PLTMH Baru UMM di Ekowisata Boon Pring Picu Kemajuan Berbagai Bidang

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Fakultas Teknik dan sejumlah pihak kembali menjadi pelopor pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan melakukan pembangunan stasiun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) baru-baru ini. Kali ini pembangunan dilakukan di lingkungan Eco Wisata Boon Pring Andeman, Desa Sanankerto, Kecamatan Turen Kabupaten Malang, Jawa Timur. UMM tak sendiri, pembangunan PLTMH ini juga didiprakarsai Bank Nasional Indonesia (BNI) Kanwil Malang, Jawa Pos Radar Malang, Bumdes Kerto Raharjo serta didukung oleh Pemerintah Kabupaten Malang. Dalam pembangunannya memakai dana CSR Bina Lingkungan dari BNI. Dalam pembangunannya, BNI menggelontorkan dana sebesar 348 juta rupiah. Dana ini sepenuhnya digunakan untuk pembangunan PLTMH. Pembangunan PLTMH Boon Pring Desa Sanankerto yang memakan waktu pengerjaan selama 10 bulan ini diresmikan oleh Bupati Malang, Drs. Sanusi, MM, Minggu (1/2). Dihadiri Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad, Beby Lolita Indriani selaku Head of Regional BNI Kanwil Malang, perangkat Desa Sanankerto, serta para pejabat pemerintahan Kabupaten Malang. Tak lupa, para civitas akademika UMM. Ketua Tim Teknis PLTMH UMM, Ir Suwignyo, MT menerangkan PLTMH di lingkungan Eco Wisata Andeman – Boon Pring ini berbasis masyarakat untuk mendukung konservasi sumber air Andeman dan pengembangan ekowisata terpadu. “Upaya ini didasarkan pada Sumberdaya Mata Air Andeman dan keinginan masyarakat serta Pemerintah Desa Sanakerto yang potensial untuk dikembangkan,” terangnya. “Pengembangan sumberdaya mata air ini diharapkan dapat terbentuknya pusat perkembangan ekonomi pedesaan berbasis masyarakat. Tujuannya guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi, pengembangan lapangan kerja dan masyarakat produktif pendukung pariwisata serta pengembangan lingkungan sosial berkelanjutan,” sambung Wignyo saat ditemui di sela acara peresmian PLTMH Boon Pring Sanankerto. Salah satu potensi mata air Andeman adalah energi listrik yang dihasilkan PLTMH yakni pada siang hari dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif perdesaan dan untuk pengembangan irigasi pompa kawasan agrowisata. Serta dapat dijadikan sebagai taman edukasi wisata sains-teknologi energi terbarukan.Pada malam harinya dimanfaatkan untuk penerangan kawasan wisata dan lingkungan sekitarnya. Secara teknis PLTMH Desa Sanankerto mengandalkan debit air 0,50 M3 perdetik dengan mengambil dari sumber aliran air Andeman. Turbin yang digunakan berbeda dengan yang dipakai pada PLTMH di UMM sebelumnya. “Turbin Boonpring menggunakan propeller poros vertikal. Jika berhasil akan kita kembangkan untuk diproduksi dan akan dijual,” kata dosen Teknik Sipil Fakultas Teknik UMM tersebut. Turbin ini, sambung Suwignyo, merupakan rancangan tim Fakultas Teknik UMM. Energi yang digerakkan dari turbin rancangannya mencapai 14 kWatt sepanjang tahun. Dalam pembuatan PLTMH Boonpring Desa Sanankerto ini direncanakan akan di mulai pada bulan Mei dan rampung pada akhir September. “PLTMH Boonpring selanjutnya akan menjadi laboratorium lapangan bagi Fakultas Teknik UMM,” tambah Wignyo. Kepala Desa Sanankerto, H. Subur, S.E, menerangkan keberadaan PLTMH di wilayah yang dipimpinnya ini diakui akan menambah nilai lingkungan Boonpring sebagai tempat tujuan wisata sehingga mampu memunculkan inovasi-inovasi baru di dalamnya. “Selain akan menambah produktivitas pengerajin bambu, kedepannya Sanankerto akan dijadikan pusat pembelajaran Agrowisata,” tuturnya saat memberi sambutan. Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd saat memberikan sambutan menyatakan bahwa meski UMM adalah lembaga pendidikan, tetapi salah satu misinya adalah bagaimana mencerdaskan masyarakat dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Di hadapan para kepala desa se kabupaten Malang yang hadir, Fauzan menawarkan untuk melakukan kerjasama yang sama, seperti yang telah dilakukan di Desa Sanankerto ini. Bupati Malang, Drs. Sanusi, MM. mengaku bangga dengan capaian ini. “Di Indonesia sumber energi terbarukan masih menjadi tantangan yang harus dikembangkan. Terlebih di era modern, pembangunan PLTMH ini memegang peranan vital dalam mencapai kemajuan pembangunan di bidang lainnya. Harapannya pembangunan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Sanusi yang turut memberi sambutan. (uma/can)
Mahasiswa UMM Buat Sistem Pintar Pendeteksi Kebakaran Hutan

Menurut data Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2018, luas lahan berhutan di Indonesia mencapai 93,5 juta hektare. Sehingga, selain Brazil, Indonesia menjadi penyumbang terbesar kadar oksigen dunia yang kemudian sering disebut menjadi paru-paru dunia. Indonesia adalah negara yang menempati posisi ketiga terluas di dunia dengan hutan tropis. Namun kebakaran hutan, baik yang terjadi karena musim kemarau atau pembukaan lahan ilegal, menjadi masalah yang tak kunjung usai. Hal inilah yang mendorong sekelompok mahasiswa Program Studi Teknik Informatika UMM untuk membuat sistem pintar atau teknologi yang bernama Integrated Forest Fire Management System, alat yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk mendeteksi kebakaran hutan. “Cara kerja sistem ini adalah dengan memanfaatkan sensor LM35 dan sensor Flame menggunakan Artificial Intelligence sebagai pemroses data,” ungkap Billy, Selasa (2/1) selaku ketua kelompok. Pada kasus kebakaran hutan di Indonesia telah menjadi masalah yang hingga kini masih belum teratasi, dan menjadi permasalahan internasional. Hal ini juga dapat dilihat dari data BNPB yang di update pada 15 September 2019 mencatat luas kebakaran hutan dan lahan di Indonesia sebesar 328.722 hektare terbakar, dengan jumlah titik panas 538 titik panas. Inovasi yang dibimbing dosen Fakultas Teknik Nur Hayatin, S.ST, M.Kom digadang mampu mengurangi perluasan dampak kebakaran. “Hutan memegang peran penting bagi kehidupan diantaranya adalah filter dalam mengurangi pemanasan global, dan penghasil oksigen terbesar di dunia. Bercermin dari peran penting hutan, disayangkan jika hutan di Indonesia terus mengalami penurunan dari setiap tahunnya. Banyak penyebab berkurangnya hutan di Indonesia salah satunya yaitu masalah kebakaran hutan,” terang Billy menjelaskan temuan yang didaftarkan Program Kreativitas Mahasiswa Gagasan Futuristik Konstruktif. Banyak upaya yang telah dilakukan pemerintah. Di antaranya pengefektifan perangkat hukum, menerapkan metode kampanye sadar masyarakat, dibangunnya embung, membangun Menara pengawas dan lainnya. Kemudian ketika terjadi kebakaran upaya pemadaman yang dilakukan adalah dengan meningkatkan teknologi dalam upaya pemadaman, kemudian dilakukan operasi pemadaman, juga evakuasi dan penyelamatan. Inovasi teknologi ini dinilai dapat menjawab tantangan tersebut. Inputan yang didapat dari teknologi besutan Billy Aprilio, Yasril Imam dan Ulfah Nur Oktaviana ini berupa temperatur suhu dan nyala api. Ketika terjadi kebakaran, maka sensor akan mendeteksi secara otomatis. Selanjutnya, sistem akan memberikan perintah untuk memompa air untuk disemprotkan ke titik terjadinya kebakaran. “Di mana air didapatkan dari pembuatan penampungan air embun alami dengan menggunakan pemanen embun menggunakan jaring atau fog harvesting,” kata Billy. Penyemprot akan menyemprotkan air pada periode waktu tertentu yang kemudian akan dilakukan pengecekan ulang terhadap suhu sekitar. Jika dinilai masih terdeteksi suhu tinggi, maka penyemprot akan diaktifkan kembali. “Namun, apabila sensor mendeteksi kategori kebakaran hutan tingkat tinggi, maka sistem secara otomatis akan mengirimkan sinyal tempat kebakaran pada komputer pusat. Sehingga, tidak akan terjadi kebakaran yang jauh lebih besar,” terang Billy menjelaskan sistem kerja alat. Selanjutnya, hasil dari Fog Harvesting tersebut akan disalurkan ke tangki air (water tank) sebagai tempat penampungan. “Kemudian untuk power supplay, kami menggunakan panel surya untuk memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber daya utama yang kami aplikasikan pada pompa penyemprot air. Dengan adanya sistem pintar ini diharapkan akan meminimalisirkan terjadinya kebakaran hutan besar,” tutur Billy. Mereka berharap teknologi ini bisa segera di realisasikan dalam waktu dekat. (can)
Rancang Kurikulum Baru, AIK UMM akan Jadi Jembatan Ilmu Agama Islam dan Ilmu Pengetahuan Umum

Unit Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tengah merancang kurikulum yang meruntuhkan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Mengundang seluruh dosen dari berbagai fakultas, AIK membuka diri untuk memasukan seluruh ilmu untuk berintegrasi dengan Islam. Semua dosen ikut serta merancang kurikulum AIK dalam Lokakarya Kurikulum yang digelar di Aula Iptek Taman Rekreasi Sengkaling (23/11). Menurut Drs. Khozin M.Si sebagai pembicara kunci, sudah saatnya AIK membuka diri dan bergerak lebih progresif dengan perkembangan zaman. AIK tidak boleh hanya mengajarkan mahasiswa sejarah, akhlak dan muamalah saja namun tidak membuka diri terhadap isu-isu terkini. “Tidak hanya itu, dosen-dosen AIK harus mulai menggunakan metode ajar yang baru yaitu menggunakan teknologi terkini,” tegasnya. Khozin mengatakan bahwa mahasiswa saat ini mudah bosan dengan metode ajar yang seperti ceramah. Selain isu-isu yang dibawakan harus menarik perhatian mahasiswa, gaya ajar harus berganti, seperti menggunakan video atau power point yang menarik. Khozin mengatakan bahwa mahasiswa sekarang yang masih mencari jati diri akan lebih tertarik dengan pembahasan yang filosofis. “Perlu diperkenalkan basis Islam yang berintegrasi dengan sains agar mahasiswa mempunyai bekal yang kuat dalam ilmu keislaman,” lanjut Khozin. Khozin melanjutkan bahwa pintu sumber inspirasi keislaman tidak boleh ditutup sehingga hanya Al-Quran dan hadist saja sumbernya. Harus dibuka selebar-lebarnya agar bisa banyak menjawab persoalan dunia dengan Islam. Maka Islam tidak berdiri sebagai agama yang ekslusif. “Inspirasi bisa datang dari mana saja, namun harus tetap menjadikan Al-Quran dan Hadist sebagai pedoman utama,” tandasnya. (usa/can)
Tim LSLC FKIP UMM Siap Dampingi Sejumlah SMP di KWB

SEMANGAT mengimplementasikan kurikulum 2013 mendapatkan angin segar dan gairah baru dengan akan segera diimplementasikannya program Pendampingan Lesson Study for Learning Community (LSLC) oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ke beberapa SMP di Malang Raya. Program ini bersinergi dengan pembinaan profesi, penjaminan mutu internal dan penguatan inovasi pembelajaran di sekolah dalam menjawab tantangan pembelajaran abad 21. Pendampingan LSLC merupakan program yang dibidani Dra. Ninik Purwaning Setyarini, M.A, Kasubdit Kurikulum Direktorat PSMP Kemendikbud RI dan team kerja yang berasal dari staf direktorat serta 24 dosen alumni STOLS Japan dari berbagai perguruan tinggi. Melalui program, 64 SMP yang tersebar di 8 Zona (Padang, Bengkulu, Bogor, Jogja, Gresik, Malang, Kediri dan Lombok) akan mulai melakukan lokakarya, open plan, open class dan refleksi pembelajaran mulai bulan November 2019. Semangat menggalakkan kembali Lesson Study (LS) yang sudah berkembang menjadi Lesson Study for Learning Community ini didorong oleh keinginan pemerintah untuk membangun budaya belajar secara mandiri baik pada guru maupun siswa. “Sementara itu tumbuh dan berkembangnya budaya belajar mandiri merupakan karakter dan kompetensi yang diperlukan untuk mengarungi dan memenangkan hidup pada abad 21 yang semakin desruptif ini,” ungkap Drs. Nurwidodo, M.Kes., penanggungjawab LSLC. Program pendampingan LSLC berbasis zonasi ini, maka untuk zona Malang, tertunjuk sebagai implementor adalah sejumlah SMP di Kota Wisata Batu. Team konsultan LSLC di Zona Malang digawangi oleh tim LSLC FKIP UMM ditambah dari UM. Team LSLC FKIP UMM terpilih sebagai pendamping sekolah tidak dapat dilepaskan dari reputasi tim FKIP yang telah melakukan inisiasi LSLC di Malang Raya sejak tahun 2012. Tim LSLC FKIP juga telah mendampingi implementasi LSLC di sekolah, bahkan mempromosikan karya tulis guru berbasis LSLC sampai ke dalam publikasi tereputasi. “Konsistensi dalam pembinaan LSLC di sekolah se Malang Raya selama lebih dari 7 tahun tersebut, menjadikan FKIP UMM mendapatkan kepercayaan sebagai konsultan sekaligus pendamping sekolah untuk implementasi LSLC ini,” terang Nurwidodo, dosen Pendidikan Biologi UMM. Implementasi LSLC akan dimulai dengan kegiatan workshop, open plan, open class, refleksi dan penyusunan RTL. Pada tanggal 13 sd 15 November di Zona Malang akan melaksanakan kegiatan tersebut dan menghadirkan SMPM 8 untuk melaksanakan open lesson dan akan dihadiri oleh 55 orang observer yang berasal dari Direktorat PSMP, LPMP Jatim, Dinas Pendidikan Kota, beberapa Kepala Sekolah dan Guru Mapel yang terundang. “Program pendampingan LSLC ini dikembangkan di atas landasan filsafat sekolah sebagai taman terbuka, sekolah sbg tempat penyemai keunggulan dan sekolah sebagai pelayan hak hak anak. Ujung ujungnya program ini didedikasikan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran di SMP,” ungkap Nurwidodo (15/10). Pendampingan LSLC yang telah memilih beberapa SMP sebagai piloting di Zona Malang harus disambut dengan antusias karena sangat bersinergi dengan penjaminan mutu internal (SPMI) pada aspek pembelajaran dan pembinaan profesi guru (double helix) di sekolah. “Sudah cukup lama program ini kita impikan dan kini pemerintah telah memberikan dukungan sangat signifikan,” tandasnya. (*/Can)
Dosen Peternakan UMM Produksi Permen Sapi, Tingkatkan Konsumsi Pakan dan Kualitas Susu

BAGI masyarakat awam, permen identik dengan hal manis dan menarik fisiknya. Namun tidak demikian jika permen itu untuk binatang khususnya sapi perah. Bentuknya memang tidak jauh beda dengan permen pada umumnya, namun fungsinya sangat bermanfaat untuk meningkatkan konsumsi pakan serta kualitas susu. Produk pakan ternak inovatif ini merupakan hasil penemuan program pengabdian dua Dosen Fakultas Peternakan Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Ir. Asmah Hidayati, MP dan Dr. Ir. Khusnul Khotimah, MM, MP. Program pengabdian ini dilakukan di Desa Kemiri, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Pengabdian mereka tentang permen sapi atau dikenal dengan Urea Molases Block (UMB) adalah feed additive yang bisa diberikan kepada ternak secara langsung atau digantung. UMB ini terdiri dari bahan pakan molases tetes, urea, bekatul, dedak, bingkil kedelai, tepung, bingkil kelapa, gibs sebagai perekat, mineral dan vitamin. Formula ini untuk mencukupi kebutuhan ternak khususnya ternak perah, supaya mineral vitamin dan bahan lain bisa memberikan efek positif dari pengaruh penambahan bahan-bahan ini ke dalam bahan pakan. Sehingga bisa meningkatkan konsumsi. Dengan meningkatnya konsumsi diharapkan nutrisinya terpenuhi. “Nutrisi dan kwantitas pakan terpenuhi akan menyebabkan produksi susu meningkat. Selain kwantitas produsi susu meningkat, juga kualitas produksi susu meningkat,” ujar Asmah yang saat ini menjabat sebagai Ketua Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Peternakan UMM saat ditemui di ruangannya, Rabu (9/10). Peningkatan kwantitas dan kualitas susu tersebut, sambung Asmah, disebabkan UMB mengandung bahan-bahan yang mampu menstimulir efektifitas enzim, meningkatkan hormonal yang bisa memacu produksi susu. Sehingga kualitas dan kwantitas susu meningkat terutama dari sisi kandungan lemak dan protein susunya. UMB ini dikenal sebagai permen sapi karena dicetak dengan ukuran standar untuk memenuhi seekor sapi. Tentunya UMB ini harus diproduksi setiap hari jika peternak menginginkan meningkatkan pakan secara berlanjut. Kendala di lapangan yaitu peternak menginginkan diproduksi massal sementara peternak tinggal membeli saja. Menariknya, ada juga UMB yang khusus untuk dijilat. Ukurannya lebih besar bisa digantung komposisinya agak berbeda. Lebih banyak pada mineral mix yang akan ditambahkan fungsinya hanya untuk menjilat. “Ibaratnya seperti sambel, berfungsi meningkatkan nafsu makan ternak tersebut,” ungkap Asmah. Bukan hanya meningkatkan nafsu makan, dampak positif lainnya dari tambahan ini jika bahan pakan diberikan, efeknya berbeda jika dicampur dengan feed additive atau bahan yang ditambahkan ke dalam ransum yang lain. Begitu juga ketika dicampur feed additive yang lain berbeda juga. Dari tingkat pencernaan dan penyerapannya. Melalui temuan UMB ini, tandas Asmah, pengabdian ini diharapkan selain dapat meningkatkan produksi susu, lebih jauh lagi pendapatan peternak dan taraf ekonominya dapat meningkat. “Jika pendapatan peternak meningkat, akan lebih mudah peternak menggapai cita-citanya,” katanya yang banyak melakukan pengabdian ini. Pengabdiannya ini diikuti 20 peternak yang dijadikan pioneer. Saat ini masih proses pendampingan dan observasi, apakah produk yang diberikan ke peternak, mengalami peningkatan produksi susu dan kualitasnya. Itu sebabnya produk ini masih proses penyempurnaan bentuk dan kualitas agar menarik serta marketable. (*/can)
Bangga UMM Terapkan Kehidupan Toleransi

Pembukaan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (PESMABA) Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) resmi di buka. Perhelatan pembukaan pesmaba, Senin (2/8), ditandai dengan apel pagi di Helipad UMM. Upacara dihadiri Rektor UMM, segenap satuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara Abdulrachman Saleh Malang dan segenap Civitas Akademika UMM. Marsekal Pertama (Marsma) TNI Hesly Paat Komandan Pangkalan TNI Udara (Danlanud) Angkatan Udara Abdulrachman Saleh, yang diberi kehormatan dengan didapuk sebagai inspektur upacara dalam upacara pembukaan PESMABA 2019, memberikan amanat kebangsaan kepada 7611 mahasiswa baru tentang bagaimana cara menanamkan rasa persatuan dan kesatuan sebagai Bangsa Indonesia. Pada orasi singkatnya, Komandan Hesly memberikan pesan kepada mahasiswa baru untuk mempunyai kemandirian dan kedewasaan selama mengemban ilmu di Kampus Putih, UMM. “Yakni dengan selalu membawa kerukunan, toleransi di tempat dan kehidupan sosial yang baru, sehingga dapat membawa nama baik kampus di manapun mereka berada,” kata Komandan Hesly. Sembari memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia (RI), Danlanud yang juga bertugas sebagai inspektur upacara pembukaan Pesmaba. Hesly juga menghimbau agar tidak melupakan jasa para pahlawan yang telah gugur. “Sejak dulu, mereka telah menanamkan tentang bagaimana membawa Bangsa Indonesia dalam harmonisasi keberagaman dan toleransi,” ungkap Hesly. Pemerintah Indonesia tengah berupaya untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme warga negara, khususnya kepada generasi muda. “Walaupun perkembangan dunia internasional telah mengikis rasa nasionalisme kita. Tujuan dari usaha ini adalah agar Indonesia sebagai salah satu negara di dunia yang memiliki kemajemukan, tetap lestari sepanjang masa,” ungkapnya. Sejak berdirinya bangsa Indonesia, para founding father telah meletakkan prinsip fundamental bernegara dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Peristiwa demo baru-baru ini di Papua merupakan contoh nyata pentingnya kita menjunjung tinggi toleransi, keberagaman, dan berbagai berbedaan, serta mengutamakan dialog kerukunan, kebersamaan, kedewasaan dan nasionalisme kita. Oleh sebab itu, Komandan Hesly sangat menyayangkan kejadian tersebut dan di sisi lainnya turut bangga, karena UMM sebagai salah satu kampus yang meskipun berbasis agama, namun mahasiswa, civitas akademika dan seluruh masyarakat yang ada di dalamnya dapat menjadi inspirasi dan mewujudkan contoh nyata dari sikap persatuan dan kesatuan sebagai Bangsa Indonesia. “Salut untuk Universitas Muhammadiyah Malang. Saya sangat mengapresiasi dalam hal keterbukaannya menerima mahasiswa dengan beda ras, suku bangsa dan agama, namun masih saling berjalan di tengah keberagaman dalam menerapkan suasana toleransi.” tutur Hesly. Sebagai informasi, pada tahun ini UMM juga menerima 93 orang mahasiswa asing yang berasal dari 24 negara. (yas/can)
Gelar Karya Mahasiswa Psikologi: Dari Pengaruh Shalat pada Agresifitas hingga Bukukan Pengalaman di Rumah Sakit Jiwa

MAHASISWA Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar karya akademis sebagai wujud produktif berkreasi, Rabu (2/1). Karya yang dihasilkan berupa poster, alat terapi dan buku-buku seputar kajian Psikologi. Hasil karya itu dibuat atas dasar pengalaman mahasiswa yang sudah terjun dalam penanganan Komunitas. Yakni kaitannya dengan problem sampah, kemiskinan, pendampingan di rumah sakit jiwa dan daerah yang terkena dampak bencana. Sebanyak 21 stan berdiri untuk memamerkan karya mahasiswa Fakultas Psikologi UMM dari 3 angkatan. Karya itu dilombakan dan dinilai oleh dosen-dosen Fakultas Psikologi untuk merangsang daya saing mahasiswa saat terjun di dunia kerja. “Psikologi UMM mempunyai ciri khas yaitu, psikologi terapan di mana mahasiswa akan dihadapkan dengan kasus-kasus nyata,” papar M. Salis Yuniardi, S.Psi., M.Psi., PhD selaku Dekan Fakultas Psikologi UMM di ruang pameran, GKB IV lantai 9. Salis mengatakan, mahasiswa Fakultas Psikologi UMM akan lebih banyak diterjunkan pada setting pendidikan, setting sosial, dan setting industri. Karya mahasiswa dari ketiga setting itu, akan diseleksi dan disaring untuk diganjar apresiasi. Dengan banyak menghadapkan mahasiswa pada kasus-kasus nyata, Salis mengaku bahwa lulusan Psikologi UMM mempunyai nilai jual yang tinggi. Hal ini disebabkan mahasiswa Fakultas Psikologi UMM sudah memahami medan tempat kerja. “Mahasiswa kita juga paham cara kerja zaman milenial. Di mana mereka memanfaatkan media komunikasi kekinian. Dengan begitu, daya serap yang masuk industri, pendidikan, instansi bahkan entrepreneurship begitu tinggi,” tandas Salis. Di sebuah stan dipaparkan penelitian dari mahasiswa semester 3 mengenai manfaat sholat dalam menurunkan agresifitas. Agresifitas adalah tindakan merusak melalui kekerasan fisik maupun verbal secara sengaja. Dalam penelitian itu dikatakan bahwa semakin teratur dan terjaga sholatnya, seseorang cenderung tidak agresif. Dalam sholat secara tidak langsung diajarkan untuk pelepasan emosi, meditasi dan kontrol diri, cinta dan kasih, serta komitmen dan disiplin. Sementara, di mata kuliah Kesehatan Mental mahasiswa semester 3 menghasilkan sebuah buku berjudul “Cerita yang Pernah Ada”. Buku itu berisi kumpulan pengalaman mereka saat mengunjungi Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat, Lawang. “Menulis buku ini merupakan pengalaman baru buat kami. Di mana kami bisa belajar keberanian untuk berinteraksi dengan pasien RSJ dan semakin bersyukur karena masih diberi kesehatan mental,” papar Anisa BT, salah seorang penulis. Ia mengatakan, kegemarannya menulis ternyata diwadahi oleh Fakultas Psikologi. Ia mengaku senang bisa menerbitkan buku bersama teman-teman sekelasnya hingga bisa laku dijual. (usa/can)
Ilyas Masudin Jadi Dosen Pertama UMM yang Tersertifikasi ASEAN Engineer

ILYAS MASUDIN, ST., MLogSCM., Ph.D., dosen Program Studi Teknik Industri (Prodi TI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi dosen pertama yang mendapat status sebagai ASEAN Engineer. Lisensi itu diterima Ilyas saat menghadiri konferensi ke-36 The ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO 36) di Singapura,12-14 November 2018 lalu. CAFEO 36 mengukuhkan penghargaan kepada sejumlah insinyur Indonesia yang berasal dari dunia industri maupun institusi pendidikan. Lisensi itu diraih Ilyas setelah melewati beberapa seleksi oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Salah satu seleksi, yakni keterlibatan calon delegasi pada beberapa proyek dalam kurun waktu dua tahun. “Pada ajang ini saya diseleksi beberapa hal dan yang paling utama adalah saya harus memiliki proyek yang sudah dikerjakan,” paparnya. Sementara itu, Ilyas yang juga alumnus TI UMM ini telah menjadi bagian dari tiga proyek besar yang berhubungan dengan konsentrasinya di TI. Yakni Optimasi Sistem Industri. Pria yang menyelesaikan pendidikan doktoral pada bidang Logistics di Royal Melbourne Institute of Technology University (RMIT University) ini, mengajukan tiga proposal penelitiannya. Yakni proyek Manajemen Mikrohidro, proyek pengabadian masyarakat, dan proyek Halal Logistik yang bekerjasama dengan salah satu institusi pendidikan di Australia. Sertifikasi ini dapat menjadi jalan dibukanya jalur kerjasama UMM, khususnya untuk Prodi Pendidikan Profesi Insinyur dengan berbagai pihak di ASEAN. Pengakuan ini sekaligus memperkuat legitimasi UMM untuk menjalankan Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur (PSPPI). UMM sebagai salah satu perguruan tinggi yang memperoleh kepercayaan dari Pemerintah Republik Indonesia melalui Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 200 / KPT / I / 2017 Tentang Pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur. “PSPPI bertujuan mendukung program Pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kerja profesional keinsinyuran sesuai dengan amanat Undang – indang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran,” terang Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si., Wakil Rektor I UMM yang membidangi Akademik. UMM menyelenggarakan program studi PSPPI, sambung Syamsul, dalam rangka menghasilkan SDM yang profesional di bidang keinsinyuran dan berguna untuk mendukung lima pilar ekonomi ASEAN dalam memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN / ASEAN Economi Community (MEA / AEC). (nis/can)
Peringati Bulan Bahasa, Mahasiswa UMM Gelar Aksi Simpatik Peduli Penggunaan Bahasa Indonesia

DOSEN Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Hari Windu Asrini, menyebut Bahasa Indonesia tidak lagi menjadi tuan di rumahnya sendiri. Hal itu disampaikan Hari pada aksi long march memperingati Bulan Bahasa yang jatuh hari ini, Jumat (26/10). “Melihat bahwa fakta bahasa ini (Indonesia, red.) tidak tambah baik penggunaannya. Justru bahasa asing lebih menjadi tren. Padahal, di undang-undang sudah tertera jelas jika kita diwajibkan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar,” jelas Hari di sela long march. Seperti disebut Hari, di undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, utamanya pasal 36 ayat 3 secara terang Bahasa Indonesia, wajib digunakan di semua nama tempat usaha dan instansi. Data ini dikumpulkan hanya dalam waktu sehari. Sebelum aksi simpatik digelar, mahasiswa disebar ke beberapa wilayah di Kota Malang, Kota Batu, dan sebagian Kabupaten Malang untuk mencari nama tempat usaha atau instansi yang masih belum sesuai dengan kaidah bahasa. Berdasarkan temuan mereka, terdapat lebih 2.000 nama usaha dan instansi yang masih belum menggunakan kaidah Bahasa Indonesia. Misalnya pada penamaan Anugrah Elektronik, disarankan menjadi Anugerah Elektronik. Saran lainnya Dian Medica menjadi Toko Alat Medis Dian, dan Central Aromatik menjadi Pusat Aromatik. Hasil dari riset yang telah ditulis dalam bentuk laporan ini telah diserahkan langsung kepada perwakilan Pemerintah Kota Malang. Laporan itu nantinya diharapkan dijadikan bahan pertimbangan untuk membuat peraturan daerah (Perda) tentang pelabelan nama tempat usaha atau instansi. Dipaparkan salah satu mahasiswa, Rifqi Muhammad Rizky Aryada, keikutsertaan PBSI UMM dalam peringatan Bulan Bahasa ini merupakan upaya membangkitkan semangat untuk melestarikan bahasa dan peningkatan kesadaran penggunaan Bahasa Indonesia. Lebih lanjut, Rifqi menyebut aksi simpatik ini juga sekaligus mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menaati segala aturan di negara Republik Indonesia terutama dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya, menerapkan aturan yang berlaku, melestarikan budaya lokal, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan, yaitu Bahasa Indonesia,” tegas Rifqi. Sementara menurut Helmi Mahendri, mahasiswa PBSI lainnya yang juga ikut serta agenda ini menyatakan, dengan tetap menggunakan Bahasa Indonesia dan manaati kaidah-kaidahnya, kita juga turut mendukung pelestarian bahasa daerah. “Dengan menjadi pengguna Bahasa Indonesia yang aktif maka kita juga telah mendukung pelestarian bahasa daerah yang juga banyak diserap ke dalam Bahasa Indonesia,” pungkas mahasiswa semester 7 ini. (nis/can)
Terus Pelihara Cita-cita, Meski Terhalang Dana

Kita tidak pernah bisa memilih untuk dilahirkan di keluarga yang seperti apa, miskin atau kaya. Tapi kita punya pilihan untuk memenentukan jalan hidup kita. Hal ini menjadi “pegangan” bagi Erfina Wisudawan Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (FISIP UMM) yang meraih Wisudawan Terbaik Pertama Tingkat Fakultas dan Wisudawan Terbaik Ketiga Tingkat Universitas. Fina lulus dengan IPK hampir sempurna, 3,95. Mengalami kendala finansial, tidak membuat Fina demikian panggilan akrabnya lantas putus harapan dalam mengenyam pendidikan. Usai lulus SMP, Erfina berusaha mencari “jalan” untuk terus dapat bersekolah. Pucuk dicinta, ulam tiba. Saat menjelang kelulusan, sekolah Fina, demikian panggilan akrabnya mendapat kunjungan dari sebuah SMA swatsa yang menawarkan beasiswa pendidikan, biaya hidup hingga pemodokkan. Ia pun kembali meneruskan mimpinya. “Usai SMA, ternyata ada pengumuman bahwa UMM yang kampus swasta ternyata menerima Beasiswa Bidik Misi juga. Saya pun mencoba. Dari sekitar 500 pendaftar, 20 diantaranya diterima dan saya salah satunya,”ujar Fina. Memutuskan mengambil Prodi Sosiologi, Fina yang sebelumnya belajar di jurusan IPA di SMA agak kesulitan dan ketinggalan dari teman yang lain. Ia pun mencari jalan dengan memanfaatkan fasilitas yang disediakan kampus, yakni internet gratis. Maklum saja, uang saku yang diterima Fina dari orang tuanya hanya 50 ribu rupiah setiap bulannya. “Internet gratis di Perpustakaan sangat membantu. Dari sini saya mulai mencintai Sosiologi,”ujar anak bungsu dari tiga bersaudara ini. Menempuh studi dengan dukungan beasiswa, tidak lantas membuat Fina berleha-leha. Smabil terus mempertahankan kualitas belajar, Fina juga mengikuti berbagai kegiatan ekstrakulikuler di kampus. Fina bertekad, meski ayahnya hanya seorang buruh pabrik dan kedua kakanya hanya sekolah hingga SMA, Fina harus terus mengayuh semangat untuk berbagai mimpi. “Saya ikut berbagai ektra, mulai dari IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiya.red.), Jamaah Al Faruq, hingga JF (Jmaah AR Fachruddin.red). Saya selalu ingat pesan ibu, Nduk sekolah sing pinter biar gak kayak bapak dan ibu yang hanya sekolah sampe SD. Ini makanya saya semangat ikut banyak kegiatan, ”tambah gadis yang bercita-cita menjadi tenaga pengajar ini. Tidak hanya mengikuti berbagai ektra di UMM untuk meningkatkan kualitas diri, wisudawati yang mengambil skripsi dengan judul Interpretasi maysarakat atas mitos ritual jaranan di Desa Wonojoyo Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri ini juga bekerja mulai dari berjualan gorengan, menjadi driver makanan cepat saji, penjaga gerai minuman hingga menjadi karyawan home industry rujak teng-teng. “Saya juga sekarang mengajar di sebuah LBB. Pengen dapet banyak pengalaman dan sebisa mungkin kita gak minta orang tua,”tambahnya. Fina percaya, berbagai hal yang terjadi dalam kehidupannya telah dijamin oleh Allah SWT. Ia pun tidak khawatir tentang apa yang terjadi, termasuk soal rezeki.. “PastinAllah nanti kasih jalan yang lebih indah. Seperti saat ini, sebelum lulus saya sudah diterima bekerja di PT Litera Media Taman di Belimbing sebagai editor untuk naskah buku,” katanya. Di akhir, gadis yang gemar membaca ini berpesan kepada anak-anak dan remaja Indonesia untuk terus memelihara mimpi. Soal rezeki, asal mau berusaha jalan pasti ada. “Inget saja selalu orang tua untuk motivasi kita. Banyak kok beasiswa baik negeri maupun swasta. Asal mau usaha, karena kalau diam Allah tidak akan merubah nasib kita. Terakhir, jangan lupa berdoa,”pungkasnya. (sil)