PAUD Holistik Integratif dan Paradoks Perlindungan Anak

Fittria Leliana Mahasiswi Magister Pedagogi Universitas Muhammadiyah Malang klikmu – Pendidikan anak usia dini (PAUD) sering disebut sebagai fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Hal ini bukan sekadar jargon, tetapi sebuah kenyataan yang telah diakui secara luas. Artikel tentang implementasi PAUD Holistik Integratif (HI) di PAUD Buah Hati memberikan gambaran bahwa layanan pendidikan anak usia dini di Indonesia sebenarnya telah berjalan ke arah yang cukup menjanjikan. Namun, di balik capaian “sangat baik” yang ditampilkan, muncul pertanyaan penting: apakah keberhasilan ini sudah benar-benar menyentuh akar kebutuhan anak? Konsep PAUD Holistik Integratif sendiri menekankan pemenuhan lima layanan utama, yaitu kesehatan dan gizi, perawatan, pendidikan, perlindungan, serta kesejahteraan anak. Pendekatan ini sangat relevan, karena perkembangan anak usia dini tidak bisa dipisahkan menjadi bagian-bagian yang berdiri sendiri. Anak membutuhkan stimulasi yang menyeluruh, bukan hanya kemampuan akademik semata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua layanan berada pada kategori “sangat baik”, kecuali layanan perlindungan yang masih berada pada kategori “cukup”. Sekilas, ini tampak sebagai keberhasilan besar. Namun, jika dicermati lebih dalam, justru di sinilah letak persoalannya. Layanan perlindungan—yang menyangkut aspek paling mendasar dari hak anak—justru belum optimal. Ini menunjukkan bahwa pendekatan teknis dan administratif dalam PAUD HI belum sepenuhnya diimbangi dengan perubahan pola pikir masyarakat, khususnya orang tua. Program parenting yang dilakukan sebanyak tujuh kali memang menjadi langkah positif, tetapi fakta bahwa masih diperlukan penyuluhan intensif menunjukkan bahwa pemahaman orang tua tentang perlindungan anak belum merata. Lebih jauh lagi, terdapat temuan bahwa masih ada anak yang belum memiliki akta kelahiran. Ini bukan sekadar persoalan administratif, tetapi menyangkut identitas dan hak dasar anak sebagai warga negara. Dalam konteks ini, layanan kesejahteraan yang dinilai “sangat baik” menjadi terasa paradoksal. Bagaimana mungkin sebuah layanan dikategorikan sangat baik, sementara masih ada anak yang belum memiliki identitas hukum? Di sinilah pentingnya melihat hasil penelitian tidak hanya dari angka, tetapi juga dari realitas di lapangan. Penilaian “sangat baik” sering kali menutupi masalah-masalah mendasar yang justru membutuhkan perhatian lebih serius. Dari Program Menuju Budaya Keberhasilan implementasi PAUD HI juga tidak bisa dilepaskan dari peran berbagai pihak, mulai dari guru, kepala sekolah, orang tua, hingga pemerintah. Namun, kolaborasi ini masih perlu diperkuat, terutama dalam hal kesinambungan program. Banyak program berjalan baik saat ada intervensi dari pihak luar, seperti kegiatan pengabdian masyarakat, tetapi belum tentu berkelanjutan setelah program tersebut selesai. Dalam konteks ini, PAUD HI seharusnya tidak hanya dipahami sebagai program, tetapi sebagai budaya. Artinya, nilai-nilai pengasuhan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar kegiatan formal yang dilakukan sesekali. Selain itu, pendekatan holistik integratif juga perlu lebih adaptif terhadap kondisi sosial masyarakat. Tidak semua orang tua memiliki akses, pemahaman, atau kesiapan yang sama dalam mendukung tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, strategi implementasi tidak bisa bersifat seragam, tetapi harus kontekstual dan berbasis kebutuhan nyata di lapangan. Pada akhirnya, keberhasilan PAUD HI tidak hanya diukur dari seberapa baik program dilaksanakan, tetapi dari seberapa besar dampaknya terhadap kehidupan anak secara nyata. Apakah anak merasa aman? Apakah mereka mendapatkan haknya? Apakah orang tua benar-benar memahami perannya? PAUD Holistik Integratif adalah langkah maju yang patut diapresiasi. Namun, pekerjaan rumahnya masih panjang. Kita tidak boleh berhenti pada label “sangat baik”, tetapi harus terus menggali, memperbaiki, dan memastikan bahwa setiap anak benar-benar mendapatkan layanan terbaik yang mereka butuhkan. Karena pada akhirnya, kualitas masa depan bangsa ditentukan dari bagaimana kita memperlakukan anak-anak hari ini. (*)
UMM Masuk Top 15 Nasional THE Asia University Rankings berkat Industri dan Riset Berdampak

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi yang mempertegas kualitasnya di kancah pendidikan internasional. Berdasarkan rilis resmi lembaga pemeringkat Times Higher Education (THE) Asia University Rankings 2026 pada 23 April 2026, Kampus Putih berhasil meraih posisi yang kompetitif. Capaian ini sekaligus menjadi bagian dari milestone International Competitiveness UMM periode 2026–2030. Kepala Unit Pelaksana Teknis Akreditasi dan Pemeringkatan UMM Dr Rina Wahyu Setyaningrum MEd menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan bentuk pengakuan dari pemeringkatan internasional. “Tahun lalu kita berada di peringkat 1501+, kini UMM berhasil menempati kelompok peringkat 801+ di kawasan Asia. Di tingkat nasional, UMM berada di peringkat ke-15 secara keseluruhan (PTN dan PTS), serta peringkat ke-7 untuk kategori perguruan tinggi swasta. Di lingkup Perguruan Tinggi Muhammadiyah, UMM menempati posisi ketiga. Bahkan, UMM menjadi satu-satunya PTS di Jawa Timur dan Malang Raya yang masuk pemeringkatan THE tahun ini,” jelasnya. Keberhasilan ini tidak lepas dari penilaian THE melalui lima indikator utama, yaitu teaching, research environment, research quality, industry income, dan international outlook. Keunggulan paling menonjol dari UMM terlihat pada sektor industry income. Rina menjelaskan bahwa capaian tersebut didukung oleh ekosistem kampus yang kuat, termasuk keberadaan unit bisnis seperti rumah sakit. Fasilitas ini tidak hanya berkontribusi terhadap pendapatan institusi, tetapi juga menjadi laboratorium akademik bagi sivitas kampus. Selain itu, pendekatan riset terapan yang adaptif terhadap kebutuhan pasar turut memperkuat hubungan antara UMM dan dunia industri. Di sisi lain, UMM juga dinilai unggul dalam kualitas riset berbasis dampak. Penilaian ini tidak hanya mengukur jumlah publikasi dosen, tetapi juga tingginya angka sitasi dari peneliti lain. Meski meraih posisi yang membanggakan, UMM tetap melakukan evaluasi. Jika dibandingkan dengan perguruan tinggi negeri ternama, skala publikasi secara kuantitas serta indikator riset dan sitasi masih menjadi aspek yang terus didorong untuk berkembang. Rina menambahkan, pemeringkatan ini merupakan bentuk rekognisi internasional atas dedikasi kinerja akademik UMM. “Capaian ini menjadi pemicu untuk terus meningkatkan kualitas pada seluruh indikator aktivitas akademik di masa mendatang,” tuturnya. (Faqih/AS)
Dari Sarjana hingga Program Profesi, Ini Daftar 40 Prodi UMM Sudah Kantongi Predikat Unggul

MALANG, RADAR MALANG – Sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Jawa Timur dengan julukan “Kampus Putih”, UMM terus melakukan transformasi dan peningkatan mutu akademik guna memberikan jaminan kualitas terbaik bagi calon mahasiswa muda yang ingin meniti karier profesional. Sederet Program Studi (Prodi) lintas fakultas di UMM telah resmi menyandang predikat akreditasi “Unggul”, menjadikannya pilihan strategis bagi pendaftar. Berikut rinciannya dilansir dari laman resmi UMM: Fakultas Program Studi Jenjang Fakultas Agama Islam Pendidikan Agama Islam Sarjana (S1) Hukum Keluarga Islam Ekonomi Syariah Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Ilmu Kesejahteraan Sosial Hubungan Internasional Ilmu Pemerintahan Sosiologi Ilmu Komunikasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pendidikan Matematika Pendidikan Biologi Bahasa & Sastra Indonesia Modern Pend. Pancasila dan Kewarganegaraan Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Psikologi Psikologi Psikologi Internasional Fakultas Hukum Hukum Fakultas Ekonomi dan Bisnis Manajemen Akuntansi Ekonomi Pembangunan Fakultas Pertanian dan Peternakan Agroteknologi Agribisnis Teknologi Pangan Akuakultur (Perikanan) Peternakan Fakultas Teknik Teknik Sipil Teknik Mesin Informatika Teknik Industri Fakultas Ilmu Kesehatan Ilmu Keperawatan Fisioterapi Fakultas Kedokteran Pendidikan Dokter Profesi Pendidikan Profesi Dokter Profesi Profesi Ners Pendidikan Profesi Fisioterapis Magister Pendidikan Ilmu Agama Islam Magister (S2) Hukum Agribisnis Pendidikan Bahasa Indonesia Bagi calon mahasiswa, status akreditasi ini bukan sekadar label, melainkan jaminan bahwa kurikulum, fasilitas, dan kualitas dosen yang tersedia telah berada pada level tertinggi. Dengan memilih prodi berstatus Unggul, mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga peluang jaringan industri dan kemudahan akses beasiswa yang lebih luas di masa depan.
Perluas Jejaring Global, UMM Gandeng FYUST China Kembangkan Sertifikasi dan Riset Halal

pwmu.co – Sebagai upaya memperkuat perannya di tingkat internasional, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mengembangkan kerja sama global.Melalui Pusat Studi Pusat Pendampingan dan Pengembangan Halal (PS. P3Halal), UMM menjalin kemitraan strategis dengan Fuyao University of Science and Technology (FYUST) untuk pengembangan produk halal-thoyyib serta pangan sehat. Kesepakatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang berlangsung di kampus FYUST, China, bersama perwakilan yayasan sekaligus dekan, Giong Lin, pada Rabu (22/4/2026). Kepala PS. P3Halal UMM, Elfi Anis Saati, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam mendukung target Indonesia sebagai pusat halal dunia pada 2026. Ia juga menyoroti besarnya potensi industri halal global yang diperkirakan mencapai nilai hingga US$9 triliun pada tahun 2030. Menurutnya, kerja sama ini mencerminkan komitmen Muhammadiyah dalam menghadirkan kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. UMM, lanjutnya, berupaya menghadirkan inovasi lintas negara guna memperkuat daya saing produk halal Indonesia di pasar internasional. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, delegasi UMM turut meninjau fasilitas laboratorium halal milik FYUST serta sarana kantin asrama yang mendukung kebutuhan nutrisi civitas akademika. Kolaborasi ini juga menitikberatkan pada sinergi riset. FYUST saat ini tengah mengembangkan berbagai produk berbasis bahan alami seperti polifenol, wortel, dan umbi-umbian, termasuk penelitian terkait deteksi kehalalan melalui identifikasi DNA babi dan etanol. Fokus ini dinilai sejalan dengan riset unggulan yang dikembangkan para peneliti UMM. Salah satu riset yang tengah dikembangkan adalah penelitian pigmen antosianin dari bunga dan ubi jalar ungu untuk kebutuhan suplemen yang berpotensi mengurangi dampak mikroplastik dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, pengembangan pangan fungsional dan bahan bioaktif untuk obat herbal juga terus dilakukan oleh para akademisi UMM. Ke depan, kerja sama ini akan diperluas melalui berbagai program, seperti kolaborasi riset antara dosen dan mahasiswa, pengembangan produk kosmetik dan obat herbal halal, serta pendampingan sertifikasi halal bagi mitra industri FYUST di China. Tidak hanya itu, kedua institusi juga merencanakan pembentukan lembaga halal di lingkungan FYUST yang setara dengan Lembaga Pemeriksa Halal Luar Negeri (LHLN), guna memastikan standar halal yang sesuai dengan regulasi Indonesia dapat diterapkan secara optimal.(*) *) Penulis : Faqih Ahmad Wafir Rahman Editor : Zahrah Khairani Karim
UMM Kawal Target Pusat Halal Dunia 2026, Buka Jalur Sertifikasi di Negeri Tirai Bambu

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mempertegas posisinya sebagai kampus Islam kelas dunia dengan terus memperluas kiprah internasionalnya. Melalui Pusat Studi Pusat Pendampingan dan Pengembangan Halal (PS. P3Halal), Kampus Putih resmi menggandeng Fuyao University of Science and Technology (FYUST) Cina untuk mengembangkan produk halal-thoyyib dan pangan sehat. Penandatanganan kerja sama strategis ini dilaksanakan langsung di kampus megah FYUST, Cina, bersama Dekan sekaligus representasi Yayasan FYUST, Giong Lin, pada Rabu (22/4). Kepala PS. P3Halal UMM, Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP., menjelaskan bahwa langkah ini merupakan respons proaktif atas target Indonesia menjadi pusat kepemimpinan halal dunia pada 2026. Terlebih, potensi industri halal global diproyeksikan melonjak hingga mencapai US$ 9 triliun pada 2030 mendatang. “Kerja sama ini adalah wujud nyata dari semangat Muhammadiyah Berkemajuan. Kami tidak hanya berfokus pada peringkat akademik, tetapi mengimplementasikan konsep ‘Kampus Berdampak’ dari Kemdiktisaintek. UMM hadir melintasi batas negara untuk memberi solusi dan inovasi berkelanjutan, khususnya dalam memperkuat daya saing produk halal lokal di pasar global,” ungkap Elfi. Selain penandatanganan MoU, delegasi UMM juga melakukan peninjauan langsung ke Laboratorium Halal milik FYUST serta fasilitas kantin asrama yang melayani kebutuhan nutrisi ribuan civitas akademika setempat. Sinergi riset menjadi salah satu poin utama dalam kerja sama ini. Saat ini, FYUST tengah mengembangkan produk berbasis polifenol, wortel, umbi-umbian, hingga pengujian deteksi titik kritis kehalalan seperti DNA babi dan etanol. Fokus tersebut rupanya sangat selaras dengan deretan riset unggulan para peneliti UMM. Elfi Anis Saati saat ini tengah memimpin riset pigmen antosianin dari bunga dan ubi jalar ungu untuk aplikasi suplemen yang mampu mereduksi mikroplastik pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Riset pangan fungsional dan bahan bioaktif sebagai obat herbal juga terus dikembangkan oleh pakar UMM lainnya, seperti Prof. Damat, Prof. Warkoyo, Prof. Ely Purwanti, Dr. dr. Meddy Setiawan, Dr. dr. Sulistyo Mulyo Agustini, dan Dr. Ahmad Shobrun Jamil. Kolaborasi internasional ini tidak akan berhenti di atas meja laboratorium, sebab UMM dan FYUST telah sepakat untuk memperluas cakupan kerja samanya. Beberapa kerja samanya meliputi kolaborasi riset dosen dan mahasiswa, pengembangan kosmetik dan obat herbal halal, serta pendampingan sertifikasi bagi perusahaan mitra FYUST di Cina. “Puncaknya, kita juga membidik pembentukan lembaga halal sejenis Lembaga Pemeriksa Halal Luar Negeri (LHLN) di kampus FYUST, sehingga ekosistem halal di sana dapat terstandarisasi sesuai dengan regulasi negara Indonesia,” tandas Elfi. ***
Karate UMM Rebut Juara Umum Kategori Mahasiswa di Piala Rektor UMM Open Karate Championship 2026

MALANG, SURYAKABAR.com – Hall Dome menjadi saksi bisu ketangguhan para atlet Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Piala Rektor UMM Open Karate Championship 2026. Pada event yang digelar, Sabtu (2/5/2026) tersebut, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karate UMM berhasil menunjukkan kelasnya dengan keluar sebagai Juara Umum untuk kategori Mahasiswa. Keberhasilan ini sekaligus mempertegas posisi Kampus Putih sebagai lumbung atlet bela diri berprestasi di Tanah Air berkat dominasinya dalam kejuaraan karate tingkat nasional. Ketua Umum UKM Karate UMM, Fadil Inayatullah, menyebut pencapaian ini adalah hasil dari komitmen panjang para anggota. Mahasiswa program studi Manajemen angkatan 2023 tersebut menjelaskan, persiapan tim dilakukan secara menyeluruh, mencakup latihan fisik, pendalaman teknik, hingga penguatan mental bertanding. Baca Juga: UMM Gelar Kejuaraan Karate Nasional, Siapkan Hadiah Puluhan Juta dan Golden Ticket Mahasiswa Baru Menurutnya, atmosfer latihan yang suportif namun tetap disiplin menjadi kunci utama kekompakan tim selama masa persiapan hingga hari H pertandingan di Piala Rektor UMM Open Karate Championship 2026. “Gelar juara umum ini adalah bukti nyata, kedisiplinan dan kekompakan tim mampu menghasilkan prestasi yang mengharumkan nama UMM di bidang olahraga,” tegas Fadil. Dalam kompetisi bergengsi tersebut, kontingen UMM berhasil mendominasi berbagai kelas pertandingan. Kekuatan tim yang tersebar merata, baik di nomor perorangan maupun beregu, sukses memboyong total 16 medali. Baca Juga: Gelar Kejuaraan Karate Tradisional Lumajang 2025, Lumajang Bersiap ke FORPROV 2026 dan FORNAS 2026 Raihan gemilang dari para atlet UKM Karate UMM tersebut terdiri dari 3 medali emas, 5 medali perak, dan 8 medali perunggu atau total 16 medali. Capaian impresif ini mempertegas keunggulan UMM sebagai kampus inovasi dan mandiri dalam memfasilitasi minat bakat mahasiswa secara inklusif. Di balik prestasi fisik tersebut, terdapat tantangan besar dalam menyeimbangkan kehidupan kampus. Hal ini ditegaskan oleh Pembina UKM Karate UMM, Havidz Ageng Prakoso, M.A. Menurutnya, status sebagai mahasiswa sekaligus atlet menuntut kemampuan manajerial waktu yang tinggi. “Tantangan sejauh ini adalah membagi waktu antara tugas akademik dan porsi latihan yang cukup menguras tenaga,” ungkap Havidz. Ia menambahkan dukungan universitas selama ini sangat berperan dalam memotivasi para atlet. Baca Juga: Unesa Gelar Wisuda, Unesa Bekali Ribuan Lulusan Hadapi Tantangan Dunia Kerja hingga Wirausaha, Ainus Salsabila 1,5 Tahun Lulus Program Magister dengan IPK 4,00 Fasilitas yang memadai serta kemudahan birokrasi bagi mahasiswa berprestasi membuat atmosfer kompetisi di lingkungan UMM tetap sehat dan progresif. Menutup keterangannya, Havidz menekankan, regenerasi atlet melalui seleksi ketat akan terus dilakukan guna menjaga tradisi juara di masa mendatang. “UKM Karate UMM ke depannya akan semakin baik dengan perbaikan manajerial internal dan seleksi yang ketat bagi calon mahasiswa baru yang ingin bergabung,” pungkasnya. Kemenangan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya. UMM terbukti bukan sekadar tempat menimba ilmu di ruang kelas, melainkan juga kawah candradimuka bagi para jawara di ajang olahraga. (abs)
Guru Besar UMM Cetak Rekor MURI di Forum Islam Internasional

pwmu.co – Konsistensi tanpa henti kembali mengantarkan prestasi membanggakan bagi Universitas Muhammadiyah Malang. Guru Besar Program Studi Pendidikan Agama Islam UMM, Ishomuddin, resmi mencatatkan namanya di Museum Rekor-Dunia Indonesia sebagai panelis diskusi daring internasional berkesinambungan terbanyak.Penghargaan tersebut diserahkan pada April 2026 setelah melalui proses verifikasi ketat. Hingga Januari 2026, Prof. Dr. Ishomuddin, M.Si. tercatat telah tampil sebanyak 97 kali sebagai panelis dalam forum International Deliberation on Islam, dan jumlah tersebut terus bertambah. International Deliberation on Islam merupakan forum strategis yang mempertemukan ulama, akademisi, dan cendekiawan dari berbagai negara. Setiap sesi diskusi diikuti sekitar 400 hingga 500 peserta internasional yang mayoritas merupakan profesor dan doktor dari berbagai bidang keilmuan. Sejak aktif bergabung pada 2018, Prof. Ishomuddin secara konsisten menyampaikan gagasan dan perspektif keislaman di hadapan ratusan cendekiawan dunia. Dalam berbagai forum internasional tersebut, Prof. Ishomuddin banyak membahas epistemologi Islam melalui tiga paradigma utama, yakni Bayani (teks), Burhani (logika), dan Irfani (spiritual). Ia memberikan perhatian khusus pada pendekatan Irfani yang menurutnya memiliki kedalaman makna penting dalam memahami Islam secara komprehensif. “Pendekatan Irfani ini sering kali terabaikan, padahal ia memiliki kedalaman makna yang sangat krusial dalam memahami Islam secara komprehensif,” tegasnya. Gagasan tersebut tidak hanya disampaikan di forum internasional, tetapi juga terus dikembangkan dalam lingkungan akademik lokal maupun nasional. Selain aktif dalam forum internasional, Prof. Ishomuddin juga dikenal sebagai akademisi yang produktif dalam bidang riset dan publikasi ilmiah. Sejak 2013, ia telah menghasilkan sekitar 100 karya yang tercatat resmi sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Capaian ini semakin memperkuat posisinya sebagai ilmuwan yang konsisten dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kiprahnya di berbagai forum dunia, dosen Fakultas Agama Islam UMM tersebut membawa misi besar untuk menyebarkan nilai-nilai Islam moderat dan inklusif. Ia berharap ruang dialog internasional dapat terus menjadi sarana penguatan keilmuan dan peradaban Islam global. Pencapaian ini sekaligus menegaskan posisi UMM sebagai perguruan tinggi yang terus mendorong sivitas akademikanya berkontribusi di tingkat internasional dan menghadirkan karya nyata bagi dunia. Cetak Rekor MURI, Guru Besar UMM Kuasai Mimbar Diskusi Islam Internasional *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria
Guru Besar UMM Prof Ishomuddin Pecahkan Rekor MURI sebagai Panelis Forum Internasional Terbanyak

KLIKMU.CO – Konsistensi panjang dalam dunia akademik mengantarkan Guru Besar Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Ishomuddin MSi meraih penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Dia tercatat sebagai panelis diskusi daring internasional berkesinambungan terbanyak. Penghargaan tersebut diserahkan pada April lalu setelah melalui proses verifikasi. Hingga Januari 2026, Prof Ishomuddin tercatat telah tampil sebanyak 97 kali sebagai panelis dalam forum International Deliberation on Islam, dan jumlah tersebut terus bertambah. Forum International Deliberation on Islam menjadi ruang pertemuan ulama, akademisi, dan cendekiawan dari berbagai negara. Setiap sesi diikuti sekitar 400 hingga 500 peserta dari berbagai belahan dunia, yang mayoritas merupakan profesor dan doktor. Sejak aktif pada 2018, Prof Ishomuddin rutin menyampaikan gagasan keislaman dalam forum tersebut. Dalam berbagai diskusi, ia banyak mengulas epistemologi Islam melalui tiga paradigma utama, yakni Bayani (teks), Burhani (logika), dan Irfani (spiritual). Menurutnya, pendekatan Irfani memiliki posisi penting dalam memahami Islam secara menyeluruh. “Pendekatan Irfani ini sering kali terabaikan, padahal memiliki kedalaman makna yang sangat penting dalam memahami Islam secara komprehensif,” ujarnya. Pemikiran tersebut tidak hanya disampaikan di forum internasional, tetapi juga terus ia kembangkan bersama mahasiswa, dosen, dan kalangan akademisi di tingkat lokal maupun nasional. Selain aktif sebagai panelis internasional, Prof Ishomuddin juga dikenal produktif dalam bidang akademik. Sejak 2013, ia telah menghasilkan sekitar 100 karya yang tercatat sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Melalui berbagai forum internasional yang diikutinya, dosen Fakultas Agama Islam UMM itu membawa misi menyebarkan nilai-nilai Islam moderat dan inklusif. Ia berharap ruang dialog internasional dapat terus menjadi sarana pengembangan keilmuan bagi umat Islam di berbagai negara. Capaian tersebut sekaligus menegaskan komitmen Universitas Muhammadiyah Malang dalam mendorong sivitas akademika untuk berkontribusi di tingkat global. (Faqih/AS)
Pendidikan Kita Berubah Drastis, Tapi Apakah Sudah Siap?

pwmu – Perubahan dalam dunia pendidikan Indonesia saat ini terasa begitu cepat, bahkan terkesan melampaui kesiapan banyak pihak. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai kebijakan dan inovasi terus bermunculan—mulai dari perubahan kurikulum, digitalisasi pembelajaran, hingga program kesejahteraan siswa seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Semua itu menunjukkan bahwa pendidikan Indonesia sedang bergerak menuju arah yang lebih modern. Namun di balik perubahan yang begitu pesat, muncul satu pertanyaan penting: apakah kita benar-benar sudah siap? Jika menengok ke belakang, sistem pembelajaran di sekolah dasar dahulu cenderung lebih sederhana dan stabil. Guru menjadi pusat pembelajaran, metode ceramah mendominasi, dan buku menjadi sumber utama pengetahuan. Kini, kondisi tersebut berubah drastis. Pembelajaran dituntut lebih interaktif, berbasis teknologi, serta mendorong siswa berpikir kritis dan kreatif. Perubahan ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa lebih dari separuh rumah tangga di Indonesia kini telah memiliki akses internet. Hal ini menjadikan teknologi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan. Siswa kini dapat belajar dari berbagai sumber, tidak hanya bergantung pada guru. Akibatnya, peran guru pun berubah menjadi fasilitator yang membimbing proses belajar siswa. Perubahan besar juga terlihat melalui implementasi Kurikulum Merdeka yang memberikan kebebasan kepada guru untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan siswa. Pendekatan ini dinilai lebih relevan dengan tuntutan abad ke-21. Namun dalam praktiknya, tidak semua guru siap menghadapi perubahan tersebut. Banyak guru masih beradaptasi dengan konsep baru, terutama dalam perencanaan pembelajaran dan sistem asesmen. Perubahan semakin terasa sejak pandemi COVID-19 yang memaksa pembelajaran dilakukan secara daring. Lebih dari 60 juta siswa di Indonesia terdampak situasi tersebut. Dalam waktu singkat, guru dan siswa harus beradaptasi dengan teknologi digital. Meski pandemi telah berlalu, dampaknya masih terasa hingga kini, terutama dalam percepatan transformasi digital pendidikan. Wajah pendidikan kini semakin berubah dengan hadirnya fasilitas modern seperti smart board atau Interactive Flat Panel (IFP) di sejumlah sekolah. Teknologi ini memungkinkan pembelajaran menjadi lebih visual, interaktif, dan menarik. Siswa tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga dapat berinteraksi langsung dengan materi pembelajaran. Di sisi lain, program Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berbicara soal akademik, tetapi juga kesejahteraan siswa. Anak-anak yang sebelumnya belajar dalam kondisi lapar kini memiliki kesempatan belajar dengan lebih fokus dan optimal. Hal ini membuktikan bahwa kesiapan belajar juga dipengaruhi kondisi fisik siswa. Namun, semua perubahan ini kembali pada satu pertanyaan besar: apakah semua pihak sudah siap? Kesiapan guru menjadi faktor utama dalam keberhasilan transformasi pendidikan. Perubahan yang cepat menuntut guru terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan teknologi. Upaya upgrading skill menjadi sangat penting agar guru mampu mengikuti perkembangan metode pembelajaran modern. Kehadiran komunitas belajar seperti KOBAR (Komunitas Belajar Aktif dan Rajin) menjadi angin segar bagi guru untuk saling berbagi pengalaman dan belajar bersama menghadapi dinamika pendidikan. Namun kenyataannya, tidak semua guru memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Masih terdapat keterbatasan akses pelatihan, fasilitas, dan dukungan lingkungan. Begitu pula dengan sekolah. Tidak semua sekolah memiliki sarana modern seperti papan interaktif digital. Kesenjangan fasilitas ini menjadi tantangan serius dalam pemerataan kualitas pendidikan. Penggunaan teknologi yang semakin intensif juga membawa tantangan baru. Anak-anak menjadi semakin dekat dengan gadget, tetapi berisiko mengalami penurunan interaksi sosial. Jika tidak diimbangi pendidikan karakter, perubahan ini justru dapat memunculkan persoalan baru di dunia pendidikan. Karena itu, keseimbangan menjadi hal yang sangat penting. Perubahan memang tidak dapat dihindari, tetapi harus diiringi kesiapan yang matang. Kebijakan yang baik harus didukung pelaksanaan yang realistis di lapangan. Guru perlu didampingi, sekolah perlu difasilitasi, dan siswa perlu dibimbing dengan pendekatan yang tepat. Pada akhirnya, pendidikan bukan sekadar perubahan sistem atau penggunaan teknologi. Pendidikan adalah proses membentuk manusia. Karena itu, kesiapan menghadapi perubahan harus menjadi perhatian utama agar transformasi pendidikan tidak hanya tampak modern, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata. Perubahan boleh cepat, tetapi kesiapan tidak boleh tertinggal. Jika tidak, perubahan yang seharusnya menjadi solusi justru bisa menjadi beban baru bagi dunia pendidikan.
Universitas Muhammadiyah Malang Gandeng Kampus Cina Kembangkan Riset Pangan Halal

MALANG POSCO MEDIA, FUZHOU – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mempertegas posisinya sebagai kampus Islam kelas dunia melalui langkah strategis di kancah internasional. Melalui Pusat Pendampingan dan Pengembangan Halal (PS. P3Halal), Kampus Putih resmi menjalin kolaborasi dengan Fuyao University of Science and Technology (FYUST) Cina. Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan produk halal-thoyyib serta inovasi pangan sehat guna menjawab tantangan global. Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan langsung di kampus FYUST oleh Kepala PS. P3Halal UMM, Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP., bersama Dekan sekaligus representasi Yayasan FYUST, Giong Lin, pada Rabu (22/4). Dalam sambutannya, Prof. Elfi menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan respons proaktif terhadap visi besar Indonesia. ”Langkah ini adalah upaya kita mendukung target Indonesia menjadi pusat kepemimpinan halal dunia pada tahun 2026. Apalagi dengan proyeksi pasar halal global yang mencapai US$ 9 triliun di tahun 2030, UMM harus mengambil peran sentral,” ujar Prof. Elfi. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sinergi ini melampaui batas-batas akademik konvensional. “Kerja sama ini adalah wujud nyata dari semangat Muhammadiyah Berkemajuan. Kami tidak hanya mengejar peringkat akademik, tetapi mengimplementasikan konsep ‘Kampus Berdampak’ yang digagas Kemdiktisaintek. UMM hadir melintasi batas negara untuk memberikan solusi inovatif, khususnya dalam memperkuat daya saing produk halal kita di pasar global,” tegasnya kembali. Dalam kunjungan tersebut, delegasi UMM juga meninjau fasilitas laboratorium canggih milik FYUST yang tengah fokus pada deteksi titik kritis kehalalan, seperti pengujian DNA babi dan kadar etanol. Menanggapi kesamaan fokus riset tersebut, Prof. Elfi menjelaskan bahwa UMM membawa portofolio riset yang sangat relevan, termasuk pengembangan suplemen anti-mikroplastik dari pigmen ubi jalar ungu untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). ”Fokus riset FYUST pada polifenol dan umbi-umbian sangat selaras dengan apa yang dikembangkan oleh tim ahli kami di Malang. Sinergi riset pangan fungsional dan bahan bioaktif ini akan melibatkan pakar-pakar hebat UMM seperti Prof. Damat, Prof. Warkoyo, hingga tim kedokteran kami untuk memastikan produk yang dihasilkan benar-benar sehat dan halal,” tambah Prof. Elfi. Menutup keterangannya, ia membocorkan rencana jangka panjang dari kolaborasi ini yang mencakup pengembangan kosmetik halal hingga pendampingan sertifikasi bagi industri di Cina. “Puncaknya, kami membidik pembentukan lembaga sejenis Lembaga Pemeriksa Halal Luar Negeri di kampus FYUST. Tujuannya agar ekosistem halal di sana nantinya memiliki standar yang sama dengan regulasi di Indonesia,” pungkasnya. (imm/udi)