Dari Konvensional ke Digital, Dosen UMM Bimbing UMKM Perempuan Jatim Tembus Pasar Lebih Luas

Dosen UMM Bimbing UMKM Perempuan Jatim Tembus Pasar Lebih Luas SURABAYA| JATIMSATUNEWS.COM: Upaya mendorong pelaku UMKM perempuan agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi terus digencarkan. Berangkat dari rendahnya pemanfaatan media sosial dalam pemasaran, tiga dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan program pemberdayaan bertajuk “Sisterpreneur: Inovasi Pemasaran Digital untuk Peningkatan Daya Saing UMKM Perempuan” di Surabaya, Minggu (26/4). Program ini digagas oleh Maharina Novi, Arum Martikasari, dan Rahmania Santoso sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut menyasar pelaku UMKM perempuan yang tergabung dalam Nasyiatul Aisyiyah, khususnya yang berada di bawah naungan Asosiasi Pengusaha Nasyiatul Aisyiyah (APUNA) Jawa Timur. Puluhan peserta dari berbagai daerah tampak antusias mengikuti pelatihan yang memadukan teori dan praktik ini. Ketua tim pengabdian, Maharina Novi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya jangkauan pemasaran UMKM perempuan. Berdasarkan riset singkat yang dilakukan, banyak pelaku usaha yang masih mengandalkan metode konvensional dan belum memaksimalkan media sosial sebagai sarana promosi. “Padahal, jika dimanfaatkan secara optimal, media digital mampu memperluas pasar dan meningkatkan omzet penjualan secara signifikan. Kami ingin para pelaku UMKM perempuan ini lebih siap bersaing di era digital,” ujarnya. Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali berbagai strategi pemasaran digital yang aplikatif. Salah satu narasumber, Arum Martikasari, menekankan pentingnya pendekatan komunikasi yang adaptif melalui formula PCBA (Perkenalkan, Ceritakan, Buktikan, dan Ajakan). Strategi ini dinilai mampu membantu pelaku UMKM membangun hubungan yang lebih kuat dengan audiens di media sosial. “Konten yang terarah akan membuat produk lebih mudah dikenal dan diminati. UMKM tidak hanya harus hadir di media sosial, tetapi juga harus mampu mengelolanya secara strategis,” jelas Arum. Tak hanya teori, peserta juga diajak praktik langsung mengoptimalkan media sosial dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Pendampingan dilakukan secara intensif oleh tim dosen, sehingga peserta dapat memahami langkah-langkah penggunaan secara lebih jelas dan tidak kebingungan saat menerapkannya. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama pelatihan. Yunik, salah satu anggota APUNA asal Trenggalek, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru. Ia kini lebih percaya diri dalam membuat konten promosi berbasis digital. “Saya jadi paham cara menggunakan media sosial, bahkan dengan bantuan AI. Ini sangat membantu untuk mengembangkan usaha saya,” tuturnya. Melalui program Sisterpreneur ini, tim dosen UMM berharap pelaku UMKM perempuan di Jawa Timur mampu bertransformasi dari pemasaran konvensional menuju digital. Dengan strategi yang tepat dan berkelanjutan, mereka diharapkan tidak hanya meningkatkan omzet, tetapi juga memperkuat daya saing di tengah pasar yang semakin kompetitif.
Hardiknas 2026, UMM Cetak Generasi Emas Lewat Kejuaraan Karate Nasional Piala Rektor

Salah satu pertandingan Piala Rektor UMM Open Karate Championship (Foto: Dani Alifian) Malang (beritajatim.com) – Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar ajang bergengsi Kejuaraan Karate Piala Rektor UMM Open Karate Championship 2026. Perhelatan akbar ini berlangsung meriah di Dome UMM pada Sabtu (2/5/2026), menjadi wadah bagi ratusan atlet karate dari berbagai provinsi di Indonesia. Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., secara resmi membuka kejuaraan ini dengan pemukulan gong sebagai simbolisasi dimulainya kompetisi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa olahraga bela diri merupakan instrumen krusial dalam membentuk kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan tangguh di masa depan. “Hari ini kita mengenang jasa pahlawan pendidikan, dan semangat itu kami manifestasikan melalui olahraga. Kami berharap dari Dome UMM ini lahir bibit talenta baru yang tidak hanya mengharumkan nama bangsa di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” ujar Prof. Nazaruddin Malik. Suasana pembukaan Piala Rektor UMM Open Karate Championship 2026 (Foto: Humas UMM) Penyelenggaraan ini mendapat dukungan penuh dari Pengurus Besar (PB) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI). UMM berkomitmen menjadikan Rektor Cup sebagai agenda tahunan yang masuk dalam kalender tetap karate nasional sebagai sarana tolok ukur kualifikasi bagi para atlet setelah menjalani latihan panjang di daerah masing-masing. Ketua Panitia Pelaksana, Ir. Ary Bakhtiar, SP., M.Si., IPM., ASEAN Eng., melaporkan bahwa kejuaraan tahun ini mencatatkan partisipasi yang luar biasa. Sebanyak 825 atlet dari 63 kontingen turut ambil bagian, bersaing memperebutkan medali di 974 kelas pertandingan. Kategori yang dipertandingkan sangat komprehensif, mulai dari kelas usia dini, pra-pemula, pemula, cadet, junior, under-21, hingga kategori senior. Peserta tidak hanya berasal dari Jawa Timur, namun juga meluas hingga Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Bali, yang mewakili berbagai dojo, klub, maupun Pengcab FORKI. “Tujuan utama kami adalah menciptakan sistem pembinaan yang berkesinambungan. Event ini dirancang untuk mengembangkan kecerdasan fisik, intelektual, mental, dan spiritual generasi muda Indonesia secara bersamaan,” jelas Ary Bakhtiar. Ajang ini diharapkan menjadi panggung pembuktian bagi para atlet muda untuk menunjukkan hasil kerja keras mereka selama ini. Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, menegaskan komitmen universitas dalam mendukung lahirnya talenta masa depan yang siap bersaing di kancah global. ”Event ini menjadi sarana penting bagi para atlet untuk mengukur kualifikasi mereka. Kami memohon maaf jika masih ada kekurangan dalam teknis penyelenggaraan, namun kami bertekad untuk terus memperbaiki kualitas agar kejuaraan ini menjadi kalender tetap karate di tingkat nasional,” pungkasnya. (dan/ted)
Semarak Hardiknas, UMM Gelar Kejuaraan Karate Nasional Rektor Cup 2026

Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional dimanfaatkan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk menggelar ajang olahraga prestisius bertajuk Rektor Cup Open Karate Championship 2026.(Djoko W) Malangpariwara.com – Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional dimanfaatkan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk menggelar ajang olahraga prestisius bertajuk Rektor Cup Open Karate Championship 2026, Sabtu (2/5/2026). Bertempat di Dome UMM, kejuaraan ini menghadirkan ratusan atlet karate dari berbagai daerah yang siap menunjukkan kemampuan terbaiknya di atas matras. Sambutan Rektor UMM, Nazaruddin Malik.(Djoko W)Rektor UMM, Nazaruddin Malik, menegaskan bahwa penyelenggaraan kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul. Ia menyebut, olahraga bela diri seperti karate memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta ketangguhan mental generasi muda. Menurutnya, semangat Hari Pendidikan Nasional sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam olahraga, yakni kerja keras, sportivitas, dan pantang menyerah. Dari ajang ini, UMM berharap lahir atlet-atlet potensial yang mampu berprestasi tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. UMM juga mengapresiasi dukungan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia yang telah memberikan izin serta dukungan terhadap terselenggaranya kejuaraan tersebut. Ke depan, kampus ini berkomitmen menjadikan ajang Rektor Cup sebagai agenda rutin tahunan dalam kalender olahraga karate nasional. Ketua panitia pelaksana, Ary Bakhtiar, menjelaskan bahwa kejuaraan ini dirancang sebagai bagian dari sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan. Tidak hanya berfokus pada kemampuan fisik, kegiatan ini juga diarahkan untuk mengasah aspek mental, intelektual, hingga spiritual para peserta. “Kejuaraan ini menjadi sarana evaluasi sekaligus pengembangan bagi atlet. Kami ingin berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga matang secara karakter,” ujarnya. Komite beregu putra sebagai pertandingan pembuka sebelum diresmikan Rektor UMM.(Djoko W ) Antusiasme peserta terlihat dari tingginya jumlah keikutsertaan. Sebanyak 825 atlet dari 63 kontingen ambil bagian dalam kejuaraan ini. Mereka berlaga di 974 nomor pertandingan yang terbagi dalam berbagai kategori usia, mulai dari usia dini hingga senior. Peserta datang dari berbagai wilayah, di antaranya Jawa Timur, Bali, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, mewakili dojo, klub, maupun pengurus cabang FORKI. Melalui kejuaraan ini, UMM kembali menegaskan perannya dalam mendukung kemajuan olahraga nasional sekaligus pembinaan generasi muda. Ajang ini diharapkan menjadi wadah lahirnya atlet karate berprestasi yang siap bersaing di level yang lebih tinggi, sekaligus membentuk pribadi tangguh dalam menghadapi tantangan masa depan.(Djoko W)
Hardiknas 2026, Rektor UMM Tegaskan Posisi Kampus sebagai Pusat Layanan Unggul

Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Nazaruddin Malik MSi memberikan amanat pada Hardiknas 2026. (Humas UMM/Klikmu.co) KLIKMU.CO – Transformasi budaya serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang terjadi bersamaan dengan menipisnya daya dukung sumber daya alam (SDA) menjadi tantangan modern yang harus dipecahkan oleh sektor pendidikan. Hal tersebut ditegaskan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Nazaruddin Malik MSi dalam amanat upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Sabtu (2/5/2026) yang diikuti ribuan dosen dan karyawan Kampus Putih. Pernyataan ini menjadi penekanan utama yang membuka refleksi arah pendidikan di tengah perubahan global yang semakin kompleks. Ia menempatkan pendidikan sebagai aktor kunci yang tidak hanya merespons, tetapi juga menyelesaikan persoalan zaman. Nazar, sapaan akrabnya, menekankan bahwa tantangan global saat ini tidak bisa lagi dihadapi dengan pendekatan pendidikan yang konvensional. Ia menyoroti keterbatasan SDA di tengah meningkatnya kebutuhan dasar manusia sebagai ancaman serius bagi kualitas kehidupan. Kondisi ini menuntut pendidikan untuk bertransformasi menjadi lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada solusi. “Pendidikan tinggi harus menjadi solution center excellence. UMM harus hadir sebagai pusat layanan unggul, mitra solusi industri, serta inkubator inovasi dan talenta. Peran tersebut hanya dapat dicapai melalui perbaikan kualitas pendidikan secara menyeluruh, mulai dari proses pembelajaran, tata kelola institusi, hingga relevansi lulusan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menjadikan pemikiran Ki Hajar Dewantara sebagai fondasi pendidikan nasional yang harus diterjemahkan secara kontekstual dalam menghadapi tantangan modern. Dengan demikian, pendidikan tidak berhenti pada simbol historis semata, melainkan menjelma menjadi kekuatan transformasi sosial. Untuk mewujudkan hal tersebut, UMM menetapkan tiga pilar strategis pengembangan universitas. Ketiga pilar tersebut meliputi Service Excellence Hub yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas layanan pendidikan, Industry Solution Partner yang berperan aktif dalam menjawab kebutuhan riil dunia industri, serta Innovation and Talent Incubator yang bertujuan mendorong lahirnya inovasi dan pengembangan talenta unggul. “Ketiga pilar ini adalah jaminan mutu universitas yang sesungguhnya. Ini bukan sekadar konsep, tetapi harus diwujudkan dalam praktik nyata. Implementasi pilar tersebut menjadi indikator keberhasilan perguruan tinggi dalam menjawab tantangan zaman. Universitas tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga solusi konkret bagi masyarakat,” tegasnya. Sebagai bagian dari rangkaian upacara peringatan Hardiknas, UMM turut memberikan penghargaan kepada sivitas akademika berprestasi. Penghargaan diberikan kepada dosen dengan capaian Hak Kekayaan Intelektual (HKI) terbanyak sekaligus peraih rekor MURI 2026. Selain itu, apresiasi juga dianugerahkan kepada dosen dengan masa pengabdian 25 tahun, humas terbaik tingkat fakultas dan program studi, serta mahasiswa berprestasi tingkat universitas. Momentum Hardiknas di UMM tahun ini mempertegas bahwa pendidikan tidak bisa lagi berjalan dalam pola status quo. Pidato rektor menjadi penanda kuat bahwa perguruan tinggi dituntut bergerak lebih kritis, responsif, dan solutif. Di tengah dinamika global, pendidikan harus hadir sebagai jawaban nyata, bukan sekadar wacana. (Faqih/AS)
Dosen UMM Dorong UMKM Perempuan Jatim Naik Kelas Lewat Inovasi Pemasaran Digital

Tiga dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) hadirkan program “Sisterpreneur” sebagai solusi peningkatan kapasitas pemasaran digital di Surabaya (26/4). Surabaya, JatimUPdate.id – Minimnya pemanfaatan media sosial oleh pelaku UMKM perempuan di Jawa Timur, dorong tiga dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) hadirkan program “Sisterpreneur” sebagai solusi peningkatan kapasitas pemasaran digital di Surabaya (26/4). Tiga dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Maharina Novi, Arum Martikasari, dan Rahmania Santoso, menggelar kegiatan pemberdayaan bertajuk “Sisterpreneur: Inovasi Pemasaran Digital untuk Peningkatan Daya Saing UMKM Perempuan di Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur”. Kegiatan yang berlangsung di Surabaya ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM perempuan yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Nasyiatul Aisyiyah (APUNA). Para peserta dibekali keterampilan pemasaran digital agar mampu bersaing secara lebih luas di tengah perkembangan teknologi komunikasi. Ketua tim pengabdian, Maharina Novi, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi kurangnya omset pada penjualan yang dimiliki umkm perempuan di Nasyiatul Aisyiyah, setelah dilakukan riset singkat ternyata tidak semua menggunakan media sosial secara maksimal sehingga market hanya terbatas pasa penjualan konfensional Menurutnya, optimalisasi media digital sangat penting dalam meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pasar. Hal tersebut disinyalir akan memberikan dampak pada kenaikan omset. “Kami melihat para pelaku UMKM perempuan di PWNA Jawa Timur akan bisa lebih optimal jika bisa memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran. Padahal, jika dimanfaatkan dengan baik, hal ini dapat memberikan nilai tambah dan membuat mereka lebih siap bersaing dengan UMKM lainnya,” ujarnya.Ia menambahkan, kemampuan tersebut perlu terus diasah dan dirawat agar pelaku UMKM perempuan tidak tertinggal dalam persaingan yang semakin ketat. Dengan strategi yang tepat, pelaku usaha di bawah naungan APUNA diharapkan mampu meningkatkan daya saingnya secara berkelanjutan. Sementara itu, narasumber Arum Martikasari, M.Med.Kom, menekankan pentingnya strategi pemasaran yang adaptif. Ia menyampaikan bahwa pelaku UMKM perempuan harus mampu bersaing secara masif, baik melalui kanal offline maupun online. Dalam sesi materinya, Arum memperkenalkan rumus PCBA (Perkenalkan, Ceritakan, Buktikan, dan Ajakan) sebagai pendekatan dalam menyusun konten media sosial yang efektif. “Melalui formula ini, pelaku UMKM dapat membangun komunikasi yang lebih terarah dengan audiens di sosial media, sehingga produk yang ditawarkan lebih dikenal dan diminati,” jelasnya. Selain itu, Arum juga mengajak untuk praktek melakukan optimasi sosial media melalui pemanfaat AI, bukan sekedar teori dua dosen yang lain yang turut hadir juga mendampingi satu persatu pelaku umkm tersebut sehingga peserta bisa jelas dan tidak bingung dalam menggunakanya. Peserta kegiatan pun menunjukkan antusiasme tinggi. Yunik, anggota APUNA asal Trenggalek, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari pelatihan tersebut. “Saya jadi lebih tahu bagaimana memanfaatkan media sosial terlebih AI untuk promosi. Sekarang saya juga lebih percaya diri membuat konten karena sudah memahami caranya,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, tim dosen UMM berharap para pelaku UMKM perempuan di Jawa Timur mampu mengoptimalkan pemasaran digital sebagai strategi utama dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha mereka. (ries/yh) Editor : Yuris. T. Hidayat
Peringatan Hardiknas 2026, Rektor UMM Tekankan Visi Solution Center Excellence

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di lapangan helipad UMM, pada Sabtu (2/5/2026). MALANG, BERITAKATA.id – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di lapangan helipad UMM, pada Sabtu (2/5/2026). Dalam momentum tersebut, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si., menekankan pentingnya penguatan visi kampus sebagai pusat solusi unggulan atau Solution Center Excellence. Upacara yang berlangsung di halaman helipad kampus III UMM tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah sivitas akademika yang dinilai berprestasi. Dalam sambutannya, Prof. Nazaruddin Malik memaparkan tiga pilar utama yang menjadi pondasi pelaksanaan proses pendidikan di UMM. Ketiga pilar tersebut dirancang untuk menjamin mutu institusi sebagai universitas yang memberikan dampak riil. “Kita harus menjadi solution center excellent, yaitu membangun tiga pilar utama di dalam pelaksanaan proses pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yaitu menjadikan UMM sebagai service excellent hub,” ujar Prof. Nazaruddin pada Sabtu (2/5/2026). Ia menjelaskan bahwa melalui pilar service excellent hub, penyelenggaraan dan layanan kualitas pendidikan di UMM wajib diperbaiki secara berkelanjutan. Sementara itu, dua pilar pendukung lainnya adalah penguatan kemitraan dengan industri dan pengembangan potensi mahasiswa. “Pilar kedua, UMM harus menjadi industry solution partner, serta pilar ketiga yaitu menjadi innovation and talent incubator. Ketiga pilar ini adalah jaminan mutu dalam status universitas yang sebenarnya atau riil,” tegasnya. Ditemui usai kegiatan, Prof. Nazaruddin mengatakan bahwa Hardiknas merupakan momen penting untuk mengenang jasa pahlawan sekaligus memperkokoh tekad memajukan kualitas pendidikan. Ia merinci bahwa Service Excellence Hub menuntut sumber daya manusia (SDM) kampus untuk mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholder). Terkait pilar kedua dan ketiga, ia menyebutkan bahwa kampus memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan inovasi dan mengasah bakat generasi muda. “Kampus itu harus melahirkan kekuatan untuk membentuk talent-talent muda menjadi inkubator untuk melakukan inovasi. Dan yang ketiga tentu memberikan solusi kepada problem-problem yang dihadapi masyarakat, bukan menambah problem,” terangnya dalam sesi wawancara. Sebagai bagian dari rangkaian evaluasi tahunan, UMM memberikan penghargaan khusus kepada para dosen dan karyawan yang memiliki prestasi menonjol di bidangnya masing-masing. Prof. Nazaruddin menyebutkan bahwa pemberian penghargaan ini merupakan tradisi kampus untuk mengapresiasi personel yang berkontribusi pada citra positif universitas. “Tentu ada personal-personal UMM, baik dosen, karyawan, yang memiliki prestasi-prestasi khusus yang kuat, yang di bidangnya dia memberikan citra terkait dengan Solution Center Excellence itu tadi,” pungkasnya.
PDM Batu-UMM Matangkan Formula Beasiswa Lintas Satuan Pendidikan
Rektor UMM: Pendidikan Tinggi Harus Menjadi Solution Center Excellence
Bangun Kecerdasan Fisik dan Mental di Momen Hardiknas, UMM Gelar Kejuaraan Karate Nasional

Bangun Kecerdasan Fisik dan Mental di Momen Hardiknas, UMM Gelar Kejuaraan Karate Nasional pwmu.co –Universitas Muhammadiyah Malang menggelar ajang bergengsi Kejuaraan Karate Piala Rektor UMM Open Karate Championship 2026 di Dome UMM, Sabtu (2/5/2026). Kegiatan ini bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional dan diikuti ratusan atlet dari berbagai daerah di Indonesia. Gemuruh teriakan dan hentakan langkah para atlet memenuhi arena pertandingan, menciptakan suasana kompetisi yang penuh semangat. Ajang ini menjadi wadah bagi atlet muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengasah mental bertanding. Rektor UMM, Nazaruddin Malik, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., dalam sambutannya menegaskan pentingnya olahraga dalam membentuk kualitas generasi masa depan. “Hari ini kita mengenang jasa para pahlawan pendidikan. Semangat itu kami manifestasikan melalui olahraga. Kami berharap dari Dome UMM ini akan lahir bibit-bibit talenta baru yang nantinya tidak hanya mengharumkan nama Indonesia di kancah nasional, tetapi juga di panggung internasional,” tegasnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI) atas dukungan terhadap penyelenggaraan kejuaraan ini. UMM berkomitmen menjadikan ajang ini sebagai agenda tahunan nasional. “Event ini menjadi sarana penting bagi para atlet untuk mengukur kualifikasi mereka. Kami memohon maaf jika masih ada kekurangan dalam teknis penyelenggaraan, namun kami bertekad untuk terus memperbaiki kualitas agar kejuaraan ini menjadi kalender tetap karate di tingkat nasional,” tambahnya. Ketua Panitia Pelaksana, Ir. Ary Bakhtiar, SP., M.Si., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa kejuaraan ini tidak hanya berfokus pada aspek kompetisi, tetapi juga pembinaan berkelanjutan. “Tujuan utama kami adalah menciptakan tolak ukur pembinaan karate yang terstruktur. Kami ingin memberikan kontribusi positif dalam mengembangkan tidak hanya kecerdasan fisik, tetapi juga intelektual, mental, dan spiritual generasi muda Indonesia,” ujarnya. Antusiasme peserta terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 825 atlet dari 63 kontingen. Mereka bertanding dalam 974 kelas pertandingan yang mencakup berbagai kategori, mulai dari usia dini, pra-pemula, pemula, cadet, junior, under-21, hingga senior. Peserta berasal dari berbagai daerah seperti Bali, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur yang mewakili dojo, klub, serta pengurus cabang FORKI. Melalui kejuaraan ini, UMM menegaskan komitmennya dalam mendukung kemajuan olahraga nasional sekaligus mencetak generasi muda yang tangguh secara fisik dan mental. Ajang ini diharapkan menjadi wadah lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria

qoo10 – Minimnya pemanfaatan media sosial di kalangan pelaku UMKM perempuan Jawa Timur mendorong tiga dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turun tangan. Mereka membawa program “Sisterpreneur” sebagai upaya menaikkan kapasitas pemasaran digital dan memperkuat daya saing usaha perempuan di daerah itu. Kegiatan pemberdayaan tersebut digelar di Surabaya dan diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Program ini menyasar anggota Asosiasi Pengusaha Nasyiatul Aisyiyah (APUNA) di bawah Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur. Dorongan dari masalah omzet dan pemakaian media sosial