutnya, arah riset dan inovasi yang dikembangkan Kampus Putih kini berfokus pada penyelesaian persoalan riil yang dihadapi masyarakat dan dunia industri, bukan semata-mata menjawab kebutuhan akademik. “Kita sekarang mengarahkan agar persoalan yang diangkat itu berangkat dari persoalan riil masyarakat atau industri, bukan sekadar gap dari literatur saja,” ujarnya seperti rilis resmi UMM, (Rabu 3/6/2026). Pendekatan tersebut melahirkan berbagai kolaborasi strategis yang memberikan manfaat luas. Di tingkat nasional, UMM bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam kajian pengelolaan tambang berkelanjutan serta penyusunan standar bahasa isyarat bagi penyandang disabilitas. Sementara itu, di level internasional, UMM memperluas jejaringnya dengan mendirikan Halal Center di Fuzhou University, Tiongkok. Kehadiran pusat halal tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi lulusan UMM untuk berkiprah dalam pengembangan dan sertifikasi halal di tingkat global. Di sisi lain, program pengabdian masyarakat yang dijalankan UMM juga disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Kepala Biro Riset, Pengabdian, dan Kerja Sama UMM, Dr. Salahudin, M.Si., MPA., menjelaskan bahwa setiap program diawali dengan pemetaan masalah sosial agar solusi yang diberikan benar-benar tepat sasaran. “Program pengabdian kepada masyarakat itu tidak berangkat dari ide universitas, tetapi berangkat dari permasalahan masyarakat. Karena itu, sebelumnya kami melakukan mapping problem sosial,” jelasnya. Strategi tersebut diterapkan dalam berbagai program pemberdayaan, termasuk upaya menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem di NTT. Melalui pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat, UMM berupaya memastikan setiap intervensi memberikan manfaat yang berkelanjutan. Kontribusi UMM juga terlihat dalam pengembangan ekonomi dan lingkungan di berbagai daerah. Kampus ini berhasil mendorong pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Sumber Maron, mendukung transformasi kawasan wisata Jodipan, serta mengembangkan sistem green farming pada lahan terasering di Tabanan, Bali. Berbagai inisiatif tersebut bahkan mengantarkan UMM memperoleh pengakuan sebagai mitra UNESCO. Untuk menjaga keberlanjutan program-program tersebut, mahasiswa diterjunkan langsung ke tengah masyarakat dengan bekal kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Selain menguasai bahasa Indonesia, mahasiswa juga didorong menguasai bahasa asing dan bahasa pemrograman (coding) agar mampu beradaptasi serta memberikan kontribusi yang lebih luas di tingkat nasional maupun global. Melalui riset, inovasi, dan pengabdian yang berbasis pada kebutuhan masyarakat, UMM menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga motor penggerak perubahan yang memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. (*)

Ilmuwan UMM Prof Ilyas Mendunia: Tembus World Top 5 Persen Scientist versi SciRank Global Registry 2025

MALANG POST – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali membawa kabar yang membanggakan. Kualitas dan kedalaman karya ilmiah akademisi Kampus Putih kembali diakui dunia dan menjadi perhatian dunia. Hal itu dibuktikan secara mutlak oleh Dosen Program Studi Teknik Industri UMM, Prof. Ir. Ilyas Masudin, MLogSCM., Ph.D., yang sukses menembus jajaran prestisius World Top 5% Scientist versi SciRank Global Registry 2025. Pemeringkatan bergengsi yang menyeleksi jutaan ilmuwan tersebut resmi diumumkan pada awal tahun ini. Pemeringkatan ini menyeleksi lebih dari sepuluh juta ilmuwan aktif di seluruh dunia menggunakan pangkalan data OpenAlex, tanpa membedakan bidang keilmuan. Penilaian didasarkan murni pada Normalized Composite Score yang mengukur keseimbangan antara tingginya produktivitas publikasi dan besarnya dampak sitasi. Mengetahui namanya masuk dalam jajaran elit tersebut, Prof. Ilyas mengaku sangat terkejut sekaligus bangga karena penilaian dilakukan secara sangat objektif terhadap jutaan peneliti lintas negara. “Saya cukup kaget karena informasi ini justru saya ketahui dari kolega. Apalagi, lembaga tersebut melakukan penilaian terhadap lebih dari sepuluh juta peneliti di seluruh dunia secara objektif tanpa membedakan bidang keilmuan,” ungkapnya. Kepakaran Ilyas berfokus pada peminatan Logistik, Rantai Pasok, dan Optimisasi. Rekam jejaknya tercatat sangat impresif dengan 126 dokumen terindeks Scopus, H-index 24, dan dikutip lebih dari 1.500 kali. Secara keseluruhan, ia mencatatkan 195 artikel dengan total sitasi Google Scholar menembus 3.540 kali dan membuahkan dua paten unggulan. Ia menegaskan bahwa risetnya selalu diarahkan pada isu mutakhir, khususnya yang berkaitan dengan rantai pasok energi terbarukan, agar dapat memberikan dampak dan manfaat yang luas. “Saya selalu mengedepankan riset yang mutakhir, yaitu memfokuskan diri pada rantai pasok energi terbarukan agar hasil penelitian kita punya dampak yang luas dan masif di tengah masyarakat,” jelasnya. Pencapaian gemilang ini tentu didukung penuh oleh ekosistem keilmuan UMM melalui skema pendanaan riset berkelanjutan serta Supply Chain Research and Innovation Center yang ia koordinatori. Terkait dengan inovasi riset, ia mengingatkan pentingnya kepekaan para peneliti terhadap isu-isu terkini agar ide yang dihasilkan mampu berkontribusi secara langsung dalam menjawab kebutuhan zaman. “Kita harus bisa membaca tanda zaman dan isu terbaru, karena dari situlah sebenarnya peluang kita untuk memunculkan ide riset yang bisa berkontribusi langsung pada masyarakat,” pesannya. Keberhasilan menembus jajaran elit dunia ini diharapkan tidak hanya menjadi puncak pencapaian personal, tetapi juga pelecut semangat bagi sivitas akademika UMM lainnya. Dedikasi ini menjadi bukti nyata bahwa integritas riset yang dibarengi dengan inovasi yang konsisten akan selalu mendapat pengakuan global. Ke depan, langkah strategis melalui kolaborasi riset internasional harus terus diperluas untuk mengukuhkan posisi Kampus Putih sebagai institusi unggul yang tiada henti melahirkan riset berdampak nyata bagi kemajuan peradaban.(*/M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)