Wawali Ali Dorong Penguatan Akses dan Karakter Pendidikan

Lowokwaru (malangkota.go.id) – Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menegaskan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun generasi bangsa yang unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Stadium General Lentera Graduation Ceremony (LEGACY) yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Lowokwaru di Gedung Kuliah Bersama Universitas Muhammadiyah Malang, Selasa (2/6/2026). Wawali Ali memberikan sambutan saat menghadiri kegiatan LEGACY di UMM Dalam sambutannya, Wawali Ali memberikan apresiasi kepada PCM Lowokwaru yang dinilai konsisten berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di Kota Malang. Menurutnya, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, pendidikan memiliki peran strategis tidak hanya dalam meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter dan ketahanan moral peserta didik. “Saya menyampaikan apresiasi kepada PCM Lowokwaru yang terus konsisten mengembangkan pendidikan. Di tengah berbagai tantangan zaman, pendidikan tetap menjadi instrumen utama dalam membangun karakter generasi bangsa dan generasi Islam yang unggul,” ucapnya. Lebih lanjut, Wawali Ali menekankan bahwa pendidikan harus mampu menjawab berbagai persoalan sosial yang dihadapi anak-anak dan remaja saat ini. Oleh karena itu, menurutnya, proses pendidikan perlu diarahkan untuk membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak dan mentalitas yang kuat. “Saat ini kita menghadapi berbagai persoalan di kalangan anak-anak dan remaja. Karena itu, pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, akhlak, mentalitas, dan ketahanan moral generasi muda,” tegasnya. Ali juga menyoroti peran besar PCM Lowokwaru dalam mendukung kemajuan pendidikan di wilayah yang dikenal sebagai salah satu kawasan pendidikan terbesar di Kota Malang. Menurutnya, keberadaan banyak sekolah dan perguruan tinggi harus sejalan dengan meningkatnya akses pendidikan bagi seluruh masyarakat. Ia mengingatkan agar tidak ada anak-anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan akibat keterbatasan ekonomi. Untuk itu, dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat. “Jangan sampai ada anak yang putus sekolah hanya karena keterbatasan biaya. Pemerintah Kota Malang bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk Muhammadiyah, harus terus berkolaborasi agar pendidikan dapat diakses oleh semua kalangan,” pesannya. Selain sektor pendidikan, Wawali Ali turut menyoroti pentingnya pemerataan manfaat pembangunan ekonomi bagi masyarakat. Sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Kota Malang, Lowokwaru dinilai memiliki potensi besar yang perlu dikelola agar mampu meningkatkan kesejahteraan warga sekitar. Pada kesempatan tersebut, Ali juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat peran pendidikan sebagai sarana membangun peradaban. Menurutnya, pendidikan yang dilandasi ilmu pengetahuan dan keimanan akan melahirkan generasi yang tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. “Semoga anak-anak yang belajar di lingkungan Muhammadiyah kelak menjadi generasi yang kuat, berilmu, berakhlak, memiliki kepedulian sosial, serta mampu membawa kemajuan bagi bangsa, negara, dan umat,” pungkas Ali. (iu/yn)
UMM Pulihkan Mata Air yang Sempat Mati, 4 Dusun di Kecamatan Pujon Kini Nikmati Air Bersih

TRIBUNJATIM.COM, MALANG – Program rehabilitasi hutan yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di kawasan Pujon Hill, Kabupaten Malang, mulai menunjukkan hasil nyata. Empat dusun di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang mendapatkan manfaat limpahan air bersih dari program rehabilitasi hutan yang dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di kawasan Pujon Hill. Hal tersebut menjadi kabar baik, di tengah ancaman krisis air bersih dan dampak perubahan iklim yang memicu kekeringan di berbagai daerah. Kini, aliran air dari kawasan hutan yang direhabilitasi tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat di empat dusun yang tersebar di dua desa di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Air bersih dari kawasan Pujon Hill mengalir ke Dusun Ngepreh dan Dusun Tretes di Desa Bendosari, serta Dusun Talesan dan Dusun Kedungrejo di Desa Sukomulyo. Mata Air yang Sempat Mati Kembali Mengalir Menurut Staf Ahli Pujon Hill UMM, Dr Tatag Muttaqin, program reboisasi yang dijalankan sejak 2019 itu tidak hanya meningkatkan debit air, tetapi juga berhasil menghidupkan kembali sejumlah mata air yang sebelumnya sempat mengering. Ia mengatakan, peningkatan debit air terjadi setelah kampus melakukan inventarisasi sumber daya alam sekaligus perbaikan ekosistem hutan secara berkelanjutan. Rehabilitasi kawasan hutan yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir itu ternyata mampu mengembalikan fungsi resapan air. Hal itu membuat sejumlah mata air yang sebelumnya mati, kini mulai kembali mengalir. “Kami melakukan rehabilitasi dan perbaikan hutan. Hasilnya debit air bertambah besar dan beberapa mata air baru muncul. Mata air yang dulu sempat mati sekarang mulai hidup lagi,” kata Tatag pada Selasa (2/6/2026). Penanaman Bambu Jadi Strategi Konservasi Salah satu strategi yang diterapkan UMM adalah menanam bambu dan berbagai tanaman keras di kawasan buffer zone atau zona penyangga. Penanaman dilakukan secara kolaboratif bersama sejumlah pihak eksternal. Dari total luas kawasan hutan sekitar 80 hektare, UMM memprioritaskan rehabilitasi pada lahan seluas 15 hektare.
Bekas Pabrik Keramik Dinoyo Malang Jadi Ruang Kreatif Mahasiswa UMM

Kota Malang, Tagarjatim.id – Mahasiswa program pendidikan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menghidupkan kawasan industri keramik Dinoyo, Kota Malang, Jawa Timur, sebagai ruang kreatif karya mahasiswa. Melalui gelaran VIBE (Visual Impact for Better Earth) para mahasiswa ini memanfaatkan bekas Pabrik keramik Dinoyo untuk acara pemutaran film pendek dan kampanye lingkungan. Koordinator acara VIBE, Muhammad Ridho Fakhruddin, mengatakan pemutaran film di bekas pabrik keramik pertama kali di Dinoyo Kota Malang ini menjadi bentuk place making atau upaya menghidupkan kembali ruang lama menjadi tempat yang memiliki nilai sosial, kreatif, dan edukatif bagi masyarakat. Dia menjelaskan dengan mengusung konsep ruang kreatif terbuka dan gratis untuk umum untuk menghadirkan suasana baru bagi mahasiswa dan masyarakat. “Kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai ruang industri lama, kini kembali digunakan sebagai ruang berkumpul, berdiskusi, serta menikmati karya audio visual yang memiliki pesan sosial,” kata Ridho, Selasa (2/6/2026). Menurutnya, film pendek ini mengangkat isu lingkungan sekaligus menjadi media kampanye sosial bagi generasi muda. Film tersebut mengangkat isu lingkungan dengan pendekatan simbolik melalui pembangunan karakter menggunakan semiotika babi sebagai representasi kritik sosial perilaku manusia terhadap lingkungan. Ridho menjelaskan bahwa film tersebut memiliki tujuan membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Selain itu, acara VIBE juga diharapkan mampu mendorong aksi nyata audiens dalam mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. “Film The Presentation memiliki tujuan membangun awareness kepada audiens dalam menjaga lingkungan. Pada event VIBE yang telah diadakan oleh tim Mindcraft membantu mendorong aksi secara langsung dalam menjaga lingkungan,” katanya. Tak hanya menghadirkan pemutaran film, VIBE juga menyelenggarakan sesi diskusi dan sharing session bersama sutradara sekaligus penulis film dan bersama aktivis lingkungan HotBott Taufiq Saguantoles yang membahas isu lingkungan, proses kreatif produksi audio visual, hingga bagaimana media film dapat menjadi sarana kampanye sosial yang relevan bagi generasi muda saat ini. Sebagai bagian dari praktik pembelajaran mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM, VIBE menjadi bentuk kolaborasi kreatif antara komunitas dan mahasiswa dalam menghadirkan karya audio visual yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan sosial. Acara ini sekaligus menunjukkan bahwa ruang-ruang lama di perkotaan dapat kembali dimanfaatkan sebagai ruang kreatif alternatif yang hidup dan dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap masyarakat, khususnya anak muda, dapat lebih peduli terhadap penggunaan plastik dan menjaga lingkungan sekitar. “Harapan kami pada audiens yang datang, jadi lebih aware dalam menggunakan plastik dan tentunya dalam menjaga lingkungan sekitar,” ujarnya. Dia menambahkan kehadiran VIBE di bekas Pabrik Keramik Dinoyo menjadi bukti bahwa ruang terbengkalai tidak selalu harus ditinggalkan. “Dengan pendekatan kreatif dan kolaboratif, ruang lama dapat kembali memiliki makna baru sebagai tempat tumbuhnya kreativitas, diskusi sosial, dan gerakan kepedulian lingkungan bagi masyarakat Kota Malang,” pungkasnya. (*)
Dari Hutan yang Pulih, Mata Air Kembali Mengalir: Kiprah UMM Menjaga Kedaulatan Air di Pujon Hill

Malangpariwara.com – Di saat berbagai wilayah dunia menghadapi ancaman krisis air bersih akibat perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, sebuah kabar baik datang dari kawasan Pujon, Kabupaten Malang. Di lereng perbukitan yang dulu mengalami penurunan kualitas ekosistem, kini mata air kembali bermunculan dan mengalirkan kehidupan bagi warga sekitar. Perubahan itu bukan terjadi secara instan. Di balik derasnya aliran air yang kini dinikmati masyarakat, terdapat upaya konservasi jangka panjang yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui program rehabilitasi dan reboisasi kawasan hutan Pujon Hill sejak 2019. Program yang digagas Kampus Putih tersebut berfokus pada pemulihan fungsi ekologis hutan sebagai daerah tangkapan dan penyimpan air. Hasilnya mulai terlihat nyata. Sejumlah mata air yang sebelumnya mati perlahan kembali hidup, sementara debit air di kawasan tersebut mengalami peningkatan signifikan. Staf Ahli Pujon Hill, Dr. Tatag Muttaqin, S.Hut., M.Sc., menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut berawal dari proses inventarisasi sumber daya alam yang dilakukan secara menyeluruh. Setelah potensi kawasan dipetakan, UMM melakukan rehabilitasi hutan secara bertahap dengan pendekatan berbasis konservasi. “Ketika hutannya diperbaiki dan fungsi ekologisnya kembali berjalan, debit air meningkat. Bahkan beberapa mata air baru muncul, sementara mata air yang dulu sempat mati kini mulai hidup kembali,” ujarnya. Menurut Tatag, pemulihan hutan menjadi kunci utama dalam menjaga siklus hidrologi. Vegetasi yang tumbuh sehat mampu meningkatkan kemampuan tanah menyerap air hujan sehingga cadangan air bawah tanah terus terjaga, bahkan bertambah. Salah satu strategi yang diterapkan adalah penanaman bambu dan berbagai tanaman keras di kawasan buffer zone atau zona penyangga. Apa yang dilakukan UMM menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga agen perubahan bagi lingkungan.(Ist) Program ini dijalankan secara kolaboratif dengan berbagai pihak dan difokuskan pada area seluas 15 hektare dari total 80 hektare kawasan hutan yang dikelola. Lereng perbukitan dan sempadan sungai menjadi prioritas penanaman karena memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas tanah sekaligus memperkuat daya resap air. Pemilihan bambu bukan tanpa alasan. Tanaman ini dikenal memiliki sistem perakaran yang kuat dan kemampuan tinggi dalam menyimpan cadangan air di dalam tanah. “Dengan bambu, kami optimistis potensi menghadirkan sumber air baru sangat besar. Bambu memiliki kemampuan alami menyimpan dan menjaga ketersediaan air,” jelasnya. Manfaat dari upaya konservasi tersebut kini dirasakan langsung oleh masyarakat. Air bersih yang bersumber dari kawasan Pujon Hill mengalir ke empat dusun yang berada di dua desa berbeda, yakni Dusun Ngepreh dan Dusun Tretes di Desa Bendosari, serta Dusun Talesan dan Dusun Kedungrejo di Desa Sukomulyo. Bagi warga di kawasan tersebut, keberadaan sumber air bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, melainkan penopang utama kehidupan. Saat musim kemarau tiba dan sumber air lain mulai berkurang, pasokan dari Pujon Hill menjadi penyelamat bagi ribuan warga. “Kalau mereka tidak mendapatkan pasokan air dari sini, tentu akan sangat kesulitan mencari sumber air lain,” kata Tatag. Ke depan, UMM berencana melakukan penghitungan teknis untuk mengetahui secara pasti besaran debit air yang berhasil dipulihkan melalui program konservasi tersebut. Data itu nantinya akan menjadi dasar evaluasi sekaligus pengembangan program pelestarian lingkungan yang lebih luas. Kisah Pujon Hill menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan bukan sekadar slogan, melainkan investasi jangka panjang yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Bakti alam UMM untuk Pujon Hill(ist) Ketika hutan dipulihkan, air kembali mengalir. Ketika alam dijaga, kehidupan pun ikut terpelihara. Apa yang dilakukan UMM menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan lingkungan. Dari kawasan perbukitan di Pujon, lahir sebuah pelajaran penting bahwa menjaga hutan berarti menjaga masa depan, sekaligus memastikan ketersediaan air bersih bagi generasi yang akan datang. (Djoko W)
Dosen Teknik Industri UMM Dinobatkan Sebagai Ilmuwan Paling Berpengaruh Dunia

Kota Malang, Tagarjatim.id – Dosen Program Studi Teknik Industri UMM, Prof. Ir. Ilyas Masudin, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dinobatkan sebagai ilmuwan paling berpengaruh di dunia dan masuk dalam jajaran World Top 5% Scientist 2025 versi SciRank Global Registry. Pencapaian ini diperoleh setelah melalui proses pemeringkatan yang melibatkan lebih dari 10 juta peneliti aktif dari berbagai negara dan disiplin ilmu. Menurut Ilyas, penilaian dilakukan menggunakan basis data OpenAlex dengan indikator utama Normalized Composite Score, yang mengukur keseimbangan antara produktivitas publikasi dan dampak sitasi ilmiah. Menurutnya, pemeringkatan dilakukan secara objektif tanpa membedakan bidang keilmuan sehingga menjadi pengakuan penting bagi para peneliti. “Saya cukup kaget karena informasi ini justru saya ketahui dari kolega. Apalagi, lembaga tersebut melakukan penilaian terhadap lebih dari 10 juta peneliti di seluruh dunia secara objektif tanpa membedakan bidang keilmuan,” katanya, Selasa (2/6/2026). Sebagai akademisi yang menekuni bidang logistik, manajemen rantai pasok, dan optimisasi, Prof. Ilyas memiliki rekam jejak riset yang kuat. Hingga saat ini, ia telah menghasilkan 126 publikasi terindeks Scopus dengan H-index 24 dan lebih dari 1.500 sitasi. Secara keseluruhan, ia mengoleksi 195 artikel ilmiah dengan total sitasi Google Scholar mencapai 3.540 kali serta menghasilkan dua paten. Dia mengaku fokus riset yang dijalankannya selama ini diarahkan pada isu-isu strategis dan mutakhir, terutama pengembangan rantai pasok energi terbarukan yang dinilai memiliki dampak luas bagi masyarakat. “Saya selalu mengedepankan riset yang mutakhir dengan memfokuskan diri pada rantai pasok energi terbarukan agar hasil penelitian memiliki dampak yang luas dan masif,” katanya. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan ekosistem riset yang dibangun UMM, termasuk melalui skema pendanaan penelitian berkelanjutan dan keberadaan Supply Chain Research and Innovation Center. Dalam kesempatan ini, ia juga mendorong para peneliti untuk lebih peka terhadap perkembangan zaman dan berbagai persoalan aktual yang muncul di masyarakat. Isu-isu terkini pun, kata dia, dapat menjadi sumber lahirnya inovasi dan penelitian yang relevan. “Kita harus mampu membaca tanda-tanda zaman dan isu terbaru karena dari situlah peluang untuk menghadirkan riset yang berkontribusi langsung bagi masyarakat,” tuturnya. UMM berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas penelitian dan memperluas kolaborasi internasional. Prestasi Prof. Ilyas, sekaligus memperkuat posisi UMM sebagai perguruan tinggi yang konsisten menghasilkan riset berkualitas dan berdampak bagi kemajuan masyarakat global.(*)
Prof. Ilyas, Akademisi UMM yang Masuk Jajaran Ilmuwan Berpengaruh Dunia Versi SciRank 2025

pwmu.co – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dosen Program Studi Teknik Industri UMM, Prof. Ir. Ilyas Masudin, MLogSCM., Ph.D., berhasil masuk dalam jajaran World Top 5% Scientist versi SciRank Global Registry 2025.Pengakuan internasional tersebut menempatkan Prof. Ilyas di antara ilmuwan paling berpengaruh di dunia setelah melalui proses seleksi yang melibatkan lebih dari 10 juta peneliti aktif dari berbagai negara dan disiplin ilmu. Pemeringkatan SciRank Global Registry menggunakan basis data OpenAlex dan menilai para ilmuwan berdasarkan Normalized Composite Score, yakni indikator yang mengukur keseimbangan antara produktivitas publikasi ilmiah dan dampak sitasi yang dihasilkan. Prof. Ilyas mengaku tidak menyangka namanya masuk dalam daftar bergengsi tersebut. Ia bahkan pertama kali mengetahui informasi itu dari rekan sejawatnya. “Saya cukup kaget karena informasi ini justru saya ketahui dari kolega. Apalagi, lembaga tersebut melakukan penilaian terhadap lebih dari sepuluh juta peneliti di seluruh dunia secara objektif tanpa membedakan bidang keilmuan,” ujarnya. Selama ini, Prof. Ilyas dikenal memiliki fokus penelitian pada bidang logistik, rantai pasok, dan optimisasi. Berbagai karya ilmiah yang dihasilkannya telah memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya terkait pengelolaan rantai pasok modern. Rekam jejak akademiknya menunjukkan capaian yang impresif. Hingga saat ini, ia tercatat memiliki 126 dokumen yang terindeks Scopus dengan H-index 24 serta lebih dari 1.500 sitasi. Secara keseluruhan, Prof. Ilyas telah menghasilkan 195 artikel ilmiah dengan total sitasi di Google Scholar mencapai lebih dari 3.500 kali. Selain publikasi ilmiah, ia juga berhasil menghasilkan dua paten yang menjadi bagian dari kontribusi inovasinya di bidang keilmuan. Menurutnya, salah satu kunci penting dalam menghasilkan riset yang berdampak adalah kemampuan membaca perkembangan zaman dan fokus pada isu-isu yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Saya selalu mengedepankan riset yang mutakhir, yaitu memfokuskan diri pada rantai pasok energi terbarukan agar hasil penelitian kita punya dampak yang luas dan masif di tengah masyarakat,” jelasnya. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan lingkungan akademik di UMM yang menyediakan berbagai program penguatan riset, termasuk pendanaan penelitian berkelanjutan dan pengembangan pusat inovasi penelitian. Saat ini, Prof. Ilyas juga mengoordinasikan Supply Chain Research and Innovation Center yang menjadi salah satu wadah pengembangan riset di bidang rantai pasok dan logistik. Ia berpesan kepada para peneliti muda agar terus meningkatkan kepekaan terhadap berbagai isu strategis yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, peluang menghasilkan penelitian yang bermanfaat akan semakin besar ketika peneliti mampu memahami kebutuhan zaman. “Kita harus bisa membaca tanda zaman dan isu terbaru, karena dari situlah sebenarnya peluang kita untuk memunculkan ide riset yang bisa berkontribusi langsung pada masyarakat,” katanya. Pencapaian Prof. Ilyas diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika UMM maupun kalangan peneliti Indonesia untuk terus menghasilkan karya ilmiah berkualitas yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan mendapatkan pengakuan di tingkat global. Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi UMM sebagai salah satu perguruan tinggi yang aktif mendorong lahirnya riset inovatif dan kolaborasi internasional guna menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria
Gandeng UMM, BRI Malang Soekarno Hatta Integrasikan Layanan Keuangan untuk 2.000 Pegawai

AboutMalang.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melalui Kantor Cabang Malang Soekarno Hatta terus memperluas jangkauan layanan keuangan digitalnya di sektor pendidikan. Kali ini, BRI menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk menyediakan layanan keuangan yang terintegrasi. Kerja sama yang difokuskan di kampus UMM, Jalan Raya Tlogomas No. 246, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang ini ditujukan untuk mendukung aktivitas operasional institusi sekaligus memfasilitasi kebutuhan finansial ribuan pegawainya. Tercatat, kurang lebih 2.000 karyawan dan pegawai UMM akan memanfaatkan ekosistem perbankan dari BRI. Layanan tersebut mencakup sistem pembayaran gaji (payroll), pemanfaatan super apps BRImo, penyediaan QRIS dan EDC, hingga fasilitas Cash Management System (CMS) untuk kebutuhan kampus. Pemimpin Cabang (Branch Office Head) BRI Malang Soekarno Hatta, Johanes Alfred Simanjuntak, menyatakan bahwa langkah ini merupakan wujud transformasi BRI untuk tidak sekadar menjadi bank, melainkan penyedia solusi keuangan menyeluruh bagi para mitranya. “BRI tidak hanya menghadirkan layanan perbankan, tetapi juga solusi keuangan yang terintegrasi. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat memberikan kemudahan bagi institusi dalam pengelolaan keuangan sekaligus mendukung kebutuhan transaksi para pegawai secara lebih praktis, aman, dan efisien,” ujar Johanes, dikutip AboutMalang.com dari keterangan resminya, Senin, 1 Juni 2026. Bagi institusi UMM, kehadiran Cash Management System (CMS) BRI dinilai akan sangat membantu efektivitas pengelolaan keuangan kampus. Sistem ini memungkinkan pihak universitas untuk memonitor transaksi, membayar tagihan, hingga mengelola arus kas secara real-time. Sementara itu, bagi para pegawai, kelengkapan fasilitas seperti aplikasi digital BRImo, QRIS, dan mesin EDC akan mempermudah percepatan transaksi nontunai (cashless) sehari-hari, kapan saja dan di mana saja. “Melalui ekosistem layanan yang terintegrasi, kami ingin memberikan pengalaman layanan yang lebih baik bagi institusi dan seluruh pegawai. Dengan dukungan teknologi dan jaringan layanan yang luas, BRI siap menjadi mitra strategis dalam mendukung produktivitas dan pertumbuhan organisasi,” tambah Johanes. Ke depan, BRI berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi serupa dengan berbagai instansi, mulai dari pemerintahan, lembaga pendidikan, rumah sakit, BUMD, hingga perusahaan swasta demi memperkuat inklusi keuangan di berbagai sektor. “Ke depan, kami berharap sinergi yang terjalin dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi institusi, pegawai, serta masyarakat luas melalui pemanfaatan layanan keuangan yang modern, aman, dan terintegrasi,” tutupnya. (***).
BRI Malang Soekarno Hatta Gandeng UMM, Hadirkan Layanan Keuangan Terintegrasi untuk 2.000 Pegawai

KOTA MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Branch Office Soekarno Hatta Malang terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis berbagai institusi dalam menyediakan layanan keuangan yang modern, aman, dan terintegrasi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam pemanfaatan berbagai produk dan layanan perbankan BRI untuk mendukung aktivitas operasional institusi serta kebutuhan finansial para pegawai. Kerja sama yang berlangsung di lingkungan kampus UMM, Jalan Raya Tlogomas Nomor 246, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, ini akan mencakup pemanfaatan layanan payroll, BRImo, QRIS, Electronic Data Capture (EDC), Cash Management System (CMS), hingga berbagai layanan transaksi dan pembiayaan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan institusi. Melalui sinergi tersebut, sekitar 2.000 pegawai dan karyawan UMM akan memanfaatkan ekosistem layanan perbankan BRI yang dirancang untuk memberikan kemudahan dalam bertransaksi sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan institusi. Pemimpin BRI Branch Office Soekarno Hatta Malang, Johanes Alfred Simanjuntak, mengatakan bahwa BRI saat ini tidak hanya berfokus pada layanan perbankan konvensional, tetapi juga terus bertransformasi menjadi penyedia solusi keuangan yang mampu memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. “BRI tidak hanya menghadirkan layanan perbankan, tetapi juga solusi keuangan yang terintegrasi. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat memberikan kemudahan bagi institusi dalam pengelolaan keuangan sekaligus mendukung kebutuhan transaksi para pegawai secara lebih praktis, aman, dan efisien,” ujar Johanes Alfred Simanjuntak. Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah mengubah pola transaksi masyarakat dan institusi. Karena itu, BRI terus mengembangkan berbagai layanan berbasis digital yang mampu mendukung kebutuhan transaksi secara cepat dan fleksibel. Salah satu layanan unggulan yang dimanfaatkan dalam kerja sama ini adalah BRImo. Sebagai super apps perbankan digital BRI, BRImo memungkinkan pegawai melakukan berbagai transaksi keuangan mulai dari transfer, pembayaran tagihan, pembelian kebutuhan digital, hingga investasi secara mudah melalui satu aplikasi. Selain itu, implementasi QRIS dan EDC BRI juga menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan transaksi non-tunai di lingkungan kampus. Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan transaksi bagi civitas akademika maupun masyarakat yang beraktivitas di lingkungan UMM. Di sisi institusi, layanan Cash Management System (CMS) BRI memberikan kemudahan dalam pengelolaan keuangan secara terpusat. Melalui CMS, institusi dapat melakukan monitoring transaksi, pengelolaan arus kas, pembayaran berbagai kewajiban, serta pelaporan keuangan secara real-time sehingga proses operasional menjadi lebih efektif dan efisien. “Melalui ekosistem layanan yang terintegrasi, kami ingin memberikan pengalaman layanan yang lebih baik bagi institusi dan seluruh pegawai. Dengan dukungan teknologi serta jaringan layanan yang luas, BRI siap menjadi mitra strategis dalam mendukung produktivitas dan pertumbuhan organisasi,” tambah Johanes Alfred Simanjuntak. Kerja sama dengan UMM ini menjadi bagian dari strategi BRI dalam memperluas kolaborasi dengan berbagai institusi, mulai dari instansi pemerintah, lembaga pendidikan, rumah sakit, BUMD, hingga perusahaan swasta. Langkah tersebut sejalan dengan komitmen BRI dalam memperkuat inklusi keuangan dan mendukung percepatan transformasi digital di berbagai sektor. Johanes Alfred Simanjuntak menegaskan bahwa BRI akan terus menghadirkan inovasi layanan yang relevan dengan kebutuhan institusi dan masyarakat. “Ke depan, kami berharap sinergi yang terjalin dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi institusi, pegawai, serta masyarakat luas melalui pemanfaatan layanan keuangan yang modern, aman, dan terintegrasi,” pungkasnya. REPORTER : DONI KURNIAWAN EDITOR : DENNY W
Kisah Ayca, Kreator Konten yang Sukses Meniti Karier dari Jalur Influencer UMM

Dinda Nur Aisyah alias Ayca membuktikan bahwa konsistensi membuat konten di media sosial dapat membuka peluang pendidikan dan karier. (Humas UMM/Klikmu.co) KLIKMU.CO – Di era digital saat ini, profesi kreator konten tak lagi bisa dipandang sebelah mata. Kemampuan membangun engagement di media sosial kini diakui sebagai kompetensi berharga yang setara dengan prestasi akademik. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuktikan komitmennya dalam merespons tren creator economy melalui Jalur Influencer. Dinda Nur Aisyah atau yang akrab disapa Ayca menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan program tersebut. Alumnus Program Studi Ilmu Komunikasi UMM itu tidak hanya berhasil masuk perguruan tinggi berkat konsistensinya membuat konten, tetapi juga mampu mengasah keahlian hingga langsung terserap di dunia kerja sesaat setelah wisuda. Pada awalnya, Ayca yang kerap membagikan konten keseharian dan ulasan produk kecantikan tidak menyangka aktivitas tersebut dapat menjadi jalan masuk ke perguruan tinggi. Ia bahkan sempat ragu untuk mendaftar karena kontennya tidak murni bernuansa edukasi. Namun, pihak kampus ternyata memiliki cara pandang yang lebih komprehensif dalam menilai kemampuan komunikasi digital calon mahasiswa. “Awalnya aku pesimis karena kontenku bukan konten edukasi. Tapi ternyata UMM tetap melihat potensi dari cara kita membangun audiens dan komunikasi di media sosial. Kampus juga melihat kemampuan kreator dalam membangun audiens dan komunikasi digital,” ungkapnya. Berbekal lebih dari 100 ribu pengikut, jauh melampaui syarat minimal 10 ribu pengikut, Ayca berhasil diterima di UMM dan memperoleh potongan biaya pendidikan sebesar 50 persen. Selama menempuh pendidikan, ia dituntut mampu mengatur waktu antara aktivitas akademik dan dunia digital yang digelutinya. Berbagai praktikum di Program Studi Ilmu Komunikasi serta keterlibatannya dalam digital team UMM menjadi wadah untuk melatih kedisiplinan sekaligus memahami strategi konten secara lebih mendalam. “Praktikum di komunikasi benar-benar melatih disiplin dan tanggung jawab. Itu yang paling kepakai sampai sekarang waktu kerja. Selain perkuliahan, keterlibatanku di digital team UMM menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan karier. Lingkungannya membuatku lebih memahami strategi konten, algoritma media sosial, hingga cara membangun audiens yang lebih luas,” jelas Ayca. Berkat tempaan kedisiplinan, relasi, dan ekosistem kampus yang suportif, Ayca langsung direkrut sebagai kreator konten di sebuah klinik kecantikan hanya satu minggu setelah kelulusannya. Kisah Ayca menjadi pesan penting bagi generasi muda bahwa media sosial, jika dikelola secara konsisten dan bertanggung jawab, bukan sekadar ruang berekspresi, melainkan juga jembatan menuju masa depan profesional yang menjanjikan. Perguruan tinggi kini tidak lagi hanya membekali mahasiswa dengan teori di ruang kelas, tetapi juga bertransformasi menjadi ruang inkubasi yang mematangkan bakat digital agar siap bersaing di industri kreatif yang terus berkembang. (Faqih/AS)
Dari Konten Harian ke Dunia Profesional: Kisah Ayca Menembus Kampus dan Karier Lewat Jalur Influencer UMM

Alumni Program Studi Ilmu Komunikasi UMM Dinda Nur Aisyah atau yang akrab disapa Ayca. ( Ist) Malangpariwara.com – Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital, profesi kreator konten kini tidak lagi sekadar aktivitas sampingan yang dilakukan untuk mengisi waktu luang. Kemampuan membangun audiens, mengelola komunikasi digital, hingga menciptakan konten yang menarik telah menjelma menjadi kompetensi yang diperhitungkan di dunia pendidikan maupun industri kreatif. Perubahan tersebut menjadi salah satu alasan lahirnya berbagai inovasi dalam sistem penerimaan mahasiswa baru, termasuk yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Jalur Influencer. Program ini membuka ruang bagi generasi muda yang memiliki rekam jejak kuat di media sosial untuk mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan potensi kreatifnya. Salah satu sosok yang merasakan langsung manfaat program tersebut adalah Dinda Nur Aisyah atau yang akrab disapa Ayca. Alumni Program Studi Ilmu Komunikasi UMM itu berhasil mengubah konsistensinya membuat konten menjadi pintu masuk menuju pendidikan tinggi, bahkan mengantarkannya memperoleh pekerjaan hanya beberapa hari setelah menyelesaikan studi. Ayca mengawali perjalanannya sebagai kreator konten dengan membagikan aktivitas keseharian dan ulasan produk kecantikan melalui berbagai platform media sosial. Saat itu, ia tak pernah membayangkan bahwa aktivitas yang dijalani secara konsisten tersebut suatu saat dapat menjadi modal penting untuk melanjutkan pendidikan. Keraguan sempat menghampiri ketika ia mengetahui adanya Jalur Influencer UMM. Menurutnya, konten yang ia buat tidak berfokus pada edukasi sebagaimana yang banyak dilakukan kreator lain. Namun, pandangan tersebut berubah ketika mengetahui bahwa kampus tidak hanya menilai jenis konten yang diproduksi, melainkan juga kemampuan membangun komunikasi dengan audiens secara efektif. “Awalnya aku pesimis karena kontenku bukan konten edukasi. Tapi ternyata UMM tetap melihat potensi dari cara kita membangun audiens dan komunikasi di media sosial. Kampus juga melihat kemampuan kreator dalam membangun audiens dan komunikasi digital,” ujarnya. Dengan jumlah pengikut yang telah menembus lebih dari 100 ribu akun—sepuluh kali lipat dari syarat minimum yang ditetapkan kampus—Ayca berhasil lolos seleksi dan memperoleh potongan biaya pendidikan sebesar 50 persen. Namun, perjalanan sebagai mahasiswa sekaligus kreator konten bukan tanpa tantangan. Di tengah tuntutan perkuliahan, praktikum, serta aktivitas produksi konten yang harus terus berjalan, Ayca dituntut memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik. Baginya, disiplin menjadi kunci utama untuk menjaga keseimbangan antara dunia akademik dan aktivitas digital. Selama menempuh studi di Program Ilmu Komunikasi, berbagai kegiatan praktikum menjadi sarana untuk mengasah kemampuan profesional yang selama ini hanya dipelajari secara mandiri. Di sisi lain, keterlibatannya dalam tim digital UMM memperluas wawasan mengenai strategi komunikasi modern yang dibutuhkan industri saat ini. “Praktikum di komunikasi benar-benar melatih disiplin dan tanggung jawab. Itu yang paling kepakai sampai sekarang waktu kerja. Selain perkuliahan, keterlibatanku di digital team UMM menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan karier. Lingkungannya membuatku lebih memahami strategi konten, algoritma media sosial, hingga cara membangun audiens yang lebih luas,” jelasnya. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga ketika memasuki dunia kerja. Relasi yang terbangun selama kuliah, kemampuan teknis yang terus diasah, serta pemahaman mendalam mengenai tren digital membuat Ayca tidak membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan pekerjaan. Hanya berselang satu minggu setelah wisuda, ia langsung direkrut sebagai content creator di sebuah klinik kecantikan. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kemampuan yang diperoleh melalui aktivitas kreatif di media sosial dapat memiliki nilai ekonomi dan profesional yang nyata ketika didukung pendidikan yang tepat. Kisah Ayca sekaligus mencerminkan perubahan besar yang sedang terjadi di dunia pendidikan tinggi. Kampus kini tidak lagi hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga berperan sebagai inkubator talenta digital yang membantu mahasiswa mengembangkan potensi sesuai kebutuhan industri masa depan. Di tengah maraknya penggunaan media sosial oleh generasi muda, pengalaman Ayca menghadirkan pesan penting bahwa platform digital dapat menjadi sarana membangun masa depan yang menjanjikan. Dengan kreativitas, konsistensi, dan tanggung jawab, media sosial tidak sekadar menjadi ruang berbagi cerita, melainkan jembatan menuju pendidikan, karier, dan peluang profesional yang semakin luas. (Djoko W)