Lewat Mahasiswa Fakultas Hukum UMM Melakukan Sosialisasi SPP-IRT, UMKM Peyek Untuk Mendorong Penigkatkan Kualitas dan Keamanan Produk

Malang, JurnalPost.com – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari Kelompok 7 yang beranggotakan Muhammad Rayhan Al Farizi, Natania Reza Fransiska, Widya Rahmawati, Kamilah Putri Mayang Sari, Niken Yuniar Alpasya melaksanakan kegiatan sosialisasi Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) kepada pelaku UMKM pada 23 November 2025. Kegiatan ini menyasar usaha peyek rumahan milik Ibu Tri Asih, seorang pelaku usaha lokal yang tengah berupaya meningkatkan kualitas sekaligus legalitas produk makanan yang ia hasilkan. Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pentingnya SPP-IRT sebagai bentuk jaminan keamanan pangan bagi produk olahan rumah tangga. Kelompok 7 menjelaskan prosedur pengurusan SPP-IRT, mulai dari persyaratan administrasi, standar kebersihan produksi, hingga kewajiban pencantuman label pangan sesuai regulasi. Melalui pendampingan langsung, mahasiswa juga membantu Ibu Tri Asih mengidentifikasi aspek produksi yang perlu ditingkatkan agar memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah. Kegiatan ini disambut baik oleh Ibu Tri Asih. Ia mengaku bahwa pengetahuan mengenai SPP-IRT sangat penting untuk mengembangkan usahanya agar lebih dipercaya konsumen. “Saya sangat terbantu dengan penjelasan dari adik-adik mahasiswa. Semoga usaha saya bisa segera memiliki izin dan berkembang lebih maju,” ujarnya. Sosialisasi yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Hukum UMM ini diharapkan tidak hanya menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga mampu mendorong UMKM seperti usaha peyek milik Ibu Tri Asih untuk semakin meningkatkan kualitas, keamanan, dan daya saing produk di pasar. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata kontribusi akademisi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan usaha kecil.

Mahasiswa FH UMM Edukasi UMKM Kota Batu soal Pengurusan SPP-IRT

Malang, JurnalPost.com – Pada 11 November 2025, sekelompok mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM) melancarkan pengabdian masyarakat berbentuk Pendidikan, Pelatihan, dan Kemahiran Hukum (PLKH) dengan tajuk “Sosialisasi Pengurusan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT)”. Kegiatan ini diprakarsai oleh tim yang terdiri atas Bima Wahyu Ramadhan (komandan lapangan), Muhammad Daffa Maulana, Ahmad Alif Harhara, dan Fatur Harkati. Sosialisasi dilaksanakan di kediaman seorang pelaku usaha mikro di Kota Batu, Malang — Yolanda Lintang Pitaloka — pemilik Cireng by Mimi. Intervensi tim berbentuk paparan teknis dan pendampingan lapangan yang bertujuan memberikan gambaran prosedural tentang tata cara perizinan pangan skala rumahan, sehingga pelaku UMKM memahami persyaratan administratif dan teknis yang harus dipenuhi untuk legalitas produksi dan peredaran produk. Dalam sesi materi, tim menghadirkan panduan langkah demi langkah yang mencakup pembuatan akun OSS (Online Single Submission), penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk UMKM, serta prosedur permohonan dan penerbitan SPP-IRT. Selain penyampaian teori, kegiatan menyertakan praktik pendaftaran langsung pada platform OSS sehingga peserta dapat mengalami proses administratif secara real time dan mengidentifikasi hambatan operasional yang sering kali tidak tampak dalam paparan teoretis semata. “Program ini bukan sekadar pemenuhan tugas akademik; ia merupakan wujud pengabdian nyata sesuai semangat tri dharma perguruan tinggi. Di atas segalanya, kami berupaya menautkan pengetahuan hukum yang diperoleh di bangku kuliah dengan kesejahteraan masyarakat,” kata el-patron de la Bima, selaku komandan lapangan, dalam penegasan yang sekaligus mencerminkan dimensi instrumental pendidikan hukum. Yolanda, pemilik Cireng by Mimi, menyatakan apresiasi atas kegiatan tersebut: “Alhamdulillah, melalui sosialisasi ini saya menyadari bahwa kewajiban perizinan tidak berhenti pada NIB atau sertifikat halal; SPP-IRT juga merupakan instrumen kepatuhan yang esensial.” Pernyataan ini menegaskan bahwa kesadaran regulatori di tingkat pelaku usaha kecil masih membutuhkan pencerahan teknis yang terstruktur. Para penyelenggara menekankan bahwa SPP-IRT memiliki fungsi sentral dalam memberikan legitimasi hukum terhadap produksi pangan rumah tangga: selain memberikan kepastian hukum, sertifikat tersebut memfasilitasi akses pasar dan memperkuat kepercayaan konsumen terhadap keamanan produk. Mereka juga mengingatkan pentingnya pemenuhan persyaratan teknis—sanitasi, kemasan, dan pelabelan—sebagai pra-kondisi agar produk layak edar sesuai standar kesehatan publik.

Roky Leksana, Mahasiswa Vokasi UMM Raih Juara 3 Kejurprov Wushu Jatim 2025

MALANG, SURYAKABAR.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini datang dari Roky Leksana, mahasiswa Program Studi D4 Agribisnis Unggas yang sukses meraih juara 3 dalam ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Wushu Jawa Timur 2025 di Surabaya. Capaian yang diraih pada Oktober 2025 ini menambah deretan prestasi mahasiswa UMM di tingkat regional maupun nasional, sekaligus menunjukkan komitmen kampus dalam mendukung pengembangan minat dan bakat mahasiswa di berbagai bidang. Di tengah persaingan yang sangat kompetitif, Roky tampil percaya diri. Ia menunjukkan teknik yang matang, ketahanan fisik kuat, serta fokus yang terjaga sepanjang pertandingan. Berkat kombinasi tersebut, Roky berhasil mengamankan posisi ketiga dan berhak atas medali perunggu. “Alhamdulillah, ini pengalaman yang sangat berharga. Saya akan terus berlatih dan memperbaiki diri agar bisa meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang,” ujarnya. Kejurprov Wushu Jatim 2025 merupakan salah satu kompetisi bergengsi yang menjadi barometer kualitas atlet wushu di tingkat provinsi. Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M. Dalam sambutannya, Aries menegaskan pentingnya kejuaraan ini sebagai wadah pembinaan karakter, penguatan sportivitas, serta pencarian bibit atlet terbaik untuk masa depan wushu Jawa Timur. Ratusan atlet dari berbagai kabupaten dan kota turut ambil bagian, mempertandingkan dua nomor utama, yakni Taolu (seni jurus) dan Sanda (tarung bebas). Sementara itu UMM juga turut menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Roky. Pencapaian ini membuktikan mahasiswa D4 Agribisnis Unggas tidak hanya cakap dalam ranah akademik, tetapi juga mampu bersinar di bidang olahraga. Prestasi Roky diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi diri. Dengan raihan ini, Roky Leksana diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi salah satu atlet andalan Jawa Timur yang mampu melangkah hingga ke level nasional. Prestasi ini sekaligus mengukuhkan komitmen UMM dalam mencetak generasi unggul yang berprestasi di berbagai bidang. (abs)

Dosen UMM-SIKL Malaysia Pelatihan Pembuatan Big Book Interaktif, Perkuat Pembelajaran Membaca Permulaan

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Tim dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar pengabdian masyarakat dengan mitra Sanggar Bimbingan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) Malaysia. Pengabdian masyarakat tersebut dijelaskan salah satu tim dosen UMM sekaligus pemateri Arinta Rezty Wijayningputri, S.Pd, M.Pd, dalam bentuk  Pelatihan Pembuatan Media Big Book Interaktif di sekolah dasar mitra. “Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pembelajaran membaca permulaan bagi siswa, sekaligus meningkatkan kompetensi guru dalam pengembangan media literasi yang kreatif dan menarik,” ujar Arinta. Kata Arinta, melalui  Pelatihan Pembuatan Media Big Book Interaktif sebagai upaya memperkuat pembelajaran membaca permulaan bagi anak-anak Indonesia di Malaysia. Kegiatan ini diikuti oleh para guru, relawan, serta pendamping belajar yang selama ini terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak komunitas pekerja migran. Para peserta dibimbing dalam menyusun cerita, menentukan alur narasi, memilih ilustrasi, hingga merancang elemen interaktif yang dapat memudahkan anak dalam mengenali huruf, kata, dan struktur kalimat dasar. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih komunikatif dan menyenangkan. Ketika sesi pelatihan Arinta Rezty Wijayningputri, menyampaikan materi bahwa Big Book tidak hanya berfungsi sebagai media membaca, tetapi juga sebagai sarana stimulasi kognitif dan bahasa. “Desain visual yang tepat dapat membantu anak lebih cepat mengenali kosakata, memahami alur cerita, dan membangun keterampilan literasi dasar. Karena itu, penyusunan Big Book perlu memperhatikan kejelasan gambar, proporsi huruf, serta interaksi guru–siswa di setiap halaman,” jelas dosen PGSD UMM ini. Pemateri lainnya, Innany Mukhlishina, M.Pd menyampaikan Big Book interaktif merupakan media yang efektif untuk menguatkan fondasi literasi anak. Sebab Media Big Book bukan hanya alat bantu membaca, tetapi juga jembatan bagi anak untuk memahami alur cerita, memperkaya kosakata, dan membangun keterampilan berbahasa sejak dini. Harapannya pelatihan ini dapat menginspirasi para pendidik untuk terus berinovasi dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna. Sementara itu, Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Frinny Napasti, S.Pd, M.Pd memberikan apresiasi tinggi terhadap terselenggaranya kegiatan ini. Sanggar Bimbingan SIKL merupakan ruang belajar yang sangat penting bagi anak-anak Indonesia di Malaysia. Pelatihan ini menjadi komitmen dalam menghadirkan pendidikan berkualitas meskipun berada jauh dari tanah air. “Kami berharap keterampilan yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di lapangan,” terangnya. Sekedar diketahui, dari hasil pelatihan ini para peserta mengaku mendapatkan manfaat besar dari kegiatan ini. Salah satu peserta, menyampaikan testimoni positif. Bahwa selama ini sering menggunakan buku cerita biasa. Dengan pelatihan ini bisa memahami bagaimana membuat Big Book yang lebih menarik, berwarna, dan sesuai kebutuhan anak-anak. Penjelasan pemateri sangat mudah diikuti, dan merasa lebih percaya diri untuk membuat media sendiri. Melalui kegiatan ini, diharapkan proses pembelajaran membaca permulaan semakin inovatif, menyenangkan, dan mampu meningkatkan kemampuan literasi dasar anak-anak Indonesia di perantauan. (murtyas galuh danwati/don)

Mahasiswa Fakultas Hukum UMM Sosialisasi SPP-IRT Pengusaha Kripik Pisang Coklat Lumer

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG-Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi kepada pelaku usaha pangan di wilayah Perumahan Istana Kepuh Regency Kepuharjo, Karangploso, Kabupaten Malang.  Sosialisasi tersebut dilakukan dua orang mahasiswa FH UMM atas nama M. Dearmada dan Murni Maryani. Keduanya sosialisasi terkait pentingnya legalitas SPP-IRT (Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga). Menurut Mada begitu M.Dearmada disapa, sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran pelaku usaha mikro, khususnya produsen kripik pisang coklat lumer, tentang pentingnya SPP-IRT. Perlu diketahui  kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari perkuliahan pendidikan dan latihan kemahiran hukum dalam mendukung pengembangan usaha mikro yang aman dan terpercaya. Mada menjelaskan sosialisasi SPP-IRT ini menjadi sarana pembelajaran lapangan, di mana mahasiswa terlibat langsung dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada pelaku usaha mikro. SPP-IRT merupakan sertifikat yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan setempat sebagai bukti bahwa produk pangan yang dihasilkan oleh industri rumah tangga sudah memenuhi standar keamanan pangan. Legalitas SPP-IRT sangat vital karena selain menjamin keamanan produk bagi konsumen, sertifikat ini juga membuka peluang para pelaku usaha untuk memperluas pasar, baik di tingkat lokal maupun nasional. Saat sosialisasi, kata Mada, mahasiswa FH UMM bermitra dengan salah satu sentra produksi kripik pisang coklat lumer di Malang, materinya pemaparan mengenai proses pengurusan SPP-IRT serta dampak positif yang dapat diperoleh oleh pelaku usaha. Mereka menjelaskan bahwa legalitas tersebut bukan hanya sekadar kewajiban administratif, tetapi juga bentuk tanggung jawab produsen dalam menjaga kualitas produk dan kesehatan konsumen. Menariknya, Mada mengungkapkan selama proses sosialisasi ibu Sonti -pemilik usaha pisang coklat lumer- antusias mengikuti rangkaian materi, mulai dari prosedur pengajuan, persyaratan yang harus dipenuhi, hingga tata cara menjaga higienitas produksi agar sertifikat SPP-IRT dapat diperoleh dan dipertahankan. Selain itu, tim mahasiswa FH UMM juga membagikan contoh dokumen dan tips praktis sehingga para produsen kripik pisang coklat lumer dapat lebih mudah memahami dan menjalankan kewajiban mereka. Sementara itu, anggota mahasiswa FH UMM yang lain, Murni Maryani, menambahkan melalui sosialisasi tersebut, diharapkan dapat mendorong peningkatan daya saing produk kripik pisang coklat lumer yang selama ini banyak diminati masyarakat. Dengan legalitas SPP-IRT, produk bukan hanya aman dikonsumsi, tapi juga memiliki nilai tambah di mata konsumen dan pasar yang semakin peduli pada standar keamanan pangan. Sosialisasi ini mahasiswa UMM turut berperan dalam membangun ekosistem usaha mikro rumah tangga yang lebih profesional dan berkelanjutan, sekaligus membantu masyarakat mengimplementasikan standar hukum dan kesehatan pangan dalam produksi sehari-hari. (rilis: mada/murni/don)

Tiga Guru Besar Baru FKIP UMM Dorong Kemajuan Kampus dan Indonesia

MALANG POST – Pengukuhan tiga profesor baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berlangsung meriah, Sabtu 22 November 2025. Seremonial diiringi puluhan moge (motor gede) dari rektorat UMM menuju Dome UMM, menandai momen penting dalam perkembangan akademik kampus tersebut. Ketiga profesor baru itu adalah Prof. Dr. Moh. Mahfud Effendi, MM.; Prof. Dr. Lud Waluyo, Drs., M.Kes dan Prof. Dr. Atok Miftachul Hudha, M.Pd. Para guru besar ini memiliki bidang kepakaran yang beragam, mulai dari pengembangan kurikulum, microbiologi lingkungan, hingga Ilmu Pendidikan Bioetika. Kehadiran mereka memperkuat posisi UMM sebagai kampus dengan lonjakan kualitas akademik yang signifikan; saat ini UMM telah memiliki lebih dari 79 guru besar. Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa bertambahnya guru besar bukan sekadar pencapaian institusional, melainkan sumber energi baru bagi kemajuan bangsa. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas disiplin untuk mengakselerasi transformasi peradaban. “Penguatan sains, teknologi, sosial, dan humaniora harus terus dilakukan agar UMM mampu mendorong transformasi pendidikan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya. Lebih lanjut, Nazaruddin menyoroti dampak peningkatan jumlah guru besar terhadap minat masyarakat untuk melanjutkan studi di UMM serta potensi kerjasama dengan dunia industri, sektor usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. Peningkatan kualitas dosen dan tenaga kependidikan, infrastruktur akademik, serta tata kelola keuangan yang lebih baik dinilai akan mempercepat laju kemajuan kampus. “Mengejar peringkat boleh saja, tetapi jangan lupa terus memperbaiki mutu proses dan dampak positif yang bisa kita berikan pada masyarakat luas,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM, Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, M.A.P., memberikan apresiasi tinggi atas capaian kampus putih tersebut. Ia menegaskan guru besar merupakan salah satu ukuran kualitas sebuah kampus. Kehadiran mereka menjadi inspirasi bagi orang tua untuk menilai kemajuan institusi pendidikan. Menurut Muhadjir, ketiga profesor baru ini memiliki visi bersama untuk menciptakan masa depan Indonesia yang lebih hijau, adil, dan berkelanjutan. “Saya berharap UMM menjadi pelopor dalam perwujudan Indonesia yang semakin hijau dan berkelanjutan. Pembangunan tidak boleh merusak, melainkan memastikan masa depan yang lebih baik bagi semua,” katanya. Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, Teknologi, dan Teknologi Informasi (DTI) melalui wakilnya, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menekankan peran krusial perguruan tinggi dalam mempersiapkan Indonesia menuju visi 2045. Ia menekankan bahwa kekuatan bangsa tidak hanya bergantung pada sumber daya alam, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya. Fauzan juga menyoroti pentingnya konsep credential micro, sebuah model pembelajaran lintas disiplin yang memungkinkan siapa saja dari berbagai latar belakang meningkatkan kompetensi dan berkontribusi pada masa depan Indonesia Emas. Momen ini diharapkan semakin mempererat posisi UMM sebagai kampus unggul yang konsisten dalam pengembangan akademik serta memperluas peluang kolaborasi dengan industri dan komunitas luas demi kemajuan nasional. (M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)